DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA REMAJA YANG MENERUSKAN KEHAMILAN DI WILAYAH PUSKESMAS SEWON II KABUPATEN BANTUL

    Get PDF
    Latar Belakang: Kehamilan remaja merupakan masalah global. Remaja yang hamil mengalami tekanan psikologi yang kuat, dapat berupa rasa malu karena belum menikah, takut kepada orang tua dan khawatir akan dikeluarkan dari sekolah. Keputusan yang diambil oleh remaja dipengaruhi oleh behavior intention, social support, accesebility of information, personal autonomy, action situation. Ada dua pilihan keputusan pada kasus kehamilan remaja yaitu meneruskan kehamilan atau mengakhiri kehamilan. Harapannya keputusan yang diambil merupakan keputusan yang terbaik walaupun pada proses pengambilan keputusan menemui hambatan. Puskesmas Sewon II merupakan Puskesmas dengan angka persalinan remaja tertinggi. Tujuan: Mengeksplorasi informasi secara mendalam proses pengambilan keputusan pada remaja yang meneruskan kehamilan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Sampel diambil dengan teknik purposeful sampling dengan strategi criterian sampling. Informan utama adalah remaja yang berusia di bawah 20 tahun sejumlah 5 orang dan informan pendukung sebanyak 3 orang yaitu dua orang ibu dari remaja yang hamil dan satu bidan koordinator KIA yang mempunyai pratek mandiri di rumah. Teknik pengumpulan data dengan indepth interview. Analisa data menggunakan analisa tematik. Hasil: Sebagian besar remaja yang mengambil keputusan untuk meneruskan kehamilan mempunyai behavior intention untuk mengakhiri kehamilan. Behavior intention ini sangat dipengaruhi oleh social support dari pacar dalam bentuk pertanggungjawaban. Accesebility of information remaja tidak ke tenaga kesehatan tetapi ke sosial media. Tidak ada remaja yang membuat keputusan secara personal autonomy, keputusan yang diambil ditunjang oleh situasi seperti kegagalan aborsi, tuanya umur kehamilan dan kebijakan aborsi di Indonesia. Hambatan yang ditemukan adalah sulit mencari solusi dan sulit menceritakan kehamilan kepada orang lain. Harapan remaja setelah memutuskan meneruskan kehamilan adalah ibu dan bayi sehat, serta masa depan baik

    Pengaruh Senam Hamil Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Pada Kehamilan Trimester Iii Di Puskesmas Wates

    Get PDF
    Nyeri punggung akibat kehamilan yaitu nyeri yang ditandai dengan gejala rasa nyeri di daerah tubuh bagian belakang dari rusuk terakhir sampai bagian pantat atau anus. Keluhan nyeri punggung yang dialami oleh ibu hamil trimester III apabila tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan nyeri punggung akut dan tentunya akan mengganggu aktivitas ibu. Berdasarkan hasil penelitian di Inggris dan Skandivia 50% ibu hamil yang diteliti dilaporkan menderita nyeri punggung yang signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam hamil terhadap penurunan nyeri punggung pada kehamilan trimester III. Penelitian ini menggunakan metode Pre-eksperiment dengan desain penelitian one grup pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami nyeri punggung di Puskesmas Wates dan jumlah sampel 33 responden. Nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale. Uji statistik dengan willcoxon sign rank test. Hasil uji statistik didapatkan adanya penurunan yang signifikan antara mean intensitas nyeri sebelum dan sesudah diberikan senam hamil dimana p-value 0.000 lebih kecil dari nilai alpha (p < ? (0.05), berarti dapat disimpulkan bahwa senam hamil efektif dalam menurunkan intensitas nyeri punggung pada kehamilan. Saran bagi ibu diharapkan dapat lebih aktif dalam meningkatkan pengetahuan untuk mengatasi nyeri punggung selama kehamilan sehingga meningkatkan kesehatan ibu dan jani

