DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
PENGARUH EDUKASI TEKNIK MENYUSUI TERHADAP KEEFEKTIFAN IBU NIFAS DALAM MENYUSUI DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Teknik menyusui merupakan faktor penting yang memengaruhi produksi ASI,
dikarenakan jika teknik menyusui tidak benar dapat menyebabkan puting lecet dan
menjadikan ibu enggan menyusui bayinya. Pemberian ASI yang tidak adekuat dapat
menyebabkan kekurangan nutrisi pada bayi dan bayi rentan terhadap penyakit yang
pada akhirnya menyebabkan kematian bayi. Tujuan penelitian ini adalah
diketahuinya pengaruh edukasi teknik menyusui terhadap keefektifan ibu nifas dalam
menyusui di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode penelitian ini
menggunakan pre eksperiment dengan desain one group pretest-posttest. Teknik
pengambilan sampel menggunakan accidental sampling berjumlah 23 ibu nifas.
instrumen penelitian menggunakan alat ukur Skor LATCH. Uji statistik
menggunakan Wilcoxon Pairs Test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh
keefektifan ibu nifas sebelum diberikan edukasi dan setelah diberikan teknik
menyusui. Analisis data diketahu p-value sebesar 0,000. Simpulan dan saran
penelitian ini adalah ada pengaruh edukasi teknik menyusui terhadap keefektifan ibu
nifas dalam menyusui di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, sehingga para ibu
nifas menyusui terutama ibu primipara perlu menambah pengetahuan dan wawasan
lagi tentang ASI dan teknik menyusui yang benar
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI INHALASI LEMON TERHADAP EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PUSKESMAS UMBULHARJO I KOTA YOGYAKARTA
Emesis Gravidarum merupakan komplikasi umum yang paling sering terjadi selama
kehamilan hingga 85% pada ibu hamil. Keadaan ini terjadi pada sekitar 60 – 80%
primigravida dan 40 – 60% terjadi pada multigravida. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi inhalasi lemon terhadap emesis
gravidarum pada ibu hamil trimester I di puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta.
Jenis Penelitian ini adalah Quasi Ekspreimen dengan desain penelitian pretest
posttest dengan kelompok kontrol (pretest posttest with control group). Jumlah
sampel pada penelitian ini sebesar 30 responden yang dibagi menjadi kelompok
eksperimen sebanyak 15 ibu hamil dan kelompok kontrol sebanyak 15 ibu hamil.
Sampel kedua kelompok penelitian ini tidak diambil secara acak, pada kelompok
intervensi diberikan aromaterapi inhalasi lemon dan kelompok kontrol mendapat
vitamin B6 yang merupakan asuhan standar perawatan emesis gravidarum di
puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta, kedua kelompok diberikan intervensi
selama 4 hari. Seluruh subjek penelitian dinilai frekuensi emesis gravidarum
menggunakan lembar score Indeks Rhodes. Data dianalisis dengan Paired t-test dan
Independent t-test. Didapatkan penurunan frekuensi emesis gravidarum dengan nila
rata – rata 9.73 pada kelompok eksperimen dan penurunan frekuensi emesis
gravidarum dengan nilai rata – rata 8.667 pada kelompok kontrol. Ada perbedaan
penurunan frekuensi emesis gravidarum pada perhitungan nilai selisih pada
kelompok eksperimen dan kontrol (p value = 0,009 < 0,05). Ada pengaruh
pemberian aromaterapi inhalasi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil
trimester I. Lemon dapat di rekomendasikan sebagai intervensi dalam asuhan
kebidanan terhadap ibu hamil dengan emesis gravidarum
Status gizi balita menurut Indeks Berat Badan per Usia (BB/U), didapatkan hasil 79,7% gizi baik, 14,9% gizi kurang, 3,8% gizi buruk dan 1,5% gizi lebih (Depkes, 2016). Pola asuh sebagai interaksi, dorongan bagi anak mengubah tingkah laku, pengetahuan dan nilai-nilai agar anak bisa mandiri, tumbuh serta berkembang secara sehat dan optimal, memiliki rasa percaya diri, memiliki sifat rasa ingin tahu, bersahabat dan berorientasi untuk sukses. Pola asuh yang baik dari orang tua akan meningkatkan kondisi status gizi yang optimal. Sebab dengan kondisi status gizi balita tidak optimal berpotensi buruk pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Status Gizi Balita di Posyandu Kelurahan Wirogunan Kota Yogyakarta Tahun 2018. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan metode non random sampling yaitu purposive sampling, jumlah sampel dalam penelitian adalah 55 responden. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2017- Juli 2018. Instrumen penelitian menggunakan Parenting Style Questionnare (PSQ) dan Baku rujukan berat badan terhadap tinggi badan WHO-NCHS. Analisis bivariat menggunakan spearman runk . Hasil penelitian menujukkan bahwa pola asuh demokratif 52 orang (94,5%) dan status gizi balita normal 54 balita (98,2%). Uji statistik didapatkan p = 0,813 > 0.05. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara pola asuh orang tua dengan status gizi balita. Tidak terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi balita, keeratan hubungannya 0,033 termasuk kategori rendah. Ibu Balita lebih berupaya meningkatkan partisipasi kedatangan untuk mengikuti kegiatan posyandu setiap bulannya.
