DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan Dukungan Keluarga dan Perilaku Pengendalian Kadar Gula Darah Sewaktu terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Wilayah Puskesmas Galur 1 Kulon Progo
Latar Belakang: Kadar glukosa darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan
hipoglikemi atau hiperglikemi. Keadaan hipoglikemi yang terus -menerus akan
mengakibatkan komplikasi yang menyerang fungsi dan integritas dari organ vital
seperti mata, hati, otak, ginjal. Keadaan hipoglikemi yang lebih berat dapat
menyebabkan berkurangnya pasokan glukosa ke otak yang akan menyebabkan pusing,
bingung, lelah, lemah, sakit kepala, tidak mampu berkonsentrasi, gangguan
penglihatan, kejang.
Tujuan: Diketahuinya hubungan antara dukungan keluarga dan perilaku pengendalian
kadar gula darah sewaktu terhadap kadar gula darah sewaktu pada penderita Diabetes
mellitus tipe II di Wilayah Puskesmas Galur 1 Kulon Progo.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif
korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel berjumlah 68 responden
penderita Diabetes Mellitus tipe II (teknik pengambilan sampel random sampling).
Intrument penelitian ini adalah kuesioner dukungan keluarga dan perilaku
pengendalian kadar gula darah sewaktu. Metode analisis Kendal Tau.
Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji statistik dengan uji kendal tau diperoleh nilai
signifikan dukungan keluarga terhadap perilaku pengendalian KGDS sebesar 0,037
yang artinya (p<?) maka terdapat hubungan dan untuk perilaku pengendalian KGDS
terhadap KGDS sebesar 0,261 yang artinya (p>?) maka tidak terdapat hubungan.
Simpulan: Ada hubungan antara dukungan keluarga dan perilaku pengendalian kadar
gula darah sewaktu terhadap kadar gula darah sewaktu pada penderita Diabetes
Mellitus tipe II di Wilayah Puskesmas Galur I Kulon Progo.
Saran: Bagi responden diharapkan mampu meningkatkan pengendalian kadar gula
darah sewaktu dengan memperbaiki perilaku hidup sehat
Hubungan Faktor Lingkungan Kerja Fisik dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Pekerja di Industri Mebel PT. Niaga Merapi Yogyakarta
Latar Belakang: Penyakit menular yang sampai saat ini kejadiannya masih sangat
tinggi adalah penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penyebaran penyakit
ini sangat luas, komplikasinya yang membahayakan berakibat kematian. Lingkungan
sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan. Tempat kerja di industri mebel
merupakan lokasi rawan yang menjadi perantara masuknya virus atau bakteri
penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Wawancara dengan 10 pekerja
mebel PT Niaga Merapi diperoleh 30% nya mengaku pernah mengalami tanda dan
gejala infeksi saluran pernapasan akut.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan kerja fisik dengan kejadian
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada pekerja di industri mebel PT. Niaga
Merapi Yogyakarta.
Metode penelitian: Menggunakan studi deskriptif korelasi dengan pendekatan cross
sectional. Cara pengambilan sampel yaitu dengan cara non-probability sampling
dengan jenis accidental sampling yaitu 80 pekerja. Analisis data menggunakan
rumus uji Chi-Square.
Hasil: Hasil uji analisis dengan Chi-Square didapatkan nilai yang signifikan p
sebesar 0,000 (<0,05) dan nilai korelasi sebesar 0,424. Sebagian besar pekerja mebel
termasuk dalam kategori Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 44 orang
(55,0 %) dan lingkungan kerja fisik industri mebel belum memenuhi syarat dengan
jumlah pekerja yang bekerja pada lingkungan yang tidak memenuhi syarat sebanyak
45 (56,3 %) orang.
Kesimpulan: Ada hubungan antara faktor lingkungan kerja fisik dengan kejadian
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada pekerja di industri mebel PT. Niaga
Merapi Yogyakarta.
Saran: Bagi pemilik industri mebel PT. Niaga Merapi Yogyakarta untuk melakukan
pengukuran suhu, kelembaban, pencahayaan ruang kerja secara berkala untuk tetap
memastikan kondisi lingkungan kerja fisik yang tetap stabi
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Perilaku Perawatan Hipertensi Pada Lansia Di Posyandu Lansia Ngudi Waras Sapen Umbulmartani Ngemplak Sleman
Latar belakang: Hipertensi pada lansia selain mengakibatkan angka kematian yang
tinggi juga berdampak pada kurangnya minat lansia dalam melakukan perawatan
hipertensi, dikarenakan kurangnya dukungan dari keluarga.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku perawatan
hipertensi pada lansia di Posyandu Lansia Ngudi Waras Sapen Umbulmartani Ngemplak
Sleman.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan
pendekatan waktu cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total
sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 40 lansia yang berada di di Posyandu
Lansia Ngudi Waras Sapen Umbulmartani Ngemplak Sleman. Teknik analisis data
menggunakan Kendall Tau.
