DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Pengaruh nerve gliding exercise dan ultrasound terhadap nyeri pada kasus carpal tunnel syndrome : narrative review
Latar Belakang : Kejadian CTS mengakibatkan pergelangan tangan menjadi
terbatas dan tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya sehingga berpengaruh
terhadap pekerjaan sehari-hari. Modalitas fisioterapi yang dapat digunakan untuk
mengatasi CTS diantaranya adalah Nerve glide exercise dan Ultrasound. Tujuan :
Tujuan narrative review ini adalah untuk menganalisis pengaruh Nerve glide
exercise dan Ultrasound terhadap penurunan nyeri pada pasien Carpal Tunnel
Syndrom (CTS). Metode Penelitian : Penyusunan skripsi ini menggunakan metode
narrative review, yaitu mengumpulkan sebanyak 10 artikel-artikel penelitian, dengan
langkah awal yaitu melakukan identifikasi kata kunci menggunakan rumus atau
format PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome) serta menetapkan
kriteria inklusi dan ekslusi untuk menentukan artikel yang selanjutnya akan dipilih
dan direview. Pencarian artikel-artikel penelitian dilakukan pada tiga database, yaitu
Google Schoolar, PubMed, dan PEDro. Hasil Penelitian : Dari 6 jurnal yang
direview terdapat 4 jurnal yang menyimpulkan bahwa ada pengaruh terapi Nerve
gliding exercise terhadap penurunan nyeri pada pasien Carpal Tunnel Syndrom
(CTS) dan 5 jurnal yang menyimpulkan bahwa ada pengaruh terapi Ultrasound
terhadap penurunan nyeri pada pasien Carpal Tunnel Syndrom (CTS). Kesimpulan :
modalitas Nerve glide exercise dan ultrasound terhadap penurunan nyeri pada pasien
Carpal Tunnel Syndrom (CTS). Saran : Peneliti selanjutnya dapat melanjutkan
pengkajian tentang modalitas apa saja yang dapat diterapkan dalam menangani kasus
Carpal Tunnel Syndrom (CTS)
Hubungan pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia: literature review
Latar belakang: Data dari WHO 2016 menyatakan bahwa terdapat 21 juta penderita
skizofrenia, dan data dari Riset Kesehatan Dasar 2018 mencatat 6,7/1000 rumah tangga
menderita skizofrenia. Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan bahwa penderita
skizofrenia tidak meminum obat dengan rutin sebanyak 48,9%.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga
dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia.
Metode:Penelurusan literature dilakukan dengan menggunakan database Google
Scholar dan Pubmed (1 Januari 2016 – 31 Desember 2021). Kata kunci yang digunakan
asalah dalam bahasa Inggris “Family Knowledge AND Medication Compliance AND
Schizophrenic”. Sedangkan dalam bahasa Indonesia “Pengetahuan Keluarga dan
Kepatuhan Minuman obat dan Skizofrenia”.
Hasil:Analisa didapatkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan keluarga dengan
kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia. Pengetahuan yang baik akan
berpengaruh dalam kepatuhan menjadi patuh minum obat pada pasien skizofrenia,
sebaliknya apabila pengetahuan keluarga kurang maka kepatuhan minum obat pada
pasien skizofrenia menurun.
Kesimpulan:Literature review ini adalah kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia
ada hubungannya dan dipengaruhi oleh pengetahuan keluarga. Pengetahuan keluarga
adalah suatu hal tahu mengenai skizofrenia yang diderita anggota keluarga, tanda gejala,
dan cara pengobatan, serta keluarga sebagai pengawas minum obat pasien skizofrenia.
Saran: Bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan meneliti
pengaruh lain yang dapat mempengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia
yang belum diteliti dalam penelitian ini
Hubungan tingkat religiusitas dengan tingkat kekambuhan pasien skizofrenia di Puskesmas Seyegan, Sleman, Yogyakarta
Kekambuhan pada pasien skizofrenia diperkirakan mencapai 50% dan meningkat hingga 70%
pada tahun kedua. Agama dan praktik spiritual memberikan peranan penting dalam kehidupan
banyak orang, termasuk mereka yang menderita skizofrenia. Agama dan praktik spiritual
mempengaruhi psikopatologi, pencarian bantuan, jalur perawatan, dan putus pengobatan bagi
pasien skizofrenia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat religiusitas
dengan tingkat kekambuhan pasien skizofrenia di Puskesmas Seyegan, Sleman, Yogyakarta.
