DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS PRAMBANAN

    Get PDF
    Prevalensi anemia pada ibu hamil di dunia adalah 41,8% dan prevalensi ibu hamil dengan anemia di Asia sebesar 48,2%. Berdasarkan data yang tertera bahwa perdarahan merupakan penyebab langsung kematian ibu. Perdarahan dapat disebabkan karena adanya anemia pada ibu hamil selain itu anemia kehamilan juga merupakan penyebab tidak langsung kematian ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di puskesmas Prambanan. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan case control. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik total sampling berjumlah 274 responden. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian terdapat hubungan ( P < 0,05) antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai ρ-value 0,002 dengan nilai OR 2,791 dan CI 1,443-5,397 yang artinya bahwa ibu hamil dengan status gizi kurang mempunyai resiko 2,791 kali lebih besar untuk mengalami anemia dibandingkan dengan ibu yang berstatus gizi baik. Diharapkan bidan dapat menyampaikan informasi tentang status gizi dengan lebih menarik agar menjadi strategi untuk mempengaruhi ibu hamil agar sadar akan pentingnya gizi selama kehamilan

    HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PERKEMBANGAN PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGAMPILAN YOGYAKARTA

    Get PDF
    Berbagai masalah perkembangan anak seperti keterlambatan motorik, berbahasa, perilaku, autisme, hiperaktif, dalam beberapa tahun terakhir ini semakin meningkat, angka kejadian di Amerika serikat berkisar 12-16%,6 Thailand 24%, dan Argentina 22%,7 di Indonesia antara 13%-18%. Dampak dari gangguan perkembangan dapat berakibat beberapa kemungkinan yaitu keterlambatan bicara anak, kelainan syaraf sensorik untuk pendengaran, Down Syndrome, maupun autis.. Tujuan Untuk mengetahui Hubungan Pemberian Asi Eksklusif dengan Perkembangan pada Bayi Usia 6-12 Bulan. Hasil Populasi penelitian sejumlah 65 bayi. Intrument penelitian menggunakan kuesioner KPSP. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini dalah Uji Chi Square. Berdasarkan hasil uji statistik dengan chi square didapatkan hasil nilai p value 0,000 lebih kecil dari p 0,05 dengan uji koefisien kontingensi didapatkan nilai 0,625 ada hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif terhadap perkembangan bayi usia 6-12 bulan diwilayah Kerja Puskesmas Ngampilan

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPEII DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Indonesia adalah negara dengan prevalensi Diabetes Mellitus Tipe II ke tujuh di dunia. Dinkes DIY tahun 2014 menunjukkan bahwa penyakit DM tipe II merupakan penyakit terbanyak nomor 4 di DIY dengan prevalensi kasus sebesar 9.497 kasus dan menjadi penyebab kematian nomor 7 di DIY. Ada beberapa faktor yang dimungkinkan mempengaruhi kadar gula darah, yaitu pola makan yang salah, kurangnya aktivitas fisik, meningkatnya stres, pertambahan BB dan usia, pengunaan obat antidiabetik dan konsumsi alkohol. Faktor ini jika tidak dikendalikan dengan baik dapat menyebabkan risiko komplikasi diabetes semakin meningkat. Tujuan Penelitian: Mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus Tipe II di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, metode deskriptif korelasi, dengan pendekatan waktu cross sectional. Metode sampling menggunakan tehnik purposive sampling dengan jumlah sampel 58 responden dari bulan Desember-Januari 2019. Instrumen menggunakan Timbangan BB, microtoise Blood Glucose test dan kuesioner, analisis data dengan skala ordinal menggunakan kendall tau dan data dengan skala interval yaitu Person correlation. Hasil Penelitian: Adanya hubungan antara obesitas, Aktivitas fisik dan Tingkat stres, sedangkan Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan usia dengan kadar gula darah pada penderita DM tipe II di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Simpulan dan Saran: Obesitas, tingkat stres dan aktifitas fisik dapat meningkatkan kadar gula darah sedangkan usia dan jenis kelamin tidak mempengaruhi kadar gula darah pada penderita DM tipe II di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Peneliti menyarankan pada responden penelitian untuk dapat mengendalikan Aktifitas fisik, obesitas dan tingkat stres dengan kadar gula darah agar dapat terkontrol dengan baik

