DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan tingkat pengetahuan dan motivasi penata anestesi dengan tingkat kepatuhan dalam melakukan five moment hand hygiene
Latar Belakang : Infeksi nosokomial atau Health Care Associated Infections (HAIs) yaitu infeksi yang didapat dirumah sakit ketika penderita dirawat dirumah sakit. Prevalensi infeksi noskomial pada tahun 2021 di Indonesia didapati sebanyak 39%-60% masih terjadi di rumah sakit. Beberapa dampak infeksi nosokomial yang sering terjadi yang harus diwaspadai, anatar lain: infeksi saluran kemih, infeksi aliran darah, pnemunia dan infeksi luka operasi.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan motivasi penata anestesi dengan tingkat kepatuhan dalam melakukan five moment hand hygiene.
Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel berjumlah 84 responden dengan menggunakan teknik probability sampling. Analisa data di lakukan menggunakan uji korelasi spearman rank.
Hasil penelitian : Dari 84 sampel yang diperoleh, penata anestesi dengan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 4 responden (4.8%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 19 responden (22.6%) dan tingat pengetahuan baik sebanyak 61 responden (72.6%). Penata anestesi dengan tingkat motivasi kurang sebanyak 1 responden (1.2%), motivasi sedang sebanyak 34 responden (40.5%), dan motivasi baik sebanyak 49 responden (58.3%). Sedangkan penata anestesi dengan tingkat kepatuhan tidak patuh sebanyak 21 responden (25%), patuh sebanyak 18 responden (21.4%), dan sangat patuh sebanyak 45 responden (53.6%). Hasil uji korelasi spearman dengan nilai signifikan 0,000 (( p < 0,05 ).
Simpulan : Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan motivasi penata anestesi dengan tingkat kepatuhan dalam melakukan five moment hand hygiene. Saran : Untuk menurunkan angka kejadian infeksi nosokomial diharapkan secara konsisten penata anestesi dapat mengikuti seminar, workshop atau pelatihan hand hygiene
Hubungan kecemasan dengan kualitas hidup lansia hipertensi yang menjalani pengobatan di Desa Derman
Latar belakang: Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa
pada tahun 2015 sekitar 1,13 Miliar atau 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis
hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang tidak menular tapi menjadi
pembunuh yang tersembunyi atau yang disebut dengan “silent killer”. Penderita
hipertensi cenderung mengalami kecemasan yang disebabkan karena pengobatan
hipertensi membutuhkan waktu yang relatif lama. Seseorang yang mengalami
kecemasan cenderung mengalami masalah kegelisahan yang menyebabkan sulit tidur.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan kualitas hidup lansia
hipertensi yang menjalani pengobatan di desa Derman.
Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi
dengan pendekatan waktu cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan
total sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 50 responden lansia yang
menjalani pengobatan di Desa Derman. Teknik analisis data menggunakan Spearman
Rank
Hasil: Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kecemasan
dengan kualitas hidup lansia hipertensi yang menjalani pengobatan di Desa Derman
(p=0,093, r=0,240). Hasil koefisien korelasi antar variabel sebesar 0,240 dengan
tingkat signifikan 0,093 menunjukan tidak ada hubungan antara kecemasan dengan
kualitas hidup lansia hipertensi yang menjalani pengobatan di Desa Derman dengan
kategori sangat lemah.
Simpulan dan Saran: Dari hasil penelitian ini ditemukan tidak adanya hubungan
antara kecemasan dengan kualitas hidup lansia hipertensi yang menjalani pengobatan
di Desa Derman. Responden hendaknya dapat mengurangi kecemasan sehingga
kualitas hidup tetap baik dan meningkat
Hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan anestesiologi angkatan 2019 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Latar Belakang : Mahasiswa dituntut untuk menyelesaikan tugas akhir tepat waktu,
umumnya mahasiswa mengalami kesulitan dalam tulis menulis, kegagalan mencari
judul dan kesulitan menemui dosen pembimbing. Kesulitan inilah yang membuat
mahasiswa sering putus asa dan menyebabkan mahasiswa tidak dapat menyelesaikan
studinya tepat waktu. Hingga membuat mahasiswa menjadi ansietas, depresi bahkan
stres yang pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan pada dirinya sendiri seperti
gangguan kesehatan fisik yaitu kualitas tidur menjadi buruk dan gangguan mental
yaitu stres. Di Jawa Tengah, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa
3 per milyar dari sekitar 32 juta penduduk di Jawa Tengah menderita penyakit jiwa
dan 19 per mil lainnya menderita stress. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan
tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan anestesiologi
angkatan 2019 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Metodologi Penelitian : Metode
penelitian kuantitatif dengan desain descriptive analitic menggunakan rancangan
correlational dan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan kuesioner.
