DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Efektivitas dan keamanan vaksin covid-19 dalam populasi pediatrik
Pada Desember 2019 dilaporkan terdapat kasus pneumonia yang tidak diketahui
penyebabnya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. WHO mengumukan nama baru
dari penyakit tersebut yaitu Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan
oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS- CoV-2).
COVID-19 terus menyebar hingga ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia..
Meskipun infeksi pada anak-anak umunya ringan, namun populasi tersebut rentan
terkena Multysystem Infammantorry Syndrom in Child (MIS-C) yang sangat
membahayakan. Pemberian vaksin COVID-19 merupakan salah satu bentuk upaya
proteksi terhadap penyakit tersebut. Selain pada orang dewasa, vaksin pada anak-anak
juga diperlukan untuk mengendalikan infeksi COVID-19 dan membentuk herd
immunity. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan vaksin
COVID-19 yang saat ini telah beredar dalam mengendalikan COVID-19 serta
mengetahui merk vaksin COVID-19 yang efektif dan aman untuk populasi pediatrik.
Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review dengan
menganalisis artikel-artikel terpilih yang didapatkan melalui database Google
Schoolar. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan tiga jenis merk vaksin yang telah
melakukan penelitian ekspreimental mengenai efektivitas dan keamanan vaksin
COVID-19 untuk populasi pediatrik. Jenis merk vaksin tersebut adalah SinoVacCoronaVac
(usia 3 – 17 tahun dan 3 – 5 tahun) Moderna-mRNA-1273 (usia 12 – 16
tahun dan 6 – 11 yahun) dan Pfizer BioNTech-BNT16b2b (usia 12 – 15 tahun dan 5 –
11 tahun). Dari ketiga vaksin tersebut, vaksin dari Sinovac terbukti memiliki
keefektivan dan keamanan terbaik yang dibuktikan dengan efek samping paling rendah
dan dapat menginduksi respon humoral pada anak-anak dan remaja usia 3 – 17 tahun.
Vaksin dari Sinovac merupakan vaksin yang hingga saat ini direkomendasikan oleh
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk usia 6 tahun ke atas
Literature review: analisa perbandingan metode uji rdt (rapid diagnostic test) dengan pemeriksaan mikroskopik sediaan darah tipis sebagai baku emas pemeriksaan malaria
Malaria merupakan penyakit menular dan masih menjadi masalah kesehatan bagi
masyarakat di Indonesia yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anophele,
pemeriksaan yang sering dilakukan dalam mendiagnosis metode yang saat ini
masih sering dilakukan yaitu pemeriksaan RDT dan pemeriksaan mikroskopik.
Mengetahui perbandingan hasil tingkat efektifitas antara RDT dengan
pemeriksaan mikroskopik sediaan darah tipis sebagai baku emas pemeriksaan
malaria melihat dari segi nilai sensitivitas dan spesifitas. Metode dalam pencarian
sumber data artikel dilakukan melalui database Google Scholar dan crossref
(2011-2021) untuk mengambil artikel yang relevan yang diterbitkan dalam bahasa
inggris dan bahasa indonesia. Istilah dan frasa kunci yang terkait dengan RDT
examination and microscopic examination of malaria. Berdasarkan hasil literature
review dari 10 jurnal yang terdiri dari hasil yang ditemukan hampir semua
menyatakan bahwa diagnosis menggunakan metode RDT tidak efektif dalam
sensitivitas dan spesifisitas, namun pada jurnal 2 dan 4 memilki nilai sensitivitas
dan spesifisitas yang paling rendah hal ini dikarenakan sensitivitas pemeriksaan
RDT dipengaruhi oleh kepadatan parasit dan pada jurnal 8 pemeriksaan RDT
menunjukkan nilai sensitivitas yang lebih tinggi daripada mikroskop pada semua
kelompok umur. Pada pemeriksaan RDT, dapat menunjukkan nilai sensitivitas
yang lebih tinggi pada anak usia 13 bulan hingga 5 tahun, menurun seiring
bertambahnya usia. RDT juga menunjukkan spesifisitas yang lebih tinggi daripada
mikroskop pada semua kelompok umur, karena kedua teknik lebih spesifik pada
anak di bawah usia 12 bulan dan di atas 15 tahun. Berdasarkan literature review
dari 10 jurnal penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa perbandingan kinerja
pemeriksaan mikroskopis terbukti lebih efektif dari pemeriksaan RDT dilihat dari
segi nilai sensitivitas dan spesifisitas dalam memberikan hasil diagnosa
pemeriksaan malaria
