DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    PENGARUH CORE STABILITY EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS PADA PERAGAWATI ANAK-ANAK DI SAMURAI PRO MODELLING SCHOOL

    Get PDF
    Latar Belakang: Pada saat berjalan di catwalk, peragawati membutuhkan keseimbangan yang baik agar tidak jatuh di panggung. Jika seorang peragawati jatuh di panggung karena adanya gangguan keseimbangan maka beresiko mengalami cedera, nilai kompetisi saat lomba fashion show akan jatuh. Jika masalah gangguan keseimbangan pada peragawati tidak segera ditangani maka akan muncul resiko jatuh pada peragawati tersebut. Dari 46 siswa peragawati anak-anak usia SD 7 – 12 tahun di Samurai Pro Modelling School ditemukan 23 anak atau 50% mengalami gangguan keseimbangan dinamis dan 2 diantaranya pernah jatuh saat berjalan di atas cathwalk. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh core stability exercise terhadap keseimbangan dinamis pada peragawati anak-anak di Samurai Pro Modelling School. Metode Penelitian: Jenis penelitian experimental pre test and post test one group design, 21 anak menjadi responden dengan purposive sampling. Responden diberikan intervensi core stability exercise 2 kali seminggu selama 6 minggu. Penelitian menggunakan alat ukur Pediatric Balance Scale. Uji normalitas dengan Shapiro wilk test. Uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Rank Test. Hasil: Hasil uji Wilcoxon Rank Test p = 0,00 (p<0,05) menunjukkan core stability exercise ada pengaruh terhadap keseimbangan dinamis pada anak. Kesimpulan: Ada pengaruh core stability exercise terhadap keseimbangan dinamis pada peragawati anak-anak di Samurai Pro Modelling School. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan untuk meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi keseimbangan dinamis yaitu GRF (Grown Reaction Force) COG (Centre Of Gravity), BOS (Base Of Support),dan stability limit, dan meneliti dengan waktu yang lebih lama sehingga responden mendapat manfaat yang lebih banyak

    PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN HEEL RAISES EXERCISE DAN TIGHTROPE WALKER TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN STATIS PADA ANAK FLAT FOOT

    Get PDF
    Latar Belakang: Keseimbangan statis merupakan sistem gerak yang berfungsi mengontrol dan mempertahankan posisi tubuh saat diam. Keseimbangan dapat terganggu karena kondisi flatfoot. Flatfoot adalah bentuk telapak kaki datar yang disebabkan oleh hilangnya arkus longitudinal medial saat berdiri yang akan menyebabkan keseimbangan terganggu. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh pemberian heel raieses exercise dengan tightrope walker terhadap peningkatan keseimbangan statis pada anak flat foot. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah experimental dengan rancangan pre dan post two group design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SDN Karakan yang berusia 6 sampai 8 tahun yang mengalami flat foot derajat I dan gangguan keseimbangan. Subyek penelitian ini berjumlah 26 orang, yang terbagi menjadi 2 kelompok, dimana kelompok perlakuan I diberikan intervensi heel rises exercise 12 kali pertemuan selama 6 minggu dengan frekuensi 2 kali seminggu dan kelompok perlakuan II diberikan intervensi tightrope walker 12 kali pertemuan dalam waktu 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Alat ukur yang digunakan strok stance test. Hasil: Hasil uji kelompok I dan kelompok II menggunakan Paired Sample t-test diperoleh nilai p= 0,000 yang berarti berpengaruh terhadap keseimbangan statis. Hasil uji beda III menggunakan Independent t-test diperoleh nilai p= 0,005 yang berarti ada perbedaan pengaruh pemberian heel raises exercise dengan tightrope walker terhadap peningkatan keseimbangan statis pada anak flat foot di SDN Karakan, Sleman Yogyakarta. Kesimpulan: Ada perbedaan pengaruh pemberian heel raises exercise dan tightrope walker terhadap peningkatan keseimbangan statis pada anak flat foot di SDN Karakan, Sleman Yogyakarta. Saran: Bagi peneliti selanjutnya dapat memberikan latihan dengan waktu yang lebih lama dan mengontrol aktifitas yang dilakukan sehari-hari

