DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH DAN NADI PADA PASIEN ACUTE MYOCARDIAL INFARCTION DI ICCU RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Rehabilitasi jantung adalah gabungan aktivitas yang dibutuhkan intervensi penyebab penyakit, memastikan tercapainya kondisi fisik, mental, dan sosial terbaik yang dapat diraih, sehingga penderita dapat melanjutkan kehidupan sosial selayaknya, dan merupakan bagian penting dari pencegahan sekunder infark miokard. Melihat prevalensi penyakit AMI semakin bertambah. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian perawat untuk memberikan intervensi yang efektif. Langkah terapeutik sebagai pencegahan dan solusi masalah tersebut adalah menjalankan mobilisasi dini pada pasien AMI. Tujuan: Mengetahui apakah ada pengaruh mobilisasi dini terhadap perubahan tekanan darah dan nadi pada pasien AMI di ICCU RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metodologi: Jenis penelitian pre-eksperimental design dengan teknik consecutive sampling, jumlah 11 responden. Sampel yaitu pasien terdiagnosa acute myocardial infarction. Penelitian menggunakan lembar observasi dan protokol mobilisasi dini, analisa menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian (1) Tidak ada pengaruh mobilisasi dini terhadap perubahan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah dilakukan mobilisasi dini pasien AMI di ICCU RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, p-value 0,083>0,05. (2) Tidak ada pengaruh mobilisasi dini terhadap perubahan tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah dilakukan mobilisasi dini pasien AMI di ICCU RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, p-value 0,317>0,05. (3) Tidak ada pengaruh mobilisasi dini terhadap perubahan nadi sebelum dan sesudah dilakukan mobilisasi dini pasien AMI di ICCU RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, p-value 1,000>0,05. Simpulan: Tidak ada pengaruh mobilisasi dini terhadap perubahan tekanan darah dan nadi pada pasien AMI di ICCU RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Saran: Bagi responden dapat menambah wawasan tentang mobilisasi, bagi rumah sakit merupakan embrio penyusunan SOP mobilisasi dini pasien AMI dan penelitian selanjutnya memodifikasi rancangan penelitian supaya tidak bias saat pengumpulan data

    HUBUNGAN SCREEN TIME DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA SEKOLAH DI SD NEGERI WONOSARI BARU GUNUNGKIDUL

    Get PDF
    Latar Belakang: Anak usia sekolah dapat disebut dengan usia berkelompok. Berkembangnya berbagai media elektronik, maka anak secara tidak langsung diperkenalkan pada pola hidup tidak aktif atau screen time. Kecenderungan screen time secara berlebihan akan mengganggu perkembangan sosial anak dan menjadikan anak bersikap tidak peduli pada lingkungannya baik dalam lingkungan keluarga, teman, maupun masyarakat. Tujuan: Mengetahui hubungan screen time dengan perkembangan sosial anak usia sekolah di SD Negeri Wonosari Baru Gunungkidul. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah descriptive analytic dengan menggunakan metode kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional, serta menggunakan kuesioner sebagai instrumen. Sampel menggunakan random sampling dan teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel 185 responden. Analisis data yang digunakan adalah Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar durasi screen time kategori tinggi yaitu 68,1% dan perkembangan sosial baik yaitu 56,8%. Hasil analisis statistik uji spearman rank dengan nilai p = 0,002 (p<0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara screen time dengan perkembangan sosial. Keeratan hubungan lemah dengan nilai -0,230 berarti anak dengan screen time tinggi maka perkembangan sosial anak kurang. Simpulan dan Saran: Ada hubungan screen time dengan perkembangan sosial anak usia sekolah di SD Negeri Wonosari Baru Gunungkidul. Diharapkan orang tua dan pihak sekolah untuk memproteksi anak seperti membatasi waktu dalam anak melakukan aktivitas screen time

    HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Remaja putri memiliki resiko sepuluh kali lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra. Hal ini dikarenakan remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan zat besi lebih banyak. Selain itu ketidakseimbangan asupan zat gizi juga menjadi penyebab anemia pada remaja. Keadaan seperti dapat mempercepat terjadinya anemia Tujuan: mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian anemia di SMA Negeri 1 Gamping Metodologi: Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah korelasi pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 65 siswi. Metode analisis yang digunakan adalah uji statistik menggunakan uji Chi Square Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Status gizi pada remaja putri paling banyak memiliki status gizi normal sebanyak 53 (81,5%) responden. Kejadian anemia pada remaja putri paling banyak memiliki tidak mengalami anemia sebanyak 58 (89,2%) responden Simpulan dan Saran : Terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negri 1 Gamping dengan nilai p-value sebesar 0,000 <0,05.memiliki keeratan sebesar 0,405 yang artinya memiliki keeratan hubungan sedang. Bagi responden hasil penelitian ini dapat menggambarkan tentang pentingnya menjaga asupan gizi yang berpengaruh pada status gizi

    HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP TENTANG PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA ANAK JALANAN BINAAN RUMAH SINGGAH AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang :Hasil survei Badan Narkoba Nasional tahun 2012 menunjukkan prevalensi penyalahguna narkoba di Indonesia telah mencapai 3,8 juta orang dengan usia antara 10 sampai 60 tahun.Prevalensi penyalahguna NAPZA tertinggi adalah anak jalanan yaitu 28,2%. Faktor yang menyebabkan penyalahgunaan napza adalah keluarga, pergaulan, pengetahuan, ekonomi. Resiko paling sering terjadi yaitu kerusakan pada sistem saraf dan organ-organ penting. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap anak jalanan tentang penyalahgunaan NAPZA di rumah singah binaan Ahmad Dahlan Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasi dengan menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Teknik pengambilan sampling dalam penelitian ini menggunakan Purposive Samplingdengan jumlah responden 30Anak Jalanan. Instrumen yang digunakan adalah kusioner, analisa data yang digunakan dalam penelitianadalah kendall tau. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan penyalahgunaan NAPZA katagori terbanyak yaitu cukup sebanyak 23 orang (76,7%), dan sikap terhadap penyalahgunaan NAPZA katagori terbayak yaitu sebanyak 18 orang (60,0%). Uji korelasi kendall tau di dapatkan di dapatkan tingkat pengetahuan penyalahgunaan NAPZA P value = 0,01. Simpulan dan Saran: adanya hubungan Tingkat pengetahuan dan sikap anak jalanan tentang penyalahgunaan NAPZA di Rumah Singgah Binaan Ahmad Dahlan Yogyakarta, harga koefisien nilai p-value sebesar 0,001 <0,05 dengan nilai keeratan hubungan sedang 0,574.Berdasarkan Hasil penelitian ini disarankan responden dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang penyalahgunaan NAPZA , agar dapat mencegah terjadinya peningkatan penyalahgunaan NAPZA

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SEYEGAN SLEMAN YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Kepatuhan minum obat pasien hipertensi merupakan hal yang harus diperhatikan karena hipertensi merupakan penyakit yang harus selalu dikontrol. Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang tidak dapat diabaikan, karena dukungan keluarga merupakan salah satu dari faktor yang cukup berarti dan sebagai faktor penguat yang mempengaruhi kepatuhan pasien. Terdapat 60% pasien yang tidak patuh minum obat hipertensi di Puskesmas Seyegan Sleman Yogyakarta. Tujuan Penelitian: Diketahuinya hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Seyegan Sleman Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan waktu cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel berjumlah 59 responden pasien. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kepatuhan minum obat yaitu kuesioner MMAS (Morisky Medication Adherence Scale), dan dukungan keluarga adopsi dari kuesioner peneliti sebelumnya. Analisis data yang digunakan uji Kendall Tau. Hasil Penelitian: Dukungan keluarga baik sebanyak 33 responden (55,9 %), dukungan keluarga cukup sebanyak 21 responden (35,6 %), dan dukungan keluarga kurang sebanyak 5 responden (8,5 %). Kepatuhan minum obat tinggi sebanyak 18 responden (30,5 %), kepatuhan minum obat sedang sebanyak 27 responden (45,8 %), dan kepatuhan minum obat rendah sebanyak 14 responden (23,7 %). Hasil uji kendall tau hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat menunjukkan p-value 0,000 (p< 0,05). Simpulan dan Saran: Ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Seyegan Sleman Yogyakarta. Diharapkan responden dapat meningkatkan kesadaran terhadap kepatuhan minum obat hipertensi, dan pentingnya dukungan keluarga dalam meningkatkan kepatuhan responden dalam minum obat

