DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Dukungan teman sebaya berhubungan dengan tingkat stres belajar siswa SMP: Literature Review
Stres merupakan masalah umum yang terjadi dalam kehidupan manusia.
Stres yang dialami oleh remaja salah satunya adalah stres akademik, yaitu stres
yang terjadi di lingkungan sekolah atau Pendidikan. Respon terhadap stresor
akademik terdiri dari cognitive, behavior, physical, dan affective. Teman
sebaya merupakan sumber dukungan emosional penting sepanjang transisi
masa remaja, pentingnya teman sebaya bagi remaja ditandai dengan
berkembangnya Sosial Cognition atau kemampuan untuk memahami orang
lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan dukungan
teman sebaya dengan tingkat stres belajar siswa SMP melalui penelusuran
literature. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode
literature review. Bahan analisa terdiri dari sepuluh jurnal dalam Bahasa
Indonesia dan Bahasa inggris yang dapat diakses full text. Penelitian ini
menggunakan sepuluh jurnal nasional dan internasional. Berdasarkan hasil
literature review terhadap sepuluh jurnal tentang dukungan teman sebaya
dengan stres belajar dapat disimpulkan bahwa dukungan teman sebaya dengan
stres belajar terdapat hubungan. Dukungan teman sebaya sangat penting dalam
mengatasi stres belajar, karena teman sebaya memiliki peran penting dalam
masa transisi remaja yang mengalami banyak tuntutan salah satunya dalam
bidang akademik. Dukungan teman sebaya berdampak pada stres belajar yang
dialami remaja, semakin tinggi dukungan teman sebaya maka semakin rendah
stres akademik yang dialami
Pengaruh pemberian beras merah terhadap tingkat glukosa darah pada penderita diabetes mellitus: Literature Review
Diabetes mellitus merupakan penyakit penyebab kematian terbesar nomor 3 di
Indonesia. Penatalaksanaan Diabetes mellitus salah satunya adalah terapi nutrisi yang
dapat dilakukan dengan mengkonsumsi beras merah. Beras merah merupakan beras
yang mengandung magnesium dan serat yang memiliki kemampuan sebagai
antidiabetes yang berperan menurunkan glukosa darah dan meningkatkan sekresi
insulin dan mencegah resistensi insulin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
pengaruh pemberian beras merah terhadap tingkat glukosa darah pada pasien diabetes
mellitus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasy eksperimen,
database yang digunakan yaitu Google Schoolar dan PubMed. Penelusuran artikel
yang digunakan dalam rentang waktu 1 Januari 2011 sampai 1 desember 2021. Hasil
dari penelitian didapatkan 46 jurnal kemudian di skrining dan didapatkan 5 jurnal
sesuai dengan kriteria. Hasil dari 5 jurnal tersebut menunjukkan bagaimana pengaruh
dari pemberian beras merah terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes
mellitus. Hasil dari 5 jurnal menunjukkan pemberian beras merah dapat
mempengaruhi kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus. Bagi penderita diabetes
mellitus diharapkan penelitian ini menjadi referensi terapi nutrisi untuk mengontrol
kadar gula darah
Hubungan tahap kemoterapi dengan status gizi anak penderita leukimia limfoblastik akut : literature review
Latar Belakang : Leukimia akut adalah suatu keganasan sel progenior pembentuk sel darah.
Leukimia akut biasa terjadi ditandai dengan menurunya fungsi sumsum tulang. Pengobatan
kanker sendiri menggunakan kemoterapi yang terdiri dari tiga fase , induksi, konsolidasi,
rumatan dengan menggunakan obat atau hormone , obat kemoterapi tergolong toksik
sehingga dapat mengganggu nutrisi atau status gizi pasien yang menjalani kemoterapi.
Status gizi sendiri adalah suatu proses mengunakan makanan yang dikonsmsi seara
normal melalui proses digesti, absrobsi, transportasi, penyimpanan, metabolism, dan
pengeluaran zat-zat yang digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan
dan fungsi normal dari organ serta dapat menghasilkan energy.
Tujuan : Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis hubungan antara
tahap kemoterapi dengan status gizi pada penderita Leukemia Limfoblastik Akut (LLA).
Metode : Penelitian ini menggunakan penelusuran literature dilakukan melalui google
scholar dan pubmed. Keywords yang digunakan dalam Bahasa Inggris Chemoteraphy
stage, Nutritional status, Acute lymphoblastik leukimia, Child. Sedangkan dalam Bahasa
Indonesia Tahap Kemoterapi, Status Gizi, Leukimia Limfoblastik Akut, Anak. Analisis
kelayakan menggunakan JBI Crossectional berupa cheklist for Crossectional.
