DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Penerapan Toilet Training Ibu Pada Anak Usia Toddler Di Paud Desa Sumberadi Sleman Yogyakarta
Latar Belakang: Penerapan toilet training sangat penting mempengaruhi tumbuh kembang
anak. Ibu dalam melakukan penerapan toilet training harus memiliki tingkat pengetahuan
yang baik agar penerapan yang dilakukan baik dan benar. Tingkat pengetahuan juga akan
mempengaruhi sikap ibu dalam menyikapi penerapan toilet training.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu dengan penerapan
toilet training ibu pada anak usia toddler di PAUD Desa Sumberadi Sleman Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan
pendekatan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 77 responden dengan pengambilan
sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan
dianalisis dengan Kendall Tau.
Hasil Penelitian: Analisis bivariat menunjukan ada hubungan yang signifikan antara tingkat
pengetahuan (p = 0,000 < 0,05) dengan keeratan hubungan lemah (0,398) dan sikap ibu
dalam penerapan toilet training (p = 0,000 < 0,05) dengan keeratan hubungan sedang
(0,574). Analisis multivariat menunjukan bahwa tingkat pengetahuan 0,282 menunjukan
variabel yang paling dominan berpengaruh dalam penerapan toilet training ibu pada anak
dibandingkan sikap ibu.
Kesimpulan dan saran: Sebagian besar tingkat pengetahuan toilet training responden baik
(64,9%), Sebagian besar sikap responden terhadap toilet training positif (58,4%), setengah
dari repoden mempunyai penerapan toilet training baik (49,4%), terdapat hubungan antara
tingkat pengetahuan dengan penerapan toilet training, terdapat hubungan antara sikap dengan
penerapan toilet training, Sikap ibu lebih dominan mempengaruhi penerapan toilet training.
Peneliti menyarankan ibu yang mempunyai anak usia toddler melakukan penerapan toilet
training dengan baik dan benar
Hubungan Spiritual Quotient (Sq) dengan Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja Di Dusun Brayut Pandowoharjo Sleman
Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode tumbuh kembang yang sangat
pesat secara fisik, psikologis maupun intelektual. Masa ini merupakan masa tumbuh
kembang yang dapat menimbulkan masa krisis dan ditandai dengan perilaku yang
menyimpang yang salah satunya adalah dampak penyimpangan perilaku seksual.
Dasar perilaku pada remaja terdiri dari banyak faktor salah satunya adalah Spiritual
Quotient (SQ).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara spiritual quotient
(SQ) dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di Dusun Brayut Pandowoharjo
Sleman.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan
pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling.
Sampel pada penelitian ini sebanyak 38 responden dengan rentang usia 14-18 tahun
yang tinggal di Dusun Brayut Pandowoharjo Sleman. Pengambilan data menggunakan
kuesioner tertutup. Teknik analisis data menggunakan Chi Square.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki
Spiritual Quotient (SQ) yang tinggi, yaitu 20 responden (52,6%), sisanya 18 responden
memiliki Spiritual Quotient (SQ) yang sedang. Responden memiliki perilaku seksual
negatif sebanyak 25 responden (65,8%). Hasil p value 0,004 (p<0,05) artinya ada
hubungan Spiritual Quotient (SQ) dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di
Dusun Brayut Pandowoharjo Sleman. Nilai koefisien kontingensi 0,419.