Metode penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel dalam
penelitian ini ditentukan dengan menggunakan purposive sampling dimana yang diambil adalah
pasien yang rutin menjalani pengobatan sebanyak 51 responden. Instrumen yang digunakan adalah
kuesioner yang sudah diuji expert. Hasil dari uji CVI menghasilkan S-CVI sebesar 1 yang artinya
mempunyai validitas isi yang memadai. Hasil uji statistik Kendall tau menunjukkan p = 0,889 >
0,05 sehingga disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat religiusitas dengan tingkat
kekambuhan pasien skizofrenia di Puskesmas Seyegan, Sleman, Yogyakarta
Hubungan dukungan keluarga dengan citra tubuh pada pasien penderita diabetes melitus pasca amputasi literature review
Pasien DM mempunyai risiko 5 kali lebih besar mengalami ulkus kaki diabetik.
Sekitar 15% pasien DM mengalami komplikasi berupa ulkus kaki diabetik.
Kejadian amputasi pasien DM lebih besar 15 kali daripada yang bukan pasien
DM. Dalam tindakan amputasi sangat berkaitan erat pada citra tubuh yang pada
akhirnya berpengaruh terhadap citra diri penampilan seseorang baik secara psikis
maupun psikologis. dukungan keluarga mempengaruhi citra tubuh pasien yang
diamputasi. Efek dari dukungan keluarga terhadap kesehatan tersebut dapat
menurunkan mortalitas, kesembuhan yang lebih cepat, fungsi kognitif, fisik, kesehatan
emosi dan juga penyesuaian terhadap kondisi stres. Untuk mengetahui apakah ada
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Citra Tubuh Pada Pasien Penderita DM
Pasca Amputasi. Metode penelitian ini yaitu menggunakan literature review.
Pencarian jurnal dilakukan di potal jurnal online seperti Google Schoolar dan
ScieneDirect. Hasil penelusuran jurnal didapatkan 5 jurnal dalam penelitian ini. Hasil
keseluruhan pencarian dari 2 database terdapat 559 artikel. Setelah discreening judul
an relevansi abstrak diperoleh 5 jurnal yang membuktikan hubungan dukungan
keluarga terhadap citra tubuh pasien penderita DM pasca amputasi. Kondisi tubuh
seseorang yang telah diamputasi tidaklah seutuh seperti saat belum mengalami
amputasi sehingga dapat mempengaruhi terhadap penilaian diri dan kondisi fisik
atau konsep diri yang meliputi harga diri, citra tubuh. Seseorang yang telah
mengalami amputasi akan mengalami perubahan dalam hidupnya terutama dalam hal
bersosialisasi sehingga membutuhkan dukungan sosial ketika harus menjalani
kehidupan sehari-hari. Dukungan sosial merupakan tindakan nyata yang dilakukan
oleh orang lain, dalam hal ini adalah keluarga
Hubungan keterjangkauan makanan terhadap prestasi belajar mahasiswa di Lampung
Latar belakang : Komponen keterjangkauan makan terdiri uang saku, harga makanan dan bantuan
program makan. komponen ini di akan mempengatuhi asupan makan yang tidak sehat. asupan
makanan menjadi salah satu faktor menurunya produktivitas terutama pada perfoma belajar.
Prestasi belajar mahasiswa merupakan salah satu faktor penting dalam kesuksesan mahasiswa
dimasa depan. Tujuan penelitian : Penelitian ini adalah mengetahui hubungan keterjangkauan
makanan terhadap terhadap prestasi mahasiswa di lampung. Metode penelitian : Penelitian ini
dengan metode kuantitatif yang termasuk jenis penelitian empirik observasional analitik dengan
desain cross sectional. Teknik sampling yang di gunakan pada penelitian ini menggunakan
snowball sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 196 mahasiswa aktif di kota
lampung. Pengumpulan keterjangkauan makan di peroleh dari kuesioner, sedangkan untuk prestasi
belajar diperoleh dengan nilai IPK (Indeks Kumalatif Mahasiswa) satu tahun terakhir dan analisis
ini yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Analisis uji Independent Sample T-Test. Hasil
penelitian : menunjukkan bahwa Tidak ada hubungan keterjangkauan makan dengan prestasi
belajar. hasil ini bisa di lihat dari perhitungan Hasil uji Independet t-test di ketahui indikator
pengeluaran untuk makan P 0,064 > 0,05, Daya beli P 0,96> 0,05, dan bantuan program makan P
0,24> 0,05, maka Ho diterima menunjukkan tidak ada hubungan. Kesimpulan dan saran :
Komponen keterjangkauan makan tidak berhubungan dengan prestasi belajar baik dari indikator
Pengeluaran Makan, Daya Beli dan bantuan program makan. Harapannya Mahasiswa Memilih
makan sesuai dengan pedoman gizi seimbang membantu lebih berkosentrasi dalam menerima
