DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TOILET TRAINING DALAM ISLAM PADA IBU YANG MEMPUNYAI ANAK TODDLER DI PAUD KUMPUL BOCAH YOGYAKARTA
Toilet training merupakan usaha atau melatih anak agar mampu mengontrol buang air
kecil dan buang air besar secara benar. Toilet training menjadi salah satu aspek
terpenting dalam perkembangan anak usia toddler yang harus mendapat perhatian dari
orang tua. Karena kebiasaan toilet training pada anak harus ditanamkan pada anak-
anak untuk diajarkan sejak dini. Pemberian penyuluhan kesehatan bagi Ibu dan anak
adalah kegiatan pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan menyebarkan pesan,
menanamkan keyakinan, serta mau tahu dan mengerti atau menyadarkan orang tua
untuk melakukan suatu anjuran yang ada hubunganya dengan kesehatan. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap
pengetahuan toilet training dalam Islam pada ibu yang mempunyai anak toddler di
PAUD Kumpul Bocah Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan
desain pre experiment dan menggunakan rancangan the one group pretest-posttest.
Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 38 ibu yang memiliki balita
dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian ini
adalah lembar kuesioner mengenai toilet training dalam Islam. Metode analisis yang
digunakan adalah wilcoxon. Pada penelitian ini didapatkan hasil uji Wilcoxon yaitu
signifikan (p) = 0,001 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan
bahwa ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan toilet training dalam
Islam pada Ibu yang mempunyai anak toddler di PAUD Kumpul Bocah Yogyakarta.
Simpulan: Ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan toilet training
dalam islam pada ibu yang mempunyai anak toddler di PAUD Kumpul Bocah
Yogyakarta. Saran yang diberikan adalah responden yang memiliki anak balita
diharapkan agar ibu meningkatkan pengetahuan toilet training dalam Islam sehingga
perilaku toilet training anak dalam Islam semakin baik
THE EFFECT OF AROMATERAPY ON THE LEVEL OF PAIN IN MOTHER
Abstract.
Their trend of increasing acts sectio caesarea (SC) in a number of hospitals, both private and
government hospitals RS, whereas clinical risk to the mother who gave birth through the operation of
the SC is greater than the risk of a normal delivery (vaginal).Aromatherapy is one of the non�pharmacological methods to relieve pain.
Research purposes: to determine the effect of aroma therapy to decrease pain levels in maternal.
Inclusion criteria: Spontaneous birth mothers, gestational age 37minggu until 40 week . Appraisal
studies and synthesis methods: Critical appraisal studies using Joana Brigs Appraisal Institute and
methods of synthesis using a modification PICOC. Results: Aromatherapy provides relaxation. It also
increases the mother's ability to cope with labor pain. Additionally aromatherapy can be used to
relieve pain, treat anxiety. Conclusions and Implications The results: Aromatherapy is inhaled activate
the release of neurotransmitters such as serotonin, endorphins and norepinephrine in the hypothalamus
and pituitary axis neuroreceptors modulate the immune system, alter mood, reduce anxiety, and
improve the response to stress. Inhaling the aroma therapy can relieve pain, treat anxiety.
Aromatherapy as a treatment to help relieve pain, in addition to aroma therapy to help reduce the
anxiety that excess maternal aromatherapy is the provision in the delivery room. Aromatherapy has
analgesic properties and provides Linalyl acetate, which can relieve pai
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DALAM UPAYA PENCEGAHAN KEHAMILAN TIDAK DI INGINKAN (KTD) DI SMA N 2 BANGUNTAPAN YOGYAKARTA
Kehamilan Tidak Diinginkan pada remaja disebabkan oleh banyak faktor diantaranya
kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, pergaulan bebas dan
kurangnya informasi tentang pendidikan seks karena sebagian orang tua masih
menganggap tabu dalam membicarakan tentang masalah seks. Remaja yang hamil
diluar pernikahan akan mencoba aborsi yang tidak aman, atau tetap melanjutkan
kehamilannya dengan berbagai hal yang bisa ditimbulkan, misalnya perdarahan yang
berujung pada kematian ibu maupun bayi. Sehingga peran orang tua sangat
berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja
khususnya tentang KTD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
peran orang tua dengan tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja
dalam upaya pencegahan kehamilan tidak diinginkan (KTD) di SMA N 2
Banguntapan Bantul 2018. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan
pendekatan cross sectional, penelitian dilakukan di SMA N 2 Banguntapan Bantul
2018. Teknik pengambilan sampel dengan proportionate stratified random sampling,
dengan jumlah populasi sebanyak 147 siswi dan jumlah sampel sebanyak 37
responden. pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Teknik
analisis data menggunakan korelasi Kendal Tau. didapatkan nilai p-value 0,029 yang
artinya lebih kecil dari p<0,05. Terdapat hubungan antara peran orang tua dengan
tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dalam upaya pencegahan
kehamilan tidak diinginkan (KTD) SMA N 2 Banguntapan Bantul 2018.