Hasil :Hasil review jurnal yang peneliti lakukan, didapatkan 4 artikel yang terdiri dari 2
artikel berbahasa Indonesia dan 2 artikel berbahasa inggris. keempat artikel tersebut
menjelaskan tentang hubungan tahap kemoterapi dengan status gizi .
Simpulan dan saran : hasil review literature 4 artikel menunjukan bahwa adanya
hubungan tahap kemoterapi dengan status gizi yang disebabkan penggunaan obat-obatan
yang toksik dan tidak terpenuhinya asupan nutrisi, akan tetapi jika pemenuhan nutrisi
dioptimalkan kemungkinan mengalami malnutrisi akan berkurng dan jika
diseimbangkan
dengan aktifitas fisik juga akan mengurangi resiko terjadinya obesitas
FAKTOR PENYEBAB HOMOSEKSUAL DAN INTERVENSI PSIKOEDUKASI PADA MAHASISWA DI YOGYAKARTA
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan menggambarkan awal mulanya terjadi homoseksual pada mahasiswa. Homoseksual adalah suatu kelainan seksual, dimana kelainan ini menyukai sesama jenis seperti suka sesama gender. Penelitian ini mengambil 2 Partisipan dimana partisipannya adalah mahasiswa di Yogyakarta. Dalam penelitian ini juga tekhnik pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, wawancara, skala, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hal yang mempengaruhi seseorang menjadi homoseksual adalah dari faktor keluarga dan lingkungan. Faktor keluarga atau problematika yang sering dialami lingkungan keluarga tersebut juga dapat mempengaruhi seseorang bisa menjadi homoseksual karena terlalu tertekan dengan aturan yang diberikan sehingga seseorang tersebut tidak merasa nyaman, disisi lain pola asuh orang tua yang sangat memanjakan anaknya juga dapat menjadi seorang homoseksual seperti memberikan kebebasan kepada anak sejak kecil akan memicu sang anak untuk menjadi seorang homoseksual. Sedangkan dalam lingkungan, penyebabnya ialah karena faktor yang mempengaruhi lingkungannya seperti salah bergaul dan mencoba hal hal baru dan rasa penasaran yang sangat besar.
Aplikasi khusus gay , menjadikan mereka semakin dalam dan semakin erat untuk menjadi homoseksual atau gay. Sehingga aplikasi – aplikasi seperti Grindr, hornet, Walla/Blued, tinder, dan aplikasi kencan lainnya yang dapat memberikan mereka kepuasan seksual mereka dengan melakukan interaksi melalui aplikasi tersebut
Literature review : perbedaan kadar trigliserida menggunakan sampel serum dan plasma pada penderita hipertensi
Pemeriksaan laboratorium sangat penting untuk membantu menegakan
diagnosis suatu penyakit salah satunya yaitu pemeriksaan trigliserida yang
digunakan untuk scrining pada pasien hipertensi, stroke. Spesimen yang
digunakan dalam pemeriksaan trigliserida darah yaitu sampel serum dan plasma.
