DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan bentuk kaki terhadap tingkat terjadinya illiotibial band syndrome pada pelajar di komunitas Jogja Playon
Latar belakang: Salah satu cedera yang sering terjadi pada pelari adalah Illiotibial Band Syndrome (ITBS). ITBS sendiri merupakan nyeri yang terjadi pada lutut lateral dan terkadang di sepanjang paha sisi lateral atau sepanjang illiotibial band (ITB). ITBS dapat diakibatkan oleh penggunaan ekstremitas bawah yang berlebihan, terutama saatfleksi dan ekstensi lutut. Salah satu faktor potensial ITBS lainnya adalah bentuk kaki. Saat berlari, kaki akan cenderung ke arah pronasi sebagai keseimbangan tubuh. Namun pronasi yang berlebihan dapat menyebabkan internal rotasi tibia dan tulang paha, sehingga dapat memperpanjang struktur di sekitar lutut, termasuk ITB. Tujuan: Untuk
mengetahui proses terjadinya illiotibial band syndrome yang berkaitan dengan bentuk
kaki pada pelari. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan studi
korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel penelitian adalah pelari pada komunitas Jogja Playon yang berjumlah 55 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan foot print untuk menghitung clarke’s angle dan noble’s compression test. Analisis data menggunakan Spearman Rank Test. Hasil: Terdapat hubungan bentuk kaki terhadaptingkat terjadinya illiotibial band syndrome pada pelari dengan nilai p=0,016 (>0,005) pada kaki kanan dan p=0,002 (<0,005) pada kaki kiri. Nilai koefisien korelasi sebesar
0,324 pada kaki kanan (rendah) dan 0,410 pada kaki kiri (sedang). Kesimpulan: Adahubungan bentuk kaki terhadap tingkat terjadinya illiotibial band syndrome pada pelari dengan koefisien korelasi rendah hingga sedang. Saran: Saran untuk penelitianselanjutnya agar mencari faktor lain yang berhubungan dengan kejadian ITBS pada pelari serta penelitian dengan alat yang lebih modern
Pengaruh pemberian mobilization with movement (MWM) terhadap penurunan tingkat nyeri pada tennis elbow : narrative review
Latar belakang: Mobilization With Movement (MWM) adalah metode pengobatan yang dimana terapis melakukan gliding force secara terus menerus dan pasien melakukan gerakan osteokinematik aktif secara bersamaan pada akhir lingkup gerak sendi pasien. Tujuan: penelitian: Untuk mengetahui dosis latihan Mobilization With Movement (MWM) pada penurunan tingkat nyeri pada tennis elbow dan untuk mengetahui dosis latihan Mobilization With Movement (MWM) terhadap penurunan tingkat nyeri pada
tennis elbow. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode narrative review. Artikel yang digunakan dicari pada beberapa database seperti google scholar, pubMedand sciencedirect. Kriteria inklusi dalam narrative review ini yaitu artikel full text berupa latihan Mobilization With Movement (MWM) terhadap penurunan tingkat nyeri pada tennis elbow. Hasil penelitian: Hasil yang didapatkan dari 10 artikel yang di review membahas mengenai Mobilization With Movement (MWM) terhadap penurunan tingkat
nyeri pada tennis elbow. Penurunan tingkat nyeri dengan dosis latihan 6-10 repetisi, rest30 detik, selama 6 bulan pada Mobilization With Movement (MWM) dapat menurunkan tingkat nyeri secara signifikan pada tennis elbow
Hubungan perawatan paliatif dengan kualitas hidup anak leukemia: literature review
Background: Kanker merupakan penyakit yang diakibatkan oleh pertumbuhan abnormal dari
jaringan tubuh yang akan berubah menjadi sel kanker. Pasien kanker khususnya anak
membutuhkan perawatan paliatif yang dimulai dengan komunikasi yang dilakukan dengan orang
tua yang menyangkut pemahaman anak mengenai penyakitnya. Perawatan paliatif tersebut
bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup anak penderita leukemia sehingga anak dapat
menjalankan kehidupannya dengan nyaman dan bahagia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perawatan paliatif dengan kualitas
hidup anak penderita leukemia berdasarkan penelitian literatur.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian literature review dengan study crosssectional.
