DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    HUBUNGAN STATUS GIZI BALITA DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA NGAMPLAN TAHUN 2018

    Get PDF
    Perkembangan motorik balita yang lambat salah satunya disebabkan oleh kelainan tonus otot (penyakit neuromuskuler) serta asupan gizi yang kurang yang dapat mempengaruhi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia balita. Menurut UNICEF tahun 2011, angka kejadian gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia balita khususnya perkembangan motorik sebesar 27,5% atau 3 juta anak mengalami gangguan. Di Indonesia tahun 2010 gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak mencapai 35,7% dan tergolong dalam masalah kesehatan masyarakat yang tertinggi menurut WHO karena masih diatas 30% (Riskesdas, 2010). Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di Puskesmas Ngampilan terdapat 492 balita yang ditimbang, 4 diantaranya berstatus gizi buruk dan 26 balita berstatus gizi kurang di Kelurahan Ngampilan sedangkan status gizi di Kelurahan Notoprajan, 22 balita diantaranya berstatus gizi kurang dan 5 balita gizi lebih. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan status gizi balita dengan perkembangan motorik kasar pada balita usia 1-5 tahun di Posyandu RW 05 Wilayah Kerja Puskesmas Ngampilan tahun 2018. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 65 anak usia balita dan analisis data menggunakan Chi-squre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi balita pada perkembangan motorik kasar di Posyandu RW 05 Wilayah Kerja Puskesmas Ngampilan Tahun 2018 mayoritas memiliki perkembangan motorik kasar normal dengan status gizi kurang sebanyak 18,5% (5 balita) dan status gizi baik sebanyak 81,5% (22 balita) sedangkan perkembangan motorik kasar abnormal dengan status gizi kurang sebanyak 28,9% (11 balita), gizi baik sebanyak 44,7% (17 balita) dan gizi lebih sebanyak 26,3% (10 balita) dengan nilai p value 0,003 dan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara status gizi balita dengan perkembangan motorik kasar pada balita. Sehingga diharapkan dapat memberikan stimulasi sesuai dengan perkembangan tumbuh kembang balita dan apabila terdeteksi adanya gangguan tumbuh kembang dapat segera melakukan konseling atau pemeriksaan

    HUBUNGAN PENDIDIKAN, PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN IVA DI PUSKESMAS GODEAN II

    Get PDF
    Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi dan proses reproduksi. Salah satu penyakit yang sering menyerang kesehatan reproduksi wanita adalah kanker serviks. Angka kejadian kanker serviks dapat ditekan dengan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA. Untuk mengetahui hubungan pendidikan, pengetahuan dan sikap ibu tentang kanker serviks dengan perilaku pemeriksaan IVA di Puskesmas Godean II. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 59 responden berusia 20-50 tahun. Teknik sampling yaitu Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan Chi-Square. Menunjukkan bahwa pendidikan paling banyak adalah sekolah menengah 38 responden (64,4%), pengetahuan paling banyak dalam kategori cukup 29 responden (49,1%), sikap positif sebanyak 56 responden (94,9%) dan perilaku sebagian besar melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 31 responden (52,5%). Hasil untuk pendidikan di dapatkan ρ value 0,135 >0,05, pengetahuan di dapatkan nilai ρ value 0,001 0,05. Tidak ada hubungan pendidikan ibu dengan perilaku pemeriksaan IVA di Puskesmas Godean II, ada hubungan pengetahuan ibu tentang kanker serviks dengan perilaku pemeriksaan IVA di Puskesmas Godean II, tidak ada hubungan sikap ibu tentang kanker serviks dengan perilaku pemeriksaan IVA di Puskesmas Godean II. Diharapkan kepada ibu agar tetap menjaga kesehatan reproduksinya dengan cara melakukan pemeriksaan IVA secara rutin

