DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan pengetahuan intubasi dengan keterampilan pemasangan endotracheal tube pada mahasiswa keperawatan anestesiologi Universitas‘Aisyiyah Yogyakarta
Latar Belakang: Ahli anestesi berperan dalam mengelola dan mempertahankan jalan
napas sejak awal hingga akhir pembedahan pada saat prosedur pembedahan menggunakan
general anestesi. Upaya yang dilakukan untuk mempertahankan jalan napas yaitu dengan
melakukan intubasi endotracheal tube. Faktor penyebab keberhasilan tindakan penanganan
jalan napas yaitu pengetahuan dan keterampilan. Adanya suatu pengetahuan terkait suatu
hal membuat seseorang akan memiliki keterampilan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan intubasi dengan
keterampilan pemasangan endotracheal tube pada mahasiswa Keperawatan Anestesiologi
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain potong
lintang (Cross Sectional). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple
random sampling yang berjumlah 53 responden sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi.
Metode pengumpulan data menggunakan metode observasional analitik dan pengolahan
data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi rank spearman.
Hasil: Hasil uji korelasi Spearman Rank untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan
intubasi dengan keterampilan pemasangan endotracheal tube didapatkan hasil nilai
koefisien korelasi 0,961 (sangat kuat) dan didapatkan hasil nilai p-value 0,000 < 0,005.
Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik mengenai intubasi endotracheal tube
sebanyak 30 responden (56,6%) dan mayoritas responden memiliki tingkat keterampilan
dengan kategori terampil mengenai pemasangan endotracheal tube sebanyak 33 responden
(62,3%).
Simpulan: Ada hubungan antara pengetahuan intubasi dengan keterampilan pemasangan
endotracheal tube pada mahasiswa keperawatan anestesiologi dalam melakukan tindakan
pemeliharaan jalan napas yaitu nilai koefisien korelasi 0,961 (sangat kuat).
Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan modifikasi untuk pengambilan
data kepada mahasiswa anestesiologi, dan meneliti lebih dalam faktor-faktor yang
mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan pada mahasiswa.
Kata kunci : Pengetahuan, Keterampilan, Intubasi Endotracheal Tube
Daftar Pustaka : 41 buah (tahun 2013-2021
Literature review: perbedaan kadar merkuri pada penambang emas tanpa izin (peti) di daerah pertambangan Indonesia
Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) adalah usaha pertambangan yang dilakukan oleh perseorangan, sekelompok orang, atau perusahaan yang dalam operasinya tidak memiliki izin dan instansi pemerintah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kegiatan usaha pertambangan emas skala kecil, pengolahan bijih dilakukan dengan proses amalgamasi di mana merkuri (Hg) digunakan sebagai media untuk mengikat emas (Lestarisa, 2010). Merkuri (Hg) dapat terpapar pada penambang emas secara tradisional pada saat proses penyaringan dan pemijaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar merkuri pada rambut dan urin pekerja Penambang Emas Tanpa Izin (PETI). Metode yang digunakan yaitu metode literature review dengan mengkaji beberapa jurnal yang didapat menggunakan database antara lain google scholar dan pubmed. Hasil penelitian menunjukkan kadar merkuri pada rambut penambang emas tradisional paling tinggi sebesar 27 ppm dengan rata-rata kadar merkuri yaitu 9,037 ppm, sedangkan pada urin adalah sebesar 26,03 μg/l dengan rata-rata 11,313 μg/l. Kesimpulan penelitian menunjukkan kadar merkuri pada rambut dan urin penambang emas tanpa izin memiliki perbedaan. Kadar merkuri pada rambut penambang emas memiliki perbedaan signifikan dengan kadar tertingi yaitu 27 ppm di Desa Sekotong Lomok Barat. Kadar merkuri pada urin penambang emas tidak menunjukkan perbedaan signifikan dengan kadar merkuri paling tinggi yaitu 26,03 μg/l di Desa nigari Koto Tuo Sijunjung sumatera Barat
Pengaruh Pemberian Kombinasi Massage Punggung dan Senam Tai Chi Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Lansia di BPSTW Budi Luhur Bantul
Latar Belakang : Proses penuaan adalah proses alami yang disertai adanya
penurunan kondisi fisik, kognitif, emosional, sosial dan seksual. Salah satu
perubahan yang diakibatkan oleh penurunan kemampuan fisik yaitu perubahan
kualitas tidur pada lansia. Hal ini disebabkan oleh perubahan sistem saraf perifer/SSP
yang mempengaruhi pengaturan tidur yang mengakibatkan penurunan progresif pada
tahap Non-Rapid Eye Movement/NREM 3 dan 4. Tujuan : Untuk mengetahui
pengaruh pemberian kombinasi massage punggung dan senam tai chi terhadap
peningkatan kualitas tidur lansia. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif pre experimental dengan rancangan pre and post test one group
design. Sample pada penelitian ini adalah lansia yang tinggal di Badan Pelayanan
Sosial Tresna werdha Budi Luhur Bantul yang berusia lebih dari 60 tahun. Subyek
penelitian ini berjumlah 20 orang yang akan dijadikan dalam satu kelompok
intervensi massage punggung dan senam tai chi selama 12 kali pertemuan selama 4
minggu dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu. Alat ukur kualitas tidur yang
digunakan adalah Pittsburgh Sleep Quality Index. Hasil : Hasil uji menggunakan Uji
Paired Sample T-Test dan diperoleh nilai p = 0,001 yang berarti ada pengaruh
massage punggung dan senam tai chi dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia.
Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian kombinasi massage punggung dan senam tai
chi terhadap peningkatan kualitas tidur lansia di BPSTW (Badan Pelayanan Sosial
Tresna Werdha) Budi Luhur Bantul . Saran : Diharapkan kepada Fisioterapis dapat
menggunakan massage punggung dan senam tai chi sebagai salah satu intervensi
ketika menangani permasalahan kualitas tidu
Hubungan tingkat aktivitas fisik dan kualitas tidur pada lansia di posyandu lansia wilayah kerja Puskesmas Gamping 1
Latar belakang: Proses penuaan pada lansia merupakan hal alamiah yang tidak dapat
dihindari sehingga perlu untuk dipersiapkan karena akan berdampak pada berbagai
gangguan kesehatan seperti kesulitan mencapai tidur yang nyenyak. Dik arenakan
proses neurodegeneratif yang terjadi menyebabkan perubahan kualitas tidur yang
cenderung memburuk padahal tidur menjadi kebutuhan dasar yang harus terpenuhi
dengan baik. Jika kecukupan tidur ini tidak terpenuhi maka akan berpengaruh terhadap
tubuh yang mudah lelah, emosional yang tidak stabil, penurunan kemampuan kognitif,
serta peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas terlebih bagi seorang lansia. Oleh
karena itu, solusi yang direkomendasikan bagi lansia adalah dengan melakukan
aktivitas fisik secara rutin karena memiliki banyak manfaat yang positif terhadap
kesehatan tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dan
kualitas tidur pada lansia di posyandu lansia wilayah kerja Puskesmas Gamping 1.
Metode penelitian: Penelitian ini termasuk studi non eksperimental dengan cross
sectional dan teknik purposive sampling pada 60 lansia di Posbindu Bagas Waras,
Perum Pereng Dawe, Balecatur, Gamping, Sleman yang telah diseleksi berdasarkan
kriteria inklusi dan eksklusi yang ditentukan. Variabel bebas dalam penelitian ini
adalah aktivitas fisik yang akan diukur dengan International Physical Activity
Questionnaire Short Form (IPAQ-SF) dan variabel terikat berupa kualitas tidur yang
diukur dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Karakteristik responden
meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, status perkawinan, dan status tinggal bersama
juga turut dianalisis dalam studi ini. Hasil: Karakteristik responden didominasi oleh
lansia berusia 60 – 69 tahun (45%), berjenis kelamin perempuan (76,7%), tidak bekerja
(66,7%), berstatus menikah (68,3%), serta tinggal bersama pasangan dan anaknya
(38,3%). Selain itu, mayoritas responden lansia di sana memiliki tingkat aktivitas fisik
sedang (41,7%) dan kualitas tidur yang baik (53,3%). Berdasarkan hasil analisis
korelasi dengan menggunakan uji statistik non parametrik rank spearman diperoleh
hasil nilai signifikansi 0,00. Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat aktivitas fisik
dan kualitas tidur pada lansia di posyandu lansia wilayah kerja Puskesmas Gamping
Hubungan metode pembelajaran online terhadap kepuasan kualitas layanan (service quality) pada mahasiswa keperawatan anestesiologi angkatan 2019 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Latar Belakang: Metode pembelajaran online adalah metode pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan memanfaatkan jaringan internet. Metode pembelajaran online berdampak pada kepuasan kualitas layanan pada mahasiswa. Kepuasan kualitas layanan (service quality) adalah keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas keunggulan yang dikembangkan oleh universitas untuk memenuhi keinginan mahasiswa. Kepuasan kualitas layanan (service quality) menunjukkan seberapa baik metode pembelajaran online yang dilaksanakan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan metode pembelajaran online dengan kepuasan kualitas layanan (service quality) mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling berjumlah 88 mahasiswa yang memenuhi kriteria restriksi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner google form dengan uji statistic Spearman Rank.
