DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    Hubungan kebiasaan merokok terhadap kejadian hipertensi pada laki-laki dewasa

    Get PDF
    Latar belakang: Kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor timbulnya berbagai macam penyakit sekitar (24,3%) menyebabkan hipertensi akibat dari kebiasaan merokok. Hipertensi merupakan penyakit berbahaya yang dikenal dengan the silent killer, selain itu juga dikenal sebagai heterogeneouse group disease karena dapat menyerang siapa saja dari berbagai macam kelompok usia, sosial, dan tingkat ekonomi. Banyak aspek yang dapat mempengaruhi terjadinya hipertensi akibat merokok diantaranya mulai dari kebiasaan merokok, lama merokok, jumlah rokok dan jenis rokok. Tujuan: Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antar kebiasaan merokok, p value terhadap kejadian hipertensi pada laki-laki dewasa. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 62 orang. Teknik pengambilan ampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan purposif sampling dimana besar sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan rumus slovin dan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji spearman rank. Hasil dan kesimpulan: Dari hasil uji statistic menunjukkan bahwa ada hubungan kebiasaan merokok dengan (p value = 0,012 < 0,05) terhadap kejadian hipertensi pada laki-laki dewasa dan dalam variabel lainnya ditemukan hasil yang serupa bahwa lama meroko (p value = 0.027 < 0,05 ), jumlah rokok (p value = 0.000 < 0,05), jenis rokok (p value = 0.049 < 0,05) terhadap kejadian hipertensi menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna

    Pengaruh pulmonary rehabilitation dalam meningkatkan fungsi paru pada kondisi Covid-19 : narrative review

    Get PDF
    Latar Belakang : Pandemi covid-19 di Indonesia mulai terjadi pada awal tahun 2020, dunia digemparkan dengan munculnya wabah pneumonia yang tidak diketahui penyebab pastinya. Covid-19 dapat menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan kronis seperti gangguan fungsi paru-paru, penurunan kinerja olahraga dan penurunan kualitas hidup. Untuk mengatasi berbagai macam gangguan kesehatan tersebut dapat dilakukan melalui pulmonary rehabilitation. Tujuan : Tujuan narrative review ini adalah untuk mengetahui efektifitas dari pulmonary rehabilitation dalam meningkatkan fungsi paru pada kondisi covid-19. Metode Penelitian : Penyusunan skripsi ini menggunakan metode narrative review, yaitu mengumpulkan sebanyak sepuluh artikel-artikel penelitian, dengan langkah awal yaitu melakukan identifikasi kata kunci menggunakan rumus atau format PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome) serta menetapkan kriteria inklusi dan ekslusi untuk menentukan artikel yang selanjutnya akan dipilih dan direview. Pencarian artikel-artikel penelitian dilakukan pada dua database, yaitu Google Scholar, dan PubMed. Hasil Penelitian : Sebanyak sembilan artikel penelitian mengenai pengaruh pulmonary rehabilitation melaporkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan fungsi paru pada kondisi covid-19. Kesimpulan : Beberapa artikel penelitian membuktikan bahwa pulmonary rehabilitation dapat memberikan manfaat terhadap peningkatan fungsi paru pada kondisi covid-19. Saran : Peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai tema dengan metode penelitian eksperimental

    Telephysio program exercise pada pasien post operasi spinal cord injury : narrative review

    Get PDF
    Latar Belakang: Spinal Cord Injury (SCI) merupakan cedera yang mengenai medula spinalis sehingga menimbulkan kelainan pada fungsi tubuh secara lengkap atau sebagian. Pasien spinal cord injury memerlukan operasi darurat sesegera mungkin, karena jika tidak akan menimbulkan berbagai macam komplikasi. Fisioterapi merupakan salah satu tenaga kesehatan yang berperan penting pada saat post operasi. Saat ini peranan Fisioterapi menuju era 4.0 memiliki banyak inovasi terbaru menggunakan teknologi digital salah satunya yakni kominikasi secara online seperti penggunaan layanan Telephysio.Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas home program exercise menggunakan sarana telephysio pada pasien Post operasi Spinal Cord Injury. Metode: Menggunakan metode narrative review, yaitu dengan mengumpulkan sepuluh artikel penelitian lalu dilakukan review. Hasil: Berdasarkan hasil review dari 10 artikel, untuk 5 artikel menjelaskan bahwa nilai (p= <0,05) yang berarti signifikan. Untuk 5 artikel lainnya tidak mencantumkan namun dijelaskan bahwa pemberian intervesi memperlihatkan efek yang positif. Maka semua artikel menunjukkan adanya hasil yang signifikan terhadap pemberian intervensi. Kesimpulan: Penggunaan telephysio program exercise pada pasien post operasi spinal cord injury diketahui efektif dilihat dari hasil pengukuran menggunakan WHOQOL-BREF, LTPAQ, SCIM, QLI-SCI, AIS dan NeuroQol-SF. Saran: Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi penelitian selanjutnya dan dilakukan secara eksperimental