Rekomendasi yang dapat diberikan hendaknya menyusun program bekerjasama
dengan Puskesmas Banguntapan untuk memberikan penyuluhan pada siswi kelas X
mengenai kesehatan reproduksi, dengan mengambil tema yang khusus dan menarik,
misalnya masalah kehamilan tidak diinginkan
HUBUNGAN KEJADIAN ANEMIA IBU NIFAS DENGAN PRODUKSI ASI DI PUSKESMAS TEGALREJO
Data Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2012 menyatakan bahwa
prevalensi ibu nifas yang mengalami anemia sebesar 45,1% dari keseluruhan ibu hamil
di Indonesia. Pengaruh anemia pada masa nifas dapat berupa pengeluaran ASI
berkurang. Penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Kejadian Anemia Ibu Nifas
Dengan Produksi ASI di Puskesmas Tegalrejo. Desain penelitian adalah analitik
korelasional dengan rancangan kuantitatif. Pendekatan penelitian ini dengan pendekatan
cross sectional. Menggunakan teknik total sampling. Anemia ringan terdapat 28
responden 3 diantaranya memiliki produksi asi baik, 22 diantaranya memiliki produksi
asi kurang 3 diantaranya memiliki produksi ASI kurang. Anemia sedang terdapat 1
responden dengan produksi asi kurang. Tidak ada yang mengalami anemia berat. Hasil
uji Kendall tau dengan nilai probabilitas (p- velue) sebesar 0,046 secara statistik terdapat
hubungan yang signifikan antara kejadian anemia dengan produksi asi ibu nifas. Nilai
Contigency Coefficient yaitu sebesar 0,367, di interpretasikan bahwa hubungan status
kejadian anemia dengan produksi asi ibu nifas adalah lemah
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP INTENSITAS DISMENOREA PADA MAHASISWI D III KEBIDANAN SEMESTER II DI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA
Dismenorea adalah nyeri yang dirasakan selama haid dan disertai kram perut, mual,
muntah dan kelelahan. Dismenorea pada mahasiswi menyebabkan terganggunya
aktivitas kuliah, diantaranya kesulitan berkonsentrasi, lelah dan malas sepanjang
hari, serta ketidakhadiran di kampus. Pemberian aromaterapi lavender saat
dismenorea dapat melemaskan saraf dan otot yang mengalami ketegangan serta
sebagai relaksasi sehingga dapat menurunkan dismenorea. Diketahuinya pengaruh
aromaterapi lavender terhadap intensitas dismenorea pada mahasiswi D III
Kebidanan semester II di Universitas „Aisyiyah Yogyakarta. Menggunakan metode
pre eksperimen design dengan menggunakan rancangan one group pretest posttest
design. Jumlah Sampel 20 responden dengan teknik pengambilan sampel non
probability sampling jenis purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu
paired t-test. Sebelum pemberian aromaterapi lavender, mayoritas responden
mengalami intensitas dismenorea skala 7 sebanyak 6 responden (30%). Sesudah
pemberian aromaterapi lavender, mayoritas responden mengalami intensitas
dismenorea skala 3 sebanyak 6 responden (30%). Uji statistik parametrik dengan
teknik paired t-test didapatkan hasil Sig. (2-tailed) 0,000 (p<0,05). Hasil penelitian
menunjukkan ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap intensitas
dismenorea pada mahasiswi D III Kebidanan semester II di Universitas „Aisyiyah
Yogyakarta. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diimplementasikan sebagai salah
satu penanganan dismenorea
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU PREMENOPAUSE DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MENOPAUSE PADA IBU PREMENOPAUSE DI WONOKROMO PLERET BANTUL
Masa lanjut usia pada wanita identik dengan fase klimakterik, yaitu masa peralihan
antara masa reproduksi menuju masa yang tidak reproduktif. Penurunan kadar
estrogen dan progesterone menyebabkan terjadinya perubahan baik fisik maupun
psikologis. Menopause akan mengganggu kesehatan fisik maupun psikologis yang
dapat menimbulkan dampak jangka panjang apabila tidak ditangani dengan serius,
sehingga dapat mengakibatkan prempuan memasuki menopause mengalami
kecemasan. Keluhan psikologis sifatnya sangat individual dapat dipengaruhi oleh
social budaya, pendidikan, lingkungan dan ekonomi. Kecemasan yang dialami
perempuan menjelang usia menopause salah satunya karena kekhawatiran dalam
menghadapi situasi yang sebelumnya belum pernah dialami dan cemas akan hal-hal
yang mungkin muncul seperti keluhan fisik berupa keluar keringat pada malam hari,
sakit kepala, berhentinya hasrat seksual, merasa sudah tidak cantik lagi, sehingga
dikhawatirkan akan mempengaruhi hubungan suami maupun sosialnya. Jumlah
wanita menopause di DIY mencapai 3,9 ribu jiwa (10,73%). Penelitian ini untuk
mengetahui hubungan pengetahuan ibu premenopause dengan kecemasan
menghadapi menopause pada ibu premenopause di Wonokromo. Rancangan
penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan cross
sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 68 responden. Instrumen yang digunakan
adalah kuesioner. Analisa data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil uji statistik
