DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Quality control (QC) pemeriksaan kreatinin dan ureum menggunakan kontrol harian dan six sigma
Pemantapan mutu laboratorium merupakan kegiatan yang berguna dalam
penjaminan kualitas pemeriksaan laboratorium, dan dipercaya hasil
pemeriksaannya. Quality Control (QC) merupakan kegiatan yang bertujuan untuk
mendapatkan hasil yang akurat. Penelitian ini bertujuan mengetahui presisi,
akurasi, grafik Levey-Jennings, aturan Wesgard, six sigma dan DPMO terhadap
hasil QC pemeriksaan kreatinin dan ureum. Metode yang digunakan ialah desain
penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan
dengan menggunakan data sekunder di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Data
yang digunakan berupa data pemeriksaan kontrol harian pemeriksaan kreatinin dan
ureum di bulan November-Desember 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
analisis hasil QC pemeriksaan kreatinin November-Desember 2021 memiliki
presisi melebihi batas CV maksimum 6%, November sebesar 7.82% dan 6.05% di
bulan Desember. Sedangkan pemeriksaan ureum November-Desember tidak ada
yang melebihi batas CV maksimum 8%, November sebesar 4.68% dan 6.18% di
bulan Desember. Nilai akurasi pemeriksaan kreatinin dan ureum berada dalam
rentang nilai bias ±10% dan terdapat penyimpangan pada grafik Levey-Jennings
yang mengikuti aturan Westgard pada pemeriksaan ureum bulan Desember. Six
sigma pada pemeriksaan kreatinin dan ureum memiliki nilai sigma ≤3 yaitu pada
pemeriksaan kreatinin 1.09 dan 1.58 sedangkan ureum 2.76 dan 1.62. Berdasarkan
hasil penelitian didapatkan hasil CV yang melebihi batas maksimum. Nilai akurasi
yang didapatkan memiliki nilai bias ±10%, terdapat nilai kontrol yang mengikuti
aturan Westgard di bulan Desember pada pemeriksaan ureum serta nilai sigma yang
≤3. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat ditingkatkan kembali terhadap
pengevaluasian serta perbaikan terhadap Quality Control. Kedua pemeriksaan
diperlukan perhatian khusus dalam perlakuan kontrol harian
Hubungan karakteristik pasien tuberculosis paru dengan hasil pemeriksaan genexpert di puskesmas umbulharjo 1 yogyakarta tahun 2021
Tuberculosis merupakan masalah kesehatan yang besar di dunia. Tuberculosis paru
yang sering dikenal dengan TB paru disebabkan oleh bakteri Mycobacterium
tuberculosis dan termasuk penyakit menular. Penegakan diagnosis penyakit TB
dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan juga pemeriksaan sputum guna
mengidentifikasi bakteri TB pada pasien. Pemeriksaan sputum yang dapat
dilakukan antara lain pemeriksaan sediaan langsung, pemeriksaan dengan kultur,
dan pemeriksaan menggunakan tes cepat molekuler GeneXpert MTB/RIF.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik pasien
tuberculosis dengan hasil pemeriksaan GeneXpert MTB/RIF sputum pasien di
Puskesmas Umbulharjo 1 pada tahun 2021. Metode yang digunakan yaitu
pengambilan data sekunder dari Puskesmas Umbulharjo 1 Yogyakarta. Teknik
penelitian ini menggunakan sampling purposive. Analisis data menggunakan uji
rank spearman's rho. Terdapat 366 pasien yang terdiagnosis TB paru paling banyak
berusia produktif (15-50 tahun) (57,9%), lebih dari setengahnya laki-laki (56,5%),
tipe penderita terdapat kasus baru sebanyak 18 kasus dan 1 kasus kambuh. Hasil
menunjukkan karakteristik pasien TB (usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok dan
gangguan imunitas) tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap hasil
pemeriksaan GeneXpert di Puskesmas Umbulharjo 1 Yogyakarta tahun 2021.
