DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF DI DESA PENGASIH KULON PROGO YOGYAKARTA
ASI eksklusif adalah ibu menyusui bayi secara murni dari usia 0-6 bulan. Secara
nasional pemberian ASI eksklusif di Indonesia belum mencapai target pemerintahan
sebesar 80%. Cakupan ASI eksklusif di Puskesmass Pengasih 1 sebesar 89, 47%.
Keberhasilan ASI eksklusif dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu
status pekerjaan, pengetahuan, promosi susu formula, dukungan, dan sosial budaya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Metode penelitian ini menggunakan survey
analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi 52 ibu menyusui yang memiliki
bayi usia > 6-12 bulan. Sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 52
responden. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuesioner. Analisis statistik menggunakan chi-square. Hasil penelitian yang
didapatkan ada pengaruh faktor-faktor yang meliputi status pekerjaan, pengetahuan,
promosi susu formula, dukungan suami/keluarga dan sosial/budaya dengan
keberhasilan ASI eksklusif. Nilai p value pada faktor status pekerjaan sebesar 0,026,
pengetahuan 0,028, promosi susu formula 0,034, dukungan suami/keluarga 0,015
dan sosial/budaya sebesar 0,038. Kesimpulan yang didapatkan yaitu ada pengaruh
faktor-faktor yang meliputi status pekerjaan, pengetahuan, promosi susu formula,
dukungan suami/keluarga dan sosial/budaya dengan keberhasilan ASI eksklusif.
Saran diharapkan ibu terus menambah wawasan tentang ASI eksklusif, mengajak
keluarga dan kerabat terdekat untuk ikut memberikan ASI eksklusif, serta
keberhasilan ibu dapat dijadikan acuan untuk tetap memberikan ASI eksklusif bagi
calon penerus ibu di kemudian hari
Hubungan Paritas Dan Umur Ibu Dengan Kejadian Ruptur Perineum Pada Ibu Bersalin Spontan Di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta
Ruptur perineum merupakan penyebab tidak langsung kematian maternal di seluruh dunia. Prevalensi ibu bersalin yang mengalami ruptur perineum di Indonesia pada golongan umur 25-30 tahun yaitu 24% dan umur 32-39 tahun sebesar 62%. Tujuan penelitian ini diketahuinya hubungan paritas dan umur ibu dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin spontan di Puskemas Tegalrejo Yogyakarta. Jenis metode penelitian ini adalah Correlation Study dengan pendekatan Retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin spontan. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling diperoleh 137 sampel. Instrumen yang digunakan berupa master tabel. Hasil analisis hubungan antara umur ibu dengan kejadian ruptur perineum dengan uji statistik Kendall-Tau diperoleh p-value = 0,008 < 0,05. Hasil analisis hubungan paritas dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin spontan dengan uji statistik Kendall-Tau diperoleh p-value = 0,001 < 0,05. Terdapat hubungan paritas dan umur ibu dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin spontan di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta. Tenaga kesehatan dapat bekerjasama dengan ibu dalam proses persalinan dengan memperhatikan faktor resiko yang dapat mempengaruhi kejadian ruptur perineum sehingga dapat dicegah
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MENSTRUASI DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI SD NAHDLATUL ULAMA YOGYAKARTA
Masa remaja merupakan masa yang penting dalam perjalanan kehidupan manusia.
Setiap remaja akan mengalami pubertas. Salah satu tanda pubertas pada remaja putri
ialah menarche. Survei BKKBN (2011) tentang indikator Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional Program Kependudukan dan KB Nasional menyebutkan
pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan seksual di Indonesia masih
sangat kurang dilihat dari minimnya pengetahuan kesehatan reproduksi yang
diajarkan di sekolah dan pandangan tabu di dalam keluarga. Remaja yang mengalami
menarche tentu perlu dibekali pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapan menghadapi
menarche. Metode penelitian ini adalah non eksperimen dengan pendekatan cross
sectional pada siswi kelas 4 dan 5 SD Nahdlatul Ulama Yogyakarta dengan jumlah
40 siswi. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa dari 40 siswi mayoritas
memiliki tingkat pengetahuan tentang menstruasi sedang dengan kesiapan
menghadapi menarche dalam kategori cukup yaitu sebanyak 22 orang (55%) dengan
p value 0,039 yaitu <0,05 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan
Ha diterima. Maka hipotesis dalam penelitian ini terbukti atau diterima yaitu ada
hubungan antara tingkat pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan
menghadapi menarche pada siswi kelas 4 dan 5 di SD Nahdlatul Ulama Yogyakarta.
