DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SEKSUAL REMAJA KELAS X DI SMA MUHAMMADIYAH 5 YOGYAKARTA
Di Indonesia, pacaran dan pengalaman seksual menjadi isu menarik karena terdapat
peningkatan signifikan yang menunjukan adanya pergeseran nilai, sikap dan
pengetahuan di kalangan remaja. Survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia
ditemukan sebanyak 93,7% dari 14.729 remaja berusia 15-19 tahun mulai berpacaran
dan mengaku pernah melakukan hubungan seksual. Remaja yang tidak memiliki
pengetahuan yang memadai tentang kesehatan reproduksi akan beresiko tinggi untuk
berperilaku yang jauh dari harapan, sedangkan remaja yang mempunyai tingkat
pengetahuan tinggi tentang seksual maka mereka cenderung mempunyai sikap yang
positif terhadap seks pranikah. Bidan sebagai tenaga kesehatan memiliki wewenang
untuk memberikan pelayanan berdasarkan program pemerintah yaitu melakukan
pembinaan pada anak usia sekolah dan remaja dengan mengadakan penyuluhan
kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
promosi kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan dan sikap seksual remaja kelas
X di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan
preeksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest posttest. Populasi
dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta
sebanyak 117 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data
dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil
penelitian yang diperoleh dengan menggunakan uji wilcoxon, didapatkan bahwa
variabel tingkat pengetahuan memiliki nilai signifikansi (p value) sebesar 0,000 yang
berarti p value < ? (0,05) dan nilai signifikansi (p value) pada variabel sikap seksual
sebesar 1,000 yang berarti p value > ? (0,05). Promosi kesehatan reproduksi
berpengaruh terhadap pengetahuan namun tidak ada pengaruh promosi kesehatan
reproduksi terhadap sikap seksual, sehingga diharapkan adanya pendidikan kesehatan
reproduksi khususnya dari orang tua dan pengembangan program sekolah yang
berkaitan dengan kesehatan reproduksi
DETERMINAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING TAHUN 2017
Mortalitas dan morbiditas ibu hamil, ibu bersalin dan ibu nifas masih menjadi
masalah terbesar di negera berkembang termasuk indonesia. Penyebab mortalitas dan
morbiditas erat kaitannya dengan komplikasi salah satunya preeklampsia. Menurut
laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sebanyak 14,6% kematian ibu
disebabkan oleh preeklampsia. Faktor tertentu yang menjadi predisposisi
preeklampsia yaitu usia 35 tahun, primigravida, pendidikan rendah, wanita
pekerja, riwayat hipertensi, overdistensi uterus (kehamilan kembar, polihidramnion,
abnormalitas janin), penyakit ginjal, diabetes militus dan disfungsi plasenta. Tujuan
penelitian ini diketahuinya Determinan Kejadian Preeklampsia pada Ibu Hamil di
RS PKU Muhammadiyah Gamping. Desain penelitian deskriptif korelasi, dengan
pendekatan case control retrospektif. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil
di RS PKU Muhammadiyah Gamping Tahun 2017 sebanyak 1184 ibu hamil. Jumlah
sampel penelitian ini sebanyak 154 responden dengan total sampling pada kelompok
case dan systematic random sampling pada kelompok control. Uji statistik
menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang memiliki
hubungan bemakna secara statistik dengan kejadian preeklampsia (nilai p-value
<0,05) adalah faktor Usia (p=0,000), Pekerjaan (p=0,036), Paritas (p=0,001) dan
Riwayat Kesehatan (p=0,009). Sedangkan faktor yang tidak memiliki hubungan
bermakna secara statistik dengan kejadian preeklampsia (nilai p-value >0,05) adalah
Pendidikan (p=0,275) dan Riwayat Kehamilan Kembar (p=1.000). Usia sebagai
faktor yang paling berisiko terhadap kejadian preeklampsia dengan OR 6,261.
