DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    Literature review: gambaran kadar hematokrit dan kadar hemoglobin pada anak yang mengalami dehidrasi akibat diare

    Get PDF
    Diare merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan terjadi hampir di seluruh wilayah geografis di dunia. Diare menjadi penyebab hilangnya air dan mineral di dalam tubuh serta menjadi penyebab dehidrasi. Dehidrasi merupakan hilangnya cairan dari seluruh unit tubuh. Ketika diare akut pasien akan mengalami dehidrasi karena penderita diare mengalami buang air besar berlebih yang menyebabkan perubahan bentuk dan konsistensi feses yang lembek sampai cair sehingga dapat memicu terjadinya peningkatan hematokrit dan hemoglobin. Mengetahui gambaran kadar hematokrit dan kadar hemoglobin pada anak yang mengalami dehidrasi akibat diare. Penelitian ini berbasis literature review dengan melakukan identifikasi jurnal mengenai kadar hematokrit dan kadar hemoglobin pada anak dehidrasi yang disebabkan diare dan menggunakan strategi pengumpulan data PICO. Hasil analisis literature review menunjukkan rata-rata kadar hematokrit pada dehidrasi 35,5% dan rata-rata kadar hemoglobin pada dehidrasi 12,3 g/dL. Kadar hematokrit dan kadar hemoglobin pada anak dehidrasi akibat diare rata-rata diperoleh normal. Penelitian selanjutnya perlu dilakukan pengembangan penelitian terkait hematologi pada diare akut dehidrasi berat

    Literature review : uji daya hambat antibakteri ekstrak daun sirih merah dan ekstrak daun pepaya terhadap bakteri salmonella typhi

    Get PDF
    Demam typhoid ialah suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Menurut world health organisation (WHO) memperkirakan jumlah angka insiden Demam typhoid di seluruh dunia berkisar sekitar 17 juta jiwa per tahun, angka kematian akibat Demam typhoid mencapai 70% terjadi di asia. DiIndonesia sendiri angka penderita Demam typhoid mencapai 80%. Tanaman daun sirih merah dan tanaman daun papaya yang bias akita jumpai dalam kehidupan sehari-hari ternyata memiliki khasiat dan manfaat. Sudah ada peneliti yang menyebutkan bahwa daun sirih merah dan daun papaya memiliki kandungan senyawa yang mampu mengendalikan bakteri pathogen baik bakteri Gram Positif maupun Gram Negatif. Penenlitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antibakteri ekstrak daun sirih merah dan kestrak daun papaya terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dan menganalisis kandungan kimia pada ekstrak daun sirih merah dan ekstrak daun papaya yang berfungsi sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Penelitian ini dilakukan dengan metode Literature review. Berdasarkan hasil analisa jurnal, hasil menunjukan bahwa ekstrak daun sirih merah mampu menghambat petumbuhan bakteri Salmonella typhi pada kosentrasi 1mg/ml diproleh zona hambat 38,3 mm dapat dinyatakan sangat kuat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Sedangkan pada ekstrak daun pepaya mampu menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi pada kosentrasi 250 mg/ml diproleh zona hambat sebesar 25 mm dapat dinyatakan sangat kuat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Ekstrak daun sirih merah dan ekstrak daun pepaya mengandung senyawa Saponin dan Flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri terhadap Salmonella typhi. Saran untuk penelitian selanjutnya literatur riview yang mengkaji tentang bagaiamana aktivitas antibakteri ekstrak duan sirih merah dan ekstrak daun sirih papaya

    Identifikasi merkuri pada pekerja tambang emas berdasarkan varian sampel uji dan durasi kerja: literature review

