DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    Systematic review: Efektivitas pemberian madu lebah untuk meningkatkan kualitas spermatozoa pada mencit (Mus Musculus)

    Get PDF
    Latar Belakang : Madu telah lama dikenal sebagai makanan alami dan obat herbal. Berkat kandungan nutrisi dan antioksidannya yang kaya, berbagai manfaat madu sebagai makanan kaya nutrisi telah dikenal sejak zaman dahulu. Madu murni mengandung sejumlah nutrisi seperti karbohidrat, protein, asam amino, vitamin dan mineral. Tujuan Penelitian : Mengetahui efektivitas pemberian madu lebah untuk meningkatkan kualitas jumlah, motilitas, dan morfologi spermatozoa pada mencit. Metode Penelitian : Peneltian ini menggunakan metode sistematik review yang diperoleh dari beberapa jurnal penelitian dari database Google Scholar, PubMed, Research Gate. Hasil Penelitian : Madu memiliki kandungan yang baik bagi kualitas sperma salah satunya memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas jumlah, motilitas, dan morfologi spermatozoa baik yang terpapar radikal bebas maupun tidak. Simpulan : Madu efektif dapat meningkatkan kualitas jumlah, motilitas, dan morfologi spermatozoa. Saran : Perlu dilakukan penelitian terkait penggunaan jenis madu secara spesifik untuk meningkatkan kualitas spermatozoa baik secara makroskopis maupun mikroskopi

    Literature review: Analisis perbedaan hasil pemeriksaan asam urat pasien gagal ginjal kronik dengan alat screening test dan konfirmasi

    Get PDF
    Penderita gagal ginjal telah mencapai angka yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan semakin maraknya penderita gagal ginjal kronik atau yang biasa disingkat dengan GGK. Asam urat merupakan hasil akhir katabolisme (pemecahan) dan merupakan hasil pembuangan dari zat purin. Saat ini asam urat pada penderita gagal ginjal dapat dideteksi dengan alat spektrofotometer Uv-Vis dan Point Of Care Testing (POCT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui selisih perbedaan hasil pemeriksaan asam urat pada pasien gagal ginjal kronik dengan alat screening test (Point Of Care Testing) dan alat konfirmasi (spektrofotometer Uv-Vis). Penelitian ini menggunakan desain penelitian literature review dengan pola pencarian PICOST. Adanya selisih hasil pemeriksaan asam urat dengan spektrofotometer Uv-Vis dan POCT pada penelitian pertama dan kedua masing-masing sebesar 4% dan 2%. Sedangkan pada penelitian ketiga didapatkan selisih sebesar 0,746 dan pada penelitian keempat didapatkan selisih nilai rata-rata sebesar 0,69 dan nilai SD sebesar 0,049. Penelitian menunjukkan adanya selisih hasil yang cukup signifikan pada pemeriksaan asam urat pada pasien gagal ginjal kronik dengan alat screening test (Point Of Care Testing) dan konfirmasi (spektrofotometrer Uv-Vis). Disarankan untuk perlu adanya penelitian lanjutan sehingga terdapat informasi yang lebih akurat mengenai alat pemeriksaan yang dapat menjadi referensi utuh dalam pemeriksaan asam urat pada pasien gagal ginjal kronik

    Gambaran kadar c-reactive protein (crp) dan interleukin-6 (il-6) pada pasien covid-19 di rs pku muhammadiyah yogyakarta periode bulan mei-september 2021

