DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PRE-EKLAMSI PADA IBU HAMIL DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL TAHUN 2016-2017
Salah satu penyebab kematian ibu yang menyebabkan semakin tinggginya angka kematian ibu di negara berkembang adalah pre-eklamsi pada kehamilan. Pre-eklamsi merupakan salah satu sindrom yang dijumpai pada ibu hamil di atas 20 minggu yang ditandai dengan gejala hipertensi dan proteinuria dengan atau tanpa edema. Salah satu faktor resiko terjadinya pre-eklamsi, adalah faktor umur dan paritas.Mengetahui hubungan umur dan paritas dengan kejadian pre-eklamsi pada ibu hamil di RSUD Penembahan Senopati Bantul tahun 2016–2017. Desain yang digunakan adalah Survey Analitik dengan pendekatan Case Control. Populasinya adalah seluruh ibu hamil yang tercatat dalam rekam medik RSUD panembahan Senopati bantul tahun 2016 – 2017 yang berjumlah 1320 responden. Sampelnya ibu hamil yang mengalami pre-eklamsi (Case) sebanyak 100 responden dan ibu yang tidak mengalami preeklamsi (Control) sebanyak 100 dengan perbandingan 1:1dari kelompok kasus dengan menggunakan tehnik pusposive sampling dengan uji statistik Chi Square. Dari hasil uji analisa menggunakan rumus Chi Square hubungan antara umur dengan kejadian pre-eklamsi pada ibu hamil diperoleh nilai p value = 0,000 dan hasil uji hubungan paritas dengan kejadian pre-eklamsi pada ibu hamil diperoleh nilai p value = 0,380.Terdapat hubungan yag bermakna antara umur dengan kejadian pre-ekamsi pada ibu hamil, tetapi tidak terdapat hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian pre-eklamsi pada ibu hamil di RSUD Panembahan Senopati Bantul Tahun 2016-2017
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR)DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI KELURAHAN TEGALREJO
Tingginya prevalensi balita pendek menjadi masalah kesehatan dan masalah global.
Dampak balita pendek dapat menurunkan kecerdasan, meningkatkan morbiditas dan
produktivitas pada usia dewasa, sehingga dapat menurunkan kualitas sumber daya
manusia di masa depan. Selain produktivitas, dampak gagal tumbuh pada bayi lahir
pendek maupun gagal tumbuh selama hamil dapat menyebabkan penyakit
degenerative di kemudian hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan
BBLR dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 bulan di kelurahan
Tegalrejo. Desain penelitian menggunakan rancangan kuantitatif dengan metode
analitik korelasional, dan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini yaitu
semua balita usia 24-59 bulan yang mengalami stunting sebanyak 67 dan
pengambilan sampel menggunakan purpossive sampling sebanyak 54 balita yang
memenuhi kriteria sampel. Analisis yang digunakan yaitu analisiss univariat dan
bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita stunting
dengan klasifikasi pendek yang BBLR sebanyak 14 (25,93%) dan tidak BBLR
sebanyak 29 (53,7%) balita. Sedangkan balita stunting dengan klasifikasi sangat
pendek yang BBLR sebanyak 9 (16,67%) dan tidak BBLR sebanyak 2 (3,7%) balita.
Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value 0,005 lebih kecil dari α (0,005 <
0,05) yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara BBLR dengan
kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Nilai Contingency Coefficient yaitu
0,372, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa hubungannya lemah. Saran untuk
orang tua yang memiliki balita stunting agar lebih memperhatikan asupan gizi dan
pola pengasuhan anak untuk mencegah terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak
dan penyakit lainnya
HUBUNGAN BERAT BAYI LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI PUSKESMAS MLATI II SLEMAN YOGYAKARTA
Ruptur perineum merupakan penyebab tidak langsung kematian ibu diseluruh dunia karena mengakibatkan terjadinya perdarahan postpartum. Salah satu penyebab perdarahan adalah atonia uteri sedangkan ruptur perineum merupakan penyebab kedua yang hampir terjadi pada setiap persalinan pervaginam. Tujuan untuk mengetahui hubungan berat bayi lahir dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin normal di Puskesmas Mlati II Sleman Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan studi korelasi dengan pendekatan retrospektif study. Lokasi penelitian di Puskesmas Mlati II Sleman Yogyakarta. Jumlah sampel 124 dengan teknik pengambilan total sampling. Uji Hipotesis menggunakan Kendall’s Tau dan pengujian hubungan dengan koefisien korelasi. Hasil uji statistik Kendall’s Tau nilai p value <0,05 yang diperoleh p value 0.006 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak dan nilai koefisien korelasi 0.238 dengan tingkat keeratan hubungan rendah. Simpulan dan saran yaitu ada hubungan antara berat bayi lahir dengan kejadian ruptur perineum pada persalinan normal di Puskesmas Mlati II Sleman. Diharapkan tenaga kesehatan di Puskesmas Mlati II Sleman pada saat memimpin persalinan sesuai standar 60 langkah AP
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI IBU PADA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA BUMIREJO KULON PROGO TAHUN 2018
ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa makanan atau minuman pendamping
apapun sampai bayi berusia 6 bulan. Cakupan ASI eksklusif di desa Bumirejo yaitu
sebesar 20,51% belum mencapai target nasional yaitu 80%. Salah satu faktor yang
mempengaruhi pemberian ASI eksklusif adalah persepsi. Persepsi dapat dipengaruhi
oleh pengalaman, pengetahuan, kepentingan serta minat, harapan, dan budaya.
Tujuan untuk mengetahui hubungan pengalaman, pengetahuan, kepentingan serta
minat, harapan, dan budaya ibu menyusui terhadap persepsi ibu pada pemberian ASI
eksklusif. Metode yang digunakan menggunakan metode survey analitik dengan
pendekatan waktu cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 47
responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan
kuesioner dan analisis data menggunakan Chi square. Hasil uji Chi square pada
faktor pengalaman dengan p value = 0,000, pengetahuan dengan p value = 0,000,
kepentingan dan minat dengan p value = 0,003, harapan dengan p value = 0,004,
budaya ibu menyusui dengan p value = 0,001. Faktor yang paling dominan persepsi
ibu pada pemberian ASI adalah faktor kepentingan serta minat ibu menyusui. Ada
hubungan antara pengalaman, pengetahuan, kepentingan dan minat, harapan, dan
budaya ibu menyusui terhadap persepsi ibu pada pemberian ASI eksklusif di Desa
Bumirejo Kulon Progo dan faktor dominan adalah faktor kepentingan serta minat ibu
menyusui. Diharapkan bidan dapat menggerakkan program ASI eksklusif dengan
mengadakan kelas nenek dan kelas suami agar mendukung program ASI eksklusif
sehingga capaian ASI eksklusif dapat meningkat
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI PUSKESMAS UMBULHARJO I KOTA YOGYAKARTA
Kecemasan merupakan reaksi emosional terhadap persepsi adanya bahaya, baik yang
nyata maupun yang dibayangkan. Biasanya diikuti dengan naiknya rangsangan pada
tubuh, seperti jantung berdebar-debar dan keringat dingin. Rasa cemas menghadapi
persalinan menduduki peringkat teratas yang paling sering dialami oleh ibu hamil
dalam menghadapi kehamilan dan persalinan. Di Indonesia penelitian yang dilakukan
pada ibu hamil primigravida trimester III sebanyak 33,93% mengalami kecemasan.
