DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
GAMBARAN KESIAPAN PERSALINAN IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS NGAGLIK I SLEMAN YOGYAKARTA
Angka Kematian Ibu di Indonesia tahun 2011 sebanyak 228/100.000 kelahiran hidup dan mengalami peningkatan tahun 2012 menjadi 359/100.000 kelahiran hidup. Pelayanan antenatal merupakan pilar kedua di dalam safe motherhood yang merupakan sarana agar ibu lebih siap menghadapi persalinan. Ketidaksiapan ibu menghadapi persalinan menjadi salah satu penyebab tingginya AKI. Kesiapan persalinan meliputi persiapan fisik, psikologis, finansial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesiapan persalinan ibu hamil Trimester III di Puskesmas Ngaglik I Sleman Yogyakarta. Desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil Trimester III. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Accidental Sampling dan di dapatkan 41 responden penelitian. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Diperoleh hasil dengan karakteristik umur responden 20-35 tahun yaitu sebanyak 33 (80,5%), paritas multipara 24 (58,5%), pendidikan SMA 19 (46,3%), pekerjaan tidak bekerja yaitu sebanyak 32 orang (78,0%) sedangkan pendapatan < 1.297.700 sebanyak 33 (80,5 %) responden dan kesiapan persalinan yaitu responden yang siap sebanyak 33 (80,5 %). Hasil uji statistik menggunakan SPSS V.16. Diharapkan agar ibu hamil trimester III dapat memeriksakan kehamilanya secara rutin ke tempat pelayanan agar mendapat informasi mengenai persiapan persalinan dengan baik, sehingga dapat memaksimalkan kesiapan ibu dalam menghadapi proses persalinan
HUBUNGAN USIA DENGAN PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO CAESAREA (SC) PADA IBU NIFAS DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING
Survey World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa angka kejadian infeksi luka operasi di dunia berkisar antara 5% sampai 15% (WHO, 2015). Bahaya infeksi menjadi Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia yang menjadi salah satu indikator derajat kesehatan perempuan masih tinggi. AKI di Indonesia merupakan yang paling tinggi di ASEAN. Survei terakhir SDKI tahun 2012 menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu di Indonesia mencapai 228/100.000 kelahiran hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dengan penyembuhan luka post sc pada ibu nifas di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Desain penelitian ini adalah analisis korelasi yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas (usia) dengan variabel terikat (penyembuhan luka post sc) dengan pendekatan retrospektif study yaitu suatu penelitian yang menggunakan atau melihat data atau catatan yang pernah dilakukan pada masa yang lalu (Notoadmojo, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas post sc di RS PKU Muhammadiyah Gamping dari bulan Januari-Mei tahun 2017 sebanyak 78 ibu nifas. Pengambilan sampel pada penelitian ini secara kuota sampling yaitu adalah teknik untuk menentukan sample dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan yang memenuhi kriteria. Sampel pada penelitian ini berjumlah 78 sampel. Hasil analisis Chi Square dengan nilai kontingensi sebesar 0,838 yang mana diintrepretasikan memiliki tingkat hubungan antara usia dengan penyembuhan luka post sc di RS PKU Muhammadiyah Gamping tahun 2017 sehingga didapatkan kesimpulan tingkat keeratan hubungan Usia merupakan suatu faktor proses penyembuhan luka. Kecepatan perbaikan sel berlangsung sejalan dengan pertumbuhan atau kematangan usia seseorang, namun selanjutnya proses penuaan dapat memperlambat proses perbaikan sel sehingga dapat memperlambat proses penyembuhan luka. Diharapkan Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dalam pelayanan penyembuhan luka post sc sehingga pencegahan infeksi bisa dilakukan secara cepat
GAMBARAN KEPATUHAN IBU BEKERJA DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA
Menurut penelitian Rahmawati (2016) yang memiliki inisiatif untuk memberikan tambahan makanan seperti susu formula adalah tenaga kesehatan (83,6%), inisiatif ibu sendiri (12,4%) dan orang tua/mertua ibu/nenek bayi (11,9%). Ketika bayi menangis, ibu mengaitkan dengan kelaparan dan berfikir bahwa ASI yang diberikan tidak cukup, sehingga ibu ada yang memberikan makanan tambahan seperti susu formula (84%), madu (8,4%) dan pisang (4,7%) . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan karyawan dan dosen dalam pemberian ASI eksklusif di UNISA yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif, dengan menggunakan metode cross sectional, populasi sebesar 30 orang dengan Pengambilan subjek penelitian menggunakan tekhnik total sampling didapatkan 30 responden sebagian besar responden tidak memberikan ASI eksklusif pada ibu bekerja di UNISA Yogyakarta yaitu sebanyak 22 responden (73,3%) sedangkan yang ASI eksklusif hanya 8 responden (26,7%),30 responden sebagian besar responden patuh memberikan ASI eksklusif pada ibu bekerja di UNISA Yogyakarta yaitu sebanyak 19 responden (63,3%) dan 11 responden lainnya kurang patuh (36,7%) . Dari hasil penelitian ini diharapkan kampus UNISA Yogyakarta dapat menyelenggarakan sosialisasi pemberian materi tentang ASI eksklusif untuk semua dosen ataupun karyawan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL
Angka Kematian Ibu menjadi indikator dalam menentukan derajat kesehatan
perempuan. Angka Kematian Ibu di Daerah Istimewa Yogyakarta meningkat pada
tahun 2016 dari 29 orang menjadi 39 orang dimana kasus terbanyak terjadi di
Kabupaten Bantul. Salah satu penyebab utama kematian pada ibu adalah perdarahan
yang diantaranya disebabkan oleh plasenta previa. Beberapa faktor yang
meningkatkan risiko terjadinya plasenta previa yaitu usia ibu, paritas, dan riwayat
sectio caesaria. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian
plasenta previa di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Penelitian kuantitatif dengan
metode observasi analitik. Rancangan yang digunakan adalah case control
menggunakan pendekatan retrospektif. Teknik pengambilan sampel secara Purposive
Sampling. Responden pada penelitian ini berjumlah 78 responden. Analisa data
menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan usia beresiko
(35 tahun) pada kelompok kasus sebanyak 22 responden (28,2%) dan usia
tidak beresiko (20-35 tahun) pada kelompok kontrol sebanyak 26 responden (33,6%),
paritas multigravida pada kelompok kasus sebanyak 37 responden (47,4%) dan pada
kelompok kontrol sebanyak 26 responden (33,3%). Ibu yang memiliki riwayat sectio
caesarea pada kelompok kasus lebih besar daripada kelompok kontrol yaitu
sebanyak 12 responden (15,4%). Berdasarkan hasil uji chi square didapatkan hasil
usia (p= 0,040), paritas (p= 0,002),dan riwayat sectio caesarea (p= 0,001). Terdapat
hubungan yang signifikan antara usia, paritas, dan riwayat sectio caesarea dengan
kejadian plasenta previa di RSUD Panembahan Senopati Bantul
HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU NIFAS NORMAL DI PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA
Paritas mempunyai pengaruh terhadap kejadian ruptur perineum. Ruptur perineum yang di sebabkan oleh paritas dapat terjadi akibat tidak adanya keelastisan perineum karna sebanyak 85 % wanita melahirkan pervaginam dapat mengalami ruptur perineum.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paritas dengan kejadian ruptur perineum pada ibu nifas normal di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta.Penelitian ini menggunakan metode studi korelasi dan menggunakan pendektan retrospektif study. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 102 responden dengan teknik purporsive sampling. Alat pengambilan data menggunakan data sekunder dan analisis data dengan Kendall’s Tau. Hasil dari penelitian ini adalah nilai koefisien korelasi 0,303 dengan signifikansi 0,002 < 0,05 . Disimpulkan bahwa ada hubungan antara hubungan antara paritas dengan kejadian ruptur perineum pada persalinan normal di Puskesmas Tegalrejo. Diharapkan bagi ibu bersalin agar selalu rutin memeriksakan kehamilannya memantau kesejahteraan janinnya, dan bisa ikut melakukan senam hamil agar melatih otot perineum saat persalinan
HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD)TERHADAP KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KELENGKAPAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Latar Belakang: Pengetahuan Merupakan Kumpulan Informasi yang Di pahami,Di
peroleh dari proses belajar selama hidup dan di guanakan sebagai alat penyesuaian
diri sendiri maupun lingkungan. Pendokumentasian yang tidak dilakukan dengan
benar dapat menurunkan mutu pelayanan keperawatan karena tidak dapat
mengidentifikasi sejauh mana tingkat keberhasilan asuhan keperawatan yang telah
diberikan. Hasil Data dari salah satu RS Di Yogyakarta diperoleh data bahwa selama
bulan Januari. Sampai dengan Januari 2018 terdapat 160 dokumentasi asuhan
keperawatan didapatkan ketidaklengkapan dokumentasi keperawatan 50%,
ketidaklengkapan dokumentasi tindakan keperawatan 60% dan ketidaklengkapan
dokumentasi evaluasi tindakan keperawatan 65%.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan
kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan di RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan
pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 90 orang. Teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan
adalah Kuisioner tentang pengetahuan dan instrument A.