Hasil: P value sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai korelasi koefisien 0,751 menunjukkan hubungan yang kuat dan positif antara metode pembelajaran online dengan kepuasan kualitas layanan (service quality) mahasiswa Keperawatan Anestesiologi angkatan 2019 di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Simpulan:Terdapat hubungan antara metode pembelajaran online dengan kepuasan kualitas layanan (service quality) mahasiswa Keperawatan Anestesiologi angkatan 2019 di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Saran: Diharapkan sebagai bahan rujukan dalam melakukan penelitian lebih lanjut, referensi ilmu pengetahuan tentang hubungan antara metode pembelajaran online dengan kepuasan kualitas layanan (service quality) mahasiswa.
Kata kunci: Metode pembelajaran online, Kepuasan kualitas layanan (service quality), Mahasisw
Perbedaan Pengaruh Calf Raise Exercise dan 4 Single Limb Hopping Exercise terhadap Stabilitas Ankle Atlet Sepakbola Pasca Cidera Sprain Ankle
Latar Belakang: Sprain Ankle adalah kondisi dimana terjadinya overstretch pada
ligament complex lateral terjadi pada gerakan plantar fleksi dan inversi. Kelemahan
ligamen sebagai stabilisasi pasif mengakibatkan keluhan nyeri, dan inflamasi kronis.
Tujuan: Untuk mengetahui adanya perbedaan pengaruh calf raise exercise dan 4
Single-limb hopping exercise terhadap peningkatan stabilitas ankle pada atlet sepak
bola pasca cedera sprain ankle. Metode: Penelitian ini bersifat quasi eksperimental
dengan pre dan post test two group design. Sebanyak 20 responden ditentukan
dengan menggunakan tekhnik sample random sampling penelitian ini dibagi menjadi
2 kelompok masing-masing 10 responden yaitu kelompok perlakuan I dengan latihan
calf raise exercise dan kelompok perlakuan II dengan 4 single limb hopping exercise.
Latihan dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Alat
ukur yang digunakan adalah standing stork test/ one leg standing test, uji normalitas
menggunakan saphiro-wilk test. Uji Homogenitas menggunakan lavene’s test, uji
hipotesis I dan II menggunakan paired sample t-test, dan uji hipotests III
menggunakan independent sample t-test. Hasil: Hasil uji hipotesis I dan II
menggunakan paired sample t-test diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05) menunjukkan
bahwa kedua perlakuan berpengaruh terhadap peningkatan stabilitas ankle pada atlet
sepakbola pasca cidera sprain ankle dan hasil uji hipotesis III menggunakan
independent sample t-test diperoleh nilai p=0,024 (p<0,05) menunjukan ada
perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan stabilitas ankle pada atlet
sepakbola pasca cidera sprain ankle. Kesimpulan: Ada perbedaan pengaruh yang
signifikan antara calf raise exercise dan 4 single limb hopping exercise terhadap
peningkatan stabilitas ankle pada atlet sepakbola pasca cidera sprain ankle. Saran:
Peneliti selanjutnya agar lebih banyak dan tanpa perlakuan lain yang dapat
mempengaruhi hasil penelitian sehingga memperoleh data yang asli dari perlakuan
penelitian
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kepatuhan Diet Diabetes Mellitus Yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Yogyakarta
Latar Belakang: Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang disebabkan tubuh
tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat sehingga kadar glukosa di dalam
darah tinggi. Salah satu elemen penting dalam meningkatkan kepatuhan menjalankan
diet pada pasien DM yaitu dukungan keluarga.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungandukungan keluarga
terhadap tingkat kepatuhan diet pada pasien DM di Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatf dengan
rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam
penelitian ini adalah pasien DM. Sampel yang diambil sebanyak 35 responden
dengan menggunakan teknik quota sampling. Analisis data menggunakan uji non
parametrik yaitu uji statistik corelasi rank spearmen.
Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dari 35 responden didapatkan
dukungan keluarga baik sebanyak 17 responden (48,57%), dan kepatuhan diet
yang patuh sebanyak 15 responden (42,86%). Dengan hasil uji corelasi rank
spearmen didapatkan p value 0,002 < α (0,05) dengan kata lain ρ-value < α jadi
Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukan bahwa ada hubungan yang
signifikan antara Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kepatuhan Diet
DM.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan yang signifikan antara Hubungan
Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kepatuhan Diet DM di RS PKU
Muhammadiyah Yogyakarta. Disarankan untuk dukungan keluarga yang baik
akan memberikan motivasi dalam melakukan kepatuhan dalam menjalankan diet
sehingga pasien dapat mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan
Pengaruh pelatihan penanganan pasien gawat darurat (PPGD) terhadap kinerja perawat dalam penanganan henti jantung: literature review
Pendahuluan : Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan medis dimana
sirkulasi darah normal tiba-tiba berhenti sebagai akibat dari kegagalan jantung untuk
berkontraksi secara efektif, biasanya di tandai dengan tidak terabanya denyut nadi.