Literature review : hubungan tempat penampung air dengan kepadatan jentik nyamuk aedes aegypti sebagai vektor penyakit demam berdarah dengue
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan komplikasi dari demam Dengue yang memburuk disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan sampai saat ini merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di
Indonesia. Kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti dan tempat penampung air sebagai indikator penularan dan penyebaran DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tempat penampung air dan kepadatan jentik nyamuk Aedes
aegypti dengan resiko penularan penyakit Demam Berdarah Dengue. Metode yang digunakan yaitu menggunakan systematic review dengan penelusuran 10 jurnal penelitian terdahulu yang memiliki persamaan topik dalam waktu terbit tahun 2011-
2021. Penelusuran jurnal dilakukan melalui Google scholar dan ScienceDirectdengan kata kunci “tempat penampung air, kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti,
dan resiko penularan penyakit demam berdarah dengue”. Hasil analisis penelitian ini terdiri dari 8 jurnal Indonesia dan 2 jurnal negara lain yang menunjukkan tidak ada hubungan tempat penampungan air dengan kepadatan jentik nyamuk Aedes
aegypti sebagai vektor penyebab penyakit demam berdarah dikarenakan jenis tempat penampungan air yang paling banyak terdapat jentik nyamuk Aedes aegypti adalah bak mandi, ember dan ban bekas serta pada setiap jenis TPA memiliki
tingkat kepadatan jentik Aedes aegypti yang berbeda
Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi di ruang instalasi bedah sentral : literatur review
Latar belakang: Pembedahan adalah tindakan pengobatan dengan cara membuka bagian tubuh
yang akan ditangani melalui sayatan dan berakhir dengan penutupan jahitan pada luka sayatan.
Menjalani tindakan pembedahan adalah pengalaman sulit bagi pasien. Ada beberapa masalah pada
saat operasi atau sesudah operasi yang membuat timbul rasa takut pada diri pasien. Pasien yang
akan menjalani pembedahan atau operasi hampir semua mengalami kecemasan pada saat pre
operasi dikarenakan banyak memikirkan bahwa tindakan operasi adalah tindakan yang
menakutkan. Dukungan keluarga sangat diperlukan untuk membantu psikologis pasien akibat
kecemasan dan sangat membantu meningkatkan semangat hidup pasien.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat
kecemasan pasien pre operasi di ruang Instalasi Bedah Sentral.
Metode penelitian: Metode dalam penulisan artikel menggunakan metode literature review,
metode ini berupa teori dan bahan-bahan penelitian yang didapatkan dari bahan acuan dan
dijadikan menjadi landasar penelitian.
Hasil penelitian: Hasil dari litelature review ini dapat dikatakan bahwa dukungan keluarga secara
efektif dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien pre operasi di IBS. Dukungan keluarga yang
tinggi terhadap responden terbukti dapat mengurangi tingkat kecemasan yang dialami responden
baik dukungan secara emosional, instrumental dan informasional.
Simpulan: Berdasarkan analisis literature review dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara
dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi.
Saran: Diharapkan bagi peneliiti selanjutnya ialah untuk melakukan penelitian terkait
penatalaksanaan kecemasan pada pasien pre operasi yang mendapatkan dukungan keluarga
Tingkat kemandirian lansia dalam pemenuhan activity of daily living (ADL) di Panti Werdha: literature review
Latar Belakang: Lansia adalah klasifikasi umur pada manusia yang telah memasuki
tahap akhir dari sebuah fase kehidupan. Semakin bertambahnya usia seseorang akan
mengalami kemunduran fisik sehingga akan mengalami kesulitan dalam memenuhi
aktifitas sehari-harinya.
Tujuan: Untuk mengetahui tingkat kemandirian lansia di Panti Werdha
Metode: Kata kunci yang digunakan ,Tingkat kemandirian, Lansia, Activity of Daily
Living. Menggunakan dua data base Google Scholar dan PubMed. Analisis
kelayakan data menggunakan JBI Critical appraisal berupa checklist for cross
sectional
Hasil dan diskusi: Penelitian ini di dapatkan 5 jurnal nasional dan 1 jurnal
internasional . Dari ke enam jurnal tersebut di dapatkan tingkat kemandirian lansia di
panti werdha termasuk dalam kategori mandiri.