Menggunakan uji spearmank rank. Sample sebanyak 80 Mahasiswa Keperawatan
Anestesiologi Angkatan 2019 menggunakan Teknik Proporsional Random Sampling.
Hasil Penelitian : Berdasarkan Analisa statistic menggunakan uji Spearman Rank
diketahui Sig sebesar 0.032< dari 0,05 artinya tingkat stres berhubungan dengan
kualitas tidur, Berdasarkan kriteria tingkat korelasi signifikan dengan p 0.240 maka
hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur memiliki hubungan yang cukup kuat.
Simpulan : Terdapat hubungan tingkat stress dengan kualitas tidur pada mahasiswa
Keperawatan Anestesiologi Angkatan 2019 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Saran
: Diharapkan dapat memberikan tambahan informasi kepada mahasiswa mengenai
bagaimana hubungan tingkat stress dengan kualitas tidur pada mahasiswa
Keperawatan Anestesiologi Angkatan 2019 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia di Dusun Kedon Bambanglipuro Bantul Yogyakarta
Latar Belakang : Menua merupakan suatu keadaan yang dialami oleh seseorang baik
itu pria maupun wanita yang telah berusia lebih dari 60 tahun. Aktivitas fisik
merupakan gerakan tubuh dimana untuk melakukan sebuah gerakan, tubuh memerlukan
tenaga yang cukup. Aktivitas fisik yang dilakukan dengan berlebihan akan
mengakibatkan seseorang akan mudah mengalami kelelahan sehingga akan berdampak
pada kualitas tidur lansia.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur
pada lansia di Dusun Kedon Bambanglipuro Bantul Yogyakarta.
Metode : Penelitian kuantitatif dengan metode korelasi cross sectional. Teknik
pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak
48 responden di Dusun Kedon Bambanglipuro Bantul Yogyakarta. Analisis data
penelitian menggunakan uji Spearman Rank.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara aktivitas fisik dengan
kualitas tidur pada lansia di Dusun Kedon Bambanglipuro Bantul Yogyakarta p = 0,004
(p<0.05) hasil korelasi antar variabel sebesar 0,406 dengan tingkat signifikan 0,004
menunjukkan ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada lansia di
Dusun Kedon Bambanglipuro Bantul Yogyakarta dengan katagori cukup.
Simpulan dan saran : Simpulan ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas
tidur pada lansia di Dusun Kedon Bambanglipuro Bantul Yogyakarta. Lansia dapat
mengurangi aktivitas fisik yang berlebihan agar dapat meningkatkan kualitas tidur
Hubungan Kecemasan Dengan Kejadian Insomnia Pada Lansia di Desa Getas Playen Gunung Kidul
Latar belakang: Seiring bertambahnya usia, lansia mengalami penurunan fungsi
fisiologis dan kognitif sehingga rentan terhadap berbagai masalah kesehatan
contohnya mengalami kesulitan tidur. Faktor yang mempengaruhi insomnia antara lain
kecemasan, depresi, penyakit kronis, efek samping pengobatan, pola makan yang
buruk dan kurang olahraga. Dampak dari insomnia yaitu kelelahan, sulit
berkonsentrasi, mengantuk berlebihan di siang hari.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan
kejadian insomnia pada lansia di Desa Getas Playen Gunung Kidul.
Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain
penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability
sampling yaitu purposive sampling yang berjumlah 53 responden. Analisa data pada
penelitian ini menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau.
Hasi penelitian: Didapatkan hasil bahwa responden paling banyak mengalami
kecemasan sedang yaitu sebanyak 33 responden (62,3%) dan paling banyak
mengalami insomnia ringan sebanyak 27 responden (50,9%), Hasil uji korelasi
kendall’s tau menunjukkan hasil p value 0,024 < 0,05 yang artinya bahwa terdapat
hubungan kecemasan dengan kejadian insomnia pada lansia di Desa Getas Playen
Gunung Kidul.
Simpulan: Terdapat hubungan antara kecemasan dengan kejadian insomnia pada
lansia di Desa Getas Playen Gunung Kidul.
