DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Tingkat kecemasan pada pasien yang menjalani kemoterapi : literature review
Latar Belakang: Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan
dalam tubuh yang tidak normal. Berdasarkan data Riskesdas, prevalensi tumor/kanker di
Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1.4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi
1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Sebagai upaya penanggulangan penyakit kanker,
Kemenkes telah mengeluarkan empat pilar kebijakan. Di Indonesia, teknik yang sering dipilih
dalam pengobatan kanker adalah kemoterapi. Pengobatan kanker dengan kemoterapi dapat
menimbulkan kecemasan.
Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana tingkat kecemasan pada pasien yang menjalani
kemoterapi.
Metode: Penulusuran literature menggunakan Google Scholar dan Portal Garuda dengan
waktu terbit artikel 1 Januari 2018 sampai 30 Desember 2020.
Hasil: berdasarkan penelusuran literature, bahwa tingkat kecemasan seseorang pasien itu
berbeda, tergantung faktor-faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik.
Simpulan dan Saran: teknik pengobatan dengan kemoterapi dapat menimbulkan kecemasan
berdasarkan faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik yang dialami pasien. Saran dalam penelitian
ini untuk pasien kemoterapi untuk mengikuti intruksi dari petugas kesehatan dalam menangani
tingkat kecemasan dan untuk petugas kesahatan wajib memberikan penyuluhan dan konseling
bagi pasien yang menjalani kemoterapi
Pengaruh latihan aktivitas fisik terhadap keseimbangan dinamis pada lansia narrative review
Latar Belakang: Aktivitas fisik yang rendah terbukti menjadi penyebab kelemahan otot dan penurunan keseimbangan yang paling umum dan intervensi ini telah di rekomendasikan untuk kasus tersebut Latihan aktivitas fisik dapat meningkatkan keseimbangan dinamis terutama pada lansia, gangguan keseimbangan merupakan salah satu fak tor resiko besar terjadinya jatuh. Jatuh menyebabkan hilangnya kemandirian fungsi dan aktivitas hidup sehari hari pada lansia. Adapun jenis latihan aktivitas fisik yang dapat di lakukan unutuk meningkatkan keseimbangan dinamis pada lansia adalah Balance exercise, Ankle Strategy Exercise, Core Stability, Thai Chi, Pilates Exercise, Nordic walking, dan Otago. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian latihan aktivitas fisik terhadap keseimbangan dinamis pada lansia. Metode: Metode penelitian ini adalah penelitian narrative review. Pencarian artikel dengan format P (population), I (intervensi), C (comparison), O (outcome) dengan kriteria inklusi dan ekslusi, dilanjutkan melalui portal artikel online Google scholar, PubMed, danScienceDirect. Hasil: Hasil review dari 10 artikel tentang aktivitas dalam peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia memperoleh hasil yang efektif bagi peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia. Kesimpulan: Latihan aktivitas fisik efektif dalam meningkatkan keseimbangan dinamis pada lansia. Saran: Latihan aktivitas fisik dijadikan referensi fisioterapi pada program latihan yang bertujuan untuk meningkatkan keseimbangan dinamis pada lansia
Faktor yang memengaruhi kejadian anemia pada remaja putri: literature review
Anemia merupakan keadaan kadar Hemoglobin (Hb) di dalam tubuh di bawah
normal. Gaya hidup yang kurang sehat pada remaja putri, seperti pola makan dan
istirahat tidak teratur adalah faktor penyebabnya. Mengidentifikasi faktor yang
memengaruhi kejadian anemia pada remaja putri. Literature review dengan PEOS
framework. Database menggunakan google scholar dan PubMed dengan kata kunci
yaitu faktor penyebab, faktor yang memengaruhi, anemia, dan remaja putri. Kriteria
inklusi dengan naskah fulltext, sesuai topik penelitian dalam Bahasa Indonesia dan
Inggris, tahun terbit 2015-2020. Hasil analisis dari 4 jurnal menjelaskan bahwa faktor
gaya hidup yang meliputi pola makan dan istirahat memiliki hubungan yang
