DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan Peran Kepala Ruang dengan Pembuatan Discharge Planning di Ruang Rawat Inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Hubungan Peran Kepala Ruang dengan Pembuatan Discharge Planning di Ruang Rawat Inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakart
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kesepian Pada Lansia Di Dusun Bulu Jogotirto Berbah Sleman
Latar belakang : Menua bukan merupakan suatu penyakit, tetapi proses
berkurangnya daya tahan tubuh dan proses degeneratif baik dari segi fisik maupun
segi mental. Lansia yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan baik atau koping
maladaptif yang dilakukan lansia dapat berakibat terjadinya depresi, isolasi sosial,
dan kesepian. Kesepian adalah sebuah perasaan dimana orang mengalami
kehampaan dan kesendirian. Dukungan keluarga merupakan faktor yang dibutuhkan
oleh lanjut usia.. Tingkat kesepian pada lanjut usia jika tidak segara ditangani akan
mengganggu kegiatan sehari-hari sehingga perlu adanya peran keluarga dan peran
sosial dalam penanganannya.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kesepian
pada lansia di Dusun Bulu Jogotirto Berbah Sleman Yogyakarta.
Metode penelitian : Studi Deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional.
Subjek penelitian adalah lansia yang berusia 60-74 tahun yang tinggal di Dusun Bulu
Jogotirto Berbah Sleman Yogyakarta dengan sampel 71 responden, teknik
pengambilan sample dengan random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan
wawancara dan pengisian kuesioner. Pengambilan data data menggunakan lembar
kuesioner dukungan keluarga dan tingkat kesepian pada lansia. Analisis data
menggunakan Korelasi Kendall Tau.
Hasil Penelitian : menunjukan bahwa dukungan keluarga yang diberikan kepada
Lansia di Dusun Bulu Jogotirto Berbah Sleman Yogyakarta dengan Kategori
Dukungan Keluarga Tinggi (50,7%) sedangkan Tingkat Kesepian Rendah (43,3%).
Hasil analisis Kendall Tau didapatkan nilai p 0,001 (p<5%) dengan koefisien
korelasi sebesar -0,831 menunjukan keeratan hubungan sangat kuat.
Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan dukungan keluarga dengan tingkat
kesepian pada lansia di Dusun Bulu Jogotirto Berbah Sleman Yogyakarta.
Saran : Keluarga lansia diharapkan memperhatikan tentang kesehatan psikologis
lansia dengan memberikan dukungan keluarga agar tingkat kesepian dapat teratasi
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rsud Wates
memperoleh apa yang diharapkannya. Salah satu faktor yang memperngaruhi
kepuasan pasien adalah komunikasi terapeutik. Terdapat lima tahap dalam
melakukan komunikasi terapeutik yaitu tahap prainteraksi, tahap orientasi, tahap
kerja, dan tahap terminasi. Komunikasi terapeutik diterapkan oleh perawat dalam
berhubungan dengan pasien untuk meningkatkan rasa saling percaya, dan apabila
tidak diterapkan akan mengganggu hubungan terapeutik yang berdampak pada
ketidakpuasan pasien.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik
perawat dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Wates.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian Korelasi dengan rancangan
Cross Sectional. Teknik sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan
sampel 71 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik analisis data
menggunakan Kendall Tau.
Hasil: Hasil koefisien korelasi antar variabel antar variabel sebesar 0,000 yang
menunjukkan terdapat hubungan dengan tingkat signifikan sebesar 0,514 yaitu
sedang.
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara komunikasi terapeutik perawat
dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Wates. Disarankan
perawat agar lebih mempertahankan dan meningkatkan keterampilan komunikasi
terapeutik dengan pasien serta melakukan upaya-upaya pengembangan ilmu
pengetahua
Pengaruh Pemberian Susu Kedelai terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi di Karang Tengah Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Pengaruh Pemberian Susu Kedelai terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi di Karang Tengah Nogotirto Gamping Sleman Yogyakart
Pengaruh Terapi Audio Murottal Surah Ar-Rahman Terhadap Kualitas Tidur Usia Lanjut Di Dusun Kwarasan Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Latar Belakang: Salah satu masalah yang sering dihadapi lanjut usia adalah
gangguan tidur. Dampak yang ditimbulkan seperti pelupa, konfusi, disorentasi, dan
gelisah. Terapi yang digunakan salah satunya adalah terapi audio murottal Surah ArRahman.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi audio murottal
Surah Ar-Rahman terhadap kualitas tidur pada usia lanjut di Dusun Kwarasan
Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental kuantitatif dengan
menggunakan Quasi Eksperimen dengan Non Equivalent Control Group Design.
Sampel penelitian ini adalah 24 usia lanjut yang diambil dengan Non probability
sampling Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan Mp 3 Player berisikan
murottal Surah Ar-Rahman. Analisis data menggunakan Wilcoxon Macth Pairs Test.