Simpulan dan saran: Lansia mandiri dapat menjalankan aktifitas sehari-harinya
tanpa bantuan orang lain ,sebaliknya lansia dengan kategori ketergantungan, dalam
menjalankan aktifitas sehari-harinya dengan bantuan orang lain atau menggunakan
alat bantu
Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis: literatur review
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas
hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini
menggunakan metode literature review yang menggunakan framework PICOST
(Population, Intervention, Comparasion, Output, Study, Time)dengan pencarian artikel
menggunakan database yang relevan (Google Scholar dan PubMed) dengan kata kunci
yang telah ditetapkan yang kemudian diseleksi menggunakan diagram PRISMA yang
berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Penelusuran
didapatkan 11 artikel. Penelitian yang berfokus pada faktor-faktor kualitas hidup pada
pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis yaitu usia, jenis kelamin,
pendidikan, status perkawinan, penghasilan/ekonomi, penyakit penyerta, pengunaan
obat, penerimaan penyakit/persepsi, lama hemodialisis, mekanisme koping,
kecemasan, depresi, dan dukungan keluarga. Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup
pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis adalah usia, faktor
penyakit penyerta, penghasilan/ekonomi, mekanisme koping, kecemasan, depresi,
dukungan keluarga, penggunaan obat dan penerimaan penyakit/persepsi
Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian shivering pada pasien pasca spinal anestesi : literature review
Latar belakang: Efek samping penggunaan teknik Anestesi spinal adalah terjadinya
gangguan fungsi termoregulasi yaitu menurunnya ambang vasokontriksi yang disebabkan
karena anestesi spinal menghasilkan blok simpatis, relaksasi otot, dan blok sensoris
terhadap reseptor suhu perifer sehingga menghambat respon kompensasi terhadap suhu.
Dampak yang muncul dari kondisi tersebut adalah terjadinya reaksi menggigil (shivering).
Shivering adalah aktivitas otot tidak sadar berupa gerakan osilasi yang berfungsi untuk
menghasilkan panas tubuh. Kejadian ini dapat membahayakan keadaan pasien karena dapat
meningkatkan metabolisme konsumsi oksigen, CO2, hipoksemia arteri, tekanan intra
kranial, tekanan intraokular, dan dapat meningkatkan nyeri pasca bedah akibat tarikan luka
operasi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian
shivering pada pasien pasca spinal anestesi.
Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian literature review, artikel dikumpulkan
dengan data base pubmed dan search engine google scholar dengan menggunakan kata
kunci keywords (AND,OR): factors or etiology or faktor-faktor or penyebab, or shivering
or shaking or trembling or menggigil or tremor or gemetar, and patient post spinal
anesthesia or post anesthetic shivering or post spinal anesthesia or pasca spinal anestesi.
Sehingga diperoleh 391 jurnal dan setelah diseleksi didapatkan 7 jurnal yang akan
dilakukan penelitian.
Hasil penelitian berdasarkan artikel-artikel yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan cross sectional dan telah dilakukan penelitian didapatkan hasil bahwa
adanya faktor-faktor yang memengaruhi kejadian shivering pada pasien pasca spinal
anestesi yang saling berhubungan satu sama lainnya yaitu faktor usia, jenis kelamin, lama
operasi, indeks massa tubuh (IMT).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara yaitu faktor usia, jenis
kelamin, lama operasi, indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian shivering pada pasien
pasca spinal anestesi semua faktor tersebut berhubungan satu sama lainnya.
Saran berdasarkan analisis literature review yang teah dilakukan maka saran yang dapat
diberikan adalah diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat mengembangkan studi ini dan
dapat membandingkan variabel lainnya. Serta metode yang digunakan terkait keterbatasan
peneliti terhadap pengambilan data akibat pandemi Covid-19
Faktor penghambat penerapan askan dalam penanganan pasien dewasa pasca operasi general anestesi oleh penata anestesi di RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta
Latar Belakang: Nyeri pasca operasi disebabkan oleh suatu prosedur
pembedahan sehingga terjadi trauma dan inflamasi disekitar daerah
pembedahan. Keterampilan pengkajian nyeri pasca operasi adalah
interpretasi yang harus dilakukan dengan benar terhadap situasi klinis
untuk mendiagnosis dan melaksanakan penatalaksanaan nyeri.
