DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PERILAKU MAKAN DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI SMP NEGERI I SLEMAN
Latar Belakang: Status gizi adalah keadaan dari keseimbangan tubuh sebagai akibat
dari konsumsi makanan dan minuman yang mengandung zat-zat gizi. Status gizi
pada remaja dipengaruhi oleh dua faktor yaitu penyebab langsung dan penyebab
tidak langsung. Faktor penyebab langsung yakni perilaku makan, perilaku makan
adalah respon seseorang dikarenakan adanya suatu stimulus atau rangsangan dari
luar. Perilaku makan yang baik akan mempengaruhi tumbuh kembang remaja yang
baik pula, karena makanan yang dikonsumsi mempenuhi zat-zat yang diperlukan
tubuh.
Tujuan: penelitian ini menganalisis hubungan antara perilaku makan dengan status
gizi remaja di SMP Negeri I Sleman 2017
Metode: metode penelitian kuantitatif dengan metode survey analitik dan
pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini terdiri dari 144 remaja SMP
kelas VII dan diambil dengan teknik proportional random sampling. Pengumpulan
data menggunakan kuesioner dengan teknik uji kendall tau.
Hasil: hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan keeratan rendah antara
perilaku makan dengan status gizi remaja di SMP Negeri I Sleman tahun 2017.
Analisis Kendall Tau menyimpulkan bahwa pata taraf signifikansi p = 0,000
diperoleh nilai p = 0,000 sehingga p? 0,05.
Simpulan: (1) Status gizi di SMP Negeri I Sleman menunjukkan bahwa sebagian
besar memiliki status gizi kurus sebanya 72 responden (50%), (2) Perilaku makan
remaja menunjukkan sebagian responden memiliki perilaku makan cukup, (3) Ada
hubungan perilaku makan dengan status gizi remaja di SMP Negeri I Sleman 2017
Saran: Bagi responden diharapkan agar selalu memperhatikan pentingnya
pengetahuan tentang perilaku makan, karena akan berdampak besar terhadap tumbuh
kembang dan status gizi
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pengobatan pada Lansia Penderita Hipertensi Di Dusun Pundung Cambahan Nogotirto Sleman Yogyakarta
Latar Belakang: Hipertensi merupakan tantangan besar di Indonesia karena
merupakan kondisi yang sering ditemukan pada pelayanan kesehatan primer. Dua per
tiga dari penduduk dunia menderita hipertensi dengan kelompok usia terbesar adalah
lansia (55,9%). Dukungan keluarga merupakan faktor utama yang berpengaruh dalam
pengobatan yang dijalani oleh lansia penderita hipertensi.
Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan pada
lansia penderita hipertensi.
Metodologi: Metode penelitian ini adalahdeskriptif korelasi dengan rancangan
correlational. Pendekatan waktu dengan menggunakan cross-sectional. Teknik
sampling yangdigunakan adalah total sampling, jumlah responden sebanyak 30 orang.
Hasil Penelitian: Hasil uji statistik menggunakan kendall tau dengan nilai koefisien
korelasi ( ) = 0,891 dan signifikan (p) = 0,000 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan
bahwa secara statistik terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan
keluarga dan kepatuhan pengobatan.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan
pengobatan pada lansia penderita hipertensi. Diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan
lansia dalam pengobatan hipertens
Hubungan Perilaku Personal Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Di SMP Negeri 3 Gamping Sleman Yogyakarta
Latar Belakang: Keputihan merupakan cairan yang keluar dari vagina. Kejadian
keputihan terdiri dari 2 karakteristik yaitu keputihan fisiologis, akibat buruk jika
keluar cairan berlebih yang tidak segera tertangani akan merasa tidak nyaman di
bagian organ genitalia dan keputihan patologis, akibat buruknya dari tanda awal
vaginal candidiasis; gonorrhea; chlamydia; kemandulan hingga kanker yang dapat
berujung kematian. Kejadian keputihan dipengaruhi faktor hormonal, apabila tidak
terganggu akan mengalami keputihan fisiologis dan apabila terganggu akan
mengalami keputihan patologis. Keputihan fisiologis dapat terganggu apabila
mengalami tingkat stress tinggi. Perilaku personal hygiene adalah suatu tindakan
untuk memelihara kebersihan, kesehatan, dan kesejahteraan, baik fisik maupun
psikisnya.
