DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan antara komitmen organisasi dengan kinerja pengurus dewan perwakilan mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Komitmen organisasi merupakan suatu keadaan dimana seseorang memilih untuk terlibat, memihak, dan mempertahankan keanggotaan dalam organisasi. Disisi lain, kinerja membutuhkan peran serta keterlibatan dan loyalitas para pengurus untuk mencapai kinerja Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. yang maksimal. Salah satu faktor penyebab rendahnya kinerja Dewan Perwakilan Mahasiswa UNISA Yogyakarta yakni faktor personal dimana hal ini berasal dari dalam diri pengurus tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komitmen organisasi dengan kinerja pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa UNISA Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Subjek penelitian adalah pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa UNISA Yogyakarta dengan teknik sampling jenuh. Pengambilan data menggunakan skala likert dan dianalisis menggunakan pearson correlation product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara antara komitmen organisasi dengan kinerja pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa UNISA Yogyakarta. Hasil analisis correlation product moment dengan taraf signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi 0,821 yang artinya kedua variabel memiliki hubungan positif yang kuat dimana semakin tinggi komitmen organisasi maka semakin tinggi kinerja pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa UNISA Yogyakarta begitupun sebaliknya
Hubungan dukungan sosial terhadap tingkat stres mahasiswa keperawatan anestesiologi semester akhir dalam mengerjakan skripsi di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Latar Belakang : Proses mahasiswa dalam mengerjakan skripsi rentan mengalami
stres. Stres adalah suatu keadaan yang dihasilkan oleh perubahan lingkungan yang
diterima sebagai suatu hal yang menantang, mengancam atau merusak terhadap
keseimbangan seseorang. Dukungan sosial dapat menghilangkan efek stres, dapat
mengatasi peristiwa stres, dan mengurangi potensi stres yang menyebabkan
masalah kesehatan.
Tujuan : Untuk mengetahui Hubungan Dukungan Sosial dengan Tingkat Stres
Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi dalam Proses Mengerjakan Skripsi di
Universitas Aisyiyah Yogyakarta.
Metode Penelitian : Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di
Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Sampel dalam penelitian ini yaitu mahasiswa
Semester Akhir DIV Keperawatan Anestesiologi Angkatan 2019 Universitas
Aisyiyah Yogyakarta dengan sampel berjumlah 80 orang dengan pengambilan sampel
menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji
korelasi Spearman Rank.
Hasil: Dari 80 responden diketahui terdapat 61 responden (76,25)% kategori
dukungan sosial tinggi. 53 responden (66,25%) kategori stres sedang. Terdapat
hubungan antara dukungan sosial terhadap tingkat stres mahasiswa keperawatan
anestesiologi yang sedang mengerjakan skripsi di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
dengan nilai Sig sebesar 0.004 < 0,05.
Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial terhadap
tingkat stres mahasiswa keperawatan anestesiologi yang sedang mengerjakan
skripsi.
Saran: Diharapkan dapat menggunakan atau mengembangkan dengan metode
penelitian yang berbeda sehingga dapat mengambangkan penelitian in menjadi
lebih baik lagi
Hubungan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) di IBS RS PKU Muhammadiyah Bantul
Latar Belakang: Upaya Kesehatan dan keselamatan di rumah sakit khususnya di ruang
operasi sangat penting, karena semua tindakan dapat menimbulkan risiko infeksi. Salah
satu upaya untuk menciptakan kesehatan dan keselamatan kerja di RS yaitu dengan
menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Saat memilih APD, tenaga kesehatan harus
mempertimbangkan jenis paparan dan memiliki pengetahuan tentang APD. Penggunaan
Alat Pelindung Diri (APD) di rumah sakit di Indonesia ternyata hanya 40% dan rata-rata
hanya menggunakan salah satu APD (apron, sarung tangan, atau masker saja).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tingkat
kepatuhan tenaga kesehatan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di IBS RS
PKU Muhammadiyah Bantul.
Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan
studi korelasi. Metode pengumpulan data yaitu penelitian observasional analitik dengan
menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan
Teknik total sampling yang berjumlah 24 responden dengan kriteria inklusi dan ekslusi.
Hasil: Hasil uji Eta diperoleh nilai significancy sebesar 0,000<0,050 dengan koefisien
korelasi sebesar 0,464. Mayoritas responden dengan pengetahuan tinggi dan patuh
sebanyak 12 responden (70,6%). Responden dengan pengetahuan sedang dan patuh
sebanyak 6 reponden (100%). Sedangkan responden yang tidak patuh dengan
pengetahuan tinggi sebanyak 5 responden (29.4%), dan pengetahuan rendah sebanyak 1
responden (100%).
Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan tenaga
kesehatan di IBS RS PKU Muhammadiyah Bantul dalam penggunaan APD.
Saran: Untuk penelitian selanjutnya yaitu diperlukan penelitian lebih lanjut dengan
variabel yang lebih banyak untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan
APD di tempat kerja
Pengaruh pemberian informasi tentang prosedur pembiusan terhadap kecemasan pada pasien pre operasi diabetes melitus di RSU PKU Muhammadiyah Bantul
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan peningkatan kadar glukosa darah karena gangguan dari produksi insulin. Kecemasan pada penderita diabetes melitus karena menganggap diabetes melitus sebagai penyakit menakutkan yang berdampak negatif terhadap kelangsungan kecemasan individu.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pemberian informasi tentang prosedur pembiusan terhadap kecemasan pada pasien pre operasi diabetes melitus di RSU PKU Muhammadiyah Bantul.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian quasi-eksperimen dengan pendekatan non randomized control group pretest postest design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan consecutive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden dengan 15 kelompok eksperimen dan 15 kelompok kontrol.
Hasil Penelitian: Kecemasan pasien pre operasi sebelum pemberian informasi paling banyak yaitu panik sebanyak 8 responden (53.3%). Kecemasan pasien pre operasi setelah pemberian informasi paling banyak yaitu kecemasan ringan dan kecemasan sedang sebanyak 6 responden (40.0%). Berdasarkan uji hasil beda Wilcoxon signed renk test didapatkan p value sebesar 0.001. Penelitian ini menunjukkan nilai p value < α (0.05) yang berarti penelitian ini ada pengaruh pemberian informasi tentang prosedur pembiusan pada pasien pre operasi diabetes melitus.
Simpulan: Terdapat perbedaan signifikan kecemasan pasien pre operasi sebelum dan sesudah pemberian informasi tentang prosedur pembiusan pada pasien pre operasi diabetes melitus.
Saran: Hasil penelitian ini diharapkan sebagai evaluasi dan masukan bagi rumah sakit untuk intervensi pemberian informasi tentang prosedur pembiusan dalam menurunkan kecemasan pasien pre operasi diabetes melitus
Pengaruh Terapi Relaksasi Nafas Dalam dan Aromaterapi Chamomile terhadap Nyeri pada Pasien Post Operasi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Latar belakang: Nyeri setelah pembedahan terjadi karena dampak dari jahitan atau tindakan medis
yang berkaitan dengan tindakan yang sudah dilakukan atau proses pemulihan. Nyeri merupakan
pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan, baik
aktual maupun potensial. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi nafas dalam dan
aromaterapi Chamomile terhadap nyeri pada pasien post operasi di Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Yogyakarta. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Teknik
pengambilan sampel menggunakan kuota sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 45
responden yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok intervensi terapi relaksasi nafas dalam,
intervensi aromaterapi Chamomile, dan kelompok kontrol. Masing-masing kelompok terdiri dari 15
responden. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Pengumpulan
data menggunakan lembar skala nyeri. Alat ukur yang digunakan adalah Numeric Rating Scale (NRS).
Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian: Analisis Wilcoxon menunjukkan rata-rata
tingkat nyeri sebelum dan setelah dilakukan terapi relaksasi nafas dalam dan aromaterapi Chamomile
mengalami penurunan dengan diperoleh p-value sebesar 0,001 < 0,05, artinya terdapat perbedaan
yang signifikan tingkat nyeri sebelum dan setelah diberikan intervensi pada kelompok terapi relaksasi
nafas dalam dan aromaterapi Chamomile. Simpulan: Terdapat pengaruh terapi relaksasi nafas dalam
dan aromaterapi Chamomile terhadap nyeri pada pasien post operasi di Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Yogyakarta. Aromaterapi Chamomile lebih efektif terhadap nyeri pada pasien post
operasi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Saran: Diharapkan pasien post operasi
yang mengalami nyeri dapat melakukan manajemen nyeri secara non farmakologi yaitu dengan terapi
relaksasi nafas dalam dan aromaterapi Chamomile pada saat tidak terikat dengan terapi farmakologi
Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja pada Perawat Instalasi Gawat Darurat RS PKU Muhammadiyah di Yogyakarta
Latar belakang : Stres kerja merupakan masalah yang timbul akibat berbagai jenis
pemicu seperti beban kerja seseorang yang berlebih. Beban kerja yang berlebih dapat
menyebabkan perawat mengalami ketidakfokusan terhadap perawatan yang akan
diberikan kepada pasien. Dampak yang ditimbulkan akibat ketidakfokusan perawat
dapat memebahayakan keselamatan pasien.
Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Hubugan Beban Kerja Dengan Stres
Kerja Pada Perawat Instalasi Gawat Darurat RS PKU Muhammadiyah di Yogyakarta.
Metode Penelitaian : Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain
analitik korelasi. dengan pendektan Cross Sectional. Populasi dari penelitian ini
adalah perawat di RS PKU Muhammadiyah di Yogyakarta dan RS PKU
Muhammadiyah Gamping sebanyak 48 orang. Teknik pengambilan data
menggunakan total sampling dengan menerapkan kriteria inklusi & esklusi. Data
diamabil menggunakan kuersioner beban kerja dan stress kerja yang sudah baku.
Analisi data dalam penelitian ini menggunakan uji statistika Spearman Rank.
Hasil Penelitian :Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan
stress kerja pada perawat instalasi gawat darurat RS PKU Muhammadiyah di
Yogyakarat, yang ditunjukan dengan hasil analisis koefisien korelasi dengan nilai
sebesar 0,426 > dengan nilai p value = 0,003 dimana nilai tersebut lebih rendah dari
0,05, artinya H
1
: diterima dan H
0
: ditolak, sehingga ada hubungan yang sinifikan
antara beban kerja dengan stress kerja pada perawat instalasi gawat darurat RS PKU
Muhammadiyah di Yogyakarta
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara beban kerja dengan stress kerja pada perawat
instalasi gawat darurat RS PKU Muhammadiyah di Yogyakarat.
Saran : Hasil penelitian ini di harapkan dapat menambah pemahaman
perawat,sehingga dapat menggunakan koping yang tepat dalam menghindari stres
kerja apabila mengalami hal tersebut
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Posyandu Lansia Dusun Kramatan Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Latar Belakang: Populasi jumlah lansia yang terus meningkat menyebabkanpeningkatan Usia Harapan Hidup (UHH). Kelompok lansia mengalami penurunankesehatan baik disebabkan oleh penyakit ataupun secara alamiah. Pemerintah
membangun upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan lansia melalui posyandulansia. Namun pada prakteknya pemanfaatan posyandu masih jauh dari target yang
diharapkan. Masih banyak lansia yang tidak aktif mengikuti posyandu. Keluargamemeiliki tugas dalam pemeliharaan kesehatan keluarga.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungankeluarga dengan keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu lansia.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptifcorrelation dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Melibatkan 48
lansia yang berusia 50-80 tahun di Dusun Kramatan Nogotirto Gamping SlemanYogyakarta. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive samplingmenggunakan lembar kuisioner, analisis data yang digunakan uji Chi-Square.
Hasil: Hasil penelitian didapatkan dukungan keluarga mayoritas kurang yaitu
sebanyak 60,4% , dan keaktifan lansia mengikuti posyandu sebagian besar tidak aktifyaitu sebanyak 62,5%.
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan
keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu lansia dengan nilai signifikansi 0,000
yang artinya lebih kecil dati 0,05. Disarankan bagi keluarga untuk meningkatkandukungannya kepada lansia agar lebih aktif mengikuti posyandu. Bagi kader danpuskesmas diharapkan meningkatkan upaya kesadaran dan kesejahteraan dalampelayanan posyandu lansia dengan pelayanan secara promotif, preventive, kuratif,dan rehabilitatif. Serta memberikan penyuluhan terkait dukungan keluarga
Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh Dengan Diabetes Mellitus Pada Pasien di Puskesmas Godean I
Latar belakang: Indeks massa tubuh yang melebihi batasan normal cenderung dapat
menjadi indikator kesehatan seseorang khususnya pada orang dengan diabetes mellitus.
Apabila indeks massa tubuh seseorang meningkat maka kadar glukosa darah akan ikut
meningkat sehingga potensi seseorang mengalami diabetes mellitus akan semakin tinggi.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan diabetes mellitus
pada pasien di Puskesmas Godean I.
Metode: Penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan
jumlah sampel 60 responden pasien kunjungan baru yang terdiagnosa diabetes mellitus
tipe I dan tipe II di poli klinik Puskesmas Godean I. Uji Analisis menggunakan uji
analisis Kendall’s Tau.
