DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dan Tingkat Stres Pada Lansia Di Balai PSTW Unit Budhi Luhur Kasongan Bantul Yogyakarta
Latar Belakang: Lansia secara alamia akan mengalami perubahan baik fisik,
mental, pola tidur yang saling berkaitan, salah satunya yaitu perubahan
psikologis yang menyebabkan tingkat stres semakin tinggi. Pravelensi stres pada
lansia di PSTW sebanyak 50%. Banyak faktor yang menyebabkan stres salah
satunya dukungan keluarga. Semakin rendah dukungan keluarga makan semakin
tinggi tingkat stres.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan tingkat stres pada
lansia di Balai PSTW Unit Budhi Luhur Kasongan Bantul Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi
dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sample dengan
menggunakan total sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 40 responden
yang memiliki keluarga yang tinggal di PSTW Unit Budhi Luhur Kasongan
Bantul Yogyakarta. Pengambilan data mengenai dukungan keluarga
menggunakan kuisioner dukungan keluarga sedangkan tingkat stres
menggunakan Depression Anxiety Stress Scales (DASS). Teknik analisis data
menggunakan Kendall Tau.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian yang didapatkan sebagian besar responden
mengalami dukungan keluarga sedang sebanyak 23 orang (57.5%) dan untuk
tingkat stres sebagian besar mengalami stres sedang sebanyak 14 orang (35%).
Ada hubungan signifikan dukungan keluarga dengan tingkat stres pada lansia di
Balai Pelayanan PSTW Unit Budhi Luhur Kasongan Bantul Yogyakarta dengan
nilai koefesien kotingensi sebesar 0,402 dan p-value sebesar 0,006<(0,05).
Simpulan dan saran: Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat
stres pada lansia di Balai PSTW Unit Budhi Luhur Kasongan Bantul
Yogyakarta, oleh sebab itu disarankan kepada lansia agar bisa memahami
terhadap stres dan mampu mengatasi stres, serta kepada keluarga untuk
memberikan dukungan informatif, instrumental, pengahrgaan dan emosional
kepada lansia agar tidak terjadi str
Hubungan Antara Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dengan Perilaku Seksual Remaja Kelas XI di MAN I Sleman Yogyakarta
Hubungan Antara Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dengan Perilaku Seksual Remaja Kelas XI di MAN I Sleman Yogyakart
Hubungan Keaktifan Kunjungan Ibu Datang Ke Posyandu Dengan Status Gizi Balita Di Desa Pleret Panjatan Kulon Progo
Latar belakang:Keaktifan kunjungan ibu datang ke posyandu merupakan salah satu
pencapaian pemenuhan status gizi balita dengan berbagai kejadian malnutrisi seperti
balita pendek (stunting), kurus (wasting) dan gemuk (overweight).
Tujuan: Mengetahui adanya hubungan antara keaktifan kunjungan ibu datang ke
posyandu dengan status gizi balita di Desa Pleret Panjatan Kulon Progo.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei analitik dengan
pendekatan cross sectional. Teknik sampel yang digunakan adalah Proportional
Stratified Random Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 66 responden.
Pengumpulan data untuk mengetahui keaktifan kunjungan ibu datang ke posyandu
dengan melihat buku kesehatan ibu dan anak. Data dikumpulkan dengan wawancara
sesuai pertanyaan yang telah disiapkan dan pengukuran berat badan. Metode analisis
data dengan menggunakan Chi Kuadrat.
Hasil: Hasil penelitian diketahui tidak terdapat hubungan keaktifan kunjungan ibu
datang ke posyandu dengan status gizi balita di Desa Pleret Panjatan Kulon Progo,
dengan nilai p valuesebesar 0.510 > 0.05 dan X
2
sebesar 0.43.
Simpulan dan Saran:Tidak ada hubungan antara keaktifan kunjungan ibu datang
ke posyandu dengan status gizi balita di Desa Pleret Panjatan Kulon Progo tahun
2018. Disarankan pada setiap posyandu diadakan penyuluhan secara rutin sehingga
dapat menambah ilmu ibu untuk memenuhi gizi anaknya
Pengaruh Senam Ergonomis Terhadap Insomnia Pada Lansia Di Dusun Pundung Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Latar Belakang: Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling sering dialami
oleh lansia. Prevalensi insomnia pada lansia di Dusun Pundung cukup tinggi yaitu
sekitar 30% dari jumlah populasi lansia. Insomnia memiliki kecenderungan terhadap
peningkatan angka morbiditas dan mortalitas pada lansia. Insomnia dapat
diintervensi dengan terapi non farmakologis, salah satunya adalah senam ergonomis.
Senam ergonomis bermanfaat untuk mencegah insomnia dan meningkatkan kualitas
tidur. Senam ergonomis merupakan suatu gerakan otot yang dikombinasikan dengan
teknik pernapasan.