dengan menggunakan Chi Square diperoleh hasil bahwa p value sebesar 0,000 < 0,05
dan nilai koefisien kontingensi C = 0,560, keeratan pada penelitian ini yaitu koefisien
kontingensi cukup. Ada hubungan antara pengetahuan ibu premenopause dengan
kecemasan menghadapi menopause pada ibu premenopause di Wonokromo tahun
2018. Agar memberikan informasi dan masukan untuk menambah pengetahuan dan
keterampilan tentang kesiapan menghadapi menopause bagi ibu premenopause di
Wonokromo Pleret Bantul
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU KELURAHAN WIROGUNAN KOTA YOGYAKARTA
Status gizi balita menurut Indeks Berat Badan per Usia (BB/U), didapatkan hasil
79,7% gizi baik, 14,9% gizi kurang, 3,8% gizi buruk dan 1,5% gizi lebih (Depkes,
2016). Pola asuh sebagai interaksi, dorongan bagi anak mengubah tingkah laku,
pengetahuan dan nilai-nilai agar anak bisa mandiri, tumbuh serta berkembang secara
sehat dan optimal, memiliki rasa percaya diri, memiliki sifat rasa ingin tahu,
bersahabat dan berorientasi untuk sukses. Pola asuh yang baik dari orang tua akan
meningkatkan kondisi status gizi yang optimal. Sebab dengan kondisi status gizi balita
tidak optimal berpotensi buruk pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Status Gizi
Balita di Posyandu Kelurahan Wirogunan Kota Yogyakarta Tahun 2018. Jenis
penelitian kuantitatif, desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional.
Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan metode non random sampling
yaitu purposive sampling, jumlah sampel dalam penelitian adalah 55 responden.
Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2017- Juli 2018. Instrumen penelitian
menggunakan Parenting Style Questionnare (PSQ) dan Baku rujukan berat badan
terhadap tinggi badan WHO-NCHS. Analisis bivariat menggunakan spearman runk . Hasil
penelitian menujukkan bahwa pola asuh demokratif 52 orang (94,5%) dan status gizi
balita normal 54 balita (98,2%). Uji statistik didapatkan p = 0,813 > 0.05. Hasil uji
statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara pola asuh orang tua
dengan status gizi balita. Tidak terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan status
gizi balita, keeratan hubungannya 0,033 termasuk kategori rendah. Ibu Balita lebih
berupaya meningkatkan partisipasi kedatangan untuk mengikuti kegiatan posyandu
setiap bulannya
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI PUSKESMAS JETIS KOTA YOGYAKARTA
Prevalensi tingkat kecemasan wanita hamil di Portugal (18,2%), Banglades (29%), Hongkong (54%), dan Pakistan (70%). di Indonesia terdapat 107.000.000 ibu hamil atau sebanyak (28,7%) ibu hamil yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan. Sedangkan tingkat kecemasan ibu hamil di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta masih tinggi yaitu sebanyak (60%) pada ibu primigravida dan (40%) pada ibu multigravida. Kecemasan yang dialami oleh ibu primigravida disebabkan oleh perasaan khawatir terhadap persalinan yang merupakan pengalaman pertama dan rasa takut terhadap nyeri persalinan. Untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode korelasional dengan rancangan cross sectional . Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta yang berjumlah 216 orang. Sampel dalam penelitian adalah 33 ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan suami dan kecemasan ibu hamil. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian yaitu ada hubungan antara dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta. setelah dilakukan uji statistik chi-square menunjukkan bahwa hasil P value 0,004 dengan taraf signifikan < ? 5% (0,05). Diharapkan untuk ibu hamil tetap rutin melakukan pemeriksaan kehamilannya di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta dan mengikutsertakan suami untuk menemani ibu dalam melakukan pemeriksaan kehamilan dan juga bidan memberikan KIE pada ibu hamil, sekaligus menyediakan leaflet dan poster tentang informasi kecemasan
Hubungan Peran Serta Kader Posyandu Kacangan Dengan Perawatan Hipertensi Pada Lansia Di Desa Giripurwo Purwosari Gunungkidul
Latar belakang: Kesadaran masyarakat untuk mengontrol tekanan darah lansia masih
rendah. Apabila jika tidak segera ditangani, hipertensi dapat menyebabkan berbagai
komplikasi bahkan kematian. Peran perawat dalam memberikan pelayanan dan
menangani masalah hipertensi, salah satunya adalah upaya promotif, preventif dan
pemberdayaan masyarakat yaitu dengan kader posyandu lansia. Upaya departemen
kesehatan untuk meningkatkan kesehatan lansia membentuk posyandu lansia, yang
bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui peningkatan kesehatan dan
kesejahteraan.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran serta kader posyandu Kacangan dengan
perawatan hipertensi pada lansia di Desa Giripurwo Purwosari Gunungkidul.
