DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Literatur review: Analisis perbedaan kadar glukosa serum dan plasma edta, natrium flourida pada pasien diabetes melitus
Diabetes mellitus adalah penyakit dimana kadar glukosa darah dalam tubuh
meningkat karena pankreas memproduksi insulin yang kurang atau tidak
mencukupi. DM merupakan penyakit yang menjadi masalah kesehatan
masyarakat. Oleh karena itu, DM tercatat sebagai prioritas keempat dalam studi
nasional penyakit degeneratif setelah penyakit kardiovaskular, serebrovaskular, rematik dan katarak. Kadar glukosa darah adalah gula yang terdapat dalam darah
yang berasal dari karbohidrat dalam makanan dan dapat disimpan dalam bentuk
glikogen di dalam hati dan otot rangka (Tandra, 2014). Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui perbedaan pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan
sampel serum dan plasma EDTA, NaF pada pasien diabetes melitus. Penelitian ini
berbasis literature review dengan melakukan identifikasi jurnal tentang analisis
perbedaan kadar glukosa darah sampel serum dan plasma EDTA, NaF pada pasien
diabetes melitus menggunakan strategi pengumpulan data PICO. Didapatkan hasil
analisis literature review menunjukan nilai signifikan yaitu 0,001, 0,05, 0,833
pada sampel serum dan plasma EDTA, kemudian nilai signifikan yaitu 0,196, 0,001, 0,000, 0,05 pada sampel serum dan NaF. Dari hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pemeriksaan kadar glukosa darah sampel
serum dan plasma EDTA sedangkan pada sampel serum dan plasma NaF tidak
terdapat perbedaan yang signifikan. Oleh karena itu tenaga kerja ATLM
disarankan untuk tetap menggunakan sampel serum atau plasma NaF sebagai
bahan pemeriksaan glukosa darah dan saran kepada peneliti selanjutnya
diharapkan dapat melanjutkan penelitian dengan membandingkan sampel serum
dan plasma dengan penundaan pemeriksaan atau parameter pemeriksaan lainny
Hubungan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi di Puskesmas Mantrijeron
Latar belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang tidak menular tapi menjadi pembunuh yang tersembunyi atau yang disebut dengan “silent killer”. Pasien hipertensi yang tidak melakukan terapi pengobatan dalam jangka waktu lama akan menyebabkan komplikasi, apabila kondisi tersebut tidak dapat ditangani menimbulkan ketidaknyamanan dan akan berpengaruh dengan kualitas hidup pasien hipertensi. Kondisi tersebut dapat dicegah dan ditanggulangi dengan cara terapi obat secara rutin.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi di Puskesmas Mantrijeron Yogyakarta.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi Cross Sectional. Responden
penelitian terdiri dari 74 pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mantrijeron Yogyakarta. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan instrument kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Pearson’s.
Hasil : Penelitian ini menyatakan bahwa kepatuhan minum obat pada pasien
menyatakan 84% memiliki kategori kepatuhan minum obat sedang dengan tingkat kualitas hidup 64% memiliki kategori kualitas hidup tinggi. Analisis korelasi Pearson’s menunjukkan bahwa nilai r=0,257 dan p=0,027 (<0,05) mengidentifikasi bahwa hubungan yang terjadi bersifat rendah.
Simpulan dan saran : Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat terhadap kualitas hidup. Dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dengan kepatuhan minum obat
Hubungan aktivitas fisik dengan kejadian demensia pada lansia: literature review
Latar Belakang: Aktivitas fisik sering dikaitkan dengan rendahnya risiko demensia,
hubungan tersebut tampaknya tidak hanya terkait dengan jumlah kalori yang
dikeluarkan saat melakukan, akan tetapi sebanding dengan jumlah kegiatan yang
menunjukan bahwa ada sinergi antara latihan dan stimulasi kognitif. Tujuan:
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian
demensia pada lansia berdasarkan penelusuran literature. Metode: penelitian ini
merupakan penelitian literature riview dengan study cross sectional. Bahan terdiri dari
enam jurnal dalam Bahasa Indonesia yang diakses full-text. Hasil: penelitian
menggunakan enam artikel nasional pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan
kata kunci (keyword) berupa aktivitas fisik, demensia, lansia. Metode pencarian artikel
melalui google scholar dan PubMed. dari keenam artikel tersebut dengan masingmasing Sebagai analisa kondisi aktivitas fisik, demensia serta mengetahui hubungan
Aktivitas fisik seperti jalan kaki, lari kecil berpengaruh pada lebus frontalis otak area
yang berperan pada konsentrasi mental, perencanaan, dan pengambilan keputusan.
