DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan budaya makan masyarakat pesisir dengan kejadian hipertensi di UPT Puskesmas Ngambur Kabupaten Pesisir Barat
Hipertensi adalah tekanan darah persisten dengan tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan diastolik
lebih dari 90 mmHg. Hipertensi atau disebut penyakit darah tinggi merupakan gangguan pembuluh darah yang
berkontribusi terhadap tingginya angka mortalitas di seluruh dunia. Beberapa faktor penyebab hipertensi yaitu usia,
jenis kelamin, merokok, aktivitas fisik dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang
mempengaruhi kejadian hipertensi di UPT Puskesmas Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat. Desain penelitian ini
menggunakan Observasional-Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Metode pengambilan sampel adalah
Purposive sampling, jumlah sampel dalam penelitian adalah 84 responden ditentukan dengan menggunakan rumus
Slovin. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner sosiodemografi dan Spygmomanometer untuk kejadian
hipertensi. Uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar lansia
memiliki hipertensi sedang dan berat (77,4%). Hasil uji chi square menunjukkan bahwa kondisi sosiodemografi
pada lansia tidak berpengaruh terhadap kejadian hipertensi dengan nilai p pada faktor umur (p=0,196), jenis kelamin
(p=0,828), pekerjaan (p=0,106) dan pendidikan terakhir nilai (p=0,444). Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada
satupun faktor sosiodemografi yang mempengaruhi kejadian hipertensi di UPT Puskesmas Ngambur Kabupaten
Pesisir Barat. Sebagian besar lansia memiliki hipertensi yang tidak terkontrol dengan baik. Kelompok ini
membutuhkan perhatian khusus dari petugas kesehatan untuk mengurangi beban penyakit kardiovaskuler yang
diderita oleh lansia
Pengaruh senam aerobic low impact terhadap penurunan tekanan darah lansia dengan hipertensi: literatur review
Latar Belakang : Lanjut usia yaitu bertambahnya usia seseorang yang disertai penurunan
kapasitas fisik. Hal ini ditandai dengan penurunan masa otot dan kekuatannya serta denyut
jantung maksimum. Peningkatan lemak tubuh, penurunan fungsi otak dan salah satunya
penurunan pada sistem kardiovaskuler dan beresiko terjadinya hipertensi. Aktivitas fisik yang
membantu lansia untuk menurunkan tekanan darah salah satunya yaitu senam aerobic low
impact karena akan terjadi relaksasi dan dapat menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah
sehingga tekanan darah menurun. Tujuan : mengembangkan informasi pengetahuan pada
artikel atau jurnal dari penelitian sebelumnya dan untuk mencari bukti ilmiah terkait
penatalaksanaan tindakan perawatan yang akan dilakukan pada lansia hipertensi. Metode:
metode penelitian ini yaitu menggunakan literature review. Pencarian jurnal dilakukan di
portal jurnal online seperti Google Schoolar, ScieneDirect dan PubMed. Hasil penelusuran
jurnal didapatkan 5 jurnal dalam penelitian ini. Hasil : hasil keseluruhan pencarian dari 3
database terdapat 1.416 artikel. Setelah di screening judul dan relevansi abstrak diperoleh 5
jurnal yang membuktikan efektivitas aerobic low impact dalam menurunkan tekanan darah
lansia hipertensi. Kesimpulan : ada pengaruh senam aerobic low impact terhadap penurunan
tekanan darah lansia dengan hipertensi dengan dosis durasi 35 menit, dilakukan 3 kali dalam
seminggu. Saran : lansia hipertensi dapat menjadikan aerobic low impact sebagai latihan
mandiri atau home program karena dapat menurunkan tekanan darah dan disarankan tetap
memperhatikan pola makan yang sehat bertujuan untuk mencegah keluhan yang muncul akibat
tekanan darah tinggi
Hubungan motivasi perawat dengan pendokumentasian asuhan keperawatan elektronik: literatur review
Latar Belakang: Pendokumentasian merupakan bukti legal pelaksanaan pelayanan dan
kualitas pelayan di RS. Pendokumentasian saat ini yang sedang berkembang adalah terkait
dengan pendokumentasian elektronik. Motivasi sangat diperlukan perawat dalam
melakukan pendokumentasian di RS, karena dengan motivasi diharapkan setiap individu
mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi.