Dengan menggunakan database Google Scholar dan Science Direct. Literaturberjumlah lima
jurnal menggunakan Bahasa Indonesia yang diakses full-text.
Hasil: Penelitan ini menggunakan lima artikel nasional dengan menggunakan kata kunci
Perawatan Paliatif, Kualitas Hidup, Kanker dan Anak Leukemia.Didapatkan hasil perawatan
paliatif yang dilakukan secara komprehensif oleh tim pelayanan kesehatan akan memberikan
dampak yang baik bagi anak namun juga dibutuhkan bantuan keluarga atau caregiver dalam
membantu memaksimalkan perawatan paliatif.Kualitas hidup anak yang baik dipengaruhi oleh
beberapa faktor yaitu faktor psikologis, faktor fisik, faktor pendidikan dan faktor emosional, pola
overprotective orang tua dan dukungan keluarga sebagai caregiver dalam melakukan perawatan
paliatif.
Simpulan dan saran: Setelah dilakukan analisis pada kelima jurnal tersebut dapat diambil
kesimpulan bahwa terdapat hubungan perawatan paliatif dengan kualitas hidup anak leukemia.
Diharapkan penelitian ini dapat menambah ilmu pengetahuan, meningkatkan pelayanan paliatif
pada anak sesuai dengan intervensi. Penelitian selanjutnya diharapkan mampu melakukan
penelitian menggunakan instrument Pediatric Quality of Life Inventory (PedsQoL) versi 4.0 dan
bagi keluarga dapat memberikan perawatan paliatif saat berada dirumah
Hubungan hipotensi dengan kejadian post operative nausea and vomiting (ponv) pada pasien spinal anestesi di RS PKU Muhammadiyah Gamping
Latar Belakang: Spinal anestesi merupakan teknik anestesi yang
digunakan untuk menghambat rasa nyeri pada sebagian tubuh. Salah satu
komplikasi yang dapat terjadiyaitu Post Operative Nausea and Vomiting
(PONV). PONV dapat disebabkan oleh banyak faktor salah satunya
adalah hipotensi. Hipotensi dapat menyebabkan terjadinya hipoksemia
dan hipoperfusi di Chemoreseptor Trigger Zone (CTZ) sebagai pusat
rangsang muntah (Almira & Arif, 2020; Mulroy, 2009).
Tujuan: Mengetahui hubungan hipotensi dengan kejadian Post
Operative Nausea and Vomiting (PONV) pada pasien spinal anestesi.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observational analytic
dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 39
responden pada pasien spinal anestesi dengan teknik pengambilansample
consecutive sampling, uji yang digunakan adalah uji Chi-Square.
Hasil Penelitian: Hasil uji Chi-Square untuk mengetahui adanya
hubungan antara hipotensidengan kejadian Post Operative Nausea and
Vomiting (PONV) didapatkan hasil 0,000(p<0,5). Mayoritas responden
yang mengalami hipotensi mendapatkan skor penilaian PONV ?50
sebanyak 23 orang (95,8%).
Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara hipotensi dengan
kejadian Post Operative Nausea and Vomiting (PONV)
Saran: Penata anestesi dapat melakukan kewaspadaan terhadap
hipotensi pasiensetelah dilakukan tindakan spinal anestesi, dengan terapi
obat atau resusitasi cairan yang tepat untuk mencegah hipotensi terjadi
juga mencegah terjadinya PONV
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Puskesmas Dharmarini
Latar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah
kesehatan masyarakat utama di seluruh daerah tropis dan subtropis. Saat ini, lebih dari
100 juta orang di seluruh dunia terinfeksi DBD tiap tahunnya. Kasus DBD di Indonesia
terus meningkat sejak tahun 2016. Pada tahun 2019 tercatat sebanyak 138.127 kasus.
