DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    Hubungan Penggunaan Gawai dengan Konsentrasi Belajar Mahasiswa Semester II Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

    Get PDF
    Latar Belakang: Pada zaman sekarang ini seseorang yang kecanduan gawai akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain gawai yang akan berpengaruh dalam gaya hidup mereka, perkembangan teknologi dan informasi mengalami kemajuan yang sangat pesat, di tandai dengan kemajuan pada bidang informasi dan teknologi yang bisa berdampak positif maupun negatif dan salah satu pengguna gawai Tujuan: Mengetahui hubungan penggunaan gawai dngan konsentrasi belaajar mahasiswa semester II Keperawatan di Universitas „Aisyiyah Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Corellation yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang sesuatu secara objektif dan mengetahui hubungan anatara dua variabel dan rancangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan waktu Cross-Sectional. Sampel terdiri 138 responden mahasiswa yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner menggunakan kuesioner online. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner pengguaan gawai dan konsentrasi belajar pada mahasiswa. Teknik analisis data menggunakan Kendall Tau. Hasil: Penggunaan gawai dengan konsentrasi belajar mahasiswa semester II keperawatan di Universitas „Aisyiyah Yogyakarta Hasil analisis Kendall Tau didapatkan nilai p 0,001 (p<5%) dengan koefisien korelasi sebesar 0,811 menunjukan keeratan hubungan kuat. Kategori konsentrasi belajar tinggi (68.2%) sedangkan penggunaan gawai rendah (51,8%). Simpulan: Ada Hubungan penggunaan gawai dengan konsentrasi belajar mahasiswa semester II di Universitas „Aisyiyah Yogyakarta. Saran: Penelitian ini diharapkan agar responden dapat memanfaatkan gadget dengan baik sebagai pendukung kegiatan dalam pembelajar dan responden dapat mengurangi penggunaan gawai ketika sedang belajar sehingga mendapatkan hasil yang lebih bai

    Hubungan Perilaku Penggunaan Gawai Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Keperawatan Semester VI (Enam) Di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

    Get PDF
    Latar Belakang: Kualitas tidur merupakan salah satu masalah kesehatan remaja saat ini. Tidur dapat memulihkan dan mengistirahatkan fisik, mengurangi stres dan meningkatkan daya konsentrasi. Remaja yang kurang tidur akan mengalami berbagai hal negatif diantaranya rentan mengalami masalah kesehatan fisik, gangguan memori dan pembelajaran, beresiko tinggi mengalami obesitas serta sulit berkonsentrasi. Penggunakan gawai yang berlebihan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas tidur pada remaja. Tujuan: Diketahuinya hubungan perilaku penggunaan gawai dengan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan semester VI (Enam) di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Metodologi: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen menggunakan kuesioner. Sampel penelitian 184 mahasiswa diantaranya kelas PSIK 6A, PSIK 6B dan PSIK 6C di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Analisis data di uji menggunakan Kendall Tau. Hasil Penelitian: Hasil Penelitian ini menemukan ada hubungan antara perilaku penggunaan gawai dengan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan semester VI (Enam) di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, (p = 0,001; p<0,05, ?=0,236). Simpulan dan Saran: Ada hubungan yang bermakna antara perilaku penggunaan gawai dengan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan semester VI (Enam) di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Responden memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk istirahat tidur dan membatasi dalam penggunaan gawai terutama pada jam tidur untuk meningkatkan kualitas tidu

    Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Ibu Dalam Stimulasi Perkembangan Bermain Anak Di Tk Aba Tegalrejo Yogyakarta

