DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Dengan Hipertensi di BPSTW Budi Luhur Kasongan Bantul
Latar belakang: Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah seseorang di
atas normal yang dapat mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan
angka kematian (mortalitas)
Tujuan: Mengetahui efektifitas teknik relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah
lansia dengan hipertensi.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode Quasi Eksperimen dengan
bentuk rancangan Pretest-Posttest Control Grup Design, dengan 1 kelompok
eksperimen dan 1 kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non
probability sampling dengan metode total sampling dengan jumlah sampel 20 responden
Hasil: Uji Paired Sampel T-test menunjukkan perbedaan pada kelompok eksperimen
yang bermakna pada tekanan darah sistolik dengan p value 0,000 dan tekanan darah
diastolik p value 0,001, p<0,05. Uji Paired Sampel T-test pada kelompok kontrol
menunjukkan tekanan darah sistolik dengan p value 0,104 dan tekanan darah diastolik p
value 0,104, p>0,05, yang berarti tidak ada perbedaan pada kelompok tersebut
Simpulan dan saran: Relaksasi otot progresif efektif terhadap penurunan tekanan pada
lansia dengan hipertensi pada kelompok eksperimen dan tidak ada perbedaan tekanan
darah pada kelompok kontro
Hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap kekerasan dalam pacaran pada siswi SMK YPKK 1 Sleman
Kekerasan dalam pacaran adalah perilaku yang agresif, kasar, dan membatasi dalam
hubungan pacaran secara sadar maupun tidak sadar yang berefek fisik maupun psikis
hingga kematian. Prevalensi kekerasan oleh pasangan dalam rentang usia 10-29 tahun
di seluruh dunia sebanyak 43%, sedangkan di Indonesia mencapai 1.815 kasus.
Domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang yaitu dengan
pengetahuan yang baik agar menciptakan perilaku dan sikap yang baik. Pengetahuan
dan sikap yang baik dapat betujuan untuk mengurangi kasus kekerasan dalam pacaran
yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan
sikap remaja putri terhadap kekerasan dalam pacaran pada siswi SMK YPKK 1
Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross
sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling dengan
kriteria inklusi dan eksklusi sebesar 86 responden Siswi SMK YPKK 1 Sleman tahun
pelajaran 2022/2023 yang sedang atau pernah mempunyai hubungan/pacaran. Uji
statisik yang dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian yang diperoleh
dari 86 responden, didapatkan hasil ada hubungan antara pengetahuan terhadap
kekerasan dalam pacaran pada Siswi SMK YPKK 1 Sleman dengan p value 0,047
(p<0,05) dan ada hubungan antara sikap terhadap kekerasan dalam pacaran pada Siswi
SMK YPKK 1 Sleman dengan p value 0,004 (p<0,05). Ada hubungan pengetahuan
dan sikap remaja putri terhadap kekerasan dalam pacaran pada Siswi SMK YPKK 1
Sleman keduanya dengan tingkat keeratan hubungannya rendah. Diharapkan pihak
instansi pendidikan untuk meningkatkan pemberian informasi terkait kesehatan
reproduksi remaja khususnya mengenai kekerasan dalam pacaran supaya
meminimalisir terjadinya kekerasan dalam pacaran
Pengaruh pemberian brain gym dan board game (puzzle) terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia di PSTW Budi Luhur Bantul
Latar Belakang : Proses penuaan merupakan proses yang berhubungan
dengan umur seseorang. Manusia mengalami perubahan sesuai dengan
bertambahnya umur. Salah satu sistem tubuh yang mengalami kemunduran
adalah system kognitif. Hal ini karena penuaan menyebabkan perubahan
anatomi, seperti penyusutan otak dan perubahan biokimia pada sistem saraf
pusat (SSP) sehingga dengan sendiri dapat menyebabkan penurunan kognitif.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian brain gym dan board game
(puzzle) terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia. Metode Penelitian
: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasi experimental dengan
rancangan pre and post test one group design. Sampel penelitian ini adalah
lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Unit Budi Luhur Bantul yang
berusia lebih dari 60 tahun. Subyek penelitian ini berjumlah 20 orang yang
akan dijadikan dalam satu kelompok intervensi brain gym dan board game
(puzzle) selama 12 kali pertemuan selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali
dalam seminggu. Alat ukur fungsi kognitif yang digunakan adalah Mini Mental
State Examination (MMSE). Hasil : Hasil uji menggunakan Paired Samples
T-Test adalah p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti bahwa ada pengaruh brain gym
dan board game (puzzle) terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia.
Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian brain gym dan board game (puzzle)
terhadap peningkatan kognitif lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW)
Unit Budi Luhur Bantul. Saran : Diharapkan kepada profesi fisioterapi dapat
menggunakan brain gym dan board game (puzzle) sebagai intervensi dalam
menangani permasalahan fungsi kognitif pada lansi
Hubungan Perilaku Bully dengan Tingkat Depresi Pada Remaja di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Kabupaten Sleman
Latar belakang: Perilaku bully adalah tindakan menyakiti, membuat trauma dan
melemahkan individu atau kelompok orang yang dianggap lemah fisik atau mental
dalam mempertahankan kekuasaannya. Depresi merupakan hal yang biasa terjadi
pada remaja namun sering kali diabaikan. Hal ini dikarenakan remaja dianggap
memiliki sensitivitas perasaan yang berlebihan, mood yang berubah-ubah dan
timbulnya gejala depresi bersifat fluktuatif.
Tujuan: Mengetahui gambaran hubungan antara perilaku bully dengan tingkat
depresi pada remaja di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Kabupaten Sleman.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain pendekatan Cross Sectional terhadap 74
siswa-siswi di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Kabupaten Sleman dari kelas VII,
VIII dan IX menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan
adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang
digunakan terdiri dari analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan
analisis bivariat untuk mengetahui hubungan diantara dua variabel yang diteliti
dengan menggunakan Spearman Rank.
Hasil: Kategori terbanyak yakni kategori ringan dengan jumlah 65 responden
(87.8%), selanjutnya kategori sedang yaitu sebanyak 9 responden (12.2%), kemudian
kategori paling rendah adalah kategori berat dan kategori sangat berat dengan jumlah
0% atau 0 responden. Nilai p-value 0.011 (>0,05), Keeratan hubungan adalah cukup
(τ = 0,294) dengan arah hubungan positif atau searah.
Simpulan dan Saran: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku
bully dengan tingkat depresi pada remaja di SMP Muhammadiyah 2 Gamping
Kabupaten Sleman, dijadikan bahan referensi bagi mahasiswa dan juga dosen
keperawatan
Hubungan antara minat belajar dengan motivasi belajar pada siswa SMP Negeri 2 Sewon
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara minat belajar
dengan motivasi belajar pada siswa SMP. Subjek peelitian ini adalah siswa SMP
Negeri 2 Sewon yang berjumlah 130 siswa terdiri dari 49 siswa laki-laki dan 81
siswa perempuan. Adapun karakteristik subjek antara lain adalah : 1) Bersekolah di
SMP Negeri 2 Sewon, 2) Merupakan siswa SMP Negeri 2 Sewon. Teknik
pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Quota Random Sampling. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional dan
metode analisis yang digunakan adalah Teknik deskriptif analisis. Pengumpulan data
dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan skala minat belajar dan skala
motivasi belajar. Hasil menunjukan bahwa subjek memiliki tingkat minat belajar
yang sedang dengan prosentase 61,5% (80 siswa) dan tingkat motivasi belajar yang
sedang dengan prosentase 64,6% (84 siswa). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
hipotesis yang peneliti ajukan dalam penelitian ni diterima. Dari hasil penelitian ini
diketahui bahwa terdapat hubungan positif antara minat belajar dengan motivasi
belajar pada siswa SMP Negeri 2 Sewon. Artinya jika tingkat minat belajar tinggi
maka motivasi belajar siswa akan meningkat. Dan sebaliknya jika minat belajar
siswa rendah maka motivasi belajar siswa juga rendah
Hubungan stres kerja dengan kinerja penata anestesi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Latar Belakang: Indikator penentu kualitas sebuah Rumah Sakit salah satunya yaitu dinilai dari Kualitas Pelayanan Tenaga Kesehatannya. Saat ini stres kerja merupakan isu global yang berpengaruh pada seluruh profesi dan pekerja di negara maju maupun berkembang. Terdapat lima faktor yang memengaruhi kinerja karyawan yaitu pelatihan dan imbalan keuangan yang berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Sedangkan, jam kerja, hambatan komunikasi, dan stres berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan.
