DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Puskesmas Magelang Utara Jawa Tengah
Latar Belakang: Berdasarkan Riskesdas (2013) penyakit hipertensi di Indonesia
memiliki prevalensi kejadian yang tinggi dengan kisaran usia 40-60 tahun sebesar
25,8%. Salah satu pengobatan non farmakologi hipertensi adalah dengan
mengkonsumsi buah naga merah. Kandungan kalium dalam buah naga ini berfungsi
sebagai vasodilator pembuluh darah.
Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian buah naga merah terhadap pasien
hipertensi.
Metode Penelitian: Jenis penelitian eksperimen semu (Quasy Experiment Design)
dengan rancangan non equivalent control group design. Tehnik pengambilan sampel
dengan purposive sampling. Jumlah responden sebanyak 20 orang.
Hasil Penelitian: Hasil analisis statistik paired t-test pada kelompok intervensi
menunjukkan hasil tekanan darah sistolik pre-test post-test dengan nilai p value
0,000, diastolik dengan p value 0,024. Adapun pada kelompok kontrol, p value
tekanan darah sistolik sebesar 1,000, diastolik sebesar 0,678. Hasil uji independent ttest menujukkan ada perbedaan tekanan darah sistolik post test pada kelompok
intervensi dan kelompok kontrol yang ditunjukkan dengan nilai p value sebesar
0,000.
Simpulan: Ada pengaruh pemberian buah naga merah terhadap tekanan darah pasien
hipertensi.
Saran: Penderita hipertensi diajurkan dapat mengkonsumsi buah naga merah sebagai
obat alternatif alami untuk menurunkan tekanan darah tinggi
Hubungan Ekspresi Emosi Keluarga Dengan Kekambuhan Pada Pasien Skizofrenia Di RSJ Grhasia DIY
Latar belakang: Skizofrenia merupakan suatu gangguan mental yang berat yang
dialami sebagian besar masyarakat di dunia dan membutuhkan perawatan yang
khusus. Perawatan pasien skizofrenia sering menjadi beban bagi keluarga, fisik, dan
emosional. Ekspresi emosi yang berlebih seperti sering mengkritik pasien yang
terkadang akan membuat pasien kembali kembuh.
Tujuan: diketahuinya hubungan ekspresi emosi keluarga dengan kekambuhan pada
pasien skizofrenia di RSJ Grhasia DIY.
Metode penelitian: penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan
rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah keluarga pasien dengan
skizofrenia yang berkunjung di poliklinik jiwa RSJ Grhasia DIY dengan sampel 45
responden, teknik pengambilan sampel dengan accindental sampling. Pengambilan
data dilakukan dengan kuesioner. Analisis data untuk mengetahui adanya hubungan
antar variabel, digunakan uji Chi Square.
Hasil: Sebagian besar atau 34 keluarga memiliki ekspresi emosi yang tinggi dan
hanya sebagian kecil dari 11 responden yang memiliki ekspresi emosi yang rendah.
Sebanyak 32 orang tidak mengalami kekambuhan dalam 1 tahun terakhir, sedangkan
sebanyak 13 orang mengalami kekambuhan. Hasil analisis Chi Square didapatkan
nilai p value 0,096 (pv>0,05) berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara
ekspresi emosi keluarga dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di RSJ Grhasia
DIY.
Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ekspresi emosi keluarga
dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di RSJ Grhasia DIY.
Saran: Keluarga diharapkan mampu merawat pasien skizofrenia dengan tidak sering
mengkritik pasien dan tidak menunjukkan ekspresi emosi yang berebi
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Frekuensi Kekambuhan pada Pasien Skizofrenia Di RSJ Grhasia Yogyakarta
Latar Belakang: skizofrenia merupakan gangguan psikotik berat serta cendrung
bersifat kronis sehingga memerlukan perawatan jangka panjang. Karakteristik
skizofrenia yang memerlukan perawatan secara berkelanjutan dan terus menerus
sering menyebabkan penderita rentang mengalami kekambuhan. Kekambuhan yang
dialami penderita sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan
frekuensi kekambuhan pada pasien skizofrenia di RSJ Grhasia Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional
dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan
purposive sampling didpatkan 92 responden. Instrumen penelitian menggunakan
kuesioner dukungan keluarga dan rekam medis pasien. Analisa data menggunakan
uji Korelasi Kendall Tau.
Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (67,4%)
pasien memiliki dukungan keluarga yang tinggi, (53,3%) pasien skizofrenia memiliki
frekuensi kekambuhan sedang. nilai p-value sebesar 0,015<0,05 dan nilai koefisien
korelasi 0,248 (rendah).
Simpulan dan Saran: Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga
dengan frekuensi kekambuhan pada pasien skizofrenia di RSJ Grhasia Yogyakarta.
Diharapkan keluarga selalu mendampingi pasien saat berobat dan memberikan
dukungan yang baik
Hubungan Tingkat Kesepian Dengan Stres Pada Lansia Di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Kasongan Bantul Yogyakarta
Latar Belakang: Lanjut usia merupakan kelompok usia pada manusia yang telah
memasuki tahapan akhir dari bagian kehidupannya dan akan mengalami suatu proses
yang disebut dengan Aging process. Lansia secara alami akan mengalami perubahan
baik fisik, sosial, dan psikologis yang dapat menimbulkan stres pada lansia salah
satunya adalah kesepian. Aktivitas manusia setiap hari tidak dapat terhindar dari stres
ditunjukkan pada persentase stres lansia di Yogyakarta sebesar 12,5%.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kesepian dengan stres pada lansia di
Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Kasongan Bantul Yogyakarta.
Metode Peneliatan: Studi deskriptif korelasional dengan pendekatan cross
sectional. Subjek penelitian adalah seluruh lansia yang tinggal di Balai Pelayanan
Sosial Tresna Werdha Kasongan Bantul Yogyakarta dengan sampel 36 responden,
teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Pengambilan data mengenai
tingkat kesepian menggunakan kuesioner UCLA loneliness scale, sedangkan stres
menggunakan DASS 42. Analisis data menggunkan Chie Square.
Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa sebagian besar lansia di Balai Pelayanan
Sosial Tresna Werdha Kasongan Bantul Yogyakarta mengalami kesepian kategori
sedang sebanyak 13 respoden (36,1%). Sedangkan stres pada lansia Sebanyak 20
responden (55,6%) mengalami stres. Hasil analisis chi square didapatkan nilai
0,006<? (0,05) dengan koefisien kontingensi sebesar 0,468 menunjukkan keeratan
hubungan dalam rentang sedang.
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan tingkat kesepian dengan stres pada lansia
di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Kasongan Bantul Yogyakarta, oleh sebab
itu disarankan kepada petugas Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Kasongan
Bantul Yogyakarta untuk mengidentifikasi penghuni panti yang mengalami
gangguan psikologis
Hubungan Karakteristik Keluarga dengan Status Gizi Anak Balita Di Desa Pleret Panjatan Kulon Progo
Latar Belakang: Permasalahan gizi balita masih menjadi masalah utama dalam
pembangunan kependudukan di masyarakat dan secara nasional mendekati
prevalensi tinggi. Asupan gizi seimbang terkadang tidak bisa dipenuhi oleh anak
karena faktor karakteristik keluarga. Ketidakseimbangan gizi tersebut menyebabkan
gangguan pertumbuhan yang berlanjut apabila tidak ditangani sedini mungkin.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara karakteristik keluarga dengan status gizi pada
anak balita di Desa Pleret Panjatan Kulon Progo.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan
cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Stratified
Random Sampling dengan jumlah 75 responden. Alat yang digunakan untuk
pengumpulan data adalah kuesioner, timbangan berat badan, dan buku KIA. Analisis
bivariat menggunakan Kendall Tau dan multivariat dengan Regresi Logistik Ordinal.