    HUBUNGAN PERAN KELUARGA DENGAN PENCEGAHAN DECUBITUS PADA PASIEN STROKE DI RUANG RAWAT INAP RSUD MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG

    Get PDF
    Latar Belakang: Penderita stroke yang masih menjalani perawatan di rumah sakit lebih dari satu minggu dan tirah baring akibat terjadi kelemahan pada ekstremitasnya mempunyai resiko tinggi terjadinya decubitus dan bisa berdampak negatif terhadap kondisi pasien stroke sehingga peran keluarga sebagai motivator, edukator dan fasilitator sangat diperlukan dalam upaya pencegahan decubitus. Tujuan: Mengetahui hubungan peran keluarga dengan pencegahan decubitus pada pasien stroke di ruang rawat inap. Metode: Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelatif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknil accidental sampling. Jumlah sampel sebanyak 35 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan observasi dan analisa data menggunakan Kendal Tau. Hasil: Hasil penelitian terdapat hubungan antara peran keluarga dengan pencegahan decubitus pada pasien rawat inap RSUD Muntilan Kabupaten Magelang dengan harga koefisien sebesar p- value sebesar 0,002<0,05 dan memiliki keeratan hubungan sebesar 0,0474 artinya memiliki keeratan hubungan sedang. Simpulan dan Saran: Ada hubungan peran keluarga dengan pencegahan decubitus pada pasien stroke di ruang rawat inap RSUD Muntilan Kabupaten Magelang. Diharapkan bagi keluarga agar meningkatkan perannya menjadi lebih baik dalam pencegahan decubitus pada pasien stroke

    HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN PRE OPERASI AV SHUNT DENGAN INSOMNIA PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DI POLI BEDAH RS NUR HIDAYAH BANTUL

    Get PDF
    Latar Belakang: Kecemasan adalah respon emosional yang subjektif, cemas dialami setiap orang dalam menghadapi pembedahan. Kecemasan tentang pembedahan dapat mengganggu kemampuan tidur. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan pre operasi AV shunt dengan insomnia pada penderita gagal ginjal kronik di Poli Bedah RS Nur Hidayah Bantul. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelatif dan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan pendekatan non random dengan teknik accidental sampling. Sampel berjumlah 30 responden selama 1 minggu. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Kendall Tau. Hasil Penelitian: Hasil penelitian terdapat hubungan tingkat kecemasan pre operasi AV shunt dengan insomnia pada penderita gagal ginjal kronik di Poli Bedah RS Nur Hidayah Bantul dengan p-value sebesar 0,001 <0,05 dan memiliki keeratan hubungan sebesar 0,565 artinya memiliki keeratan hubungan sedang. Simpulan: Ada hubungan tingkat kecemasan pre operasi AV shunt dengan insomnia pada penderita gagal ginjal kronik di Poli Bedah RS Nur Hidayah Bantul. Saran: bagi peneliti selanjutnya diharapkan meniliti faktor lain seperti berapa kali responden menjalani operasi

    PERILAKU TENTANG PENGGUNAAN ORALIT DAN ZINK TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA BALITA DI PUSKESMAS MIRIT KABUPATEN KEBUMEN

    Get PDF
    Latar Belakang:Diare merupakan penyakit kedua yang menyebabkan kematian pada anak-anak. Untuk menurunkan kematian diare yang harus dilakukan adalah berperilaku sehat. Untuk penyembuhan diare dilakukan pengobatan oralit dan zink sehingga menurunkan angka kematian akibat diare dan meningkatkan pola hidup sehat kembali. Tujuan Penelitian:Mengetahui hubungan perilaku tentang penggunaan oralit dan zink terhadap kejadian diare pada anak usia balita. Metode Penelitian:Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain penelitian dekskriptif correlation dan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Sampel berjumlah 31 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Spearman-Rank. Hasil Penelitian:Perilaku tentang penggunaan oralit dan zink sebagian besar adalah pada kategori sangat baik sebanyak 17 (54.8%) dan Kejadian diare hampir seluruhnya adalah pada kategori diare dalam 6 bulan terakhir sebanyak 26 (83.9%). Perilaku tentang penggunaan oralit dan zink pada anak usia balita terhadap kejadian diare di Puskesmas Mirit Kabupaten Kebumen menggunakan Uji Spearman-Rank diperoleh nilai p=0.799 yang berarti p>0.05 artinya tidak ada hubungan yang signifikan (berarti)/tidak berkorelasi antara variabel perilaku tentang penggunaan oralit dan zink dengan kejadian diare. Simpulan dan Saran:Tidak ada hubungan antar perilaku tentang penggunaan oralit dan zink terhadap kejadian diare di Puskesmas Mirit Kabupaten Kebumen. Diharapkan peneliti selanjutnya menambahkan faktor-faktor karakteristik lainnya seperti, pekerjaan, pendidikan, pendapatan orang tua responden

    HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI PUSKESMAS GAMPING I

    Get PDF
    Latar Belakang: Diabetes merupakan penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia setelah Stroke. Penyakit DM di dunia insidensinya semakin meningkat, 5% dari populasi penduduk dunia terkena diabetes. Setiap tahun ada 3,2 juta kematian yang disebabkan langsung oleh DM. Faktor-faktor yang berhubungan dengan DM yaitu salah satunya diet yang tidak sehat. Penderita DM seharusnya menerapkan pola makan seimbang untuk menyesuaikan kebutuhan glukosa sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan menerapkan pola makan sehat dengan pencapaian status gizi yang baik. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kadar gula darah pada penderita DM tipe II. Metode Penelitian: Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah total responden penelitian yaitu 52 orang. Dengan analisa data yang digunakan adalah sperman-rank dan Regresi Logistik Ordinal. Hasil Penelitian: Indeks Massa Tubuh kategori terbanyak yaitu obesitas dengan jumlah 21 (40,4%), ukuran LILA terbanyak berada pada normal range dengan jumlah 25 (48,1%), sedangkan lingkar pinggang panggul terbanyak yaitu obesitas dengan jumlah 41 (78,8%), dan kadar gula darah terbanyak berada dalam interval >125 (kategori buruk) yaitu sebanyak 32 (61,5%). Kesimpulan dan Saran: Ada hubungan antara status gizi (IMT dan LPP) dengan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Gamping I. Penelitian ini menyarankan untuk responden penelitian agar lebih menjaga pola makan untuk menurunkan kadar gula darah

    HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN TERHADAP TINGKAT KEJADIAN GASTRITIS PADA REMAJA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI WATES 1

    Get PDF
    Latar Belakang: Gastritis merupakan suatu peradangan mukosa lambung yang bersifat akut atau kronik. Gastritis sering terjadi akibat diet yang tidak teratur. Tujuan: Mengetahui hubungan kebiasaan makan terhadap tingkat kejadian gastritis pada remaja kelas XI IPA di Madrasah Aliyah Negeri Wates 1. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional yang menghubungkan kebiasaan makan dengan kejadian gastritis. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 84 siswa kelas XI IPA di Madrasah Aliyah Negeri Wates 1dengan teknik total sampling. Hasil: Umur remaja kelas XI IPA di Madrasah Aliyah Negeri Wates 1 sebagian besar adalah usia 17 tahun sebesar 83, 3% dan sebagian besar adalah perempuan yaitu 66, 7%. Kebiasaan makan sebagian besar adalah buruk yaitu 70, 2%. Sebagian besar mengalami kejadian gastritis yaitu 64, 3%.Hasil uji chi square diperoleh p-value < 0,000, koefisien kotingensi sebesar 0,442 dengan keeratan hubungan sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dengan kejadian gastritis pada remaja siswa kelas XI IPA di Madrasah Aliyah NegeriWates 1. Simpulan: Ada hubungan antara kebiasaan makan dengan kejadian gastritis pada remaja siswa kelas XI IPA di Madrasah Aliyah Negeri Wates 1. Saran: Diharapkan siswa agar membiasakan diri untuk menerapkan perilaku makan yang baik agar terhindar dari penyakit gastritis

    HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU BERUPA USIA, JENIS KELAMIN, INDEKS MASSA TUBUH (IMT) LIFE STYLE PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS KNEE