Hasil Penelitian: Kualitas tidur sebelum pemberian terapi audio murottal Surah ArRahman memiliki kualitas tidur buruk (100%). Sedangkan kualitas tidur setelah
pemberian terapi audio murottal Surah Ar-Rahman memiliki hasil kualitas tidur
baik(91,7%). Hasil uji Wilcoxon didapat p-value sebesar 0,002 < 0,05 sehingga
pemberian terapi audio murottal Surah Ar-Rahman berpengaruh terhadap kualitas
tidur usia lanjut.
Simpulan dan Saran: Terapi audio murottal Surah Ar-Rahman mempunyai
pengaruh terhadap kualitas tidur pada usia lanjut di Dusun Kwarasan Nogotirto
Gamping Sleman Yogyakarta.Disarankan pada usia lanjut untuk menggunakan terapi
audio murottal Surah Ar-Rahman untuk memperbaiki kualitas tidur menggunakan
alat Mp 3 Player, Hp, atau yang dimilikiny
Pengaruh Pemberian Seduhan Bawang Putih Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Karang Tengah Gamping Sleman Yogyakarta
Latar Belakang: Hipertensi yang terjadi secara terus menerus menyebabkan jantung
seseorang bekerja ekstra keras, sehingga kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan
pada pembuluh darah, jantung, ginjal otak dan mata. Terapi hipertensi dapat
dilakukan dengan cara farmakologi dan nonfarmakologi. Bawang putih sebagai salah
satu ramuan herbal yang dapat dimanfaatkan karena selalu ada dan dapat ditemukan
dipasar sebagai bumbu dapur yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat. Bawang
putih mempunyai efek antihipertensi karena terdapat kandungan Nitric Oxide (NO)
didalamnya.
Tujuan: Mengetahui pengaruh seduhan bawang putih terhadap tekanan darah lansia
dengan hipertensi.
Metode:Jenis penelitian ini adalah (Quasy Experiment Design) dengan rancangan
Non Equivalent Control Group. Sampel terdiri 20 responden lansia dengan hipertensi
yang terbagi dalam 10 responden kelompok intervensi dan 10 responden kelompok
kontrol yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling purposive.Pengumpulan
data dilakukan dengan menggunakan tensimeter aneroid.Teknik analisis data
menggunakan Wilcoxon dan Mann Whitney.
Hasil:. Hasil Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai Asymp Sig. 0,000 diperoleh
hasil (p<0,05) yang berarti ada pengaruh pemberian seduhan bawang putih terhadap
tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Karang Tengah Gamping Sleman
Yogyakarta.
Simpulan dan Saran :Ada Pengaruh pemberian seduhan bawang putih terhadap
tekanan darah lansia dengan hipertensi di Dusun Karang Tengah, Kelurahan
Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Bagi tenaga kesehatan agar dapat
memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat khususnya lansia yang
menderita hipertensi. Untuk dapat memanfaatkan bahan alami yang terdapat dirumah
merek
Pengaruh Pemberian Minyak Esensial Aromaterapi Kenanga Terhadap Kualitas Tidur Lansia Di Dusun Karang Tengah Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Latar Belakang: Insomnia merupakan salah satu masalah kesehatan yang terjadi
pada lansia. Terdapat beberapa terapi yang dapat digunakan dalam menurunkan
derajat kualitas tidur pada lansia, aromaterapi merupakan terapi nonfarmakologi
yang dapat digunakan dalam menurukan kualitas tidur pada lansia. Aromaterapi
minyak esensial kenanga memiliki kandungan kimia seperti geraniol, eugenol,
kadinen, serta linalool.
Tujuan: Diketahuinya pengaruh pemberian minyak esensial aroma terapi kenanga
terhadap kualitas tidur pada lansia.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode quasy eksperiment pretest –posttest with control group design dengan
menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30
responden yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu 15 responden sebagai kelompok
eksperimen dan 15 responden sebagai kelompok kontrol. Instrumen data yang
digunakan yaitu kuisioner Pittsburgh sleep quality index (PSQI).
Hasil: Hasil uji mann whitney U-Test menunjukan nilai p value kualitas tidur antara
kelompok eksperimen dan kontrol adalah 0,001 dengan taraf signifikansi p<0,05.
Simpulan dan saran : Ada pengaruh pemberian minyak esensial aromaterapi
kenanga terhadap kualitas tidur lansia. Diharapkan minyak esensial aromaterapi
kenanga dapat digunakan sebagai terapi menjadi pengobatan alternatif praktis dalam
penurunan derajat kualitas tidur dengan cara aromaterapi dihiru
Pengaruh Bermain Terapeutik: Lego Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Usia Prasekolah Yang Mengalami Hospitalisasi Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Di DIY
Latar Belakang: Anak yang dihospitalisasi akan mempengaruhi kondisi fisik dan
psikologisnya seperti mengalami kecemasan. Reaksi yang muncul pada anak usia
prasekolah selama menjalani hospitalisasi yaitu menolak makan, sering bertanya,
menangis pelan, dan tidak kooperatif dengan tenaga kesehatan. Pemberian bermain
terapeutik: lego dapat dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan
pada anak yang mengalami hospitalisasi.
Tujuan: Diketahuinya pengaruh bermain terapeutik: lego terhadap tingkat kecemasan
anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi di Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah di DIY.