Tujuan: Mengetahui hubungan perilaku personal hygiene dengan kejadian
keputihan pada remaja putri di SMP Negeri 3 Gamping Sleman Yogyakarta.
Metode: Jenis penelitian explanatory/ correlational, pendekatan waktu cross
sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak
67 responden, analisis data menggunakan uji lambda.
Hasil: Responden mengalami keputihan patologis dengan perilaku personal hygiene
buruk tidak ada, sedang 9 responden, dan baik 7 responden. Sedangkan yang
mengalami keputihan fisiologis dengan perilaku personal hygiene buruk 1
responden, sedang 4 responden, dan baik 46 responden.
Simpulan: Tidak ada hubungan perilaku personal hygiene dengan kejadian
keputihan pada remaja putri di SMP Negeri 3 Gamping Sleman Yogyakarta (p
value= 0,159 > ?= 0,05).
Saran: Bagi remaja putri diharapkan dapat mengelola stress sehingga terhindar dari
keputihan patologi
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI PADA WANITA USIA SUBUR DI DUSUN KADILUWIH MARGOREJO TEMPEL SLEMAN
Latar Belakang: Pemerikasaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan suatu usaha
untuk mendeteksi kanker payudara secara dini. Pencegahan sekunder dianggap upaya
yang paling rasional untuk menurunkan angka kematian sebesar 25%-30% dengan
melakukan SADARI. Kurangnya pengetahuan wanita usia subur tentang cara
pencegahan kanker payudara, sehingga membuat penanganan dan pencegahan sulit
dilakukan. Dengan dilakukan pendidikan kesehatan tentang SADARI oleh petugas
kesehatan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat dan dapat
menurunkan angka kejadian kanker payudara.
Tujuan: Mengetahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan
perilaku pemeriksaan payudara sendiri pada wanita usia subur di Dusun Kadiluwih
Margorejo, Tempel, Sleman.
Metode: Jenis penelitian ini adalah metode penelitian pre eksperimen dengan desain one
gruop pretest-postest. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 29 ibu yang
berusia 21-45 tahun dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive
sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner tentang pengetahuan dan perilaku
SADARI dan metode analisis dengan paired t-test menggunakan taraf signifikan 0,05.
Hasil Penelitian: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan
SADARI wanita usia subur dengan signifikansi 0,000 dan perilaku SADARI wanita usia
subur dengan signifikansi 0,000.
Simpulan: Ada pengaruh dari pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Perilaku
SADARI pada wanita usia subur di Dusun Kadiluwih, Margorejo, Tempel, Sleman.
Saran: Reponden disarankan dapat mengaplikasikan secara dini ilmu tentang SADARI
yang telah diperoleh melalui kegiatan pendidikan kesehatan yang telah diberikan
Pengaruh Pemberian Suplementasi Besi Folat Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Anemia Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sleman
Latar Belakang : Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan
menderita anemia. Pemberian Suplementasi besi folat dapat merangsang sintesis
hemoglobin, sehingga persediaan zat besi dalam tubuh meningkat.
Tujuan : Mengetahui efek pemberian suplementasi besi folat terhadap kejadian
anemia pada remaja putri anemia.
Metode : Jenis penelitian quasi-eksperimental dengan rancangan nonequivalent
pre-test and post-test control-group design pada remaja putri di Madrasah Aliyah
Negeri 1 Sleman. Remaja putri sebanyak 58 orang dengan hemoglobin <12 g/dL
dibagi dalam dua kelompok, kelompok intervensi menerima suplementasi besi
folat dosis 60 mg zat besi ditambah 1,4 mg asam folat dan kelompok kontrol
menerima dosis 60 mg zat besi 0,4 mg asam folat selama 8 minggu. Kedua
kelompok dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin dengan alat sysmex pouch-100?. Analisis data dengan chi-square.
