DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Pengaruh pemberian close kinetic chain exercise terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada osteoarthitis knee di Puskesmas Sanden Bantul Yogyakarta
Latar belakang: Sendi lutut merupakan salah satu bagian yang menopang beban
tubuh. Osteoarthritis merupakan penyakit degenerasi yang terjadi pada sendi. Keluhan
terjadi adanya rasa nyeri, keterbatasan dalam beraktifitas, kekakuan, potensial
deformitas kelemahan otot, instabilitas sendi lutut sehingga terjadinya penurunan
kemampuan fungsional pada lutut. Terapi latihan close kinetic chain exercise
memberikan manfaat dalam mengurangi keluhan yang mampu meningkatkan
kemampuan fungsional penderita dalam melakukan aktivitas secara optimal. Tujuan:
Untuk mengetahui pengaruh pemberian close kinetic chain exercise terhadap
peningkatan kemampuan fungisonal pada osteoarthitis knee dan faktor resiko
osteoarthitis knee di Puskesmas Sanden Bantul Yogyakarta. Metode: Penelitian ini
dilakukan dengan quasi eksperimental dengan one group pretest and posttest design.
Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel
20 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner WOMAC. Analisa data
menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas yaitu Saphiro Wilks Test dan uji
hipotesis menggunakan Paired Sampel Test. Hasil: Hasil uji hipotesis dengan Paired
Sampel Test menunjukkan p=0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat
Pengaruh yang signifikan antara close kinetic chain excercise dengan osteoarthitis
knee. Simpulan: Adanya pengaruh pemberian close kinetic chain exercise terhadap
peningkatan kemampuan fungsional osteoarthitis knee di Puskemas Sanden Bantul
Yogyakarta. Saran: Bagi penderita melakukan terapi latihan dirumah secara rutin agar
terus terpelihara kemampuan fungsional dalam kehidupan sehari-hari
Hubungan pengetahuan hipertensi dengan pola makan pada dewasa muda di Dusun Gedongan Trirenggo Bantul
Latar Belakang: Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana orang mengalami
peningkatan tekanan darah diatas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (saat
jantung berdetak) dan alat relaksasi diastolic pada pemeriksaan tensi darah
menggunakan alat pengukur tekanan darah berupa cuff air raksa atau alat digital. Pola
makan merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi keadan gizi, karena kuantitas dan kualitas makanan dan minuman akan mempengaruhi gizi bagi
kesehatan individu sehingga gizi yang optimal sangat penting untuk pertumbuhan
normal perkembangan fisik bagi seluruh kelompok umur. Tujuan: Mengetahui Hubungan Pengetahuan Hipertensi Dengan Pola Makan Pada
Dewasa Muda di Dusun Gedongan Trirenggo Bantul. Metode: Metode penelitian ini deskriptif korelasional dengan pendekatan cross
sectional. Responden penelitian terdiri dari 70 responden di Pedukuhan Gedongan
Trirenggo Bantul dan diambil dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan yang signifikan antara
pengetahuan hipertensi dengan pola makan pada dewasa muda di Dusun Gedongan
Trirenggo Bantul. (p=-0,087 dengan nilai keeratan 0,459. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan hipertensi dengan pola
makan pada dewasa muda di Dusun Gedongan Trirenggo Bantul. Saran: Diharapkan masyarakat lebih memasimalkan memahami pentingnya mengatur
serta mengontrol pola makan yang baik karena dampak dalam jangka yang panjang bisa
sangat berbahaya salah satunya hipertens
Hubungan dukungan keluarga dengan kejadian bullying pada remaja di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta
Latar Belakang: Bullying adalah perilaku yang membahayakan seseorang, hal tersebut
dapat menimbulkan efek trauma yang tertanam dalam diri dan dapat menghambat
tumbuh kembang seseorang dalam kehidupannya. bullying dapat membawa dambak
buruk yang berkepanjangan maupun jangka tertentu pada korban. Dampak jangka
tertentu yang akan dirasakan oleh korban adalah teraniyaya, tidak produktif, turunnya
rasa percaya diri.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan
kejadian bullying pada remaja di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimental pendekatan
cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster random sampling
dengan sampel 72 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil
Penelitian dianalisis menggunakan uji Kendall Tau
Hasil Penelitian: Dukungan keluarga pada remaja di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta
di dominasi oleh kategori sedang ( 61,1%). Bullying pada remaja di SMA Muhammadiyah
5 Yogyakarta di dominasi oleh kategori sedang ( 48,6%). Dan dari hasil uji Kendall Tau
diperoleh p=0,021 dengan korelasi sebesar 0,254.