    Get PDF
    Kegiatan penambangan emas skala kecil menggunakan merkuri dalam praktik pengolahan emas. Paparan merkuri selama pengolahan emas dapat menyebabkan keracunan merkuri pada pekerja tambang emas. Paparan merkuri dapat terjadi melalui inhalasi, ingesti, dan dermal. Keracunan merkuri dapat terjadi secara akut maupun kronis yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada manusia. Tujuan penelitian yaitu mengetahui gambaran kadar merkuri pada pekerja tambang emas berdasarkan varian sampel uji dan durasi kerja. Penelitian ini berbasis literature review dengan melakukan identifikasi jurnal mengenai kadar merkuri pada pekerja tambang emas berdasarkan varian sampel uji dan durasi kerja. Hasil analisis literature review menunjukkan rata-rata kadar merkuri pada sampel darah 0,028 ppm, rata-rata kadar merkuri pada sampel rambut 5,094 ppm, rata-rata kadar merkuri pada sampel urin 0,029 ppm, dengan p-value (<0,05) pada sampel rambut terhadap sampel darah dan urin. Kadar rata-rata merkuri berdasarkan durasi kerja 5-6 jam 11,67 ppm, durasi kerja 7-9 jam 12,43 ppm, durasi kerja 10-12 jam 18,75 ppm, dengan p-value (>0,05). Kadar merkuri tertinggi terdapat pada sampel rambut, dan perbedaan durasi kerja tidak meningkatkan kadar merkuri secara signifikan di dalam tubuh. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi terkait dengan gambaran rata-rata kadar merkuri pada pekerja tambang emas berdasarkan varian sampel uji dan durasi kerja

    Literature review: efektivitas metode sedimentasi NACL 0,9% dan metode sedimentasi formol ether concentration (FEC) dalam mendeteksi soil transmitted helminths (STH)

    Get PDF
    Soil Transmitted Helminth (STH) adalah nematoda usus yang penularannya melalui perantara tanah. STH yang paling banyak menginfeksi manusia adalah Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, Necator americanus dan Ancylostoma duodenale. Salah satu usaha pencegahan penyakit cacingan yaitu dengan pemeriksaan laboratorium. Metode yang sering digunakan adalah metode sedimentasi yaitu sedimentasi NaCl 0,9% dan sedimentasi Formol Ether Concentration (FEC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang paling efektif untuk identifikasi STH dengan metode sedimentasi NaCl 0,9% dan metode sedimentasi Formol Ether Concentration (FEC). Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan jurnal bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang dapat diunduh secara full text dari tahun 2012-2022. Metode pengumpulan data menggunakan kata kunci PICO dari kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditentukan dalam jangka waktu dari bulan MaretMei. Analisis data pada penelitian ini menggunakan pendekatan metode eksposisi. Data yang dikumpulkan dari jurnal didapatkan hasil temuan telur cacing STH menggunakan metode sedimentasi NaCl diperoleh nilai rata-rata telur cacing Ascaris lumricoides 6,11%, Trichuris trichiura 1,48% dan cacing tambang 8,87%. Hasil temuan telur cacing STH menggunakan metode sedimentasi FEC diperoleh nilai rata-rata telur cacing Ascaris lumricoides 13,32%, Trichuris trichiura 2,48% dan cacing tambang 13,99%. Kesimpulannya adalah metode sedimentasi FEC lebih efektif untuk mendeteksi telur cacing Soil Transmitted Helminth (STH) dibandingkan dengan metode sedimentasi NaCl. Agar kesimpulan yang diperoleh lebih akurat, perbandingan efektivitas metode sebaiknya dilakukan analisis statistik seperti uji Chi-Square yaitu salah satu jenis uji komparatif non parametris yang dilakukan pada dua variabel

    Perbedaan kadar hemoglobin berdasarkan tetesan pertama darah kapiler tanpa dan dengan pemijatan serta hapusan kapas kering metode POCT

    Get PDF
    Pemeriksaan ketepatan kadar hemoglobin (Hb) yang dilakukan di laboratorium sangat dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti pra-analitik yang memiliki tingkat kesalahan tertinggi sekitar 62%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin berdasarkan tetesan pertama darah kapiler tanpa dan dengan pemijatan serta tanpa dan dengan hapusan kapas kering metode POCT. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan Quasi experiment design. Teknik pengambilan sampel total sampling dengan uji statistik parametrik (independent sample t-test). Responden penelitian 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa pemijatan dan tanpa hapusan kapas kering didapatkan mean ± SD sebesar 15.0 ± 2.4, tanpa pemijatan dan dengan hapusan kapas kering didapatkan mean ± SD sebesar 15.0 ± 2.3, dengan pemijatan dan tanpa hapusan kapas kering didapatkan mean ± SD sebesar 15.0 ± 2.5, dengan pemijatan dan tanpa hapusan kapas kering didapatkan mean ± SD sebesar 14.6 ± 2.0. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara rata-rata hasil pemeriksaan kadar hemoglobin tanpa dan dengan pemijatan serta tanpa dan dengan hapusan kapas kering metode POCT