    Pengaruh konsumsi madu terhadap kestabilan kadar gula darah sewaktu pada penderita DM tipe ii di RSUD Tjitrowardoyo Purworejo

    Get PDF
    Diabetes tipe II ini disebabkan oleh 2 hal yaitu penurunan respon jaringan perifer terhadap resistensi insulin dan penurunan kemampuan sel prankeas untuk mensekresi insulin sebagai respon terhadap beban glukosa. Sebagian besar kasus diabetes tipe 2 diawali dengan kegemukan sehingga sel pankreas merespon dengan mensekresi insulin lebih, sehingga terjadi hiperinsulinemia. Insulin yang tinggi mengakibatkan reseptor insulin berupaya melakukan pengaturan sendiri dengan menurunkan jumlah reseptor. Hal ini membawa dampak pada penurunan respon reseptornya dan lebih lanjut mengakibatkan terjadinya resistensi insulin, kondisi hiperinsulinemia ini dapat megakibatkan desensitisasi reseptor. Pada resistensi insulin terjadi peningkatan produksi glukosa dan penurunan penggunaan glukosa sehingga mengakibatkan hiperglikemi. Mengetahui Pengaruh Konsumsi Madu Terhadap Kestabilan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien DM type II di RSUD Tjitrowardoyo. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian quasy experiment design dengan model rancangan penelitian menggunakan Non- Randomized Group pre –post test kelompok perlakuan 1 maupun kelompok perlakuan 2 tidak dipilih secara random. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah anggota 20 responden. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji independent t-test. Pengecekan akhir gds dari kelompok kontrol dan kelompok intervensi tidak menunjukan perbedaan yaitu kedua kelompok memiliki kadar gula darah yang stabil dengan hasil uji independent t-test menunjukan ada perbedaan rata-rata dari kedua kelompok sebesar -7500 dan nilai t sebesar -1,377. Untuk nilai signifikansi dari kelompok intervensi didapatkan hasil sebesar 0,185 dan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi sebesar 0,187. Dari data tersebut didapatkan nilai p> 0,05 yang berarti gds ke dua kelompok stabil dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pengecekan gds kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Hasil penelitian ini dengan mengetahui pengecekan akhir gds dari kelompok kontrol dan kelompok intervensi madu di RSUD Tjitrowardoyo Purworejo stabil dan tidak ada perbedaan, diharapkan dapat lebih mengembangkan ilmu pengetahuan dalam lingkup intervensi non farmakologi bagi penderita DM

    Literature review : identifikasi bakteri patogen pada kejadian infeksi kronis saluran pencernaan anak dengan malnutrisi

    Get PDF
    Malnutrisi merupakan suatu kondisi seseorang memiliki asupan makanan yang kurang dari yang dibutuhkan sehingga mengakibatkan gangguan biologi. Gizi kurang terdiri dari marasmus, kwashiorkor, serta marasmus-kwashiorkor. Malnutrisi setelah penyakit diare berasal dari anoreksia, penurunan fungsi penyerapan, dan kerusakan mukosa serta penurunan nutrisi yang terkait dengan kejadian diare. Diare dapat menimbulkan terjadinya malnutrisi dan sebaliknya, malnutrisi juga bisa menjadi penyebab timbulnya diare. Tingginya insidensi (angka kesakitan) diare disebabkan karena foodborne infection dan waterborn infection yang disebabkan oleh bakteri Shigella sp, Campylobacter jejuni, salmonella sp, Clostridium perfringers, Enterohemorrhagic Escherichia colli (EHEC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan cemaran bakteri patogen dan multiple infection dengan kejadian diare pada anak malnutrisi. Penelitian ini menggunakan literature review yang dilakukan dengan mengumpulkan data pustaka berdasarkan kata kunci PICO dengan menggunakan database Google Scholar dan PubMed. Hasil penelitian didapatkan bahwa bakteri Escherichia coli merupakan bakteri yang paling sering menyebabkan diare pada anak malnutrisi. Berdasarkan analisis resiko menggunakan relative risk didapatkan hasil anak malnutrisi yang mengalami diare memiliki peluang 2.550 yang artinya anak malnutrisi dengan infeksi bakteri memiliki peluang untuk terkena diare 2 kali lebih besar dibandingkan dengan anak yang tidak malnutrisi dengan infeksi bakteri. Nilai relative risk dari anak malnutrisi yang tidak mengalami diare yaitu 0.732 yang artinya anak malnutrisi dengan infeksi bakteri memiliki resiko lebih kecil terkena diare