Hasil: Penelitian menunjukan ada hubungan dukungan keluarga dengan perilaku
perawatan hipertensi pada lansia (p=0,005, r = 0,446). Diketahui kejadian hipertensi
pada lansia di Posyandu lansia Ngudi Waras Sapen Umbulmartani Ngemplak Sleman
adalah sebesar 44,3% ( 40 orang dari 71 populasi lansia).Tingkat dukungan keluarga
pada lansia di Posyandu Lansia Ngudi Waras Sapen Umbulmartani Ngemplak Sleman
termasuk dalam kategori tinggi dan baik.
Kesimpulan: Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan perilaku perawatan
hipertensi pada lansia di Posyandu Lansia Ngudi Waras Sapen Umbulmartani Ngemplak
Sleman
Saran: Bagi lansia diharapkan dapat merubah perilaku perawatan hipertensi supaya
tekanan darah dapat terkontrol dan tidak terjadi komplikasi
Hubungan Tingkat Stres Dengan Tingkat Hipertensi Pada Lansia Di Dusun Depok Ambarketawang Gamping Sleman Yogyakarta
Latar Belakang : Semakin banyak jumlah lansia di Indonesia setiap tahun, semakin
meningkat pula risiko penyakit yang terjadi pada lansia. Banyak faktor yang dapat
menyebabkan hipertensi antara lain genetik, jenis kelamin, usia, kebiasaaan minum
alkohol, merokok, dan stres.
Tujuan : tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan tingkat stres dengan
tingkat hipertensi pada lansia di Dusun Depok Ambarketawang Gamping Sleman
Yogyakarta.
Metode : metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan
waktu cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Sampel
pada penelitian ini berjumlah 44 responden. Pengambilan data menggunakan
kuesioner dan teknik analisis data menggunakan spearman rank.
Hasil : Hasil penelitian yaitu p value 0,138 maka p > 0,05, Sedangkan nilai r = 0,227
maka 0,2>r<0,3999 yang artinya tidak ada hubungan antara tingkat stres dengan
tingkat hipertensi pada lansia di Dusun Depok Ambarketawang Gamping Sleman
Yogyakarta
Simpulan : tidak ada hubungan antara tingkat stres dengan tingkat hipertensi pada
lansia di Dusun Depok Ambarketawang Gamping Sleman Yogyakarta.
Saran : Meningkatkan pembahasan tentang tingkat stres dengan tingkat hipertensi
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN ANEMIA PADA SISWA-SISWI KELAS VIII SMPN 01 WATES KULON PROGO
ABSTRAK
Masalah kesehatan remaja berawal pada usia yang sangat dini. Masalah tersebut
berdampak negatif pada usia remaja nantinya, misal adanya gejala infeksi dan
malnutrisi, yang dapat mempengaruhi masalah sel–sel darah merah menurun di
bawah normal. Tumbuh kembang masa remaja yang optimal tergantung nutrisi yang
diberikan sehingga sangat berpengaruh pada keadaan status gizi. Masalah gizi yang
sering terjadi pada usia remaja yaitu kekurangan energi protein, anemia gizi, serta
defisiensi berbagai macam vitamin. Anemia salah satu masalah kesehatan
masyarakat yang secara global banyak ditemukan di berbagai negara maju maupun di
negara yang sedang berkembang. Prevalensi anemia gizi besi pada remaja putri tahun
2012 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) umur 12-19 tahun yaitu 36,00%.
Gambaran grafis memperlihatkan bahwa di kabupaten Sleman (18,4%), Gunung
Kidul (18,4%), Kota Yogyakarta (35,2%), Bantul (54,8%), Kulonprogo (73,8%).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan
kejadian anemia pada siswa-siswi Kelas VIII di SMP Negeri 01 Wates Kulon Progo
tahun 2018. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik deskriptif
dengan rancangan Cross Sectional. Sample pada penelitan ini sebanyak 48 orang
siswa – siswi kelas VIII SMP 01Wates dengan tehknik pengambilan sample yaitu
simple random sampling. Alat pengumpulan data pada penelitian ini adalah
kuisioner. Selain itu dilakukan pemeriksaan Hemoglobin menggunakan Hemoglobin
digital. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan hasil uji statistik
didapatkan nilai p-value =0,000 dan lebih kecil dari p ? 0,05. Terdapat hubungan
yang bermakna antara gaya hidup dengan kejadian anemia pada siswa-siswi kelas
VIII SMPN 01 Wates Kulon Progo. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah
pemberian konseling dan promosi kesehatan tentang gaya hidup sehingga dapat
memodifikasi gaya hidup yang tidak sehat menjadi gaya hidup sehat
HUBUNGAN KEHAMILAN POSTTERM DAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL
Asfiksia merupakan penyebab kematian Bayi Baru Lahir (BBL) ke 3 di dunia dalam
periode awal kehidupan, dengan angka kejadian asfiksia 23%. Kehamilan postterm
dan KPD merupakan faktor resiko terjadinya asfiksia pada BBL.Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui hubungan kehamilan postterm dan ketuban pecah dini (KPD)
dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RS PKU Muhammadiyah Bantul.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey serta
pendekatan case-control (retrospective). Tehnik pengambilan sampling yang
