DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Pola diet yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus: literature review
Latar Belakang: Diabetes penyakit kronis kompleks yang membutuhkan perawatan
medis berkelanjutan dengan strategi pengurangan risiko multifaktorial di luar kendali
glikemik. Penyakit diabetes mellitus merupakan gangguan kesehatan berupa
kumpulan gejala yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat
kelainan sekresi insulin, dan kerja insulin. Pemerintah melalui kementerian kesehatan
telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi dan menurunkan prevalensi DM.
Salah satu program yang dijalankan adalah PROLANIS (Program penanggulangan
penyakit kronis) dikhususkan bagi pasien hipertensi dan DM, pemerintah juga
melaksanakan program pada fasilitas kesehatan primer berupa pendekatan faktor
resiko penyakit melalui konseling dan deteksi dini (pemeriksaan gula darah) serta
meningkatkan penyuluhan gizi seimbang diikuti dengan aktivitas fisik diperlukan
untuk mengatasi obesitas. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui gambaran pola diet
yang berhubungan dengan kejadian DM. Metode: Penelitian dilakukan dengan metode
cross sectional dengan kriteria sampel sesuai data inklusi, dilakukan dengan
mengumpulkan sumber referensi ilmiah dari database Google Scholar dan pubmed.
Hasil: Analisis didapatkan dua jurnal nasional dan satu jurnal internasional yang
menjelaskan bahwa pola diet berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus adalah
pola diet yang terkontrol sehingga berpengaruh terhadap kebiasaan makan, dapat
mengendalikan kadar glukosa darah dan dapat menjaga berat badan ideal.
penatalaksanaan diet yaitu karbohidrat terdapat dalam berbagai bentuk, termasuk gula
sederhana atau monosakarida, dan unit-unit kimia yang kompleks yaitu disakarida dan
polisakarida. Simpulan dan saran dari literature review diharapkan bagi penelitian
selanjutnya dapat melakukan penelitian yang lebih menarik lagi agar dapat menambah
pengetahuan tentang pola diet yang berhubungan dengan diabetes mellitus
Hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pemeriksaan IVA (inspeksi visual asam asetat ) pada wanita usia subur : literature review
Kanker serviks merupakan penyakit tidak menular yang menyerang bagian uterus
perempuan dan termasuk urutan ke-8 kasus kanker terbesar di dunia. Kanker serviks
tidak menimbulkan gejala awal dan mulai terdeteksi saat stadium lanjut. Terdapat hal
yang dapat dilakukan untuk melakukan deteksi dini kanker serviks seperti dengan
melakukan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Tetapi wanita usia subur
masih rendah dalam melakukan perilaku pemeriksaan IVA. Rendahnya perilaku
seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengetahuan dan sikap seseorang.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap
terhadap perilaku pemeriksaan IVA pada wanita usia subur. Penelitian dilakukan
dengan metode literature review. Hasil dari penelitian ini di dapatkan 12 jurnal yang
diterima. Terdapat dua jurnal yang membahas terkait dengan faktor yang dapat
mempengaruhi perilaku pemeriksaan IVA. Kemudian tujuh jurnal yang membahas
hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku pemeriksaan IVA dan tiga
jurnal yang membahas pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap pengetahuan dan
sikap tentang pemeriksaan IVA. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat
hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pemeriksaan IVA pada
wanita usia subur
Pengaruh ergonomic intervention dan workplace stretching exercise terhadap penurunan keluhan musculoskeletal disorders pada pekerja kantoran : narrative review
Latar Belakang : Gangguan musculoskeletal dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti peregangan otot yang berlebihan, aktivitas berulang, sikap kerja tidak alamiah
sebagai faktor pekerjaan dan faktor individu serta faktor lain seperti tekanan, getaran dan mikroklimat yang dapat menyebabkan terjadinya keluhan sistem musculoskeletal.
