DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Perbedaan pengaruh pemberian proprioceptive neuromuscular fasilitation(PNF) wajah dan mirror exercise terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada penderita bell's palsy : narrative review
Latar belakang :Bell’s Palsy merupakan kelumpuhan saraf perifer yang terjadi
pada nervus fascialis (VII). Bell’s palsy merupakan penyakit idiopatik atau
belum diketahui pasti penyebabnya, namun ada beberapa faktor yang bisa
menyebabkan terjadinya bell’s palsy seperti cedera atau trauma, infeksi virus,
inflamasi, atau gangguan metabolism saraf wajah .Gejala yang terjadi pada
penderita bell’s palsy yaitu kecacatan salah satu sisi wajahnya, biasanya
penderita akan kesulitan membuka dan menutup mata, kesulitan membuka dan
menutup mulut, kesulitan tersenyum, air mata terus keluar, dan adanya gangguan
sensasi pada lidah bagian depan. Fisioterapi memiliki peran dalam penanganan
kasus bell’s palsy untuk mengembalikan kekuatan otot, meningkatkan
kemampuan fungsional, dan mengembalika kembali ekspresi wajah.
Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh pemberian
Proprioceptive Neuromuscular Fasilitation (PNF) dan Mirror Exercise pada
penderita Bell’s Palsy.
Metode : Metode yang digunakan adalah Narrative Review, yaitu mencari
literatur melalui Google Schoolar, PubMed, dan PEDro yang diterbitkan
minimal tahun 2012. Strategi pencarian menggunakan format PICO, yang
kemudian dipilih sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi.
Hasil : Berdasarkan analisis dari 12 artikel yang telah penulis review tidak ada
perbedaan yang signifikan terhadap kedua intervensi. Proprioceptive
Neuromuscular Fasilitation (PNF) dan Mirror Exercise sama-sama efektif dalam
meningkatkan kemampuan fungsional pada penderita Bell’s Palsy.
Kesimpulan : Hasil dari 12 artikel yang telah penulis review menunjukan bahwa
Proprioceptive Neuromuscular Fasilitation (PNF) dan Mirror Exercise efektif
dalam meningkatkan kemampuan fungsional penderita bell’s palsy. Setiap
intervensi memiliki keunggulan masing-masing dimana kedua intervensi efektif
dalam meningkatkan kemampuan fungsional penderita bell’spalsy Saran : penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu pedoman dalam
menangani kasus bell’s palsy dalam meningkatkan kemampuan fungsional
dengan menggunakan intervensi Proprioceptive Neuromuscular Fasilitation
(PNF) dan Mirror Exercise
Kualitas hidup pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gamping II Yogyakarta
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit pembunuh utama dari kategori Penyakit Tidak Menular (PTM) di dunia. Populasi penderita penyakit hipertensi yang terjadi di Indonesia ini tidak hanya menyerang kelompok lansia tetapi juga banyak menyerang orangorang dengan usia produktif mulai dari usia 18 tahun ke atas. Penyakit hipertensi disebut juga sebagai “Silent Killer” karena banyak dari penderita hipertensi tidak menyadari bahwa dirinya mengidap penyakit hipertensi. Kualitas hidup merupakan cara untuk menilai dan mengetahui keberhasilan dari pengobatan yang dijalani oleh penderita hipertensi.
Tujuan penelitian: Mengetahui kualitas hidup pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gamping II Yogyakarta.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik (non-eksperimental). Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Melibatkan 34 responden yang berumur 37-81 tahun di wilayah kerja Puskesmas gamping II Yogyakarta. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner SF-36.
Hasil penelitian: Dapat diketahui bahwa kualitas hidup pasien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping II secara keseluruhan yang dinilai dengan kuesioner Short Form-36 (SF36) yakni 33 orang (97%) memiliki kualitas hidup baik dan 1 orang (3%) memiliki kualitas hidup buruk. Dari analisis data dengan uji Chi-Square diperoleh nilai signifikansi terendah pada status merokok 0.137 dan tertinggi pada pendidikan terakhir 0.922 yang berarti tidak
terdapat pengaruh antara kualitas hidup dengan karakteristik sosiodemografi karena nilai p > 0.05.
Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh antara kualitas hidup dengan karakteristik sosiodemografi pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gamping II Yogyakarta.
Saran: Supaya lebih meningkatkan screening dan monitoring pada pasien hipertensi agar kualitas hidup tetap baik dan terus mengalami peningkatan
Efektivitas pemberian aromaterapi terhadap tingkat emesis gravidarum: literature review
Latar Belakang: Morning sickness yaitu merupakan suatu keadaan mual yang terkadang
disertai muntah dan gejala yang wajar untuk kehamilan. Emesis gravidarum pada
kehamilan memiliki dampak yang signifikan bagi tubuh dimana ibu menjadi sangat lemah,
muka pucat dan frekuensi buang air kecil dan menurun drastis sehingga cairan tubuh
semakin berkurang menjadi kental (hemokonsentrasi). Untuk mengurangi mual muntah
pada ibu hamil yaitu dengan aromaterapi karena memiliki manfaat untuk meningkatkan
kekebalan tubuh dan memberikan ketenangan.
Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian aromaterapi terhadap tingkat emesis
gravidarum berdasarkan studi literature review.
Metode: Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian literature review dengan kata
kunci yang digunakan yaitu morning sickness dan aromatherapy. Menggunakan tiga
database yaitu Google Scholar, PubMed, dan Portal Garuda. Analisis kelayakan data
menggunakan JBI Critical appraisal berupa cheklist for eksperimental.
Hasil: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari tiga artikel terdapat adanya efektifitas
yang signifikan antara pemberian aromaterapi dengan tingkat emesis gravidarum.
Simpulan dan Saran: Pemberian aromaterapi berpengaruh pada tingkat emesis
gravidarum. Ilmu keperawatan diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan,
tenaga kesehatan mampu memberikan informasi dan intervensi, peneliti selanjutnya
diharapkan diharapkan mampu melakukan penelitian lanjut terkait intervensi, dan
diharapkan ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum dapat mengontrol mual muntah
Hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup orang dengan HIV/ AIDS :literature review
Latar Belakang: HIV/AIDS merupakan penyakit yang diakibatkan oleh
penurunan system kekebalan tubuh yang disebabkan oleh Human
Immunodeficiency Virus. Saat terdiagnosis HIV/AIDS, ODHA cenderung
mengalami penurunan kualitas hidup oleh karena itu diperlukan dukungan keluarga
untuk membantu ODHA semangat menjalani kehidupannya.
Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup orang
dengan HIV/AIDS menggunakan literature review.
Metode : Kata Kunci yang digunakan dukungan keluarga, kuslitas hidup, dan
ODHA. Menggunakan tiga database Google Scholar, Pubmed, dan Neliti. Analisis
kelayakan data menggunakan JBI Critical appraisal berupa checklist for cross
sectional.
Hasil dan diskusi: Penelitian ini didapatkan 5 jurnal nasional. Kelima jurnal
mendapatkan hasil bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas
hidup pasien ODHA.
Simpulan dan saran: Ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup
ODHA. Keluarga dapat meningkatkan pengetahuannya terhadap HIV/AIDS serta
memberikan dukungan yang penuh terhadap ODHA, sehingga ODHA dapat hidup
dengan damai dan diterima di lingkungannya dengan baik
Tingkat pengetahuan tentang triage kebencanaan pada mahasiswa keperawatan anestesiologi angkatan 2018
Latar belakang :. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat
kerawanan bencana alam cukup tinggi dengan menduduki urutan ke-36 dari 172
negara. Kesiapsiagaan di bidang bencana perlu ditunjang dari berbagai hal, salah
satunya dengan cara ketepatan dalam melaksanaan triage.Penting bagi mahasiswa
menguasai pengetahuan mengenai triage untuk meminimalkan terjadinya
kematian. Tindakan medis yang tepat dapat meningkatkan tingkat kesembuhan
korban sehingga korban yang sudah diberi label warna.. Program Studi
Keperawatan Anestesiologi adalah salah satu program studi yang bergerak
dibidang kesehatan yang mempelajari materi seputar kegawatdaruratan dalam
kebencanaan yang sejalan dengan salah satu visi misi Program Studi Keperawatan
Anestesiologi Universitas Aisyiyah Yogyakarta,yaitu unggulan kesehatan bencana
berdasarkan nilai-nilai islam berkemajuan. Diharapkan ketika praktik di lapangan
pengetahuan mahasiswa mengenai triage sudah siap di implementasikan
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang
triage kebencanaan pada mahasiswa anestesiologi angkatan 2018.
Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif
dengan desain penelitian survey cross sectional. Teknik pengambilan sampel
menggunakan total sampling yang berjumlah 121 mahasiswa dengan kriteria
inklusi dan ekslusi. Analisa data dilakukan menggunakan uji deskriptif frekuensi.
Hasil penelitian : Hasil uji deskriptif frekuensi untuk mengetahui adanya tingkat
pengetahuan tentang triage kebencaan pada mahasiswa anestesiologi angkatan
2018 didapatkan hasil Mayoritas responden yang mempunyai pengetahuan baik
sebanyak 78 responden (65,0. Pengetahuan cukup sebanyak 29 responden (24,2%)
sedangkan responden dengan pengetahuan kurang sebanyak 13 responden
(10,8%).
Simpulan : Terdapat tingkat pengetahuan tentang triage kebencanaan pada
mahasiswa anestesiologi angkatan 2018.
