DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan menghadapi objective structured clinical examination (OSCE) mahasiswa DIV keperawatan anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Latar Belakang: Kecemasan merupakan suatu status emosional individu yang muncul terhadap ancaman bahaya yang dirasakan sehingga timbul rasa tidak nyaman, gelisah, takut, dan merasa. Salah satu penyebab kecemasan pada mahasiswa yaitu saat menghadapi ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Dukungan keluarga dapat memberikan rasa senang, aman, nyaman dan mendapat dukungan emosional yang akan mempengaruhi kesehatan jiwa, karena itu dukungan keluarga dapat mengurangi rasa kecemasan dan meningkatkan semangat hidup serta dapat menguatkan komitmen untuk tetap semangat belajar.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan dalam menghadapi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) pada mahasiswa DIV Anestesiologi di Universitas Aisyiyah Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analisis korelasional melalui pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 110 responden dengan teknik sampling menggunakan random sampling.
Hasil Penelitian: Hasil uji Spearman Rank menunjukan tingkat stres mahasiswa memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku prokrastinasi dalam penyusunan skripsi dibuktikan dengan nila
Pengaruh penggunaan selimut hangat terhadap suhu tubuh pasien shivering pasca operasi dengan spinal anestesi di IBS RS PKU Muhammadiyah Gamping
Latar Belakang : Spinal anestesi adalah teknik anestesi yang dilakukan untuk menghilangkan rasa nyeri pasien tetapi tetap dalam keadaan sadar. Spinal anestesi dilakukan untuk operasi pada ekstremitas bawah. Dampak yang sering timbul pasca tindakan spinal anestesi adalah shivering atau menggigil. Salah satu cara untuk mengatasi shivering pasca operasi dengan spinal anestesi adalah dengan pemberian selimut hangat.
Tujuan : Mengetahui pengaruh penggunaan selimut hangat terhadap suhu tubuh pada pasien shivering pasca operasi dengan spinal anestesi di IBS RS PKU Muhammadiyah Gamping.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan quasy experiment pre test and post test one group design. Sampel berjumlah 20 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi.
Hasil : Adanya perubahan suhu tubuh pasien sebelum dan setelah perlakuan pemberian selimut hangat sebesar 1,5oC serta terdapat pengaruh penggunaan selimut hangat terhadap suhu pasien shivering pasca operasi dengan spinal anestesi di IBS RS PKU Muhammadiyah Gamping.
Simpulan : Terdapat pengaruh penggunaan selimut hangat terhadap suhu tubuh pasien shivering pasca operasi dengan spinal anestesi di IBS RS PKU Muhammadiyah Gamping dengan nilai p-value 0,000 yaitu <0,05.
Saran : Untuk meningkatkan kenyamanan pasien yang mengalami shivering pasca operasi dengan spinal anestesi, diharapkan secara konsisten menggunakan selimut hangat sebagai alternative mengatasi shivering
Hubungan intensitas nyeri dengan kualitas tidur pada pasien pasca pembedahan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Latar Belakang : Pembedahan atau operasi merupakan tindakan invasife dengan menggunakan cara membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani, biasanya dilakukan dengan membuat sayatan pada bagian tubuh tertentu. Meskipun tindakan pembedahan dapat menyelamatkan jiwa, pembedahan juga dikaitkan dengan potensial komplikasi yang muncul setelahnya seperti nyeri saat dan paska pembedahan dan infeksi. Manajemen nyeri paska pembedahan yang buruk dapat menimbulkan gangguan tidur, dan kecemasan.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas nyeri dengan kualitas tidur pada pasien pasca pembedahan.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survei cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang berjumlah 40 responden dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa data di lakukan menggunakan uji korelasi eta dan uji korelasi rank spearman.
Hasil : Hasil uji korelasi rank spearman nilai signifikan sebesar 0,018 < 0,05 menunjukkan bahwa hubungan yang signifkan antara intensitas nyeri dengan usia. Dan hasil uji korelasi eta diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 menunjukan ada hubungan antara intensitas nyeri dengan jenis kelamin responden. Sedangkan hasil uji korelasi eta untuk mengetahui hubungan antara intensitas nyeri dengan kualitas tidur didapatkan hasil 0,000 (p<5 0,05) artinya ada hubungan yang signifikan antara variable independent dan variable dependen.
Simpulan : Ada hubungan yang signifikan antara intensitas nyeri dengan kualitas tidur pada pasien pasca pembedahan.