    PENGARUH PENAMBAHAN PROGRESSIVE RESISTANCE EXERCISE PADA INFRA RED DAN TENS TERHADAP PENINGKATAN TERHADAP AKTIVITAS FUNGSIONAL OSTEOARTHRITIS KNEE

    Get PDF
    Latar Belakang: Osteoarthritis yaitu suatu penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan rusaknya kartilago, Menurut Riset Kesehatan Dasar Indonesia 2018 prevalensi Penyakit sendi di Indonesia tahun 2018 berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan di Indonesia mencapai 7,3%, pada osteoarthritis knee di RS PKU Muhammadiyah Gamping kebanyakan menggunakan intervensi Infra Red , TENS. Penulis ingin melakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Penambahan Progressive Resistance Exercise Pada Infra Red dan TENS Terhadap Aktivitas Fungsional dan belum pernah ada penelitian sebelumnya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Progressive Resistance Exercise pada Infra Red dan TENS terhadap aktivitas fungsional pada penderita osteoarthritis knee. Metode Penelitian : menggunakan quasi experimental yang menggunakan desain penelitian two group pre and post test design, kelompok I mendapat perlakuan Infra Red, dan TENS, kelompok II mendapatkan penambahan Progressive resistance exercise. Populasi : lansia umur 60-74 tahun dengan keluhan nyeri lutut di RS PKU Muhammadiyah Gamping, pengambilan sample dengan teknik sampling convinence sebanyak 30 orang dibagi dua kelompok, dengan mengukur kemampuan aktivitas fungsional menggunakan WOMAC index. Hasil : uji hipotesis menggunakan Paired Sample T-Test menggunakan nilai pre dan post perlakuan intervensi Infra Red dan TENS data bersifat normal dikarenakan nilai p=0,000 <0,05 yang berarti bawa terdapat pengaruh pemberian intervensi Infra Red dan TENS terhadap peningkatan aktivitas fungsional osteoarthritis knee. Paired Sample T-Test nilai p=0,001 <0,05 berarti terdapat pengaruh pemberian penambahan Progressive Resistance Exercise terhadap peningkatan aktivitas fungsional osteoarthritis knee. Kesimpulan : Kelompok I pemberian Infra Red dan TENS ada pengaruh peningkatan aktivitas fungsional tetapi pada kelompok II dengan penambahan Progressive Resistance Exercise jauh lebih meningkat hasil pengukuran dengan skala WOMAC, karena nyeri berkurang dan kekuatan otot sekitar paha meningkat sehingga aktivitas fungsional pada osteoarthritis knee meningkat. Saran : penderita osteoarthritis knee yang fisioterapi di RS PKU Muhammadiyah Gamping akan sangat bermanfaat apabila latihan yang sudah diajarkan oleh Fisioterapis terus dilakukan sendiri di rumah

    PERBEDAAN PENGARUH FOOT MASSAGE DAN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA DUSUN MEJING KIDUL

    Get PDF
    Latar belakang : Lansia yang terganggu tidurnya akan mempengaruhi aktifitas seperti merasa lelah dan tidak bersemangat dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Proses penuaan menyebabkan adanya penurunan kualitas tidur pada lansia. Kualitas tidur dapat ditingkatkan dengan menggunakan intervensi Foot Massage dan Progressive Muscle Relaxation. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan pengaruh Foot Massage dan Progressive Muscle Relaxation terhadap kualitas tidur lansia. Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat experimental, desain penelitian yang digunakan berupa pre-test and post test two group design. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2018. Tempat penelitian di Posyandu Lansia Dusun Mejing Kidul, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Jumlah sampel penelitian adalah 20 orang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok I diberikan Foot Massage dan Progressive Muscle Relaxation dan kedua kelompok diukur Pittsburgh Sleep Quality Index. Hasil : Ada pengaruh yang signifikan pada pemberian Foot Massage dan Progressive Muscle Relaxation terhadap peningkatan kualitas tidur. Pada kelompok I dan II menggunakan paired sample t-test dengan nilai p = 0,000. Pada kelompok I dan II menggunakan lavene’s test untuk menguji homogenitas dan menggunakan shapiro wilk test untuk menguji normalitas, untuk menguji hipotesis III Independent Sample t-test didapatkan hasil p = 0, 655. Kesimpulan : Tidak ada perbedaan pengaruh Foot Massage dan Progressive Muscle Relaxation terhadap kualitas tidur pada lansia di Posyandu Lansia di Dusun Mejing Kidul. Saran : Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian sejenis ini dan dilakukan penelitian lebih lanjut berdasarkan faktor lainnya, variabel yang berbeda, jumlah sampel yang berbeda, jumlah sampel yang lebih banyak dan tempat yang berbeda