Kematian karena DBD pada tahun 2019 juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun
2018 yaitu dari 467 menjadi 919 kematian (Profil Kesehatan Indonesia, 2019).
Berdasarkan data dari Kemenkes RI hingga pekan ke-25 Juni 2021 total kasus di Indonesia
mencapai angka 19.156 kasus. Faktor tingginya angka kasus DBD dipengaruhi oleh faktor
internal dan eksternal yang diantaranya kekebalan tubuh, lingkungan, sikap, pengetahuan
dan umur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian Demam Beradarah Dengue (DBD) di Puskesmas
Dharmarini. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan studi analitik observasional
menggunakan metode survei dan pembagian kuesioner dengan pendekatan cross
sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu penduduk yang bertempat tinggal di
Kelurahan Madureso, Kelurahan Kowangan, dan Kelurahan Mudal sebanyak 98 kepala
keluarga. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Pengumpulan
data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner. Hasil: Hasil penelitian di uji secara
statistik dengan analisis multivariat dengan uji Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian
menunjukkan terdapat kontribusi pada faktor lingkungan dengan kejadian DBD di
Puskesmas Dharmarini (p= 0,027). Sedangkan tidak ada kontribusi terhadap kejadian
DBD di Puskesmas Dharmarini pada faktor pengetahuan (p=0,273), sikap (p=0,138), dan
umur (p=0,281). Kesimpulan: terdapat faktor eksternal yang berhubungan atau
berkontribusi dengan kejadian DBD yaitu faktor lingkungan. Saran: responden lebih
meningkatkan kesadaran dalam melakukan kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang
Nyamuk) di sekitar rumahnya yang bertujuan untuk menekan peningkatan angka kasus DBD
Hubungan jarak tempuh lari terhadap kejadian cedera pada runners
Latar belakang: Runners memiliki arti pelari, dimana pelari adalah seseorang yang sedang berlari atau mengikuti lomba lari. Lari pada dasarnya adalah langkah yang dipercepat, hal yang terpenting dalam lari adalah bagaimana mempertahankan koordinasi gerakan kaki untuk dapat menghasilkan gerakan lari yang terbaik. Lari memiliki jarak lari yang bervariasi salah satunya jarak jauh dan atau marathon yang merupakan lari dengan menempatkan beban kerja yang besar pada fungsi fisiologis pelari dalam beberapa jam. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan pada otot yang pada akhirnya menimbulkan cedera. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan jarak tempuh lari terhadap kejadian cedera pada runners. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan observasional analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah pelari (Runners) di Playon Jogja berjumlah 55 orang. Pengambilan sampel menggunakan Teknik total sampling. Instrument penilaian jarak tempuh lari menggunakan wawancara,
dan pengukuran kejadian cedera menggunakan kuesioner dan pemeriksaan spesifik. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara jarak tempuh lari terhadap kejadian cedera dengan nilai p-value yang didapatkan sebesar 0,035 < 0,05 dan nilai koefisien kontingensi korelasi didapatkan sebesar 0,330. Kesimpulan: Ada hubungan jarak tempuh lari terhadap kejadian cedera pada runners. Saran: Untuk peneliti selanjutnya agar mencari terkait faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kejadian cedera pada runners, dengan alat ukur yang lebih terbaru
Pengaruh latihan pilates terhadap keseimbangan lansia : narrative review