Intra Uterine Device (IUD) merupakan alat kontrasepsi yang digunakan dalam
program Keluarga Berencana di Indonesia. Keunggulan IUD umumnya hanya
memerlukan satu kali pemasangan tidak memerlukan medis teknik yang sulit, kontrol
medis yang ringan, tidak menimbulkan efek sistemik, alat ekonomis, efektifitas
cukup tinggi, pulihnya kesuburan setelah AKDR dicabut berlangsung baik.
Berdasarkan studi kasus yang dilakukan di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta pada
Juli – November 2016 sebanyak 50 akseptor IUD aktif. Diketahuinya gambaran
pemilihan kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di Puskesmas Jetis Kota. Jenis
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif non analitik yakni
menggambarkan keadaan obyek penelitian seperti apa adanya dalam jangka waktu
tertentu tanpa melakukan eksperimen. Metode ini dilakukan dengan tujuan utama
membuat gambaran atau diskripsi tentang suatu keadaan secara obyektif. Pada
penelitian ini terdapat 50 populasi sehingga teknik sampling yang digunakan adalah
total sampling. Hasil menunjukkan Gambaran factor – factor di Puskesmas Jetis Kota
Yogyakarta mayoritas baik. Responden yang memiliki pengetahuan baik (84%),
responden yang mendapat dukungan suami (78%), dan ibu yang memiliki sikap
positif terdapat (90%). Di harapkan hasil penelitian ini dapat memberikan
pengetahuan pada akseptor KB IUD bahwa dengan menggali informasi terlebih
dahulu sangat diperlukan dalam memilih penggunaan alat kontrasepsi yang lebih
efektif dan melakukan kunjungan ulang pacsa pemasangan IUD sesuai jadwal yang
sudah ditentukan tenaga kesehatan
DETERMINAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING TAHUN 2017
Mortalitas dan morbiditas ibu hamil, ibu bersalin dan ibu nifas masih menjadi
masalah terbesar di negera berkembang termasuk indonesia. Penyebab mortalitas dan
morbiditas erat kaitannya dengan komplikasi salah satunya preeklampsia. Menurut
laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sebanyak 14,6% kematian ibu
disebabkan oleh preeklampsia. Faktor tertentu yang menjadi predisposisi
preeklampsia yaitu usia 35 tahun, primigravida, pendidikan rendah, wanita
pekerja, riwayat hipertensi, overdistensi uterus (kehamilan kembar, polihidramnion,
abnormalitas janin), penyakit ginjal, diabetes militus dan disfungsi plasenta. Tujuan
penelitian ini diketahuinya Determinan Kejadian Preeklampsia pada Ibu Hamil di
RS PKU Muhammadiyah Gamping. Desain penelitian deskriptif korelasi, dengan
pendekatan case control retrospektif. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil
di RS PKU Muhammadiyah Gamping Tahun 2017 sebanyak 1184 ibu hamil. Jumlah
sampel penelitian ini sebanyak 154 responden dengan total sampling pada kelompok
case dan systematic random sampling pada kelompok control. Uji statistik
menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang memiliki
hubungan bemakna secara statistik dengan kejadian preeklampsia (nilai p-value
<0,05) adalah faktor Usia (p=0,000), Pekerjaan (p=0,036), Paritas (p=0,001) dan
Riwayat Kesehatan (p=0,009). Sedangkan faktor yang tidak memiliki hubungan
bermakna secara statistik dengan kejadian preeklampsia (nilai p-value >0,05) adalah
Pendidikan (p=0,275) dan Riwayat Kehamilan Kembar (p=1.000). Usia sebagai
faktor yang paling berisiko terhadap kejadian preeklampsia dengan OR 6,261.
