DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Sikap Berhenti Merokok Pada Remaja Laki-Laki Di Dusun Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta
Latar belakang: Berdasarkan studi pendahuluan dilakukan pada tanggal 10 desember
2017 di Dusun Sidoarum didapatkan 27% remaja laki-laki merokok, hasil dari
wawancara mengenai keinginan untuk berhenti merokok dari 27 remaja laki-laki,
didapatkan 17 remaja laki-laki ada keinginan untuk berhenti merokok dan 10 remaja
laki-laki tidak ada tanggapan untuk berhenti merokok. Sebelumnya belum pernah ada
pendidikan kesehatan merokok di Dusun Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta.
Tujuan: Untuk Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap berhenti
merokok pada remaja di Dusun Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta.
Metode Penelitian: Studi Deskriptif korelasi dengan pretest-posttest dalam satu
kelompok (One Group Pretest-posttest design), yaitu rancangan penelitian di mana
tidak ada kelompok kontrol.. Subjek penelitian adalah remaja laki-laki usia 13-21 tahun
yang tinggal di Dusun Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta yang merokok berjumlah
27 remaja laki-laki, teknik pengambilan sample dengan sampling jenuh. Pengambilan
data dilakukan dengan ceramah dan pengisian kuesioner. Pengambilan data
menggunakan lembar kuesioner sikap berhenti merokok yang dibagikan dua kali yaitu
sebelum pendidikan kesehatan dan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Analisis
data menggunakan Shapiro-Wilk.
Hasil Penelitian: Menunjukan bahwa sikap berhenti merokok dengan sebelum
dilakukan pendidikan kesehatan one group sebagian besar didapatkan responden dalam
kategori cukup sebanyak 21 responden (77.8%) dan setelah dilakukan pendidikan
kesehatan one group meningkat menjadi kategori baik sebanyak 24 responden (88.9%).
Simpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap berhenti merokok
pada remaja laki-laki di Duun Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta.
Saran : Remaja diharapkan dapat mengerti dan memahami tentang prilaku merokok
dan dapat mencegah terjadinya gejala-gejala penyakit akibat prilaku merokok pada
remaja laki-lak
Pengaruh Jus Strawberry (Fragaria Vesca) Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Dusun Depok Ambarketawang Gamping Sleman Yogyakarta
Latar belakang: Lansia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Meningkatnya
jumlah lansia menimbulkan berbagai macam penyakit, diantaranya hipertensi. Jus
strrawberry dapat menurunkan hipertensi karena memiliki kandungan anthocyanin,
kalium dan vitamin C.
Tujuan: Diketahuinya pengaruh jus strawberry (Fragaria vesca) terhadap tekanan
darah pada lansia penderita hipertensi di dusun Depok Ambarketawang Gamping
Sleman Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
menggunakan desain Quasi Experiment. Teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 10 lansia di Dusun Depok
Ambarketawang Gamping Sleman Yogyakarta. Teknik analisis data menggunakan
Paired t-test dan Wilcoxon.
Hasil: Hasil uji statik pada tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah
menunjukkan terdapat pengaruh dengan nilai signifikasi 0,000 (<0,05) dan 0,004
(<0,05).
Simpulan dan Saran: Ada pengaruh jus strawberry (Fragaria vesca) terhadap
tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Dusun Depok Ambarketawang
Gamping Sleman Yogyakarta. Diharapkan bagi penderita hipertensi dapat
memanfaatkan jus strawberry sebagai salah satu alternatif obat herbal untuk
menurunkan tekanan darah tinggi
Perbedaan Pengaruh Slow Deep Breath Progressive Muscle Relaxation Slow Deep Breath dan Progressive Muscle Relaxation terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Di Dusun Kronggahan II
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyebab kematian utama yang sering disebut
sebagai the silent killer disease. Di Indonesia pada tahun 2013 sekitar 31,7% penduduk
dewasa mengalami hipertensi. Salah satu pengobatan yang dapat dilakukan dan menjadi
kecenderungan masyarakat saat ini adalah pengobatan nonfarmakologi, yaitu dengan
teknik relaksasi Slow Deep Breath (SDB) dan Progressive Muscle Relaxation (PMR).
Tujuan: Mengetahui pengaruh Slow Deep Breath, Progressive Muscle Relaxation,
Slow Deep Breath dan Progressive Muscle Relaxation terhadap tekanan darah penderita
hipertensi.
