DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Semi-nested RT-PCR sebagai metode deteksi Tilapia Lake Virus (TiLV) pada ikan nila (Oreochromis niloticus)
Produksi ikan nila Dusun Bokesan merupakan produksi ikan nila tertinggi di
Kecamatan Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Beberapa penyakit yang dapat
menyebabkan terjadinya kegagalan dalam budidaya ikan nila diantaranya adalah
adanya infeksi virus Tilapia Lake Virus (TiLV). Berdasarkan permasalahan tersebut
akan dilakukan penelitian sebagai antisipasi terhadap serangan infeksi virus TiLV
terhadap ikan nila di Dusun Bokesan. Pemeriksaan virus tersebut dilakukan dengan
menggunakan metode Semi-Nested RT-PCR. Adapun tujuan dari penelitian ini
adalah untuk melakukan deteksi virus TiLV pada ikan nila menggunakan metode
Semi-Nested RT-PCR serta primer MFT dapat digunakan pada deteksi. Penelitian ini
dimulai dengan ekstraksi RNA, sintesis cDNA, nested PCR, dan elektroforesis.
Sampel ikan nila yang memiliki gejala klinis diambil sebanyak 6 ekor. Parameter
yang diamati yaitu gejala yang ditimbulkan virus TiLV dan hasil visualisasi UV
Transilluminator. Hasil dari deteksi virus TiLV terdapat 6 sampel yang positif TiLV.
Semi-Nested RT-PCR dapat digunakan untuk deteksi TiLV pada ikan nila
menggunakan primer MFT. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat sampel ikan
nila positif TiLV di Dusun Bokesan
Hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa: literature review
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyebab utama kematian dini diseluruh dunia.
Hipertensi didiagnosis ketika diukur pada dua hari yang berbeda menunjukkan hasil
tekanan sistolik (angka pertama)140 mmHg dan/atau tekanan diastolik (angka kedua) 90
mmHg. Faktor risiko penyebab hipertensi pada usia dewasa yang dapat dikontrol adalah
gaya hidup. Tujuan: Diketahui adanya hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi
pada usia dewasa. Metode: Literature review dengan menggunakan artikel penelitian
yang sudah terpublikasi jurnal. Keyword yang digunakan adalah “Gaya Hidup dan
Kejadian Hipertensi dan Usia Dewasa”. Penelusuran literature menggunakan database
PubMed dan Google Scholar dari rentang tahun 2017-2021. Seleksi artikel menggunakan
PRISMA flowchart. Hasil: hasil analisa dari 5 jurnal didapatkan bahwa pola makan
(20%), konsumsi kopi (20%), aktivitas fisik (40%), obesitas (20%), tingkat stres (20%)
ada hubungan dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa dengan nilai p <0,05.
Sedangkan gaya hidup kebiasaan merokok (100%), kualitas tidur (20%) dan konsumsi
alkohol (20%) tidak ada hubungan dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa dengan
nilai p >0,05. Simpulan dan saran: Bahwa gaya hidup pola makan, konsumsi kopi,
aktivitas fisik, obesitas, tingkat stres ada hubungan dengan kejadian hipertensi pada usia
dewasa. Sedangkan gaya hidup kebiasaan merokok, kualitas tidur dan konsumsi alkohol
tidak ada hubungan dengan kejadian hipertensi. Diharapkan usia dewasa agar menjaga
gaya hidup sehat sehingga terhindar dari hipertensi
Pengaruh video kartun dan video animasi terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video kartun dan video animasi
terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi di RS
PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan quasy
experimental design dengan bentuk rancangan nonequivalent control group design.
Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan sampel 30 yang
terbagi menjadi 2 kelompok. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann
Whitney dengan alat ukur kuesioner kecemasan pada anak usia prasekolah. Hasil
penelitian dengan p value 0,000 (p<0,05) yang artinya ada pengaruh video kartun
dan video animasi terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah yang menjalani
hospitalisasi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video kartun dan video animasi
terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi di RS
PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan quasy
experimental design dengan bentuk rancangan nonequivalent control group design.
Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan sampel 30 yang
terbagi menjadi 2 kelompok. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann
Whitney dengan alat ukur kuesioner kecemasan pada anak usia prasekolah. Hasil
penelitian dengan p value 0,000 (p<0,05) yang artinya ada pengaruh video kartun
dan video animasi terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah yang menjalani
hospitalisasi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Peran mobilisasi dini pada pasien luka bakar dalam meningkatkan lingkup gerak sendi narrative review
Latar Belakang: Luka bakar masih merupakan tantangan bagi para tenaga kesehatan dan juga salah satu masalah kesehatan utama bagi masyarakat secara global dimana berdampak kepada gangguan permanen pada penampilan dan fungsi diikuti oleh ketergantungan pasien, kehilangan pekerjaan dan ketidakpastian akan masa depan. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah mobilisasi dini. Hal ini bertujuan mengembalikan pemulihan aktivitas yang sebelumnya mengalami
kesusahan dalam melakukan gerak akibat penurunan gerak sendi Tujuan: Mengetahui Peran mobilisasi dini terhadap pasien luka bakar dalam meningkatkan lingkup gerak sendi. Metode Penelitian: Menggunakan metode narrative review,
yaitu dengan mengumpulkan sepuluh artikel penelitian lalu dilakukan review. Hasil Penelitian: Hasil dari 10 jurnal yang telah direview menyatakan adanya pengaruh
penanganan kombinasi lain dengan intervensi mobilisasi terhadap peningkatan lingkup gerak sendi pada pasien luka bakar. Kesimpulan: Ada peran mobilisasi dini pada pasien luka bakar dalam meningkatkan lingkup gerak sendi dilihat dari hasil pengukuran menggunakan goniometer. Saran: Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi penelitian selanjutnya dan dilakukan secara refrensi intervensi
tambaha
Pengaruh pemberian senam hamil terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil menghadapi persalinan di PMB Annisa
Latar Belakang: Proses kehamilan merupakan pengalaman yang sangat ingin dirasakan oleh setiap wanita yang sudah berkeluarga. Proses kehamilan sampai masa persalinan dikenal sebagai periode sensitive, kebanyakan wanita mengalami
perubahan psikologis dan emosi. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kehamilan yaitu faktor fisik, psikologis, sosial budaya. Beban psikologis pada seorang
wanita hamil lebih banyak terjadi pada masa prenatal trimester III. Beban psikologis yang dialami ibu hamil pada masa prenatal trimester IIIlebih banyak terjadi pada ibu
primigravida dalam menjelang persalinannya, beban psikologis tersebut salah satunya
yaitu kecemasan. Tujuan: tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian senam hamil terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil yang menghadapi persalinan di PMB Annisa. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan bentuk pra-eksperimental dan menggunakan One Grup Pretest-Posttes Design, sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel 32 orang, instrumen penelitian menggunakan kuisioner HARS (Hamilton Rating Scale For Anxiety). Pengolahan data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Teknik pengujian hipotesis
dalam penelitian ini menggunakan Uji Shapiro wilk dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Uji hipotesis Wilcoxon Signed Rank Test menyimpulkan bahwa senam
hamil berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil yang menghadapi persalinan di PMB Annisa. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara senam hamil dan dalam penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil. Saran: menambahkan variabel bebas lain dan menambah jumlah sampel serta cangkupan area penelitian yang lebih lua
Pengaruh neuro developmental treatment (NDT) terhadap penurunan spastisitas pada anak cerebral palsy : narrative review
Latar Belakang Penelitian: Cerebral palsy merupakan salah satu bentuk brain injury
yaitu suatu kondisi yang mempengaruhi pengendalian sistem motorik sebagai akibat lesi
dalam otak yaitu adanya gangguan perkembangan maupun pengendalian fungsi motorik
pada anak. Salah satu karakteristik dari anak dengan cerebral palsy yaitu spastisitas
adalah kerusakan pada cortex cerebri yang menyebabkan kekejangan otot. Neuro
developmental treatment salah satu pendekatan yang telah dikembangkan untuk
menangani kondisi cerebral palsy spastik. Teknik neuro developmental treatment ini
dapat mengatasi pola abnormal aktivitas tonus refleks. Tujuan: Untuk mengetahui
pengaruh neuro developmental treatment terhadap penurunan spastisitas pada anak