Tujuan: Mengetahui Pengaruh Senam Ergonomis terhadap Insomnia Pada Lansia di
Dusun Pundung Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini dilakukan di Dusun Pundung Nogotirto Gamping Sleman
Yogyakarta pada tanggal 27 Februari- 11 Maret 2018. Desain yang digunakan pre
eksperimen, dengan rancangan One Group Pretest Posttest Design. Populasinya
adalah lansia dengan insomnia yang berada di Dusun Pundung dengan jumlah 30
lansia. Metode pengambilan sampel menggunakan porposive sampling sehingga
diperoleh 12 responden. Analisa data menggunakan Wilcoxon match pairs test.
Instrumen untuk pengukuran insomnia adalah wawancara terstruktur dengan
pedoman kuesioner KSBJ-IRS.
Hasil: Penelitian ini menggunakan signifikan sebesar 0,05. Hasil Uji Wilcoxon
Match Pairs Test menunjukann nilai p 0,002 < 0,05). Ha diterima dan H0 ditolak
artinya ada pengaruh Senam Ergonomis Terhadap Insomnia.
Simpulan dan Saran: Ada Pengaruh Senam Ergonomis Terhadap Insomnia Pada
Lansia di Dusun Pundung Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta. Disarankan bagi
lansia agar melakukan senam ergonomis secara mandiri di rumah dan
menginformasikan kepada masyarakat lainnya guna untuk mencegah terjadinya
insomnia
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan tentang Obesitas pada Siswa Obesitas kelas X dan XI di SMAN I Gamping Sleman Yogyakarta
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan tentang Obesitas pada Siswa Obesitas kelas X dan XI di SMAN I Gamping Sleman Yogyakart
Perbedaan Perilaku Makan Berdasarkan Pola Asuh Orang Tua pada Anak Usia Pra-Sekolah (3-5 tahun) di TK-RA Al-Husna Yogyakarta (no CD dan tidak Lulus Etical Clerence)
Perbedaan Perilaku Makan Berdasarkan Pola Asuh Orang Tua pada Anak Usia Pra-Sekolah (3-5 tahun) di TK-RA Al-Husna Yogyakarta (no CD dan tidak Lulus Etical Clerence
Hubungan Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Ruang Dengan Kinerja Perawat Di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Latar Belakang: Kepemimpinan transformasional akan membuat bawahan
merasa dipercaya, dihargai, loyal dan respek kepada pimpinannya. Pada akhirnya
bawahan akan termotivasi dakam bekerja dan melakukan lebih dari yang
diharapkan sehingga dapat meningkatkan kinerjanya.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara Gaya Kepemimpinan Transformasional
Kepala Ruang dengan kinerja perawat di RS PKU Muhammadiya Yogyakarta.
Metodologi: Penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional. Pengambilan
sampel menggunakan Total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian 43 perawat
di 3 raung rawat inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini
menggunakan kuisoner. Metode analisis yang digunakan adalah uji spearman
rank.
Hasil: Bahwa uji Spearman Rank menghasilkan nilai signifikan sebesar 0,001.
Nilai uji signifikan 0,001 yang lebih kecil dari 0,05 menunjukan bahwa ada
Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Transformasional Dengan Kinerja
Perawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Keeratan hubungan yang terjadi
adalah hubungan yang sedang.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan signifikan antara gaya kepemimpinan
transformasional dengan kinerja perawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta,
dengan nilai significancy pada hasil menunjukan (p=0,001<0,05). Memberikan
masukan bagi layanan kesehatan dalam menyusun strategi yang tepat agar kepala
ruang dan perawat pelaksana supaya dapat menerapkan kinerja yang baik
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Makanan Sehat Pada Anak Sekolah Usia 10-12 Tahun Di SD Negeri Pengkol Kulon Progo
Latar belakang: Masalah gizi pada anak sekolah dasar saat ini masih cukup tinggi.
Gizi yang baik pada anak didapatkan dari makanan yang sehat. Pengetahuan
mengenai makanan sehat sangat diperlukan agar anak sekolah dapat mengetahui
kebutuhan gizinya. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan tentang
kesehatan adalah dengan penyuluhan kesehatan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan
terhadap pengetahuan tentang makanan sehat pada anak sekolah usia 10-12 tahun di
SD Negeri Pengkol Kulon Progo tahun 2018.
Desain: Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif dengan
pendekatan Pre-Experiment dengan jenis One Group Pre-test Post-test terdiri dari 39
responden siswa anak sekolah usia 10-12 tahun, menggunakan teknik purposive
sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang diuji validitas
dan reliabilitas. Metode analisis yang digunakan Wilcoxon Match Pairs Test.