Kasus henti jantung sangat mengancam jiwa jika tidak diberikan pertolongan secara
cepat dan tepat. Kualitas Resusitasi Jantung Paru (RJP) memberi pengaruh sangat
besar terhadap angka ketahanan hidup penderita henti jantung.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pelatihan Penanganan Pasien Gawat Darurat
(PPGD) terhadap kinerja perawat dalam penanganan henti jantung.
Metode : Penelitian ini menggunakan teknik analisis masalah (PICOST) dengan
metode literature review. Database yang digunakan yaitu Google Schoolar, ProQuest,
dan PubMed dengan kata kunci Pelatihan PPGD OR Basic Life Suport Trainng And
Kinerja OR Performane And Ketrampilan OR Skill And Perawat OR Nursing
Prformance And Henti Jantung OR Cardac Arrest.
Hasil : Didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa ada pengaruh pelatihan PPGD
terhadap kinerja perawat, dimana pelatihan mampu meningkatkan ketrampilan perawat
mengenai penanganan kegawatdaruratan khususnya kasus henti jantung.
Simpulan dan Saran : pelatihan PPGD secara signifikan mempengaruhi kinerja
perawat dalam penanganan henti jantun
Gambaran pengetahuan personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri di SMAN 1 Karangmojo kabupaten Gunungkidul
Pada tahun 2012, Data dari World Health Organization (WHO) Infeksi saluran
reproduksi pada remaja di dunia mencapai tingkat cukup tinggi yaitu (35%- 42%),
Prevalensi ISR pada kandidiasis sebanyak (25%-50%), vaginosis bakterial (20%-
40%), dan trikomoniasis (5%-15%) yang disebabkan karena kurangnya menjaga
kebersihan diri. Data dari statistik Indonesia, menyatakan bahwa 63 juta dari 69.4
juta remaja yang ada di Indonesia memiliki perilaku hygiene sangat buruk. Indonesia
menunjukan bahwa sebanyak 5,2 juta remaja putri yang sering mengalami keluhan
setelah menstruasi akibat tidak menjaga kebersihannya saat menstruasi. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri SMAN 1
Karangmojo tentang personal hygiene saat menstruasi. Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Desain
penelitian ini menggunakan cross sectional. Data penelitian ini menggunakan data
primer yang diambil menggunakan kuesioner pada 7 Februari 2023 dengan jumlah
responden 48. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dengan distribusi
frekuensi. Hasil penelitian bahwa tingkat kesiapan remaja dalam menghadapi
menarche dari 48 remaja di SMAN 1 Karangmojo mayoritas dengan kategori
pengetahuan baik (91,6%), kesiapan cukup (8,3%) dan kesiapan kurang (0%).
Mayoritas responden mempunyai pengetahuan baik sebanyak 44 responden, tetapi
dalam penelitian ini masih terdapat responden dengan kategori kesiapan yang cukup
sebanyak 4 responden. Penelitian ini diharapkan mampu memotivasi responden
untuk mencari tambahan informasi menjadi dan mendorong pihak sekolah
melakukan kerja sama dengan institusi kesehatan untuk penyuluhan personal
hygiene
Pengaruh media sosial tiktok terhadap perilaku narsistik remaja di Yogyakarta
Fenomena penggunaan aplikasi Tiktok banyak mengundang kecendrungan narsis bagi penggunanya. Dimana kebanyakan dari mereka membuat video Tiktok dan sangat menyukai dirinya sendiri didalam video tersebut. Penggunaan aplikasi Tiktok yang berlebihan dapat memicu Perilaku Narsistik. Perilaku narsistik adalah kondisi di mana seseorang merasa dirinya paling penting, sangat membutuhkan perhatian, dan kekaguman berlebihan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif. Sumber data primer didapatkan dari kuesioner yang disebar melalui googleform. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metode accidental sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 102 responden yang merupakan remaja di Yogyakarta pengguna media sosial Tiktok. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh positif signifkan sebesar 51,8% antara penggunaan media sosial Tiktok terhadap Perilaku Narsistik. Hal ini diketahui dari hasil Uji T dengan perhitungan nilai signifikansi sebesar 0,000 dibandingkan dengan 0,05. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi penggunaan media sosial tiktok, maka semakin tinggi perilaku narsistik yang dialami. Sebaliknya, jika penggunaan media sosial tiktok rendah maka perilaku narsistik seseorang juga rendah