DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Suami Tentang Mop Dengan Keikutsertaan Dalam Penggunaan Mop Di Kelurahan Gadingharjo Bantul Yogyakarta
Laju pertumbuhan penduduk Indonesia rata-rata 1,49% pertahun. Itu artinya, setiap tahun akan terjadi pertumbuhan penduduk sekitar 3,5 juta lebih per tahun dan diperkirakan pada tahun 2035 jumlah penduduk akan mencapai 343,96 juta jiwa. Di tingkat nasional pada Desember 2012 jumlah partisipasi KB pria sebesar 8,45% terdiri dari metode kontrasepsi menggunakan kondom sebesar 8,16% dan vasektomi sebesar 0,29%. Tingkat propinsi di DIY sebesar 9,06% terdiri dari pengguna kondom 8,5% dan MOP sebesar 0,56%. Tingkat patisipasi pria di DIY lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat nasional, ini dikarenakan pemerintah DIY telah mengadakan reward berupa kambing betina bagi suami yang bersedia menjadi akseptor KB MOP. Kabupaten Bantul merupakan pengguna MOP terbanyak di DIY bahkan di seluruh Indonesia. Selain itu faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya keterlibatan pria dalam penggunaan metode kontrasepsi mantap (vasektomi) antara lain kondisi lingkungan sosial, budaya, dan kekhawatiran para pria yang beranggapan akan kehilangan kejantanannya, pengetahuan dan keasadaran pria. Diketahuinya hubungan tingkat pengetahuan dan sikap suami tentang MOP dengan keikutsertaan dalam penggunaan MOP di Kelurahan Gadingharjo Yogyakarta. Desain penelitian ini menggunakan rancangan survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 76 suami. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dengan uji statistik Chi-Square. Hasil uji statistik ChiSquare diperoleh p-value 0,000 (<0,05) yang berarti ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan keikutsertaan penggunaan MOP, p-value 0,000 (<0,05) yang berarti ada hubungan antara sikap dengan keikutsertaan penggunaan MOP. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap suami dengan keikutsertaan dalam pengguna MOP. Bagi tenaga kesehatan agar terus memberikan KIE terutama kepada suami agar sadar bahwa KB bukan hanya urusan wanita. Melakukan upaya peningkatan pengetahuan dan menyamakan persepsi tentang keluarga berencana khususnya KB MOP dan melakukan penyuluhan tentang KB MOP kepada tokoh masayarakat, sehingga diharapkan nantinya tokoh masyarakat ini yang akan menyebarluaskan informasi kepada publi
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN ANEMIA PADA SISWA-SISWI KELAS VIII SMPN 01 WATES KULON PROGO
ABSTRAK
Masalah kesehatan remaja berawal pada usia yang sangat dini. Masalah tersebut
berdampak negatif pada usia remaja nantinya, misal adanya gejala infeksi dan
malnutrisi, yang dapat mempengaruhi masalah sel–sel darah merah menurun di
bawah normal. Tumbuh kembang masa remaja yang optimal tergantung nutrisi yang
diberikan sehingga sangat berpengaruh pada keadaan status gizi. Masalah gizi yang
sering terjadi pada usia remaja yaitu kekurangan energi protein, anemia gizi, serta
defisiensi berbagai macam vitamin. Anemia salah satu masalah kesehatan
masyarakat yang secara global banyak ditemukan di berbagai negara maju maupun di
negara yang sedang berkembang. Prevalensi anemia gizi besi pada remaja putri tahun
2012 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) umur 12-19 tahun yaitu 36,00%.
Gambaran grafis memperlihatkan bahwa di kabupaten Sleman (18,4%), Gunung
Kidul (18,4%), Kota Yogyakarta (35,2%), Bantul (54,8%), Kulonprogo (73,8%).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan
kejadian anemia pada siswa-siswi Kelas VIII di SMP Negeri 01 Wates Kulon Progo
tahun 2018. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik deskriptif
dengan rancangan Cross Sectional. Sample pada penelitan ini sebanyak 48 orang
siswa – siswi kelas VIII SMP 01Wates dengan tehknik pengambilan sample yaitu
simple random sampling. Alat pengumpulan data pada penelitian ini adalah
kuisioner. Selain itu dilakukan pemeriksaan Hemoglobin menggunakan Hemoglobin
digital. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan hasil uji statistik
didapatkan nilai p-value =0,000 dan lebih kecil dari p ? 0,05. Terdapat hubungan
yang bermakna antara gaya hidup dengan kejadian anemia pada siswa-siswi kelas
VIII SMPN 01 Wates Kulon Progo. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah
pemberian konseling dan promosi kesehatan tentang gaya hidup sehingga dapat
memodifikasi gaya hidup yang tidak sehat menjadi gaya hidup sehat
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN SIBLING RIVALRY DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JETIS YOGYAKARTA
Sibling rivalry adalah kecemburuan, persaingan dan pertengkaran antar saudara
kandung baik terjadi pada laki-laki atau perempuan. Reaksi sibling rivalry dapat
menimbulkan masalah apabila sikap permusuhan semakin mendalam. Hal ini dapat
membahayakan anak atau membuat salah satu anak menjadi rendah diri. Pola asuh
orang tua merupakan salah satu cara yang baik untuk mengatasi persaingan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan
kejadian sibling rivalry di wilayah kerja Puskesmas Jetis Yogyakarta Tahun 2018.
Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian survey analitik dengan pendekatan
cross sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan metode kuota
sampling dan dihitung jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 97 orang. Hasil uji
statistik menggunakan chi-square didapatkan nilai p-value 0,000< 0.05 yang artinya
terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian sibling rivalry wilayah kerja
Puskesmas Jetis Yogyakarta Tahun 2018 dengan keeratan hubungan termasuk
kategori sangat lemah nilai C=0,389. Bagi bidan koordinator Puskesmas Jetis
Yogyakarta dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pola asuh
yang baik agar tidak terjadi sibling rivalry serta tetap menjaga pola asuh kepada
anaknya
Faktor – Faktor Penyebab Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kotagede I Yogyakarta
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Pravelensi stunting di Kota Yogyakarta sebanyak 17.57% dan tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini untuk mengetahui faktor- faktor penyebab kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kotagede I. Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional, teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Responden pada penelitian ini berjumlah 101 responden. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian ini balita stunting adalah 46 Balita (45.5%) dan balita tidak stunting sebanyak 55 Balita (54.5%). Hasil analisa Bivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin nilai p (0,698>0,05), BBLR nilai p (0,348>0,05), panjang bayi nilai p (0,088>0,05), pemberian AS eksklusif nilai p (0,0270,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian stunting dipengaruhi oleh variabel pemberian ASI, sedangkan jenis kelamin, berat badan lahir, panjang bayi lahir dan status ekonomi tidak mempengaruhi stunting. Faktor penyebab terjadinya stunting paling dominan adalah riwayat pemberian ASI dari pada faktor lainnya dengan hasil p value 0,027 < 0,05. Sehingga ada hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan stunting pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Kotagede I. Diharapkan penelitian ini menjadi sumber pengetahuan bagi Responden mengenai pencegahan stunting pada Balita, agar menunjang pertumbuhan dan perkembangan Balita sehingga dapat hidup sehat dan cerda
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kemandirian Activity Daily Living (ADL) Siswa Kelas Satu Di SD N 2 Padokan Tirtonirmolo Kasihan Bantul Yogyakarta
Latar Belakang:Peran aktif orangtua dalam memberikan dukungan anak sangatlah
penting. Sehingga anak dapat tumbuh dengan kepribadian yang baik dan mandiri.
Ketidak mandirian anak akan berpengaruh negatif terhadap perkembangan
kepribadiannya sendiri. Jika hal tersebut tidak teratasi anak akan kesulitan pada
perkembangannya. Seperti susah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan tidak
percaya diri.
Tujuan: Diketahuinya hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian activity
daily living(ADL) siswa kelas satu di SDN 2 Padokan, Tirtonirmolo, Kasihan,
Bantul, Yogyakarta.
Matode:Penelitian kuantitatif desain studi korelasi pendekatan cross sectional.
Tehnik sampling, SimpleRandom Sampling. Jumlah sampel 46 siswa. Pengambilan
data dengan kuesioner. Metode analisis yang digunakan, uji Spearman Rank.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa uji Spearman Rankmenunjukan
bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian siswa kelas 1
SD N 2 Padokan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta (p-value 0,001<0,05). Keeratan
hubungan kedua variabel sedang (koefisien korelasi 0,485).
