DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan komunikasi interpersonal dengan kejadian burnout perawat di ruang rawat inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Latar Belakang: Komunikasi merupakan alat yang sangat penting untuk membina
hubungan dan dapat mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan. Komunikasi
yang baik akan meningkatkan hubungan profesional dan untuk pemberian
informasi dari masing-masing individu.
Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Komunikasi
Interpersonal Dengan Kejadian Burnout Perawat di ruang rawat inap RS PKU
Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah korelatif kuantitatif. Mengunakan
teknik Total sampling. Jumlah sempel adalah 99 responden. Sampel pada penelitian
ini yaitu seluruh perawat yang bekerja di ruang rawat inap RS PKU
Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini mengunakan Kuesioner. Metode
analisis data pada penelitian ini mengunakan uji korelasi Kendall’s Tau.
Hasil: Komunikasi interpersonal di ruang rawat inap RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta didapatkan dengan kategori baik sebanyak 83 (83,8%) responden.
Kejadian burnout di ruang rawat inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
didapatkan dengan kategori sedang sebanyak 81 (81,8%) responden.
Simpulan: Ada hubungan signifikan dari hubungan komunikasi interpersonal
dengan kejadian burnout perawat di ruang rawat inap RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta. Analisis data yang telah dilakukan oleh peneliti menggunakan uji
statistik yaitu Kendall’s Tau yang menunjukan hasil signifikasi 0,004 yang
memiliki arti <0,05 dengan keputusan H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya ada
hubungan yang signifikan antara variabel independent (komunikasi interpersonal)
dan variabel dependen (kejadian burnout).
Saran: Penelitian ini sebagai masukan bagi perawat untuk meningkatkan
komunikasi interpersonal baik, sehingga tidak terjadi burnout dan Penelitian ini
dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk membuat analisis komunikasi
interpersonal dengan kejadian burnout
Hubungan pengetahuan dengan kepatuhan penerapan SOP (Standar Operasional Prosedur) risiko jatuh di rumah sakit: Literature Review
Latar Belakang: Pasien jatuh merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi
perhatian bagi rumah sakit di dunia. Perawat perlu memiliki pengetahuan tentang risiko
jatuh, sehingga dengan pengetahuan yang baik akan menimbulkan perilaku yang patuh
terhadap sesuatu, yaitu dengan pengetahuan yang baik maka akan patuh melaksanakan standar
prosedur operasional.
Tujuan: Tujuan literature review ini ialah Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan
kepatuhan penerapan SOP ( Standar Operasional Prosedur ) resiko jatuh di rumah sakit.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan kata kunci berupa
“pengetahuan”, AND “kepatuhan” AND “penerapan SOP resiko jatuh”, AND “rumah sakit”
untuk jurnal dalam bahasa Indonesia dan kata kunci “knowledge", AND "compliance", AND
“implementation of the SOP for the risk of falling” AND “hospital”. Pencarian jurnal
menggunakan database Google Scholar. Analisis data menggunakan seleksi literature
(PRISMA) dengan kriteria inklusi naskah full text yang dapat diakses secara dalam rentang
tahun terbit sejak 2018 sampai 2023. Setelah itu dilakukan penilaian kualitas kelayakan
menggunakan JBI Critical appraisal. Jurnal yang digunakan dalam penelitian ini
berjumlah 7 jurnal.
Hasil Penelitian : Pengetahuan yang dimiliki perawat dari tujuh jurnal yang di review
seluruhnya menunjukkan perawat memiliki pengetahuan yang baik (100%). Enam jurnal
menunjukkan perawat patuh terhadap SOP risiko jatuh (86%) dan satu jurnal menunjukkan
perawat tidak patuh terhadap SOP risiko jatuh (14%). Lima jurnal menunjukkan adanya
hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan penerapan SOP risiko jatuh. Perawat yang
sudah mendapatkan pengetahuan mengenai sasaran keselamatan pasien termasuk risiko jatuh
dengan benar dapat mengaplikasikan proses pelayanan yang profesional. Dua jurnal
menunjukkan tidak adanya hubungan pengetahuan dengan kepatuhan penerapan risiko
jatuh.