    Get PDF
    COVID-19 disebabkan oleh SARS-CoV-2, D.I.Yogyakarta merupakan kota ke tiga di Indonesia dengan tingkat penularan COVID-19 tertinngi dan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta bekerjasama dengan pemerintah dalam penanganan COVID-19. Penyakit COVID-19 berat dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan paru-paru yang akan mengakibatkan peningkatan kadar C-Reactive Protein dan Interleukin-6 di dalam tubuh. C-Reactive Protein dan Interleukin-6 merupakan penanda penting dalam menentukan derajat keparahan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dari faktor usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, kadar C-Reactive Protein dan kadar Interleukin-6 pada kejadian COVID-19 pada pasien COVID-19 di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dalam rentang waktu periode Mei-September 2021. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan uji kolerasi spearman. Penelitian ini dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dengan 52 sampel pasien COVID-19. Hasil menunjukkan bahwa kadar C-Reactive Protein dengan derajat keparahan COVID-19 terdapat hubungan cukup kuat antara keduanya dengan p value = 0,002 (p value < 0,05) dan spearman correlation sebesar 0,424. Hal ini berarti semakin meningkat kadar C-Reactive Protein maka semakin buruk derajat keparahan penyakit. Pada kadar Interleukin-6 dengan derajat keparahan penyakit didapatkan ada hubungan cukup kuat antara keduanya dengan p value = 0,003 (p value < 0,05) dan spearman correlation sebesar 0,403. Hal ini berarti semakin tinggi kadar Interleukin-6 maka semakin buruk derajat keparahan. Pemeriksaan Interlukin-6 dan C-Reactive Protein ini disarankan dapat dijadikan sebagai penanda awal keparahan penyakit COVID-19

    Perbandingan hasil kadar hemoglobin metode sahli segera periksa, ditunda 60 menit, 120 menit pada suhu kamar

    Get PDF
    Hemoglobin (Hb) merupakan protein yang didalamnya banyak mengandung zat besi pada sel darah merah yang memiliki fungsi sebagai pembawa oksigen dari paru-paru keseluruh jaringan yang ada di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar hasil pemeriksaan hemoglobin metode sahli yang segera diperiksa, ditunda 60 menit, dan ditunda 120 menit pada suhu kamar dengan darah EDTA. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sampel penelitian yaitu siswa SMAN 01 kelas XI dengan rentang usia 15-18 tahun sebanyak 30 responden yang diambil menggunakan teknik quota sampling. Data yang didapatkan dianalisis dengan SPSS menggunakan uji statistik parametrik OneWay ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Turkey HSD. Hasil Uji One-Way ANOVA dan Turkey HSD didapatkan nilai sig yaitu 0,000. Hasil yang didapatkan tersebut menunjukkan adanya perbandingan yang signifikan pada kadar hemoglobin yang dilakukan pemeriksaan segera, ditunda 60 menit, dan ditunda 120 menit pada suhu kamar dengan darah EDTA. Pemeriksaan hemoglobin yang ditunda akan menyebabkan kadar hemoglobin menurun, sehingga pemeriksaan kadar hemoglobin sebaiknya dilakukan pemeriksaan dengan segera tanpa penundaan

    Literature review: Analisis aktivitas antibakteri ekstrak sage (salvia officinalis) terhadap pertumbuhan bakteri streptococcus mutans dan lactobacillus achidophilus dengan metode difusi

    Get PDF
    Tumbuhan sage (Salvia officinalis) yang termasuk ke dalam anggota famili Lamiaceae. Tanaman ini juga digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktivitas antibakteri ekstraks sage (Salvia officinalis) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutanas dan Lactobacillus acidophilus dengan metode difusi. Metode yang digunakan yaitu literature review dengan penelusuran 10 jurnal terdahulu yang memiliki persamaan topik dalam waktu terbit 2012-2022. Berdasarkan hasil review dari 10 jurnal yang telah dilakukan diketahui bahwa terdapat dua kategori sensitivitas antibakteri, yaitu resistant dan sensitif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan kandungan senyawa aktif sage yang berperan sebagai antibakteri adalah senyawa borneol, senyawa camphen, senyawa 1,8-cineole dan flavonoid. Luas zona hambat yang terbentuk menunjukkan persentase kategori resistant dan sensitif pada sensitivitas bakteri Streptococcus mutans terhadap ekstrak sage (Salvia officinalis) adalah sebesar 8,5% dan 91,4%. Persentase persentase kategori resistant dan sensitif pada sensitivitas bakteri Lactobacillus acidophilus terhadap ekstrak sage (Salvia officinalis) adalah sebesar 6,3% dan 93,6%. Konsentrasi 100% merupakan konsentrasi terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan Lactobacillus acidophilus. Tetapi berdasarkan hasil uji oneway anova dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara pemberian ekstrak sage (Salvia officinalis) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan Lactobacillus acidophilu

    Tingkat religiusitas berhubungan dengan tingkat stres pada lansia: literatur review

