DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan Pengetahuan Dengan Kesiapan Ibu Dalam Menghadapi Menopause Di Dusun Krandon Malangan Sumberagung Moyudan Sleman Yogyakarta
Latar Belakang: Kesiapan yang cukup di perlukan bagi perempuan yang akan
menghadapi menopause. Kurangnya kesiapan membuat perempuan cemas dan bisa
juga menyebabkan depresi jika memasuki masa menopause. Perempuan yang
memasuki masa perimenopasue hingga menopause pada usia 35 sampai 60 tahun,
akan mengalami perubahan psikologis dan fisik seperti mudah marah dan kondisi
fisik yang melemah.Pengetahuan memiliki peran yang sangat penting dalam
kehidupan para perempuan yang mengalami masa menopause
Tujuan:Mengetahui hubungan pengetahuan dengan kesiapan ibu dalam menghadapi
menopause
Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan survei analitik metode
pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Tehnik
sampling yang digunakan purposive sampling. Jumlah responden sebanyak 58
responden.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu menopause paling
banyak kategori sedang sebanyak 25 (89,9%) responden. kesiapan ibu dalam
menghadapi menopause paling banyak kategori sedang sebanyak 33 (56,9%). ada
hubungan pengetahuan dengan kesiapan ibu dalam menghadapi menopause memiliki
keeratan hubungan sebesar 0,359 yang artinya memiliki keeratan hubungan rendah.
Simpulan: Terdapat hubungan pengetahuan dengan kesiapan ibu dalam menghadapi
menopause di Dusun Krandon Malangan Sumberagung Moyudan
SlemanYogyakartadengan harga koefisien nilai p-value sebesar 0,004 <0,05memiliki
keeratan hubungan
sebesar 0,359 yang artinya memiliki keeratan hubungan rendah.
Saran: Responden bahwa perlu adanya kesiapan dengan cara banyak membaca
tentangbuku menopause, berkonsultasi kepada tenaga kesehatan, dan mempersiapkan
menghadapimenopuse secara maksim
Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruang Dengan Kejadian Burnout Pada Perawat Di Ruang Perawatan RSUD Sleman
Latar Belakang: Perawat merupakan komponen yang mempunyai peranan penting
dalam memberikan layanan kesehatan di rumah sakit. Tugas yang diperoleh, menuntut
perawat harus menyelesaikan dengan cepat, tepat, dan cermat. Beban kerja berlebihan
secara fisik maupun mental adalah penyebab timbulnya stress kerja. Stress kerja yang
terjadi secara terus-menerus akan menimbulkan dampak kejenuhan kerja atau sering
disebut dengan burnout. Bibliografi yang memuat 2496 publikasi tentang burnout di
Eropa tahun 2010 menunjukkan 43% burnout dialami pekerja kesehatan dan sosial
(perawat), 32% dialami guru (pendidik), 9% dialami pekerja administrasi dan
manajemen, 4% pekerja di bidang hukum dan kepolisian, dan 2% dialami pekerja
lainnya. Kepala ruang sebagai pemimpin dalam suatu ruang perawatan harus memiliki
keterampilan kepemimpinan yang efektif, gaya kepemimpinan yang efektif adalah gaya
kepemimpinan situasional sehingga dapat meningkatkan motivasi kerja dari bawahan
agar tidak berakibat terjadinya gangguan pada kondisi kerja dan beban kerja yang akan
menimbulkan burnout.