Latar Belakang: Gangguan keseimbangan postural merupakan hal yang sering terjadi pada lansia. Jika keseimbangan postural lansia tidak dikontrol, maka akan menyebabkan resiko jatuh. Di Indonesia prevalensi cidera jatuh pada penduduk diatas usia 55 tahun mencapai 49,4%, umur diatas 65 tahun keatas 67,1%. Tujuan: Tujuan narrative review ini adalah ini untuk mengetahui efektifitas latihan pilates terhadap peningkatan keseimbangan pada lansia. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu narrative review dengan framework PICO (Pupulation, Intervention, comparison, Outcame). Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (pubmed, pedro, Sciencedirect), kemudian memasukkan kedalam PRISMA flowchart, data hasil ulasan narasi, menyusun meringkas, dan melaporkan hasil. Hasil: Dari 53 artikel yang teridentifikasi, didapatkan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi, yaitu 10 artikel menyatakan bahwa Latihan pilates dapat mempengaruhi keseimbangan dilihat dari peningkatan keseimbangan. Dosis latihan pilates dilakukan dengan menggunakan alat dan tanpa alat. Hal tersebut dilakukan 1 kali seminggu selama 60 menit. Instrument dalam 6 artikel menggunakan instrument time up and go test (TUG) untuk mengukur keseimbangan statis dan dinamis, 2 artikel menggunakan instrument berg balance scale (BBS), dan 2 artikel menggunakan instrument time up
and go test (TUG) dan berg balance scale (BBS). Kesimpulan: Latihan pilates berpengaruh dalam peningkatan keseimbangan pada lansia. Saran: peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperdalam penelitian tentang pengaruh latihan pilates terhadap keseimbangan lansia. Karena masi banyak hal lainyang dapat mempengaruhi terkait pengaruh latihan pilates terhadap gangguan keseimbangan lansia seperti dosis yang tepat dan efektif, dan jenis latihan pilates yang digunakan
Hubungan family centered care dengan dampak hospitalisasi pada anak usia prasekolah: literature review
Latar Belakang: Hospitalisasi suatu proses keperawatan yang harus dijalani anak selama
berada di rumah sakit. Bagi anak usia 3-6 tahun, hospitalisasi merupakan suatu kondisi yang
yang tidak menyenangkan karena membuat anak mengalami perpisahan, kehilangan kendali
dan kecemasan. Family Centered Care merupakan pendekatan yang digunakan dalam
pemberian pelayanan kesehatan pada anak dengan melibatkan orang tua. Family Centered
Care menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam memberikan perawatan pada anak
di rumah sakit.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Family Centered Care
dengan dampak hospitalisasi pada anak prasekolah.
Metode: Penelitian ini merupakan Literature Review dengan studi Cross Sectional. Metode
pencarian artikel melalui Google Scholar, Portal Garuda dan PubMed dengan menggunakan
kriteria inklusi dan eksklusi. Didapatkan hasil literatur berjumlah empat artikel menggunakan
Bahasa Indonesia yang diakses full-text.
Hasil: Penelitian menggunakan empat artikel nasional, pencarian artikel dilakukan dengan
menggunakan kata kunci (keyword) berupa Family Centered Care, hospitalisasi, dan anak
prasekolah. Hasil analisis didapatkan bahwa Family Centered Care mempunyai pengaruh yang
besar dalam menurunkan dampak negatif hospitalisasi dimana keterlibatan orang tua dalam
proses perawatan akan membuat anak merasa aman dan nyaman sehingga anak dapat
kooperatif dalam tindakan keperawatan dan mempercepat proses perawatan.