    Literature review: perbandingan hasil tes cepat molekuler (TCM) kultur dan metode loop-mediated isothermal amplification (LAMP) dalam mendeteksi mycobacterium tuberculosis

    Get PDF
    Tuberkulosis merupakan penyakit paru yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis. Tingginya jumlah kasus tuberculosis di seluruh dunia membutuhkan pemeriksaan yang cepat dan akurat. Pemeriksaan TCM dan kultur merupakan pemeriksaan yang saat ini banyak digunakan dalam pedeteksian Mycobacterium tuberculosis pada kasus tuberculosis. Namun, kedua metode ini membutuhkan waktu lebih lama, fasilitas yang kompleks, dan biaya yang mahal. LAMP hadir sebagai metode pemeriksaan alternatif yang memiliki keunggulan yaitu menggunakan suhu tetap dan alat yang sederhana serta waktu pemeriksaan yang lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sensitivitas dan spesifisitas metode TCM, Kultur dan LAMP dalam mendeteksi Mycobacterium tuberculosis. Metode yang digunakan, yaitu metode literature review. Pemilihan literatur ini pada beberapa database antara lain Pubmed, Google Scholar, dan Science Direct. Terdapat 15 jurnal yang digunakan sebagai sumber literatur dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil sensitivitas dan spesifisitas tertinggi yang didapatkan adalah TCM sensitivitas 93% dengan rata�rata 83% spesifisitas 100% dengan rata-rata 86%, kultur sensitivitas 100% dengan rata-rata 71% spesifiistas 100% dengan rata-rata 90,6%, dan LAMP sensitivitas 99% dengan rata-rata 88% dan spesifisitas 100% dengan rata-rata 97,6%. Disimpulkan bahwa sensitivitas dan spesifisitas tertinggi dari ketiga metode yaitu metode LAMP

    Analisis quality control pada pemeriksaan eritrosit, leukosit, dan trombosit dengan hematology analyzer di laboratorium RSUD Nyi Ageng Serang

    Get PDF
    Pemantapan Mutu Internal (PMI) adalah kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilaksanakan oleh masing-masing laboratorium secara terus menerus agar tidak terjadi atau mengurangi kejadian error/penyimpangan sehingga diperoleh hasil pemeriksaan yang tepat, salah satunya melakukan quality control pada alat Hematology Analyzer. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis presisi, akurasi kemudian dievaluasi menggunakan grafik Levey-Jennings pada pemeriksaan eritrosit, leukosit dan trombosit dengan metode penelitian deskripstif observasional. Sampel yang digunakan sebanyak 15 data yang diambil pada 23 Februari hingga 09 Maret 2022. Hasil penelitian menunjukkan ketiga pemeriksaan memiliki presisi dan akurasi yang baik, sedangkan pada pemeriksaan leukosit setelah dievaluasi dengan grafik levey-jennings ditemukan adanya aturan 13s disebabkan oleh random error, aturan 31s dan 8x disebabkan oleh systematic error. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemeriksaan eritrosit, leukosit dan trombosit memiliki presisi dan akurasi yang baik, dan evaluasi dengan grafik levey�jennings pemeriksaan eritrosit dan trombosit tidak mendapatkan aturan westgard tetapi pada pemeriksaan leukosit mendapatkan aturan penolakan. Saran dari peneliti yaitu dapat dilakukan kalibrasi dan perbaikan pada alat, quality control sebaiknya dilakukan setiap hari, dan memperhatikan proses tahap pra analitik, analitik dan pasca analitik

    Perbandingan antara pemberian cairan hangat dan selimut penghangat pada pasien post anestesi spinal yang mengalami hipotermi: literature review