    Gambaran hasil pemeriksaan glukosa dan asam urat darah vena sewaktu alat poct dan fotometer di puskesmas gamping ii

    Get PDF
    Glukosa darah sewaktu merupakan gula yang diproduksi dalam darah yang terbentuk dari karbohidrat dalam makanan dan disimpan sebagai glikogen di hati dan otot rangka. Asam urat adalah hasil akhir dari proses metabolisme salah satu asam nukleat atau purin di dalam inti sel tubuh. Faktor resiko yang menyebabkan penyakit asam urat yaitu usia, jenis kelamin, konsumsi purin yang berlebihan, asupan alkohol yang berlebihan, obesitas (kegemukan), kurang aktivitas. Pada\ud penelitian ini menggunakan alat Point of Care Testing (POCT) dan alat Fotometer. Perbedaan metode pengukuran POCT dengan Fotometer kemungkinan dapat mengakibatkan ada tidaknya perbedaan hasil pengukuran glukosa dan asam urat pada sampel yang sama dengan kedua alat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan glukosa dan asam urat menggunakan darah vena sewaktu pada alat POCT dan alat Fotometer. Penelitian ini metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan glukosa dan asam urat menggunakan darah vena sewaktu pada alat POCT dan alat Fotometer. Pada hasil pemeriksaan glukosa alat POCT dan alat Fotometer diperoleh selisih sebesar 1,78 mg/dL. Sedangkan hasil pemeriksaan asam urat alat POCT dan alat Fotometer diperoleh selisih sebesar 0,003 mg/dL. Pemeriksaan glukosa darah setelah dilakukan uji Mann- Whitney dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pemeriksaan glukosa darah dengan alat alat POCT dan alat Fotometer. Pemeriksaan asam urat setelah dilakukan uji Independent Samples t-test dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pemeriksaan asam urat dengan alat alat POCT dan alat Fotometer. Dari hasil pemeriksaan glukosa dan asam urat darah vena sewaktu dengan alat POCT dan alat Fotometer di Puskesmas Gamping II dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Saran bagi peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian dengan membandingkan kadar glukosa dan asam urat dengan menggunakan alat Fotometer dan Chemistry analyzer dengan variasi penundaan penyimpanan sampel

    Efektivitas kegiatan prolanis terhadap tingkat penurunan kadar glukosa darah puasa dan hba1c di wilayah kerja puskesmas kotagede ii

    Get PDF
    PROLANIS Program Pengelolaan Penyakit Kronis merupakan suatu pengelolaan penyakit kronis dengan bentuk tindakan promotif dan preventif yang terintegrasi khusunya bagi penderita DM Tipe 2, Peneliti ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas kegiatan PROLANIS terhadap tingkat GDP dan HbA1C di wilayah kerja Puskesmas Kotagede II. Penelitian yang bersifat kuantitatif dengan pengambilan data sekunder dari Puskesmas Kotagede II Yogyakarta dengan pendekatan cross sectional untuk menganalisis hasil kadar GDP dan kadar HbA1C. Diketahui bahwa jumlah peserta PROLANIS tahun 2020 lebih banyak tahun 2021 dengan jumlah 15 orang (48,3%). Sedangkan pada pemeriksaan HbA1C dinyatakan pada tahun 2021 lebih banyak dari tahun 2020 dengan 31 orang (100%) tidak terkontrol. Sedangkan penderita yang dinyatakan diabetes danberjenis kelamin laki-laki sebanyak 16 orang, yang tidak menderita diabetes sebanyak 10 orang. Pada ada penderita perempuan yang menderita diabetes sebanyak 23 orang, yang tidak menderita diabetes sebanyak 13 orang berdasarkan GDP, diketahui bahwa jumlah penderita yang dinyatakan diabetes dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 1 orang, yang tidak menderita diabetes sebanyak 25 orang. Sedangkan pada penderita perempuan yang menderita diabetes sebanyak 2 orang, yang tidak menderita diabetes sebanyak 34 orang berdasarkan HbA1C. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegiatan PROLANIS tidak memiliki pengaruh signifikan dalam menurunkan GDP dan HbA1C pada tahun 2020 dan 2021 serta Jenis kelamin perempuan dan laki-laki memiliki peluang yang sama untuk terkena diabetes baik berdasarkan hasil GDP maupun HbA1C

    Literature review: efektivitas pewarnaan apusan darah tepi dari bahan alami ubi jalar ungu (Ipomea Batatas L) dengan pewarnaan giemza