Simpulan dan saran : Ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan penerapan SOP
risiko jatuh
HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AFILIASI DENGAN KESEPIAN PADA PENGGUNA APLIKASI DATING ONLINE
Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara kebutuhan afiliasi dan kesepian pada
pengguna aplikasi kencan online di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Dengan
meningkatnya popularitas aplikasi kencan online secara global dan dampaknya terhadap
dinamika sosial, memahami keterkaitan antara kebutuhan afiliasi pengguna dan kesepian
menjadi penting. Studi melibatkan 155 peserta, mengungkapkan adanya korelasi negatif yang
signifikan (-0,734) antara kesepian dan kebutuhan afiliasi, menunjukkan bahwa semakin
tinggi kebutuhan afiliasi berkaitan dengan tingkat kesepian yang lebih rendah, dan sebaliknya.
Nilai R Square sebesar 53,9% menunjukkan bahwa kebutuhan afiliasi memengaruhi kesepian
lebih dari separuhnya. Mayoritas pengguna memiliki kebutuhan afiliasi yang sedang (61,7%)
dan tingkat kesepian yang rendah (78,6%). Temuan ini menegaskan pentingnya menangani
kebutuhan afiliasi dalam konteks kencan online untuk mengurangi kesepian dan
meningkatkan hubungan sosial
Hubungan antara kepuasan kerja dan motivasi kerja dengan produktivitas kerja karyawan di Jawa Barat
Produktivitas kerja karyawan bagi suatu perusahaan sangatlah penting sebagai alat
pengukur keberhasilan dalam menjalankan usaha. Produktivitas adalah sikap mental
yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari
hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kepuasan kerja dan motivasi
kerja dengan produktivitas kerja dengan sampel 100 karyawan di Jawa Barat. Penelitian
ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan metode pengumpulan data
kuesioner menggunakan skala kepuasan kerja, skala motivasi kerja, dan skala
produktivitas kerja sebagai alat ukur. Analisis data menggunakan analisis regresi
berganda dengan bantuan program SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan terdapat
hubungan positif secara simultan antara kepuasan kerja dan motivasi kerja dengan
produktivitas kerja. Semakin tinggi kepuasan kerja dan motivasi kerja karyawan, maka
semakin tinggi produktivitas kerja karyawan. Sebaliknya semakin rendah kepuasan kerja
dan motivasi kerja karyawan, maka semakin rendah produktivitas kerja karyawan.
Tingkat kepuasan kerja, motivasi kerja dan produktivitas kerja karyawan di Jawa Barat
berada pada kategori sedang atau cukup. Untuk meningkatkan produktivitas kerja
karyawan, perusahaan khususnya di Jawa Barat bisa meningkatkan kepuasan kerja
karyawan agar lebih seimbang dengan motivasi kerja karyawan. Hal ini dapat dilakukan
dengan lebih mempertimbangkan dalam pemberian benefit agar sesuai dengan tingkat
pendidikan dan beban pekerjaan, memberikan penghargaan atau bonus bagi karyawan
berprestasi, meningkatkan sarana dan fasilitas pekerjaan khususnya demi keamanan dan
keselamatan kerja, meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia agar tidak
multi-jabatan, penempatan karyawan sesuai dengan bidang dan minat bakatnya,
melakukan pelatihan atau training bagi karyawan baru agar dapat lebih memahami
bidang pekerjaannya sehingga karyawan akan lebih puas dengan pekerjaannya dan
memiliki motivasi kerja yang tingg
Kecemasan wanita karir terhadap ikatan pernikahan (adaptasi kasus gamophobia)
Wanita karir merupakan seorang wanita yang telah melakukan satu atau lebih
pekerjaan cukup lama, menyukai, dan melakukan pekerjaan yang sama terus menerus.
Sebagai seorang wanita karir tentunya memiliki kemampuan, bakat dan keahlian.
Berbagi peran tentu tidak mudah oleh sebab itulah beberapa perempuan merasa cemas
pada pernikahan. Kecemasan merupakan salah satu bentuk emosi individu yang
berkenaan dengan adanya rasa terancam oleh sesuatu. Memiliki rasa cemas dan takut
yang berlebihan terhadap pernikahan termasuk kedalam phobia yang sering disebut
Gamophobia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk
menggambarkan kecemasan wanita karir terhadap ikatan pernikahan (adaptasi kasus
gamophobia). Penelitian ini menggunakan 2 (dua) subjek wanita karir, berusia
30tahun lebih dan berstatus belum menikah. Metode pengumpulan data menggunakan
teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan teknik
observasi non partisipan. Teknik wawancara yang dilakukan adalahwawancara tidak
terstruktur dengan menggunakan guide wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan
bahwa masing-masing subjek memiliki kecemasan. Pada subjek I terindikasi
mengarah pada gamophobia dan pada subjek II tidak ada gejala yang menunjukkan
bahwa subjek mengalami gamophobia
Hubungan antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif pada remaja akhir penggemar Korean Wave
Hallyu/Korean wave istilah menggambarkan budaya populer korea yang berhasil
diekspor ke berbagai negara di dunia, salah satunya Indonesia. Hal ini menjadikan
remaja akhir memiliki ketertarikan terhadap banyak hal mengenai budaya Korea.