    Get PDF
    Latar Belakang: Stimulasi penting dalam perkembangan anak yang dilakukan ibu, keluarga, atau orang dewasa lain disekitar anak dengan cara latihan dan bermain. Tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku ibu yang baik dalam memberikan stimulasi akan meningkatkan perkembangan bermain anak. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku ibu dalam stimulasi perkembangan bermain anak di TK ABA Tegalrejo Yogyakarta. Metodologi: Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Intrumen menggunakan kuesioner.Penggunaan sampel menggunakan teknik Total Sampling dengan 41 responden.Analisis data bivariat menggunakan Kendall Tau dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik Ordinal. Hasil Penelitian: Hasil uji bivariat menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan (p = 0.039) dan sikap (p = 0.031) dengan perilaku ibu dalam stimulasi perkembangan bermain anak.Hasil uji multivariat menunjukkan tidak ada variabel yang paling dominan yang mempengaruhi perilaku ibu dalam stimulasi perkembangan bermain anak dengan hasil tingkat pengetahuan (p = 0.264; OR = 4.017) dan sikap ( p = 0.290 ; OR = 6.103). Simpulan dan Saran: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku ibu dalam stimulasi perkembangan bermain anak di TK ABA Tegalrejo Yogyakarta ada tahun 2018. Tidak ada variabel yang paling dominan yang mempengaruhi perilaku ibu dalam stimulasi perkembangan bermain anak.Disarankan ibu dapat meningkatkan pengetahuan tentang perilaku dalam stimulasi perkembangan bermain anak dengan mencari informasi tentang perkembangan ana

    Perbedaan Teknik Relaksasi Nafas dalam dan Kompres Air Hangat terhadap Penurunan Dismenorea pada Siswi Kelas X di SMA Negeri Gamping Sleman

    Get PDF
    Perbedaan Teknik Relaksasi Nafas dalam dan Kompres Air Hangat terhadap Penurunan Dismenorea pada Siswi Kelas X di SMA Negeri Gamping Slema

    Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Praktik Cuci Tangan 6 Langkah Pada Ibu Yang Memiliki Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Srandakan

    Get PDF
    Latar belakang: Mencuci tangan merupakan perilaku penting dalam menjaga kesehatan. Mencuci tangan dapat berfungsi untuk menghilangkan atau mengurangi mikroorganisme yang menempel di tangan. ibu berperan sangat penting dalam pencegahan terjadinya penyakit pada balita Jika balita terkena penyakit maka tindakan-tindakan yang ibu ambil akan menentukan perjalanan penyakitnya. Tujuan: Mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap praktik cuci tangan 6 langkah pada ibu yang memiliki anak balita di wilayah kerja Puskesmas Srandakan Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre experiment dan menggunakan rancangan pretest-posttest dalam satu kelompok kontrol. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 35 ibu yang memiliki balita dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Instrument penelitian ini adalah lembar observasi mengenai cuci tangan 6 langkah. Metode analisis yang digunakan adalah Shapiro Wilk test. Hasil penelitian: Pada penelitian ini didapatkan hasil (Z= -5,015;P<0,01). Dari uji Wilcoxon menjelaskan bahwa 31 responden yang mempunyai praktik post test lebih baik dari pada praktik pre test, 1 responden tidak ada peningkatan maupun penurunan dari pre test ke post test. Sedangkan pada penurunan praktik pre test ke pos test tidak ada responden yaitu 0. Simpulan: Ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap praktik cuci tangan 6 langkah pada ibu yang memilki anak balita di wilayah kerja Puskesmas Srandakan. Saran: Responden yang memiliki balita diharapkan dapat mempraktikkannya di rumah dan mengajarkan apa ang telah di ajarkan peneliti tentang cuci tangan 6 langkah kepada anak di rumah

    Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Audiovisual Terhadap Perilaku Personal Hygiene Menstruasi Pada Siswi Kelas VII Smp Negeri 1 Kokap Kulon Progo