Sehingga ada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian demensia. Simpulan dan
Saran: penelitian ini menunjukan bahwa dari enam artikel terdapat adanya hubungan
yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian demensia pada lansia. Ilmu
keperawatan diharapkan mampu meningkatkan pelayanan Kesehatan, tenaga
Kesehatan mampu memberikan informasi dan intervensi, peneliti selanjutnya
diharapkan mampu melakukan penelitian lanjutan terkait intervensi, dan diharapkan
masyarakat dapat mengontrol lansia agar aktif dalam melakukan aktivitas fisik
Hubungan lama menjalani hemodialisa dengan stress pasien gagal ginjal kronik : literatur review
Prevalensi penderita gagal ginjal meningkat dari tahun ke tahun. Pasien
GGK menjalani terapi Hemodialisis 2-3 kali setiap minggunya dan
menghabiskan waktu beberapa jam akan mengalami stress yang berdampak
negatif terhadap kualitas hidup dan kesehatannya. Penelitian ini untuk
mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisa dengan stress pada pasien
gagal ginjal berdasarkan penelusuran literature. Metode literature review,
pencarian jurnal menggunakan kata kunci lama hemodialysis OR frekuensi
hemodialysis OR duration of hemodialysis OR hemodialysis frequency AND
stress AND pasien gagal ginjal kronik OR chronic kidney disease patients
dengan rentang tahun terbit tahun 2016 sampai 2021. Jurnal yang digunakan
berjumlah 6 jurnal. Pasien sering menjalani hemodialisis (< 2x seminggu)
dan pasien menjalani hemodialisis di bawah 5 tahun dan di atas 6 bulan.
Pasien mengalami stress ringan hingga sangat berat dan pasien setidaknya
mengalami satu atau lebih stresor fisiologis dan psikososial. Ada hubungan
frekuensi hemodialisis dengan tingkat stres dan ada hubungan tingkat stress
dengan lama hemodialisis. Ada hubungan lama menjalani hemodialisa
dengan stress pada pasien gagal ginjal kronik
Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa: literature review
Gagal Ginjal Kronik (GGK) menjadi masalah kesehatan global dengan angka
kejadian gagal ginjal yang terus meningkat. Peningkatan jumlah penderita
gangguan ginjal kronik disebabkan karena meningkatnya prevalensi penderita
hipertensi dan diabetes yang merupakan penyebab terbanyak terjadinya gagal
ginjal kronik. Terapi pengganti ginjal pada penderita gagal ginjal kronik agar
dapat mempertahankan hidup salah satunya adalah hemodialisis (HD. Pasien yang
menjalani hemodialisis rutin akan mengalami malnutrisi asupan protein yang
tidak adekuat, rendahnya kadar albumin dalam darah, gangguan gastrointestinal
seperti rasa mual, muntah, dan menurunnya nafsu makan. Oleh karena itu,
kepatuhan diet sangat diperlukan untuk mengatasi masalah malnutrisi pada pasien
hemodialisis tersebut. untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan
kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.
Penelusuran literature dilakukan melalui Google Schoolar, Portal Garuda dan
PubMed. Kata kunci yang digunakan dalam bahasa Indonesia adalah “dukungan
keluarga, kepatuhan diet, pasien gagal ginjal kronik” sedangkan kata kunci dalam
bahasa Inggris “Family Support, Diet Compliance, Chronic Kidney Failure
Patients”. Penelusuran dilakukan dari 01 Januari 2017 sampai 31 Desember 2021.