    Get PDF
    Stres merupakan kondisi fisiologis dan psikologis yang tidak seimbang antara tuntutan dan kemampuan diri yang akan mengancam kesejahteraan dan integritas seseorang. Dampak dari stres apabila tidak segera diatasi akan menimbulkan kemunduran fisik yang mampu mempengaruhi kualitas hidup lansia. Usia mampu membuat lansia tertarik dengan agaman. Religiusitas mampu menjadi usaha lansia menguranggi tingkat stres.Semakin tinggi tingkat religiusitas lansia maka semakin rendah tingkat stres yang dialami lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat religiusitas dengan tingkat stres pada lansia dengan penelusuran literature. Penelitian ini merupakan penelitan literature review dengan (JBI) Critical Appraisal menggunakan study cross sectional. Menggunakan lima jurnal Bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dengan Google Scholar dan Portal Garuda kata kunci religiusitas,stres dan lansia. Sedangkan pada Pubmed menggunakan kata kunci religiousness,stress dan the elderly yang diakses secara full-text. Hasil tingkat stres lansia berada pada tingkat stres sedang disebabkan karena faktor fisik,sosial dan psikologis. Tingkat religisuitas lansia berada pada tingkat tinggi dari penilaian akidah, ibadah dan akhlak. Penelitian ini terdapat hubungan tingkat religiusitas dengan tingkat stres pada lansia. Semakin tinggi tingkat religiusitas lansia maka semakin rendah tingkat stres yang dialami lansia. Penelitian menunjukkan bahwa empat dari lima artikel terdapat adanya hubungan yang signifikan antara tingkat religiusitas dengan tingkat stres pada lansia. Diharapkan penelitian ini mampu menambah ilmu pengetahuan dan sebagai motivasi lansia meningkatkan religiusitas seperti beribadah, zakat, puasa, mengikuti pengajian dan membaca kitab suci

    Perbedaan pemberian mulligan mobilization exercise dan pilates exercise terhadap penurunan nyeri low back pain non spesifik: narrative review

    Get PDF
    Latar Belakang: Di masa pandemi covid-19, sebagian besar orang melakukan pekerjaan dari dalam rumah yang di sebut dengan istilah WFH (work from home). Aktifitas melalui daring memiliki berbagai dampak, baik dampak positif maupun negatif, salah satu dampak negatif yang di timbulkan dari WFH adalah hampir setiap orang menghabiskan lebih banyak waktu di depan laptop dan gawai dalam posisi duduk diam, dan dalam jangka waktu yang lama, sehingga menyebabkan nyeri punggung bawah yang biasa di sebut LBP (low back pain) di karenakan lama tidak beraktivitas. Nyeri merupakan suatu pengalaman sensorik dan emosional yang sangat mengganggu dikarenakan kerusakan jaringan, baik yang bersifat potensial maupun yang di gambarkan dalam bentuk cidera. Bentuk rasa nyeri dapat bervariasi intensitas, kualitas, durasi dan penyebarannya. Intensitas nyeri, dapat diklasifikasikan (nyeri ringan hingga nyeri berat). Pengukuran derajat nyeri dapat diukur menggunakan alat pengukur nyeri seperti: Numeric Ranting Scale (NRS), Verbal Ranting Scale (VRS), dan Visual Analog Scale (VAS). Dari banyaknnya alat ukur untuk mengukur nyeri, Visual Analog Scale (VAS) yang lebih sering dipakai pada penderita Low Back Pain. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbedaan pemberian Mulligan Mobilization exercise dan Pilates exercise terhadap penurunan nyeri low back pain. Metode Penelitian: Narrative review dengan metode PICO: P (patient, population, problem), I (intervention, prognostic factor, exposure), C (comparison, control), dan O (outcome) dan dapat memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pencarian artikel menggunakan 3 data base yang relevan yaitu Pubmed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil dari 20 artikel jurnal yang telah penulis review terdapat 10 jurnal yang menyatakan Mulligan Mobilization Exercise (SNAG) dan 10 jurnal Pilates Exercise efektif untuk mengurangi nyeri pada penderita Low Back Pain Non Spesifk. Dari 20 jurnal, hasil yang di dapatkan mulai dari, usia, jenis kelamin, serta dosis yang diberikan berbeda beda namun sama-sama memberikan hasil yang efektif untuk mengurangi nyeri Low Back Pain. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan dari pemberian Mulligan Mobilization Exercise dan Pilates Exercise terhadap penurunan nyeri low back pain, dikarenakan memiliki hasil yang sama-sama efektif terhadap penurunan nyeri pada pasien penderita low back pain. Saran: Bagi peneliti selanjutnnya diharapkan untuk melanjutkan penelitian ini dan dapat menambahkan lebih banyak referensi yang di gunakan sehingga hasil yang didapatkan lebih baik, dalam menambah informasi mengenai perbedaan pemberian Mulligan Mobilization Exercise dan Pilates Exercise terhadap penurunan nyeri Low Back Pain serta dapat melakukan penelitian eksperimenta