    Get PDF
    Ubi jalar ungu merupakan jenis umbi-umbian yang mengandung pigmen antosianin yang tinggi dibandingkan dengan jenis ubi jalar lain. Salah satu manfaat ubi jalar ungu dapat dijadikan sebagai pewarna alternatif SADT karena memiliki sifat yang ramah lingkungan atau eco friendly. Mengetahui efektivitas pewarnaan bahan alami ekstrak ubi jalar ungu (Ipomea batatas L) sebagai pewarna alternatif pengganti pewarnaan giemza sebagai identifikasi sel pada apusan darah tepi. Penelitian ini menggunakan metode literature review yang diperoleh dari beberapa jurnal penelitian dari database Pubmed dan Google Scholar berdasarkan kata kunci PICO yang diambil dengan ketentuan tahun 2012-2018. Ubi jalar ungu memiliki kandungan antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna akternatif pengganti giemza dengan hasil secara mikroskopis menunjukkan hasil yang baik pada pemeriksaan eritrosit. Ekstrak ubi jalar ungu dapat digunakan sebagai pewarna alami sediaan apusan darah tepi untuk pemeriksaan eritrosit secara mikroskopis, penggunaan pewarnaan sediaan apusan darah tepi dengan bahan alami mengandung bahan yang bersifat ramah lingkungan

    Pemantapan mutu pemeriksaan aspartate aminotransaminase (ast) dan alanine amino transaminase (ALT) menggunakan grafik levey- jennings dan matrik sigma

    Get PDF
    Pemantapan mutu merupakan kegiatan untuk menjamin ketepatan dan ketelitian dari hasil pemeriksaan laboratorium. Pemantapan mutu di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta diantaranya adalah grafik Levey-Jennings dan matrik sigma. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pemantapan mutu berdasarkan grafik Levey-Jennings dan matrik sigma pada pemeriksaan AST dan ALT di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Data penelitian yang digunakan adalah seluruh hasil pemeriksaan kontrol harian pada bulan November dan Desember 2021 yang memenuhi kriteria inkusi dan ekslusi. Pengambilan data penelitian dilakukan pada bulan Mei 2022. Analisis data penelitian menggunakan beberapa rumus diantaranya mean, standar deviation, bias, coefficient of variation, dan total error allowable. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil dari grafik Levey-Jennings pada bulan November dan Desember tahun 2021 pada parameter AST dan ALT tidak ada yang melanggar aturan westgard. Nilai matrik sigma untuk parameter AST pada bulan November dan Desember 2021 berturut turut adalah 3,39 dan 2,88. Nilai matrik sigma pada parameter ALT pada bulan November dan Desember 2021 adalah 4,31 dan 4,44. Pemantapan mutu di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sudah cukup bagus akan tetapi masih belum dikatakan memenuhi syarat kinerja laboratorium. Kalibrasi instrumen perlu dilakukan secara berkala agar kinerja tidak menurun dan dapat beroperasi dengan baik

    Gambaran kadar albumin dan hemoglobin pada pasien hemodialisis dengan diabetes melitus di PKU Muhammadiyah Bantul

    Get PDF
    Gagal ginjal kronik penyakit yang terjadi karena kegagalan fungsi pada organ ginjal dalam mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan. Penyakit ginjal kronik tahap akhir disebut terminal ESRD (End Stage Renal Disease). Penyakit ginjal tahap akhir harus menjalani terapi hemodialisis untuk mempertahankan fungsi tubuh. Pemeriksaan biokimiawi darah yang dilakukan pada pasien hemodialisis adalah pemeriksaan albumin dan hemoglobin. Penelitian ini bertujuan menjelaskan gambaran kadar albumin dan hemoglobin pasien hemodialisis dengan diabetes melitus. Metode yang digunakan, yaitu data sekunder dengan penggunaan data sekunder berupa rekam medik laboratorium albumin dan hemoglobin. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 30 responden didapatkan 23 responden memiliki kadar albumin yang normal dengan rerata 3,64 g/dL. Pada pemeriksaan hemoglobin didapatkan seluruh responden memiliki kadar hemoglobin dibawah normal dengan rerata 8,60 g/dL. Kesimpulan pada penelitian ini hasil kadar albumin pada 23 responden (76,7%) memiliki nilai normal dengan rentang kadar 3,53 g/dL – 4,10 g/dL. Kadar hemoglobin 30 responden (100%) memiliki kadar hemoglobin rendah (anemia) dengan rentang kadar 6,1 g/dL – 11,6 g/dL. Disarankan untuk melakukan penelitian yang mengetahui komponen biokimiawi darah yang lain, seperti ureum dan kreatinin. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan komplikasi dan komorbiditas pada pasien gagal ginjal kronik dengan jumlah responden yang lebih banyak

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