Tujuan: Diketahuinya hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan
kejadian burnout pada perawat di ruang perawatan RSUD Sleman.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan
pendekatan cross sectional, teknik sampel yang digunakan adalah accidental sampling,
yaitu 55 perawat. Untuk menganalisis hubungan dua variabel digunakan uji Chi-Square.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan hasil uji statistik nilai p-value, 0,000 lebih
kecil dari 0,05 maka hal ini berarti H? diterima dan H? ditolak, artinya ada hubungan
antara dua variabel dalam penelitian ini dengan koefisien korelasi sebesar 0,532 atau
gaya kepemimpinan kepala ruang mempengaruhi 53,2% burnout pada perawat di ruang
perawatan RSUD Sleman.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang dengan
kejadian burnout pada perawat di ruang perawatan RSUD Sleman. Bagi RSUD Sleman
Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan untuk menentukan kebijakan terkait
dengan gaya kepemimpinan kepala ruang untuk menurunkan persentasease kejadian
burnout yang terjadi pada perawat di ruang perawatan RSUD Slema
Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Latar Belakang: Angka kejadian gagal ginjal meningkat setiap tahunnya, baik di
Indonesia maupun di dunia. Banyak faktor yang dapat menyebabkan gagal ginjal
kronik, antara lain DM, hipertensi, glomerulonephritis, dan gaya hidup.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan gaya hidup dengan
kejadian gagal ginjal kronik di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode: Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode case
control. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random samplingpada kelompok
kasus dan purposive sampling pada kelompol kontrol. Sampel penelitian ini
berjumlah 40 responden pada kelompok kasus dan 40 responden pada kelompok
kontrol. Teknik analisis data menggunakan Chi-Square.
Hasil: Hubungan gaya hidup dengan kejadian gagal ginjal kronik di RS PKU
Muhammadiyah Yogyakarta diperoleh p value0,024. Ditinjau dari aspek gaya hidup,
hubungan aktivitas fisik dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value
0,370, hubungan penggunaan zat dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p
value 0,023, hubungan pola diet dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p
value0,013.
Simpulan dan saran: Ada hubungan gaya hidup dengan kejadian gagal ginjal
kronik di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Ditinjau dari aspek gaya hidup
menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan zat dan pola diet dengan kejadian
gagal ginjal kronik di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, sedangkan pada
aktifitas fisik tidak terdapat hubungan dengan kejadian gagal ginjal kronik di RS
PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penderita gagal ginjal kronik maupun yang tidak
menderita gagal ginjal kronik diharapkan dapat menerapkan gaya hidup yang sehat
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI PUSKESMAS UMBULHARJO I KOTA YOGYAKARTA
Kecemasan merupakan reaksi emosional terhadap persepsi adanya bahaya, baik yang
nyata maupun yang dibayangkan. Biasanya diikuti dengan naiknya rangsangan pada
tubuh, seperti jantung berdebar-debar dan keringat dingin. Rasa cemas menghadapi
persalinan menduduki peringkat teratas yang paling sering dialami oleh ibu hamil
dalam menghadapi kehamilan dan persalinan. Di Indonesia penelitian yang dilakukan
pada ibu hamil primigravida trimester III sebanyak 33,93% mengalami kecemasan.
Kecemasan dalam menghadapi persalinan menyebabkan resiko untuk melakukan sectio
caesarea sebanyak 54,8%. Kecemasan juga menyebabkan resiko untuk bayi yaitu
kelahiran prematur, melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR),
kegawatan (fetal distress) dan dalam jangka panjang berkaitan dengan gangguan prilaku
dan emosi anak. Penelitian dilakukan untuk mengetahui dukungan suami dengan
kecemasan ibu hamil primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan di
Puskesmas Umbulharjo I kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan studi korelasi
dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sesuai dengan
kriteria inklusi sebanyak 35 ibu hamil primigravida trimester III dengan teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan chi square. Dimana hasil analisis
chi square didapatkan p value 0,016 < 0,05 dengan taraf signifikan ? 5% (0,05). Hasil
uji statistik menunjukkan adanya hubungan dukungan suami dengan kecemasan ibu
hamil primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan di Puskesmas
Umbulharjo I Kota Yogyakarta. Simpulan hasil penelitian terdapat hubungan yang
signifikan antara dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil primigravida trimester
III dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta.