Perbedaan serum dan plasma yaitu di bahan tambahannya serum tidak ada zat
tambahan seperti antikoagulan. Sementara plasma memiliki zat tambahan yang
biasa disebut antikoagulan seperti EDTA, Naf, heparin dan ammonium oksalat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan kadar
trigliserida dalam sampel serum dan plasma. Penelitin ini bersifat dekriptif
kualittif menggunakan PICO dengan mencari kata kunci yang sesuai dengan
judul penelitian. Hasil penelitian menunjukan nilai sig (2 tailed ) yaitu = 0.028 <
α 0.05. Berdasarkan nilai tersebut peneliti dapat menyimpulkan terdapat
perbedaan yang signifikan kadar trigliserida darah yang diperiksa menggunakan
sampel serum dan plasma. Disebabkan oleh penggunaan sampel plasma yang
sudah tercampur antikoagulan bahan kimia dapat mempengaruhi hasil
pemeriksaan laboratorium kadar trigliserida sehingga dapat menyebabkan hasil
yang tinggi atau rendah yang palsu. Bagi tenaga kerja Ahli Teknologi
Laboratorium Medis disarankan untuk tetap menggunakan sampel serum sebagai
spesimen pemeriksaan kadar trigliserida darah. Saran bagi peneliti selanjutnya
yaitu diharapkan dapat melanjutkan penelitian dengan membandingkan beberapa
metode yang digunakan untuk pemeriksaan kadar trigliserida darah yang
berikatan dengan pemeriksaan kimia klinik
Hubungan usia dengan kejadian anemia pada ibu hamil menggunakan hasil pemeriksaan darah lengkap di RSUD Panembahan Senopati Bantul
Anemia merupakan kondisi tubuh ketika kekurangan sel darah merah yang sehat
atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. Data ibu hamil yang
digunakan diperoleh dari Laboratorium RSUD Panembahan Senopati Bantul
data tersebut diantaranya usia pasien, kadar Hb, kadar, Hct dan kadar
Eritrosit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan usia
dengan kejadian anemia pada ibu hamil berdasarkan hasil pemeriksaan kadar
Hb, Hct, Eritrosit. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif
deskriptif. Data penelitian yang digunakan adalah data pada bulan April 2022
yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pengambilan data dilakukan pada
bulan September 2022 sebanyak 55 data pasien ibu hamil yang melakukan
pemeriksaan darah lengkap. Analisis data penelitian menggunakan analisis
univariat dan bivariat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada data
bulan April 2022 diperoleh banyak pasien ibu hamil tidak anemia dari pada
pasien yang anemia karena data pasien banyak yang berusia produktif (20-35
tahun) dibandingkan usia >35 tahun, usia pada ibu hamil pada penelitian ini
tidak mempengaruhi terjadinya anemia, usia 20-35 tahun yang mengalami
anemia 0,36% dan usia >35 tahun yang mengalami anemia 0,45% dari
persentase 100%
Literature review: Gambaran pemeriksaan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe II yang diperiksa secara langsung dan penundaan 0-12 jam pada suhu ruang
Diabetes melitus adalah sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia
dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang berhubungan dengan satu
atau dua gangguan absolut atau relatif kerja insulin. Pemeriksaan glukosa darah merupakan
pemeriksaan penting di laboratorium klinik, terutama pada pasien diabetes melitus.
Pemeriksaan glukosa darah dapat menggunakan darah utuh seperti serum atau plasma. Serum
mengandung lebih banyak air dari pada darah utuh, sehingga serum mengandung lebih banyak
glukosa dari pada darah utuh. Penelitian ini menggunakan desain penelitian literature review
dengan pola pencarian PICO. Pencarian literatur dilakukan melalui dua database yaitu PubMed
NCBI dan Google Scholar. Jurnal yang digunakan pada penelitian ini minimal tahun 2010
dengan jenis penelitian eksperimental. Berdasarakan penelitian penundaan pemeriksaan
menggunakan sampel serum mengakibatkan penurunan kadar glukosa darah, ini menunjukkan
bahwa terjadi penurunan yang signifikan pada sampel yang mengalami variasi lama penundaan
pemisahan, dikarenakan terjadi glikolisis dalam sel yang terdapat pada tabung darah, karena
sebagian glukosa darah terpakai untuk metabolisme glukosa dalam sampel oleh sel-sel darah
seperti eritrosit, leukosit, trombosit. Berdasarkan penelitian literature review yang telah
dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penundaan pemeriksaan kadar glukosa
darah pada penundaan 0-12 jam atau terdapat perbedaan bermakna antara pemeriksaan kadar
glukosa darah yang diperiksa langsung dan penundaan 0-12 jam pada suhu ruang
Analisis hasil kontrol kualitas pemeriksaan hemoglobin dan hematokrit di laboratorium RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta
Pemeriksaan hemoglobin dan pemeriksaan hematokrit merupakan paramater dari
pemeriksaan hematologi darah rutin. Pemeriksaan hemoglobin dilakukan untuk