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan singnifikan antara dukungan keluarga dengan
kejadian bullying pada remaja di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta dengan keeratan
hubungan di kategorikan lema
Hubungan aktivitas fisik dengan dysmenorrhea primer pada mahasiswa SI ilmu komunikasi semester i dan iii di universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Dysmenorrhea atau sering disebut juga dengan nyeri haid angka kejadian yang cukup
tinggi di dunia yaitu 16-91% remaja mengalami nyeri menstruasi di Indonesia
prevelensinya cukup tinggi 64.5% dan di Yogyakarta untuk prevelensinya 68,6%, Bantul
38,7%, Sleman 92,8% remaja yang mengalami nyeri menstruasi. Tujuan penelitian ini
diketahui hubungan aktivitas fisik dengan dysmenorrhea primer pada mahasiswa SI ilmu
komunikasi semester I dan III di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Metode dalam
penelitian ini adalah kuantitatif korelasi. Populasi pada penelitian adalah 53 mahasiswi
yang diambil dari dua semester yaitu semester I dan III SI ilmu komunikasi yang
dikumpulkan dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan
menggunakan kuesioner dengan pendekatan cross sectional. Analisis Univariat
menunjukkan bahwa dari 53 mahasiswi atau setara (100%), terdapat 26 mahasiswi
(43,1%) mengalami nyeri ringan, 19 mahasiswi (35,8%) nyeri sedang, 6 mahasiswi
(11,3%) nyeri berat, dan 2 mahasiswi (3,8%) nyeri sangat berat. Pada aktifitas fisik
didapatkan hasil 6 mahasiswi (11,3%) masuk dalam kategori aktivitas tinggi, 33
mahasiswi (63,3%) masuk dalam kategori aktivitas sedang, dan 14 mahasiswi (26,4% )
masuk ke dalam kategori aktivitas rendah. Analisis statisti bivariat dengan uji somers D
menunjukkan terdapat hubungan negatif signifikan antara aktivitas fisik terhadap
frekuensi nyeri dengan nilai korelasinya sebesar -0.325 tergolong dalam kategori rendah
yang menunjukkan nilai P value hubungan aktivitas fisik terhadap frekuensi nyeri sebesar
0.025 nilai tersebut kurang dari 0.05, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan
bermakna aktivitas fisik dengan dysmenorrhea primer pada mahasiwa ilmu komunikasi
semester I dan III Di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Hubungan pemberian MP-ASI dengan tumbuh kembang anak usia 9-24 bulan di kelurahan Banyuraden Sleman Yogyakarta
Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merupakan makanan peralihan dari ASI
ke makanan keluarga. Pada dokumen Framework of Action: Indonesia
Complementary Feeding, dinyatakan bahwa pemberian MP-ASI di Indonesia
masih belum adekuat dan belum tepat. Lebih dari 40% bayi Indonesia
diberikan MP-ASI pada usia yang terlalu dini (di bawah 6 bulan). Makanan
berperan penting terhadap tumbuh kembang, kesehatan, dan daya tahan tubuh
anak, khususnya sebagai materi yang mengandung zat-zat khusus untuk
melindungi anak dari berbagai jenis penyakit. Angka kejadian gangguan
pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia balita khususnya gangguan
perkembangan motorik didapatkan (27.5%) atau sekitar 3 juta anak mengalami
gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara
pemberian MP-ASI dengan tumbuh kembang anak usia 9-24 bulan di
Kelurahan Banyuraden Sleman Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.
Teknik pengambilan data menggunakan cluster random sampling. Sampel
yang digunakan sebanyak 99 ibu dan anak yang memiliki usia 9-24 bulan.
Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner
MP-ASI, Pemeriksaan Antropometri (BB/PB) dan Penilaian Kuesioner Pra
Skrining Perkembangan (KPSP). Hasil uji statistik menggunakan uji chi�square dalam Pemberian MP-ASI dengan Pertumbuhan didapatkan hasil p
value 0,000<0,05 dan hasil analisis data dalam Pemberian MP-ASI dengan
Perkembangan didapatkan hasil p value 0,000<0,05. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa ada hubungan Pemberian MP-ASI dengan tumbuh
kembang anak usia 9-24 bulan di Kelurahan Banyuraden Sleman Yogyakarta
Studi kasus teknik pemeriksaan sinus paranasal (SPN) kasus sinusitis di Instalasi Radiologi RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan
Teknik pemeriksaan SPN pada Klinis Sinusitis di Instalasi Radiologi RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan proyeksi yang digunakan proyeksi Waters Close Mouth, sedangkan pada menurut Bontrager, 2018 proyeksi yang digunakan proyeksi Lateral, PA Cadwel, dan waters open mouth. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Teknik pemeriksaan SPN pada Klinis Sinusitis di Instalasi Radiologi RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan proyeksi yang di gunakan proyeksi Waters Close Mouth.