    PENGARUH EDUKASI SUPORTIF TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN PENDERITA HIPERTENSI USIA PRODUKTIF DI DUSUN GOWOK DEPOK III SLEMAN YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit penyebab kematian yang tidak menular dan dapat mempengaruhi semua umur. Kepatuhan pengobatan sangat diperlukan pada penderita hipertensi usia produktif untuk meminimalkan komplikasi yang ditimbulkan. Edukasi suportif di anggap mampu meningkatkan kepatuhan pengobatan penderita hipertensi karena tidak hanya pendidikan kesehatan yang diberikan tetapi adanya bimbingan serta motivasi sehingga kesadaran akan kepatuhan pengobatan menjadi lebih efektif. Tujuan Penelitian: Diketahuinya mengenai pengaruh edukasi suportif terhadap kepatuhan pengobatan penderita hipertensi usia produktif di Dusun Gowok Depok III Sleman Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan pretest and posttest design with one group dengan jumlah sampel sebanyak 10 pasien di Dusun Gowok Depok III Sleman Yogyakarta. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji t berpasangan untuk mengetahui pengaruh edukasi suportif terhadap kepatuhan pasien. Alat ukur instrumen yang digunakan yaitu kuesioner MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) untuk mengukur kepatuhan minum obat. Hasil Penelitian: Hasil hasil uji Wilcoxon Rank Test terdapat perbedaan pengaruh intervensi edukasi suportif antara pretest dan posttest pada kelompok intervensi terhadap kepatuhan dalam kepatuhan pengobatan p-value 0,009 (p< 0,05). Simpulan dan Saran: Edukasi suportif berpengaruh positif terhadap kepatuhan pasien dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi pada perawatan pasien hipertensi di Dusun Gowok Depok III Sleman Yogyakarta. Diharapkan usia dewasa dapat meningkatkan kesadaran terhadap kepatuhan minum obat hipertensi

    HUBUNGAN HOBI BERMAIN VIDEO GAME KEKERASAN DENGAN PERILAKU BULLY PADA REMAJA DI SMK N I TEMON KULONPROGO

    Get PDF
    Latar Belakang: Perilaku bully memberikan efek negatif pada remaja yang dapat berlanjut pada masa dewasa. Sulitnya memutus mata rantai kasus bully anak menjadi permasalahan, sebab korban bisa menjadi pelaku dan pelaku dapat pula manjadi korban. Bullying sendiri merupakan bagian dari perilaku agresif yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang. Remaja yang sering bermain game kekerasan lebih agresif dari pada remaja yang sering bermain game bukan kekerasan atau bahkan dibandingkan remaja yang tidak bermain game sama sekali. Tujuan: Mengetahui hubungan hobi bermain video game kekerasan dengan perilaku bully pada remaja di SMK N 1 Temon Kulonprogo. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah correlation dengan pendekatan cross sectional, serta menggunakan kuesioner sebagai instrumen. Pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sampel 65 responden. Analisa data yang digunakan adalah Pearson Product Moment. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment didapatkan nilai asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0,002 (p<0,05). Hasil analisis uji Pearson Product Moment menunjukkan ada hubungan bermakna secara statistik antara hobi bermain video game kekerasan dengan perilaku bully. Keeratan hubungan sebesar 0,379 berarti hubungan antara hobi bermain video game kekerasan dengan perilaku bully dapat dikatakan lemah. Simpulan dan Saran: Ada hubungan bermakna secara statistik antara hobi bermain video game kekerasan dengan perilaku bully Dari hasil penelitian ini diharapkan remaja dapat mengetahui efek dari game yang mengandung unsur kekerasan dan memilih-milih game mana yang baik dimainkan dan yang tidak

    HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI SECTIO CAESAREA DI RSUD SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2018

    Get PDF
    Latar Belakang Penelitian: Pasien pre operasi sectio caesarea memiliki resiko medis dan masalah psikologi berupa kecemasan sebelum dilakukan operasi. Pasien dapat menghadapi kecemasan tergantung mekanisme koping yang dimiliki.Pasien dengan mekanisme koping adaptif dapat mengurangi kecemasan.Pasien yang tidak menggunakan mekanisme koping dengan benar atau maladaptif dapat gagal beradaptasi terhadap masalah mengakibatkan penyakit fisik dan mental. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea di RSUD Sleman Yogyakarta tahun 2018. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan desain penelitian deskriptif korelasional, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien operasi elektif yang menjalani operasi sectio caesarea di RSUD Sleman Yogyakarta pada bulan Maret 2018 berjumlah 47 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling didapatkan 42 orang. Uji analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian. Hasil penelitian didapatkan bahwa mekanisme koping pasien pre operasi sectio caesaria dengan kategori adaptif sebanyak 29 orang (69%) dan kategori maladaptif sebanyak 13 orang (31%). Tingkat kecemasan yang dialami oleh pasien pre operasi sectio caesaria dengan cemas berat sebanyak 9 orang (21,4%), cemas sedang sebanyak 17 orang (40,5%), cemas ringan sebanyak 12 orang (28,6%) dan tidak cemas sebanyak 4 orang (9,5%). Simpulan dan saran. Ada hubungan signifikan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea di RSUD Sleman Yogyakarta tahun 2018 (p = 0,008). Saran bagi pasien pre operasi sectio caesarea agar dapat menyiapkan mental sebelum operasi sehingga kecemasan berkurang