Petugas kesehatan Puskesmas Umbulharjo 1 Yogyakarta diharapkan melakukan
penyuluhan kesehatan secara berkesinambungan tentang TB Paru dalam rangka
pencegahan dan penurunan angka TB Paru
Gambaran pemeriksaan keratinin darah dan blood urea nitrogen (bun) pada pasien gagal ginjal kronis (ggk) di rumah sakit: literature review
Kreatinin adalah hasil perombakan keratin, semacam senyawa berisi nitrogen yang
terutama ada dalam otot. Ureum adalah hasil akhir metabolisme protein. Berasal
dari asam amino yang telah di pindah amonianya di dalam hati dan mencapai ginjal,
dan di ekskresikan rata-rata 30 gr sehari. ada beberapa pemeriksaan laboratorium
untuk mengetahui adanya gangguan ginjal seperti BUN (blood urea nitrogen), urea,
kreatinin, dan asam urat. Ada dua parameter yang sensitif untuk menentukan fungsi
ginjal yaitu BUN dan kreatinin BUN adalah konsentrasi urea dalam serum atau
plasma yang ditentukan adanya kandungan nitrogen .Sedangkan kreatinin adalah
zat endogen yang diproduksi oleh otot dan fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk
untuk mengetahui gambaran pemeriksaan kreatinin dan blood urea nitrogen (BUN)
pada pasien gagal ginjal kronis di Rumah sakit. Metode yang di gunakan dalam
penelitian ini yaitu menggunakan Literature Revieuw. Literature review adalah
sebuah metode yang digunakan dalam melakukan identifikasi, evaluasi dan sintesis
terhadap karya- karya hasil penelitian dan hasil pemikiran yang sudah dihasilkan
oleh para peneliti dan praktisi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa hasil
penelusuran rerata kadar kreatinin pada laki-laki 13 mg/dL, dan pada perempuan
10 mg/dL. Sedangkan hasil konversi perhitungan rerata kadar BUN pada Laki-laki
62,6025 mg/dL, dan perempuan 64,4775 mg/dL. Kesimpulan rerata kreatinin dan
ureaum pada pasien laki-laki penderita gagal ginjal kronis (GGK) lebih tinggi dari
pada pasien perempuan
miniPCR FLUORESCENCE – SALIVA BASED RT–LAMP (FOR SABALA) SEBAGAI METODE DETEKSI SARS–CoV–2 ASAL INDONESIA
Aquarium Room dan Panorama View "Merapi" sebagai Transformasi Daya Tarik Kunjungan Pemustaka di Perpustakaan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Di dalam Undang-Undang Perpustakaan No.43 Tahun 2007 menyebutkan perpustakaan harus mempu melayani dengan layanan prima. Salah satu bentuk layanan prima adalah pengembangan sarana prasarana perpustakaan, salah satunya dengan memperbaiki desain dan interior perpustakaan itu sendiri menjadi lebih menarik, nyaman dan kekinian.
Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta merupakan salah satu perpustakaan Perguruan Tinggi di Indonesia, di mana masyarakat yang dilayani merupakan civitas akademika yang terdiri dari mahasiswa, pendidik, dan tenaga kependidikan, juga melakukan pengembangan desain dan interior perpustakaannya, diantaranya mendesain ruang perpustakaan seperti aquarium, menggunakan kursi kekinian bean bag, penambahan layanan kekinian fun corner, dan ditambah dengan pemandangan alami yang didukung letak gedung yang strategis, yaitu pemandangan gunung Merapi. Menjadi daya tarik tersendiri untuk perpustakaan mendapatkan pemandangan alam yang mengagumkan dan menjadi salah satu spot menarik untuk foto selfie.
Keunggulan yang dimiliki perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan beberapa pengembangan di bidang sarana prasarana desain dan interior diantaranya : desain ruang model seperti aquarium, membuat ruang perpustakaan menjadi terlihat lebih luas sehingga lebih enak dipandang; pencahayaan dalam ruangan menjadi lebih baik sehingga dari segi pelestarian bahan pustaka jadi lebih baik; bisa melihat pemandangan alam sekitar gedung sehingga pemustaka merasa lebih nyaman dan menyenangkan; memiliki interior di dalamnya seperti kursi bean bag yang paling digemari anak muda sekarang; layanan fun corner yang membuat pemustaka lebih santai sejenak saat membuat laporan akhir atau tugas lain, dan kursi meja baca yang nyaman, membuat pemustaka lebih nyaman dan terkesan lebih santai dan letak gedung perpustakaan yang strategis dengan pemandangan gunung Merapi, membuat pemustaka lebih bersemangat menggunakan perpustakaan dan terkagum-kagum melihat megahnya gunung Merapi dan banyak spot foto selfie yang bisa digunakan di perpustakaan.
Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta diharapkan menjadi salah satu percontohan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia yang mempunyai ruangan unik dengan interior menarik di dalamnya
Hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswa anestesi dalam pencegahan virus Covid-19 selama praktik instalasi bedah sentral
Latar Belakang : Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan suatu
penyakit diakibatkan karena adanya virus SARS COV-2. Virus disebarkan
melalui droplet kontak langsung maupun kontak tidak langsung. Gejala klinis
mulai dari seperti gejala flu biasa sampai yang berkomplikasi berat (pneumonia
atau sepsis). Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai risiko merupakan
upaya pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19 saat praktik di ruangan
Instalasi Bedah Sentral (IBS). Pengetahuan yang baik tentang COVID-19,
protokol kesehatan dan pencegahan penularan COVID-19 akan melahirkan sikap
positif dalam pencegahan penularan COVID-19.
Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan dan sikap
mahasiswa anestesi dalam pencegahan virus COVID-19 selama praktik IBS.
Metode Penelitian : Penelitian korelasi kuantatif dengan sample 120 melalui
total sampling. Analisa data dilakukan menggunakan uji Chi Square.
Hasil Penelitian : Hasil uji Chi Square menunjukan pengetahuan berhubungan
signifikan dengan sikap mahasiswa anestesi dalam pencegahan virus COVID-19
selama praktik IBS (p <0.005). Mayoritas responden berpengetahuan baik dengan
sikap baik dalam pencegahan virus COVID-19 adalah 82 responden dan
responden pengetahuan kurang dengan sikap tidak baik adalah 6 responden.
Simpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap
mahasiswa anestesi dalam pencegahan virus COVID-19 selama praktik IBS.
Saran : Penelitian selanjutnya diharapkan melakukan penelitian perilaku
mahasiswa anestesi dalam penerapan pencegahan virus COVID-19 dilahan
praktik
Faktor – faktor penyebab hipertensi literature review
Hipertensi merupakan penyakit degenerative yang dapat menyebabkan kerusakan
pembuluh darah, jantung, ginjal, otak dan mata, Hipertensi juga sering disebut silent killer
karena sering tanpa keluhan atau gejala, sehingga penderita tidak tahu jika menderita
hipertensi. Data yang dikeluarkan oleh WHO (2018) menunjukkan bahwa sekitar 26.4%
penduduk dunia mengalami hipertensi dengan perbandingan 26.6% pria dan 26.1 %
wanita. Sebanyak kurang lebih 60% penderita hipertensi berada di negara berkembang,
termasuk Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor
penyebab hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan metode
PICOST, sebuah kerangka konsep yang umum dalam jenis penelitian kualitatif. Metode
PICOST memiliki 6 komponen yaitu P (Patien, Population, Problem), I (Intervention), C
(comparation), O (Outcome), S (Study), T (Time). Penelusuran didapatkan 5 jurnal, yang
masing – masing memiliki faktor penyebab hipertensi berdasarkan penelitian yang
dilakukan. Berdasarkan hasil literature review pada 5 jurnal tersebut didapatkan ada 6
faktor penyebab terjadinya hipertensi yaitu : Kebiasaan merokok, Pola makan, Aktivitas
fisik, Jenis kelamin, Usia dan Pendidikan
Studi Literature: cemaran telur nematoda soil-transmitted helminths pada sayur kubis (brassica oleracea) dan sawi (brassica rapa) di Pasar Tradisional
Pendahuluan: Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan salah satu penyakit kecacingan yang paling umum terjadi di seluruh dunia. NematodaSTH adalah cacing yang embrionya berkembangan pada tanah. Infeksi cacing
didalam tubuh penderita akan menyebabkan gangguan pada kesehatan diantaranya berkurang nafsu makan, rasa tidak enak diperut, gatal, alergi, anemia, dan kekurangan gizi. Tujuan: Mengidentifikasi jumlah dan tingkat pencemaran dari berbagai jenis telur Nematoda STH pada sayuran kubis dan
sawi yang di jual di pasar tradisional berdasarkan studi Literature. Metode:
Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Literature review dilakukan menggunakan 3 database Scholar, Portal Garuda dan textbook yang bersangkutan mengenai hasil penelitian “Cemaran telur Nematoda Soil Transmitted Helminths (STH) pada sayur kubis dan sawi di pasar tradisional”. Hasil: berdasarkan hasil analisis 10 jurnal didapatkan adanya pencemaran telur Nematoda STH terhadap sayur kubis dan sawi yang ada di pasar tradisional. Simpulan: Ditemukan tingkat cemaran dari telur Nematoda Soil Transmitted Helminths dari jenis A. lumbricoides dari total 8 sampel kubis sebanyak 84,5% dan T. trichiura dari total 2 sampel sebanyak 7,21%. Sayur sawi hanya ditemukan A. lumbricoides dari total 6 sampel sebanyak 20,3%. Maka jumlah total cemaran telur nematoda STH ini sebanyak 16 sampel sayur kubis dan sawi
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum dengan LMA di Rumah Sakit dr. Soedirman Kebumen
Pasien yang telah mendapatkan anestesi umum, setelah dilakukan tindakan operasi akan kembali
sadar dalam waktu 15 menit. Waktu pulih sadar yang tertunda dapat disebabkan oleh beberapa