Berdasarkan hasil penelusuran didapatkan 57 artikel, kemudian disaring sesuai
dengan kriteria inklusi dan ekslusi serta dilakukan uji kelayakan sehingga
didapatkan enam artikel yang sesuai. Berdasarkan hasil review dari keenam
jurnal, terdapat hubungan antara hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan
diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Dukungan
keluarga dapat mempengaruhi kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik
yang menjalani hemodialisa. Semakin baik dukungan keluarga yang dimiliki
pasien, maka semakin patuh pasien dalam menjalani dietnya
Hubungan motivasi perawat dengan perilaku self care pada penderita diabetes melitus tipe 2
Latar Belakang: Self care diabetes melitus merupakan salah satu penatalaksanaan
diabetes melitus yang dapat dilakukan dalam jangka Panjang untuk mencegah
komplikasi. Motivasi merupakan suatu dorongan dari dalam diri maupun luar diri
dengan bertindak atau melakukan sesuatu untuk melakukan tujuan tertentu. Motivasi
perawat yang diberikan dapat meningkatkan diabetes self care pada pasien diabetes
melitus.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan motivasi perawat dengan perilaku self care pada
penderita diabetes melitus tipe 2
Metode: Literature Review dengan menggunakan artikel penelitian yang telah
terpublikasi. Keyword yang digunakan adalah “Motivasi perawat” OR “Nurse
Motivation” , “Self Care” OR “Self Care” , “Diabetes melitus tipe 2” OR “Diabetes
melitus tipe 2”. Penelusuran literature menggunakan google scholar dan pubmed dari
rentang tahun 2017 sampai 2022.
Hasil: Hasil didapatkan bahwa motivasi perawat dalam kategori baik, self care dalam
kategori baik, dan didapatkan hubungan antara motivasi perawat dan self care
management pada penderita diabetes mellitus tipe 2.
Simpulan dan Saran: Hasil dari ke-4 jurnal yang telah dianalisis terdapat hubungan
antara motivasi perawat dan self care pada penderita diabetes melitus tipe 2.
Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan awal kajian bagi penelitian selanjutnya
Perbedaan pengaruh interval dan fartlek terhadap kebugaran jasmani pemain sepak bola
Latar Belakang : Pemain Sepak bola membutuhkan kebugaran yang baik, salah satu komponen diantaranya kebugaran aerobik (VO2max), sehingga dapat menunjang kemampuan tubuh pemain sepak bola, tanpa merasakan lelah berlebihan dan memiliki cadangan energi untuk beristirahat. Latihan peningkatkan kebugaran pemain sepak bola bersifat endurance atau daya tahan terdiri dari latihan interval dan fartlek. Latihan interval merupakan bentuk latihan fisik yang didalamnya terdapat set, repetisi, recovery dan jarak latihan. Fartlek adalah aktifitas lari kombinasi antara lari lambat dan sprint pendek yang terus-menerus dimulai dari jarak menengah ke jarak lebih tinggi secara
bergantian. Tujuan : Mengetahui perbedaan pengaruh latihan interval dan fartlek terhadap kebugaran jasmani pemain sepak bola. Metode Penelitian: Metode experimental, dengan pre and post test two group design, n= 24 orang KU 14-16 PSS Development Center sesuai inklusi dan diambil dengan cara randomized sample. Dilakukan pre test dan post test menggunakan Multistage Fitness test atau Beep test. Sampel diambil secara acak dan di bagi 2 kelompok, kelompok perlakuan 1 adalah kelompok interval dan kelompok 2 adalah kelopok fartlek. Penelitian dilakukan selama 4 minggu, latihan interval dilakukan 3x seminggu dan fartlek dilakukan 2x seminggu. Hasil: Uji kelompok 1 dan 2 menggunakan Wilcoxon didapatkan P=.002, P(0.05). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh latihan interval dan fartlek terhadap kebugaran jasmani pemain sepak bola di PSS Development Center. Saran : Memperhatikan faktor lain yang dapat mempengaruhi kebugaran jasmani (terutama VO2max) pada pemain sepak bola
Hubungan dukungan keluarga dengan kejadian demensia pada lansia: literature review
Latar Belakang: Demensia adalah gangguan kognitif yang ditandai dengan
penurunan fungsi kerusakan daya ingat, kemampuan berfikir, pemikiran yang abstrak
sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Semakin meningkatnya umur maka
tingkat prevalensi demensia juga meningkat. Salah satu faktor dapat diberikan untuk
menghambat penurunan kognitif pada lansia dengan demensia yaitu dukungan dari
keluarga.
Tujuan: Untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan kejadian
demensia pada lansia.