    STUDI KOMPARASI DAN KORELASI OSMOLARITAS CAIRAN INFUS DENGAN KEJADIAN FLEBITIS DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WONOSARI

    Get PDF
    Latar Belakang: Flebitis merupakan jenis hospital acquired infections yang menempati peringkat pertama diantara infeksi lainnya. Kejadian flebitis dipengaruhi oleh faktor internal , faktor mekanik, faktor kimia, dan faktor bakteri. Faktor kimia adalah faktor yang penting pengaruhnya terhadap kejadian flebitis. Flebitis dari faktor kimia salah satunya dipengaruhi oleh osmolaritas cairan infus yang terbagi dalam jenis cairan hipotonis, isotonis, dan hipertonis. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan dan hubungan osmolaritas cairan infus dengan kejadian flebitis di Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Responden terdiri dari 109 pasien yang terpasang infus, diambil dengan teknik consecutive sampling. Dengan analisa data yang digunakan adalah Krusskal Wallis dan Kendall Tau. Hasil Penelitian: Didapatkan nilai p value sebesar 0,045 dengan uji beda kruskal wallis, dan diperoleh koefisien p- value sebesar 0,045 dari hasil uji korelasi kendall tau, yang berarti kedua nilai signifikan lebih kecil dari taraf signifikan ?: 0,05, hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian ini diterima. Simpulan dan Saran: Ada perbedaan kejadian flebitis pada pemberian cairan infus hipotonis, isotonis, hipertonis dan ada hubungan osmolaritas cairan infus dengan kejadian flebitis. Disarankan pada tim kesehatan di rumah sakit untuk meningkatkan observasi pada pemasangan infus dengan cairan hipotonis, isotonis, hipertonis

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL TERMINAL YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Proses hemodialisis yang membutuhkan waktu selama 4-5 jam umumnya menimbulkan dampak negatif, kondisi tersebut menyebabkan menurunnya kualitas hidup pasien. Keluarga dapat menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam menentukan keyakinan, nilai serta dapat menentukan program pengobatan yang dapat diterima pasien sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal terminal yang menjalani terapi hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, metode deskriptif korelasi, dengan pendekatan waktu cross sectional. Metode sampel menggunakan tehnik sampling purposive dengan jumlah sampel 38 responden dari bulan Februari-April 2018. Instrumen menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan WHOQOL-BREEF, analisis data dengan Chi Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dukungan keluarga sebesar 73,7% kategori baik, dan kualitas hidup sebesar 86,8% kategori baik. Skor total kedua variabel diketahui nilai p 0,009 dengan keeratan hubungan sedang yaitu r hitung = 0,544. Simpulan dan Saran: Semakin baik dukungan keluarga yang diberikan oleh keluarga kepada pasien maka semakin tinggi kualitas hidup pasien yang menjalani terapi hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian tentang variabel pengganggu seperti karakteristik demografi, lingkungan, ekonomi, keamanan, dan depresi

    PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP PERUBAHAN RESPIRASI DAN SATURASI OKSIGEN (SPO 2 ) PADA PASIENACUTE MYOCARDIAL INFARCTION DI ICCU RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Penderita Acute Myocardial Infarctionmemerlukan rehabilitasi jantung yang bertujuan untuk mengembalikan kondisi yang optimal secara fisik, medik, psikologik, sosial, emosional, seksual, dan vokasional. Mobilisasi yang tidak segera dilakukan akan menurunkan fungsi otot-otot jantung, menurunkan sirkulasi darah dalam tubuh, menurunkan kekuatan otot dan pernafasan. Tujuan Penelitian: Mengetahui apakah ada pengaruh mobilisasi dini terhadap perubahan respirasi dan saturasi oksigen (SPO 2 ) pada pasien Acute Myocardial Infarctiondi ruang ICCU RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, metode penelitian pra eksperimental dengan rancangan one grup pretest posttest. Metode sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah 11 responden. Instrumen menggunakan lembar observasi, analisis data dengan Wicoxon Test. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mobilisasi dini tidak berpengaruh terhadap perubahan respirasi dan saturasi oksigen (SPO 2 ) dengan skor untuk respirasi p value 0,157 dan saturasi oksigen p value 1,000. Simpulan dan Saran: Penelitian ini membuktikan bahwa tidak ada pengaruh mobilisasi dini terhadap perubahan respires dan saturasi oksigen (SPO 2 ) pada pasien Acute Myocardial Infarction di ICCU RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian terkai tentang komponen aktifitas fisik yaitu fase mobilisasi selanjutnya

    PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN ISOMETRIK QUADRICEPS DAN LATIHAN ISOTONIK QUADRICEPS TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA OSTEOARTHRITIS LUTUT

    Get PDF
    Latar Belakang: Osteoarthritis merupakan salah satu penyakit tulang rawan sendi yang berkembang lambat. Secara klinik ditandai dengan nyeri, deformitas, pembesaran sendi, dan hambatan gerak pada sendi-sendi tangan dan sendi besar yang menanggung beban. Tujuan: penelitian ini ditujukan untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan isometrik quadriceps dan latihan isotonik quadriceps terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada osteoarthritis lutut. Metode penelitian : penelitian ini dilakukan dengan desain Two group design pre test-post test dengan jumlah sampel untuk kelompok I berjumlah 8 orang diberikan intervensi latihan isometrik quadriceps dan kelompok II yang diberi latihan isotonik quadriceps. Penelitian dilakukan selama 3 minggu dengan frekwensi 2 kali perminggu dan kemampuan fungsional diukur dengan menggunakan WOMAC indeks. Hasil: Dari hasil pengujian hipotesis dengan paired sampel t-test pada kelompok latihan isometrik quadriceps didapatkan nilai (p<0,05) p = 0,000 yang berarti adanya pengaruh latihan isometrik quadriceps terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada osteoarthritis lutut. Sedangkan pada kelompok perlakuan isotonik quadriceps didapatkan nilai (p<0,05) p = 0,000 yang berarti adanya pengaruh latihan isotonik quadriceps terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada osteoarthritis lutut. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh latihan isometrik quadricep dan latihan isotonik quadriceps terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada osteoarthitis lutut. Saran: Penelitian selanjutnya diharapkan dapat dilaksanakan dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan waktu lebih panjang

    PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SWISS BALL DAN JALAN TANDEM TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANSIA

    Get PDF
    Latar belakang : Gangguan keseimbangan terjadi karena lansia mengalami perubahan fisiologis pada sistem visual, sistem vestibular, somatosensoris dan muskuloskeletal. Keempat komponen tersebut berperan penting dalam menjaga kontrol postural pada tubuh yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh agar tidak jatuh saat berdiri, berjalan maupun beraktivitas. Tujuan: mengetahui perbedaan pengaruh latihan swiss ball dan jalan tandem terhadap keeimbangan dinamis pada lansia. Metode: metode convinience sampling, pre and post test two group design. 30 respoden menjadi sampel, 15 responden pada kelompok I dengan pemberian latihan swiss ball dan kelompok II berjumlah 15 responden dengan pemberian perlakuan jalan tandem. Latihan dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 4 minggu. Alat ukur yang digunakan Time Up and Go Test. Hasil: sebelum pemberian latihan nilai keseimbangan dinamis pada kelompok I dan II mengalami penurunan keseimbangan tertinggi 21,02 dan 21,73, dengan nilai terendah 13,01 dan 13,25. Setelah pemberian latihan ada peningkatan keseimbangan dinamis pada kelompok I P = 0,000 dan kelompok II P = 0,000. Tidak ada perbedaan pengaruh latihan swiss ball dan jalan tandem terhadap keseimbangan dinamis pada lansia dengan nilai P = 0,62. Kesimpulan: tidak ada perbedaan pengaruh latihan swiss ball dan jalan tandem terhadap keseimbangan dinamis pada lansia. Saran: perlu dilakukan penelitian dengan usia responden yang setara disetiap kelompoknya

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