Hasil Penelitian: Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan
antara umur ibu (p = 0,043), pekerjaan ibu (p = 0,036) dan pendapatan keluarga (p =
0,029) dengan status gizi anak balita. Namun tidak terdapat hubungan antara
pendidikan ibu (p = 0,188), pengetahuan ibu (p = 0,232) dan jumlah anak (p = 0,128)
dengan status gizi anak balita. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pekerjaan
ibu (p = 0,024; OR = 0,460) merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan
status gizi anak balita.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan antara umur ibu, pekerjaan ibu, dan
pendapatan keluarga dengan status gizi anak balita di Desa Pleret Panjatan Kulon
Progo tahun 2018. Disarankan untuk ibu yang memiliki anak balita agar dapat
memperhatikan keseimbangan gizi dengan melihat kualitas dan kuantitas asupan
makanan, sehingga derajat kesehatan dapat meningkat
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA DUSUN PUNDUNG NOGOTIRTO GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA
Latar belakang: Hipertensi merupakan keadaan yang ditandai dengan peningkatan
tekanan darah ?140/90 mmHg. Kejadian hipertensi di Indonesia khususnya daerah
kota Yogyakarta tergolong sangat tinggi. Terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhinya seperti usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), riwayat
keluarga dan gaya hidup.
Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi di
Posyandu Lansia Dusun Pundung Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif
korelatif dan menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Sampel yang
digunakan pada penelitian ini berjumlah 40 lansia yang menderita hipertensi dengan
teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Instrument penelitian ini adalah
kuesioner tentang faktor-faktor terkait dengan kejadian hipertensi. Metode analisis
yang digunakan adalah kendall tau.
Hasil penelitian: Ada hubungan usia (0,032), riwayat keluarga (0,042) dan gaya
hidup (0,007) dengan kejadian hipertensi. Tidak terdapat hubungan jenis kelamin
(0,815), indeks massa tubuh (IMT) (0,142) dengan kejadian hipertensi. Faktor yang
paling dominan mempengaruhi kejadian hipertensi yaitu riwayat keluarga (4,082)
Simpulan:Ada hubungan usia,riwayat keluarga dan gaya hidup dengan kejadian
hipertensi di Posyandu Lansia Dusun Pundung Nogotirto Gamping Sleman
Yogyakarta.
Saran:Responden yang mengalami hipertensi atau yang memiliki tekanan darah
?140/90 mmHg untuk lebih mengontrol tekanan darah dan melakukan pencegahan
yang sesuai seperti menerapkan gaya hidup yang sehat mengatur pola, melakukan
aktivitas fisik yang sesuai, tidak merokok, istirahat yang cukup dan menghindari
stres
Hubungan Penerimaan Keluarga Dengan Frekuensi Kekambuhan Pada Pasien Skizofrenia Di RSJ Grhasia DIY
Latar Belakang: Gangguan jiwa adalah kumpulan gejala baik itu secara psikologis
maupun tingkah laku. Salah satu bentuk dari gangguan jiwa adalah skizofrenia.
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kekambuhan salah satunya yaitu
penerimaan keluarga yang mempunyai beberapa aspek diantaranya menyadari
keadaan anak, pandangan terhadap anak, permasalahan yang timbul, pandangan
pihak luar terhadap kondisi anak dan penerimaan diri.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan penerimaan keluarga dengan frekuensi
kekambuhan pada pasien skizofrenia di poliklinik RSJ Grhasia DIY.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis
penelitian korelasi dan menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Sampel
dalam penelitian ini berjumlah 92 keluarga yang menemani pasien rawat jalan
dengan menggunakan teknik pengambilan accidental sampling. Instrumen dalam
penelitian ini adalah kuesioner penerimaan keluarga. Analisis yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Kendall Tau.
Hasil Penelitian: Ada hubungan antara penerimaan keluarga dengan frekuensi
kekambuhan pada pasien skizofrenia di RSJ Grhasia DIY (p=-0,235). Dari hasil
penelitian menunjukkan penerimaan keluarga kategori buruk paling mendominasi
sebesar 52,2%.