Simpulan dan saran: Ada hubungan antara Spiritual Quotient (SQ) dengan perilaku
seksual pranikah di Dusun Brayut Pandowoharjo Sleman, oleh sebab itu disarankan
kepada remaja untuk meningkatkan keimanan agar terhindar dari perilaku
menyimpang dan untuk orang tua dan tokoh masyarakat agar lebih memperhatikan
pendidikan moral dan agama untuk para remaj
PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN WANITA MENOPAUSE DI PEDUKUHAN GOWOK KABUPATEN SLEMAN
Kecemasan merupakan reaksi normal terhadap situasi yang sangat menekan kehidupan seseorang, dan karena itu berlangsung tidak lama. Penting sekali untuk mengingat bahwa kecemasan bisa muncul sendiri atau bergabung dengan gejala– gejala lain dari berbagai gangguan emosi. Dampak gejala psikologi wanita menopause adalah ingatan menurun, kecemasan, mudah tersinggung, stress dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap tingkat kecemasan wanita menopause. Penelitian ini menggunakan true experiment dengan rancangan Pretest Postest with Control Grup. Teknik pengambilan sampel penelitian ini random sampling, dengan sampel sebanyak 40 responden. Tingkat kecemasan pada kelompok kontrol, sebagian besar memiliki kecemasan ringan sebanyak 10 responden (50%). Sedangkan pada kelompok intervensi sebagian besar memiliki kecemasan ringan sebanyak 13 responden (65%). Hasil penelitian ada pengaruh antara senam otak terhadap kecemasan wanita menopause (p value = 0,000). Responden yang menglami kecemasan mempunyai kemungkinan untuk mengalami kecemasan jika tidak dilakukan senam otak (OR=0,79 IC 95% 0.0090.909). Untuk peneliti selanjutnya bisa mengadakan penelitian lebih lanjut dengan waktu pemberian intervensi yang lama dengan menggunakan gerakan senam otak yang berbeda
Gambaran Kunjungan Lansia Di Posyandu Lansia Di Desa Catur Harjo Kabupaten sleman Tahun 2018
Gambaran Kunjungan Lansia Di Posyandu Lansia Di Desa Catur Harjo Kabupaten sleman Tahun 201
Persepsi remaja terhadap pernikahan dini di sman 1 kasihan bantul Yogyakarta
Pernikahan dini pada remaja berdampak pada kesehatan remaja baik secara fisik maupun psikis. Penyebab pernikahan usia dini dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yang timbul dalam diri sendiri dan juga dari luar dirinya. Pernikahan yang dilakukan pada usia remaja memiliki dampak atau resiko negative dalam kehidupan seseorang termasuk juga terhadap status kesehatannya, baik itu kesehatan secara fisik maupun kesehatan secara psikologis. Pernikahan usia dini berdampak kepada beberapa hal yakni : kelahiran anak premature BBLR ( Berat Badan Lahir Rendah ), kekerasan pada anak , penelataran anak , harga diri rendah , dan perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi remaja terhadap pernikahan dini di SMAN 1 Kasihan Bantul Yogyakarta. Metode penelitian yaitu penelitian dengan metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa/i SMAN 1 Kasihan ,informan penelitian ini sejumlah 25 informan. Hasil penelitian yaitu Persepsi remaja terhadap pernikahan dini adalah pernikahan yang belum cukup umur, usia dibawah 20 tahun dan usia wajib belajar (usia sekolah). Penyebab pernikahan dini adalah pergaulan bebas, hamil diluar nikah, dan perjodohan. Dampak pernikahan dini adalah kesehatan ,ekonomi yang tidak mapan, putus sekolah, keluarga tidak harmonis, dikucilkan dan agama. Pencegahan pernikahan dini adalah membatasi pergaulan, memperkuat agama dan peran orang tua/ guru .Simpulan dan saran yaitu persepsi tentang pernikahan dini pada remaja di SMAN 1 Kasihan Bantul secara umum telah mengerti tentang pernikahan dini meliputi pernikahan dini, penyebab, dampak dan pencegahan. Hasil penelitian ini menjadikan masukan bagi siswa dan siswi dapat membentengi diri dari hal-hal yang dapat mengakibatkan terjadinya pernikahan dini dan memahami tentang kesehatan reproduksi
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN BULLYING PADA REMAJA DI SMPN 06 YOGYAKARTA TAHUN 2018
Fenomena bullying di luar negeri dari tahun 2011 dengan lebih dari 300.000 siswa dari 48
negara berkembang. Menurut data KPAI 87,6 % anak mengaku pernah mengalami kekerasan
di lingkungan sekolah dalam berbagai bentuk. Jumlah itu sekitar 25% dari total pengaduan
dibidang pendidikan sebanyak 1.480 kasus bullying yang disebut KPAI sebagai bentuk
negatif disekolah.Berdasarkan Survei Lembaga Plan Indonesia dan Yayasan Sejiwa sejak
tahun 2008, Yogyakarta merupakan salah satu diantara 3 kota besar di Indonesia yang
memiliki risiko bullying paling tinggi, (Sejiwa, 2008). Diketahuinya hubungan pola asuh
orang tua dengan kejadian bullying pada remaja di SMPN 06 Yogyakarta. Jenis penelitian ini
adalah penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional. Tehnik pengambilan
sampel yang digunakandengan metode proportio sampling. Analisa data menggunakan
rumus Kendal Tau. Hasil penelitian ini menjukkan pola asuh orangtua di SMPN 06
Yogyakarta yang tertinggi adalah pola asuh otoriter dengan jumlah 27 orang (38,6%) dari 70
orang. Kejadian bullying pada remaja di SMPN 06 Yogyakarta tertinggi adalah kategori