Apabila kondisi tersebut tidak segera dipulihkan ataupun diberikan penanganan, maka keluhan MSDs akan berkembang. Salah satu intervensi yang dapat diberikan pada pekerja kantoran diantaranya adalah Ergonomic Intervention dan Workplace Stretching Exercise untuk pencegahan dan pengurangan keluhan MSDs. Tujuan :Untuk mengetahui pengaruh Ergonomic Intervention dan Workplace Stretching
Exercise terhadap penurunan nyeri Musculoskeletal Disorders pada pekerja kantoran. Metode : Narrative review dengan metode PICO yang merupakan akronim dari 4 komponen : P (patient, population, problem), I (intervention, prognostic factor,exposure), C (comparison, control), dan O (outcome) dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pencarian artikel dilakukan dibeberapa database seperti PubMed,
Google Scholar, dan Science Direct. Hasil : Berdasarkan 10 artikel yang telah direview bahwa Ergonomic Intervention dan Workplace Stretching Exerciseberpengaruh dalam penurunan nyeri Musculoskeletal Disorders pada pekerja kantoran. Kesimpulan : Terdapat pengaruh Ergonomic Intervention dan Workplace Stretching Exercise terhadap penurunan nyeri Musculoskeletal Disorders pada pekerja kantora
Hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus tipe II : literature review
Menurut International Diabetes Federation pada tahun 2017, sekitar 425 juta orang
di seluruh dunia menderita DM. Salah satu tindakan preventif dari penyakit DM
adalah dengan melakukan diet. Dukungan keluarga sangat berpengaruh bagi
penderita DM terhadap kepatuhan diet. Dampak positif dari dukungan keluarga
dalam menjalankan diet bagi penderita DM yaitu dapat mengontrol apa yang
dianjurkan oleh tenaga kesehatan dalam menjalankan dietnya, sehingga penderita
DM termotivasi untuk tetap menjalankan diet dan berkeinginan utuk
mempertahankan atau memperbaiki kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui bagaimana dukungan keluarga mempengaruhi penderita diabetes melitus
tipe II saat menjalani kepatuhan diet berdasarkan penelusuran literature review.
Penelitian ini menggunakan metode penelusuran literature dilakukan melalui Google
Schoolar, dan PubMed. Kata kunci yang digunakan dalam bahasa Inggris "Family
Support AND Diet Compliance AND Type 2 Diabetes Melitus. Penelusuran
dilakukan dari Januari 2017 sampai Desember 2022. Hasil analisa didapatkan bahwa
dari empat jurnal, tiga diantaranya terdapat hubungan antara dukungan keluarga
terhadap kepatuhan diet pada penderita DMT2. Semakin baik dukungan keluarga,
maka semakin baik pula kepatuhan diet penderita DMT2. Hasil dari penelitian ini
dukungan keluarga dapat mempengaruhi kepatuhan diet pada penderita DMT2.
Sehingga semakin baik dukungan keluarga yang dimiliki pasien, maka semakin baik
pula kepatuhan diet penderita DMT2. Saran saya, anggota keluarga dapat
meningkatkan dukungan kepada anggota keluarga yang menderita DMT2 dalam
meningkatkan kepatuhan dietnya agar dapat mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut
Efektivitas short foot exercise dan towel toe curl exercise terhadap peningkatan arcus pedis pada pes planus : narrative review
Latar Belakang: Berjalan mempunyai peranan penting dalam beraktifitas,anggota gerak yang berperan penting dalam menyokong, menstabilkan, menyeimbangkan tubuh ketika beraktifitas adalah kaki, diperlukan bentuk arcus kaki yang sesuai. Bentuk arcus pada telapak kaki memiliki 3 macam diantaranya normal foot, pes planus, dan cavus foot yang semuanya memliki karakter yang berbeda-beda, penelitian ini terfokus pada pes planus. Pes Planus merupakan kondisi orthopedik klinis dimana arkus longitudinal medial tidak tampak sejak lahir dan area tersebut tertimbun jaringan lemak. kondisi pes planus terjadi perubahan pada struktur anatomis, terdapat kelemahan otot pada tungkai terutama pada otot intrinsik. Apabila otot-otot instrinsik mengalami kelemahan menyebabkan hilangnya arcus yang mengakibatkan hiperpronasi kaki ketika menumpu tubuh. Tujuan: Mengetahui apakah ada efektifitas peningkatan arcus pedis pada pes planus dengan pemberian short foot exercise dan towel toe curl exercise. Metode Penilitian: menggunakan metode narrative review dengan metode PICO,mengumpulkan sepuluh artikel penelitian sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, yang di dapatkan dari pubmed, sciencedirect, googleschoolar lalu dilakukan review. Hasil Penelitian: Ada efektifitas pemberian short foot exercise dan towel toe curl exercise terhadap peningkatan arcus pedis pada pes planus. Kesimpulan: Pemberian intervensi short foot exercise dan towel toe curl exercise sama-sama dapat meningkatkan arcus pedis pada pes planus. Terdapat perbedaan efektifitas yaitu short foot exercise lebih efektif dibandingkan towel toe curl exercise dalam meningkatkan arcus pedis pada pes planus. Saran: Peneliti selanjutnya disarankan agar melakukan studi terhadap faktor-faktor lain yang mempengaruhi penurunan arcus pedi
Hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada remaja kelas XII di SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta
Latar belakang : Penyebab stres pada remaja yaitu karena stres akademik, stres fisik, stres sosial,
masalah keluarga, hubungan dengan lawan jenis, dan bullying. Salah satu faktor penyebab sering
terjadinya stres pada remaja yaitu adanya tugas pembelajaran dari sekolah. Siswa yang rentan
mengalami stres dapat mengganggu dalam pemenuhan kualitas tidurnya. Tujuan : Mengetahui
hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada remaja kelas XII di SMK Kesehatan Cipta
Bhakti Husada Yogyakarta. Metode : Menggunakan metode cross sectional dengan desain
deskriptif korelasi. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 77
responden. Analisa data menggunakan uji statistik Kendall Tau. Hasil : Hasil penelitian
menunjukkan tingkat stres pada remaja kelas XII di SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada
Yogyakarta dengan kategori normal sebanyak 42 responden (54,5%), kualitas tidur pada remaja
kelas XII di SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta dengan kategori sedang sebanyak
40 responden (51,9%). Didapatkan nilai signifikan (p=0,003) dimana p<0,05, Simpulan :
Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur pada remaja kelas XII di SMK
Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta. Saran : Diharapkan agar remaja dapat menjadikan
stres sebagai motivasi, melainkan bukan suatu tekanan sehingga tidak berakibat buruk bagi
kesehatan terutama pada kualitas tidurnya
Hubungan beban kerja dengan burnout perawat pada era pandemi Covid 19 di Instalasi Rawat Inap Rsud Panembahan Senopati Bantul
Perawat sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, pada tanggal 12
Maret 2020 covid 19 masuk ke Indonesia, hal ini menyebabkan bertambahnya beban kerja pada
perawat dan berdampak pada keadaan jiwa maupun fisik perawat yang bertugas di Instalasi
Rawat Inap RSUD Panembahan Senopati Bantul. Penelitian ini dilakukan guna
mengidentifikasi hubungan beban kerja dengan burnout pada perawat yang bertugas di
Instalasi Rawat Inap RSUD Panembahan Senopati Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif dengan rancangan deskriptif correlation dengan menggunakan desain penelitian
Cross Sectional, sampel yang digunakan yaitu random sampling menggunakan lembar
kuesioner beban kerja yang diadopsi dari Nursalam (2020) dan kuesioner Maslach Burnout
Inventori (1981). Analisa data yang digunakan adalah uji Chi-Square. Beban Kerja perawat di
Instalasi Rawat Inap RSUD Panembahan Senopati Bantul, didapatkan hasil bahwa penilaian
beban kerja mayoritas adalah dengan kategori ringan yaitu sebanyak 33 responden (51,6%),
sedangkan paling sedikit yaitu dengan kategori berat yaitu sebanyak 7 responden (10,9%), dan
dengan kategori sedang yaitu sebanyak 24 responden (37,5%). Kejadian burnout didapatkan
hasil bahwa 56 responden (45%) tidak mengalami gejala burnout, dan 8 responden (12,5%)
mengalami gejala burnout. Dengan keeratan koefisien 0,020, yang berarti keeratan hubungan
antara dua variabel sebesar 02% hal ini menunjukan bahwa beban kerja tidak mempengaruhi
kejadian burnout. Hasil penelitian ini dengan mengetahui hubungan beban kerja dengan
burnout perawat pada era pandemi covid 19 di Instalasi Rawat Inap Panembahan Senopati
Bantul, sehingga dapat diketahui tidak ada hubungan antara beban kerja dengan burnout pada
perawat, diharapkan dapat lebih mengembangkan ilmu pengetahuan dalam lingkup manajemen keperawatan
Pengaruh pemberian ultrasound terhadap penurunan nyeri pada kasus carpal tunnel syndrome : narrative review
Latar Belakang: Penderita carpal tunnel syndrome mengalami terjadinya gangguan sensoris dan motorik pada tangan dan jari-jari,gangguan motoric berupa berkurangnya kekuatan genggaman dan gangguan sensoris salah satunya ialah terjadianya parasthesia. Pada penderita carpal tunnel syndrome juga merasakan nyeri sehingga dapat membatasi fungsi dari pergelangan tangan yang dapat berpengaruh pada aktivitas sehari-hari sehingga menimbulkan kerugian akibat menurunnya produktivitas disetiap aktivitas. Tujuan: Untuk mengetahui dosis dan waktu intervensi ultrasound serta mengetahui bagaimana mekanisme penurunan nyeri pada kasus carpal tunnel syndrome. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu narrative review dengan (Population/Patient/Problem,Intervention,Comparation,and