Saran: Bagi lansia penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang
kecemasan dengan kejadian insomnia pada lansia, sehingga lansia dapat mengetahui
dampak dari kecemasan dan insomnia agar lansia dapat mengetahui cara mengatasi
kecemasan dan insomnia
Pengaruh pengetahuan keuangan dan perilaku keuangan terhadap pengelolaan keuangan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM)
Latar Belakang: Faktor kegagalan yang sering dialami oleh pelaku UMKM untuk
mengembangkan usahanya yaitu karena terdapat beberapa kelemahan yang dimiliki
oleh pelaku UMKM tersebut, yaitu seperti terbatasnya modal yang dimiliki,
manajemen yang lemah, kurangnya pemanfaatan informasi, teknologi, dan lemahnya
pengetahuan keuangan dalam pengelolaan keuangan usaha. Tujuan Penelitian:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pengetahuan Keuangan dan
Perilaku Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah (UMKM). Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif deskriptif, sampel yang digunakan sejumlah 79 Usaha UMKM di bidang
Kuliner Makanan yang berjalan sekitar 6 bulan di Kapanewon Sanden. Instrumen
yang digunakan adalah kuesioner. Uji validitas instrumen menggunakan R hitung
dan R tabel, sedangkan Uji Realibilitas menggunakan Crombach alpha. Teknik
analisis data yang digunakan yaitu Uji Asumsi Klasik, Uji Regresi Linier Berganda,
Uji Parsial (t), Uji Simultan (f), dan Uji Determinasi (R2). Hasil Penelitian: Hasil
yang diperoleh setelah analisis data secara parsial dan simultan adalah Pengetahuan
Keuangan (X1)dan Perilaku Keuangan (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap
Pengelolaan Keuangan (Y). Hal ini mendukung hipotesis yang diajukan.
Kesimpulan: Secara parsial Pengetahuan Keuangan (X1) dan Perilaku Keuangan
(X2) berpengaruh secara signifikan terhadap Pengelolaan Keuangan (Y) UMKM,
sedangkan Pengetahuan Keuangan (X1) dan Perilaku Keuangan (X2) berpengaruh
secara simultan terhadap Pengelolaan Keuangan (Y) UMK
GAMBARAN ANSIETAS PADA MAHASISWA SELAMA ERA PANDEMI COVID-19: LITERATURE REVIEW
Penyebaran virus COVID-19 sangat berdampak pada kegiatan yang membutuhkan banyak mobilisasi, terutama pada perekonomian dan pendidikan. Penutupan kegiatan di sektor pendidikan memiliki faktor yang besar dalam pembangunan di Indonesia. Aktifitas mahasiswa lebih banyak dirumah sehingga dapat mempengaruhi penurunan dalam interaksi sosial dengan sesama mahasiswa dan konsisten belajar yang menurun. Namun tidak semua mahasiswa yang mampu untuk pulang ke rumahnya sendiri. Menurunnya prestasi mahasiswa akan menjadi masalah baru terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia. tujuan penelitian ini ingin meneliti bagaimana dampak ansietas pada mahasiswa di era pandemi. Desain penelitian adalah literature review. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, case control dan qualitative. Pengambilan sampel menggunakan PICOST,Prisma dan Kelayakan Critical appraisal, didapatkan jumlah sampel sebanyak 5 jurnal. Hasil penilaian didapatkan terdapat faktor cara mengatasi kecemasan terbukti berpengaruh terhadap kemampuan individu meningkatkan asupan pendidikan dalam menyelesaikan perkuliahan selama era pandemi COVID-1
Hubungan antara gaya hidup hedonis dengan perilaku konsumtif pembelian produk make up pada mahasiswa di Yogyakarta
Perilaku konsumtif adalah perilaku individu yang tidak dapat menahan keinginannya
untuk membeli barang tanpa melihat fungsi utama dari barang tersebut, sehingga akan
cenderung membeli barang berdasarkan keinginan dari pada kebutuhan. Salah satu
faktor yang menjadi penyebab adalah gaya hidup hedonis yang dimana termasuk pola
hidup yang aktivitasnya cenderung untuk lebih memilih hidup yang mewah dan enak.