materi yang di berikan sehingga dapat meningkatkan prestasi
Pengaruh pemberian diaphragma breathing exercise terhadap peningkatan volume oksigen maksimal (VO2MAX) pada remaja dengan metode telephysiotherapy
Latar Belakang : Di era modern ini, begitu banyak perkembangan teknologi yang semakin canggih dan mempermudah kita dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Hal inilah yang membuat minimnya dalam melakukan aktivitas khususnya di kalangan remaja. Penggunaan teknologi yang
berlebihan membuat remaja beranggapan bahwa semua kegiatan dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus melakukan aktivitas yang berat. Dengan ketergantungan dalam penggunaan teknologi
tersebut menjadi penyebab menurunnya tingkat kebugaran jasmani serta menurunnya kebugaran cardiorespirasi (VO2Max) pada remaja, untuk mengukur tingkat kebugaran atau volume oksigen maksimal (VO2Max) seseorang yaitu dengan cooper test. Diaphragma breathing exerciseditujukan untuk mengembangkan pernapasan abdominal, mengkontraksikan otot-otot pernapasan utama dan dan mempengaruhi Vo2Max. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian diaphragma breathing exercise terhadap peningkatan volume oksigen maksimal (VO2Max) pada remaja dengan metode telephysiotherapy. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan quasi
experimental dengan pre and post tes one group design, teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel berjumlah 12 orang dan diberikan perlakuan dengan intervensi
diaphragma breathing exercise dilakukan 3x seminggu selama 4 minggu. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Cooper Test. Untuk uji normalitas data menggunakan
shapiro wilk test dan untuk uji hipotesis menggunakan paired sampel t-test. Hasil : Hasil analisis data dengan paired t-test pada kelompok perlakuan menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian diaphragma breathing exercise terhadap peningkatan volume oksigen maksimal (VO2Max) pada remaja dengan metode telephysiotherapy. Kesimpulan : ada pengaruh pemberian diaphragma breathing exercise terhadap peningkatan
volume oksigen maksimal (VO2Max) pada remaja dengan metode telephysiotherapy. Saran : Pada peneliti selanjutnya diharapkan bisa mengontol pola hidup dan aktivitas sehari-hari remaja dan mampu memperhatikan aktivitas sampel di luar penelitian agar intervensi yang diberikan dapat optimal
Efektivitas pemberian massage terhadap peningkatan lingkup gerak sendi pada congenital muscular torticollis : narrative review
Latar Belakang: Congenital muscular torticollis adalah keadaan dimana terjadinyakontraksi otot-otot leher yang menyebabakan kepala turn and tilt ke satu sisi dan dagumengarah ke sisi yang berlawanan, yang terjadi sejak lahir, dikarenakan trauma persalinan dan biasanya pada bayi lahir letak sungsang. Salah satu permasalahan dalam CMT yakni adanya keterbatasan pada lingkup gerak sendi. Massage merupakan salah satu intervensi yang dapat diberikan pada kasus anak dengan kondisi CMT yang dapat meningkatkan lingkup gerak sendi. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas pemberian massage terhadap peningkatan lingkup gerak sendi pada congenital muscular torticollis. Metode: Metode penelitian ini menggunakan narrative review dengan framework PICO
(population, intervention, comparasion, outcome). Mengidentifikasi artikel
menggunakan 3 database (PubMed, ScinceDirect, Google Scholar) dengan kata kunciyang sudah sesuai. Seleksi artikel dengan menggunakan flowcare, selanjutnya dilakukan tahap penelitian artikel menggunakan penyusunan hasil ulasan narasi. Hasil: Berdasarkan hasil review dari 10 artikel yang digunakan didapatkan bahwa pemberian massage efektif terhadap peningkatan LGS cervikal menurunkan ketebalan otot, penurunan tonus otot pada congenital muscular torticollis. Kesimpulan: Adanya efektifitas pemberian massage terhadap peningkatan lingkup gerak sendi pada congenital muscular torticollis. Saran: Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi penelitian selanjutnya dan dilakuka
Perbedaan pengaruh core stability exercise dengan balance board exercise terhadap keseimbangan pada pemain sepakbola
Latar Belakang: Salah satu olahraga yang digemari masyarakat adalah sepakbola.
Keseimbangan diperlukan untuk menurunkan resiko cedera pada pemain sepakbola.