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN KB IUD (INTRA UTERINE DEVICE) DALAM PERSPEKTIF HAM DI PUSKESMAS GODEAN II YOGYAKARTA TAHUN 2018

    Get PDF
    Hasil sensus menurut Balai Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2016, jumlah penduduk Indonesia adalah 258.704.986 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,15%-2,49% per tahun. Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak dasar yang dimiliki setiap pribadi manusia sebagai anugerah Tuhan yang dibawa sejak lahir.Hak Reproduksi termasuk dari Hak Asasi Manusia.Beberapa faktor yang berhubungan dengan pemilihan KB IUD dalam perpsektif HAM adalah jumlah anak, pengetahuan, agama/keyakinan dan dukungan suami.Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan KB IUD (Intra Uterine Device) dalam perspektif HAM di Puskesmas Godean II.Penelitian kuantitatif dengan metode observasi analitik.Rancangan yang digunakan adalah cross sectional analitik.Teknik pengambilan sampel secara Non-Probability Sampling dengan jenis teknik accidental sampling.Responden pada penelitian ini adalah akseptor KB yang tercatat pada tahun 2017 berjumlah 95 responden.Analisa data mengunakan uji spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan ibu yang memilih KB IUD secara tidak terpaksa sebanyak 68 ibu (70,5%) dan ibu yang memilih KB IUD secara terpaksa sebanyak (29,5%), ibu memiliki jumlah anak ?2 sebanyak 88 ibu (88,4%) dan ibu memiliki jumlah anak >2 11 ibu (11,6 %), ibu yang berpengetahuan baik berjumlah 55 ibu (57,9%), berpengetahuan cukup berjumlah 38 ibu (40,0%) sedangkan berpengetahuan kurang sebanyak 2 ibu (2,1%)., agama/keyakinan ibu tidak melarang sebanyak 74 ibu (77,9%) tetapi ada 21 ibu (22,1%) agama/keyakinannya melarang, suami ibu mendukung sebanyak 64 (67,4%) dan suami ibu yang tidak mendukung sebanyak 31 (32,6%). Berdasarkan hasil uji spearman didapatkan hasil jumlah anak (? =0,382), pengetahuan (? =0,038), agama/keyakinan (? =0,331), dan dukungan suami (? =0,041).Terdapat hubungan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan pemilihan KB IUD dalam perspektif HAM tetapi tidak ada hubungan antara jumlah anak dan agama/keyakinan dengan pemilihan KB IUD dalam perspektif HAM

    Hubungan Faktor Lingkungan Sosial Dengan Sikap Seksual Pranikah Mahasiswa Prodi Diii Kebidanan Semester Iv Di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

    Get PDF
    Di Indonesia jumlah remaja berusia 15-19 sebesar 59,4 juta. 9% dari total remaja di Indonseia melahirkan setiap tahunnya. Di Daerah Istimewa Yogyakarta setiap 5 kelahiran remaja terdapat 1 kelahiran remaja yang tidak diinginkan atau dengan perbandingan 5:1. Mengingat besarnya dampak buruk dari seks pranikah pada remaja perlu kiranya perhatian yang cukup terhadap masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor lingkungan sosial dengan sikap seks pranikah mahasiswa DIII Kebidanan semester IV di UNISA. Penelitian ini menggunakan metode analitik corelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling atau acak sederhana dengan penentuan jumlah responden menggunakan rumus Slovin. Dari 137 mahasiswa diperoleh jumlah responden sebanyak 59 responden. Analisis menggunakan chi square. Hasil analisa diperoleh nilai koefisien korelasi 0,039 pvalue 0,05 sehingga tidak ada hubungan antara media informasi dengan sikap seks pranikah. Bagi orang tua selalu dapat memberikan peranan untuk menghindari sikap seks pranikah seperti pacaran yang tidak sehat, untuk memilih teman dan media selektif dalam memilih hal yang baik, buruk dan pengaruh atau dampaknya

    Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Pekerjaan Dengan Pernikahan Dini Pada Remaja Di Kantor Urusan Agama Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul

    Get PDF
    Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Pekerjaan Dengan Pernikahan Dini Pada Remaja Di Kantor Urusan Agama Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantu

    HUBUNGAN PERILAKU KESEHATAN DENGAN KEJADIAN DBD DI PUSKESMAS BANTUL II YOGYAKARTA

    Get PDF
    Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, pada tahun 2015 tercatat terdapat sebanyak 126.675 penderita DBD di 34 provinsi di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Yogyakarta tahun 2017 di dapatkan jumlah kasus demam berdarah bahwa jumlah kasus yang tertinggi berada pada kabupaten Bantul sebesar 1,048 pada laki-laki dan perempuan sebesar 2,442. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bantul tahun 2017 jumlah kasus DBD naik bila dibandingkan pada Tahun sebelumnya. Pada tahun 2016 terdapat 2442 kasus DBD (IR 2,51‰), sedangkan pada Tahun 2015 sebanyak 1441 kasus (IR 1,48‰). Upaya pemerintah untuk pencegahan penyakit DBD dengan melakukan penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat maupun disekolah-sekolah, penyelidikan epidemiologi oleh petugas, membudayakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus secara berkelanjutan sepanjang tahun dan mewujudkan tatalaksananya gerakan 1 rumah 1 jumantik dan pemeriksaan jentik berkala (PJB). Penelitian ini bertujuan diketahuinya Hubungan Perilaku Kesehatan dengan Kejadian DBD di Puskesmas Bantul II Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelatif, dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel diambil dengan teknik Nonprobability sampling dilaksanakan secara Purposive sampling dan dihitung dengan jumlah sampel penelitian ini ada 53 orang. Hasil uji statistik menggunakan chi-square diperoleh nilai p-value sebesar 0,008, karena p-value < 0,05 yang berarti ada hubungan antara perilaku kesehatan dengan kejadian DBD di Puskesmas Bantul II Yogyakarta. Responden diharapkan dapat meningkatkan perilaku kesehatan dalam pencegahan DBD, serta responden yang memiliki anak telah mengalami DBD agar tidak terpapar kembali serta menjaga pola nutrisi anak

    Perbedaan Pengaruh Penambahan Static Stretching Dan Swiss Ball Exercise Terhadap Peningkatan Fleksibilitas Trunk Pada Remaja

    Get PDF
    Latar Belakang: Seorang pelajar dengan belajar di sekolah yang cukup padat, duduk dengan posisi yang salah dan dalam waktu yang lama akan mempengaruhi fleksibilitas trunk, ditambah kebiasaan membungkuk saat mengambil barang dan aktivitas olahraga yang kurang dapat menimbulkan penurunan fleksibilitas trunk. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh penambahan static stretching dan swiss ball exercise terhadap peningkatan fleksibilitas trunk pada remaja. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan quasi experimental, desain penelitian ini menggunakan pre dan post test two group design. Responden sebanyak 20 orang dibagi dua kelompok, kelompok 1 berjumlah 10 responden diberikan swiss ball exercise dan kelompok 2 berjumlah 10 responden diberikan siwss ball exercise dan static stretching, dilakukan selama 4 minggu Alat ukur menggunakan sit and reach test. Hasil: Hasil uji hipotesis I dan II menggunakan Paired Sample T-test diperoleh hipotesis I nilai p: 0,000 (p< 0,05), hipotesis II p: 0,001 (p< 0,05) dan hasil uji hipotesis III menggunakan Independent Sample T-test diperoleh nilai p : 0,142 (p> 0,005). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh penambahan static stretching dan swiss ball exercise terhadap peningkatan fleksibilitas trunk pada remaja. Saran: Peneliti menyarankan untuk melakukan penelitian berkelanjutan, sehingga muncul inovasi jenis terapi latihan

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU BERSALIN TERHADAP TEKNIK MENERAN DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