    Get PDF
    Latar Belakang: Personal hygiene saat menstruasi termasuk dalam lingkup kesehatan reproduksi remaja. Salah satu faktor resiko infeksi saluran reproduksi adalah personal hygiene menstruasi yang buruk. Pendidikan kesehatan yang baik dapat meningkatkan pengetahuan dan kesehatan remaja. Manfaat dari pendidikan kesehatan tentang menstruasi sendiri yaitu: remaja perempuan akan siap ketika mendapatkan menstruasi pertama kali, tahu cara mengatasi keluarnya darah sewaktuwaktu, bagaimana cara memakai dan mencuci pembalut, serta bagaimana cara perawatan diri saat menstruasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh perbedaan antara perilaku personal hygiene menstruasi sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media audiovisual pada siswi kelas VII SMP Negeri 1 Kokap Kulon Progo Metodologi: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode kuantitatif dengan rancangan pre eksperimen (pre experimental design) dengan desain penelitian one group pre-post test design. Pengambilan sampel menggunakan non random sampling dengan teknik proposional random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 43 responden. Sampel pada penelitian ini siswi kelas VII SMP Negeri 1 Kokap yang telah menstruasi. Penelitian ini menggunakan kuisoner. Metode analisis yang digunakan adalah uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku personal hygiene menstruasi sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media audiovisual pada siswi kelas VII SMP Negeri 1 Kokap Kulon Progo paling banyak pada kategori baik sebanyak 30 (69,8%) responden, sesudah diberikan pendidikan kesehatan paling banyak pada kategori baik sebanyak 38 (88,4%) responden. Terdapat perbedaan perilaku personal hygiene menstruasi sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media audiovisual pada siswi kelas VII SMP Negeri 1 Kokap Kulon Progo. Hasil analisis pada uji statistik diperoleh 0,021<0,05 Simpulan: Terdapat perbedaan antara perilaku personal hygiene menstruasi sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media audiovisual pada siswi kelas VII SMP Negeri 1 Kokap Kulon Progo. Saran: Diharapkan hasil penelitian ini dapat membuat perilaku personal hygiene responden menjadi lebih bai

    Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Keberhasilan Toilet Training Pada Anak Usia Toddler Di PAUD Desa Sumberadi Sleman Yogyakarta

    Get PDF
    Latar Belakang: Toilet training merupakan usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil atau buang air besar. Keberhasilan toilet training dipengeruhi oleh berbagai faktor seperti pendidikan, pengetahuan, sikap, sosial budaya, usia anak, status tempat tinggal kota atau desa dan lain-lain. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu dengan keberhasilan toilet training pada anak usia toddler di PAUD Desa Sumberadi Sleman Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Penelitian ini melibatkan 77 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Semua variabel dihitung menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan Kendall Tau. Hasil Penelitian: Analisis univariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p=0,00 < 0,05) dengan keeratan hubungan sedang (0,404) dan sikap ibu dalam keberhasilan toilet training (p= 0,001 < 0,05) dengan keeratan hubungan rendah (0,329). Analisis multivariat menunjukan bahwa sikap ibu (p=0,042;RP=0,379) merupakan faktor yang berpengaruh dalam keberhasilan toilet training dibandingkan tingkat pengetahuan ibu. Kesimpulan dan Saran : (1) Sebagian besar responden memiliki pengetahuan toilet training baik (64,9%), (2) sebagian besar responden memiliki sikap positif tentang toilet training (58,4%), (3) hampir setangah responden memiliki tingkat keberhasilan toilet training baik ( 41,6%). Penelitian ini menyarankan ibu dengan anak usia toddler di PAUD Desa Sumberadi Sleman Yogyakarta untuk melatih toilet training dengan baik dan benar

    Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kecemasan Anak Pra Sekolah Yang Dirawat Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta

    Get PDF
    Latar belakang: Keluarga adalah sistem pendukung utama yang memberikan perawatan langsung kepada anggota keluarga baik dalam keadaan sakit atau sehat, dukungan orangtua dibutuhkan oleh anak yang berusia muda (young children) pada saat menjalani perawatan di rumah sakit, sehingga perilaku-perilaku yang muncul karena kecemasan. Cemas merupakan dampak dari hospitalisasi yang dialami oleh anak karena menghadapi stressor yang ada di lingkungan rumah sakit. Tujuan penelitian: Mengetahui adanya hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan anak pra sekolah yang dirawat di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Data dikumpulkan dengan wawancara sesuai pertanyaan yang telah disiapkan. Metode analisis data dengan menggunakan Kendall Tau (?). Hasil penelitian: Tidak terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan anak pra sekolah yang di rawat di rumah sakit PKU Muhammadiyah yogyakarta, dengan nilai p value sebesar 0,053>0,05 dan Kendall Tau (?) sebesar 0,774. Simpulan dan Saran: Tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kecemasan anak pra sekolah yang dirawat di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2018. Disarankan pada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan menggunakan variabel yang berbeda