Hasil: Pengetahuan perawat mengenai pendokumentasian asuhan keperawatan
termasuk kategori cukup, yaitu sebesar 55,6%, Kelengkapan pendokumentasian
asuhan keperawatan termasuk dalam kategori kurang, yaitu sebesar 40,0%, Terdapat
hubungan antara pengetahuan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan
keperawatan (p=0,026).
Simpulan dan saran : Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kelengkapan
pendokumentasian asuhan keperawatan,dengan nilai p value sebesar 0,026.
Meningkatkan sosialisasi, pengawasan, evaluasi terhadap pelaksanaan
pendokumentasian
GAMBARAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HIPERTENSI DI DUSUN CLAPAR III HARGOWILIS KOKAP KULON PROGO YOGYAKARTA
Latar Belakang: Tekanan darah dihasilkan dari kekuatan darah dalam
mendorong dinding pembuluh darah arteri yang dipompa oleh jantung. Semakin
tinggi tekanan, semakin keras jantung harus memompa. Hipertensi yang dibiarkan
tidak terkendali dapat menyebabkan serangan jantung, pembesaran jantung dan
akhirnya gagal jantung. Manajemen hipertensi dapat dilakukan salah satunya
dengan cara non farmakologi. Cara mengontrol hipertensi secara non farmakologi
diantaranya adalah mengontrol pola makan, mengurangi asupan garam,
melakukan manajemen stres, serta melakukan aktivitas fisik.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor
yang mempengaruhi hipertensi di dusun Clapar III Hargowilis Kokap Kulon
Progo Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif
deskriptif dan terdapat populasi sebesar 137 orang dengan pengambilan subjek
penelitian menggunakan tekhnik total sampling didapatkan 137 penderita
hipertensi di wilayah dusun Clapar III Hargowilis Kokap Kulon Progo.
Hasil Penelitian: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak
84 responden. Sebagian besar berumur 36-45 Tahun sebanyak 57 responden.
Paling banyak bekerja sebagai karyawan swasta sebanyak 58. Pendidikan paling
banyak responden berpendidikan SD sebanyak 38 responden. Paling banyak
memiliki IMT kurus sebanyak 48 responden sedangkan paling sedikit obesitas
sebanyak 17 responden. Karakteristik kebiasaan merokok paling banyak perokok
sedang sebanyak 49 responden. Paling banyak memiliki tingkat stres ringan
sebanyak 82 responden.
Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian paling banyak faktor yang mempengaruhi
hipertensi adalah faktor kebiasaan merokok dan faktor stres.
Saran: Dari hasil penelitian ini diharapkan mempertajam sasaran program bagi
kader desa sehingga dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah dalam
menentukan arah kebijakan menanggulangi kejadian hipertensi
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN TINGKAT KEKAMBUHAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS SEYEGAN SLEMAN YOGYAKARTA
Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang
membutuhkan perhatian karena dapat menyebabkan kematian. WHO mencatat pada
tahun 2015 terdapat sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi. Hasil
Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, menyebutkan bahwa prevalensi hipertensi di
Indonesia cenderung meningkat menjadi 34,1% yang didapat melalui pengukuran
tekanan darah pada usia 18 tahun ke atas. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan D.I
Yogyakarta tahun 2015 didapatkan jumlah kasus hipertensi tertinggi pada penduduk
D.I Yogyakarta yaitu di Kabupaten Sleman sebesar 33,22% .