Jenis penelitian merupakan Studi kasus. Ruang lingkup di Instalasi Radiologi RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan dan ruang lingkup waktu dari Desember 2021- Juli 2022. Subjek penelitian dua radiografer dan satu radiolog, sedangkan objek penelitian Teknik pemeriksaan SPN pada Klinis Sinusitis di Instalasi Radiologi RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Data penelitian meliputi primer berupa hasil observasi, wawancara, dokumentasi, penerimaan data, Anamnesa data dan tarik kesimpulan.
Hasil prosedur pemeriksaan sinus paranasal pada kasus sinusitis dimulai dari persiapan pasien, persiapan alat dan bahan, serta teknik pemeriksaan sinus paranasal menggunakan proyeksi waters close mouth. Pengambilan foto pada proyeksi waters close mouth Pasien dalam posisi PA, lebih diutamakan pasien berdiri dan MSP tubuh berada di garis tengah grid, tujuan dilakukan proyeksi waters close mouth yaitu agar pasien lebih nyaman dan tidak terjadi pergerakan yang dapat menimbulkan noise pada hasil radiograf
Studi kasus teknik radiografi cranium pada kasus suspek fraktur mandibula
Teknik radiografi cranium pada kasus suspek fraktur mandibula di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu terdapat perbedaan, Menurut Bontrager (2018) dan Naeem et al (2016) pada kasus suspek fraktur mandibula dilakukan dengan menggunakan teknik radiografi mandibula dengan proyeksi Axiolateral Oblique, Postero Anterior (PA) atau PA Axial dan proyeksi khusus seperti Submentovertex (SMV) dan Orthopantomograph (OPG), sedangkan di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu menggunakan teknik radiografi cranium dengan proyeksi antero
posterior dan lateral. Maka dari itu peneliti tertarik untuk membahas lebih lanjut mengenai teknik radiografi cranium pada kasus suspek fraktur mandibula di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu. Tujuan penelitian untuk mengetahui teknik radiografi cranium pada kasus suspek fraktur mandibula dan peranan teknik radiografi cranium pada kasus suspek fraktur mandibula di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.
Penelitian dilakukan di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu terhitung sejak September 2022 hingga Mei 2023. Jenis penelitian observasional dengan pendekatan studi kasus dalam bentuk deskriptif. Pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi, dengan subjek dari penelitian 3 radiografer, 1 dokter radiolog. Analisa data dilakukan dengan mereduksi data, membuat tabel kategorisasi dan koding terbuka. Data data tersebut selanjutnya dikutip menggunakan teknik kuotasi untuk diambil kesimpulan.
Hasil penelitian Teknik radiografi cranium pada kasus suspek fraktur mandibula di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tidak ada persiapan khusus, hanya melepas benda logam disekitar obyek yang diperiksa. Menggunakan proyeksi antero posterior (AP) dan proyeksi Lateral ukuran 35 x 43 cm dan luas kolimasi disesuaikan dengan obyek. Peranan teknik radiografi cranium yang digunakan ialah sudah mampu memberikan informasi yang baik dalam menegakkan diagnosa suspek fraktur mandibula. Sebaiknya dilakukan dengan menggunakan teknik radiografi mandibula agar informasi yang di dapat lebih maksimal dalam mendiagnosa patologi
Hubungan gaya hidup hedonisme dengan perilaku konsumtif dalam pembelian skincare pada mahasiswa Yogyakarta
Latar Belakang: Dengan berkembangnya zaman, dapat mempengaruhi perubahan gaya hidup dan tingkah laku pada mahasiswa salah satunya seperti berlebihan dalam berbelanja hanya karna ingin memenuhi keinginannya bukan kebutuhan mahasiswa itu sendiri. Kebutuhan mahasiswa membuat mereka berlomba-lomba untuk memenuhinya demi mengikuti perkembangan zaman, seperti saat ini mahasiswa berlomba-lomba untuk merawat kulitnya menjadi bersih, bersinar, kencang, dan awet muda dengan cara menggunakan skincare. Hal ini membuat muncul sifat hedonisme terhadap pembelian skincare, karna seseorang yang berperilaku konsumtif akan cenderung sulit mengontrol dirinya saat melihat produk skincare yang ditawarkan. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup hedonisme dengan perilaku konsumtif dalam pembelian skincare pada Mahasiswa di Yogyakarta. Metode Penelitian: yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Hasil Penelitian: terdapat adanya hubungan positif dan signifikan antara gaya hidup hedonisme dengan perilaku konsumtif dalam pembelian skincare pada Mahasiswa Yogyakarta, jadi semakin tinggi Gaya Hidup Hedonisme maka semakin tinggi pula Perilaku Konsumtif, dan semakin rendah Gaya Hidup Hedonisme maka semakin rendah pula Perilaku Konsumtifnya. Kesimpulan & Saran: hipotesis terbukti bahwa terdapat adanya hubungan positif dan signifikan antara gaya hidup hedonisme dengan perilaku konsumtif. Adanya penelitian ini diharapkan dapat memudahkan informasi terkait hubungan gaya hidup hedonisme dengan perilaku konsumtif sehingga dapat dijadikan referensi bagi peneliti selanjutnya dalam bidang psikologi industry dan organisasi
Pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan tentang Sadari pada remaja putri di pondokpesantren Miftahunnajah Sleman Yogyakarta
Penyakit kanker merupakan penyakit yang menjadi salah satu penyebab kematian
utama diseluruh dunia. Pada tahun 2018 kasus kanker terbanyak di Indonesia ialah
kanker payudara yaitu 58.256 atau 16,7% yang seluruh jumlahnya 348.809 kasus.
Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa jumlah penderita kanker payudara di
Indonesia memperoleh 42,1 per 100.000 orang. Dengan rerata angka kematian yang
disebabkan kanker payudara ialah 17 per 100.000 orang. Kanker payudara dapat
dideteksi secara dini dengan cara melakukan pemeriksaan payudara sendiri
(SADARI). SADARI dapat dilakukan sebulan sekali atau pada hari ke 7-10 setelah
selesai menstruasi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
penyuluhan SADARI terhadap pengetahuan remaja putri di Pondok Pesantren
Miftahunnajah Sleman Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan pra-ekperiment dengan tipe one group prettest-posttest design.
Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah sampel yang
diambil sebanyak 52 responden. Analisis data menggunakan uji wilxocon. Hasil
analisis didapatkan rata-rata pengetahuan tentang SADARI sebelum diberikan
intervensi yaitu 16.5. Rata-rata pengetahuan tentang SADARI sesudah diberikan
intervensi mengalami kenaikan menjadi 22.55. Dengan hasil Uji Wilxocon pada
pengetahuan baik sebelum dan setelah diberikan intervensi diperoleh p value
(0,000)≤0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan terhadap
pengetahuan tentang SADARI pada remaja putri kelas IX di Pondok Pesantren
Mifahunnajah Sleman Yogyakarta. Saran dari penelitian ini untuk kedepannya
diharapkan ada suatu kegiatan dari pihak Pesantren Miftahunnajah Sleman Yogyakarta
untuk bekerjasama dengan pihak kesehatan guna menambah pengetahuan siswi
tentang masalah yang sering terjadi pada remaj
Hubungan riwayat kehamilan remaja dengan stunting pada balita di wilayah Puskesmas Karangmojo 1 Gunungkidul Yogyakarta
Latar Belakang: Stunting merupakan seorang anak yang mengalami keterlambatan
pertumbuhan, anak yang mengalami tinggi badan kurang dibandingkan teman
seumuranya, berat badan kurang, bahkan anak mengalami keterlambatan dalam
berfikir. Dampak dari stunting yaitu dapat menghambat perkembangan otak dan
penurunan daya tumbuh kembang anak, balita bisa tumbuh kurus, gizi buruk,
memiliki tubuh pendek dari anak seusianya. Salah satu faktor yang mempengaruhi
stunting adalah kehamilan remaja dimana ibu mengandung anak dalam usia kurang
dari 20 tahun masih dalam proses pertumbuhan dan perkembangan sehingga jika
seorang remaja hamil membuat remaja harus berbagi nutrisi dengan janin yang ada
dalam kandungannya.
Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan riwayat kehamilan remaja dengan
stunting pada balita di wilayah puskesmas karangmojo 1 gunungkidul Yogyakarta.
Metode: jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode
deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi yang
digunakan adalah 62 balita, sampel pada penelitian ini sejumlah 54 dengan kriteria
inklusi, pengambilan sempel menggunakan purposive sampling. Teknik
pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan Analisa data penelitian ini
menggunakan kendall tau.
Hasil: hasil pada penelitian ini menunjukkan kejadian stunting dalam kategori
pendek (53.7%). Riwayat kehamilan remaja pada ibu dengan kategori remaja akhir
( (0,05) yang
menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan riwayat kehamilan remaja dengan
stunting pada balita di wilayah puskesmas karangmojo 1 gunungkidul Yogyakarta.
Simpulan dan Saran: Simpulan tidak terdapat hubungan riwayat kehamilan
remaja dengan stunting pada balita di wilayah puskesmas Karangmojo 1
Gunungkidul Yogyakarta. Untuk saran pencegahan stunting Pemberian
imunisasi dasar lengkap dan vitamin A, Pemantauan pertumbuhan balita di
posyandu terdekat, dan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)