cerebral palsy: Narrative Review. Metodologi: Metode penelitian yang digunakan yaitu
narrative review dengan framework PICO (Population, Intervention, Comparison,
Otcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan databased yang relevan (PubMed, dan
Google Scholar), kemudian memasukkan kedalam PRISMA flowchart, data hasil ulasan
narasi, menyusun, meringkas, dan melaporkan hasil. Hasil Penelitian: Hasil dari 517
artikel yang teridentifikasi, didapatkan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi, yaitu
10 artikel menyatakan bahwa neuro developmental treatment dapat menurunkan
spastisitas pada anak cerebral palsy. Dosis neuro developmental traetment. Dilakukan
selama 15 menit untuk total 5 sesi dalam seminggu. Instrument dalam artikel
menggunakan instrument ashworth scale. Kesimpulan: Neuro developmental treatment
berpengaruh dalam penurunan spastisistas pada anak cerebral palsy. Saran: Peneliti
selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian mengenai tema ini dengan metode
penelitian lain, seperti metode eksperimen
Hubungan bentuk dan panjang kaki terhadap terjadinya iliotibialband syndrome (ITBS) pada runners
Latar Belakang: Lari adalah olahraga yang mungkin dianggap mudah dilakukan
karena bisa dipraktikkan dimanapun. Lari juga merupakan olahraga yang memiliki
potensi untuk cedera. Salah satu cedera yang dialami oleh pelari adalah iliotibial band
syndrome. Cedera ini umum terjadi pada pelari yang dimana menyebabkan rasa nyeri
dan tidak nyaman pada epicondylus lateral. Faktor yang menyebabkan diantaranya
adalah kelainan bentuk kaki dan panjang kaki. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan
bentuk dan panjang kaki terhadap terjadinya iliotibialband syndrome (ITBS) pada
runners. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat
observasional analitik yang menjelaskan adanya hubungan antara variabel melalui
pengujian hipotesa. Pendekatan waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan ialah pelari dari Playon
Jogja sebanyak 55 orang dengan teknik total sampling. Hasil: Hasil uji statistik
menggunakan uji spearman rank diperoleh untuk hubungan bentuk kaki dengan ITBS
nilai p-value 0,000 dan pada panjang kaki dengan ITBS nilai p-value 0,000. Karena
nilai p-value 0,050 maka terdapat hubungan antara bentuk dan panjang kaki terhadap
terjadinya iliotibialband syndrome pada runners. Kesimpulan: Ada hubungan bentuk
dan panjang kaki terhadap terjadinya iliotibialband syndrome pada runners. Saran:
Peneliti berharap peneliti selanjutnya dapat mencari informasi dan faktor-faktor lain
mengenai cedera iliotibialband syndrome yang lai
Efektivitas brain gym terhadap peningkatan konsentrasi belajar anak autis khusus autisme Bina Anggita Yogyakarta
Latar Belakang : Autis atau autisme memiliki arti yang hanya tertarik pada dunianya
sendiri. Anak autis memiliki keterbatasan atau gangguan perkembangan, gangguan
pertumbuhan, gangguan berbicara sehingga berdampak pada pada aktivitasnya.
Perilaku anak autis cenderung berlebihan seperti memukul, mengamuk, berperilaku
agresif, hiperaktif, beberapa diantaranya hipoaktif, sulit memahami dan menggunakan
bahasa dan sulit berkonsentrasi. Terganggunya konsentrasi belajar mengakibatkan
siswa tidak dapat menerima materi dengan baik dan terhambatnya dalam
menyelesaikan tugas sehingga mempengaruhi hasil belajar. Brain gym atau yang
dikenal dengan senam otak merupakan gerakan sederhana yang akan merangsang kerja
otak secara optimal. Brain gym dapat mengaktifkan kedua belah otak ketika kedua
hemisfer otak terhubung oleh corpus collosum, jalannya informasi dari kedua belah
otak menyilang maka akan akan meningkatkan kemampuan belajar dan konsentrasi.
Tujuan : Untuk mengetahui apakah efektivitas brain gym terhadap peningkatan
konsentrasi belajar anak autis di Sekolah Khusus Autisme Bina Anggita. Metode
Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen menggunakan one
group design pre-test and post-test research design, 20 anak autis menjadi sampel
dengan teknik purposive sampling dan diberi perlakuan brain gym 4 kali seminggu
selama 2 minggu dan sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini
menggunakan alat ukur kuesioner konsentrasi belajar. Hasil Penelitian : Pada hasil
uji Spearman’s rank correlation pada pre-test p=0.000 dan post-test mendapatkan
p=0.000 (p<0.05) sehingga maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dari pernyataan tersebut
bahwa ada pengaruh efektivitas brain gym terhadap peningkatan konsentrasi belajar.
