DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    Literature review: perbandingan hasil laju endap darah (LED) dalam penggunaan antikoagulan natrium sitrat dan antikoagulan k2edta

    Get PDF
    Latar Belakang: Pemeriksaan laju endap darah (LED) merupakan salah satu pemeriksaan yang sering digunakan dalam diagnosa klinis dan sebagai pemeriksaan screening untuk memantau penyakit peradangan, keganasan, infeksi, autoimun serta penyakit yang berakibat ke protein plasma. Pemeriksaan LED menggunakan dua metode yaitu metode westergren dan metode wintrobe. Metode yang sering digunakan yaitu metode westergren menggunakan antikoagulan EDTA/K 2 EDTA dan Natrium sitrat 3,8%. Pemeriksaan LED direkomendasikan oleh International Commite For Standardization in Haematology (ICSH) menggunakan metode westergren dengan antikoagulan K 2 EDTA. Tujuan: Mengetahui perbedaan hasil antara penggunaan antikoagulan Natrium sitrat dengan penggunaan antikoagulan K 2 EDTA pada pemeriksaan LED. Metode Penelitian: Systematic review menggunakan metode PICO dengan pencarian literatur pada tiga database yaitu Pubmed, SCImago dan Proquest. Jurnal yang digunakan pada penelitian ini memiliki ketentuan 10 tahun terakhir (2011-2021) yang dilakukan seleksi atau screening menggunakan diagram prisma. Hasil: Penggunaan antikoagulan Natrium sitrat 3,8% dan EDTA memiliki nilai p value 0,001 dan pada K2EDTA juga memiliki p value 0,001 yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara penggunaan kedua antikoagulan tersebut terhadap pemeriksaan LED. Kesimpulan: Terdapat perbedaan hasil atau terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan antikoagulan K 2 EDTA dan Natrium sitrat dalam pemeriksaan LED. Saran: Disarankan untuk melakukan penelitian secara langsung menggunakan antikoagulan K 2 EDTA dan antikoagulan Natrium sitrat pada pemeriksaan LED untuk melihat perbedaan hasilnya

    Literature review : optimalisasi waktu pewarnaan giemsa 10% pada pemeriksaan mikroskopik malaria

    Get PDF
    Pemeriksaan malaria dilakukan dengan cara membuat sediaan darah . Pewarnaan sediaan darah menggunakan cat giemsa yang harus diencerkan terlebih dahulu dengan waktu pewarnaan yang optimal, agar parasit dalam sel darah merah dapat menerima zat warna giemsa sehingga memudahkan identifikasi parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu optimal dalam pewarnaan giemsa 10% pada pemeriksaan mikroskopis malaria. Metode yang digunakan yaitu literature review dengan pencarian literatur dilakukan melalui tiga database yaitu Google Scholar, PubMed dan Science Direct dengan metode PICO. Jurnal yang digunakan pada penelitian ini memiliki ketentuan sepuluh tahun terakhir (20122022) dengan jenis penelitian kajian pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan Pada pewarnaan 5 menit diperoleh gambaran bentuk sediaan terlihat jernih berwana kemerah-merahan, kromatin terlihat berwarna merah dan sitoplasma berwarna biru. Pada waktu pewarnaan 10 menit diperoleh hasil sediaan latar belakang yang gelap/jernih, sitoplasma berwarna biru pucat/tidak nyata, warna kromatin biru pekat, parasit menunjukkan bentuk tidak teratur dengan sitoplasma polimorfik. Pada pewarnaan 20 menit diperoleh warna latar belakang yang jernih, sitoplasma berwarna biru, kromatin berwarna merah muda. Pada Pewarnaan 25 menit diperoleh dari latar belakang jernih, gambaran warna sediaan darah kombinasi warna merah, biru, dan ungu, latar belakang sediaan terlihat sangat jernih, sel-sel eritrosit sangat jelas, sitoplasma berwarna biru dan kromatin berwarna merah. Pada waktu pewarnaan 30-45 menit diperoleh hasil mikroskopik latar belakang jernih, bentuk sediaan terlihat cukup baik, namun bentuk parasit tidak dapat teramati dengan baik. Waktu pewarnaan giemsa 10% optimal pada waktu 25 menit ditandai dengan latar belakang sediaan yang jernih bersih dari sisa-sisa cat, warna kromatin merah dan sitoplasma berwarna biru. Pewarnaan giemsa 10% disarankan untuk menggunakan waktu 25 menit

    Hubungan status fisik asa pra operatif dengan waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta

    Get PDF
    Latar Belakang: Keterlambatan pulih sadar merupakan suatu komplikasi pasca anestesi. Keterlambatan pulih sadar dapat meningkatkan mortalitas dan morbiditas, Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi waktu pulih sadar adalah status fisik pasien. Status fisik yaitu suatu kondisi tubuh pasien untuk mengetahui adanya penyakit sistemik serta menentukan jenis dan teknik anestesi yang akan diberikan sebelum dilakukan operasi. Tujuan: Mengetahui hubungan status fisik ASA pra operatif dengan waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode Penelitian: jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 38 responden yang akan menjalani operasi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dengan teknik sampling purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik Spearman rank. Hasil: Uji korelasional menggunakan spearman rank menunjukkan hasil adanya hubungan antara status fisik ASA pra operatif dengan waktu pulih sadar yang ditunjukkan dengan hasil nilai significancy P value < 0.05) dengan nilai koefisien korelasi 0.833 yang menyatakan bahwa adanya hubungan yang sangat kuat. Kesimpulan: Ada hubungan status fisik ASA pra operatif dengan waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Saran: Dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan anestesi dengan menetapkan SOP untuk menilai status fisik pasien dalam mengantisipasi terjadinya keterlambatan waktu pulih sadar pasien pasca tindakan anestesi

    Pengaruh perawatan luka dengan modern dressing terhadap penyembuhan luka pasien diabetes melitus tipe 2: literature review

    Get PDF
    Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) tipe 2 adalah salah satu penyakit tidak menular yang terus mengalami peningkatan di dunia. Salah satu komplikasinya adalah luka kaki diabetik. Sebanyak 30% penderita luka kaki diabetes di Indonesia mengalami amputasi dan 32% mengalami kematian akibat infeksi. Amputasi kaki memiliki dampak buruk yaitu dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu upaya untuk mencegah dampak buruk tersebut adalah dengan melakukan perawatan luka menggunakan metode modern dressing. Tujuan: Menilai efektifitas perawatan luka dengan modern dressing terhadap penyembuhan luka pasien DM tipe 2 berbasis telaah literatur. Metode: Metode penelitian adalah studi literature review dengan strategi pencarian berbasis PICOST pada database google scholar dan pubmed. Keyword yang digunakan dalam bahasa Inggris adalah “type 2 DM, diabetic ulcer, modern dressing, dan wound healing” sedangkan dalam bahasa Indonesia adalah “DM tipe 2, ulkus diabetik, modern dressing, dan penyembuhan luka”. Kriteria inklusi yang digunakan adalah jurnal penelitian kuasi eksperimen berbahasa Indonesia atau berbahasa Inggris yang full text dan dapat diakses pada rentang waktu 1 Januari 2017 sampai 31 Desember 2021. Hasil Penelitian: Hasil telaah literatur terhadap 5 jurnal penelitian menunjukan bahwa perawatan luka dengan modern dressing dapat mempercepat penyembuhan luka pasien DM tipe 2 dibandingkan dengan metode konvensional Simpulan dan Saran: Modern dressing sangat efektif dalam penyembuhan luka pasien DM tipe 2. Hasil telaah literatur ini dapat menambah wawasan pasien dan keluarganya dalam memilih metode perawatan luka yang tepat serta dapat diaplikasikan oleh tenaga keperawatan. Penelitian selanjutnya dapat dikembangkan menggunakan modern dressing yang lebih spesifik sesuai dengan derajat luka pasien DM tipe 2

    Hubungan mekanisme koping terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan anestesi umum di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

    Get PDF
    Latar Belakang: Kecemasan yang tinggi jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan dibatalkan atau ditundanya suatu operasi. Respon cemas yang terjadi pada pasien preoperasi sangat berkaitan dengan mekanisme koping yang dimilikinya. Mekanisme koping yang baik akan membentuk respon psikologis yang sangat berperan dalam proses kesembuhan. Tujuan: Mengetahui hubungan mekanisme koping terhadap tingkat kecemasan pada pasien preoperasi dengan anestesi umum. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah total responden sebanyak 40. Hasil: Uji korelasi menggunakan Spearman rank didapatkan hasil p value = 0,003 lebih kecil dari 0,05 yang bermakna ada hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pasien. Nilai koefisien korelasi diperoleh r = 0,453 yang berarti kedua variabel memiliki hubungan yang cukup kuat. Nilai koefisien diatas bernilai positif yaitu 0,453 sehingga arah hubungan variabelnya yaitu searah. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara mekanisme koping terhadap tingkat kecemasan pasien preoperasi. Saran: Dapat dilakukan penelitian lanjutan mengenai faktor yang dapat berpengaruh terhadap kecemasan pasien