Simpulan dan Saran: Penelitian ini menunjukkan bahwa dari empat artikel terdapat hubungan
yang signifikan antara Family Centered Care dengan dampak hospitalisasi anak usia
prasekolah. Peneliti selanjutnya diharapkan mampu melakukan penelitian lanjutan terkait
Family Centered Care
Hubungan fleksibilitas hamstring terhadap risiko terjadinya cedera otot hamstring pada pemain futsal putri
Latar belakang: Dalam permainan futsal putri, fleksibilitas hamstring sangat berperan penting dalam meminimalisir terjadinya cedera. Pemain dengan tingkat fleksibilitas
hamstring yang baik memiliki resiko cedera yang lebih rendah dibandingkan dengan pemain yang memiliki fleksibilitas hamstring yang menurun. Fleksibilitas hamstring
yang menurun disebabkan karena terjadinya pemendekan pada otot hamstring, adanya cedera akut ataupun kronik, menurunnya sendi panggul, aktivitas yang berlebihan serta
pola latihan yang tidak benar. Salah satu cedera yang sering terjadi pada pemain futsal putri akibat fleksibilitas hamstring yang menurun yaitu cedera otot hamstring. Cedera
hamstring terjadi akibat adanya kerusakan langsung atau tidak langsung akibat dari peregangan yang berlebihan. Tujuan: untuk mengetahui hubungan fleksibilitas
hamstring terhadap risiko terjadinya cedera otot hamstring pada pemain futsal putri. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan observasional analitik
dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah pemain futsal putri Porda dan pemain futsal putri Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta berjumlah
34 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrument penilaian fleksibilitas hamstring diukur dengan AKE test (Active knee extention) dan
pengukuran resiko cedera menggunakan HaOS (Hamstring Outcome Scale). Analisis data menggunakan Spearman rank. Hasil: hasil penelitian menunjukkan pada kaki kanan ada hubungan yang signifikan antara fleksibilitas hamstring terhadap resiko terjadinya cedera otot hamstring dengan nilai p= 0.002 (<0.05) koefisiens korelasi 0.518. Sedangkan pada kaki kiri tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai
p= 0.059. Kesimpulan: Ada hubungan fleksibilitas hamstring (kaki kanan) terhadap resiko terjadinya cedera otot hamstring pada pemain futsal putri. Saran: Untuk peneliti
selanjutnya sebaiknya mencari faktor-faktor lain yang menjadi penyebab resiko terjadinya cedera otot hamstring
Hubungan aktivitas fisik terhadap academic burnout mahasiswa selama pembelajaran dalam jaringan (daring) di masa Covid-19
Latar Belakang: Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) mendorong pemerintah
untuk mengeluarkan kebijakan pendidikan berupa pembelajaran dalam jaringan (daring)
dan work from home (WFH). Daring merupakan suatu model pembelajaran yang
memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi dengan sistem jarak jauh.
Penerapan physical distancing menyebabkan terbatasnya melakukan aktivitas fisik,
mobilitas, dan sosial. Aktivitas fisik adalah segala bentuk gerakan tubuh yang
menyebabkan peningkatan kebutuhan kalori tubuh melebihi dari kebutuhan energi dalam
keadaan istirahat. Mahasiswa memiliki tugas-tugas akademik dengan intensitas yang lebih
tinggi daripada siswa pada tingkatan sekolah. Burnout dalam bidang akademik atau biasa
dikenal dengan istilah academic burnout yang mengacu pada stres, beban atau faktor
psikologis lainnya karena proses pembelajaran yang diikuti mahasiswa sehingga
menunjukan keadaan kelelahan emosional (exhaustion), kecenderungan untuk
depersonalisasi (cynism), dan perasaan tidak kompeten (professional efficacy). Tujuan:
Untuk mengetahui apakah ada hubungan aktivitas fisik terhadap academic burnout
mahasiswa selama pembelajaran dalam jaringan (daring) di masa pandemi covid-19.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif korelatif.
Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan cross-sectional. Sampel
penelitian berjumlah 154 mahasiswa fisioterapi sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil:
Ada hubungan aktivitas fisik terhadap academic burnout mahasiswa selama pembelajaran
dalam jaringan (daring) di masa pandemic covid-19. Kesimpulan: Hubungan aktivitas
fisik terhadap academic burnout mahasiswa selama pembelajaran dalam jaringan (daring)
di masa pandemi covid-19 memiliki nilai korelasi sebesar -0,160 yang termasuk kategori
hubungan sangat rendah dan arah hubungan negatif. Saran: Bagi responden diharapkan
dapat meningkatkan aktivitas fisik dan mengatasi burnout yang dialami mahasiswa