Kesimpulan : Ada efektivitas brain gym terhadap peningkatan konsetrasi belajar anak
autis di Sekolah Khusus Bina Anggita Yogyakarta. Saran: Diharapkan penelitian
selanjutnya menggunakan kelompok kontrol dan dapat menerapkan brain gym lebih
dari 2 minggu, sehingga hasil yang didapatkan lebih maksimal
Pengaruh latihan brain gym terhadap peningkatan daya konsentrasi pada siswa post pembelajaran daring : narrative review
Latar Belakang : Semenjak pandemi Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi,
pembelajaran dilakukan secara daring atau online. Penurunan daya konsentrasi
menjadi salah satu masalah yang timbul akibat pembelajaran daring tersebut.
Konsentrasi adalah pemusatan fungsi jiwa terhadap suatu objek seperti konsentrasi
pikiran, perhatian dan lain sebagainya. Gangguan konsentrasi ini juga akan berlanjut
pada terganggunya murid dalam menerima ilmu yang diberikan oleh guru. Tujuan :
Tujuan narrative review ini adalah untuk mengetahui mengenai pengaruh brain gym
terhadap peningkatan daya konsentrasi pada siswa post pembelajaran daring. Metode
Penelitian : Penyusunan skripsi ini menggunakan metode narrative review, yaitu
mengumpulkan sebanyak 10 artikel-artikel penelitian, dengan langkah awal yaitu
melakukan identifikasi kata kunci menggunakan rumus atau format PICO (Population,
Intervention, Comparison, Outcome) serta menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi
untuk menentukan artikel yang selanjutnya akan dipilih dan direview. Pencarian
artikel-artikel penelitian dilakukan pada tiga database, yaitu Google Scholar,
ResarchGate dan PubMed. Hasil Penelitian : Dari kesepuluh jurnal yang menjadi
rujukan, semua jurnal yang direview mendapatkan hasil bahwa brain gym berpengaruh
secara signifikan dalam meningkatkan tingkat konsentrasi siswa khususnya pada siswa
post pembelajaran daring. Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian brain gym terhadap
peningkatan konsentrasi siswa. Beberapa artikel penelitian membuktikan bahwa ada
pengaruh yang signifikan mengenai pemberian intervensi brain gym terhadap tingkat
konsentrasi siswa. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan maka brain
gym dilakukan secara teratur kurang lebih 15-30 menit perhari sebelum dilakukan
proses pembelajaran. Saran : Peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai tema ini
dengan metode penelitian lain seperti eksperimental
Hubungan indeks massa tubuh terhadap VO2MAX pada lansia di Posbindu Klinyo Margoluwih Sleman
Latar belakang: Penumpukan lemak pada tubuh dapat menyebabkan timbulnya resiko
terhadap kesehatan salah satunya obesitas atau kegemukan. Indeks massa tubuh (IMT)
merupakan cara sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa, terutama yang
berkaitan dengan underweight (kurus) dan overweight (obesitas). Berat badan yang tinggi
sangat erat kaitanya dengan kebugaran jasmani berdasarkan daya tahan kardiorespirasi
(VO2max). VO2max atau konsumsi oksigen maksimal atau ketahanan kardiorespirasi
adalah jumlah oksigen maksimal yang dapat digunakan tubuh manusia itu menunjukan
daya tahan atau kebugaran dari kardiorespirasi setiap individu. Faktor-faktor yang
mempengaruhi VO2max adalah latihan, jenis kelamin, aktivitas, lemak tubuh dan usia.
Tujuan: Pada penelitian ini adalah Mengetahui hubungan index massa tubuh terhadap
VO2max pada lansia di Posbindu Klinyo Margoluwih Sleman. Metode: Penelitian dengan
analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel 60 orang Instrumen
penelitian menggunakan timbangan digital, microtoise staturemeter dan oxymeter. Analisis
data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate yaitu uji korelasi sprerman.
Hasil: uji korelasi Sperman Rank menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan
antara IM terhadap VO2max pada lansia (p = 0,001, r = -0,497). Dari hasil koefisien
korelasi tersebut diketahui jenis korelasi yaitu negatif, yang berarti hubungan berbanding
terbalik. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan VO2max
namun berbanding terbalik dimana semakin tinggi nilai IMT maka nilai VO2max semakin
kecil. Saran: Menambahkan variabel bebas laindan menambahkan jumlah sampel serta
cakupan area penelitan yang lebih luas