Diharapkan seluruh ibu hamil dapat secara rutin memeriksakan kehamilannya ke
petugas kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat. Minimal selama kehamilan
sebanyak 4 kali, 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua, dan 2 kali
pada trimester ketiga. Tujuannya untuk mendeteksi dini komplikasi kehamilan salah
satunya pr
HUBUNGAN PERILAKU CUCI TANGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI TB-KB-TKIT SALMAN ALFARISI KECAMATAN UMBULHARJO KOTA YOGYAKARTA
Kejadian Diare pada anak tertinggi di Kota Yogyakarta terjadi di wilayah kerja
puskesmas Umbulharjo 1 dengan jumlah kasus 1026 penderita. Salah satu penyebab
diare pada anak adalah kurangnya perilaku cuci tangan menggunakan sabun.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Perilaku Cuci Tangan dengan
Kejadian Diare Pada Anak Balita di TB-KB-TKIT Salman Al-Farisi Kecamatan
Umbulharjo Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain survey analitik
korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan ibu yang
memiliki anak balita sebanyak 40 responden dan alat ukur dalam penelitian ini
adalah kuesioner. Analisa data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian
menunjukkan perilaku cuci tangan tertinggi dalam katagori baik (37,5%) dan untuk
kejadian diare pada anak balita sebanyak 18 (45%) anak. Analisa dengan Chi-Square
diperoleh p-value 0,000 dan korelasi koefisien 0,627 menunjukkan ada hubungan
yang kuat antara perilaku cuci tangan dengan kejadian diare pada balita. Simpulan
Ada hubungan perilaku cuci tangan dengan kejadian diare. Saran untuk TB-KBTKIT
Salman Al-Farisi dapat meningkatkan Perilaku Cuci Tangan yang baik dan
bena
Hubungan Pola Makan dan Status Gizi dengan Anemia pada Remaja Putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta
Anemia adalah suatu kondisi dimana kadar hemoglobin kurang dari normal. Kadar hemoglobin normal pada remaja putri adalah >12gr%. Anemia pada remaja dapat berdampak pada menurunnya produktivitas kerja, kemampuan akademis di sekolah menurun karena tidak adanya gairah belajar dan konsentrasi, mengganggu pertumbuhan dan tubuh mudah terserang infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dan status gizi dengan anemia pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 76 responden dengan pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa timbangan, alat ukur tinggi badan, alat cek Hb digital dan kuesioner tentang pola makan dengan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil uji statistik didapatkan nilai koefisien korelasi 0,005 dengan signifikansi 0,005 < 0,05 pada pola makan. Hasil uji statistik didapatkan nilai koefisien korelasi 0,037 dengan signifikansi 0,037 < 0,05 pada status gizi dari hasil uji statistik sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pola makan dan status gizi dengan anemia pada remaja putri. Oleh karena itu remaja putri diharapkan dapat memperhatikan pola makan dan asupan gizi seimbang dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan memenuhi semua unsur gizi yang diperluka
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING
Setiap kehamilan dan persalinan selalu mempunyai risiko, dengan kemungkinan bahaya terjadinya komplikasi dalam kehamilan, persalinan dan nifas. Angka kejadian abortus di negara-negara berkembang masih sangat tinggi sekitar 11-13% dari jumlah kelahiran 100.000 per kelahiran hidup. Dan 90% dari kejadian abortus dilakukan secara tidak aman. Tujuan penelitian mengetahui hubungan umur, paritas, pekerjaan, kadar Hb, dan riwayat abortus ibu hamil dengan kejadian abortus di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah semua Ibu hamil yang mengalami Abortus. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling yaitu 59 responden. Alat yang digunakan adalah rekam medis dan lembar pengambilan data. Analisis data menggunakan Chi-Square. Berdasarkan uji statistik umur ibu didapatkan nilai p-value >0,05 = 0,589, uji statistik paritas ibu didapatkan nilai p-value >0,05 = 0,435, uji statistik pekerjaan ibu didapatkan nilai p-value >0,05 = 0,426, uji statistik kadar Hb ibu didapatkan nilai p-value >0,05 = 0,297, uji statistik riwayat abortus didapatkan nilai p-value <0,05 = 0,033. Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan Chi Square dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara umur, paritas, pekerjaan, dan kadar Hb ibu saat hamil dengan kejadian abortus, dan terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat abortus dengan kejadian abortus. Informasi yang didapat dari hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan dalam pengambilan keputusan untuk menyusun rencana strategis yang tepa
HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD SLEMAN
Angka Kematian Ibu (AKI) berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia
(SDKI) tahun 2012 sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup dengan penyebab
terbesar yaitu perdarahan serta penyumbang kematian ibu lainnya yaitu hipertensi,
infeksi, abortus, partus lama dan penyebab secara tidak langsung (penyakit kanker,
jantung, tuberculosis atau penyakit lain yang diderita ibu). Angka kematian maternal
sebesar 87,6 per 100.000 kelahiran yang terjadi di Sleman sebanyak 12 kasus
disebabkan karena perdarahan postpartum yakni paritas ibu. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan paritas dengan kejadian perdarahan postpartum di
RSUD Sleman. Desain penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan case
control, pengumpulan data dimulai dari efek atau akibat yang mungkin terjadi
kemudian diketahui penyebabnya atau variabel yang berpengaruh dengan
membandingkan kelompok kasus dan kelompok kontrol secara retrospektif yakni
menelusuri faktor risikonya (paritas). Sampel 68 dengan 34 sampel kasus dan 34
sampel kontrol. Analisis bivariate yaitu chi square. Hasil analisis didapatkan bahwa
kejadian ibu bersalin dengan paritas berisiko (1 atau >3) yaitu sebanyak 22
responden (64,7%) yang mengalami perdarahan postpartum dan 9 responden
(26,5%) yang tidak mengalami perdarahan postpartum, sedangkan paritas tidak
berisiko (2-3) sebanyak 12 responden (35,3%) yang mengalami perdarahan
postpartum dan 25 responden (73,5%) yang tidak mengalami perdarahan postpartum.