    PENGARUH PEMBERIAN HOLD RELAX DAN ACTIVE ISOLATED STRETCHING UNTUK FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA SISWA SISWI EKSTRAKULIKULER BASKET SMA 1 GAMPING

    Get PDF
    Latar Belakang: Kemampuan otot-otot ekstremitas bawah salah satunya otot hamstring digunakan sebagai otot utama dimana didalamnya membutuhkan kekuatan dan fleksibilitas yang optimal untuk bergerak. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan pengaruh hold Relax dan active isolated stretching terhadap fleksibilitas otot hamstring pada siswa siswi . Metode : quasy experimental pre and test-post test two group design, jumlah sampel 20 dibagi 2 kelompok. Kelompok I perlakuan hold relax dan kelompok II perlakuan active isolated stretching. Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu dengan 3x latihan per minggu. Hasil: Uji normalitas menggunakan Saphiro Wilk Test dan uji homogenitas dengan Lavene’s Test. Hasil Paired t-test kelompok I nilai p=0,000. Hasil Paired t-test kelompok II p=0,000, yang berarti kedua kelompok ada peningkatan terhadap fleksibilitas otot hamstring. Hasil independent t-Test didapatkan nilai p= 0.268. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh hold relax dan active isolated stretching terhadap fleksibilitas otot hamstring pada siswa siswi. Saran: bagi permain basket diharapkan pemberian hold relax dan active isolated stretching dapat digunakan karena kedua latihan tersebut tidak mempunyai perbedaan hasil untuk meningkatkan fleksibilitas otot hamstring

    PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SENAM BODY LANGUAGE DAN SENAM PILATES TERHADAP PENURUNAN LEMAK PERUT PADA WANITA DI SANGGAR SENAM MIRACLE GRIYA BUGAR

    Get PDF
    Latar belakang: Kelebihan lemak perut atau obesitas sentral merupakan indikasi kegemukan pada seseorang. obesitas merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan senam body languague dan latihan senam pilates. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental menggunakan desain penelitian two group pretest & posttest design untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan senam body language dengan latihan senam pilates untuk mengetahui penurunan lemak perut pada wanita di sanggar senam Miracle Griya Bugar. Sampel didapat dengan metode purposive sampling, sampel terdiri dari 11 orang setiap kelompok perlakuan. Instrumen pengukuran lemak perut menggunakan skinfold caliper. Uji normalitas dengan Saphiro Wilk Test dan uji Homogenitas data menggunakan Lavene’s Test. hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Paired Sample T-test untuk mengetahui penurunan lemak perut pada kelompok I dan II serta uji Independent Sample T-test untuk menguji perbedaan pengaruh kelompok I dan II. Hasil: Uji dengan Paired Sample T-test untuk kelompok I nilai p=0,000 (p<0,05) dan untuk kelompok II nilai p=0,000 (p<0,05). Uji perbedaan pengaruh kelompok I dan II dengan Independent Sample Ttest nilai p=0,771 (p>0,05). Tidak ada perbedaan pengaruh latihan senam body language dan latihan senam pilates terhadap penurunan lemak perut pada wanita di sanggar senam Miracle Griya Bugar. Simpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh pemberian latihan senam body language dan latihan senam pilates terhadap penurunan lemak perut pada wanita di sanggar senam Miracle Griya Bugar. Saran: Penelitian selanjutnya agar mengontrol aktifitas responde

    Terapi Tertawa untuk Lansia

    Get PDF

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