DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    PERBEDAAN PENGARUH MUSCLE ENERGY TECHNIQUE DAN CONTRACT RELAX STRECHING TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA SISWA PEMAIN BASKET

    Get PDF
    Latar Belakang:Kemampuan otot-otot ekstremitas bawah salah satunya otot hamstring digunakan sebagai otot utama dimana didalamnya membutuhkan kekuatan dan fleksibilitas yang optimal untuk permainan bola basket yang sangat mobile dalam bergerak. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan pengaruh muscle energy techniquedan contract relax streching terhadap fleksibilitas otot hamstring pada siswa pemain basket. Metode : Rancangan penelitian menggunakan pre and test-post test two group design, pengambilan sampel dengan tehnik Convinience sampling, jumlah sampel 30 dibagi 2 kelompok. Kelompok I perlakuan muscle energy technique dan kelompok II perlakuan contract relax streching. Penelitian ini dilakukan selama 4 minggu dengan 3x latihan per minggu untuk masng-masing perlakuan. Hasilnya diukur menggunakan V-site and reach test. Pengolahan data uji normalitas menggunakan Saphiro Wilk Test, uji homogenitas dengan Lavene’s Test. Uji hipotesis I dan hipotesis II menggunakan Paired t-test dan uji hipotesis III menggunakan independent t-Test. Hasil: uji hipotesis I nilai p =0,000 (p<0,05), MET dapat meningkatkan fleksibilitas otot hamstring. Hipotesis II nilai p=0,000 (p<0,05), CRS dapat meningkatkan otot hamstring. Uji hipotesis III nilai p=0,847 (p>0,05. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh muscle energy technique dan contract relax streching terhadap fleksibilitas otot hamstring pada siswa pemain basket. Saran: Selama penelitian sampel masih melakukan aktivitas sehari-hari diluar pengawasan peneliti, sebaiknya peneliti memberikan kontrol terhadap pengalaman dan aktivitas sehari-hari selama penelitian

    PENGARUH PENAMBAHAN KOREKSI POSTURE TERHADAP KLAPP AXERCISE PADA PENURUNAN DERAJAT KURVA SKOLIOSIS PADA ANAK UMUR 8 – 10 TAHUN

    Get PDF
    Latar Belakang:faktor yang menyebabkan skoliosis pada anak – anak antara lain ketidakseimbangan dari kekuatan dan massa kelompok otot di punggung,postural kongenital, abnormalitas anatomi vertebra dimana lempeng epifisis pada sisi kurvatura yang cekung menerima tekanan tinggi yang abnormal sehingga mengurangi pertumbuhansementara pada sisi yang cembung menerima tekanan lebih sedikit yang dapat menyebabkan pertumbuhan yang lebih cepat.Tujuan:untuk mengetahui pengaruh dari pemberian penambahan koreksi posture terhadap klappexercise pada penurunan derajat kurva skoliosis pada anak umur 8 – 10 tahun. Metode: quasy experimentalpre and post-test two group design, jumlah sampel 28 di bagi 2 kelompok. Kelompok I perlakuan klapp exercise dan perlakuan kelompok II klapp exercise dan penambahankoreksi posture.Penelitian ini di lakukan selama 4 minggu dengan 3x latihan per minggu.Hasil:uji normalitas Saphiro Wilk Test dan uji homogenitas dengan Lavene’s Test. Hasil paired sample t-test kelompok I nilai p = 0,000. Hasil paired sample t-test kelompok II nilai p = 0,000 yang berarti ada pengaruh yang signifikan terhadap penurunan derajat kurva skoliosis. Kesimpulan:Ada pengaruh latihan klapp exercise dan penambahan koreksi posture pada penurunan derajat kurva skoliosis pada anak usia 8-10 tahun.Saran:Untuk penelitian selanjutnya diharapkan penambahan jumlah responden, dalam waktu penelitian serta meminimalisir sampel dari faktor – faktor pengganggu

    PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN ANKLE STRATEGY EXERCISE DAN CORE STABILITY TERHADAP PENURUNAN RESIKO JATUH PADA LANSIA DI POSYANDU AS-SYIFA

    Get PDF
    Latar Belakang: Lanjut usia mengalami kemunduran dalam fungsi fisik maupun sosial. Kemunduran pada lanjut usia menyebabkan penurunan aktivitas fisik serta resiko jatuh yang dialami para lanjut usia seiring bertambahnya usia. Faktor resiko jatuh pada lanjut usia dipengaruhi penurunan aktivitas fisik, kekuatan otot, serta keseimbangan. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian ankle strategy exercise dan core stability terhadap penurunan resiko jatuh pada lansia di posyandu as-syifa. Metode: quasy experimental pre and test-post test two group design, jumlah sampel 34 dibagi 2 kelompok. Kelompok I perlakuan Ankle Strategy Exercise dan kelompok II perlakuan Core Stability. Penelitian ini dilakukan selama 4 minggu dengan 3x latihan per minggu. Hasil: Uji hipotesis I menggunakan Wilcoxon test diperoleh nilai p = 0,000 (p<0,05) dan hasil uji hipotesis II menggunakan Wilcoxon test diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05) yang berarti bahwa kedua perlakuan memiliki pengaruh terhadap penurunan resiko jatuh pada lansia di Dusun Sawahan I pada masing-masing kelompok. Hasil hipotesis III menggunakan Mann whitney test diperoleh nilai p=0,703 (p>0,05) yang berarti tidak ada perbedaan pengaruh ankle strategy exercise dan core stability terhadap penurunan resiko jatuh pada lansia. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh Ankle Strategy Exercise dan Core Stability terhadap penurunan resiko jatuh pada lansia. Saran: Peneliti selanjutnya\ud dapat melakukan dengan metode yang sama dengan karakteristik data yang lebih luas dan jumlah sampel yang lebih banyak

    QUALITY OF LIFE WOMEN WITH CESAREAN SECTION HISTORY : A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    The prevalence of cesarean section (CS) worldwide has increased, both with medical indications and without indication. CS has short and long term risks that have an impact on women's health and quality of life. The purpose of this systematic literature review was to review the literature on the quality of life of women with a history of cesarean section. Method: Systematic literature review used the PubMed and ProQuest databases with a period of 2008-2018. Result: Among 1529 initial articles identified, there were 10 articles that met the inclusion criteria. The quality of life of women with a history of cesarean section included physical, psychological, social and environmental health. CS had a negative impact on quality of life, and the quality of life of women with a history of CS tended to be lower compared to women who underwent vaginal delivery, especially in the physical health domain. Conclusion: The quality of life of women with a history of CS tended to be lower in the domain of physical health compared to women with vaginal birth history. It is expected that women with a history of CS make efforts to improve quality of life e.g. with physical activity (yoga, jogging, etc.). Healthcare providers are expected to be able to promote vaginal delivery, improve quality and safety in delivery services, and perform services in the form of postnatal home visits especially after CS

    THE FACTORS INFLUENCING EXCLUSIVE BREASTFEEDING: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Globally, there are only 35% of babies who get exclusive breastfeeding in the first four months of life. In Africa, Asia, America and Caribbean countries prove that 47-57% of babies who are less than 2 months and 25-31% of babies aged 2-5 months get exclusive breastfeeding. Africa is one of the counties that have the highest prevalence of breastfeeding at the age of 1 year worldwide, but only 37% of babies who get exclusive breastfeeding less than 6 months of age. Breast milk is a good food and nutrition for babies because it contains a complete range of nutrients needed by babies for the growth and development of babies during the first 6 months of life. The aim of this study was to conclude and examine (Examine literature) the factors related to exclusive breastfeeding. Systematic Literature Review used 2 databases namely PubMed and ProQuest with the period 2008-2018. Factors influencing the discontinuation of exclusive breastfeeding were based on the experience of breastfeeding mothers, education, knowledge, age, occupation, support, culture, lack of health facilities, lack of awareness of mothers, Caesarean babies, low birth weight babies. Factors that support exclusive breastfeeding were the support of the husband or family, health care, psychological factors, social support and so forth. Overall rates of breastfeeding varied by country and region. Factors influencing exclusive breastfeeding could be seen from two aspects, namely factors that support exclusive breastfeeding and the factors that inhibit exclusive breastfeeding

    HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEBERHASILAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA 2 - 4 TAHUN DI PAUD TERPADU ‘AISYIYAH NUR’AINI YOGYAKARTA

    Get PDF
    Usia balita atau ‟the golden age” yaitu masa dimana pada tahun pertama anak merupakan tahap penting perkembangannya, pada masa ini perkembangan kemapuan anak dalam berbahasa, beraktivitas, kesadaran sosial, emosional berjalan sangat cepat dan juga merupakan landasan untuk perkembangan selanjutnya. Dari studi pendahuluan yang telah dilakukan pada bulan Januari 2018 dengan melakukan wawancara guru Paud Terpadu „Aisyiyah Nur‟aini Yogyakarta, anak didiknya masih banyak yang pipis di celana. Hasil pengamatan yang dilakukan 24 Januari 2018 , didapatkan 46,5 % (36) balita mengompol dan 53,4 % (47 ) Balita yang sudah diajari toilet training. Dari 36 balita mengompol yang sudah dilatih ke kamar mandi 57,2 % (10) dan tidak dilatih ke kamar mandi ada 10 anak. Penelititan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan keberhasilan toilet training pada anak usia 2 – 4 tahun di di PAUD Terpadu „Aisyiyah Nur‟aini Yogyakarta. Penelitian ini meggunakan metode survey dengan pendekatan cross sectional. Uji hipotesis menggunakan chi-square. Jumlah populasi 70 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling . Hasil penelitian yang menggunakan pola asuh demokratis 62(88,6%) dan 49(70%) yang berhasil melakuakan toilet training. Hasil uji statistik menggunakan chi square diperoleh p value 0,001 artinya hubungan pola asuh orang tua dengan keberhasilan toilet training pada anak usia 2 - 4 tahun. Diharapkan memberikan penyuluhan kepada wali murid terkait hubungan pola asuh orang tua dengan kebrhasilan toilet training dengan ceklist sebagai panduan

    EVALUASI PELAKSANAAN JEJARING PEDULI KESEHATAN IBU DAN ANAK “RINDU KIA” DALAM PENURUNAN AKI DAN AKB DI KABUPATEN KULON PROGO

    Get PDF
    Sustainable Development Goals (SDGs) 2015-2030 berkomitmen untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta Angka Kematian Balita (AKABAL), yaitu AKI sebesar 70/100.000 Kelahiran Hidup, AKB 12/1000 Kelahiran Hidup (Prapti, 2015). Di DIY, pada tahun 2014 AKI mencapai 87,7/100.000 KH dan AKB 8,58/1000 KH. Sedangkan di Kabupaten Kulon Progotahun 2014 AKI mencapai 95,25/100.000 KH dan AKB sebesar 11,49/1000 KH. Permasalahan kesehatan ibu dan anak sangat kompleks dan penanganannya tidak selesai hanya oleh tenaga kesehatan sendiri, tetapi diupayakan untuk melibatkan banyak pihak diantaranya adalah pemerintah, para profesional, sektor terkait, masyarakat dan swasta.Diketahuinya Evaluasi Pelaksanaan Jejaring Peduli Kesehatan Ibu Dan Anak (Rindu KIA) di Kabupaten Kulon Progo. Jenis Penelitian Deskriptif Kualitatif.Teknik pengumpulan data dengan wawancara (Interview)dan Study Dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari 1 orang Informan Utama dan 3 orang Informan Pendamping. Efektifitas, Efesiensi, Relevansi, Dampak dan Kesinambungan pelaksanaan Rindu KIA menjadi salah satu upaya terobosan dalam upaya penurunan AKI dan AKB di Kabupaten Kulon Progo. Diharapkan pelaksanaan Jejaring Peduli Kesehatan Ibu dan Anak ini semakin meningkatkan peran serta, partisipasi aktif dan komitmen semua pihak untuk mengawal dengan ketat upaya penurunan AKI dan AKB di Kabupaten Kulon Progo

    GAMBARAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD WATES KULON PROGO YOGYAKARTA

    Get PDF
    Prevalensi global Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di dunia sebesar 15,5% (sekitar 20 juta kasus), 95% terjadi di negara berkembang. Indonesia masuk 10 besar dunia kasus BBLR terbanyak. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2016 prevalensi BBLR tertinggi terjadi di Kabupaten Kulon Progo sebesar 7,44%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian bayi berat lahir rendah di RSUD Wates Kulon Progo Yogyakarta tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif, tehnik pengambilan sampel dengan tehnik total sampling sebanyak 342 responden, analisis data secara univariat, menggunakan data sekunder melalui studi dokumentasi rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi BBLR sebagian besar pada kategori term infant (37-42 minggu) 54,1%, kategori BBLR (1500-2500 gram) 90,9%, penyebab BBLR berdasarkan faktor maternal sebagian besar pada umur antara 20-35 tahun (72,2%), pendidikan tinggi (SMA dan PT) 62,2%, tidak bekerja 65,5%, paritas (2-4) 54,1%, jarak kehamilan (primipara dan ≥2) 96,2%, tidak hipertensi 99,4%, tidak anemia 99,1%, tidak preeklampsia/eklampsia 92,7%, tidak KPD 89,5% dan tidak ada riwayat BBLR 99,4%. Gambaran kejadian bayi berat lahir rendah di RSUD Wates Yogyakarta dapat diketahui dari kelompok BBLR berdasarkan klasifikasi dan penyebab BBLR berdasarkan faktor maternal. Ibu hamil diharapkan agar mengetahui dan memahami tentang faktor risiko dalam kehamilan, memeriksakan kehamilan secara rutin untuk deteksi dini faktor risiko sehingga kelahiran BBLR dapat dicegah dan ditangani dengan cepat serta dapat merencanakan kehamilan selanjutnya dengan aman

    HUBUNGAN PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN ANTENATAL CARE (ANC) DENGAN KETERATURAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS SEDAYU II BANTUL D.I YOGYAKARTA

    Get PDF
    Antenatal Care (ANC) merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil untuk mendapatkan perawatan yang berkualitas. Ibu hamil harus melakukan pemeriksaan secara tertatur berdasarkan jadwal ANC dengan memenuhi kriteria 10 T melalui Standar Pelayanan Kesehatan (SPK) agar dapat mendeteksi masalah dalam kehamilan. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan pelaksanaan standar pelayanan ANC dengan keteraturan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Sedayu II Bantul D.I Yogyakarta tahun 2018. Metode penelitian adalah survei analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Besar sampel yang digunakan sebanyak 43 ibu hamil trimester III (total sampling). Analisis data menggunakan Chi Square. Alat ukur menggunakan kuesioner dengan jumlah 20 soal valid dan reliabel (r hitung=0,361), kategori koefisiensi sebesar 0,905. Ibu hamil trimester III yang memperoleh standar pelayanan 10 T sebanyak 36 orang (83,7%) dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur sebanyak 41 orang (95,3%). Ada hubungan pelaksanaan standar pelayanan antenatal care dengan pemeriksaan kehamilan (Pvalue=0,001<0,05) dan nilai Contingency Coefficient (CC=0,448). Diharapkan ibu hamil teratur dalam memeriksakan kehamilan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi sesuai dengan ketentuan selama kehamilannya

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