Kecemasan dalam menghadapi persalinan menyebabkan resiko untuk melakukan sectio
caesarea sebanyak 54,8%. Kecemasan juga menyebabkan resiko untuk bayi yaitu
kelahiran prematur, melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR),
kegawatan (fetal distress) dan dalam jangka panjang berkaitan dengan gangguan prilaku
dan emosi anak. Penelitian dilakukan untuk mengetahui dukungan suami dengan
kecemasan ibu hamil primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan di
Puskesmas Umbulharjo I kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan studi korelasi
dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sesuai dengan
kriteria inklusi sebanyak 35 ibu hamil primigravida trimester III dengan teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan chi square. Dimana hasil analisis
chi square didapatkan p value 0,016 < 0,05 dengan taraf signifikan ? 5% (0,05). Hasil
uji statistik menunjukkan adanya hubungan dukungan suami dengan kecemasan ibu
hamil primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan di Puskesmas
Umbulharjo I Kota Yogyakarta. Simpulan hasil penelitian terdapat hubungan yang
signifikan antara dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil primigravida trimester
III dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta.
Diharapkan ibu hamil dapat lebih memperhatikan keadaannya dan suami dapat selalu
memberikan dukungan kepada ibu sehingga dapat mengurangi kecemasan pada ibu
hamil
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN OBESITAS TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA MAHASISWA REGULER TINGKAT AKHIR KEBIDANAN PROGRAM SARJANA TERAPAN DI UNIVERSITAS 'AISYIYAH YOGYAKARTA
Wanita yang mengalami obesitas memiliki risiko terjadi gangguan siklus menstruasi 1,89 kali lebih besar dibandingkan wanita dengan status gizi normal. Perubahan siklus menstruasi merupakan indikator penting untuk menunjukkan adanya gangguan sistem reproduksi yang nantinya dapat dikaitkan dengan peningkatan resiko berbagai penyakit dalam sistem reproduksi, diantaranya kanker rahim dan infertilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dan obesitas terhadap kejadian gangguan menstruasi pada mahasiswa reguler tingkat akhir Kebidanan Program Sarjana Terapan di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dan menggunakan rancangan cross sectional. Sampel dalampenelitianini sebanyak 30 respondendengan teknik simple random sampling. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner, timbangan berat badan dan microtoise, dan analisis data dengan chi square. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan nilai koefisien korelasi 0,373 dengan p value 0,028 0,05 pada obesitas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara obesitas terhadap kejadian gangguan menstruasi pada mahasiswa reguler tingkat akhir Kebidanan Program Sarjana Terapan di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, dan diharapkan bagi mahasiswa untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang dan mengatur pola makan yang baik agar tidak mengalami gangguan menstruasi
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA REMAJA SISWI KELAS XI DI SMA N 1 GODEAN
Keputihan merupakan keluhan yang sering terjadi pada wanita di dunia, terutama di
wilayah Asia 75% mengalami keputihan sedangkan di Indonesia sekitar 90% wanita
berpotensi mengalami keputihan dan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang
berusia 15-24 tahun ada 2,9 juta jiwa dan 68 % mengalami keputihan patologi
sedangkan di SMA N 1 Godean dari 100 responden yang mengalami keputihan ada
21 responden. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku
personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja siswi kelas XI SMA N 1
Godean. Menggunakan desain penelitian analitik korelatif dan teknik sampling
Kuota dengan instrument yang digunakan adalah kuesioner, metode yang digunakan
yaitu metode pengumpulan data primer dengan analisis univariat dan bivariat. Ada
hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku personal hygiene dengan kejadian
keputihan. Nilai koefisien korelasi tingkat pengetahuan dengan kejadian keputihan
yaitu 0,204 dan nilai signifikansi 0,038 (p<0,05) sedangkan nilai koefisiensi perilaku
personal hygiene dengan kejadian keputihan yaitu 0,208 dan nilai signifikansi 0,036