Diharapkan pada siswi SD Nahdlatul Ulama Yogyakarta agar lebih mempersiapkan
diri untuk menghadapi menarche dengan cara menanyakan kepada orang tua ataupun
mengikuti penyuluhan tentang kesehatan reproduksi yang dilakukan oleh tenaga
kesehatan
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPERCAYAAN DIRI IBU PADA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH DESA SENTOLO KULON PROGO YOGYAKARTA
Cakupan ASI eksklusif di seluruh dunia sekitar 36% selama periode 20072014.
Riskesdas (2012) cakupan ASI eksklusif di Indonesia sebesar 54,3%
sedangkan target Nasional pemberian ASI eksklusif sebesar 80%. Cakupan ASI
eksklusif di Puskesmas Sentolo 1 sebesar 83,92 %. Faktor yang mempengaruhi
pemberian ASI eksklusif adalah rasa percaya diri yang dimiliki oleh ibu dalam hal
menyusui (Breastfeeding self efficacy) berupa upaya yang akan dilakukan untuk
menyusui, apakah mempunyai pola pikir membangun atau merusak dan bagaimana
cara merespons berbagai masalah dan kesulitan selama menyusui. Diketahuinya
faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri ibu pada pemberian ASI
eksklusif di Desa Sentolo. Penelitian ini menggunakan survei analitik pendekatan
waktu cross sectional dengan retrospektif. Instrumen pengumpulan data berupa
kuesioner. Analisa data menggunakan Chi square. Teknik sampling yang digunakan
adalah Total sampling sebanyak 55 responden ibu menyusui yang memiliki bayi usia
> 6-12 bulan. Ada pengaruh self efikasi dengan pemberian ASI eksklusif yang
ditunjukkan dari nilai p value 0.042, ada pengaruh dukungan suami dengan
kepercayaan diri ibu pemberian ASI eksklusif yang ditunjukkan dari nilai p value
0.04, ada pengaruh pengetahuan ibu menyusui dengan kepercayaan diri ibu pada
pemberian ASI eksklusif yang ditunjukkan dari nilai p value 0.011. Ada pengaruh
self efikasi, dukungan suami dan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif.
Diharapkan ibu dapat lebih percaya diri dalam memberikan ASI eksklusif, sehingga
dapat diterapkan dalam menyusui dan meningkatkan kesehatan bagi ibu dan bayi
sehingga berhasil mendapatkan ASI eksklusif
HUBUNGAN AKSES DRAMA KOREA DENGAN PANDANGAN SEKSUALITAS REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 GAMPING
Budaya Korea menjangkau semua kalangan umur baik anak-anak, remaja, dan
dewasa terutama kaum wanita. Pengadopsian nilai budaya asing tanpa filter oleh
remaja serta animo terhadap tontonan drama korea mampu mengiringi para peminat
dan penikmatnya untuk mempelajari sesuatu tentang korea yang membawa efek luar
biasa terhadap persepsi maupun perilaku remaja (Saprita, 2012). Perilaku remaja
yang meniru gaya dalam drama Korea membuat para remaja menjadi korban mode
yang berdampak pada perilaku konsumtif sehingga remaja lebih menonjolkan
perilaku imitasi seperti meniru gaya berpakaian (fashion), berdandan (makeup) dan
gaya berpacaran yang dapat membawa remaja pada perilaku seksual. Penyebaran dan
pengaruh budaya Korea di Indonesia semakin terlihat dengan adanya berbagai faktor
pendukung seperti media sosial dan media massa. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan akses drama korea dengan pandangan seksualitas remaja putri
di SMA Negeri 1 Gamping. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Analitik
korelasion dengan pendekatan Cross Sectional, metode pengambilan sampel
menggunakan Purposive sampling dan pada analisa univariat yang digunakan adalah
Kendall Tau. Jumlah responden sebanyak 65 responden remaja putri dan alat yang
digunakan yaitu kuesioner. Dari hasil analisis didapatkan bahwa nilai significancy
sebesar 0,000 karena nilai p < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat
hubungan yang bermakna antara akses drama korea dengan pandangan seksualitas
remaja putri di SMA Negeri 1 Gamping. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,541
(kategori sedang). Adanya hubungan antara akses drama korea dengan pandangan
seksualitas remaja putri di SMA Negeri 1 Gamping dan keeratan hubungan diperoleh
hasil 0,541 (kategori sedang). Diharapkan guru dapat melakukan pendekatan secara
komprehensif serta melakukan inovasi dalam memberikan materi bimbingan
khususnya bimbingan mengenai kesehatan reproduksi tentang seksualitas dengan
melakukan pembentukan PIK-R di sekolah.