Metode: Penelitian ini menggunakan True Experiment dengan Posttest Only Control
Group Design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Simple
Random Sampling dengan jumlah 38 responden. Pengumpulan data menggunakan
lembar observasi bentuk check list. Uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney U.
Hasil: Tingkat kecemasan anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi di
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah di DIY pada kelompok kontrol tergolong dalam
kategori sedang dengan jumlah sebanyak 11 anak (57,9%). Tingkat kecemasan anak
usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
di DIY pada kelompok eksperimen tergolong dalam kategori ringan dengan jumlah
sebanyak 16 anak (84,2%). Bermain terapeutik: lego berpengaruh terhadap tingkat
kecemasan pada anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi di Rumah Sakit
PKU Muhammadiyah di DIY dengan nilai p = 0,000.
Simpulan dan Saran: Terdapat pengaruh bermain terapeutik: lego terhadap tingkat
kecemasan anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi di Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah di DIY. Perawat perlu memperhatikan kondisi kecemasan yang di
alami anak dan bersedia memberikan pelayanan dengan bermain terapeutik: lego
sebagai salah satu upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan anak yang
dihospitalisas
Perbedaan Bermain Plastisin dan Finger Painting terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Prasekolah Di TK ABA Trini Trihanggo Gamping Sleman Yogyakarta
Latar Belakang Penelitian: Keterampilan motorik halus adalah koordinasi halus
pada otot-otot kecil, karena otot-otot kecil ini memainkan suatu peran utama untuk
koordinasi halus. Gangguan dalam perkembangan motorik menyebabkan hambatan
dalam proses belajar di sekolah. Stimulasi dalam perkembangan motorik halus perlu
dilakukan pada anak misalnya dengan bermain plastisin dan finger painting.
Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan bermain plastisin dan finger painting
terhadap perkembangan motorik halus anak prasekolah di TK ABA Trini Trihanggo
Gamping Sleman Yogyakarta.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan quasi experiment design dengan nonequivalent control group. Sampel sejumlah 40 responden yang terdiri dari 20
responden kelompok bermain plastisin dan 20 responden kelompok bermain finger
painting. Pengumpulan data menggunakan Denver II.
Hasil penelitian: Hasil uji wilcoxon match pairs test sebelum dan sesudah diberikan
perlakuan bermain plastisin diperoleh p=0,001 (p<0,05), sedangkan sebelum dan
sesudah diberikan perlakuan bermain finger painting diperoleh p=0,001 (p<0,05).
Hasil uji mann whitney u-test diperoleh nilai p=0,725 (p>0,05).
Simpulan dan Saran: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara bermain
plastisin dan finger painting terhadap perkembangan motorik halus anak prasekolah
di TK ABA Trini Trihanggo Gamping Sleman Yogyakarta. Orang tua disarankan
dapat menerapkan metode stimulasi yang tepat dalam mengoptimalkan
perkembangan motorik halus dengan metode stimulasi bermain plastisin dan finger
painting
Hubungan Lama Hari Rawat Dengan Tanda Dan Gejala Serta Kemampuan Pasien Dalam Mengontrol Halusinasi Di RSJ Grhasia Yogyakarta
Latar Belakang: Dampak adanya halusinasi dapat mengakibatkan seseorang
mengalami ketidakmampuan untuk berkomunikasi atau mengenali realitas yang
menimbulkan kesukaran dalam kemampuan seseorang untuk berperan sebagaimana
mestinya dalam kehidupan sehari-hari. Dampak bagi keluarga halusinasi sulit
diterima oleh masyarakat, individu dan dipandang negatif oleh lingkungan.
Tujuan: Mengetahui hubungan lama hari rawat dengan tanda dan gejala serta
kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi di RSJ Grhasia Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini menggunakan menggunakan Desain penelitian studi
korelasional (Corrrelation study). Penelitian ini menggunakan teknik total sampling,
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 45 pasien halusinasi yang ada
diruang inap Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta. Metode analisis yang digunakan
adalah uji statistik menggunakan kendal Tau.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan lama hari rawat pasien
halusinasi Di RSJ Grhasia Yogyakarta didapatkan paling banyak lebih dari 30 hari
sebanyak 42 responden, tanda dan gejala pasien halusinasi Di RSJ Grhasia
Yogyakarta didapatkan paling banyak kategori kurang sebanyak 30 responden, dan
kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi Di RSJ Grhasia Yogyakarta
didapatkan paling banyak kategori cukup sebanyak 27 responden.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan lama hari rawat dengan tanda dan gejala dilihat
dari nilai p-value sebesar 0,170<0,05, dan terdapat hubungan lama hari rawat dengan
kontrol halusinasi dilihat dari nilai p-value sebesar 0,030<0,05 dengan nilai keeratan
hubungan 0,325 dalam kategori rendah.
Saran: Bagi pimpinan RS agar memberikan pengembangan pelayanan kesehatan
pada pasien dalam meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam lama hari
rawat dengan tanda dan gejala kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi.
Alahkah baiknya ada perbandingan antara tanda dan gejala sebelum di teliti dan
sesudah di telit