Hasil: Grade indeks massa tubuh pada pasien DM tipe I mayoritas berada pada kategori
obesitas tingkat I sedangkan pada pasien DM tipe II mayoritas berada pada kategori
overweight. Dari total 60 responden, 13 pasien (21,7%) terdiagnosa diabetes mellitus
tipe I dan 47 pasien (78,3%) terdiagnosa diabetes mellitus tipe II. Mayoritas responden
berjenis kelamin perempuan sebanyak 40 pasien (66,7%) dan laki-laki sebanyak 20
pasien (33,3%). Hasil analisis Kendall’s Tau didapatkan p=0,022 (p<0,05) yang artinya
terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan diabetes mellitus pada pasien di
Puskesmas Godean I.
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan diabetes
mellitus pada pasien di Puskesmas Godean I dan diharapkan pasien diabetes mellitus
akan selalu semangat dalam menurunkan berat badan berat badan agar glukosa darah
tetap terkontrol
Perbedaan pengaruh latihan foam roller dan latihan postural corrective terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada mahasiswa dengan kondisi forward head posture
Latar Belakang: Tingginya aktivitas penggunaan gadget di kalangan mahasiswa beresiko
menimbulkan nyeri leher yang dapat mengganggu kemampuan fungsional, yang ketika tidak
segera di tangani maka dapat berpotensi menyebabkan gangguan mengarah pada Forward
Head Posture. Penelitian ini meggunakan latihan Foam Roller yang bertujuan untuk
memberikan efek fisiologis relaksasi pada otot yang mengalami spasme dan latihan Postural
Corrective yang bertujuan untuk memperaiki kondisi postural.Tujuan Penelitian:
Mengetahui perbedaan pengaruh dari laihan Foam Roller dan latihan Postural Corrective
terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada mahasiswa dengan kondisi Forward
Head Posture. Metode: Eksperimental dengan pendekatan quasi experiment, sample
berjumlah 70 orang. Instrument penelitian menggunakan questioner Neck Disability Index,
serta analisis data yang digunakan adalah uji statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji
hipotesis. Hasil: Uji hipotesis I dan II (p<0,05) terdapat pengaruh latihan foam roller dan
latihan postural corrective, hipotesis III (p<0,05) terdapat perbedaan perbedaan pengaruh
Simpulan: Terdapat perbedaan pengaruh latihan foam roller dan latihan postural corrective
terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada mahasiswa dengan kondisi forward head
posture. Latihan postural corrective lebih berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan
fungsional pada mahasiswa dengan kondisi forward head posture. Saran: Peneliti
selanjutnya dapat menganalisis lebih dalam lagi terkait latihan Foam Roller atau latihan
Postural Corrective yang di kombinasikan dengan intervensi lainnya untuk mengetahui
latihan mana yang lebih berpengaruh
Hubungan perilaku bermain game online mobile legends dengan Interaksi sosial pada remaja
Pada hakekatnya manusia adalah mahkluk sosial yang tidak dapat lepas dengan manusia lainnya dan mempunyai hasrat untuk berkomunikasi atau bergaul dengan orang lain. Ditinjau dari sudut pekembangan manusia, kebutuhan untuk berinteraksi sosial yang paling menonjol terjadi pada masa remaja. Pada masa remaja, seorang individu berusaha untuk menarik perhatian orang lain menghendaki adanya popularitas dan kasih sayang dari teman sebaya. Remaja secara pisikologis dan sosial berada dalam sosial dan berada dalam situasi yang peka dan kritis. Peka terhadap perubahan, mudah terpengaruh oleh berbagai perkembanngan di sekitarnya (Hrlock, 2008).
Penelitian ini mengunakan jenis penelitian kuantitatif korelasional dimana penelitian ini digunakan dengan analisa melalui perhitungan angka. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah remaja daerah istimewa Yogyakarta (DIY). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik perhitumgan angka. sampel yang digunakan adalah remaja di wilayah DIY yang berjumlah 100 orang. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner. Análisis data menggunakan uji korelasi Pearson.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan perilaku bermain game online mobile legends dengan interaksi sosial yang ditunjukan dengan nilai signifikansi 0,000<0,05.
Tabel menunjukkan bahwa nilai sumbangan relatif untuk kedua variabel yang dilihat dari tabel measure of association yakni menunjukkan nilai R square sebesar 0,257. Artinya hubungan bermain game online terhadap interaksi sosial remaja pada remaja sebesar 25,7%. Sementara sisanya 74,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi variabel interaksi sosial remaja