(p<0,05). Penelitian ini ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku
personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja siswi kelas xi di SMA N 1
Godean. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat melakukan kerjasama
dengan puskesmas untuk memberikan penyuluhan kepada siswi terkait kesehatan
reproduksi khususnya keputihan
PENGARUH PENYULUHAN DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERNIKAHAN DINI DI SMP PGRI KASIHAN BANTUL
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, sebanyak 2,6% remaja
melakukan pernikahan dini pada usia dibawah 15 tahun dan 23,9% pada usia 15-19
tahun. Kabupaten Bantul dengan angka presentase pernikahan dini tertinggi di DIY
yaitu sebanyak 112 kasus. Pernikahan dini menimbulkan dampak fisiologis,
psikologis, biologis, sosial dan ekonomi. Dampak secara fisiologisnya adalah
keguguran (Abortus), persalinan prematur, berat badan lahir rendah (BBLR) dan
kelainan bawaan, mudah terjadi infeksi, anemia kehamilan, keracunan kehamilan
(Gestosis), dan kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
penyuluhan dengan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang
pernikahan dini di SMP PGRI Kasihan Bantul Yogyakarta Tahun 2018. Metode
dalam penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre eksperimen dengan
rancangan the one group pre test-post test design. Teknik sampling dalam penelitian
ini menggunakan metode non probability sampling yaitu purposive sampling dengan
jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 25 orang. Hasil uji statistik menggunakan
Paired T-Test didapatkan nilai p-Value 0,000. Hasil uji statistik menunjukkan ada
pengaruh penyuluhan dengan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja
tentang pernikahan dini di SMP PGRI Kasihan Bantul Yogyakarta Tahun 2018.
terdapat pengaruh pemberian penyuluhan dengan media video terhadap pengetahuan
remaja tentang pernikahan dini yaitu terjadi peningkatan sebesar 41,64%.
Diharapkan pihak sekolah dapat meningkatkan program penyuluhan kesehatan dan
mengembangkan kerjasama dengan puskesmas setempat sehingga dapat
meningkatkan pengetahuan terhadap upaya pencegahan pernikahan dini.
Kata Kunci : Media Video, Pengetahuan, Penyuluhan, Pernikahan Dini,
Remaja.
Daftar Pustaka : 8 Jurnal (2009-2017), 11 Skripsi (2010-2017), 17 Web
(2009-2017), 30 Buku (2006-2017).
Jumlah Halaman : x Halaman Depan, 82 Halaman, 13 Tabel, 1 Gambar, 15
Lampira
Evaluasi Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keputusan Ibu Tidak Menggunakan Alat Kontrasepsi Di Kelurahan Girikerto Sleman
Evaluasi Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keputusan Ibu Tidak Menggunakan Alat Kontrasepsi Di Kelurahan Girikerto Slema
PSYCHOLOGICAL IMPACT OF SEXUAL VIOLENCE IN CHILDREN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
Sexual violence in children is a relationship or interaction between a child and an older person or
an adult such as a stranger, sibling or parent in which the child is used as a satisfying object for
the sexual needs of the perpetrator. This action is carried out using coercion, threats, bribery,
deception, and even pressure. One in five girls and one in thirteen boys reported having
experienced sexual violence worldwide, and the prevalence of sexual violence ranged from 15.3%
in girls and 13.8% in boys. This Systematic Literature Review employed two PubMed and
Sciencedirect databases during 2008-2018. The stages in this systematic literature review were
identifying research questions, identifying relevant studies, choosing relevant studies, conducting
critical assessments, extracting data and mapping. There were 767 initial articles identified. This
study analyzed 11 articles that met the requirements for reference. Children who experienced
sexual violence in their childhood had a severe psychological impact in the form of anxiety,
depression, personality disorders, post-traumatic stress disorder (PTSD), psychosis, drug and
alcohol abuse, bulimia and suicide. Most children who experienced sexual violence had a
psychological impact in the form of depression, anxiety, post-traumatic stress disorder, suicide,
and sexual behavior. Children who experienced sexual violence often committed acts of sexual
violence to others. It was the psychological impact that they experienced