Diharapkan ibu hamil dapat lebih memperhatikan keadaannya dan suami dapat selalu
memberikan dukungan kepada ibu sehingga dapat mengurangi kecemasan pada ibu
hamil
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA REMAJA SISWI KELAS XI DI SMA N 1 GODEAN
Keputihan merupakan keluhan yang sering terjadi pada wanita di dunia, terutama di
wilayah Asia 75% mengalami keputihan sedangkan di Indonesia sekitar 90% wanita
berpotensi mengalami keputihan dan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang
berusia 15-24 tahun ada 2,9 juta jiwa dan 68 % mengalami keputihan patologi
sedangkan di SMA N 1 Godean dari 100 responden yang mengalami keputihan ada
21 responden. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku
personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja siswi kelas XI SMA N 1
Godean. Menggunakan desain penelitian analitik korelatif dan teknik sampling
Kuota dengan instrument yang digunakan adalah kuesioner, metode yang digunakan
yaitu metode pengumpulan data primer dengan analisis univariat dan bivariat. Ada
hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku personal hygiene dengan kejadian
keputihan. Nilai koefisien korelasi tingkat pengetahuan dengan kejadian keputihan
yaitu 0,204 dan nilai signifikansi 0,038 (p<0,05) sedangkan nilai koefisiensi perilaku
personal hygiene dengan kejadian keputihan yaitu 0,208 dan nilai signifikansi 0,036
(p<0,05). Penelitian ini ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku
personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja siswi kelas xi di SMA N 1
Godean. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat melakukan kerjasama
dengan puskesmas untuk memberikan penyuluhan kepada siswi terkait kesehatan
reproduksi khususnya keputihan
Pengaruh Dukungan Suami Terhadap Kecemasan Ibu Hamil Dalam Menghadapi Persalinan Di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta
Dukungan suami dalam menghadapi kehamilan maupun persalinan sangat berarti, dimana suami dapat menumbuhkan rasa percaya diripada istri, sehingga mentalnya cukup kuat dalam menghadapi proses persalinan. Membantu istri dalam menyiapkan semua kebutuhan bayi, memperhatikan secara detail kebutuhan istri dan menumbuhkan rasa percaya diri serta rasa aman sehingga ibu tidak merasa cemas. (Narulita dalam Hargi, 2013).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan suami terhadap kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan.Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif, menggunakan metode korelasional dengan rancangan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 bu hamil trimester III. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Pengolahan dan analisa data menggunakan kendall tau.Hasil distibusi frekuensi dukungan suami tinggi yaitu 25 orang (52,1%). Tingkat kecemasan ibu hamil menunjukkan bahwa ibu hamil yang memiliki kecemasan sedang yaitu 17 orang (35,4%). Hasil penelitian menunjukkan nilai uji kendall tau 0,344 nilai signifikansi p-value sebesar 0,009(p<0,05).Ada hubungan antara dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta dengan keeratan hubungan renda
EFEKTIFITAS PENYULUHAN DENGAN LEAFLET DAN VIDEO TERHADAP SIKAP REMAJA DALAM PENCEGAHAN HIV DAN AIDS PADA SISWA KELAS X SMAN 1 SEYEGAN SLEMAN
Penemuan kasus HIV dan AIDS di Indonesia terbanyak pada kelompok remaja usia
15-24 tahun, faktor penyebab utama adalah keterbatasan akses informasi dan
pelayanan kesehatan sehingga berdampak pada rendahnya sikap pencegahan HIV
dan AIDS, untuk itu perlu adanya upaya promotif dan preventif pada kelompok
remaja usia dibawah 20 tahun. Diketahuinya efektivitas pemberian leaflet dan video
terhadap sikap remaja dalam pencegahan HIV dan AIDS pada siswa kelas X di SMA
N 1 Seyegan Sleman. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen, dengan
rancangan Nonequivalent Control Grup Design. Jumlah populasi sebanyak 192 siswa
Kelas X dengan sampel sebanyak 60 responden dengan teknik sampel Purposive
Sampling, dibagi menjadi kelompok media leaflet dan media video. Analisis
penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Withney. Instrumen dalam
penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup. Didapatkan hasil bahwa Asymp. Sig.