Salah satunya terjadi pada mahasiswa yang mulai terbiasa mengikuti gaya hidup yang
hedonis dan berperilaku konsumtif dalam pembelian produk-produk kosmetik
diantaranya make up, mereka membeli hanya untuk memenuhi kebutuhan dianggap
menyenangkan, sehingga akan cenderung boros dengan menghabiskan uangnya untuk
membeli suatu produk barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
antara gaya hidup hedonis dengan perilaku konsumtif pembelian produk make up pada
mahasiswa di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
jenis penelitian korelasi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang menggunakan
make up dan sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Teknik pengambilan
sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik Purposive sampling. Pengambilan
data menggunakan skala likert dan dianalisis menggunakan pearson correlation
product moment. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan antara gaya hidup
hedonis dengan perilaku konsumtif. Hasil analisis product moment dengan taraf
signifikansi P = 0,000 (P< 0,05) dengan koefisien korelasi 0,846 yang artinya terdapat
hubungan positif yang kuat antara kedua variabel. Maka dapat dikatakan bahwa
semakin tinggi gaya hidup hedonis maka semakin tinggi pula perilaku konsumtif
dalam pembelian produk make up pada mahasiswa di Yogyakarta
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Vulva Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Di MAN 1 Sleman Yogyakarta
Latar Belakang: Pengetahuan tentang vulva hygiene dalam melakukan perawatan
genitalia yang kurang dapat menyebabkan keputihan. Daerah Istimewa Yogyakarta
sendiri pada tahun 2021 didapatkan 65,2% wanita mengalami kejadian keputihan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan
tentang vulva hygiene dengan kejadian keputihan di MAN I Sleman Yogyakarta.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik
pengambilan sampel dengan purposive sampling yang berjumlah 59 responden. Alat
pengumpulan data menggunakan 2 kuesioner yaitu kuesioner tingkat pengetahuan
tentnag vulva hygiene dan kuesioner kejadian keputihan.
Hasil: Hasil penelitian diperoleh nilai Sig. F Change pada uji korelasi dengan pnilai=
0,000 (<0,05) pada nilai koefisiensi korelasi antara variabel tingkat
pengetahuan tentang vulva nygiene dengan kejadian keputihan sebesar -0,605, dapat
disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang vulva hyiene
dengan kejadian keputihan.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang vulva
hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri di MAN I Sleman Yogyakarta.
Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat mengkondisikan jarak anatara responden
satu dengan lainnya agar terhindar saling diskusi pada saat saling diskusi
Perbedaan pengaruh circuit training dan interval training terhadap daya ledak otot hamstring pemain sepak bola
Latar belakang : Pemain sepak bola adalah kumpulan atlet yang bermain dalam
permainan sepak bola. Pemain sepak bola harus memiliki kebugaran aerobik,
kecepatan, kekuatan, dan keterampilan bermain sepak bola yang baik serta memahami
taktik dan strategi dasar bermain sepak bola. Salah satu peran fisioterapi dalam bidang
olahraga untuk mencegah cidera dan mengatasi masalah yang berkaitan dengan
olahraga, mendukung pemulihan atlet yang cidera dan meningkatkan kinerja atlet yang
sehat dan pasca cidera melalui penerapan serta memberikan edukasi dan pelatihan
daya ledak otot untuk pemain sepak bola untuk meningkatkan kekuatan dan masa otot,
sendi, kebugaran, dan mengurangi risiko cidera. Tujuan Penelitian : Untuk
mengetahui perbedaan pengaruh latihan circuit training dan interval training terhadap
daya ledak otot hamstring pada pemain sepak bola. Metode : Eksperimental dengan
pendekatan quasi experiment melakukan perlakuan pre dan post test two grub design,
teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel berjumlah 30
orang dengan program latihan 3x seminggu selama 4 minggu. Instrument penelitian
menggunakan standing broad jump, serta analisis data yang digunakan adalah uji
statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji hipotesis. Hasil : Data penelitian
berdistribusi tidak normal maka Uji hipotesis I dan II menggunakan wilcoxon dengan
hasil terdapat pengaruh circuit training dan interval training terhadap daya ledak otot
hamstring pemain sepak bola a (P=0,00 P<0,05). Uji hipotesis III menggunakan Mann
Whitney menunjukkan bahwa circuit training lebih berpengaruh dari interval training
terhadap daya ledak otot hamstring pemain sepak bola. Simpulan : Terdapat
perbedaan pengaruh circuit training lebih baik dibandingkan interval training
terhadap peningkatan daya ledak otot atlet sepak bola. Saran : Peneliti selanjutnya
diharapkan dapat melakukan analisis lebih lanjut mengenai latihan-latihan lain yang
lebih bervariasi untuk meningkatkan daya ledak otot atlet sepak bola