Kata Kunci : Akses, Drama Korea, Pandangan Seksualitas Remaja
Kepustakaan : 19 Buku (2008-2017), 23 Jurnal, 14 Tesis, 2 Website
Halaman : xi Halaman Depan, 84 Halaman, 9 Tabel, 1 Gambar, 12
Lampira
HUBUNGAN KEBIASAAN PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN PRURITUS VULVAE PADA REMAJA DI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARATA
Perkembangan seksual masa remaja ditandai dengan menstruasi pada wanita. Kesalahpahaman praktik kebersihan diri selama menstruasi dapat merugikan kesehatan remaja. Saat menstruasi organ reproduksi sangat mudah terinfeksi dan menimbulkan gangguan menstruasi yaitu keputihan dan pruritus vulvae (gatal-gatal pada vulvae). Studi pendahuluan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta pada mahasiswa S1 Keperawatan Semester 2. Wawancara terhadap 45 mahasiswa kelas A, B, C terdapat 25 (55,5%) mahasiswa mengalami pruritus vulvae. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional dan studi korelasi. Populasi penelitian yaitu mahasiswa S1 keperawatan semester 2, teknik pengambilan sampel secara quota sampling. Pada penelitian ini ditetapkan quota adalah 25% dari populasi 189, sehingga diperoleh 48 responden dari 3 kelas atau 16 responden pada masingmasing kelas. Analisis data penelitian univariat dan bivariat menggunakan Chi Squre. Kebiasaan personal hygiene saat menstruasi remaja S1 Keperawatan semester 2 di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta sebagian besar dalam kategori baik, sebesar 34 atau 70,8%. Kejadian pruritus vulvae sebagian besar tidak mengalami pruritus vulvae sebanyak 33 atau 68,75%. Analisis Chi Square, nilai signifikansi atau sig (2sided) 0,000 < 0,05. Angka koefisien kontingensi 0,548. Ada hubungan yang signifikan antara variabel kebiasaan personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae pada remaja. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor yang mempengaruhi pruritus vulvae secara lengka
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PERILAKU KONSELING DAN TESTING HIV IBU HAMIL DI PUSKESMAS GODEAN II SLEMAN
Cakupan kunjungan ibu hamil yang melakukan konseling dan testing HIV tahun 2016 terendah ada di Puskesmas Godean II sebanyak 42 ibu hamil (7,83%) dari 536 sasaran ibu hamil. Hasil wawancara pada 10 orang ibu hamil di Puskesmas Godean II didapatkan hasil 7 orang ibu hamil mengatakan bahwa suaminya tidak pernah memberikan dukungan apapun terkait pemeriksaan konseling dan testing HIV. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan dukungan suami dengan perilaku konseling dan testing HIV ibu hamil di Puskesmas Godean II Sleman. Metode penelitian ini yaitu penelitian survay analitic correlation dengan pendekatan cross sectional. Subjek peneltian ini adalah ibu hamil trimester III di Puskesmas Godean II. Teknik sampling dalam penelitian ini yaitu sampling jenuh sebanyak 31 responden. Data primer diambil menggunakan kuesioner. Teknik analisa data uji korelasi adalah Pearson Product Moment. Hasil penelitian yaitu dukungan suami pada ibu hamil dalam perilaku konseling dan testing HIV sebagian besar adalah dukungan instrumental dan fasilitas yaitu 61,29%. Perilaku konseling dan testing HIV pada ibu hamil sebagian besar dipengaruhi oleh faktor pendorong (reinforcing factor) 77,95%. Ada hubungan antara dukungan suami dengan perilaku konseling dan testing HIV ibu hamil di Puskesmas Godean II Sleman yaitu 0,001 (p<0,05) dengan tingkat keeratan hubungan sedang. Saran bagi ibu hamil di Puskesmas Godean II diharapkan lebih aktif dalam mencari informasi untuk pemeriksaan kehamilan baik kepada tenaga kesehatan terutama dokter, bidan maupun kepada media lain
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN AKSEPTOR WANITA TENTANG MKJP DENGAN MINAT PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI DI PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA
Dampak rendahnya minat wanita usia subur terhadap penggunaan MKJP yaitu,
dampak jangka pendeknya semakin meningkatnya jumlah pengguna kontrasepsi
hormonal, dan semakin menurunnya penggunaan MKJP sehingga berdampak jangka
panjang untuk ekonomi keluarga dan kualitas hidup anak dalam keluarga.Faktor
pengetahuan pada akseptor salah satunya berpengaruh terhadap Minat pemilihan
MKJP.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan
akseptor wanita tentang MKJP dengan minat pemilihan metode kontrasepsi di
Puskesmas Tegalrejo.Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif
korelasi dengan Pendekatan yang digunakan metode Cross-sectional.Populasi pada