Hasil Penelitian: Terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan
tentang makanan sehat pada anak sekolah usia 10-12 tahun di SD Negeri Pengkol
Kulon Progo (z=-4,968;p<0,01).
Simpulan dan Saran: Penyuluhan kesehatan tentang makanan sehat memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan tentang makanan sehat. Metode
penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai makanan
sehat agar siswa tidak jajan sembarangan dan membiasakan siswa membawa bekal
serta sarapan pagi setiap berangkat sekola
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Siklus Menstruasi Pada Siswi Kelas X Di SMA Muhamadiyah 7 Yogyakarta
Latar Belakang: Kualitas remaja diawali dari proses datangnya masa pubertas
terjadi Pertumbuhan dan perkembangan pesat baik fisik, psikologis maupun
intelektual. Pertumbuhan fisik terdapat periode pematangan organ reproduksi disebut
reproduksi disebut pubertas. Siklus menstruasi yang terjadi tidak selamanya teratur.
Perubahan siklus menstruasi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu
fungsi hormon terganggu, kelainan sistemik, faktor stres aktivitas sehari-hari, serta
hormon prolaktin yang berlebih. Siklus menstruasi yang tidak teratur merupakan
pertanda awal dari penyakit kronis, kanker, jantung dan dapat mengakibatkan
kemandulan. Faktor yang dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi antara lain
gangguan hormonal, status gizi, tinggi atau rendahnya imt, stres, usia, penyakit
metabolik seperti diabetes mellitus, pemakaian kontrasepsi, tumor pada ovarium, dan
kelainan pada sisitem saraf pusat-Hipotalamus-Hipofisis. Memiliki indeks massa
tubuh yang tinggi atau rendah dapat menyebabkan gangguan menstruasi diantaranya
tidak adanya menstruasi atau amenorea, terganggunya siklus menstruasi dan nyeri
saat menstruasi. Pravalensi gemuk sekitar 5,7% dan 1,6% obesitas.
Tujuan: Mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi.
Metode: Penelitian ini menggunakan jenis korelasi dengan Design Deskriptif
Korelatif pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20
juli 2018 di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan
responden yang telah mengalami siklus menstruasi dengan sample 37 responden.
Teknik Sampling menggunakan Purposive Sampling. Analisis data menggunakan uji
statistik Chi-Square.
Hasil: Berdasarkan uji statistik Chi-Square memperoleh hasil dengan nilai signifikan
yaitu 0,000 (<0,05) dan nilai koefisien sebesar 0,004.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi
dengan taraf hubungan sangat rendah. Siswi menambah pengetahuan agar menjaga
pola makan dan kebutuhan nutrisi sehari-hari
Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah Di Kabupaten Banjarnegara
Latar Belakang: Penyebab terjadinya BBLR antara lain karena ibu hamil
mengalami anemia, kurang suplai gizi waktu dalam kandungan, komplikasi
kehamilan, hipertiroid kehamilan dan lahir prematur. Banjarnegara merupakan
kabupaten yang wilayahnya terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi. Jumlah
BBLR yang tercatat di wilayah dataran tinggi sebanyak 126 bayi. Kasus BBLR di
Banjarnegara masuk dalam 10 besar kasus BBLR di Jawa Tengah. Bayi yang lahir
dengan berat badan lahir rendah perlu penanganan serius, karena bayi mudah
sekali mengalami hipotermi dan bisa menjadi penyebab utama kematian bayi.
Tujuan: Mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian bayi berat
badan lahir rendah di Kabupaten Banjarnegara.
Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan case control study
dengan pendekatan retrospective. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
bayi baru lahir yang ada mengalami kejadian BBLR diwilayah Puskesmas
Banjarnegara. Sampel pengambilan tempat penelitian ini adalah random alokasi
dan untuk subjek penelitian menggunakan simple random sampling dengan
jumlah 73 sampel dengan perbandingan kelompok kasus dan kelompok kontrol
1:1 maka total sampel yang akan di ambil adalah 146 sampel. Analisis bivariat
menggunakan Chi Square dan analisis multivariat dengan menggunakan regresi
logistik.
Hasil : Hasil uji statistik menunjukan bahwa hubungan anemia dan kejadian
BBLR memiliki nilai yang bermakna, ditunjukkan oleh nilai ?=0,00. Nilai OR
yang diperoleh adalah 5,55 CI 95% (2,4-12,8). Sedangkan variabel pengganggu
tidak berhubungan secara statistik, ditunjukan dengan nilai ?=1 untuk wilayah
geografis, nilai ?=0,08 untuk LILA, nilai ?=1 untuk jarak kehamilan dan nilai
?=0,1 untuk pemberian tablet Fe.
Simpulan: ibu hamil dengan anemia lebih beresiko 5,55 kali mengalami kejadian
BBLR dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak mengalami anemi