Metode Penelitian: Jenis penelitian Quasy Experiment Design dengan rancangan Non
Equivalent Control Group , dengan 3 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol.
Tehnik pengambilan sampel dengan random sampling. Dengan jumlah total responden
sebanyak 40 orang.
Hasil: Uji paired t-test pada kelompok SDB menunjukkan perbedaan tekanan darah sistolik
pretest-post test ditunjukkan dengan nilai p value 0.002, diastolik dengan p value 0.032.
Adapun pada kelompok PMR nilai p value tekanan darah sistolik 0.000, diastolik dengan p
value 0.001. Adapun pada kelompok SDB&PMR nilai p value tekanan darah sistolik 0.000,
diastolik dengan p value 0.000. Adapun pada kelompok kontrol nilai p value tekanan darah
sistolik 0.209, diastolik dengan p value 0.244. Nilai p value dari uji paired t-test p<0.05, yang
berarti ada perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah perlakuan pada tekanan darah
sistolik dan diastolik. Uji One Way Anova menunjukkan perbedaan antara empat kelompok
perlakuan yang bermakna pada tekanan darah sistolik dengan p value 0.001 nilai dan diastolik
yaitu ditunjukkan dengan nilai p value 0.000, p<0.05. Uji post hoc tukey test sistolik pada
kelompok SDB dengan kelompok SDB&PMR dengan nilai p value 0.036, p<0.05. Pada
kelompok SDB&PMR dengan kelompok kontrol nilai p value 0.000, p<0.05, yang
berarti ada perbedaan pada kelompok tersebut.
Simpulan: Pemberian SDB, PMR, SDB&PMR menurunkan tekanan darah sistolik dan
diastolik penderita hipertensi. Penggabungan SDB&PMR lebih efektif menurunkan tekanan
darah dibandingkan dengan masing-masing latihan yang dilakukan terpisah
Saran: Penderita hipertensi dianjurkan melakukan latihan SDB&PMR sebagai salah satu
alternatif pengobatan menurunkan tekanan darah tingg
Analisis Faktor Eksternal yang Berhubungan dengan Perilaku Merokok pada Siswa Kelas X Di SMK Negeri 1 Sayegan Sleman Yogyakarta
Latar Belakang: Merokok merupakan perilaku yang merugikan diri sendiri dan
orang lain. Sebesar 28% siswa kelas X di SMK negeri 1 Sayegan saat ini memiliki
perilaku merokok karena banyaknya faktor yang dapat mempengaruhinya seperti
teman sebaya, penghasilan orang tua, pendidikan orang tua, iklan rokok, orang tua
dan saudara.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara pendidikan orang tua, penghasilan orang tua,
pengaruh teman sebaya, pengaruh iklan rokok, pengaruh orang tua dan saudara
dengan perilaku merokok pada siswa kelas X di SMK Negeri 1 Sayegan, Sleman,
Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan
pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total
sampling dengan jumlah sampel 83 siswa. Alat yang digunakan untuk pengumpulan
data adalah kuesioner. Analisis data bivariat menggunakan Kendall Tau dan Chi
Square.
Hasil Penelitian: Analisis Bivariat menunjukkan ada hubungan antara pindidikan
orang tua (p = 0,001), penghasilan orang tua (p = 0,009), teman sebaya (p = 0,000),
orang tua dan saudara (p = 0,000), iklan rokok (p = 0,002) dengan perilaku merokok.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan antara pendidikan orang tua, penghasilan
orang tua, pengaruh teman sebaya, pengaruh iklan rokok, dan pengaruh orang tua
dan saudara dengan perilaku merokok pada siswa kelas X di SMK Negeri 1
Sayegan, Sleman, Yogyakarta pada Bulan Mei tahun 2018. Siswa harus
mengendalikan pengaruh teman sebaya, pengaruh iklan rokok dan pengaruh orang
tua dan saudara agar dapat mencegah perilaku merokok ada pada dirinya
HUBUNGAN POLA ASUH KELUARGA DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SISWA KELAS IV DAN V DI SD MUHAMMADIYAH TRINI SLEMAN
Latar Belakang Penelitian: Perawatan kesehatan sekolah perlu diadakan dengan
berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah sehingga tidak memunculkan
berbagi macam penyakit. PHBS di sekolah merupakan upaya untuk memperdayakan
siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu, mau, dan mampu
mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pola asuh keluarga dengan Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) siswa kelas IV dan V di SD Muhammadiyah Trini.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi
dengan pendekatan cross sectional. Sampel sejumlah 59 siswa yang terdiri dari kelas
IV dan V. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner dan di analisis
dengan uji statistik Kendall Tau.