faktor salah satunya yaitu Faktor pasien seperti obesitas, usia, faktor genetik dan penyakit
penyerta (disfungsi jantung, ginjal dan hepar). Pasien yang tidak sadar yang berlangsung diatas
15 menit dianggap prolonged, bahkan pasien yang sangat rentan harus merespon stimulus dalam
30 menit hingga 45 menit setelah obat-obatan anestesi berhenti diberikan. Salah satu faktor yang
mempengaruhi waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum yaitu obesitas. Adapun efek dari
anestesi umum dan waktu pulih sadar yang tertunda yaitu dapat menyebabkan suatu deficit
neurologis jika terlambat diketahui karena gejala dan manifestasi klinisnya menjadi tidak
dikenali. Selain itu maningkatkan resiko terjadinya aspirasi, obstruksi jalan napas, hipoksemia
dan hiperkapnia (Permatasari et al., 2017) Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian untuk
mengetahui hubungan indeks massa tubuh terhadap waktu pulih sadar pasien pasca anestesi
umum dengan LMA. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian
cross sectional survey. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, jumlah
sampel 40 responden berdasar kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan dengan
menggunakan uji korelasi spearmanrank. Hasil penelitian diperoleh 65% responden memiliki
waktu pulih sadar normal dan 35% responden dengan waktu pulih sadar berkepanjangan. Hasil
uji korelasi spearmanrank diperoleh hasil dengan significancy p value 0,000 lebih kecil dari 0,05
(p = 0,000 < 0,05) yang artinya ada hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh
terhadap waktu pulih sadar pada pasien pasca anestesi umum dengan LMA. Diperlukan
penelitian lebih lanjut dengan mempertimbangkan aspek lain seperti efek obat anestesi, durasi
anestesi dan gangguan asam basa
Tingkat kecemasan, stress dan depresi pada Ibu hamil selama masa pandemi Covid-19 di RB Primasari Jatiroto
Latar Belakang: Fenomena Corana Virus Disease (Covid-19) menjadi sebuah bencana multidimensional yang terjadi di berbagai negara termasuk Indonesia. Dibutuhkan adaptasi dalam merespon perubahan yang dapat mengatasi permasalahan kesehatan fisik dan mental di masyarakat terutama adaptasi ibu hamil dalam persiapan persalinan di masa covid-19 agar menekan angkat kematian ibu di Indonesia. Pada masa kehamilan, kejadian yang banyak di alami oleh wanita adalah perubahan psikologis dan emosional. Wanita lebih cenderung merasakan kebahagiaan karena akan dikaruniai keturunan,
tetapi dibalik itu terdapat rasa khawatir yang ikut dirasakan didukung dengan berbagai faktor seperti sosial ekonomi, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, individu dan keluarga yang dapat mempengaruhi terjadinya stres, depresi dan kecemasan pada ibu hamil. Dampak yang ada dari gangguan tersebut pada kesehatan ibu maupun janin. Tujuan:
Untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan, stres dan depresi pada ibu hamil selama masa pandemi covid-19 di RB Primasari Jatiroto. Metode Penelitian: Penelitian
ini penelitian deskriptif kuantitatif, metode survey crossectional. Teknik sampling yaitu sensus sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 43 responden ibu hamil di RB
Primasari Jatiroto. Pengumpulan data dilakukan dengan Depresion Anxiety Stress Scale (DASS). Hasil: Tingkat kecemasan yang dialami oleh ibu hamil didominasi kategori
sedang 35 orang (81,4%), kondisi berat 5 orang (11,6%) dan kondisi ringan 3 orang (7,0%). Tingkat stres yang dialami oleh ibu hamil didominasi kategori berat 22 orang
(51,2%), kondisi sedang 19 orang (44,2%) dan kondisi ringan 2 orang (4,7%). Sedangkan untuk tingkat depresi ibu hamil didominasi kategori sedang 26 orang (60,5%), kondisi ringan 17 orang (39,5%). Kesimpulan: Terdapat tingkat kecemasan,
stres dan depresi pada ibu hamil selama masa pandemi covid-19 di RB Primasari Jatiroto. Saran: Bagi peneliti selanjutnya diharapkan agar dapat menindak lanjuti
permasalahan yang ada tersebut dengan upaya yang dapat diberikan dari segi ruang lingkup profesi fisioterapi dan dapat melakukan penelitian lanjutan