sedang dengan jumlah 41 orang (58,6%) dari 70 orang. Hasil uji statistik Kendal Tau
didapatkan hasil nilai signifikan p<0,05 yaitu 0,000 dengan koefisien korelasi sebesar
0,624.Terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian bullying di SMPN 06
Yogyakarta tahun 2018, dengan tingkat keeratan kuat. Untuk sekolah diharapkan
menambahkan program sosialisasi kepada orangtua wali murid tentang pola asuh orangtua
terutama demokratis, permisif dan otoriter untuk menekan angka kejadian bullying (fisik,
verbal, psikis dan elektronik)
PENGARUH PENYULUHAN IVA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR DI DUSUN PUNDUNG YOGYAKARTA
Kanker serviks merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak diderita oleh wanita. Di Indonesia Penyakit kanker serviks hampir 70% penderita penyakit ini ditemukan dalam keadaan stadium yang sudah lanjut. Jumlah kasus kanker serviks pada tahun 2016 di Kabupaten Sleman di dapatkan sebanyak 121 kasus kanker serviks. Banyaknya WUS yang belum mengikuti program deteksi dini kanker serviks menggunakan metode IVA dapat dipengaruhi oleh sedikitnya informasi yang didapatkan oleh masyarakat. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan IVA terhadap tingkat pengetahuan wanita usia subur di Dusun Pundung Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode jenis pre eksperimen dengan rancangan penelitian The One Group Pre Test-Post Test Design. Uji statistik menggunakan Wilcoxon Match Pairs Test. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah dengan proposive sampling dengan rumus Aikunto. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh penyuluhan IVA terhadap tingkat pengetahuan Wanita Usia Subur di dudun Pundung Yogyakarta 2018, didapatkan p-value sebesar 0,000 pada derajat kemaknaan 5% (0,000<0,05). Di harapkan para tokoh masyarakat berupaya meningkatkan bimbingan dan penyuluhan tentang deteksi dini kanker serviks terutama menggunakan metode IVA
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA DALAM MENGATASI DISMENORE PRIMER
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA DALAM MENGATASI DISMENORE PRIME
Pengaruh Senam Ergonomis Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Dusun Pundung Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang paling sering dialami oleh
lansia di Indonesia. Hipertensi di Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan
penyebab kematian tertinggi. Di Dusun Pundung terdapat 101 lansia dan 40% dari
jumlah lansia tersebut mengalami hipertensi. Salah satu pengobatan nonfarmakologi
hipertensi adalah senam ergonomis. Dimana senam ergonomis tersebut dapat
langsung membuka, membersihkan, dan mengaktifkan seluruh sistem ditubuh
termasuk sistem kardiovaskuler
Tujuan: Mengetahui pengaruh senam ergonomis terhadap penurunan tekanan darah
pada lansia penderita hipertensi .
Metode Penelitian: Desain penelitian menggunakan Pre eksperimen dengan
rancangan one group pre-test post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan
nonprobability sampling dengan metode purposive sampling, jumlah responden
sebanyak 12 orang.
Hasil: Hasil analisis statistik wilcoxon diperoleh p-value 0,002 pada tekanan darah
sistolik dan tekanan darah diastolik. Hal ini menunjukkan senam ergonomis efektif
menurunkan tekanan darah.
Simpulan dan Saran: Ada pengaruh senam ergonomis terhadap penurunan tekanan
darah pada lansia penderita hipertensi. Penderita hipertensi dianjurkan melakukan
senam ergonomis secara rutin untuk membantu menurunkan tekanan dara
GAMBARAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA PEKERJA WANITA DI CV. MEDIA PRINTIKA KABUPATEN SLEMAN
Peran perempuan dalam dunia kerja tidak dapat diabaikan. Jumlah angkatan kerja
perempuan yang cukup besar pada usia reproduksi memungkinkan pekerja
perempuan tersebut dapat mengandung serta memiliki anak. Searah dengan hal
tersebut kebijakan pembangunan di bidang kesehatan ditujukan untuk yang optimal
bagi seluruh masyarakat, termasuk masyarakat pekerja. Akan tetapi masih banyak
dijumpai wanita pekerja belum mendapatkan hak sesuai dengan kodratnya,
khususnya dalam hal menyusui. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui
gambaran pemberian asi eksklusif pada pekerja wanita di CV. Media Printika
Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan
pendekatan deskriptif. Populasi yang digunakan penelitian ini seluruh ibu pekerja
yang telah memiliki anak di CV. Media Printika Kabupaten Sleman yang berjumlah
30 orang. Sampel berjumlah 30 orang yang diambil dengan teknik Total Sampling.
Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis
univariat. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dari 30 orang mayoritas
memberikan ASI eksklusif yaitu sebanyak 24 orang (80%) memberikan ASI
eksklusif dan 6 orang (20%) tidak memberikan ASI eksklusif. Diharapkan pada
responden yang telah memberikan ASI eksklusif untuk tetap memberikan ASI
eksklusif dan pada responden yang belum memberikan ASI eksklusif untuk
memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dengan cara melakukan ASI perah