Hasil penelitian: Ada hubungan yang positif dan signifikan antara pola asuh
keluarga dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswa kelas IV dan V di SD
Muhammadiyah Trini Sleman tahun 2018.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan antara pola asuh keluarga dengan perilaku
hidup bersih dan sehat (PHBS) siswa kelas IV dan V di SD Muhammadiyah Trini
Sleman tahun 2018. Siswa dapat melakukan dan meningkatkan perilaku hidup
bersih dan sehat (PHBS) di sekolah sehingga dapat meningkatkan derajat kesehata
Hubungan Durasi Penggunaan Media Sosial dengan Kualitas Tidur pada Remaja Kelas VIII Di Smp Muhammadiyah 1 Yogyakarta
Latar belakang: Kualitas tidur merupakan keadaan dimana kesadaran seseorang
akan sesuatu menjadi menurun. Salah satu penyebab kualitas tidur buruk yang paling
sering pada remaja adalah faktor kebiasaan seperti gaya hidup. Faktor kebiasaan
remaja ini salah satunya sering menggunakan media sosial dalam waktu yang cukup
lama seperti: Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, Line dan Blackberry
Messenger.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan
media sosial dengan kualitas tidur pada remaja kelas VIII di SMP Muhammadiyah 1
Yogyakarta tahun 2018.
Desain: Penelitian ini non eksperimen dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif
korelatif yang dilakukan dengan metode pendekatan cross sectional. Instrumen
menggunakan angket dan kuesioner. Sampel penelitian 139 responsen siswa kelas
VIII di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta menggunakan teknik purposive
sampling. Metode analisis yang digunakan uji Lambda.
Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan nilai p value untuk variabel durasi penggunaan
media sosial dan variabel kualitas tidur 0,030 (p<0,05), dan nilai r=+0,254 sehingga
terdapat hubungan penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada remaja kelas
VIII di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta.
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan
media sosial dengan kualitas tidur pada remaja di SMP Muhammadiyah 1
Yogyakarta. Siswa sebaiknya mengurangi penggunaan media sosial, sehingga
kualitas tidurnya bai
Analisis Faktor–Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Bambanglipuro Bantul Yogyakarta
Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi salah satu
bagian dan atau lebih dari saluran nafas, mulai dari hidung (saluran atas) hingga
alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksanya, seperti sinus, rongga telinga
tengah dan pleura. Berdasarkan wawancara dari perawat koordinator pencatatan
wilayah Kerja Puskesmas Bambanglipuro Bantul Yogyakarta mengatakan selama ini
belum terkaji faktor–faktor yang berhubungan dengan tingginya kejadian ISPA pada
balita.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan
dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bambanglipuro
Bantul Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan survey analitik dengan pendekatan
waktu retrospektif. Teknik pendekatan sampel menggunakan simple random
sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sampel pada
penelitian ini 42 responden. Teknik analisis data uji non parametric menggunakan
Chi-Square.
Hasil Penelitian: Uji Analisis Chi-Square menunjukkan ada hubungan pada berat
badan lahir(p value=0,000), status gizi (p value=0,002), vitamin A (p value=.
a
), umur
anak (p value=0,018), jenis kelamin (p value=0,003), dan perilaku kesehatan dan
kebersihan lingkungan (p value=0,007) sedangkan faktor yang lain tidak terdapat
hubungan.
Simpulan: Ada hubungan dengan sebagian faktor individu anak dan faktor perilaku
bapak/ibu dan sisanya tidak ada hubungan dengan faktor individu, faktor lingkungan
dan faktor perilaku bapak/ibu dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja
Puskesamas Bambanglipuro Bantul Yogyakarta.
Saran: Bapak/ibu dan petugas Puskesmas dapat bekerja sama dalam pencegahan dan
penangganan balita agar meminimalkan terjadi ISPA dan ISPA berulang setiap
bulannya
Hubungan Status Ekonomi Keluarga dengan Frekuensi Kekambuhan pada Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta
Latar Belakang: Sosial ekonomi yang rendah menjadi salah satu dari faktor
prognosis buruk yang dapat memicu terjadinya kekambuhan pada pasien skizofrenia.