outcome). Jurnal yang dicari berasal dari 3 database yaitu Google Scholar dengan hasil 7.390,Science Direct dengan hasil 100 jurnal dan Pubmed dengan hasil 24 jurnal. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah artikel yang berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris dan full text tentang bagaimana pengaruh ultrasound tehadap penurunan nyeri pada kasus carpal tunnel syndrome yang diduplikasi tahun 2012-2022. Hasil: Dari pencarian keseluruhan 3 database berjumlah 7.514 terdapat 10 artikel yang sesuai kriteria inklusi dan dijadikan database dalam penelitian ini. Dari
10 artikel yang didapat,pada karakteristik usia mulai dari 25 tahun hingga 70 tahun dan responden yang dilakukan penelitian lebih banyak pada perempuan. Untuk alat ukur,9 artikel menggunakan visual analog scale (VAS) dan 1 artikel menggunakan numeric pain rating scale (NPRS). Untuk dosis dari 10 artikel yang didapat ialah 5-15 menit per sesi,frekuensi 1MHz dan rata-rata intensitas 0,8-1,5 W/cm2 Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian ultrasound terhadap penurunan nyeri pada kasus carpal tunnel syndrome
Hubungan motivasi kerja perawat terhadap kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan berbasis elektronik merupakan
aspek penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Salah satu
faktor yang yang mempengaruhi pendokumentasian asuhan keperawatan adalah
motivasi kerja perawat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dirumah sakit PKU
Muhammadiyah Yogyakarta menunjukkan bahwa belum optimalnya motivasi kerja
perawat dalam melaksanakan pendokumentasian asuhan keperawatan berbasis
elektronik.
Mengetahui hubungan antara motivasi kerja perawat terhadap kelengkapan
pendokumentasian asuhan keperawatan.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan deskriptif korelasi
dengan pendekatan waktu cross sectional, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan
antara motivasi kerja perawat terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan berbasis
elektroni di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jumlah sampel dalam penelitian ini
berjumlah 60 responden.
Penelitian terhadap motivasi kerja perawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sebagian
besar kategori cukup sebanyak 53 (88,3%) dan kelengkapan pendokumentasian asuhan
keperawatan sebagian besar kategori cukup sebanyak 42 (70%). Hasil perhitungan statistic
uji spearman rank diperoleh p value = 0,024 (p<0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat
hubungan yang signifikan antara motivasi kerja perawat terhadap kelengkapan
pendokumentasian asuhan keperawatan berbasis elektronik di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Terdapat hubungan motivasi kerja perawat terhadap kelengkapan pendokumentasian asuhan
keperawatan berbasis elektronik di RS PKU Muhammadiyah Yogyakart.
Perawat perlu meningkatkan motivasi kerja dalam melaksanakan pendokumentasian asuhan
keperawatan, karena pendokumentasian asuhan yang baik dapat meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan dirumah sakit
Hubungan tingkat pengetahuan sikap kerja yang ergonomis terhadap nyeri punggung bawah pada supir bus di Yogyakarta
Latar Belakang: pekerja berisiko mendapat kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang timbul karena hubungan kerja atau yang
disebabkan oleh pekerjaan. posisi yang baik dan benar pada seorang pekerja ketika
melakukan pekerjaan dapat meminimalkan penyakit yang timbul akibat dari posisi yang
salah. Oleh karena itu pentingnya pengetahuan bagi para pekerja tentang posisi kerja yang
ergonomis agar meminimalisir resiko penyakit pada pekerja. Tingkat pengetahuan adalah
tingkatan uraian terkait pemahaman dari supir bus mengenai posisi kerja yang ergonomis
Ketika melakukan pekerjaan, dimana posisi kerja yang tidak ergonomis dapat
menimbulkan penyakit. Tujuan: tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui Hubungan
Tingkat Pengetahuan Sikap Kerja yang Ergonomis Terhadap Nyeri Punggung Bawah Pada
Supir Bus di Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian korelasi
menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectiona, dengan
jumlah sampel sebanyak 62 orang supir bus. Instrument penelitian dengan menggunakan
alat ukur Visual Analogue Scale (VAS) dan kuesioner pengolahan data dengan
menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Teknik pengujian
hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Uji Rank Spearmen Test. Hasil: uji Rank
Spearmen Test menyimpulkan hubungan sangat lemah. Angka koefisien korelasi bernilai
negative, hubungan kedua variable tersebut bersifat tidak searah. Simpulan: disimpulkan
tidak ada hubungan antara Tingkat pengetahuan sikap kerja yang ergonomis trhadap nyeri
punggung bawah pada supir Bus di Yogyakarta. Saran: dengan menambahkan variabel
lain, dan instrument yang lebih akurat dibandingkan kuesioner seperti wawancara yang
dilakukan secara detail kepada responden