Hasil : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kejadian anemia antara
kelompok intervensi pemberian suplementasi besi folat 60 mg zat besi ditambah
1,4 mg asam folat dan kelompok kontrol pemberian suplementasi 60 mg zat besi
0,4 mg asam folat dengan p-value>0,05.
Kesimpulan : Kelompok intervensi pemberian suplementasi besi folat 60 mg zat
besi ditambah 1,4 mg asam folat efektif untuk mengurangi kejadian anemia pada
remaja putri anemia selama 8 mingg
Hubungan Peran Ibu Dengan Perilaku Perawatan Organ Genital Saat Menstruasi Pada Siswi Kelas Vii Smp Muhammadiyah 1 Gamping
Salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja adalah masalah kebersihan organ genital saat menstruasi. Pentingnya melakukan perawatan organ genital belum disadari sepenuhnya oleh remaja karena kurangnya informasi tentang kebersihan organ reproduksi. Ibu mempunyai peran penting sebagai sumber informasi masalah kebersihan organ genital, peran ibu yang tepat dalam mendidik dan mencontohkan perilaku yang baik akan membantu dalam meningkatkan pengetahuan tentang perawatan organ genital saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ibu dengan perilaku perawatan organ genital saat menstruasi pada siswi kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Gamping. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 58 siswi, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner tertutup dan pengolahan data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukan 37 siswi (63,8%) memiliki peran ibu baik dengan perilaku perawatan organ genital remaja putri yang positif sebanyak 31 (53,4%) dan 21 (36,2%) peran ibu yang kurang baik dengan perilaku perawatan organ genital yang negatif sebanyak 8 (13,8%) siswi. Hasil uji Chi Square didapatkan p value 0,000 (p=<0,05. Ada hubungan yang signifikan antara peran ibu dengan perilaku perawatan organ genital saat menstruasi pada siswi kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Gamping. Siswi diharapkan agar dapat menjaga kebersihan organ genital saat menstruasi dan mencari sumber informasi yang akurat tentang perawatan organ genital saat menstruasi sehingga dapat merubah perilaku yang lebih bai
DESKRIPSI MENARCHE PADA SISWI KELAS VIII DI SMP MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA
Survey World Health Organization sekitar seperlima dari penduduk dunia terdiri dari
remaja berumur 10-19 tahun. Data demografi di Amerika Serikat menunjukan jumlah
remaja berumur 10-19 tahun sekitar 15% dari jumlah populasi. Di Asia Pasifik
jumlah penduduknya merupakan 60% dari penduduk dunia, seperlimanya adala
remaja umur 10-19 tahun. Usia menarche pada wanita berbeda-beda pada semua
suku bangsa. Dari beberapa penelitian yang dilakukan selama 100 tahun terakhir
menunjukan ada kecenderungan semakin cepatnya mengalami menarche. Menarche
yang kurang dari 12 tahun memiliki resiko 1,7-3,4 kali lebih tinggi di bandingkan
dengan menarche usiah lebih dari 12 tahun. Makin cepat seorang perempuan
mengalami pubertas, makin panjang jaringan payudaranya dapat terkena kanker serta
beberapa penyakit seperti kanker payudara, kanker ovarium, dan obesitas. Penelitian
ini untuk mendeskripsikan menarche pada siswi kelas VIII di SMP Muhammadiyah
3 Yogyakarta. Desain penelitian ini adalah Deskriptif non analitik yakni
menggambarkan keadaan obyek penelitian dengan tujuan utama membuat gambaran
atau deskipsi tentan suatu keadaan secara obyektif (Sugiyono, 2015). Populasi dalam
penelitian ini adalah semua siswi kelas VIII yang sudah mengalami menarche
sebanyak 55 siswi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini secara total sampling
yaitu teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi.