Metode: Penelitian literature review menggunakan data base Google Scholar dan
Wiley Online Library, dengan menggunakan studi cross sectional. Analisis jurnal
menggunakan diagram prisma dengan kriteria inklusi naskah berbentuk full text, tahun
terbit 2017-2022 dengan subyek lansia diatas 60 tahun.
Hasil Penelitian: Analisis didapatkan 5 jurnal terdapat hubungan dukungan keluarga
dengan demensia, 1 jurnal tidak memiliki hubungan dukungan keluarga dengan
kejadian demensia.
Simpulan dan Saran: Dukungan keluarga sangat penting bagi lansia dengan
demensia, dukungan keluarga yang rendah akan mempercepat penurunan kognitif
pada lansia dengan demensia. Keluarga yang memberikan kasih sayang, perhatian dan
selalu membersamai lansia dapat menyebabkan semangat hidup pada lansia tinggi,
menambah kentrentraman, sehingga mempengaruhi kesehatan pada fisik dan mental lansia
Hubungan dukungan keluarga dengan konsep diri pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Gagal ginjal kronik adalah kerusakan ginjal yang terjadi pada nefron sehingga
dibutuhkan terapi pengganti ginjal yaitu hemodialisa. Pasien yang menjalani
hemodialisa dalam kehidupan sehari-hari akan mengalami perubahan psikososial
yang dapat mempengaruhi konsep diri dan pasien yang menjalani hemodialisa
memerlukan dukungan dari keluarga karena keluarga dapat dijadikan sumber
dukungan atau support sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan dukungan keluarga dengan konsep diri pada pasien gagal ginjal kronik
diruang hemodialisa RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jenis penelitian ini
adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan
sampel menggunakan Accidental Sampling dan didapatkan sebanyak 86
responden di Unit Hemodialisa RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Pengukuran dukungan keluarga dan konsep diri menggunakan Kuesioner yaitu
kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner konsep diri. Analisis statistik
menggunakan uji korelasi Kendall Tau. Responden dalam penelitian ini (72,1%)
memiliki dukungan keluarga baik, (68,6%) memiliki konsep diri yang tinggi.
Hasil uji korelasi Kendall Tau menunjukan terdapat hubungan antara dukungan
keluarga dan konsep diri pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa
dengan nilai p= 0,007 (p < 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara dukungan
keluarga dengan konsep diri pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa
di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian
ini responden dapat meningkatkan rasa percaya diri, tidak mudah putus asa dan
selalu bersemangat untuk tetap menjalani terapi pengobatan sesuai dengan anjuran
petugas kesehatan
Faktor- faktor yang mempengaruhi mual dan muntah pasca operasi pada pasien general anestesi: literature review
Latar Belakang: Di Indonesia presentase kejadian mual muntah pasca operasi
diruangan pemulihan secara garis besar mencapai 30% dari pasien yang menjalani
operasi. angka kejadian mual dan muntah bisa mencapai lebih dari 70% pada pasien
dengan risiko tinggi. Pasien yang tidak berisiko tinggi akan tetap memiliki risiko
kurang lebih 10% terjadi mual dan muntah pada pasca operasi.
Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mual dan
muntah pasca operasi pada pasien general anestesi berdasarkan literature.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan metode Literature Review,
database yang digunakan Garuda Ristekdikti, PubMed, ScinceCirect artikel yang
ditemukan sebanyak 8513 dan jurnal yang di eliminasi berjumlah 8504 jurnal yang
diskrining sesuai dengan kriteria inklusi berjumlah 5 dan tidak ada jurnal yang
dieliminasi, jumlah jurnal yang telah diuji kelayakan kualitas sebanyak 5 jurnal dan
tidak ada jurnal yang dieliminasi, jurnal yang dapat diterima dan dianalisis setelah
dilakukan skrining dan uji kelayakan kualitas menggunakan JBI berjumlah 5 jurnal.
Artikel yang digunakan adalah menggunakan metode crossectional dan kuantitatif.
Simpulan dan Saran: Faktor-faktor yang mempengaruhi mual muntah
berdasarkan literatur secara signifikan dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor
internal dan eksternal. Faktor internal yaitu seperti usia, jenis kelamin, riwayat
merokok, riwayat mual muntah sedangka faktor eksternal yaitu durasi pembedaha