bermakna terhadap kejadian anemia pada remaja putri. Gaya hidup memiliki
hubungan yang signifikan terhadap kejadian anemia pada remaja yang berpengaruh
pada daya ingat, konsentrasi, dan tingkat prestasi remaja putri. Pola makan yang sehat
dan konsumsi tablet Fe diharapkan dapat mencegah terjadinya anemia
Cervical traction dan neural mobilization untuk menambah lingkup gerak sendi pada cervical root syndrome : narrative review
Latar belakang: Cervical root syndrome (CRS) atau cervical radiculopathy merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal pada leher yang kerap terjadi pada masyarakat baik remaja hingga lanjut usia. Gangguan CRS dapat diatasi dengan teknik cervical traction dan neural mobilization yang bertujuan untuk mengembalikan penurunan lingkup gerak sendi dan aktivitas fungsional pada penderita CRS. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas yang dihasilkan dari kombinasi cervical traction dan neural mobilization pada berbagai gejala, untuk mengetahui dosis cervical traction dan neural mobilization yang signifikan terhadap peningkatan lingkup gerak sendi pada penderita CRS. Metode: Penelitian ini menggunakan metode narrative review dengan pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online yaitu Google Scholar dan Science direct. Hasil: Hasil rata rata pre dan post intervensi dengan pengukuran NDI sebesar 28.041, hasil paling signifikan adalah penelitian Dhuriya, 2021 dengan hasil 72.67 dan pengukuran goniometri paling signifikan yaitu penelitian Kim et al.,2017 dengan hasil rata rata selisih 12,36. Kesimpulan: Kombinasi cervical traction dan neural mobilization menunjukkan hasil peningkatan lingkup gerak sendi, penurunan nyeri dan peningkatan aktivitas fungsional meskipun begitu, hasil peningkatan yang signifikan didapatkan dari frekuensi terapi bukan dari dosis dan lama terap
Dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa: literature review
Latar belakang: Gagal ginjal kronik adalah masalah kesehatan global dengan seiring
bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia, penyakit hipertensi dan diabetes milletus,
maka prevalensi dan insidensinya akan selalu meningkat. Gagal Ginjal Kronik (GGK)
atau disebut juga Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA) yaitu keadaan dimana tubuh
tidak mampu mempertahankan keseimbangan metabolik, elektrolit dan cairan
sehingga terjadi uremia. Pasien gagal ginjal kronik dapat diselamatkan dengan
hemodialisa, selain itu dapat juga dilakukan transplantasi ginjal. Tujuan: untuk
mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien gagal ginjal
kronik dalam menjalani hemodialisa berdasarkan penelusuran literatur. Metode:
menggunakan database google scholar dan PubMed. Kriteria inklusi penelitian cross
sectional, subjek pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa, naskah full
text, terbit tahun 2016–2021. Hasil: Analisis dari 5 jurnal, terdapat dukungan keluarga
dari 4 jurnal yang mengatakan baik dengan responden sebanyak 238 (63,3%) dari 376
responden dan dari 4 jurnal yang mengatakan patuh dalam menjalani hemodialisa
dengan responden sebanyak 234 (62,23%) dari 376 responden. Simpulan dan saran:
Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan
pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani hemodialisa. Saran dari literature review
ini agar dapat menambah pengetahuan tentang pentingnya dukungan keluarga bagi
kepatuhan pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani hemodialisa
Self care pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gamping II Yogyakarta
Latar belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai the silent killer
(pembunuh diam-diam) karena penderita tidak tahu bahwa dirinya menderita hipertensi.
Meningkatkan penerapan self care bisa menjadi kunci utama untuk menekan timbulnya
gejala penyakit yang buruk serta menghindari komplikasi bagi penderita hipertensi.