Ketertarikan ini menyebabkan penggemar korean wave yang memiliki kontrol diri
kurang baik dapat menjadikan perilaku konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk
melihat hubungan antara kontrol diri terhadap perilaku konsumtif penggemar
Korean wave. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
korelasional, Populasi penelitian menggunakan remaja akhir berusia 18-21 yang
pernah atau sedang melakukan pembelian merchandise. Sampel yang diambil
berjumlah 217 penggemar korean wave berdomisili di Indonesia. Teknik
pengambilan sampelnya menggunakan purposive sampling. Hasil uji korelasi
menggunakan uji Pearson Product Moment nilai p = 0,000 ( p<0,05) menunjukan
nilai r = -779, Hal ini menunjukan adanya hubungan kontrol diri dengan perilaku
konsumtif terdapat hubungan negatif. Artinya semakin rendah kontrol diri yang
dimiliki remaja akhir maka akan semakin tinggi perilaku konsumtif remaja akhir
penggemar korean wave. Hasil penelitian menunjukan nilai koefisien determinan
(R square) = 0,606, yang artinya kontrol diri memiliki pengaruh 60% dan sisanya
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti
Pengelolaan Sederhana Sistem Informasi Berbasis website Laboratorium Toksikologi Klinik Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Studi ini membahas pengembangan dan penerapan sistem informasi berbasis web yang sederhana untuk Laboratorium Toksikologi Klinis di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Tujuannya adalah untuk menyediakan platform yang terorganisir dan terintegrasi di mana semua informasi relevan, seperti Prosedur Operasional Standar (SOP), instruksi kerja, dan rincian inventaris yang dapat diakses dengan mudah oleh pengguna. Studi ini menggunakan metode pengembangan situs web statis dengan menggunakan HTML dan CSS yang cocok untuk menampilkan informasi yang relatif stabil dan tidak sering berubah. Website statis tersebut dideploy menggunakan Firebase Hosting, sebuah platform dari Google yang menawarkan hosting web dengan cepat dan aman. Proses peluncuran melibatkan inisialisasi proyek Firebase dan menyebarkan file web agar dapat diakses melalui URL yang unik. Pendekatan ini menyederhanakan pengelolaan data laboratorium, meningkatkan aksesibilitas dokumen penting, dan memperbaiki efisiensi operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi berbasis web ini meningkatkan efisiensi operasional laboratorium dengan menyediakan akses yang cepat dan terstruktur terhadap informasi yang dibutuhkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan teknologi sederhana dapat dilakukan perbaikan signifikan dalam aksesibilitas dan manajemen informasi dapat dicapai sehingga dapat membantu baik upaya pendidikan maupun penelitian di dalam lingkungan laboratorium
PENGOLAHAN LIMBAH MINYAK GORENG BEKAS PRAKTIKUM MAHASISWA GIZI MENJADI SABUN CUCI PIRING RAMAH LINGKUNGAN DI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA
Minyak goreng bekas adalah minyak goreng yang telah digunakan lebih dari satu kali dalam proses menggoreng makanan. Konsumsi minyak goreng bekas lebih dari dua kali sebagai sumber makanan yang digoreng memiliki efek karsinogenik pada kesehatan manusia. Selain berbahaya bagi tubuh manusia, minyak goreng bekas yang dibuang secara tidak benar dapat mencemari perairan, mengkontaminasi tanah dan merusak kehidupan liar. Efek negatif dari limbah minyak bekas dapat di cegah yaitu dengan daur ulang. Salah satu potensi limbah minyak goreng adalah kandungan asam lemak dari minyak nabati yang tinggi. Dengan potensi tersebut limbah minyak goreng dapat dimanfaatkan menjadi sabun cuci piring yang ramah lingkungan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk membuat sabun cair dari limbah minyak goreng. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahapannya meliputi 1) Pemurnian minyak jelantah. 2) Pembuatan sabun cair cuci piring, 3) Pengujian sabun cair cuci piring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga formulasi dan perlakuan yang berbeda, diperoleh bahwa pengukuran pH sesuai dengan standar SNI 4075-2:2017 adalah Formula FB1, FB2 dan FC2. Sehingga sabun cair dapat digunakan untuk mencuci peralatan setelah praktikum mahasiswa