    Hubungan Antara Pengetahuan Higienis Dengan Sikap Dan Perilaku Personal Hygiene Enstruasi Pada Siswi Kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Godean Sleman Yogyakarta

    Get PDF
    Latar Belakang: Tidak sedikit, remaja putri yang mengabaikan personal hygienis saat menstruasi. Akibatnya akan memicu munculnya infeksi bakteri. Akibat lainnya bahkan dapat mengakibatkan infeksi saluran reproduksi, sehingga seorang wanita dapat mengalami kemandulan. Menjaga daerah pribadi dengan berperilaku higienis saat menstruasi akan mengurangi terjadi infeksi bakteri. Hasil studi pendahuluan di Kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Godean terdapat 48% yang belum melakukan personal hygiene saat menstruasi seperti penggunaan pembalut selama menstruasi harus diganti secara teratur setiap 4 jam sekali. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan higienis dengan sikap dan perilaku tentang personal hygiene menstruasi pada siswi kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Godean Sleman Yogyakarta pada tahun 2018. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 35 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan higienis, kuesioner sikap dan kuesioner perilaku. Hasil: Sebagian besar responden mempunyai pengetahuan personal hygiene yang termasuk kategori kurang yaitu sebesar 62,8%; Sebagian besar responden mempunyai sikap personal hygiene yang termasuk kategori baik yaitu sebesar 54,3%; Sebagian besar responden mempunyai perilaku personal hygiene saat menstruasi yang termasuk kategori baik yaitu sebesar 51,4% dan nilai signifikan hubungan pengetahuan higienis dengan sikap personal hygiene remaja putri saat menstruasi sebesar 0,025 < 0,05, sedangkan nilai signifikansi hubungan antara pengetahuan higienis dengan perilaku personal hygiene remaja putri saat menstruasi sebesar 0,043 < 0,05. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap dan perilaku personal hygiene remaja putri saat menstruasi. Saran: Siswi remaja putri di SMP Muhammadiyah 2 Godean disarankan untuk menjaga daerah kewanitaan dengan bersikap dan berperilaku higienis saat menstruasi dengan cara mengganti pembalut selama 4 jam sekal

    Studi Komparasi Perilaku Bully Antara Siswa Laki-Laki Dan Siswa Perempuan Di SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman Yogyakarta

    Get PDF
    Background: Students are members of the community who are trying to develop themselves through the educational process on certain paths and levels of educat ion. Adolescents adjust themselves most easily by following the values and rules applied in the surrounding environment. One of many negative behaviors that are carried out is bullying behavior that occurs in the school environment. The impact of bullying can lead to physical injury and psychological health. Purpose: To find out the differences bullying behavior between male and female students at Depok Muhammadiyah 3 Junior High School of Sleman Yogyakarta. Research Method: This study used comparative study design. The time approach used cross sectional approach. The sampling used probability sampling technique with Simple Random Sampling method. The number of samples in this study was 162 respondents. The samples were VII class students, grade VIII both male and female students. This study used questionnaires. The analytical method used statistical nonparametric test using Mann-Whitney test. Research Results: Bullying behavior of male students were (50%), in the high category (1.2%), medium category (6.8%) and low category (42%), while bulling behavior of female students were (50%) bullying behavior in the low category (45.1), medium category (3.7%) and high category (1.2%). The analysis of Mann-Whitney test showed p-value of 0.256. Conclusion and Suggestion: There is no difference of bullying behavior between male and female students in Depok Muhammadiyah 3 Junior High School of Sleman Yogyakarta by Mann-Whitney, the results of this study obtained coefficient of pvalue of 0.256> 0.05. The results of this study are expected to provide an overview of bullying behavior between male and female students to avoid the impact of bullying behavio

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