Metode penelitian: Studi Deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional.
Sampel menggunakan tehnik total sampling dengan 40 responden penderita hipertensi.
Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan pengisian kuesioner serta kader
posyandu lansia dan perawatan hipertensi. Analisis data menggunakan Speraman rho.
Hasil Penelitian: Menunjukan bahwa ada hubungan peran serta kader posyandu
kacangan dengan perawatan hipertensi pada lansia di Desa Giripurwo Purwosari
Gunugkidul Yogyakarta dengan kategori Peran Serta Kader Posyandu Lansia (67,5%)
sedangkan Perawatan hipertensi (65,5%). Hasil analisis Sperman’s rho didapatkan
nilai 0,345 p value sebesar 0,029 <0,05 hasil ini menunjukan keeratan hubungan sangat
kuat.
Simpulan: Terdapat hubungan peran serta kader posyandu kacangan dengan
perawatan hipertensi pada lansia di Desa Giripurwo Purwosari Gunugkidul
Yogyakarta.
Saran: Lansia dapat melakukan perawatan hipertensi dengan mandiri dengan cara
sering berolahraga, mengurangi asupan garam, mengikuti kegiatan posyandu dan rajin
minum obat antihipertensi
Pengaruh Pemberian Kompres Serutan Jahe Merah Terhadap Tingkat Nyeri Sendi Lansia Arthritis Gout Di Posyandu Bhakti Ananda Lendah Kulonprogo
Latar belakang: Artritis gout memiliki serangan yang bersifat monoartikuler dengan
tanda inflamasi yang jelas seperti merah, bengkak, nyeri, terasa panas, dan sakit jika
digerakkan. Nyeri yang dirasakan pada daerah persendian dan tidak mendapat
penanganan dengan baik akan mempengaruhi kenyamanan tubuh dan akan
berdampak pada penurunan aktifitas. Pemberian kompres jahe merah mampu
menekan inflamasi dan mampu mengatur proses biokimia yang mengaktifkan
inflamasi akut dan kronis seperti artritis dengan menekan pro-inflamasi sitokinin dan
cemokin.
Tujuan penelitian: Diketahuinya pengaruh pemberian kompres serutan jahe merah
terhadap tingkat nyeri lansia dengan arthritis gout di posyandu lansia ?Bhakti
Ananda? Kulon Progo.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian quasy experiment with time series
design dan metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan pre test dan
post test design. Pengambilan sampel dengan quota sampling diperoleh sebanyak 10
responden. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Analisa data
dilakukan dengan rumus Friedman dan Wilcoxon.
Hasil: Hasil menunjukan nilai rata-rata pre-test tingkat nyeri arthritis gout hari
pertama sebelum pemberian kompres serutan jahe merah yaitu 6,7 sedangkan nilai
rata-rata setelah hari kelima setelah diberikan kompres serutan jahe merah yaitu 2,9.
Uji statistik menggunakan Friedman test di dapatkan nilai p 0,000. Sedangkan uji
Wilcoxon di dapatkan hasil paling signifikan di hari kelima dengan nilai p 0,002.
Simpulan dan Saran: Ada pengaruh pemberian kompres serutan jahe merah
terhadap tingkat nyeri lansia dengan arthritis gout di posyandu lansia ?Bhakti
Ananda? Kulon Progo. Diharapkan lansia dapat menerapkan kompres serutan jahe
merah untuk dijadikan terapi non-farmakologi untuk mengurangi nyeri sendi lansia
dengan arthritis gou