Status ekonomi yang rendah mengakibatkan tekanan, kesusahan, ketidak mampuan
untuk memenuhi kebutuhan dasar, minimnya pendidikan dan kesehatan yang buruk
serta berdampak pada kesehatan emosional, tingka laku dan psikiatri.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status ekonomi
keluarga dengan frekuensi kekambuhan pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa
Grhasia Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
menggunakan desain korelasi dengan penedekatan waktu cross sectional. Teknik
pengambilan sampel mengunakan accidental sampling. Sampel pada penelitian ini
sebanyak 94 responden, analisis data menggunakan Kendall Tau.
Hasil: Koefisien korelasi antara variabel sebesar p-value= 0,007<0,05 menunjukkan
adanya hubungan antara variabel, keeratan hubungan -0,257 yaitu kuat dengan sifat
hubungan negatif yang berarti jika status ekonomi rendah maka rekuensi
kekambuhan tinggi.
Simpulan: Ada hubungan status ekonomi keluarga dengan frekuensi kekambuhan
pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta.
Saran: Keluarga pasien hendaknya mencegah terjadinya kambuh dengan mecari
banyak informasi mengenai kekambuhan agar dapat mengurangi beban ekonomi dari
keluarga pasien
Hubungan Dukungan Suami dengan Tingkat Kecemasan Istri Menjelang Menopause Di Dusun Payaman Utara Girirejo Imogiri Bantul Yogayakarta
Latar Belakang: Sebelum menopause wanita akan mengalami masa premenopause
yaitu terjadinya penurunan hormon estrogen yang menimbulkan perubahanperubahan fisik yang diikuti perubahan psikologis pada wanita seperti kehilangan
daya tarik, hingga terjadinya kecemasan. Dukungan keluarga terutama suami akan
membuat istri merasa lebih tentram dan lega sehingga akan menurunkan
kecemasannya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami
dengan tingkat kecemasan istri menjelang menopause di Dusun Payaman Utara
Girirejo Imogiri Bantul Yogyakarta.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross
sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Besar sampel 50
responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan suami dan
tingkat kecemasan ibu menjelang menopause. Teknik analisis data menggunakan uji
korelasi Kendall Tau.
Hasil: Dukungan suami di Dusun Payaman Utara Grirejo Imogiri Bantul dalam
kategori mendukung 46 responden (92.0%) dan sebagian besar yang kecemasan
ringan 36 responden (72.0%) ditunjukkan dengan nilai signifikasi (p=0.001 <0,05)
dan nilai korelasi r (-0.427) dengan keeratan hubungan sedang.
Simpulan dan saran: Dukungan suami berhubungan dengan tingkat kecemasan istri
menjelang menopause di Dusun Payaman Utara Girirejo Imogiri Bantul Yogyakarta.
Diharapkan suami menambah pengetahuan mengenai hal-hal yang berhubungan
dengan istri menjelang menopause agar dapat memberikan dukungan yang tepat bagi
istr
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN ALPUKAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA DI POSYANDU WREDA PRATAMA BANGUNJIWO KASIHAN BANTUL
Latar Belakang: Hipertensi sering disebut sebagai silent killer, karena termasuk
penyakit yang mematikan dan tanpa disertai gejala terlebih dahulu. Pengobatan non
farmakologi dengan menkonsumsi rebusan daun alpukat dapat mengatasi hipertensi
Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun alpukat terhadap penurunan
tekanan darah pada lansia di posyandu wreda pratama bangun jiwo kasihan bantul.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode Pre Experimental Design
dengan rancangan Pretest and Posttest Group. Sampel sebanyak 15 orang dengan
pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Teknik analisis data
menggunakan uji Wilcoxon Test untuk tekanan darah sistolik dan diastolik.
Hasil:. Hasil pengukuran perbedaan tekanan darah sebelum dan setelah pemberian
rebusan daun alpukat menujukkan hampir seluruh penderita sejumlah 13 orang
(86,6%) mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan sebagian besar penderita
sejumlah 8 orang (53,3%) mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik.
Simpulan dan Saran: Ada pengaruh pemberian rebusan daun alpukat terhadap
perubahan tekanan darah pada lansia. untuk selanjutnya disarankan bagi responden
dapat meneruskan pengobatan menggunakan rebusan daun alpukat 1x sehari
sebanyak 1 gelas belimbing (250cc) untuk satu kali konsumsi dan memeriksakan
tekanan darah secara rutin 1 bulan sekali sehingga hipertensi dapat ditanggulang