    Pengaruh leader member exchange (LMX) dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan di Bento Kopi Yogyakarta

    Get PDF
    Tujuan Penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui Pengaruh Leader Member Exchange (LMX) Terhadap Kinerja Karyawan, Untuk Mengetahui Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kineja Karyawan,Untuk Mengetahui Pengaruh Leader Member Exchage Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif Kuantitatif, Sampel dalam penelitian ini adalah Karyawan Tetap Bento Kopi Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik skala Likert dan diperoleh sebanyak 130 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Dan pengolahan data menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu bahwa terdapat pengaruh positif siginifikan secara parsial antara Leader Member Exchange (LMX) (XI) Kinerja Karyawan (Y), Terdapat pengaruh positif signifikan secara parsial antara Pengaruh Komitmen Organisasi (X2) Kinerja Karyawan (Y) dan Leader Member Exchange (LMX) (XI), Komitmen Organisasi (X2 Kinerja Karyawan (Y)

    Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan tim operasi dalam pelaksanaan surgical safety checklist di Instalasi Bedah Sentral: literature review

    Get PDF
    Latar Belakang: Dalam tindakan pembedahan diperlukan pemahaman kesehatan, status pasien, dan teknik yang harus dilakukan, karena resiko kecelakaan pembedahan sangat tinggi, jika pelaksanaannya tidak mengikuti pedoman kerja yang telah ditetapkan. Penerapan Surgical Safety Checklist (SSC) yang diadopsi dari World Health Organization (WHO) digunakan di kamar bedah dalam meningkatkan keamanan operasi serta mengurangi kesalahan dalam prosedur pembedahan. Rendahnya tingkat kepatuhan tim kamar bedah dalam pengisian Surgical Safety Checklist berpotensi terjadinya masalah terkait keselamatan pasien, khususnya resiko terjadinya Kejadian Tidak Diharapkan di kamar operasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang memengaruhi kepatuhan tim operasi dalam pelaksanaan Surgical Safety Checklist di Instalasi Bedah Sentral. Metode: Penelitian ini mengunakan study literature review dengan metode crossectional dengan pencarian sumber jurnal penelitian yang dipublikasikan di internet menggunakan database website: PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Hasil: Faktor yang paling signifikan memengaruhi kepatuhan pelaksanaan Surgical Safety Checklist berupa usia, pendidikan, motivasi dan pengetahuan. Simpulan: Usia, pendidikan, motivasi dan pengetahuan merupakan faktor yang memengaruhi kepatuhan tim operasi dalam pelaksanaan Surgical Safety Checklist di Instalasi Bedah Sentral. Saran: Hasil literatur review ini diharapkan dapat dijadikan rumah sakit sebagai bahan pertimbangan untuk menambah dan memperbaiki kualitas mutu pelayanan di intalasi bedah sentral bagi yang belum patuh terhadap penerapan Surgical Safety Checklist

    Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stres pada pasien diabetes melitus tipe 2: literature riview

    Get PDF
    Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Sebagian besar kasus adalah Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 yang disebabkan oleh faktor keturunan, obesitas akibat gaya hidup yang dijalani. Stres yang dialami pasien DM akibat ketergantungan pada terapi life-sustaining mempengaruhi kepercayaan diri dan konsep diri mereka. Stres dan dukungan keluarga dalam mengelola diabetes melitus merupakan dua faktor eksternal penting yang mempengaruhi kadar glukosa darah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stres pada pasien diabetes melitus tipe 2 berdasarkan penelusuran literature review. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Literature Review, menggunakan metode Cross Sectional dengan pendekatan kuantitatif. Analisa terdiri dari empat jurnal dalam bahasa inggris dan bahasa indonesia yang dapat diakses full-text. Hasil: Penelitian menggunakan 1 jurnal internasional dan 3 jurnal nasional bahwa dukungan keluarga yang baik berhubungan dengan tingkat stres karena keluarga memegang peranan penting dalam memberikan motivasi, dukungan, penghargaan, rasa hormat, rasa peduli yang sangat besar pengaruhnya untuk menjauhkan atau meredakan stres pada penderita diabetes melitus tipe 2. Simpulan dan saran: Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat stres pada pasien diabetes melitus tipe 2. Dukungan keluarga dapat membantu pasien dalam beradaptasi dengan situasi yang tidak terduga. Penerimaan dalam dukungan keluarga diharapkan dapat mengontrol kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 dalam melakukan perubahan gaya hidup dan pola makan

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