Saran : Penata anestesi diharapkan dapat mengimplementasikan triage dalam
tanggap bencana dalam penerapan triag
Pengaruh active cycle of breathing technique terhadap tingkat sesak nafas penderita penyakit paru obstruktif kronik : narrative review
Latar Belakang: PPOK diperkirakan meningkat dalam beberapa dekade mendatang karena paparan terus menerus terhadap faktor risiko PPOK dan penuaan populasi. Beberapa faktor resiko dari PPOK adalah genetik, umur, jenis kelamin, pertumbuhan dan perkembangan paru – paru, paparan partikel seperti asap rokok dan debu, serta status sosial ekonomi dan asma. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian active cycle of breathing technique terhadap tingkat sesak nafas penderita penyakit paru obstruktif kronik. Metode: Penelitian merupakan jenis penelitian narrative review dengan metode PICO yang terdiri dari 4 komponen yaitu P (Population, Patient, Problem), I (Intervention), C (Comparison), O (Outcome). Identifikasi artikel menggunakan database yang relevan (Google Scholar, PubMed, ScienceDirect) dengan kata kunci yang disesuaikan. Seleksi artikel menggunakan PRISMA flowchart. Hasil: Hasil keseluruhan 3 database terdapat 519 artikel. Setelah dilakukan seleksi artikel menggunakan PRISMA flowchart diperoleh 10 artikel yang membuktikan pengaruh active cycle of breathing technique terhadap tingkat sesak nafas penderita penyakit paru obstruktif kronik. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian active cycle of breathing technique terhadap tingkat sesak nafas penderita penyakit paru obstruktif kronik. Saran: Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadikan penelitian ini sebagai sebagai pembaharuan tentang pengaruh active cycle of breathing technique terhadap tingkat sesak nafas penderita penyakit paru obstruktif kroni
Efektivitas penanganan fisioterapi terhadap penderita vertigo, dizziness, and balance disorder (VDB) narrative review
Latar Belakang : Vertigo, dizziness, and balance disorder (VDB) merupakan kumpulan keluhan lansia, menyebabkan penderita mengakibatkan resiko jatuh menjadi lebih tinggi, Akibat dari gangguan vestibular dapat menurunkan kualitas hidup, berdampak pada semua aspek kehidupan mulai dari partisipasi ekonomi hingga sosial, berkontribusi pada masalah emosional, seperti kecemasan dan depresi. Gaya hidup yang tidak banyak bergerak berdampak gangguan vesti bular gejalanya sering menyebabkan pusing sehingga timbul menghindari gerakan, atau lebih buruk terjadi ketidakseimbangan pada gerakan. untuk menangani permasalahan tersebut dengan bantuan fisioterapi. Tujuan Penelitian : Mengetahui gambaran efektifitas dari penanganan fisioterapi terhadap keluhan yang dirasakan oleh penderita vertigo, dizziness, and balance disorder (VDB)
Metode : Narrative review dengan framework PICO (patient/population/problem,intervention/prognostic factor/exposure, comparison/control, outcome). Pencarian
artikel yang relevan menggunakan database ( sage jurnal, google shcolar, pubmed, sience direct). Proses sleksi menggunakan flowchart, kemudian dilakukan penilaian artikel. Dengan tahun terbit artikel 5 tahun terakhir (2017-2021). Hasil Penelitian : dari 4 database didapatkan 154 artikel yang sudah di saring dengan screening abstrak dan duplikasi diperoleh 16 artikel sesuai kriteria inklusi, 16 artikel membuktikan tentang efektifitas penanganan fisioterapi pada penderita vertigo, dizzines, and balance disorder. Kesimpulan :dari 5 intervensi fisioterapi yang digunakan menunjukan VRT merupakan intervensi fisioterapi yang paling efektif dalam penanganan VDB Saran : Diharapakan menjadi referensi penangangan fisioterapi dan penelitian selanjutnya mencari literarur yang terbaru
Faktor yang mempengaruhi serangan ulang infark miokard akut (IMA) literatur review
Infark Miokard Akut (IMA) merupakan keadaan rusaknya sel otot jantung karena iskemia akibat
dari penyumbatan pada arteri koroner. Indonesia merupakan negara berkembang dimana
prevelansi penyakit jantung dari tahun ke tahun semakin meningkat terutama pada Infark Miokard
Akut. Penderita yang pernah mengalami IMA, memiliki kemungkinan sebesar 50% untuk
mengalami serangan berulang. Beberapa faktor seperti usia dan riwayat penyakit sebelumnya
berpengaruh terhadap kejadian serangan ulang IMA. Literature review ini bertujuan untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian serangan ulang IMA. Literature review
menggunakan dua database Google Scholar dan PubMed dengan kreteria inklusi naskah Fulltext
baik berbahasa Indonesia maupun bahasa inggris, dan diterbitkan oleh jurnal nasional maupun