Hasil uji statistic chi square dalam penelitian ini diperoleh nilai p-value 0,002 (pvalue<
0,05), OR 5,093 dan CI: 1,806-14,364. Terdapat hubungan yang signifikan
antara paritas ibu bersalin dengan kejadian perdarahan postpartum di RSUD Sleman.
Diharapkan adanya peningkatan pelayanan antenatal care (ANC) di instansi
kesehatan untuk mendeteksi dini adanya ibu yang berisiko mengalami perdarahan
postpartum dan pemberian asuhan persalinan sesuai standar operasional prosedur
yang ada
PERBEDAAN PENGARUH COUNTERMOVEMENT JUMP DENGAN ISOMETRIC HIP FLEXION EXCERCISES TERHADAP PENINGKATAN VERTICAL JUMP PADA PEMAIN BULUTANGKIS
Intisari
Latar Belakang: Olahraga bulutangkis memerlukan lompatan yang tinggi untuk
melakukan smash,maka diperlukan vertical jump yang baik. Meningkatkan vertical
jump pemain bulutangkis di berikan latihan Countermovement jump yang mampu
meningkatkan kecepatan dan daya ledak otot sedangkan Isometric hip flexion
exercises melatih kekuatan otot dan stabilisasi sendi dalam peningkatan vertical
jump.Tujuan:Penelitian iniuntuk mengetahui perbedaan pengaruh Countermovement
jump dengan Isometric hip flexion excercises terhadap peningkatan vertical jump
pada pemain bulutangkis. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini experimental,
dengan design pre test and post test two group. 20 orang menjadi sampel dengan
sampel simple random sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok
1 mendapatkan perlakuan Countermovement jump, dilakukan 2 kali seminggu selama
6 minggu, kelompok 2 mendapatkan perlakuan Isometric hip flexion excercises,
dilakukan 3 kali seminggu selama 4 minggu. Alat ukur : vertical jump test. Uji
normalitas dengan Shapiro wilk test dan uji homogenitas data dengan Lavene’s test.
Uji Paired samples t-test untuk mengetahui peningkatan vertical jump pada
kelompok 1 dan 2 serta menggunakan Independent samples t-test untuk
komparatibilitas hasil intervensi kelompok 1 dan 2. Hasil: Hasil uji menggunakan
Paired samples t-test pada kelompok 1p= 0,000 (p< 0,05) dan pada kelompok 2p =
0,000 (p< 0,05), hal ini menunjukkan bahwa kedua latihan berpengaruh terhadap
peningkatan vertical jump pada pemain bulutangkismasing-masing kelompok.
Sedangkan hasil komparatibilitas yang menggunakan Independent samples t-test p =
0,571 (p> 0,05) hal ini menunjukkan bahwa perlakuan yang dilakukan pada
kelompok 1 dan 2 tidak memiliki perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap
peningkatan vertical jump pada pemain bulutangkis.Kesimpulan: Tidak ada
perbedaan pengaruhCountermovement jump dengan Isometric hip flexion excercises
terhadap peningkatan vertical jump pada pemain bulutangkis. Saran: Penelitian
selanjutnya untuk menambah waktu penelitian dan meneliti faktor internal kebugaran
fisik dan genetik
GAMBARAN PENGETAHUAN PEREMPUAN TERHADAP PENANGANAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KECAMATAN BANTUL
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) telah menjadi isu global dan telah menjadi
perhatian publik. Kasus ini bagaikan fenomena gunung es, dimana kasus yang
tampak ke permukaan tidak sebanding dengan kasus yang sesungguhnya di lapangan.
Data dari Dinas Sosial Kabupaten Bantul mencatat bahwa kasus KDRT mengalami
peningkatan dari tahun 2016 sebanyak 131 kasus menjadi 163 kasus pada tahun
2017. Data tersebut didapat dari 5 instansi/lembaga yang menangani kasus KDRT di
tahun 2017. Salah satunya lembaga UPTD PPT KKPA yang mendapat laporan
sebayak 103 kasus. UPTD PPT KKPA mencatat kasus KDRT paling banyak dialami
oleh perempuan yaitu 85 kasus (82,52%). Usia korban yang mengalami tindak
kekerasan mulai dari remaja berusia 17 tahun, dewasa, hingga kelompok lansia diatas
60 tahun. Bentuk kekerasan yang terjadi juga beragam, seperti kekerasan fisik,
psikis, perkosaan, pelecehan seksual, pencabulan, penelantaran, eksploitasi serta
trafficking. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan perempuan
tentang KDRT dan penanganannya. Jenis penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis.