Tujuan: Penelitian literature review ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Motivasi
Perawat Dengan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Elektronik.
Metode: Penelitian ini menggunakan literature review dengan kata kunci motivasi
perawat, pendokumentasian asuhan keperawatan elektronik. Peneliti menggunakan 2
database yaitu Google Scholar dan PubMed. Analisis data menggunakan seleksi literature
(PRISMA) dengan kriteria inklusi naskah full text yang diakses dalam rentang tahun 2012-
2022. Dilakukan penilaian kualitas kelayakan menggunakan JBI Critical appraisal.
Hasil: Terdapat hubungan antara motivasi perawat dengan pendokumentasian asuhan
keperawatan elektronik yang digambarkan oleh 2 jurnal. Motivasi tinggi didapatkan nilai
60% dan pendokumentasian dengan lengkap didapatkan nilai 40% lalu pendokumentasian
askep dengan baik didapatkan nilai 20%.
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara motivasi perawat dengan
pendokumentasian asuhan keperawatan elektronik. Diharapkan dapat menambah
informasi lainnya berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi perawat
dalam pendokumentasian elektronik
Pengaruh penerapan model self care terhadap self care pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gamping II Yogyakarta
Latar Belakang : World Health Organization (WHO) tahun 2015, mencatat bahwa hipertensi merupakan penyakit
yang menyebabkan kematian dengan prevalensi sebesar 22%. Jumlah penderita hipertensi di Indonesia mencapai
23,3%. Hipertensi menimbulkan berbagai macam komplikasi maka harus diterapi dengan baik. Menurut beberapa
penelitian terungkap bahwa hipertensi sering membuat komplikasi ginjal, penyakit arteri sampai munculnya serangan
stroke.
Tujuan : Mengetahui pengaruh penerapan model self care terhadap self care pada penderita hipertensi di Wilayah
Kerja Puskesmas Gamping II Yogyakarta.
Metode : Metode penelitian eksperimen one group pre test – post test dengan pendekan waktu cross sectional.
Responden penelitian terdiri dari 21 penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping II Yogyakarta dan
dimbil dengan teknik purpose sampling. Pengumpulan data menggunkan sphygmomanometer digital dan instrumen
kuesioner self care dengan teknik uji wilcoxone.
Hasil : Hasil penerapan self care setiap responden, untuk nilai pre test rata – rata mayoritas dikategorikan cukup baik
dengan jumlah 15 orang (72 %). Kemudian kategori baik dan kurang memiliki jumlah yang sama yaitu masing –
masing 3 orang (14 %). Untuk nilai post test dikategorikan baik sejumlah 2 orang (10 %), cukup 16 orang (76 %) dan
kurang sejumlah 3 orang (14 %). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa rata – rata responden sudah menerapkan
self care yang cukup baik.. Analisis uji wilcoxone menunjukkan nilai signifikansi p = 0,767 sehingga p < 0,05.
Simpulan : Tidak ada pengaruh penerapan model self care terhadap seld care pada penderita hipertensi di Wilayah
Kerja Puskesmas Gamping II Yogyakarta. Responden diharapkan tetap memperhatikan pentingnya perawatan mandiri
untuk peningkatan self care. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi dari penyakit Hipertensi
Hubungan tingkat kelelahan terhadap keluhan work-related musculoskeletal disorders (WMSDs) pada ojek online di Yogyakarta
Latar belakang: Transportasi merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Salah satu transportasi yang dapat digunakan adalah Aplikasi ojek online yang dapat memudahkan konsumen dalam melakukan berbagai aktivitas. Pengemudi ojek online merupakan salah satu pekerja yang beresiko mengalami kelelahan karena meningkatnya pemesanan dalam aplikasi ojek online. Keluhan Musculoskeletal dapat menjadi resiko tinggi apabila kelelahan terjadi secara terus menerus. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat kelelahan dan keluhan Work Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) pada ojek online di Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 100 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Nordic Body Map untuk mengukur keluhan musculoskeletal dan Industrial Fatigue Research committee untuk mengukur kelelahan selama bekerja. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Sebanyak 80% mengalami gangguan musculoskeletal terutama pada leher, punggung dan tangan. Sebanyak 74% mengalami kelelahan. Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat kelelahan dan keluhan Work Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) pada ojek online di Yogyakarta (r=0,264, p=0,008). Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat kelelahan terhadap keluhan Work Related Muskuloskeletal Disorders (WMSDs) pada ojek online di Yogyakarta. Saran: peneliti selanjutnya menambah variabel lain yang berkaitan dengan keluhan pada ojek onlin
Faktor – faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi: literature review
Latar belakang: Kecemasan pre operasi adalah suatu kondisi dimana sebelum
dilakukan tindakan operasi individu yang belum pernah dilakukan tindakan operasi
sebelumnya akan mengalami perasaan takut dan khawatir yang berlebihan untuk
dilakukan tindakan operasi karena munculnya perasaan bahwa dirinya sedang
terancam bahaya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk diketahui faktor faktor yang berhubungan
tingkat kecemasan pada pasien pre operasi berdasarkan literature review.