internasional antara tahun 2012 sampai 2022. Kata kunci yang digunakan yaitu serangan ulang
atau recurrent dan Infark Miokard Akut atau Acute Myocardial Infarction. Hasil seleksi literatur
didapatkan 3 buah jurnal nasional dan 1 buah jurnal internasional. Telaah 4 artikel tersebut
menemukan bahwa faktor yang mempengaruhi serangan ulang infark miokard akut yaitu usia,
diabetes militus, rendahnya terapi reperfusi, kepatuhan mengontrol kadar kolestrol, kepatuhan
mengontrol tekanan darah, dan kadar glukosa darah. Beberapa faktor seperti usia yang lebih tua,
memiliki riwayat penyakit diabetes militus, rendahnya terapi reperfusi, rendahnya kepatuhan
mengontrol kadar kolestrol, tekanan darah, dan kadar glukosa darah mempengaruhi kejadian
serangan ulang pada pasien IMA. Pencegahan serangan ulang pada pasien IMA dapat dilakukan
dengan memperhatikan beberapa faktor seperti usia, riwayat penyakit diabetes serta meningkatkan
kepatuhan pasien dalam melakukan perawatan mandiri
Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea dengan spinal anestesi di RSUD dr Soedirman Kebumen
Latar Belakang : Persalinan dengan tindakan sectio caesarea sangat berpotensi
pada ibu hamil saat pre operasi sehingga mengalami kecemasan. Cemas pada
pasien dapat menyebabkan kondisi buruk pada pasien yang akan menjalani
operasi dan dapat memperlambat penyembuhan.
Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan
tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea dengan spinal anestesi
di RSUD DR Soedirman Kebumen.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat
observasional analitik. Pendekatan waktu yang digunakan dalam penelitian ini
adalah cross sectional dengan 30 responden. Uji statistik menggunakan uji chisquare. Lembar kuisioner kecemasan yang digunakan adalah spielberger yaitu
State Trait Anxiety Inventory (STAI).
Hasil penelitian: Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan dukungan
keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien, dengan nilai significancy pada
hasil menunjukan (p = 0,047 < 0,05).
Kesimpulan: Dari hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara dukungan
keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operai sectio caesarea
dengan tindakan spinal anestesi. Karakteristik responden berdasarkan dukungan
keluarga sebagian besar responden termasuk kategori tidak baik yaitu sebanyak
19 responden (63,3%) dan kategori baik sebanyak 11 responden (36,7%).
Sebagian besar responden termasuk kategori cemas yaitu sebanyak 25 responden
(83,3%) dan kategori tidak cemas sebanyak 5 responden (16,7%).
Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan
wawasan serta sebagai referensi untuk melakukan penelitian terkait kecemasan
dan dukungan keluarga
Hubungan pengetahuan spinal anestesi dengan tingkat kecemasan pre operasi pada pasien sectio caesarea di RSKIA Sadewa Yogyakarta
Latar Belakang: Tindakan pembedahan dengan spinal anestesi dapat
menimbulkan ancaman tubuh, integritas serta jiwa seseorang. Kecemasan yang
dialami pasien yang direncanakan pembedahan dapat terjadi karena kurang
pengetahuan tentang prosedur pembiusan yang akan dijalani. Kecemasan yang
dialami pasien dapat memberikan efek kegelisahan dan mempengaruhi
kardiovaskular yang dapat mengganggu proses pembedahan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan spinal
anestesi dengan tingkat kecemasan pre operasi.
Metode: Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross
sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien sectio caesarea dengan kriteria
inklusi dan ekslusi di Instalasi Bedah Sentral RSKIA Sadewa Yogyakarta. Jumlah
sampel penelitian ini sebanyak 32 responden yang diperoleh dengan consecutive
sampling. Instrumen pengetahuan menggunakan kuesioner dan kecemasan pasien
pre operasi menggunakan instrument APAIS. Data yang diperoleh dianalisis
menggunakan Uji Spearman rho dengan ?= 0,05.
Hasil: Penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan prosedur anestesi
spinal dengan kecemasan pasien intraoperatif dengan p = 0,000.
Kesimpulan: Pengetahuan tentang prosedur anestesi spinal dibutuhkan guna
mendorong responden menggunakan mekanisme koping yang positif dalam
mengatasi kecemasan yang dialami. Pengetahuan yang baik menyebabkan
mekanisme koping responden menjadi positif yaitu memberikan strategi pemecahan
masalah dalam mengurangi kecemasan yang dialami. Diharapkan penata anestesi
meningkatkan pemberian edukasi pre operasi kepada pasien tentang spinal anestesi
agar kecemasan pasien pre operasi berkuran