Saran : Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan membandingkan intensitas
nyeri dan kualitas tidur pada pembedahan tertentu
Pengaruh pemberian nordic exercise terhadap fleksibilitas otot hamstring dalam resiko cedera hamstring pada pemain sepak bola
Latar Belakang: Cedera hamstring adalah cedera pada jaringan otot hamstring karena
mengalami penurunan fleksibilitas serta mengalami pemendekan pada otot langsung
atau tidak langsung, Cedera ini sering terjadi pada atlet dimana salah satu otot paha
belakang cenderung mengalami pemendekan untuk sementara waktu. Otot hamstring
dapat terkena cedera secara tiba tiba, nyeri pada belakang paha dan sampai
menyebabkan aktifitas terhambat. Adanya nyeri otot merupakan salah satu tanda
terjadinya cedera pada hamstring karena adanya kerusakan pada jaringan fibrous.
Tujuan: untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh pemberian nordic exercise
terhadap fleksibilitas otot hamstring dalam resiko terjadinya cedera hamstring pada
pemain sepak bola. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah jenis eksperimental
dengan pendekatan quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian berjumlah 36 pemain.
Teknik pengambilan sampel adalah Teknik slovin sebanyak 30 pemain. Pengambilan
data menggunakan lembar kuesioner, active knee ekstension (AKE) test dan analisa data
menggunakan uji hipotesis Paired sample test. Hasil: Uji hipotesis menggunakan paired
sample t-test menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian nordic exercise terhadap
fleksibilitas otot hamstring dalam resiko cedera hamstring pada pemain sepak bola
(P=0,00 P<0,05). Kesimpulan: Bahwa adanya pengaruh dalam Pengaruh Pemberian
Nordic Exercise Terhadap Fleksibilitas Otot Hamstring Dalam Resiko Cedera
Hamstring Pada Pemain Sepak Bola
Literatur review: perbandingan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu metode god-papdengan darah vena metode poct
Latar Belakang dari Gula darah adalah gula atau glukosa yang ada dalam darah kita. Dalam istilah medis disebut sebagai glukosa darah (Blood Glucose). Gula darah berasal dari makanan yang kita makan, dan merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Agar sampai ke seluruh sel-sel di tubuh kita gula ini dialirkan melalui pembuluh darah.Glukosa darah (gula darah) menjadi ukuran penting parameter kesehatan seseorang dan itu dipertahankan kadarnya pada level-level normal.Tujuan penelitian ini yaitu untuk Mengetahui perbandingan hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu metode GOD-PAP dengan darah vena metode POCT. Penelitian dilakukan dengan metode Literature review melalui pencarian pada tiga database yaitu PubMed, Google Scholar dan Science Direct dengan terbitan jurnal 2010-2020 yang diakses fulltext dalam format pdf. Hasil Penelusuran literatur diperoleh 10 jurnal yang menunjukan bahwa nilai signifikan dari uji t terhadap hasil pemeriksaan glukosa darah menggunakan alat POCT dan Fotometer adalah 0,719. Karena hasil nilai signifikan 0,719 > 0,05, yang berarti tidak ada perbedaan rata-rata hasil pemeriksaan glukosa darah antara alat POCT dan Fotometer.untuk Kesimpulan Pada penelitian ini hasil pemeriksaan glukosa darah dengan menggunakan alat POCT dan Fotometer menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifika,serta Diharapkan agar memilih alat dan metode yang akurat dan sudah diketahui kualitasnya demi menjamin hasil diagnosa seperti metode GOD-PAP dari suatu pemeriksaan dan memperhatikan quality control alat secara berkala
Perbedaan Core Stability dan Single Limb Hopping untuk Meningkatkan Keseimbangan Dinamis Chronic Ankle Instability pada Atlet Sepak Bola
Latar Belakang: Dalam suatu kondisi seseorang yang mengalami chronic ankle
instability bisa memiliki keluhan pada keseimbangan postural terutama keseimbangan
dinamis. Keseimbangan berperan penting dalam mencegah terjadinya cedera, Program
latihan keseimbangan yang baik dapat menurunkan risiko terjadinya cedera. Dalam
kasus cedera pada pergelangan kaki sangat membutuhan penanganan yang tepat.
Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh core stability exercise dan single
limb hopping untuk meningkatkan keseimbangan dinamis pada chronic ankle
instability pada atlet sepak bola. Metode: Penelitian ini menggunakan eksperimental
dengan pre and post test two group design. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet
sepak bola KKO SMAN 1 Seyegan dan SSB Seyegan United, total responden
sebanyak 22 orang, dengan rincian kelompok I terdiri dari 11 orang diberikan
perlakuan berupa core stability exercise dan kelompok II terdiri dari 11 orang
diberikan perlakuan berupa single limb hopping selama 3 minggu dengan frekuensi 3
kali dalam seminggu. Pengukuran keseimbangan dilakukan dengan menggunakan star
excursion balance test (SEBT). Hasil : Uji hipotesis I menggunakan paired sampel ttest
nilai
P
=
0,000
(p<0,05).
Uji
hipotesis
II
menggunakan
paired
sampel
t-test
nilai
P
=
0,000
(p<0,05).
Uji
Hipotesis
III
menggunakan
T-Independent
nilai
arah
anterior
P
= 0,114 (p>0,05), anterolateral P = 0,617 (p>0,05), lateral P = 0,632 (p>0,05),
posterolateral P = 0,068 (p>0,05), posterior P = 0,876 (p>0,05), posteromedial P =
0,745 (0>0,05), medial P = 1,000 (p>0,05) dan anteromedial P = 0,461 (p>0,05).
Kesimpulan : Tidak ada perbedaan pengaruh core stability exercise dan single limb
hopping untuk meningkatkan keseimbangan dinamis chronic ankle instability pada
atlet sepak bola. Saran : Core stability exercise dan single limb hopping dapat
digunakan sebagai intervensi fisioterapi dalam meningkatkan keseimbangan pada
chronic ankle instability
Hubungan pengetahuan penanggulangan bencana dengan sikap melakukan kesiapsiagaan bencana gempa bumi bagi mahasiswa keperawatan anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Latar Belakang: Indonesia merupakan Negara yang rawan bencana gempa bumi dan banyak memakan korban jiwa. Namun seiring dengan potensi tersebut, harus diimbangi dengan pengetahuan penanggulanag bencana dan sikap melakukan kesiapsiagaan yang baik terutama pada mahasiswa yang berkuliah di Yogyakarta dimana tempat tersebut berpotensi untuk mengalami bencana gempa bumi.
Tujuan: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan penanggulangan bencana, sikap melakukan kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan keeratan hubungan antara pengetahuan penanggulangan bencana dengan sikap melakukan kesiapsiagaan bencana gempa bumi.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional.
Hasil: Hasil yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu sebagian besar responden yang memiliki pengetahuan baik lebih dominan sebanyak 32 orang (60,4%) dibandingkan dengan yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 15 orang (20,3%) dan pengetahuan kurang sebanyak 6 orang (11,3%), sebagian besar responden yang memiliki sikap positif lebih dominan sebanyak 28 orang (52,8%) dibandingkan dengan yang memiliki sikap negatif sebanyak 25 orang (47,2%), dan didapatkan hasil uji spearman rank p-value 0,016 dengan correlation coefficient 0,331.
Simpulan: Ada hubungan signifikan yang cukup dan arah hubungan yang searah antara pengetahuan penanggulangan bencana dengan sikap melakukan kesiapsiagaan bencana gempa bumi.
Saran: Institusi mampu memberikan pelatihan simulasi penanggulangan bencana agar dapat meningkatkan sikap kesiapsiagaan bencana gempa bumi mahasiswa/mahasiswi
Hubungan Stunting terhadap Keterlambatan Motorik Kasar dan Halus Anak Usia 3 Bulan-5 Tahun di Wilayah Umbulharjo I Yogyakarta
Latar Belakang: Stunting adalah kondisi anak usia 0 – 59 bulan, dimana tinggi badan
menurut umur berada di bawah Standar WHO (World Health Organization). Salah satu
dampak stunting adalah tidak optimalnya perkembangan kemampuan kognitif anak.