Metode penelitian: Penelitian ini adalah literature review tentang faktor-faktor
yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi. Penelurusan
literature dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, dan Science Direct.
Keyword yang digunakan dalam bahasa Inggris adalah factors, anxiety, worry, dan
pre operative sedangkan dalam bahasa Indonesia adalah faktor-faktor, kecemasan,
dan pre operasi. Penelurusan dilakukan dari 1 Januari 2016 Sampai 31 Desember
2021.
Hasil penelitian: Hasil penelitian berdasarkan literature menunjukkan bahwa
terdapat dua faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada pasien pre
operasi yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor internal yaitu usia, jenis
kelamin, pendidikan, status ekonomi, pekerjaan, tingkat pengetahuan, gangguan
konsep diri, trauma, gangguan fisik, serta ancaman harga diri. Sedangkan faktorfaktor eksternal yaitu komunikasi terapeutik, dukungan keluarga, dukungan sosial,
dan jenis tindakan operasi.
Saran: Diharapkan untuk peneliti selanjutnya meneliti lebih lanjut terkait faktorfaktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi
Hubungan lama operasi dengan kejadian shivering pada pasien post spinal anestesi di recovery room RSUD dr. Soedirman Kebumen
Latar belakang : Risiko terjadinya shivering akan semakin tinggi jika durasi
waktu operasi atau pembedahan semakin lama, karena akan menambah waktu
terpaparnya tubuh dengansuhu dingin serta menimbulkan akumulasi efek samping
anestesi spinal tersebut.Shiveringpost anestesi atau post anesthesia shivering
adalah pergerakan otot berulang dan involunter yang bertujuan untuk
mengkompensasi hipotermia yang diakibatkan oleh penurunan suhu tubuh yang
berlebih. Insiden initerjadi pada 33-56,7% pasien dengan anestesi regional dan
sekitar 5-65% pada pasien dengan anestesi umum.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama
operasi dengan kejadian shivering pada pasien post spinal anestesi di recovery
room RSUD dr. Soedirman Kebumen.
Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional dengan
pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel dengan purposive sampling.
Sampel penelitian berjumlah 59 responden pasien post spinal anestesi.
Hasil : Hasil uji hubungan antara lama operasi dengan kejadian shivering pada
pasien post spinal anestesi menggunakan uji spearman rank didapatkan nilai
signifikan p value sebesar 0.000 ( ? < 0,05 ).