    Get PDF
    Latar Belakang: Osteoarthritis knee adalah gangguan sendi yang paling sering dijumpai dan biasa menyerang sendi pinggul, lutut tangan dan kaki. Penyebabnya tidak dapat diketahuo meskipun terdapat beberapa faktor resiko yang berperan, keadaan ini berkaitan dengan usia, pola makan dan aktivitas. Sendi lutut memiliki peran penting dalam aktivitas berjalan sebagai penompang berat tubuh dan mempunyai mobilitas tinggi. Indeks massa tubuh (IMT) pengaruhi beberapa faktor yakni usia, jenis kelamin dan life style. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor indeividu berupa usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT) dan life style pada penderita osteoarthritis knee di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode Penelitian: Deskriptif korelatif ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita osteoarthrits knee di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Pengambilan data dengan total sampling dengan jumlah sampel 33 responden, pengukuran dengan menggunakan indeks massa tubuh (IMT). Hasil: hasil analisis dengan uji kendall’s tau didapatkan hasil nilai ?-value sebesar 0,000 ? 0,05. Dengan kekuatan hubungan cukup kuat yang ditunjukkan dengan oleh koefisien korelasi sebesar 0,576 yang berarti hipotesis diterima yaitu adanya hubungan indeks massa tubuh (IMT) dan life style pada penderita osteoarthritis knee tahun 2019. Sedangkan untuk usia dengan indeks massa tubuh (IMT) nilai korelasinya ? -0,043 dan nilai ? 0,768 ? 0,05. Jenis kelamin dengan indeks massa tubuh (IMT) karena nilai korelasi ? -0,111 dan nilai ? 0,509 ? 0,05. Usia dengan life style nilai ? 0,067 dan nilai ? 0, 639 ? 0,05, dan jenis kelamin dengan life style nilai ? -0,213 dan nilai ? 0,203 ? 0,05. Tidak ada hubungan antara usia dengan indeks masa tubuh (IMT), jenis kelamin dengan indeks massa tubuh (IMT), usia dengan life style, dan jenis kelmin dengan life style. Kesimpulan dan saran: ada hubungan faktor individu berupa usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT) dan life style pada penderita osteoarthritis knee dengan hasil nilai ?value sebesar 0,000. Dengan kekuatan hubungan cukup kuat yang ditunjukkan dengan oleh koefisien korelasi sebesar 0,576. Penderita osteoarthritis knee dapat menyeimbangkan indeks massa tubuh (IMT) dengan life style

    PEBEDAAN PENGARUH ISCHEMIC COMPRESSION TECHNIQUE DAN SELF MYOFASCIAL RELEASE TERHADAP KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA MYOFASCIAL TRIGGER POINT SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS

    Get PDF
    Latar Belakang: Aktivitas penggunaan komputer/laptop yang tinggi di kalangan mahasiswa dengan durasi lebih dari 2-3 jam perhari dengan posisi statis serta ergonomi yang buruk jika dibiarkan terlalu lama akan menyebabkan perlengkapan pada Myofascial otot Upper Trapezius, yang dikenal dengan Myofascial Trigger Point Syndrome (MTPS). Hal ini dapat menyebabkan iskemik lokal dan terjadinya hipoksia jaringan di area taut band yang juga disebabkan oleh menumpuknya sisa metabolisme (akumulasi asam laktat) sehingga menimbulkan nyeri. Nyeri yang berkepanjangan dan tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan penurunan fungsional. Tujuan: untuk mengetahui apakah ada perbedaan diantara Ischemic Compression Technique dan Self Myofascial release dalam meningkatkan kemampuan fungsional pada Myofascial Trigger Point Syndrome otot Upper Trapezius. Metode: Penelitian ini menggunakan eksperimental dengan pre and post test two group design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Teknologi Informasi Universitas Jendral Achmad Yani Yogyakarta, total responden sebanyak 22 orang, dengan rincian kelompok 1 terdiri dari 11 orang diberikan perlakuan Self Myofascial Release (SMR) selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Pengukuran kemampuan fungsional dilakukan dengan Neck Disability Index (NDI),hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan paired sample t-test pada kelompok I p=0,000 dan kelompok II p=0,000 (p<0,05) yang berarti ada pengaruh pemberian ICT dan SMR terhadap MTPS otot Upper Trapezius. Hasil uji Independent Sample t-test pada kedua kelompok sesudah perlakuan menunjukkan hasil p=0,000 (p<0,05) yang berarti ada dua perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulan: ada perbedaan ICT dan SMR dalam meningkatkan kemampuan fungsional pada MTPS otot Upper Trapezius. Saran: Bagi peneliti selanjutnya untuk mengontrol posisi ergonomi sampel saat penelitian berlangsung

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