(2-tailed) sikap pencegahan sebesar 0,000. Menurut signifikasi (p) dimana p<0,05,
dengan nilai Mean pada kelompok kontrol sebesar 15,50 dan kelompok eksperimen
sebesar 45,50. Hasil tersebut menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan
terhadap sikap pencegahan setelah diberikan leaflet dan video. Media video lebih
efektif dalam meningkatkan sikap remaja tentang pencegahan HIV dan AIDS, serta
ada efektivitas penyuluhan dengan media leaflet dan video terhadap sikap remaja
sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dengan media leaflet dan video. Siswa
SMA N 1 Seyegan Sleman diharapkan mengetahui informasi mengenai HIV dan
AIDS agar dapat memiliki sikap lebih positif terhadap HIV dan AIDS melalui media
leafet dan video dalam pencegahan HIV dan AIDS
PENGARUH PENYULUHAN PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN (PUP) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS X SMAN 01 BANGUNTAPAN BANTUL
Pernikahan usia dini di Yogyakarta tidak hanya dipicu oleh kehamilan. Rendahnya
angka wajib belajar dan minimnya pengetahuan tentang konsep perencanaan
keluarga menjadi penyebab lain pendorong pernikahan dini. Pendewasaan Usia
Perkawinan (PUP) merupakan upaya pemerintah dalam menekan angka pernikahan
dini. SMAN 01 Banguntapan Bantul belum pernah diberikan penyuluhan PUP.
Penelitian ini mengetahui pengaruh penyuluhan Pendewasaan Usia Perkawinan
(PUP) terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas X SMAN Banguntapan Bantul
Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan
penelitian one-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak
223 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling
sejumlah 60 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner. Analisis statistik yang
digunakan adalah Wilcoxon Pairs Test. Penelitian menunjukkan terdapat perbedaan
tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan.
Pengetahuan meningkat dari kategori cukup (63,3%) menjadi baik (91,7%). Hasil uji
Wilcoxon didapatkan nilai pengetahuan P-Value = 0,000 (P= 0,000<0,05) yang
artinya ada pengaruh penyuluhan Pendewasaan Usia Perkawinan terhadap tingkat
pengetahuan siswa. Terdapat pengaruh yang signifikan antara penyuluhan
Pendewasaan Usia Perkawinan terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas X SMAN
01 Banguntapan Bantul. Diharapkan siswa dapat mengaplikasikan pengetahuan
dengan perilaku yang baik dalam menentukan usia awal pernikahan. Diharapkan
siswa untuk meningkatkan pengetahuan terkait dengan dampak pernikahan usia
muda baik itu dari segi kesehatan maupun psikis.dengan mendiskusikan bersama
keluarga atau guru disekolah, menanyakan pada tenaga kesehatan, mengakses
pengetahuan pada sumber terpercaya sehingga diharapkan siswa mempunyai
pengetahuan yang baik yang diharapkan mampu merubah konsep diri menjadi lebih
baik
Efektifitas Penyuluhan Media Power Point Dan Video Animasi Terhadap Pengetahuan Dampak Seks Bebas Pada Siswa Kelas X Dan Xi Di Sma Taman Madya Jetis Kota Yogyakarta
Akibat banyaknya informasi yang di terima remaja dari berbagai media, memperbesar kemungkinan remaja melakukan praktek seksual yang tidak sehat, perilaku seks pranikah dengan satu atau pengganti pasangan. Saat ini, kekurangan informasi yang benar tentang masalah seks akan memperkuatkan kemungkinan remaja salah dalam mengambil arti dari media massa atau teman sebaya, akibatnya remaja masuk kedalam resiko melakukan perilaku berbahaya untuk kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas penyuluhan menggunakan media power point dan media video animasi terhadap pengetahuan tentang dampak seks bebas. Jenis penelitian ini adalahquasi experiment dengan rancangan non equivalent control group.Instrumen pada penelitian ini menggunakan kusioner berisi 21 pertanyaan.Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Taman Madya Jetis Kota Yogyakarta yang berjumlah 60 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Total sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok penyuluhan menggunakan media power point dan kelompok penyuluhan menggunakan media video animasi. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan menggunakan media power point dan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan tentang dampak seks bebas pada siswamasing-masing dengan nilai p=0,000. Hasil uji statistik perbandingan efektivitas penyuluhan dengan menggunakan kedua media tersebut mendapatkan nilai p= 0,007. Penyuluhan menggunakan media video animasi lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang dampak seks bebas dibandingkan menggunakan media power point.Siswa dapat lebih memahami tentang dampak seks bebas, dikarenakan telah diberikan penyuluhan, sehingga siswa dapat lebih berhati-hati dalam pergaulan di masa remaja, dapat mencegah dirinya terjerumus ke dalam pergaulan seks beba
HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DAN JUMLAH ANAK DENGAN USIA MENOPAUSE DI PADUKUHAN GOWOK CATURTUNGGAL KABUPATEN SLEMAN
Menopause memang terjadi secara alami, namun dimasa modern ini banyak faktor
lingkungan yang menyebabkan perempuan mengalami menopause dini, bahkan ada
yang terjadi sebelum usia 30 tahun. Pada kejadian menopause dini, banyak efek yang
terjadi pada kesehatan, seperti meningkatnya resiko osteoporosis dan penyakit
jantung. Selain itu menopause juga merupakan tanda berakhirnya kehidupan
reproduksi dan mulai terganggunya kehidupan seksual. Setiap wanita memiliki usia
menopause yang berbeda-beda, ada beberapa faktor yang mempengaruhi seorang
wanita mengalami menopause antara lain adalah; usia haid pertama kali, faktor
psikis, jumlah anak, usia melahirkan, penggunaan kontrasepsi, merokok dan sosial
ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan penggunaan alat
kontrasepsi dan jumlah anak dengan usia menopause di Padukuhan Gowok
Caturtunggal Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan studi korelasi dengan
pendekatan waktu cross sectional. Subjek penelitian yaitu seluruh wanita berusia 40-
60 tahun yang telah menopause pada kelompok Ibu PKK Padukuhan Gowok, Desa
Caturtunggal tahun 2018 yang berjumlah 53 orang dengan teknik pengambilan
sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan
lembar checklist. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian didapatkan
responden yang menggunakan alat kontrasepsi yang mengalami usia menopause ? 50
tahun yaitu sebanyak 34 responden (31,4%) p value 0,045 < ? (0,05) dan respoden
dengan jumlah anak > 2 yang mengalami usia menopause ? 50 tahun yaitu sebanyak
24 responden (45,3%) p value 0,024 < ? (0,05). Ada hubungan antara penggunaan
alat kontrasepsi dan jumlah anak dengan usia menopause di Padukuhan Gowok
Caturtunggal Kabupaten Sleman 2018. Diharapkan bagi responden dapat
memberikan informasi tentang menopause, dan bagi akseptor KB agar meningkatkan
kesadarannya untuk dapat menggunakan alat kontrasepsi dan memilih alat
kontrasepsi secara tepat dan efektif untuk dirinya.
Kata Kunci : Jumlah Anak, Penggunaan Alat Kontrasepsi, Usia Menopause
Daftar Pustaka : 22 Buku, 15 Jurnal, 3 Skripsi, 1 Tesis
Jumlah Halaman : xi Halaman Depan, 93 Halaman, 9 Tabel, 1 Gambar, 13
Lampira