    HUBUNGAN PENGETAHUAN PERIOPERATIF DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI KATARAK DI RS MATA “DR. YAP” YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Katarak dapat dicegah sehingga tidak menimbulkan kebutaan dengan tindakan pembedahan. Tindakan operasi adalah salah satu bentuk terapi yang dapat merupakan ancaman, baik potensial maupun aktual terhadap tubuh, integritas dan jiwa seseorang yang dapat mencetuskan kecemasan pada diri klien. Faktor presipitasi kecemasan salah satunya adalah tingkat pengetahuan. Pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang akan dapat menurunkan perasaan cemas yang dialami dalam mempersepsikan suatu hal. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pengetahuan perioperatif dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak di RS Mata “Dr. Yap” Yogyakarta. Metode Penelitian: Desain penelitian diskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik sampling insidental sebanyak 65 responden ODC (One Day Care) katarak yang akan melakukan tindakan operasi dengan teknik phacoemulsifikasi lokal anestesi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Kendall’s Tau. Hasil Penelitian: Hasil penelitian terdapat hubungan pengetahuan perioperatif dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak di RS Mata “Dr. Yap” Yogyakarta dengan p-value sebesar 0,000<0,05 dan memiliki keeratan hubungan sebesar 0,388 artinya memiliki keeratan hubungan rendah. Simpulan dan saran: Ada hubungan pengetahuan perioperatif dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak di RS Mata “Dr. Yap” Yogyakarta. Hasil penelitian ini sebagai acuan melakukan penelitian selanjutnya terkait faktor-faktor lain yang mempengaruhi kecemasan

    HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN KETERATURAN POLA MAKAN DENGAN TERJADINYA DISPEPSIA PADA USIA PRODUKTIF DI PUSKESMAS DEPOK III SLEMAN YOGYAKARTAHUBUNGAN TINGKAT STRES DAN KETERATURAN POLA MAKAN DENGAN TERJADINYA DISPEPSIA PADA USIA PRODUKTIF DI PUSKESMAS DEPOK III SLEMAN YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Dispepsia merupakan masalah kesehatan global yang membutuhkan perhatian khusus karena dapat menurunkan kualitas hidup serta berdampak kuat terhadap health-related quality of life. Secara global prevalensi kejadian dispepsia menggunakan pertolongan medis hanya 10-20%. prevalensi kejadian dispepsia di Indonesia mencapai 40-50%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan D.I Yogyakarta tahun 2018 mencatat angka kejadian tertinggi pada penduduk D.I Yogyakrta yaitu di Kabupaten Sleman sebesar 34.499 kasus Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan tingkat stres dan keteraturan pola makan di Puskesmas Depok III Sleman Yogyakarta. Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan data rekam medis puskesmas Depok III Sleman. Hasil penelitian dianalisis dengan chi-square. Hasil Penelitian: tingkat stres pada responden di Puskesmas Depok III Sleman sebagian besar dalam katagori normal sebanyak 39 responden (65,0 %), keteraturan pola makan teratur sebanyak 49 responden (81,7 %), dan angka terjadinya dispesia akut sebesar 49 responden (81,7%) Hasil uji chi-square hubungan tingkat stres dan keteraturan pola makan denga terjadinya dispepsia p-value 0,000 (p< 0, 05). Simpulan dan saran: Ada hubungan tingkat stres dan keteraturan pola makan dengan terjadinya dispepsia di Puskesmas Depok III Sleman Yogyakarta. Diharapkan responden dapat mengontrol tingkat stres dengan baik dan meningkatkan kesadaran terdapat keteraturan pola maka

    PENGARUH CORE STABILITY EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN STATIS PADA PERAGAWATI ANAK-ANAK DI SAMURAI PRO MODELLING SCHOOL YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar belakang: Pada saat pose diatas state/Catwlak dan Floor Fashion Show, peragawati membutuhkan keseimbangan yang baik agar tidak jatuh dipanggung. Jika seorang peragawati jatuh di panggung karena adanya gangguan keseimbangan maka beresiko mengalami cedera,nilai kompetisi saat lomba fashion show akan jatuh. Jika masalah gangguan keseimbangan pada peragawati tidak segera ditangani maka akan muncul resiko jatuh pada peragawati tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Core Stability Exercise terhadap keseimbangan statis pada peragawati anak-anak di Samurai Pro Modelling School. Metode penelitian: jenis penelitian eksperimental pre test and post test one group design, 21 anak menjadi responden dengan Purposive Sampling. Responden diberikan intervensi Core Stability exercise2 kali seminggu selama 6 minggu. Penelitian menggunakan alat ukur Pediatric Clinical Test Of Sensory Integration On Balance Test. Uji normalitas dengan Shapiro Wilk Test. Uji hipotesis menggunakan uji paired sampel t-test. Hasil: uji paired sampel t-test p=0,00 (p<0,05) menunjukkan Core Stability Exercise ada pengaruh terhadap keseimbangan statis pada anak. Kesimpulan: Ada pengaruh Core Stability Exercise terhadap keseimbangan statis pada peragawati anak anak di Samurai Modelling School. Saran: peneliti selanjutnya diharapkan untuk meneliti faktor faktor lain yang mempengaruhi keseimbangan statis yaitu GRF (Grown Reaction Force) COG (Centre Of Gravity) BOS (Base Of Support) dan stability limit, dan meneliti dengan waktu yang lebih lama sehingga responden mendapat manfaat yang lebih banyak

