DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan dukungan keluarga dengan self care pasien diabetes mellitus tipe 2 : literature review
Latar Belakang: Dukungan keluarga adalah kepedulian dari orang-orang terdekat
yang memberikan kenyamanan, motivasi, perhatian, dan kasih sayang. Pasien diabetes
melitus tipe 2 membutuhkan dukungan keluarga untuk manajemen diabetes dimana
keluarga terlibat dalam kegiatan yang dilakukan pasien dan perawatan kesehatan yang
diperlukan pasien diabetes dan self jika dilakukan dengan sunggh-sungguh dapat
meningkatkan kualitas hidup pasien. Pentingnya dukungan keluarga memberikan arti
penting bagi kehidupan, karena dukungan keluarga dan selfcare sangat penting untuk
memenuhi kebutuhannya sehari-hari sehingga mencapai kualitas hidup yang baik.
Tujuan umum: Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
dukungan keluarga terhadap pasien diabetes millitus tipe-2 dengan menajemen Self
Care dan Tujuan Khusus: Diketahuinya dukungan keluarga pada pasien DM tipe-2,
diketahuinya self-care management pada pasien DM tipe- 2, diketahuinya hubungan
antara dukungan keluarga dengan self-care pada pasien DM tipe-2. Metode:
Penelusuran literature dilakukan melalui Google Scholar, Portal Garuda dan Pubmed.
Keywords yang digunakan dalam bahasa Inggris adalah support OR family OR selfcare
OR patient with diabetes mellitus sedangkan dalam bahasa Indonesia adalah dukungan
OR keluarga OR selfcare OR pasien diabetes melitus. Penelusuran dilakukan dari tahun
2016- 2021, ditemukan jurnal dari database Google Scholar sebanyak 62, Portal Garuda
sebanyak 27 dan PubMed sebanyak 13. Kemudian dilakukan seleksi menggunakan
diagram PRISMA dan studi kelayakan menggunakan JBI Critical Appraisal, sehingga
dihasilkan 6 jurnal yang layak seleksi. Jurnal yang diambil adalah jurnal yang berfokus
pada dukungan keluarga dengan selfcare pasien diabetes melitus tipe 2. Hasil:
Penelitian ini menggunakan 6 jurnal yang sudah dianalisis yaitu 6 jurnal nasional. Hasil
dari jurnal yang dianalisis, 5 jurnal menunjukkan dukungan keluarga tinggi dan 1 jurnal
menunjukkan dukungan keluarga sedang. Simpulan: Ada hubungan dukungan
keluarga dengan selfcare pada pasien diabetes melitus tipe 2
Pengaruh perawatan luka menggunakan madu terhadap penyembuhan ulkus diabetikum pada pasien diabetes mellitus: literature review
Latar Belakang: Ulkus kaki diabetes (UKD) merupakan salah satu penyebab
utama penderita diabetes dirawat di rumah sakit. Ulkus, infeksi, gangrene, amputasi
dan kematian merupakan komplikasi yang serius dan memerlukan biaya yang tidak
sedikit dan perawatan yang lebih lama.
Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas perawatan luka
menggunakan madu terhadap penyembuhan ulkus diabetikum pada pasien
Diabetes Mellitus.
Metode: Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar, PubMed,
Scientdirect dan Scopus dengan kriteria inklusi (1) Subyek pasien Diabetes
Mellitus yang memiliki ulkus diabetikum, (2) Naskah fulltext, (3) Menggunakan
Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. (4) Terbit 1 januari 2016-Desember 2021,(5)
Sesuai dengan topik penelitian, (6) menyesuaikan tujuan penelitian, (7) Memenuhi
Kriterian JBI 50%, (8) Free Download. Hasil menunjukkan bahwa terdapat 1.183
Jurnal yang teridentifikasi dan akhirnya terdapat 7 jurnal yang sesuai dengan
kriteria inklusi review ini.
Hasil: Terapi madu efektif dalam hal pengurangan ukuran pada luka DFU dan
berpengaruh terhadap penyembuhan ulkus diabetikum. Madu memiliki sifat
antimikroba yang bisa mengobati berbagai luka infeksi, madu juga memiliki zat
bioaktif yang sangat bermanfaat dalam perawatan luka.
