DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Identifikasi pola makan pada pedagang dengan hipertensi di pasar beringharjo Kota yogyakarta
Pada tahun 2025 diproyeksikan 29% dari populasi dunia atau sebanyak 1,56 miliar orang dewasa akan mengalami hipertensi. Prevalensi hipertensi di Indonesia 25, 8% sedangkan kejadian hipertensi di D. I. Yogyakarta sebesar 25, 7 %. Di Indonesia pada tahun 2017, orang dengan riwayat hipertensi 77% mengalami stroke. Gaya hidup yang tidak sehat berisiko memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol. Upaya yang telah dilakukan Indonesia dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi dengan perilaku “CERDIK”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola makan pedagang dengan hipertensi di Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif sederhana dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 62 orang dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden menggunakan teknik sample random sampling. Penelitian ini menemukan, pola makan penderita hipertensi memiliki pola makan serat jarang sebanyak 8 responden pada usia 35-44 tahun, 11 responden pada usia 55-64, 4 responden pada usia 65-74. Responden yang memiliki pola makan natrium jarang sebanyak 12 responden pada usia 45-54, dan 4 responden pada usia 65-74. Sedangkan berdasarkan usia 65-74 pola makan natrium tidak pernah sebanyak 4 responden, jenis kelamin perempuan memiliki pola makan lemak jarang sebanyak 19 responden sedangkan jenis kelamin laki-laki memiliki pola makan natrium dan serat jarang masing-masing sebanyak 12 responden, pola makan serat jarang sebanyak 16 responden pada IMT normal dan 18 responden pada IMT gemuk, sedangkan pola makan natrium jarang sebanyak 16 responden pada IMT normal pola makan serat jarang sebanyak 19 responden pada penderita dengan riwayat genetik dan sebanyak 15 responden pada penderita tanpa riwayat genetik. Pedagang dengan hipertensi di Pasar Beringharjo memiliki pola makan lemak, natrium, dan serat jarang. Pedagang Pasar Beringharjo Timur Kota Yogyakarta dapat meningkatkan pola makan serat baik penderita hipertensi berdasarkan jenis kelamin, usia, IMT dan genetik. Namun, penderita hipertensi yang memiliki riwayat juga diharapkan dapat meningkatkan pola makan kalium
KEPATUHAN PENGISIAN BUKU KIA OLEH BIDAN PADA DETEKSI DINI RESIKO TINGGI KEHAMILAN DI PUSKESMAS KASIHAN 1 KABUPATEN BANTUL
Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) berisi catatan kesehatan ibu (hamil, bersalin dan
nifas) dan anak (bayi baru lahir sampai anak usia 6 tahun) serta berbagai informasi cara
memelihara dan merawat kesehatan ibu dan anak. Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan
Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka kematian ibu (yang berkaitan dengan kehamilan,
persalinan dan nifas) sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab angka kematian ibu di
bantul yaitu Preeklamsi Berat (36%), Perdarahan (36%), TB Paru (48%), Emboli Air Ketuban
(9%). Buku KIA ini dapat membantu tenaga kesehatan untuk mengetahui riwayat pemeriksaan
ibu hamil sebelumnya dan dapat membantu ibu hamil dan keluarga untuk mengetahui
perkembangan janinnya seperti apa yang telah ditulis serta dijelaskan oleh tenaga kesehatan.
Hal ini dapat mengurangi angka kejadian ibu hamil resiko tinggi dan mengurangi angka
kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pengisian buku KIA oleh
bidan pada deteksi dini resiko tinggi kehamilan di Puskesmas Kasihan 1 Kabupaten Bantul.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif, Variabel dalam
penelitian ini terdiri dari satu variabel yaitu kepatuhan pengisian buku KIA oleh Bbdan pada
deteksi dini resiko tinggi kehamilan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah
Total Sampling, dengan sampel sebanyak 9 bidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Kepatuhan bidan dalam pengisian buku KIA di Puskesmas Kasihan 1 Kabupaten Bantul
sebagian besar ya patuh sebanyak 6 bidan KIA dengan prosentase 66,7% dan tidak patuh
sebanyak 3 bidan dengan prosentase 33,3%. Kesesuaian bidan dalam pengisian buku KIA di
Puskesmas Kasihan 1 Kabupaten Bantul sebagian besar ya sesuai sebanyak 41 buku KIA
dengan prosentase 68,3% dan tidak sesuai sebanyak 19 buku KIA dengan prosentase 31,7%.
Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan peelitian dengan lengkap secara menyeluruh
faktor yang mempengaruhi kelengkapan pengisian buku KIA dengan cara melakukan observasi
dan wawancara kepada bidan.
Kata Kunci : Bidan, Kepatuhan Pengisian Buku KIA, Resiko Tinggi Kehamilan
Kepustakaan : 25 Buku (2008-2016), 2 Skripsi, 4 Jurnal, 1 Internet
Jumlah halaman : i-xi Halaman Depan, 47 Halaman, 5 Tabel, 1 Gambar, 7 Lampira
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN PRILAKU SCREEN TIME PADA ANAK UMUR 11-14 TAHUN DI SMP BUDI MULIA DUA SETURAN YOGYAKARTA
Obesitas anak dapat menyebabkan obesitas pada orang dewasa dan penyebab beberapa penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskuker dan menyebabkan menurunnya fungsi kognitif, sleep apnea dan gangguan psikosial anak. Tahun 2015 Prevalensi obesitas anak usia 6-18 di United States yaitu 21% dan di Bangkok sebesar 14,3%). Di Indonesia prevalensi obesitas tertinggi adalah di DKI Jakarta dan Yogyakarta. Selain kelebihan energi kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor penyebab obesitas anak karena keterpaparan di depan layar (screen time) seperti handphone, gadget dan televisi dsb. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas dengan perilaku screen time pada anak umur 11-14 tahun di SMP Budi Mulia Dua. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah 172 siswa dan sampel 154 siswa menggunakan total sampling (dengan kriteria ekslusi dan inklusi) alat yang digunakan adalah kuesioner dan Data Antropometri dari UKS (Unit Kesehatan Sekolah). Dari 154 siswa didapatkan hasil sebanyak 118 siswa (76,6%) dengan berat badan normal 5 siswa (3,2%) overweight dan sebanyak 31 siswa (20,1%) obesitas. Mayoritas siswa berumur 2jam/ hari. Uji bivariate didapatkan hubungan yang signifikan antara perilaku screen time dengan kejadian obesitas di SMP Budi Mulia Dua (p-value = 0,005) OR=3.328 CI=1.512 – 7.329. Dalam hal ini masih diperlukannya intervensi penggunaan screen time pada siswa diluar jam sekolah untuk itu kerjasama antara sekolah dan pihak orangtua sangat diprioritaska
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DISMENORE DENGAN PENANGANAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 2 BANTUL YOGYAKARTA
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DISMENORE DENGAN PENANGANAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 2 BANTUL YOGYAKART
Perbedaan Pengaruh Kombinasi Foam Roll Pada Contract Relax Stretching Dan Static Stretching Pada Peningkatan Fleksibilitas Otot Hamstring Remaja Putri
Latar Belakang: Kemajuan teknologi membentuk pola hidup remaja putri
cenderung tidak aktif (sedentary lifestyle), sehingga dapat mengganggu fungsi fisik.
Fungsi fisik yang terganggu salah satunya ditandai dengan menurunnya fleksibilitas
otot hamstring yang akan berimbas pada munculnya keluhan dan masalah
gangguan gerak. Untuk meningkatkan fleksibilitas otot hamstring, tindakan
fisioterapi yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah dengan
mengkombinasikan foam roller pada contract relax stretching dan static stretching.
Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh kombinasi foam roll pada contract
relax stretching dan static stretching terhadap peningkatan fleksibilitas otot
hamstring remaja putri. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode
quasi eksperimen pre test and post test two group design. Sebanyak 28 sampel
didapatkan melalui rumus purposive sampling dan dibagi menjadi 2 kelompok,
masing-masing 14 orang. Kelompok I diberikan foam roll dengan contract relax
stretching dan kelompok perlakuan II yaitu diberikan foam roll dengan static
stretching selama 4 minggu. Alat ukur yang digunakan adalah Sit and Reach Test.