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara lama operasi dengan kejadian shivering
pada pasien post spinal anestesi di recovery room RSUD dr. Soedirman Kebume
Gambaran kualitas hidup pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa: literature review
Pasien gagal ginjal kronik harus melakukan terapi hemodialisis untuk memperpanjang
usia harapan hidup, keadaan ini mempengaruhi kualitas hidup pasien. Kualitas hidup
pasien hemodialisis dipengaruhi oleh faktor, umur, jenis kelamin, pendidikan,
pekerjaan, penyakit dasar PGK, komorbid, status nutrisi, penatalaksanaan medis dan
lama menjalani hemodialisis. Tujuan literature review mengetahui gambaran kualitas
hidup pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Penelitian
dilakukan dengan metode cross sectional dengan kriteria sampel sesuai data inklusi,
dilakukan dengan mengumpulkan sumber referensi ilmiah dari database Google
Scholar dan pubmed. Didapatkan tiga jurnal nasional yang menjelaskan bahwa
kualitas hidup buruk dipengaruhi oleh dimensi fisik terutama usia akan mempengaruhi
kualitas hidup pasien Kualitas hidup rendah dipengaruhi oleh segi kesehatan fisik,
kesehatan psikologis, dan pengaruh dimensi lingkungan terhadap kualitas hidup
responden. Kualitas hidup baik hal ini dipengaruhi oleh pasien yang lebih menjaga
kesehatan dengan merubah pola dan gaya hidupnya menjadi lebih sehat dengan
berolahraga ringan dan menjaga asupan makanan dan minuman
Hubungan antara beban kerja terhadap kinerja guru sekolah dasar di Kota Tarkan pada masa pandemi Covid-19
Pemerintah Indonesia dalam bidang pendidikan menerbitakan kebijakan mengenai
aktivitas pembelajaran tatap muka disekolah maupun perguruan tinggi selama pandemi
covid-19 ini digantikan dengan pembelajaran yang dilakukan secara online. Tentunya
dengan adanya sistem pembelajaran secara online menyebabkan tuntutan serta beban kerja
guru yang bertambah seperti tuntutan akan penugasan mengoperasaikan teknologi
pembelajaran, tuntutan untuk menemukan teknik pembelajaran jarak jauh yang lebih
efektif, maupun tuntutan akan peran pengawasan sebagai orang tua maupun seorang guru
untuk memantau perkembangan anak serta peserta didik dirumah. Tentunya dengan
adanya tuntutan serta beban kerja ini akan berdampak pada usaha serta kemampuan
pendidk yang lebih keras dari pada sebelumnya dan ini akan mempengaruhi kinerja guru.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara beban kerja terhadap
kinerja guru pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini yaitu penelitian kuntitatif dengan
pendekatan korelasi dengan pengujian product person moment. Pengambilann data
menggunakan skala beban kerja dan kinerja guru dengan model skala likert. Subjek
dalam penelitian ini yaitu guru sekolah dasar di kota Tarakan berjumlah 70 orang guru.
Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling. Hasil dari penelitian menunjukan
adanya hubungan positif dengan nilai p 0,000 (p<0,05) nilai koofesien korelasi sebesar
0,814 dan hasil kontribusi efektif sebesar 66,3%. Hasil dari penelitian ini menunjukan
bahwa beban kerja guru memiliki hubungan sangat kuat dan berkontribusi efektif
terhadap kinerja guru pada masa pandemi covid-19
Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan pengambilan keputusan karier siswa SMA kelas XII di Yogyakarta
Masa remaja adalah masa dimana pengambilan keputusan terkait pilihan dalam hidup semakin meningkat. Bagi siswa
SMA tahapan penting yang harus dilalui berkaitan dengan pengambilan keputusan yaitu pengambilan kaputusan
karier, untuk melakukan pemilihan secara optimal banyak aspek yang ikut terkait, dan pengambilan keputusan karier
dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya teman sebaya. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui hubungan
dukungan sosial teman sebaya dengan pengambilan keputusan karier siswa kelas XII di Yogyakarta. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Subjek penelitian adalah siswa SMA di Yogyakarta.
Jumlah responden sebanyak 147 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan
data menggunakan pengisian skala. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Berdasarkan hasil
analisis menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya pada tingkat tinggi sebesar (68%) dan pengambilan
keputusan karier pada tingkat sedang sebesar (61, 9%). Hasil analisis product moment memiliki nilai P = 0.000 < 0.01.
Memiliki R square sebesar 11%, yang berarti dukungan sosial teman sebaya mempengaruhi pengambilan keputusan
karier sebesar 11%. Menunjukan hubungan positif yang sangat signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dan
pengambilan keputusan karier. Subjek yang memiliki dukungan sosial teman sebaya rendah maka pengambilan
keputusan karier subjek akan kurang matang. Diharapkan untuk siswa lebih bisa memahami apa yang dibutuhkan
untuk melanjutkan studi di Perguruan Tinggi atau kuliah serta berusaha untuk berdiskusi dengan teman sebaya terkait
masalah yang dihadapi