Tujuan: Tujuan Umum dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui Hubungan Stres Kerja dengan Kinerja Penata Anestesi di Provinsi DIY. Sedangkan Tujuan Khusus dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara stres kerja dengan kinerja Penata Anestesi di Provinsi DIY.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan design crosss sectional dan Uji korelasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Spearman Rank (Rho).
Hasil: Terdapat hubungan antara stress kerja dengan kinerja penata anestesi di Provinsi DIY dengan nilai signifikansi 0.000 < 0.05.
Simpulan: Terdapat hubungan antara stress kerja dengan kinerja penata anestesi di Provinsi DIY dengan tingkat koefisien korelasi sebesar 0.459 yang berarti bahwa hubungan antara stress kerja dengan kinerja penata anestesi berada pada kategori sedang.
Saran: Manajemen rumah sakit selalu melakukan manajemen stress kerja pada tenaga kesehatan khususnya penata anestesi, penata anestesi mampu mengelola stress kerja, dan penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel lain lain yang dapat berpengaruh pada kinerja penata anestesi
Hubungan pengetahuan anemia terhadap tingkat kejadian anemia pada mahasiswi semester 1 keperawatan Anestesiologi universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Latar Belakang :. Anemia adalah suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin
(Hb) dalam darah lebih rendah dari normal. Menurut WHO prevalensi anemia
dunia berkisar 40-88%, angka kejadian anemia pada remaja putri di negara-negara
berkembang sekitar 53,7% dari semua remaja putri, sedangkan anemia pada
remaja laki-laki hanya berkisar antara 18-20% saja. Pengetahuan yang kurang
mengenai anemia merupakan determinan yang paling berpengaruh terhadap
tingginya angka anemia pada remaja, oleh karena itu diperlukan pemberikan
informasi tentang itu untuk menambah pengatahuan remaja mengenai anemia.
Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan anemia terhadap tingkat pengetahuan
mahasiswi semester 1 keperawatan anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah
Yogyakarta.
Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasi
dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 110
orang dan sampel berjumlah 52 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik
proposional random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner
pengetahuan anemia dan Easy touch GCHb. Teknik analisis data menggunakan
uji korelasi Spearman Rank.
Hasil: Dari 52 responden terdapat 49 responden memiliki pengetahuan tinggi, 3
responden memiliki pengetahuan cukup. 47 responden memiliki kadar Hb normal,
4 responden mengalami anemia ringan, dan 1 responden anemia sedang. Terdapat
hubungan yang signifikan antara pengetahuan anemia dengan tingkat kejadian
anemia pada mahasiswi semester 1 keperawatan anestesiologi Universitas
‘Aisyiyah Yogyakarta, dengan nilai Sig sebesar 0.029 ≤ 0.05.
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan anemia dengan
tingkat kejadian anemia pada mahasiswi semester 1 keperawatan anestesiologi
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Saran : diharapkan dapat meneliti dengan metode penelitian yang berbeda dan
juga memfokuskan penelitian pada faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan
remeja mengenai anemia
Kata kunci : Pengetahuan Anemia, Tingkat Kejadian Anemia, Mahasiswa.
Daftar Pustaka : 30 Buah (Tahun 2017-2022
Pengaruh waktu dan suhu penyimpanan terhadap resiko kontaminasi salmonella sp pada variasi telur: literature review
Telur merupakan bahan makanan asal hewani yang memiliki kandungan gizi yang sangat lengkap. Telur salah satu produk peternakan yang selalu dihubungkan dengan Salmonella sp. Kontaminasi bakteri pada telur dapat dipengaruhi oleh waktu dan suhu penyimpanan. Kontaminasi bakteri Salmonella sp pada telur dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium menggunakan metode isolasi dan pemeriksaan bakteri menggunakan media selektif Salmonella Shigella Agar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh lama penyimpanan dan suhu terhadap resiko bahaya Salmonella sp pada variasi telur. Metode penelitian yang digunakan adalah Literature Review dengan mencari 10 jurnal penelitian sebelumnya yang memiliki kesamaan topik pada periode 2012-2022. Pencarian jurnal dilakukan dengan menggunakan 3 database melalui Google Scholar, ScienceDirect dan PubMed. Dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil pengaruh waktu dan suhu penyimpanan telur kontaminasi Salmonella sp didapatkan hasil rata-rata tidak terjadi kontaminasi bakteri. Telur dalam keadaan bersih tanpa kotoran dapat mencegah terjadinya kontaminasi Salmonella sp. Waktu penyimpanan dapat menyebabkan bakteri berkembang menjadi lebih banyak apabila kondisi udara yang sangat strategis untuk bakteri berkembang biak sedangkan suhu penyimpanan yang dingin dapat memperlambat kontaminasi bakteri. Berdasarkan hasil pemeriksaan penelitian terdahulu tidak terdapat kontaminasi bakteri Salmonella sp pada telur akibat pengaruh waktu dan suhu penyimpanan hal ini disebabkan karena penanganan dan pengelolaan telur yang sudah baik
Hubungan derajat merokok dengan saturasi oksigen pada pasien intra operasi dengan general anestesi (LMA) di IBS RS PKU Bantul
Latar belakang: Saturasi oksigen adalah banyaknya jumlah oksigen yang dapat dibawa oleh hemoglobin. Kecukupan kadar oksigen darah ditentukan oleh ada tidaknya penghalang pertukaran gas dan sangat penting dalam proses anestesi. Kemampuan hemoglobin untuk mengikat oksigen sangat menentukan kelangsungan proses anestesi baik sebelum maupun selama anestesi inhalasi umum. Merokok merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting selama periode perioperatif.