Hasil: Hasil uji hipotesis I dan II menggunakan Paired Sample T-test diperoleh nilai
p: 0,000 (p 0,005). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan
pengaruh kombinasi foam roll pada contract relax stretching dan static stretching
terhadap peningkatan fleksibilitas otot hamstring remaja putri. Saran: Peneliti
menyarankan untuk melakukan penelitian berkelanjutan, sehingga muncul inovasi
jenis terapi latiha
IDENTIFIKASI SIKAP DALAM BERPACARAN PADA REMAJA DI SMK MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA
Pada masa remaja merupakan usia produktif dimana 66,4% remaja
memiliki pacar. Remaja yang memiliki pacar dapat menunjukan sikap dalam
berpacaran yang bermacam-macam. Sikap dalam pacaran adalah kecenderungan,
pandangan, pendapat, pendirian atau penilaian seseorang terhadap lawan jenis baik
penilaian positif maupun negatif. Untuk mengetahui identifikasi sikap dalam
berpacaran pada remaja di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Desain penelitian ini
termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik penelitian kuantitatif.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random
sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden. Hasil dari penelitian
ini sebagian besar responden berumur 15 dan 16 tahun. Hasil penelitian sikap dalam
berpacaran meliputi ciri-ciri, gambaran dan sikap positif maupun negatif. Ciri-ciri
sikap dalam berpacaran meliputi interaksi sosial, saling percaya satu sama lain, sikap
posesif, memiliki toleransi, menjadikan orang tua sebagai teman dan lain-lain. Sikap
positif dan negatif dalam berpacaran pada remaja berumur 16 tahun lebih banyak
dibandingkan dengan remaja yang berumur 15 tahun. Sikap positif dan negatif dalam
berpacaran paling banyak pada remaja yang tinggal dengan orang tua dibandingkan
dengan remaja yang tinggal di kos atau dengan saudara
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU MEMBERIKAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BAYI DI PUSKESMAS LENDAH I KULON PROGO
Pemberian makanan tambahan sangat diperlukan terutam untuk bayi diatas umur 6 bulan yang sudah memerlukan makanan tambahan bergizi. Pemberian makanan yang terlalu dini berbahaya karena makanan tambahan menyebabkan risiko terjadi infeksi pada pencernaan bayi. Banyak faktor yang mempengaruhi ibu dalam memberikan makanan tambahan pada bayi kurang dari 6 bulan. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor mempengaruhi ibu memberikan makanan tambahan pada bayi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan waktu secara Cross Sectional. Populasi penelitian 252 ibu yang mempunyai bayi yang berusia (< 6-12bulan) di wilayah kerja puskesmas Lendah I Kulon Progo. Pengambilan sampel dengan accidental sampling yang berjumlah 63 responden yang telah memenuhi cerita inklusi dan eksklusi. Data yang digunakan adalah data primer. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi Squere. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pengatuhan (p value 0,001), pekerjaan (p value 0,024)terhadap pemberian makanan tambahan pada bayi puskesmas Lendah I Kulon Progo. Variable sumber informasi tidak ada pengaruh terhadap pemberian makanan tambahan pada bayi puskesmas Lendah I Kulon Progo dengan p value 0,173. Petugas kesehatan hendaknya dapat mengoptimalkan penundaan pemberian makanan tambahan dini dan meningkatkan perhatian ibu menyusui terhadap pemberian ASI eksklusif dengan memberikakn penyuluhan atau pendidikan kesehatan mengenai manfaat dan pentingnya ASI eksklusif agar ibu dapat memberikan makanan tambahan yang tepat. Hal ini disebabkan pentingnya ASI eksklusif bagi bayi
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN PERILAKU PERAWAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN DEKUBITUS DI RSUD MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG
Latar belakang: Luka tekan merupakan salah satu dampak hospitalisasi pada pasien dengan tirah baring lama. Angka kejadian dekubitus di Yogyakarta adalah 20% dengan rata rata waktu kejadian dekubitus adalah 11 hari perawatan. Perawat memiliki peran yang penting dalam pencegahan luka tekan tetapi banyak perawat yang belum melakukan upaya pencegahan luka tekan secara maksimal. Pentingnya motivasi tehadap perilaku adalah motivasi merupakan inisiatif penggerak atau pendorong perilaku manusia akibat adanya interaksi stimulus instrinsik dan ekstrinsik yang mendorong seseorang untuk berperilaku optimal. Perilaku pencegahan dekubitus baru 10%.
Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan motivasi dan perilaku perawat dalam upaya pencegahan dekubitus di RSUD MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG.
Metode Penelitian: penelitian ini kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelatif dan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sampel berjumlah 38 responden selama 3 minggu. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi analisis data menggunakan Spearman Rank
Hasil Penelitian: motivasi perawat dalam kategori baik dengan jumlah 28 responden (73,7%). Perilaku perawat dalam upaya pencegahan dekubitus dalam kategori sedang dengan jumlah 28 responden (73,7%. Hasil p-value 0,309>0,05 dengan analisis Spearman Rank.