mengetahui kadar hemoglobin dalam darah sedangkan pemeriksaan hematokrit
dilakukan untuk mengetahui konsentrasi eritrosit dalam darah. Terdapat beberapa
metode dialam menentukan kadar hemoglobin dan hematokrit salah satunya adalah
dengan menggunakan alat Hematology Analyzer. Kontrol Kualitas merupakan
suatu proses uji pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan sistem mutu
berjalan dengan tepat sehingga dapat menjamin hasil pemeriksaan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana nilai akurasi, presisi, serta evaluasi dengan
grafik Levey-Jenning berdasarkan aturan Westgard hasil kontrol kualitas
pemeriksaan hemoglobin dan hematokrit metode otomatis dengan alat Hematology
Analyzer. Metode yang digunakan merupakan metode deskriptif kuantitatif dengan
menggunakan data sekunder hasil kontrol harian pemeriksaan hemoglobin dan
hematokrit menggunakan alat Hematology Analyzer Sysmex XN 550 dengan bahan
kontrol komersial level normal pada bulan Agustus dan September 2021. Hasil
penelitian ini didapatkan nilai d% pada hasil kontrol kualitas pemeriksaan
hemoglobin bulan Agustus dan September yaitu 1,219% dan 1,216%. Nilai CV
pada hasil kontrol kualitas pemeriksaan hemoglobin bulan Agustus dan September
0,99% dan 1,29%. Sedangkan nilai d% pada hasil kontrol kualitas pemeriksaan
hematokrit bulan Agustus dan September yaitu 3,623% dan 3,623%. Nilai CV pada
hasil kontrol kualitas pemeriksaan hematokrit bulan Agustus dan September yaitu
0,67% dan 0,94%. Hasil evaluasi dengan grafik Levey-Jenning berdasarkan aturan
Westgard menunjukan adanya nilai kontrol yang keluar dari aturan Westgard yaitu
1
2s
dan 10
x
. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil kontrol kualitas
pemeriksaan hemoglobin dan hematokrit bulan Agustus dan September 2021
memiliki akurasi dan presisi yang baik dengan hasil evaluasi grafik Levey-Jenning
terdapat nilai kontrol yang keluar dari aturan Westgard, maka dari itu perlu
dilakukan pemeriksaan instrumen dan memperhatikan kalibrasi
Gambaran profil hematologi pada pasien terkonfirmasi positif covid – 19 di RS PKU muhammadiyah gamping
Pasien yang terindikasi Covid-19 dengan gejala yang cukup berat mengalami
gangguan respon imun yang mengakibatkan peradangan pada tubuhnya. Karena itu
harus dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui adanya inflamasi agar
bisa segera dilaporkan sebagai jumlah kasus baru yang sudah terdeteksi sampai saat
ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran profil
hematologi pada pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di RS PKU Muhammadiyah
Gamping. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif
dengan menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian menggunakan data
pasien yang diambil dari rekam medis pasien Covid-19 yang menjalani rawat inap
di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Besaran sampel yang dibutuhkan dalam
penelitian ini yaitu 50 responden. Hasil dari penelitian ini adalah Kelompok usia
dengan prevalensi tertinggi adalah usia 40 – 59 tahun dengan persentase 48%, dan
sedikit pada usia 80 – 89 tahun yaitu 2%. Kadar hemoglobin pada pasien Covid-19
dengan nilai terendah ialah 7.4 g/dl dan kadar haemoglobin tertinggi adalah 17.4
g/dl dengan rata – rata 13.39 dan standar deviasinya 2.23. Kadar leukosit terendah
dari 50 pasien Covid-19 adalah 3.600 ribu/mmk dan kadar tertinggi adalah 22.210
ribu/mmk dengan rata – rata 9.448 dan standar deviasinya 4.271. Kadar trombosit
terendah dari 50 pasien Covid-19 adalah 71.000 ribu/mmk dan kadar tertinggi
adalah 797.000 ribu/mmk dengan rata – rata 287.440 dan standar deviasinya
150.147. Kadar kadar neutrofil terendah dari 50 pasien Covid-19 adalah 49% dan
kadar tertinggi adalah 93% dengan rata – rata 79.34 dan standar deviasinya 9.28.
Kadar limfosit terendah dari 50 pasien Covid-19 adalah 4% dan kadar tertinggi
adalah 39% dengan rata – rata 13,72 dan standar deviasinya 7.21. Kadar NLR
terendah dari 50 pasien Covid-19 adalah 1.26 dan kadar tertinggi adalah 23.25
dengan rata – rata 7.71 dan standar deviasinya 4.95
Literature review: Hubungan antara kadar serum tumor necrosis factor-alpha (TNF-
Gangguan Spektrum Autisme (GSA) merupakan sekelompok gangguan
perkembangan saraf yang terjadi pada anak-anak ditandai dengan gangguan
interaksi sosial, keterampilan komunikasi, pola berulang perilaku. Penyakit
gangguan spektrum autisme ini kebanyakan menyerang anak-anak dan
terjadi pada masa kehamilan yang disebabkan faktor lingkungan, autoimun,
dan inflamasi. Kadar serum Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α)
merupakan penanda inflamasi yang akan meningkat pada kasus GSA pada
anak-anak.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara peningkatan
kadar TNF