Tujuan: Mengetahui hubungan derajat merokok dengan saturasi oksigen pada pasien intra operasi dengan general anestesi (LMA) di IBS RS PKU Bantul. Metode Penelitian: Kuantitatif dengan studi korelasi. Metode pengumpulan data observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 23 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner derajat merokok dan pulse oximetry. Analisi data menggunkan analisis univariat dan analisis bivariat yaitu uji korelasi Spearman rank. Hasil: Pasien perokok dengan derajat ringan sebanyak 16 responden (69,6%) dan sedang sebanyak 7 orang (30,4%). Pasien dengan saturasi oksigen normal sebanyak 18 responden (78,3%) dan hipoksia ringan sebanyak 5 orang (21,7%). Hasil uji korelasi spearman rank menunjukkan bahwa nilai significancy sebesar 0,000 (r<0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,797.
Simpulan: Terdapat hubungan signifikan yang kuat antara derajat merokok dengan saturasi oksigen intra operasi dengan general anestesi (LMA) di IBS RS PKU Bantul Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel bebas lain dan menambah jumlah sampel serta cakupan area penelitian yang lebih luas
Hubungan antara frekuensi bermain game online terhadap kualitas tidur anak usia sekolah dasar : literature review
Latar Belakang: National Sleep Foundation menyatakan bahwa anak usia sekolah
(6-13 tahun) membutuhkan tidur selama 9-11 jam/hari nya. Maraknya perkembangan
internet juga menjadi salah satu masalah, banyak pengaruh (faktor eksternal) bagi
siswa. Salah satunya dengan kehadiran game online. Anak sekolah merupakan salah
satu kelompok yang mudah terpengaruh oleh dampak game online.
Tujuan: Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
antara frekuensi bermain game online terhadap kualitas tidur anak usia sekolah
Metode: Penelitian ini merupakan Literature Review dengan studi Cross Sectional. Metode
pencarian artikel melalui Google Scholar, Portal Garuda dan ProQuest dengan menggunakan
kriteria inklusi dan eksklusi. Didapatkan hasil literatur berjumlah empat artikel menggunakan
Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang diakses full-text.
Hasil: Anak dengan frekuensi bermain game online yang tinggi memiliki kualitas
tidur yang buruk. Dalam kondisi istirahat dan tidur, tubuh akan melakukan pemulihan
untuk membangkitkan stamina hingga berada dalam kondisi yang optimal.
Kebutuhan tidur tiap-tiap usia tentunya berbeda. Dapat dikatakan kualitas tidur yang
baik saat anak usia 7-12 tahun memenuhi kebutuhan tidurnya 10-11 jam perharinya.
Semakin kurang waktu tidur seseorang maka akan semakin buruk pula kualitas
tidurnya
Kesimpulan: Dari seluruh artikel yang telah dianalisis dalam penelitian ini
menyebutkan bahwa anak yang memiliki kebiasaan bermain game online dengan
frekuensi tinggi akan sangat berdampak buruk bagi kualitas tidur anak usia sekolah
dasar. Dengan pengendalian frekuensi anak dalam bermain game online akan
memperbaiki kualitas tidur anak.
Saran: Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain seperti
durasi bermain game online untuk memperoleh data yang komprehensif mengenai kualitas tidur