Terlaksananya tujuan dari penerapan self care pada penderita hipertensi dapat dilakukan
dengan diet rendah garam,aktivitas fisik, manajemen berat badan, dan tidak merokok. Dalam
hal ini meningkatkan penerapan self care yang baik sangat penting agar penderita hipertensi
mendapatkan keberhasilan dalam melakukan perawatan diri tersebut. Tujuan penelitian:
Mengetahui pengaruh self care dengan karakteristik sosiodemografi pasien hipertensi di
wilayah kerja Puskesmas Gamping II Yogyakarta. Metode penelitian: Menggunakan jenis
penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik (non-eksperimental). Desain
peneltian yang digunakan adalah cross sectional. Melibatkan 34 responden yang berumur 37-
70 tahun di wilayah kerja Puskesmas gamping II Yogyakarta. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Hasil penelitian: Dapat diketahui bahwa hasil dari analisis data
dengan uji Chi-Square diperoleh nilai signifikasi terendah yaitu status merokok 0,178 dan
tertinggi status pernikahan 0,881 yang berarti tidak terdapat pengaruh antara self care dengan
karakteristik sosiodemografi karena nilai p< 0,05. Kesimpulan penelitian: Tidak terdapat
pengaruh antara self care dengan karakteristik sosiodemografi pada penderita hipertensi di
wilayah kerja Puskesmas Gamping II Yogyakarta. Saran dari peneliti supaya lebih
meningkatkan self care atau perawatan diri di rumah dengan cara yang baik dan benar serta teratur
Faktor- faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam manajemen bencana litrature review
Latar Belakang : Latar belakang dari penelitian ini kesiapsiagaan dalam
manajemen bencana merupakan upaya yang sangat penting untuk dilakukan,
khususnya oleh tenaga kesehatan. Sebagai tenaga kesehatan harus first responder
serta pemberi pelayanan dalam tanggap darurat bencana dituntut untuk memiliki
kesiapsiagaan bencana yang lebih tinggi dibandingkan dengan tim lain.
Kemampuan tenaga kesehatan dalam kesiapsiagaan penanggulangan bencana
harus didukung oleh dasar pengetahuan dan sikap yang baik dalam disaster
management.
Tujuan : Tujuan dari Penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor yang
mempengarusi kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam manajemen bencana
berdasarkan literature review.
Kata kunci dari penelitian ini Faktor, Tenaga Kesehatan, Kesiapsiagaan, Bencana.
Metode : Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi literature. Jenis
penelitian yang dilakukan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif
dengan mencari beberapa artikel terkait dari beberapa database, yaitu Google
schoolar, pub med, dan didapatkkan enam artikel.
Hasil : Berdasarkan hasil Literature review ini menunjukan factor-faktor yang
mempengaruhi kesiapsiagaan tenaga kesehatan masih berada dalam kategori
moderat berdasarkan enam studi. faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan tenaga
kesehatan dalam manajemen bencana, lama kerja, pengalaman mengikuti pelatihan
kegawadaruratan bencana, pendidikan, usia, ketersediaanya protap/ pedoman, dan
pelaksanaan evaluasi bencana
Efektifitas terapi non farmakologi teknik kompres hangat terhadap penurunan nyeri pasca operasi sectio caesarea literature review
Latar Belakang : Nyeri merupakan respon yang sering dialami ibu pasca operasi
sectio caesaria. Salah satu penanganan nyeri pada ibu pasca sectio caesarea dapat
dilakukan dengan menggunakan terapi nonfarmakologi, yaitu terapi kompres
hangat menggunakan cairan atau alat yang menimbulkan hangat pada bagian tubuh
yang memerlukan, sehingga kebutuhan rasa nyaman terpenuhi.
Tujuan : dari penulisan ini untuk mengetahui bagaimana efektifitas kompres
hangat terhadap penurunan nyeri pasien pasca operasi sectio caesarea.
Metode : yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan studi kepustakaan atau
Literature Review yang diakses dari database seperti Google Scholar, Science
Direct dan PubMed dengan rentang waktu 2017-2021 dalam Bahasa Indonesia dan
Bahasa Inggris.
Hasil : yang didapatkan pemberian kompres hangat menunjukkan rata-rata skala
nyeri pasca operasi sectio caesarea sebelum diberikan intervensi terapi kompres
hangat dan sesudah diberikan intervensi terapi kompres hangat mengalami
penurunan nyeri, dari nyeri sedang menjadi nyeri ringan.
Kesimpulan : dari beberapa peneliti terapi kompres hangat dinyatakan paling
efektif digunakan untuk megurangi rasa nyeri pasca operasi sectio caesarea.
Penulisan literature review ini diharapkan menjadi gambaran bagi tenaga kesehatan
dalam melakukan tindakan dan referensi peneliti selanjutnya untuk meneliti
efektifitas terapi non farmakologi kompres hangat terhadap penurunan nyeri pasca
operasi section caesarea.