Pemain sepakbola bila sudah mengalami cedera tidak dapat melakukan latihan dengan
maksimal bahkan latihan dengan intensitas yang tinggi. Hal itu dapat membuat prestasi
pemain sepakbola menurun. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbedaan
pengaruh core stability exercise dengan balance board exercise terhadap
keseimbangan pada pemain sepakbola. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental dan rancangan penelitian yang
digunakan adalah pre test dan post test two group design. Responden adalah pemain
sepakbola di SMA N 1 Seyegan yang berjumlah 30 orang responden, diambil secara
random sampling. Kelompok 1 diberikan core stability exercise dan kelompok 2
diberikan balance board exercise dengan 16 kali perlakuan dalam waktu 8 minggu
dengan frekuensi 2 kali setiap minggu. Pengukuran pada penelitian ini menggunakan
y balance test, pengukuran dilakukan sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan.
Hasil: Kelompok I dan II di uji dengan paired sample t-test menunjukkan hasil nilai
p=0,000 (p<0,05), pada uji beda dengan independent sample t-test menunjukkan hasil
p=0,844 (p>0,05). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh core stability exercise
dengan balance board exercise terhadap keseimbangan pada pemain sepakbola.
Saran: Pada peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian dengan alat ukur
yang berbeda
Perbedaan pengaruh wobble board exercise dan single limb hopping exercise terhadap keseimbangan pada chronic ankle instability pemain futsal
Latar Belakang: Keseimbangan harus dimiliki oleh pemain futsal, dengan
keseimbangan yang baik maka dapat mempertahankan tubuhnya dalam perebutan bola dengan lawan sehingga tidak mudah terjatuh dan terjadi cedera. Chronic Ankle Instability merupakan perkembangan dari sprain ankle yang sering terjadi pada pemain futsal. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan pengaruh wobble board exercise dan single limb hopping exercise terhadap keseimbangan pada chronic ankle instabilitypemain futsal. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan quasy eksperimen dengan pre test and post test two grup design sebanyak 20 orang yang dibagi menjadi II kelompok yaitu kelompok I diberikan wobble board exercise dan kelompok II diberikan single limb hopping exercise, keduanya dilakukan tiga kali seminggu selama empat minggu. Alat ukur yang digunakan adalah Cumberland Ankle Instability Tool.
Hasil : Uji hipotesis I menggunakan Wilcoxon test nilai P = 0,005 (p 0,05). Kesimpulan : Tidak ada perbedaan pengaruh wobble board exercise dan single limb hopping exercise terhadap keseimbangan pada chronic Ankle Instability pemain futsal. Saran : Wobble board exercise dan single limb hopping exercise dapat digunakan sebagai intervensi fisioterapi dalam meningkatkan keseimbangan pada chronic ankle instabilit
Pengaruh eccentric exercise pada patellar tendinopathy : narrative review
Latar Belakang: Patellar tendinopathy atau biasa disebut juga sebagai jumper’s knee
merupakan kondisi degeneratif yang mempengaruhi tendon patela yang mengakibatkan
adanya nyeri pada lutut bagian anterior patela. Cedera ini sering ditemui pada olahraga
yang banyak melakukan gerakan yang sering menggunakan lompatan atau lari secara
berulang. Kondisi ini berdampak pada kehidupan sehari-hari dan kualitas hidup
penderita. Peran fisioterapi penting dalam membantu pasien untuk menangani
permasalahan gerak dan fungsi dalam kondisi tersebut. Salah satunya dengan pemberian
eccentric exercise yang telah digunakan sebagai latihan pada pengobatan tendinopati.
Eccentric exercise dianggap membantu penyembuhan serat kolagen, menghasilkan lebih
banyak serat resisten, merangsang aktivitas fibroblas dan mencegah perlengketan selama
tahap penyembuhan antara tendon dan jaringan lain. Tujuan: Untuk mengetahui
pengaruh pemberian eccentric exercise pada patellar tendinophaty. Metode: Jenis
penelitian ini menggunakan metode narrative review. Mengidentifikasi artikel dilakukan
dengan menggunakan tiga databased (PubMed, Science Direct, Google Schoolar). Hasil
Penelitian: Hasil review yang ditemukan didalam sepuluh jurnal didapatkan bahwa
adanya pengaruh eccentric exercise dalam mengatasi nyeri dan fungsional, menurunkan
kekakuan tendon dan peningkatan ketegangan tendon selain itu dapat meningkatkan
kekuatan dan daya tahan otot quadriceps. Kesimpulan: Ada pengaruh eccentric exercise
dalam mengatasi nyeri dan fungsional, penurunan kekakuan tendon dan juga
peningkatan pada kekuatan dan daya tahan otot quadriceps pada pasien patellar
tendinopathy. Saran: Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar melakukan studi
terhadap faktor-faktor lain terkait variabel yang digunakan agar lebih komprehensif.
Selain itu, dapat dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh eccentric exercise
sehingga mampu menambah referensi fisioterapis dalam membuat rencana latihan untuk
mengurangi gejala klinis akibat patellar tendinopathy