Simpulan: Berdasarkan hasil literature review dapat disimpulkan bahwa beberapa
jenis madu memberikan dampak positif untuk penyembuhan luka pada pasien
DFU, diantaranya dapat mempercepat pertumbuhan granulasi mempercepat
pertumbuhan epitelisasi, dan menjaga kelembaban pada luka DFU
Pengaruh pemberian core stability exercise terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada low back pain miogenik : narrative review
Latar Belakang: low back pain miogenik adalah nyeri punggung bawah yang berhubungan dengan gangguan otot, tendon, dan ligaman yang berada di punggung bawah diakibatkan aktifitas sehari-hari yang berlebihan seperti mengangkat beban
berat, duduk, berdiri dengan cara yang salah. Core stability exercise mempunya kemampuan untuk mengontrol posisi dan gerakan pada bagian pusat tubuh yang bermanfaat untuk memelihara kesehatan punggung bawah, statik stabilisasi, dan
dinamik trunk serta mencegah terjadinya cidera pada punggung bawah dan sangat efektif untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan aktivitas fungsional. Mengingat banyaknya kasus low back pain miogenik yang dapat menyebabkan penurunan
aktivitas fungsional sehingga perlu dilakukan pengkajian tentang pengaruh core stability exercise dalam meningkatkan aktivitas fungsional pada pasien low back pain miogenik. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh core stability exercise
terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada pasien low back pain miogenik. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu narrative review dengan framework PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome).Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relavan (Google scholar,
PubMed) dengan kata kunci yang telah disesuaikan. Hasil: Hasil keseluruhan diperoleh membuktikan efektifitas core stability exercise dalam meningkatkan aktivitas fungsional. Kesimpulan: Pemberian teknik core stability exercise pada
kondisi low back pain miogenik efektif dalam meningkatkan aktivitas fungsional Saran: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan referensi bagi peneliti selanjutnya dan juga dapat dikembangkan menggunakan metode penelitian
eksperimental
Pengaruh aquatic exercise terhadap peningkatan aktivitas fungsional cerebral palsy : narrative review
Latar Belakang Penelitian: Cerebral palsy merupakan salah satu gangguan non?progresif di otak janin atau bayi yang sedang berkembang. Salah satu dampak CP yaitu
pada aktivitas fungsional yang menyebabkan penderita selalu bergantung kepada
orang lain. Karena itu pentingnya keterlibatan sosial dan kemandirian fungsional di
sepanjang perjalanan hidupnya dengan berbagai upaya seperti latihan dan perawatan
bagi anak CP. Aquatic Exercise merupakan salah satu terapi populer untuk anak
dengan gangguan saraf motorik, terutama untuk anak CP. Intervensi ini dapat
meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional pada penderita CP. Tujuan: Untuk
mengetahui pengaruh aquatic exercise terhadap peningkatan aktivitas fungsional
cerebral palsy. Metodologi: Metode penelitian yang digunakan yaitu narrative review
dengan framework PICO (Population, Intervention, Comprarison, Outcome).
Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (Pubmed, Science
Direct, Google schoolar) dengan kata kunci. Setelah itu dimasukkan ke dalam
PRISMA flowchart, data hasil ulasan narasi, menyusun, meringkas, dan melaporkan
hasil. Hasil Penelitian: Dari 15.695 artikel yang teridentifikasi, didapatkan 10 artikel
yang sesuai dengan kriteria inklusi, yaitu 10 artikel menyatakan bahwa aquatic
exercise dapat meningkatkan aktivitas fungsional cerebral palsy. Kesimpulan:
Pemberian aquatic exercise berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas fungsional
cerebral palsy. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti mengenai tema
ini dengan metode eksperimenta
Pengaruh pelvic rocking exercise pada dismenorea studi narrative review
Latar Belakang: Dismenorea adalah nyeri dan kram pada perut bagian bawah yang
merupakan masalah yang biasa terjadi pada perempuan saat sedang menstruasi.
Penyebab terjadinya disemenorea sendiri ada beberapa faktor diantaranya adalah usia,
status gizi, kebiasaan olahraga, dan stress. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pelvic
rocking exercise terhadap penderita dismenorea. Metode Penelitian: penelitian ini
menggunakan metode narrative review dengan menggunakan PICO sebagai strategi
untuk mengidentifikasi pertanyaan literature dalam penelitian ini. PICO merupakan
akronim dari 4 komponen yaitu: P (Population, patient, problem), I (Intervention), C
(Comparison), O (Outcome). Pencarian artikel dilakukan menggunakan 3 database
(Google Scholar, International Journal of Scientific research (IJSR), International
Journal of Medical and Health Research (IJMHR) dengan kurun waktu 2012-2022.
Seleksi artikel menggunakan Flowchart kemudian dilakukan penilaian kritis. Hasil:
Dosis yang digunakan adalah melakukan kontraksi yang ditahan selama 5 detik
dilanjutkan relaksasi selama 10 detik dilakukan pengulangan 10 kali pada setiap
sesinya. Teknik pelvic rocking exercise yang digunakan adalah dengan
menggoyangkan paggul searah jarum jam selama kontraksi dengan mengayunkan dan
menggoyangkan panggul kearah depan-belakang, kanan-kiri, dan melingkar.
Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan nyeri setelah
diberikan pelvic rocking exercise
Pengaruh pemberian theraband exercise terhadap peningkatan keseimbangan pada atlet olahraga : narrative review
Latar Belakang : Atlet harus memiliki kemampuan fisik yang baik salah satunya keseimbangan. Keseimbangan sangat berpengaruh besar pada atlet berpretasi untuk memberi kemampuan dan pergerakan saat melakukan latihan dan pertandingan sehingga dapat menghindari dan mencegah dari resiko cedera olahraga. Untuk meningkatkan keseimbngan pada atlet adalah memberikan program latihan dengan
theraband exercises. Tujuan : Untuk memberikan kepastian mengenai pengaruh pemberian theraband exercise terhadap peningkatan keseimbangan pada atlet olahraga. Metode penelitian : Penyusunan skripsi ini menggunakan metode narrative review, yaitu mengumpulkan sebanyak 10 artikel penelitian dengan langkah awal melakukan identifikasi kata kunci menggunakan rumus atau format PICO (population, intervention, comparison, outcome) serta menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi untuk mnentukan artikel mana yang selanjutnya akan dipilih dan direview, pencarian artikel-artikel penelitian tersebut dilakukan pada tiga database,
yaitu google scholar, pubmed, dan science direct. Hasil penelitian : Dari sepuluh artikel yang direview, ada sebanyak sembilan artikel penelitian mengenai theraband
exercise melaporkan hasil yang signifikan terhadap keseimbangan atlet. Namun ada satu artikel melaporkan hasil yang tidak signifikan terhadap keseimbangan atlet pada
bagian peningkatan otot hamstring-quadriceps (H/Q). Kesimpulan : Beberapa artikel penelitian membuktikan bahwa adanya pengaruh theraband exercises
terhadap peningkatan keseimbangan atlet. Saran : Peneliti selanjutnya dapat meneliti
mengenai tema ini degan metode penelitian yang lain, seperti eksperimenta
Efektivitas pemberian ultrasound terhadap penurunan nyeri pada rotator cuff tendinopathy : narrative review
Latar Belakang : Rotator cuff tendinopathy adalah suatu kondisi yang ditandai dengan
kerusakan, peradangan dan degenerasi dari satu atau lebih dari tendon rotator cuff.
Karakteristik yang ditimbulkan adalah rasa sakit di daerah dari empat tendon rotator
cuff dan nyeri tekan yang terletak di sendi bahu. Sehingga salah satu cara untuk
menangani hal tersebut dengan ultrasound. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas
pemberian ultrasound terhadap penurunan nyeri pada rotator cuff tendinopathy.
Metode : Metode penelitian yang digunakan yaitu narrative review dengan framework
PICO (Population/Patient/Problem, Intervention, Comparation, and Outcome). Artikel
yang dicari berasal dari 3 database yaitu Google Scholar dengan hasil 128 artikel
Pubmed 19 artikel dan ScienceDirect 6 artikel. Kriteria inklusi pada penelitian ini
adalah artikel dalam bahasa inggris dan full text tentang artikel yang membahas
efektivitas pemberian ultrasound terhadap penurunan nyeri pada penderita rotator
cuff tendinopathy yang dipublikasi tahun 2012-2022. Hasil: Dari 10 artikel
membuktikan efektivitas pemberian ultrasound terhadap penurunan nyeri pada
rotator cuff tendinopathy dengan nilai (p<0,05). Terdapat 7 artikel menyatakan bahwa
ultrasound efektif menurunkan nyeri meskipun ditambah dengan intervensi lain. Dan 3
artikel menyatakan ultrasound efektif meskipun ketika dibandingkan dengan intervensi
lain kalah unggul dalam nilai akhir. Kesimpulan: Terdapat efektifitas pemberian
ultrasound terhadap penurunan nyeri pada rotator cuff tendinopath
Pengaruh pemberian kinesiotapping abdominal terhadap penurunan dismenore pada remaja: narrative review
Latar belakang: Menstruasi adalah proses dinding rahim (endometrium)
mengalami sekresi perdarahan berulang setiap bulan, kecuali selama kehamilan. Remaja yang menstruasi seringkali memengeluhkan dismenore. Dismenoremerupakan nyeri ketika menstruasi, dismenore disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah, prostaglandin dan faktor stress/psikologi mengakibatkan terjadinya dismenore. salah satu pengobatan non farmakologi yang di pilih yaitu kinesiotapping. Kinesio Tapping adalah perekat tahan air ygmampudirenggangkan hingga 140%, teknik perekat elastis alternatif yg terdapat menggunakan pita elastis tahan air, hipoalergi, & dibuat khusus. Pita perekat bisadiaplikasikan langsung pada kulit, Untuk intervensi dengan kinesiotaping abdominal, kinesiotaping dipotong dengan Panjang yang bervariasi. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh dan dosis pemberian kinesiotapping abdominal terhadap penurunan dismenore. Metode penelitian: narrative review dengan metode PICO yang merupakan akronim dari 4 komponen: P (patient, population, problem), I(intervention), C(ccomparison, control), dan O(outcome) dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pencarian artikel dilakukan di beebrapa database seperti pubmed, sciencedirect, dan google scholar. Hasil penelitian:berdasarkan 11 artikel yang telah di review kinesiotapping abdominal efektiv menurunkaan nyeri dismenore pada remaja. kesimpulan: pembahasan mengenai pengaruh kinesiotapping abdominal ini memiliki hasil yang efektif dan berpengaruh terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja, saran: bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian mengenai pengaruh pemberian
kinesiotapping abdominal dan juga bisa di kombinasikan dengan Teknik latihan
yang lain nya
Hubungan lama operasi dengan kejadian shivering pada pasien post operative dengan spinal anestesi di IBS Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Latar belakang : pada pasien pasca operasi sangat memungkinkan untuk
terjadinya komplikasi anestesi dengan risiko yang tinggi. Salah satu komplikasi
yang muncul pada pasca operasi dengan general anestesi maupun regional anestesi
adalah shivering. Shivering post anestesi atau post anesthesia shivering adalah
peningkatan pergerakan muskular yang bertujuan untuk mengkompensasi
terjadinya hipotermi yang disebabkan oleh penurunan suhu pada tubuh pasien.
Insiden shivering pasca anestesi berkisar 33-65% pada pasien yang menjalani
anestesi umum dan sekitar 33-56,7% pada pasien yang menjalani anestesi spinal.
Tujuan : tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama operasi
dengan kejadian shivering pada pasien post operasi dengan spinal anestesi di IBS
RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode : penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis
penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan cross-sectional dengan teknik
purposive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 32 responden pasien post
operasi dengan spinal anestesi.
Hasil : hasil uji hubungan antara lama operasi dengan kejadian shivering pada
pasien post operasi dengan spinal anestesi menggunakan Uji Spearman didapatkan
nilai signifikasi sebesar 0.000 ( p<0,05 ). Dapat disimpulkan bahwa nilai signifikasi
<0,05, maka dinyatakan hipotesis diterima yaitu ada hubungan antara lama operasi
dengan kejadian shivering pada pasien post spinal anestesi di IBS RS PKU
Muhammadiyah Yogyakarta.
Kesimpulan : terdapat hubungan antara lama operasi dengan kejadian shivering
pada pasien post operasi dengan spinal anestesi di IBS RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta
Efektivitas square stepping exercise dan balance exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia narrative review
Latar Belakang: Peningkatan penduduk lansia berdampak besar terhadap kesehatan, dengan bertambahnya usia maka rentan terhadap berbagai keluhan fisik. Lansia akan mengalami
perubahan fungsi fisiologi dalam tubuh, menjadi penyebab gangguan keseimbangan, gangguan keseimbangan yang menimbulkan permasalahan adalah keseimbangan dinamis. Gangguan keseimbangan ini mengakibatkan beberapa risiko seperti risiko jatuh, trauma psikis, menurunnya kemampuan beraktivitas sehari-hari, cidera kepala dan beberapa kecelakaan akibat jatuh. Untuk penanganannya dengan intervensi Square Stepping Exercise dan Balance
Exercise. Tujuan: Mengetahui efektivitas pada intervensi Square Stepping Exercise dan Balance Exercise terhadap keseimbangan dinamis lansia. Metode: Narrative Review,
identifiasi PICO (Population, Intervention, Comparison, and Outcome), menetapkan kriteria inklusi dan ekslusi untuk artiel direview. Dengan database, yaitu Google Scholar, PubMed dan Sciencedirect. Hasil: Hasil review enam jurnal Square Stepping Exercise bahwa ada peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia. Hasil review enam jurnal Balance Exercise bahwa ada peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia. Kesimpulan: Square Stepping Exercise dan Balance Exercise keduanya efektif meningkatkan keseimbangan dinamis pada lansia. Saran: Square Stepping Exercise dan Balance Exercise sebagai intervensi untuk lansia yang mengalami gangguan keseimbangan dinamis