Saran : Pada pasien pasca operasi sectio caesarea dianjurkan untuk melakukan
terapi nonfarmakologi kompres hangat sebagai alternatif tambahan untuk
mengurangi nyeri pasca operasi
Hubungan antara usia dengan kejadian hipotermi pasien pasca operasi dengan general anestesi di RS PKU Muhammadiyah Bantul
Latar belakang: Pembedahan adalah suatu cara pengobatan secara invasif yang
dilakukan dengan membuat sayatan pada bagian tubuh manusia. Tindakan ini diberikan
jika bagian dari tubuh manusia yang mengalami gangguan atau sakit berada di bagian
dalam tubuh. General anestesi merupakan tindakan meniadakan nyeri secara sentral
disertai hilangnya kesadaran secara reversible. Tindakan general anestesi memiliki
beberapa komplikasi pasca operasi salah satunya adalah hipotermi. Terdapat beberapa
faktor yang mempengaruhi terjadinya hipotermi pasca operasi termasuk usia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dengan kejadian
hipotermi pasien pasca operasi dengan general anestesi.
Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain
penelitian survei cross sectional. Tehknik pengambilan sampel menggunakan purposive
sampling yang berjumlah 40 responden dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen
dalam penelitian ini berupa lembar observasi dan termometer suhu tubuh. Pengumpulan
data dilakukan dengan lembar observasi dan Analisa data di lakukan menggunakan uji
korelasi chi-square.
Hasil penelitian: Dari 40 sampel yang diperoleh, didapatkan 10 pasien (25%) dari
masing-masing 4 kategori usia (Anak, remaja, dewasa dan lansia). Berdasarkan hasil uji
distribusi frekuensi didapatkan hasil 17 pasien (42.5%) mengalami hipotermi berat, 10
pasien (25.5%) mengalami hipotermi sedang dan 13 pasien (32.5%) mengalami hipotermi
ringan. Hasil uji korelasi Spearman untuk mengetahui adanya hubungan antara usia
dengan kejadian hipotermi pasien pasca operasi dengan general anestesi di dapatkan hasil
0,002 ( p <0,05), maka artinya terdapat hubungan yang signifikan (berarti) antara
variabel independen dan variabel dependen.
Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian hipotermi pasien
pasca operasi dengan general anestesi.
Saran:Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan pengembangan keilmuan
anestesi terkait penanganan dan pencegahan resiko hipotermi pasien pasca operasi dengan
general anestesi
Pengaruh ultrasound dan nerve gliding exercise terhadap penurunan nyeri pada carpal tunnel syndrome : narrative review
Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan salah satu penyakit akibat kerja. CTS disebabkan adanya disfungsi dari saraf medianus yang terjadi karena peningkatan tekanan
di dalam terowongan karpal. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dapat mengenai usia pertengahan, wanita lebih sering dari pada pria, biasanya pada tangan yang dominan dan
prevalensi meningkat pada ibu hamil. Gejala yang dirasakan seperti: nyeri, parestesia, mati rasa atau sensasi seperti tertusuk-tusuk dan dapat membuat otot tangan dan jari-jari tangan menjadi lemah. Akibat otot tangan menjadi lemah akan dapat mengakibatkan beberapa hal berikut:
pasien mengeluhkan jari-jarinya menjadi kurang terampil misalnya saat memungut benda?benda kecil, sering menjatuhkan barang, sulit untuk menggerakan motorik halus, seperti
mengancing baju. dan biasanya di ibu jari telunjuk, jari tengah serta bagian radial-radial jari
manis. Tujuan: Untuk mengetahui adanya pengaruh dari ultrasound dan nerve gliding exercise
terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada penderita carpal tannuel syndrome.
Metode penelitian: Metode penelitian adalah penelitian narrative review. Pencarian jurnal
dilakukan di jurnal online seperti Google Scholar, Since Direct, dan Pubmed. Hasil penelusuran didapatkan sebanyak 15 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian: Hasil review jurnal yang didapatkan bahwa ada peningkatan kemampuan fungsional akibat carpal tunnel syndrome. Kesimpulan: Terdapat adanya pengaruh ultrasound dan nerve gliding exercise terhadap kemampuan fungsional pada penderita carpal tunnel syndrome. Saran: Kombinasi ultrasound dan nerve gliding exercise dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan kemampuan fungsional dan penurunan skala nyeri pada carpal tunnel syndrom