Kesimpulan dan saran: Tidak ada hubungan antara motivasi dengan perilaku perawat dalam upaya pencegahan dekubitus di RSUD Muntilan Kabupaten Magelang. Penelitian ini menyarankan agar peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor lain yang mempengaruhi perilaku perawat dalam upaya pencegahan dekubitus
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP SIKAP REMAJA DALAM PENCEGAHAN SEKS PRANIKAH DI SMK NEGERI 2 SEWON BANTUL YOGYAKARTA
Latar belakang: Sikap remaja merupakan awal terjadinya permasalahan dalam kesehatan reproduksi remaja. Sikap remaja yang semakin pesimis terhadap hubungan seks pranikah terbukti dari perilaku seksual remaja yang semakin meningkat. Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor penting pada perilaku seksual karena memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk kepribadian anak. Terdapat 276 kasus angka kehamilan diluar nikah terjadi di Bantul.
Tujuan Penelitian: Diketahuinya hubungan hubungan pola asuh orang tua terhadap sikap remaja dalam pencegahan seks pranikah di SMK Negeri 2 Sewon Bantul Yogyakrta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan waktu cross sectional. Pengambilan sampel menggunkan teknik Proportionate stratified random sampling. Sampel berjumlah 57 responden. Instumen yang digunakan untuk mengukur pola asuh orang tua dan sikap pencegahan seks pranikah di adopsi dari kuesioner peneliti sebelumnya. Analisis data yang digunakan uji Chi square.
Hasil Penelitian: pola asuh demokrasi sebanyak 46 responden(80,7%), otoriter sebanyak 8 responden (14%), dan permisif sebanyak 3 responden (5,3%). Sikap pencegahan seks pranikah baik sebanyak 48 responden (84,2%), dan sikap pencegahan seks pranikah cukup sebanyak 9 responden (15,8%). Hasil uji chi square hubungan pola asuh orang tua dengan sikap pencegahan seks pranikah p-value 0,000 (p<0,05) dan nilai koefesian -0.407.
Simpulan dan saran: Ada hubungan yang signifikan dan keratan hubungan yang sedang antara pola asuh orang tua terhadap sikap remaja dalam pencegahan seks pranikah di SMK Negeri 2 Sewon Bantul Yogyakarta. Diharapkan bagi siswa di SMK Negeri 2 Sewon Bantul Yogyakarta mampu mempertahankan sikap pencegahan seks pranikah yang baik dan yang belum pernah mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi untuk lebih aktif dalam meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan seks pranikah, sehingga dapat membentuk sikap positif salah satunya yaitu dengan tidak melakukan seks pranikah
PENGARUH TRACTION STRAIGHT LEG RAISE (TSLR) TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS HAMSTRING PADA PERAGAWATI SAMURAI PRO MODELLING SCHOOL
Latar belakang : Manusia merupakan makhluk dinamis yang hakekatnya selalu
bergerak dan beraktivitas dalam kehidupannya. Namun apabila melakukan aktivitas
yang melampaui kemampuan tubuh akan berdampak negatif bagi kesehatan dan
kebugaran tubuh karena akan mengakibatkan kelelahan. Kebugaran jasmani
merupakan suatu kemampuan melakukan tugas sehari-hari dengan penuh
kewaspadaan dan tanpa merasakan kelelahan yang berarti, serta masih memiliki
energi yang cukup untuk menghadapi hal tak terduga. Untuk menyelesaikan segala
tugas fisik diperlukan kekuatan, daya tahan, dan fleksibilitas yang baik. Dimana pada
setiap manusia memiliki fleksibilitas yang tidak sama dan bahkan berbeda-beda
antara bagian tubuhnya sendiri. Tujuan : Untuk mengetahui traction straight leg raise
(TSLR) terhadap peningkatan fleksibilitas hamstring pada peragawati samurai pro modelling.
Metode : Jenis penelitian ini yaitu menggunakan metode eksperimental dengan the
one group pretest-posttest design. Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian.
Populasi penelitian ini adalah peragawati samurai pro modelling school Yogyakarta
yang berjumlah 12 orang, dengan rincian kelompok I terdiri dari 12 orang diberikan
perlakuan traction straight leg raise (TSLR) selama 1 minggu dengan frekuensi 3 kali
seminggu. Pengukuran fleksibilitas dilakukan dengan menggunakan Sit and reach
test (SART), hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan paired sample t-test.
Hasil : hasil penelitian uji paired sample t-test pada kelompok I P= 0,000 ( < 0,05)
yang berarti ada pengaruh TSLR untuk meningkatkan fleksibilitas hamstring.
Kesimpulan : Ada pengaruh traction straight leg raise (TSLR) terhadap peningkatan
fleksibilitas pada hamstring