    PERBEDAAN PENGARUH HOLD RELAX EXERCISE DENGAN ROLLER MASSAGE TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING AKIBAT DUDUK STATIS SISWA SMPN 3 GAMPING

    Get PDF
    Latar Belakang :Proses belajar mengajar pada siswa SMPN 3 Gamping duduk di bangku yang lama, dalam kondisi statis. Mengakibatkan pemendekan otot hamstring sehingga fleksibilitas otot hamstring ikut mengalami penurunan. Penurunan fleksibilitas otot hamstring dapat mengganggu aktivitas fungsional Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh teknik Hold Relax Exercise dengan Roller Massage terhadap peningkatan fleksibilitas otot hamstring akibat duduk statis siswa SMPN 3 Gamping. Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakanquasi eksperiment dengan desain Two Group Pre Test and Post Test. Populasi penelitian ini adalah siswa SMPN 3 Gamping dengan usia 13-15 tahun yaitu 83 orang dipilih dengan purposive sampling. Pengambilan sampel menggunakan rumus pocock yang didapatkan hasilnya 12, dimana artinya 12 orang sampel diberikan intervensi Hold Relax Exercise pada kelompok I dan intervensi Roller Massage 12 orang pada kelompok II sehingga total sampel sebanyak 24 orang dengan menggunakan alat ukur(Active Knee Ekstension). Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu dan diberikan perlakuan 5 kali dalam semingguHasil: Hasil independent Sample t-test AKE sesudah perlakuan kelompok I dan II adalah p = 1,00 (p>0.05) Simpulan :Tidak ada perbedaan pengaruh teknik Hold Relax Exercise dengan Roller Massage terhadap peningkatan fleksibilitas otot hamstring akibat duduk statis siswa SMPN 3 GAMPING Saran :Memaksimalkan waktu penelitian agar tidak bentrok dengan aktivitas responden, dan merencanakan penelitian dilakukan didalam ruangan agar responden lebih fokus dalam mendapatkan perlakuan

    PERBEDAAN PENGARUH KNEE STRENGTHENING EXERCISE DAN KNEE FLEXIBILITY EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA OSTEOARTHRITIS GENU DI LANSIA MEJING WETAN

    Get PDF
    Latar Belakang : Osteoarthritis genu menjadi 10 penyakit tersering/terbanyak pada lansia, osteoarthritis menempati rank ke dua setelah hipertensi. Hampir 40% dari orang diatas usia 65 tahun mengalami beberapa jenis gejala osteoarthritis genu. Tujuan : Mengetahui perbedaan pengaruh knee strengthening exercise dan knee flexibility exercise pada osteoarthritis genu di lansia mejing wetan. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experimental sedangkan rancangan penelitian ini bersifat randomized pre test and post test group design. Populasi adalah lansia di mejing wetan yang mengalami penurunan kemampuan aktivitas fungsional dikarenaka osteoarthritis genu. Sampel didapat melalui metode purposive sampling, sampel terdiri dari 20 orang setiap kelompok perlakuan. Instrumen pengukuran aktivitas fungsional pada osteoarthritis genu menggunakan WOMAC indeks. Uji normalitas dengan Saphiro Wilk Test dan uji homogenitas data dengan Lavene’s Test. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Paired Sample T – Test untuk mengetahui peningkatan aktivitas fungsional pada kelompok I dan II serta uji Independent Sample T – Test untuk menguji perbedaan pengaruh kelompok I dan II. Hasil : Uji dengan paired sample t-test untuk kelompok I nilai p=0,000 (p<0,05) dan untuk kelompok II nilai p=0,000 (p<0,05). Uji perbedaan pengaruh kelompok I dan II dengan independent sample t-test nilai p=0,035 (p>0,05). Tidak ada perbedaan pengaruh knee strengthening exercise dan knee flexibility exercise terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada osteoarthritis genu. Saran Untuk Peneliti Selanjutnya : Peneliti dapat mengatur aktivitas sampel selama penelitian

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