penelitian adalah seluruh akseptor KB non-MKJP dan MKJP di Puskesmas
Tegalrejo. Sample yang di gunakan dalam penelitian ini berjumlah 90 orang sesuai
dengan perhitungan menggunakan rumus slovin, sample didapatkan di ruangan KB
puskesmas Tegalrejo. Analisa data menggunakan analisa bivariat.Akseptor KB di
Puskesmas Tegalrejo yang berpengetahuan cukup sebesar 47 responden (52,2%)
sedangkan yang berminat menggunakan MKJP sebanyak 66 responden (73,3 %),baik
yang berpengatahuan rendah cukup ataupun baik. Dan pada penelitian ini hasil yang
di dapatkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan minat pemilihan MKJP
p–value (0,024<0,05).Ada Hubungan Tingkat PengetahuanAkseptor dengan Minat
Pemilihan MKJP di Puskesmas Tegalrejo.Hasil penelitian ini menjadikan masukan
pada semua pihak yang berperan untuk mempromosikan MKJP sehingga menjadi
acuan dalam melakukan promosi dan tindakan konseling yang lengkap dalam
pelayanan
Perbedaan Pengaruh Penambahan Neural Mobilization Pada Muscle Energy Technique Terhadap Peningkatan Fleksibilitas Otot Hamstring UKM Karate
Latar Belakang: Fleksibilitas otot hamstring sangat ditentukan dari panjang otot
hamstring itu sendiri. Apabila otot hamstring mengalami pemendekan maka
fleksibilitas otot tersebut juga akan menurun. Penurunan fleksibilitas menandakan
bahwa sendi dan otot tidak dapat digerakkan secara ROM penuh, baik aktif maupun
pasif. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh penambahan neural
mobilization pada muscle energy technique terhadap peningkatan fleksibilitas otot
hamstring UKM karate. Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan quasi
experimental, dengan pre and post test two group design. Responden adalah anggota
UKM karate Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang berjumlah 24 orang
responden, diambil secara purposive sampling dan dibagi menjadi 2 kelompok
dengan cara randomisasi. Kelompok 1 diberi perlakuan penambahan neural
mobilization pada muscle energy technique dan kelompok 2 diberi perlakuan muscle
energy technique. Perlakuan diberikan 3 kali per minggu selama periode 4 minggu.
Instrument pengukuran fleksibilitas otot hamstring yaitu berupa tes Active Knee
Extension (AKE), pengukuran fleksibilitas otot hamstring dilakukan 2 kali yaitu pre
dan post. Hasil: Kelompok 1 dan 2 diuji dengan paired sample t-test menunjukkan
hasil nilai p = 0,000 (p < 0,05). Pada uji beda dengan independent sampel t-test
menunjukkan hasil nilai p = 0,729 (p > 0,05). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan
pengaruh penambahan neural mobilization pada muscle energy technique terhadap
peningkatan fleksibilitas otot hamstring UKM karate. Saran : untuk peneliti
selanjutnya dapat menambah jumlah responden serta dapat mengontrol faktor-faktor
yang dapat mempengaruhi fleksibilitas otot hamstring seperti faktor aktifitas fisik
yang dilakukan oleh anggota UKM karat
HUBUNGAN KINERJA PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT INAP DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Latar Belakang: Pada era globalisasi, pelayanan prima merupakan elemen utama di
rumah sakit dan unit kesehatan. Tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan
antara kinerja yang dirasakan dengan harapan. Kinerja perawat diukur dari pelayanan
yang diberikan kepada pasien mayoritas pasien adalah peserta BPJS. Kinerja perawat
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien BPJS.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara kinerja perawat dengan tingkat kepuasan
pasien BPJS rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Menggunakan
teknik Total Sampling. Jumlah sampel adalah 133 responden. Sampel yaitu pasien
yang menjalani rawat inap di kelas I RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan kuesioner. Metode analisis menggunakan uji kendall tau.
Hasil: Hasil penelitian kinerja perawat unit rawat inap di RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta memiliki kinerja yang baik sebanyak 132 (99,2%), tingkat kepuasaan
pasien BPJS puas sebanyak 110 (82,7%) responden.
Simpulan: Hubungan kinerja perawat dengan tingkat kepuasan pasien BPJS rawat
inap di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, diperoleh harga koefisien nilai p-value
sebesar 0,030 >0,05 dengan nilai keeratan 0,188 dalam kategori rendah.
Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pihak RS
PKU Muhammadiyah Yogyakarta bahan masukkan dalam upaya meningkatkan mutu
dan kinerja pelayanan keperawatan kepada pasien BPJS