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan signifikan antara Dukungan Keluarga
dengan Kemandirian siswa kelas 1 SD N 2 Padokan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta,
dengan nilai significancy pada hasil menunjukan (p=0,001<0,05). Setelah penelitian
ini orangtua memahami hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian
activity daily living (ADL) anak, sehingga orang tua mengetahui anak tidak hanya
membutuhkan bimbingan di sekolah tetapi juga dungan dari keluarga
Pengaruh Terapi Mandi Air Hangat Terhadap Tingkat Nyeri Artritis Gout Pada Lanjut Usia Di Bedog Trihanggo Gamping Yogyakarta
Latar belakang: Nyeri akibat serangan radang persendian berulangyang disebabkan
oleh deposit atau penimbunan kristal asam urat di dalam persendian dapat
menimbulkan gangguan aktifitas serta pemenuhan kebutuhan individu juga aspek
interaksi sosialnya. Terapi mandi air hangat merupakan salah satu metode non
farmakologi yang bisa digunakan untuk mengurangi nyeri, karena dengan terapi
mandi air hangat dapat mempelancar peredaran pembuluh darah.
Tujuan penelitian: Diketahuinya pengaruh terapi mandi air hangat terhadap nyeri
arthritis gout pada lanjut usia di Bedog Trihanggo Kecamatan Gamping
Yogyakarta.
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experimentwith time series
design dan metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan pre test dan
post test design. Pengambilan sampel dengan quota sampling diperoleh sebanyak 10
orang responden. Pengumpulan data menggunakan wawancara. Analisa data
dilakukan dengan rumus Friedman dan Wilcoxon.
Hasil: Hasil menunjukkan nilai rata–rata pre test tingkat nyeri arthritis gout hari
pertama pemberian terapi mandi air hangat yaitu 6,40 sedangkan nilai rata–rata Post
test tingkat nyeri arthritis gout pemberian terapi mandi air hangat yaitu 2,80. Uji
statistik menggunakan Friedman didapatkan nilai p 0,000. Sedangkan hasil uji
Wilcoxon didapatkan nilai p0,004.
Simpulan dan Saran: Ada pengaruh terapi mandi air hangat terhadap penurunan
tingkat nyeri artritis gout pada lanjut usia di Bedog Trihanggo Gamping Yogyakarta.
Diharapkan lanjut usia dapat menerapkan terapi mandi air hangat untuk tindakan non
farmakologi dalam mengurangi tingkat nyeri arthritis gout pada pagi hari dengan
suhu 40 o C selama 20 menit
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Persepsi Masyarakat Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Dusun Ketingan Tirtoadi Sleman Yogyakarta
Latar Belakang: Prevalensi gangguan jiwa di Indonesia sangat tinggi yaitu
mencapai 236 juta penduduk mengalami gangguan kejiwaan. Gangguan jiwa tersebut
menimbulkan persepsi negatif dan positif di masyarakat sehingga sikap masyarakat
dapat mempengaruhi perlakuan terhadap individu yang mengalami gangguan jiwa
Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan persepsi masyarakat
terhadap orang dengan gangguan jiwa di Dusun Ketingan, Tirtoadi, Sleman,
Yogyakata.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode Correlation Study dengan
pendekatan Cross Sectional. Variabel bebasnya yaitu yaitu pengetahuan dan variabel
terikatnya adalah persepsi masyarakat terhadap orang dengan gangguan jiwa.
Pengambilan sampel dengan tehnik Total Sampling berjumlah 50 orang. Tehnik
analisis yang digunakan yaitu uji Kendall Tau.
Hasil: Hasil penelitian dianalisis dengan uji Kendall Tau, diperoleh nilai signifikan
(p= 0,031 < 0.05) dengan keeratan hubungan sebesar 0,289 yang artinya memiliki
keeratan hubungan sedang.
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan persepsi
masyarakat terhadap orang dengan gangguan jiwa di Dusun Ketingan, Tirtoadi,
Sleman Yogyakarta. Diharapkan masyarakat mampu memberikan motivasi kepada
penderita dengan gangguan jiwa maupun keluarga yang memiliki kerabat dengan
gangguan jiwa
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Audio Visual terhadap Pengetahuan Vulva Hygine Saat Menstruasi pada Siswi Tuna Grhahita Di SLB Muhammadiyah Gamping Yogyakarta
Latar Belakang: 89% perempuan Indonesia mengalami menstruasi pertama kali
pada usia12-15 tahun. vulva hygiene selama masa menstruasi sangat penting,
karena bila penanganan selama menstruasi tidak benar atau tidak bersih maka
dapat mengakibatkan infeksi alat reproduksi. Pada siswi tunagrahita membutuhkan
penjelasan dan pengajaran yang lebih mendalam tentang perilaku vulva hygiene
saat menstruasi. Pendidikan kesehatan diharapkan menjadi salah satu intervensi
yang dapat meningkatkan pengetahuan siswi dalam vulva hygiene saat
menstruasi.
Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap
pengetahuan vulva hygiene saat menstruasi pada siswi Tunagrahita di SLB
Muhammadiyah Gamping.
Metode Penelitian: Jenis penelitian pra-eksperimen dengan rancangan One Group
Pre Test Post Test. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 49
siswi Tuna grahita di SLB Muhammadiyah Gamping. Instrumen penelitian
menggunakan kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed
Ranks Test.
Hasil Penelitian: Tingkat pengetahuan tentang vulva hygiene saat menstruasi
sebelum diberikan pendidikan kesehatan pada siswi Tunagrahita di SLB
Muhammadiyah Gamping sebagian besar adalah kategori rendah (61,2%). Tingkat
pengetahuan tentang vulva hygiene saat menstruasi diberikan pendidikan kesehatan
pada siswi Tunagrahita di SLB Muhammadiyah Gamping sebagian besar adalah
kategori tinggi (49%). Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test diperoleh p=0,000.
Simpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan vulva
hygiene saat menstruasi pada siswi Tunagrahita di SLB Muhammadiyah Gampin
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kekambuhan Gastritis Di SMA N 1 Ngaglik
Latar Belakang: Gastritis sangat mengganggu aktifitas sehari-hari, sehingga dapat
mengakibatkan kualitas hidup menurun, dan kurang produktif. Apabila gastritis tidak
ditangani dengan baik akan berdampak bagi penderita. Mencegah penyakit gastritis
sebaiknya dengan cara menurunkan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit
Tujuan: mengetahuifaktor-faktor yang mempengaruhi kekambuhan gastritis pada
remajadi SMA Negeri 1 Ngaglik.
Metodologi: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasi deskriptif
korelasi.Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, Sampel yang digunakan
dalam penelitian ini berjumlah 40 pasien remaja yang Mempunyai sakit gastritis atau
maag.Penelitian ini menggunakan kuesioner.Metode analisis yang digunakan adalah
uji statistik menggunakan Chi Square.
Hasil: Frekuensi kekambuhan ringansebanyak 20 responden (50%), pola makan
kurang sebanyak 23 responden (57,5%), stres sedangsebanyak 17 responden
(42,5%), konsumsi obat sebanyak 21 responden (52,5%).
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara pola makan dengan frekuensi
kekambuhan gastritis sebesar 0,035, Terdapat hubungan antara stres dengan
frekuensi kekambuhan gastritis sebesar 0,021, Terdapat hubungan antara pola makan
dengan frekuensi kekambuhan gastritis sebesar 0,002. Faktor yang paling berpengaruh
terhadap kekambuhan gastritis yaitu faktor konsumsi obat OAINS. Hasil penelitian ini
dapat digunakan sebagai pengembangan terapi mengurangi nyeri tanpa
menggunakan obat-obatan
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Perilaku Pemberian Mp-Asi Dini pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Kelurahan Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta
Latar Belakang: Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan
atau minuman yang mengandung gizi di berikan pada bayi untuk memenuhi
kebutuhan gizi. MP-ASI berikan pada saat bayi berusia 6 bulan, pemberian MP-ASI
terlalu dini dapat mengganggu sistem pencernaan bayi. Terdapat 43 ibu di Kelurahan
Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta memberikan MP-ASI dini pada bayinya.
Pemberian MP-ASI dini terjadi karena kurangnya tingkat pengetahuan ibu.
Prevalensi MP-ASI dini di indonesia 69,8% dan belum mencapai target indonesia
sehat yaitu sebesar 80%.
Tujuan: Mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Perilaku
Pemberian MP-ASI Dini Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Kelurahan Nogotirto Gamping
Sleman Yogyakarta
Metode Penelitian: Desain penelitian menggunakan analtik corelation dengan
rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total
sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square, alat pengumpulan
data dengan menggunakan kuisioner.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian yaitu x
2
= 9,075 dengan p-value 0,006 (p<0,05),
maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan antara tingkat
pengetahuan ibu dengan perilaku pemberian MP-ASI dini.
Simpulan: Terdapat Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Perilaku
Pemberian MP-ASI Dini Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Kelurahan Nogotirto Gamping
Sleman Yogyakarta.
Saran: Diharapkan ibu-ibu untuk menambah informasi pengetahuan tentang
ketepatan pemberian MP-ASI, karena hal ini berpengaruh pada sistem pencernaan
dan tumbuh kembang bay