Simpulan: Ada hubungan antara penerimaan keluarga dengan frekuensi
kekambuhan pada pasien skizofrenia di poliklinik RSJ Grhasia DIY. Penerimaan
buruk akan mempengaruhi frekuensi kekambuhan lebih tinggi.
Saran: Keluarga yang memiliki anggota menderita skizofrenia agar memberikan
dukungan dan penerimaan yang baik untuk meminimalkan frekuensi kekambuha
HUBUNGAN BERAT BAYI LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI PUSKESMAS MLATI II SLEMAN YOGYAKARTA
Ruptur perineum merupakan penyebab tidak langsung kematian ibu diseluruh dunia karena mengakibatkan terjadinya perdarahan postpartum. Salah satu penyebab perdarahan adalah atonia uteri sedangkan ruptur perineum merupakan penyebab kedua yang hampir terjadi pada setiap persalinan pervaginam. Tujuan untuk mengetahui hubungan berat bayi lahir dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin normal di Puskesmas Mlati II Sleman Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan studi korelasi dengan pendekatan retrospektif study. Lokasi penelitian di Puskesmas Mlati II Sleman Yogyakarta. Jumlah sampel 124 dengan teknik pengambilan total sampling. Uji Hipotesis menggunakan Kendall’s Tau dan pengujian hubungan dengan koefisien korelasi. Hasil uji statistik Kendall’s Tau nilai p value <0,05 yang diperoleh p value 0.006 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak dan nilai koefisien korelasi 0.238 dengan tingkat keeratan hubungan rendah. Simpulan dan saran yaitu ada hubungan antara berat bayi lahir dengan kejadian ruptur perineum pada persalinan normal di Puskesmas Mlati II Sleman. Diharapkan tenaga kesehatan di Puskesmas Mlati II Sleman pada saat memimpin persalinan sesuai standar 60 langkah AP
Peer Review Hubungan Pelatihan dengan Perilaku Bidan dalam Melakukan Pencegahan Pendarahan Postpartum di Kabupaten Bantul
GAMBARAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI INTRA UTERINE DEVICE (IUD) DI PUSKESMAS JETIS KOTA YOGYAKARTA
Intra Uterine Device (IUD) merupakan alat kontrasepsi yang digunakan dalam
program Keluarga Berencana di Indonesia. Keunggulan IUD umumnya hanya
memerlukan satu kali pemasangan tidak memerlukan medis teknik yang sulit, kontrol
medis yang ringan, tidak menimbulkan efek sistemik, alat ekonomis, efektifitas
cukup tinggi, pulihnya kesuburan setelah AKDR dicabut berlangsung baik.
Berdasarkan studi kasus yang dilakukan di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta pada
Juli – November 2016 sebanyak 50 akseptor IUD aktif. Diketahuinya gambaran
pemilihan kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di Puskesmas Jetis Kota. Jenis
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif non analitik yakni
menggambarkan keadaan obyek penelitian seperti apa adanya dalam jangka waktu
tertentu tanpa melakukan eksperimen. Metode ini dilakukan dengan tujuan utama
membuat gambaran atau diskripsi tentang suatu keadaan secara obyektif. Pada
penelitian ini terdapat 50 populasi sehingga teknik sampling yang digunakan adalah
total sampling. Hasil menunjukkan Gambaran factor – factor di Puskesmas Jetis Kota
Yogyakarta mayoritas baik. Responden yang memiliki pengetahuan baik (84%),
responden yang mendapat dukungan suami (78%), dan ibu yang memiliki sikap
positif terdapat (90%). Di harapkan hasil penelitian ini dapat memberikan
pengetahuan pada akseptor KB IUD bahwa dengan menggali informasi terlebih
dahulu sangat diperlukan dalam memilih penggunaan alat kontrasepsi yang lebih
efektif dan melakukan kunjungan ulang pacsa pemasangan IUD sesuai jadwal yang
sudah ditentukan tenaga kesehatan