Selama masa stunting, terjadi kerusakan sel-sel pada otak, ketika lesi meluas dapat
terkena pada daerah pusat koordinasi gerak motorik, yaitu di sekitar otak kecil. Anak yang
mengalami malnutrisi kronik diprediksi mengalami berbagai hambatan di masa depan dan
memiliki kemampuan fisik, intelektual, serta produktivitas yang rendah. Pertumbuhan
dan perkembangan balita sangat penting untuk diperhatikan karena akan berdampak pada
kualitas generasi masa depan bangsa. Deteksi dini gangguan tumbuh kembang sangat
penting dilakukan pada anak balita, supaya saat terdeteksi adanya keterlambatan lansung
dapat ditangani dengan tepat. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan stunting
terhadap keterlambatan motorik kasar dan halus anak usia 3 Bulan – 5 tahun. Metode
Penelitian: Kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian korelasional, pendekatan
cross sectional, Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling , sampel
berjumlah 21 balita dengan 1x pelaksanaan penelitian. instrument penelitian
menggunakan SDIDTK , serta analisis data yang digunakan adalah uji statistik korelasi.
Hasil: Uji korelasi menggunakan spearman rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan
stunting terhadap keterlambatan motorik kasar dan halus anak usia 0-5 tahun Sig.(2 tailed)
sebesar 0,000 (<0,1) tingkat keeratan hubungan sangat kuat yaitu 0,842 rentang nilai 0,801,00.
Simpulan: Terdapat Hubungan yang signifikan antara stunting dengan
keterlambatan motorik kasar dan halus anak. Saran: Bagi masyarakat khususnya orang
tua yang memiliki anak dengan kasus stunting Segera konsultasikan pada fasilitas yang
mendukung untuk menangani kasus keterlambatan motorik pada anak seperti dokter
spesialis anak atau ke fisioterapi
Pengaruh Workplace Stretching Exercise terhadap Penurunan Nyeri Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Bakpia di Yogyakarta
Latar belakang: Pekerja bakpia merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki
potensi untuk menimbulkan bahaya gangguan musculoskeletal. Lingkungan yang
kurang ergonomis, merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas
pada pekerja bakpia. Selain itu, sedikitnya waktu istirahat bagi pekerja juga dapat
menjadi faktor timbulnya keluhan musculoskeletal. Tujuan : Penelitian in bertujuan
untuk mengetahui pengaruh pemberian workplace stretching exercise terhadap
penurunan nyeri musculoskeletal disorders pada pekerja bakpia di Yogyakarta.
Keluhan Musculoskeletal yang dimaksud adalah rasa tidak nyaman sampai nyeri pada
otot, sendi, ligament, saraf, dan sistem sirkulasi darah. Metode : Penelitian ini
menggunakan metode quasi experimental dengan teknik purposive sampling. Desain
penelitian adalah pre test and post test one group design. Sampel dalam penelitian ini
adalah pekerja bakpia berjumlah 26 orang dengan usia 25-60 tahun. Hasil : Analisis
data penelitian menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa nilai p : 0,000 yang artinya p<0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak.
Simpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah intervensi berupa workplace stretching
exercise berpengaruh terhadap penurunan nyeri musculoskeletal disorders pada
pekerja bakpia. Saran: Pekerja di harapkan lebih memperhatikan cara pekerja, dengan
baik serta melakukan workplace stretching exercise sebelum melakukan pekerjaan
Pengaruh consumer online rating dan review terhadap keputusan pembelian pada pengguna marketplace tiktok shop
Latar Belakang : Pada saat ini berbelanja melalui marketplace merupakan suatu hal
yang umum, selain memudahkan, konsumen juga dihadapkan pada banyak pilihan
dan banyak informasi yang berbeda dari penjualnya. Konsumen tidak dapat
menyentuh dan merasakan produk tersebut. Hal ini seringkali memunculkan keraguan
dibenak konsumen, sehingga butuh usaha untuk membangun kepercayaan konsumen.
Oleh sebab itu konsumen berusaha memperoleh informasi melalui review dan rating
yang tersedia di berbagai platform online. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk
menguji pengaruh consumer online rating dan review terhadap keputusan pembelian
pada pengguna marketplace Tiktok Shop. Metode Penelitian : Penelitian merupakan
penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner
pada masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta yang pernah melakukan transaksi
online pada marketplace TikTok shop yang berjumlah 184 responden. Prosedur
pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probabilitay
dengan teknik purposive sampling. Hasil Penelitian : Hasil yang diperoleh setelah
analisis data secara persial Consumer Online Rating (X1) memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Kemudian Review (X2) memiliki
pengaruh positif dn signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Dan secara simultan
Consumer Online Rating (X1) dan Review (X2) memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan pembelian(Y). Hal ini sesuai dengan yang
dihipotesiskan