    Get PDF
    Menurut Frohlich (2015), lebih dari 85% wanita yang melahirkan dari vagina mengalami trauma perineum, sedangkan di Amerika dari 26 juta ibu bersalin terdapat 40% mengalami ruptur perineum dan di Asia masalah robekan perineum cukup banyak dalam masyarakat, 50% dari kejadian robekan perineum di dunia terjadi di Asia (Campion 2009 dalam Bascom, 2011). Akibat dari ruptur perineum pada ibu, 10% ibu merasakan nyeri dan berakhir setelah 3-18 bulan persalinan, 20% ibu mengalami nyeri saat coitus sekitar 3 bulan, 3-10% ibu melaporkan inkontinensia usus, 20% mengalami inkontinensia urine, kerusakan sfingter anal samar terjadi pada 36% walaupun robekan derajat 3 dan 4 diperbaiki (Bek dan Laurberg, 2012). Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di RSUD Panembahan Senopati Bantul dari 1 April sampai 14 Mei 2018 terdapat 348 ibu bersalin secara pervaginam, 57 diantaranya mengalami ruptur perineum. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data menggunakan kuesioner dan studi dokumentasi buku laporan sebanyak 30 responden pada tanggal 24 September 2018 – 18 Oktober 2018 dengan teknik accidental sampling dan analisis chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan ibu bersalin terhadap teknik meneran dengan kejadian ruptur perineum dengan nilai p value 0,011

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MEKANISME KOPING PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Penderita kanker yang menjalani pengobatan kemoterapi umumnya memiliki banyak efek samping fisiologis yang bisa menimbulkan stres dan berdampak negatif terhadap kesejahteraan pasien sehingga diperlukan mekanisme koping yang baik untuk memrcahkan masalah. Interaksi sosial berupa dukungan sosial yang diperoleh dari keluarga berperan dalam adaptasi penderita kanker. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan mekanisme koping pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelatif dan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Sampel berjumlah 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Spearman Rank. Hasil Penelitian: Hasil penelitian terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan mekanisme koping pasien kanker yang menjalani kemoterapi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dengan harga koefisien sebesar p-value sebesar 0,00 <0,05 dan memiliki keeratan hubungan sebesar 0,695 artinya memiliki keeratan hubungan kuat. Simpulan dan Saran: Ada hubungan antar dukungan keluarga dengan mekanisme koping pasien kanker yang menjalani kemoterapi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Diharapkan peneliti selanjutnya meneliti beberapa faktor yang mempengaruhi mekanisme koping pasien kanker yang menjalani kemoterapi terutama faktor kepercayaan, komitmen, dan pendidikan. Penelitian ini menyarankan untuk responden menjalin komunikasi yang baik dengan keluarga

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS IMUNITAS ODHA DI PUSKESMAS GEDONGTENGEN YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Status imunitas ODHA dapat dilihat dari kadar CD4. Dengan adanya peningkatan status imunologi pada hasil terapi, salah satunya yaitu terjadinya peningkatan jumlah sel CD4. Jumlah limfosit Cluster of Differentiation Four (CD4) sebagai penanda munculnya infeksi oportunistik pada penderita HIV-AIDS. Penurunan kadar CD4 disebabkan oleh kematian CD4 yang dipengaruhi oleh virus HIV. Faktor-faktor yang memberikan efek positif terhadap kenaikan CD4 pada ODHA adalah jenis kelamin, jumlah CD4 awal, dan tingkat kepatuhan minum obat Tujuan: Untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, dan IMT dengan status imunitas ODHA di Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah deskriptif korelatif. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan waktu cross sectional, serta menggunakan kuesioner sebagai instrumen. Sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 35 responden. Analisis data yang digunakan adalah Spearman Rank Hasil: Tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin dan IMT dengan status imunitas ODHA di Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta. Simpulan dan Saran: Usia, jenis kelamin, dan IMT tidak mempengaruhi status imunitas ODHA. Peneliti menyarankan supaya ODHA tetap meningkatkan status imunitasnya pada semua jenjang usia, jenis kelamin dan status gizinya

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