sampel pada penelitian ini berjumlah 55 sampel. Hasil analisis chi-squere pada
distribusi frekuensi menarche pada siswi kelas VIII di SMP Muhammadiyah 3
Yogyakarta untuk kategori cepat sebanyak (24%, kategori normal (76%), untuk IMT
kategori kurus sebanyak (24%), kategori normal (51%), kategori gemuk (26%)
sedangkan untuk riwayat menarche ibu siswi kategori cepat (18%), kategori normal
(66%), kategori lambat (16%). Terdapat ada hubungan antara IMT dan riwayat
menarche pada keluarga terhadap kejadian menarche. Siswi kelas VIII SMP
Muhammadiyah 3 Yogyakarta diharapkan lebih aktif lagi untuk mencari informasi
tentang kesehatan reproduksi khususnya masalah menarche
Perbedaan Frekuensi Pijat Bayi Terhadap Pertumbuhan Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Srikandi Rumah Bunda Kota Yogyakarta
Masa bayi merupakan tahapan dimana pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat. Gangguan pertumbuhan adalah suatu keadaan dimana pertumbuhan bayi menunjukkan adanya penyimpangan atau kelainan berupa tertundanya pertumbuhan fisik. Salah satu hal yang bisa dilakukan dalam menangani masalah pertumbuhan adalah pemberian stimulasi atau rangsangan yaitu pijat bayi. Tujuan dalam penelitian ini yaitu diketahuinya perbedaan frekuensi pijat bayi terhadap pertumbuhan bayi usia 0-12 bulan di Srikandi Rumah Bunda Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif, pendekatan yang digunakan yaitu non randomized pre and post test with three group design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 50 bayi. Sampel yang diambil sebanyak 15 bayi perkelompok dengan teknik purposive sampling. Analisis Data menggunakan uji pair t-test dan independent t-test. Hasil penelitian yaitu terdapat perbedaan frekuensi pijat bayi terhadap kenaikan berat badan dan panjang badan bayi dengan urutan frekuensi pemijatan yang baik yaitu pijat > 2 kali/bulan, 2 kali/bulan dan 1 kali/bulan yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0,05
Hubungan tingkat pengetahuan menopause dengan tingkat kecemasan wanita usia subur mengahdapi menopause di dusun pundung nogotirto gamping sleman yogyakarta
Hubungan tingkat pengetahuan menopause dengan tingkat kecemasan wanita usia subur mengahdapi menopause di dusun pundung nogotirto gamping sleman yogyakart
HUBUNGAN SUMBER INFORMASI DENGAN TINGKAT PENGETAHUN DAN SIKAP TENTANG HIV/AIDS PADA SISWA SMA N 1 GAMPING
Kejadian penyakit HIV/AIDS yang semakin meningkat karena tidak tersedianya informasi yang akurat, membuat remaja melakukan eksplorasi sendiri melalui media atau sumber informasi yang ada. Minimnya sumber informasi yang digunakan mengakibatkan kurangnya tingkat pengetahuan dan sikap yang dimiliki remaja. Untuk mengetahui hubungan sumber informasi dengan tingkat pengetahuan dan sikap tentang HIV/AIDS pada siswa SMA N 1 Gamping. Penelitian ini menggunakan metode studi korelasi yang menggunakan pendekatan cross sectional, besar sampel yang digunakan berjumlah 129 siswa (total sampling) dengan alat ukur kuesioner, analisis data menggunakan Kendall’s tau. Sumber informasi yang diperoleh siswa di SMA N 1 Gamping Yogyakarta mengenai HIV/AIDS dalam kategori sedang yaitu 77 responden (59,7%), sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan cukup yaitu 79 responden (61,2%) dan memiliki sikap yang baik yaitu sebanyak 75 responden (58,2%). Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa variabel tingkat pengetahuan memiliki nilai significancy terhadap sumber informasi (p = 0,000< 0,05). Variabel sikap memiliki nilai significancy terhadap sumber informasi (p = 0,000< 0,05). Berdasarkan hasil penelitian semakin banyak sumber informasi yang diakses siswa, maka pengetahuan dan sikap siswa tentang HIV/AIDS semakin baik. Siswa diharapkan lebih aktif lagi dalam menggali informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi remaja khususnya tentang HIV/AIDS