Diharapkan seluruh ibu hamil dapat secara rutin memeriksakan kehamilannya ke
petugas kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat. Minimal selama kehamilan
sebanyak 4 kali, 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua, dan 2 kali
pada trimester ketiga. Tujuannya untuk mendeteksi dini komplikasi kehamilan salah
satunya pr
Peer Review : Association of Goverment Policy and Mothers Preceptive to Exclusive Breashfeeding Practice
HUBUNGAN PENGGUNAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DENGAN KETERATURAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS KASIHAN 1 BANTUL YOGYAKARTA
Pelayanan antenatal sebagai komponen utama yang diperlukan sebagai upaya deteksi dini mempertahankan kesehatan ibu terhadap kompilkasi kehamilan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan jaminan kesehaaatan nasional dengan keteraturan antenatal care di Puskesmas Kasihan 1 Bantul Yogyakarta Tahun 201
HUBUNGAN KETERPAPARAN MEDIA SOSIAL DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 KASIHAN BANTUL
Perilaku seksual dipengaruhi beberapa faktor seperti perubahan hormonal,
penundaan usia perkawinan, agama, pengaruh media massa, pengaruh orang tua dan
pergaulan bebas. Saat ini teknologi internet yang berkembang pesat dikalangan
remaja yaitu media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
keterpaparan media sosial dengan perilaku seksual remaja pada siswa kelas VIII di
SMP Negeri 1 Kasihan Bantul Yogyakarta. Desain penelitian ini adalah survey
analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini
adalah semua siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kasihan Bantul. Teknik sampling
dalam penelitian ini menggunakan metode non probability sampling yaitu total
sampling dengan jumlah sampel sebanyak 141 responden. Analisis data
menggunakan kendall tau. Hasil uji statistik kendall tau didapatkan nilai p value
0,319 > 0,05 menunjukkan bahwa tidak ada hubungan keterpaparan media sosial
dengan perilaku seksual remaja. Hasil dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan
keterpaparan media sosial dengan perilaku seksual remaja pada siswa kelas VIII di
SMP Negeri 1 Kasihan Bantul. Saran bagi responden agar dapat menggunakan media
sosial sebagai wadah mencari informasi yang positif dan bermanfaat, menggunakan
waktu luang untuk hal-hal yang positif seperti mengikuti kegiatan ekstrakulikuler
dan berolahraga
Pengaruh Penyuluhan Periksa Payudara Sendiri Dengan Metode Demonstrasi Terhadap Kemampuan Melakukan Praktik Sadari Pada Siswi Kelas Xi Sman 1 Kasihan Bantul
Menurut World Health Organization (WHO) dan United International Curbing Cancer (UICC) memprediksikan akan terjadi peningkatan lonjakan penderita kanker sebesar 30% di seluruh dunia pada tahun 2030. Begitu pula di Indonesia, kanker payudara menyumbang 30,5% dari semua kanker yang di diagnosis dan 21,5% kematian terkait kanker di antara wanita. Hal yang sama terjadi di Yogyakarta dimana kejadian kanker payudara terus meningkat tiap tahunnya. Pada Kabupaten Bantul sebanyak 323 kasus. SADARI merupakan cara yang efektif untuk deteksi dini kanker payudara. Tujuan penelitian ini diketahuinya pengaruh penyuluhan periksa payudara sendiri dengan metode demonstrasi terhadap kemampuan melakukan praktik SADARI pada siswi kelas XI SMAN I Kasihan Bantul. Metode penelitian ini Quasi-eksperimen dengan desain penelitian one group pretest postest with control group. Sampel penelitian adalah siswi kelas XI SMA N 1 Kasihan Bantul yang terdiri dari 54 anak kelompok eksperimen dan 54 anak kelompok kontrol. Instrument penelitian menggunakan cheklist SADARI. Analisis data menggunakan uji statistik Independent sample t-test. Hasil menunjukkan p value 0,000 (<0,05) secara statistik menunjukan ada pengaruh yang signifikan. Simpulan dan Saran penelitian ini ada pengaruh penyuluhan periksa payudara sendiri dengan metode demonstrasi terhadap kemampuan melakukan praktik SADARI pada siswi kelas XI SMAN I Kasihan Bantul. Pihak SMA sebaiknya memberiksn kegiatan dalam PMR dengan menambahkan penyuluhan SADARI yang dijadikan rutinitas sekolah terkait kesehatan reproduksi remaj
Hubungan Inisiasi Menyusu Dini Dan Dukungan Tenaga Kesehatan Dengan Pemberian Asi Ekslusif Oleh Ibu Yang Memiliki Bayi 6-12 Bulan Di Puskesmas Ngampilan Tahun 2018
Sesuai dengan hasil kajian WHO pemberian ASI yang tidak secara eksklusif kepada bayi akan memberikan dampak infeksi, seperti ISPA, infeksi telinga dan diare. Cakupan ASI eksklusif yang rendah disebabkan oleh beberapa faktor antara lain seperti usia, pengetahuan ibu, tingkat pendidikan, paritas, dan pekerjaan, inisiasi menyusu dini, dukungan tenaga kesehatan dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan inisiasi menyusu dini dan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Ngampilan Yogyakarta Tahun 2018. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan sebanyak 59 bayi. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan dihitung jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 52 orang. Hasil uji statistik IMD dengan ASI Eksklusif menggunakan fisher exact didapatkan nilai p-value 0,001< 0.05. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan inisiasi menyusu dini dengan pemberian ASI Eksklusif di wilayah Puskesmas Ngampilan Yogyakarta Tahun 2018. Hasil uji statistik dukungan tenaga kesehatan dengan ASI Eksklusif menggunakan fisher exact didapatkan nilai p-value 0,001< 0.05. Hasil uji statistik menunjukkan ada dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian ASI Eksklusif di wilayah Puskesmas Ngampilan Yogyakarta Tahun 2018. Saran, ibu seharusnya menambah wawasan tentang pemberian ASI Eksklusif