Pengambilan sampel di ambil dengan teknik snowball sampling dan dengan
menggunakan key informan sehingga diperoleh sampel sebanyak 7 orang, yang
terdir i dari 5 informan dan 2 key informan. Berdasarkan hasil penelitian mengenai
gambaran pengetahuan perempuan terhadap penanganan kekerasan dalam rumah
tangga, maka dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu: Pengetahuan responden
tentang jenis dan bentuk masih sebatas garis besar saja, informan belum dapat
menyebutkan semua bentuk KDRT, pandangan perempuan terhadap upaya KDRT
juga masih secara garis besar, dan hambatan yang dialami perempuan dalam
mengakses informasi terkait KDRT dan penangananya yaitu semua informan
mengatakan bahwa mereka belum pernah mengikuti sosialisasi yang membahas
mengenai KDRT
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KEPUTIHAN PATOLOGIS DENGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE GENITALIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 MLATI
Latar Belakang: Remaja perempuan pada masa reproduktif akan mengalami
berbagai macam masalah kesehatan reproduksi. Masalah kesehatan reproduksi yang
paling sering dialami dan dikeluhkan oleh remaja perempuan ialah keputihan.
Penyebab keputihan adalah perilaku pencegahan keputihan yang kurang baik, yaitu
hygiene yang buruk. Pengetahuan dan perawatan yang baik dalam menjaga
kebersihan organ reproduksi dapat memelihara kesehatan reproduksi. Sebagai upaya
dalam menjaga kesehatan dan kebersihan organ reproduksi, maka personal hygiene
perlu dilakukan.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pengetahuan tentang keputihan patologis
dengan perilaku personal hygiene genitalia pada remaja putri di SMA Negeri 1
Mlati.
Metode Penelitian: Metode penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dengan
pendekatan waktu cross sectional. Sampel diambil dengan teknik purposive
sampling sebanyak 59 remaja putri kelas XI Di SMA Negeri 1 Mlati. Instrumen
penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Kendall’s
tau.
Hasil Penelitian: Siswi SMA Negeri 1 Mlati memiliki pengetahuan yang baik
tentang keputihan patologis sebanyak 38 orang (64,4%). Siswi SMA 1 Mlati
memiliki perilaku personal hygiene genitalia yang baik sebanyak 43 orang (72,9%).
Hasil uji korelasi Kendall tau diperoleh p-value sebesar 0,018 < ? (0,05) dengan
koefisien korelasi sebesar 0,333.
Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan tentang keputihan patologis dengan
perilaku personal hygiene genitalia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Mlati dengan
keeratan hubungan kategori rendah
PENGARUH RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP KECEMASAN PADA LANSIA DI BALAI PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA ABIYOSO YOGYAKARTA
Latar Belakang: Dampak seseorang memasuki lansia maka ia mengalami
penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Perubahan psikososial pada lansia
meliputi perubahan masa pensiun, perubahan aspek kepribadian, perubahan dalam
peran sosial dimasyarakat, perubahan spiritual, perubahan penurunan fungsi dan
potensial seksual. Hal ini dapat menimbulkan kecemasan bagi lansia. Dengan adanya
gangguan tersebut maka lansia memerlukan pembelajaran agar lansia mampu
mencegah stressor yang berat dengan cara relaksasi progresif.
Tujuan: Mengetahui pengaruh relaksasi progresif mempengaruhi kecemasan pada
lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Abiyoso Yogyakarta.
Metodologi: Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah Quasi Experimental,
dengan desain pretest-postest with contol group. Pengambilan sampel menggunakan
teknik Purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20 responden.
Penelitian ini menggunakan kuisoner. Metode analisis yang digunakan adalah uji
statistik menggunakan uji wilcoxon
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kecemasan pada kelompok
eksperimen sebelum dilakukan relaksasi progresif sebagian besar memiliki
kecemasan berat sebanyak 6 (60%) responden, sesudah dilakukan relaksasi progresif
sebagian besar responden memiliki kecemasan ringan sebanyak 8 (80%) responden.
(2) Terdapat tingkat kecemasan pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah
dilakukan relaksasi progresif, didapatkan nilai p-value didapat 0,008<0,05, tidak
terdapat tingkat kecemasan pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah di Balai
Pelayanan Sosial Tresna Werdha Abiyoso Yogyakarta didapatkan nilai p-value
didapat 0,157<0,05
Simpulan dan Saran: Terdapat perbedaan kecemasan pada kelompok eksperimen
dan kontrol sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi progresif di Balai Pelayanan
Sosial Tresna Werdha Abiyoso Yogyakarta uji statistik mann whitney diperoleh
0,000 <0,05. Bagi responden hendaknya dapat melakukan relaksasi progresif secara
rutin agar tidak terjadi kekambuhan kecemasan