    Get PDF
    Latar Belakang : Hipotermi merupakan suatu kondisi pada mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Salah satu efek samping yang muncul setelah tindakan anestesi spinal yaitu hipotermi. Tindakan pemberian cairan hangat dan selimut hangat merupakan tindakan rutin yang dilakukan oleh petugas di ruang pulih (recovery room). Tujuan : Studi literatur ini dilakukan untuk mengetahui hasil yang lebih efektif pada perbandingan antara pemberian cairan hangat dan selimut penghangat pada pasien post anestesi spinal yang mengalami hipotermi Metode Penelitian : Penelitian ini adalah literature review tentang perbandingan antara pemberian cairan hangat dan selimut penghangat pada pasien post anestesi spinal yang mengalami hipotermi. Penelurusan literature dilakukan melalui Garuda, Sage, dan Science Direct. Keyword yang digunakan adalah warm fluid, warming blanket, spinal anesthesia, dan hypothermia, cairan hangat, selimut hangat, anestesi spinal dan hipotermi. Penelurusan dilakukan dari 1 Januari 2017 Sampai 1 Januari 2021. Hasil : Penelitian ini menunjukkan terdapat beberapa perbandingan yang hasilnya bervariasi salah satu diantaranya yaitu pemberian terapi cairan hangat dan selimut penghangat memiliki pengaruh terhadap peningkatan suhu tubuh pasien pasca operasi, penggunaan selimut elektrik pada pasien post sectio caesarea yang mengalami hipotermi ringan lebih efektif dalam meningkatkan suhu tubuh dibandingkan selimut kain. Kesimpulan : Terdapat beberapa perbandingan yang hasilnya bervariasi salah satu diantaranya yaitu pemberian terapi cairan hangat dan selimut penghangat memiliki pengaruh terhadap peningkatan suhu tubuh pasien pasca operasi, penggunaan selimut elektrik pada pasien post sectio caesarea yang mengalami hipotermi ringan lebih efektif dalam meningkatkan suhu tubuh dibandingkan selimut kain

    Analisis penerapan standar kompetensi penata anestesi tahun 2020 di rumah sakit pku muhammadiyah kota yogyakarta

    Get PDF
    Latar Belakang: Kompetensi adalah kemampuan yang dimiliki seseorang tenaga kesehatan berdasarkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional untuk dapat menjalankan praktik. Kondisi tersebut berpengaruh pada kesejahteraan dan hak-hak perawat belum sepenuhnya diperhatikan, sehingga sering timbul tuntutan hukum yang ditujukan kepada perawat. Tuntutan hukum tersebut lahir karena perawat melakukan asuhan keperawatan di luar wewenangnya tuntutan hukum. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah metode kualitatif yang memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dalam konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan metode alamiah. Hasil Penelitian: Pemahaman komunikasi efektif penata anestesi dbaik dilihat dari pernyataan informan 1-3 dapat menjelaskan pengertian dari komunikasi efektif. Komponen kompetensi dalam hal keterampilan klinis oleh penata anestesi di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta sudah paham apa itu keterampilan klinis, dan juga penata anestesi di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta sudah melakukan dengan standar kompetensi. penerapan sesuai Simpulan: Pemahaman komunikasi efektif dan kompetensi keterampilan klinis PKU Muhammadiyah baik secara kualitatif. Saran: Mempertahankan komunikasi efektif penata Anestesi antar profesi

    Pengaruh komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi : literatur review

    Get PDF
    Latar Belakang:Pre operasi adalah tahap awal persiapan pasien sebelum tindakan pembedahan, pada tahap ini seorang pasien mengalami kecemasan berhari – hari, pasien merasa khawatir akan dampak setelah dilakukan tindakan operasi karena kemungkinan buruk bisa saja terjadi. Salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan pada pasien pre operasi adalah dengan cara komunikasi terapeutik antara pasien dengan perawat. Tujuan Penelitian:penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian komunikasi terapeutik dengan penurunan tingkat kecemasan pasien pre operasi kajian literatur dalam aspek patofisiologi, kajian risiko dan proporsi kejadian. Metode Penelitian:Jenis penelitian ini menggunakan metode Literature Review atau kepustakaan. Studi pustaka ini mengembangkan fokus review dengan format database seperti google scholar dan pubmed dan telah diseleksi menggunakan diagram PRISMA kemudian dilakukan uji kelayakan jurnal menggunakan JBI Critical Appraisal dengan menggunakan study Crosssectional. Hasil Penelitian:Diperoleh 3 jurnal yang sesuai dengan topik dan tujuan penelitian mengenai pengaruh komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi. Simpulan dan Saran:komunikasi terapeutik sangat penting untuk menurunkan kecemasan pada pasien pre operasi. didapatkan bahwa ke 3 jurnal saling berhubungan antara komunikasi terapeutik dengan penurunan kecemasan pada pasien pre operasi dengan p-value <0,005

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