    Efektifitas teknik relaksasi nafas dalam terhadap tingkat nyeri pada pasien post spinal anestesi: literatur review

    Get PDF
    Latar belakang: Spinal Anestesi merupakan salah satu teknik anestesi regional yang biasanya digunakan dibeberapa tindakan pembedahan. Pembedahan merupakan salah satu tindakan medis yang penting dalam pelayanan kesehatan. Tindakan pembedahan bertujuan untuk menyelamatkan nyawa, mencegah kecacatan dan komplikasi. Tindakan pembedahan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri, pelaksanaan manajemen nyeri non farmakologi belum sepenuhnya di lakukan oleh perawat dalam mengatasi nyeri. Padahal teknik relaksasi nafas dalam dapat digunakan untuk mengontrol nyeri yang pasien rasakan. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas teknik relaksasi nafas dalam terhadap tingkat nyeri pada pasien post spinal anestesi. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pencarian data base Google Schoolar, ScienceDirect dan pubmed dengan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, seleksi literatur review dengan naskah sesuai dengan topik penelitian dengan desain quasy experiment berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian: Penelusuran literatur review terdapat pengaruh pemberian terapi relaksasi nafas dalam terhadap tingkat nyeri pada pasien post spinal anestesi. Simpulan: Terdapat pengaruh teknik relaksasi nafas dalam untuk menurunkan nyeri setelah dilakukan operasi post spinal anestesi dan termasuk salah satu teknik non farmakologi yang menjadi alternatif untuk menurunkan nyeri pada pasien. Saran: Bagi peneliti selanjutnya untuk dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang teknik non farmakologi yang efektif terhadap penurunan skala nyeri

    Efektifitas terapi relaksasi otot progresif dan terapi relaksasi nafas dalam terhadap kecemasan pada pasien pre operasi section caesarea: literature review

    Get PDF
    Latar Belakang : Kecemasan merupakan suatu pengalaman subjektif mengenai ketegangan mental sehingga menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan perasaan yang tidak menyenangkan. Pencegahan kecemasan dapat dilakukan dengan teknik relaksasi yang dapat mengurangi stres fisiologis yaitu terapi relaksasi otot progresif dan terapi relaksasi nafas dalam. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara efektifitas terapi relaksasi otot progresif dan terapi relaksasi nafas dalam terhadap kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea. Metode: Penelitian ini menggunakan pencarian database pubmed, sciendirect, garuda, dan google scholar (2017-2021). Seleksi literature dengan naskah sesuai topik penelitian dengan desain Quasi Eksperimental, dan Kuantitatif. Analisis artikel menggunakan JBI Quasi Eksperimental, dengan peer review. Hasil : Penulusuran literature didapatkan terapi relaksasi otot progresif dan terapi relaksasi nafas dalam sangat efektif untuk mengurangi kecemasan pada pasien pre operasi sectio carsarea karena pasien yang akan menjalani operasi cenderung memiliki rasa takut, khawatir, dan cemas yang berlebihan. Simpulan : Terapi relaksasi otot progresif aktifitas otot untuk menurunkan ketegangan agar timbul rasa releks dan tenang sehingga mengurangi kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea dan terapi relaksasi nafas dalam memberikan stimulasi pada saraf parasimpatis yang menghasilkan respon relaksasi karena terapi relaksasi nafas dalam telah terbukti mengurangi kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea. Saran : Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian mengenai terapi relaksasi terkait terapi relaksasi otot progresif, terapi relaksasi nafas dalam, dan terapi lainnya untuk menurunkan kecemasan pada pasien pre operasi

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