Pembelajaran di lahan praktik semester lima pada bulan Mei tahun 2020
terkait pendokumentasian khususnya pasien dengan general anestesi
terdapat perbedaan. Berdasarkan studi pendahuluan ditemukan adanya
perbedaan penegakan diagnosis dan rencana ASKAN serta beberapa
bagian dilembar observasi pasca operasi yanglakukan penata anetesi.
Tujuan: Mengetahui faktor apa saja yang menghambat penerapan ASKAN
dalam penanganan pasien dewasa pasca operasi general anestesi oleh
penata anestesi di rumah sakit PKU muhammadiyah kota Yogyakarta.
Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan
menggunakan pendekatan desain studi kasus dan menggunakan data yang
bersifat primer dengan teknik in depth interview. Sample pada penelitian
ini berjumlah 4 informan penata anestesi di instalasi bedah sentral rumah
sakit PKU muhammadiyah kota Yogyakarta.
Hasil: hasil yang didapatkan dari wawancara mendalam dengan 4 informan
penata anestesi di instalasi bedah sentral rumah sakit PKU muhammadiyah
kota Yogyakarta yaitu penata anestesi tidak merasa kesulitan dalam
penerapan ASKAN pasien pasca general anestesi. Terdapat perbedaan
pengisian dokumentasi diagnosis dan rencana ASKAN yaitu dengan
asuhan keperawatan. Serta kelengkapan lembar observasi pasien pasca
general anestesi terisi secara lengkap.
Kesimpulan: tingkat pendidikan, pengetahuan dan usia dapat menghambat
penerapan asuhan kepenataan anestesi dalam penanganan pasien pasca
operasi general anestesi. Sedangkan, faktor jenis kelamin dan pengalaman
kerja tidak begitu berpengaruh
Efektivitas orthoses terhadap gait pattern pada anak idiopathic toe walking : study narrative review
Latar Belakang: : Ideopatic toe walking merupakan kondisi dimana terjadi kelainan pola berjalan ( hilangnya fase heel strike saat berjalan ). Untuk penyebabnya masih belum di ketahui namun ada beberapa factor resiko yang harus diperhatikan : gender, riwayat keluarga, adanya kontraktur pada otot gasrocnemius, soleus, triceps surae, disfungsi pemprosesan sensorik, penurunan kekuatan tubuh secara keseluruhan, proses propioseptif yang berubah. Seiring waktu apabila tidak di tangani dapat menyebabkan kontraktur pada archiles tendon, tekanan pada kepala metatarsal, stress fraktur, serta dapat menyebabkan posisi equinus kompleks pada kaki atau ankle, dan hyperlordosis pada lumbal. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh orthoses terhadap gait pattern pada anak dengan ideopatic toe walking. Metode Penelitian : penelitian ini menggunakan metode Narrative Review dengan menggunakan PICO sebagai strategi untuk mengidentifikasi pertanyaan literature di dalam penelitian ini. Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (google Schooler, ProQuest, Science Direct), kemudian di masukan ke dalam flowchart, data hasil ulasan narasi, Menyusun, merigkas, dan melaporkan hasil. Hasil : dari 229 artikel yang teridentifikasi, di dapatkan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan terdapat 10 artikel yang sesuai. Hasil dari 10 artikel mengatakan bahwa orthoses di nilai efektif terhadap perubahan gait pattern pada anak idiopathic toe walking. Hasil dari 10 artikel mengatakan bahwa orthoses di nilai efektif terhadap perubahan gait pattern pada anak idiopathic toe walking. Hal tersebut dapat di lihat dari nilai rata –rata p0,05).Kesimpulan : di simpulkan bahwa di nilai efektif orthoses terhadap perubahan gait pattern pada anak idiopathictoe walking menjadi mendekati normal atau bahkan di beberapa kasus menjadi normal. Saran : Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian eksperimen tentang Efektifitas orthoses terhadap gait pattern pada anak idiopathic toe walking dengan metode randomized control trial