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan tingkat
kekambuhan pada penderita hipertensi di Puskesmas Seyegan Sleman Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain penelitian
deskriptif korelatif dan menggunakan metode pendekatan cross sectional.
Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling, berjumlah 66
responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner DASS 42 dan data rekam
medis puskesmas, analisis data menggunakan Kendall tau.
Hasil Penelitian: Tingkat stres pada responden di Puskesmas Seyegan Sleman
Yogyakarta sebagian besar dalam kategori sedang yaitu sebanyak 26 responden
(39,4%) sedangkan tingkat kekambuhan responden sebagian besar sering mengalami
kekambuhan yaitu sebanyak 37 responden (56,1%). Hasil penelitian terdapat
hubungan antara tingkat stres dengan tingkat kekambuhan pada penderita hipertensi
di Puskesmas Seyegan Sleman Yogyakarta dengan p-value sebesar 0,002 <0,05 dan
dengan keeratan hubungan rendah (0,353).
Simpulan dan Saran: Ada hubungan antara tingkat stres dengan tingkat
kekambuhan pada penderita hipertensi di Puskesmas Seyegan Sleman Yogyakarta.
Diharapkan penderita hipertensi dapat mengontrol tingkat stres dengan baik dan
kondisi yang dapat memicu terjadinya kekambuhan
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP SIKAP REMAJA DALAM PENCEGAHAN SEKS PRANIKAH DI SMK NEGERI 2 SEWON BANTUL YOGYAKARTA
Latar Belakang: Sikap remaja merupakan awal terjadinya permasalahan dalam
kesehatan reproduksi remaja. Sikap remaja yang semakin permisif terhadap
hubungan seks pranikah terbukti dari perilaku seksual remaja yang semakin
meningkat. Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor penting pada perilaku
seksual karena memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk kepribadian anak.
Terdapat 276 kasus angka kehamilan diluar nikah terjadi di Bantul.
Tujuan Penelitian: Diketahuinya hubungan hubungan pola asuh orang tua terhadap
sikap remaja dalam pencegahan seks pranikah di SMK Negeri 2 Sewon Bantul
Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain
korelasi dan pendekatan waktu cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan
teknik Proportionate stratified random sampling. Sampel berjumlah 57 responden.
Instrumen yang digunakan untuk mengukur pola asuh orang tua dan sikap
pencegahan seks pranikah di adopsi dari kuesioner peneliti sebelumnya. Analisis
data yang digunakan uji Chi Square.
Hasil Penelitian: Pola asuh demokrasi sebanyak 46 responden (80,7%), otoriter
sebanyak 8 responden (14%), dan permisif sebanyak 3 responden (5,3%). Sikap
pencegahan seks pranikah baik sebanyak 48 responden (84,2%), dan sikap
pencegahan seks pranikah cukup sebanyak 9 responden (15,8%). Hasil uji chi square
hubungan pola asuh orang tua dengan sikap pencegahan seks pranikah p-value 0,000
(p< 0,05) dan nilai koefesien -0,407.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan yang signifikan dan keeratan hubungan yang
sedang antara pola asuh orang tua terhadap sikap remaja dalam pencegahan seks
pranikah di SMK Negeri 2 Sewon Bantul Yogyakarta. Diharapkan bagi siswa di
SMK Negeri 2 Sewon Bantul Yogyakarta mampu mempertahankan sikap
pencegahan seks pranikah yang baik dan yang belum pernah mendapatkan informasi
tentang kesehatan reproduksi untuk lebih aktif dalam meningkatkan pengetahuan
tentang pencegahan seks pranikah, sehingga dapat membentuk sikap positif salah
satunya yaitu dengan tidak melakukan seks pranikah