digunakan adalah nonprobability sampling dengan tehnik Puposive Sampling, jumlah
sampel terbagi menjadi 70 responden pada kelompok kasus dan 70 responden pada
kelompok kontrol. Analisa data menggunakan Chi- Square. Pada hubungan
kehamilan postterm dengan kejadian asfiksia pada BBL, hasil uji statistik
menggunakan Chi - Square diperoleh nilai Fisher’s Exact Test 0,000. Pada hubungan
KPD dengan kejadian asfiksia pada BBL hasil uji statistik menggunakan Chi -
Square diperoleh nilai Fisher’s Exact Test0,009 dan terdapat hubungan yang
signifikan antara kehamilan postterm dan KPD dengan kejadian asfiksia pada
BBL.Terdapat hubungan kehamilan postterm dengan kejadian asfiksia pada BBL
dengan keeratan hubungan cukup kuat. Terdapat hubungan KPD dengan kejadian
asfiksia pada BBL di RS PKU Muhammadiyah Bantul dengan keeratan hubungan
lemah. Saran bagimasyarakat khususnya ibu hamil diharapkan untuk senantiasa
menjaga kesehatan dirinya dan janinnya selama kehamilan serta segera
memeriksakan diri apabila terjadi masalah dalam kehamilannya dengan tujuan untuk
mengurangi resiko komplikasi dalam kehamilan
Evaluasi Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keputusan Ibu Tidak Menggunakan Alat Kontrasepsi Di Kelurahan Girikerto Sleman
Evaluasi Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keputusan Ibu Tidak Menggunakan Alat Kontrasepsi Di Kelurahan Girikerto Slema
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU ANAK JALANAN YANG TELAH MELAKUKAN SEKS BEBAS DI KOTA YOGYAKARTA
Latar Belakang: Anak jalanan umumnya tidak mempunyai pengetahuan yang
memadai tentang kesehatan reproduksi, dan cenderung mudah terjebak dalam
melakukan hubungan seks bebas. Hasil wawancara yang dilakukan kepada 7 anak
jalanan laki-laki di wilayah Kota Yogyakarta, 4 diantaranya mengaku pernah
melakukan seks bebas, 3 diantaranya mengaku belum pernah melakukan seks bebas.
Dari 4 anak jalanan yang pernah melakukan seks bebas 2 diantaranya pernah
terjangkit penyakit menular seksual.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan
reproduksi dengan perilaku anak jalanan yang telah melakukan seks bebas.
Metode Penelitian: Desain penelitian adalah deskriptif korelasi, dengan pendekatan
cross sectional. Responden terdiri dari 33 anak jalanan diambil dengan teknik
sampling Insidental, dengan analisa data yang digunakan adalah Spearman Rank.
Hasil Penelitian: Tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada anak jalanan
memiliki pengetahuan cukup (66,7%) dan perilaku seksual pada anak jalanan
mayoritas memiliki perilaku seksual kurang baik (57,6%). Uji korelasi menunjukkan
ada hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku
seksual anak jalanan dengan nilai p-value < 0,05 (0,004), koefisien korelasi (rho)
sebesar 0,492.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan
reproduksi dengan perilaku seksual anak jalanan yang telah melakukan seks bebas di
Kota Yogyakarta. Disarankan kepada Pemerintah setempat atau Lembaga Swadaya
Masyarakat melakukan penyuluhan yang intensif dan berkelanjutan mengenai
kesehatan reproduksi remaja pada anak jalanan, serta diharapkan responden lebih
aktif dalam kegiatan penyuluhan
PENGARUH PELATIHAN PALLIATIVE CARE TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DI IRNA III PAVILIUN CENDRAWASIH RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
Latar Belakang: Peningkatan penderita sakit yang belum bisa disembuhkan
menurut World Health Organization (2014) tidak hanya menyebabkan masalah fisik
saja, tetapi juga mengalami gangguan psikososial dan spiritual yang mempengaruhi
kualitas hidup pasien dan keluarganya. Hal inilah yang mendorong praktisi kesehatan
merumuskan suatu pelayanan yang disebut palliative care. Perawat merupakan salah
satu pemberi layanan palliative care dituntut meningkatkan pengetahuannya. Upaya
perawat meningkatkan pengetahuannya dengan cara pelatihan.
Tujuan: Mengetahui pengaruh pelatihan palliative care terhadap tingkat
pengetahuan perawat di IRNA III Paviliun Cendrawasih RSUP dr. Sardjito
Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan pre-experimental design dengan
rancangan one group pre-test post-test. Instrument penelitian ini adalah kuesioner,
teknik sampling non probability sampling dengan purposive sampling, jumlah
sampel 42 responden. Uji normalitas data Shapiro wilk test, uji hipotesis Wilcoxon
signed Rank Test.
Hasil: Pengetahuan perawat sebelum pelatihan 76,19% kategori cukup, 23,81%,
kategori baik. Setelah pelatihan 97,62%, kategori baik, 2,38%, kategori cukup. Hasil
analisa uji rank Wilcoxon nilai Z hitung = -5,599 dengan p value 0,000 < ? =
0,05, artinya ada pengaruh pelatihan palliative care terhadap tingkat pengetahuan
perawat.
Simpulan dan Saran: Ada pengaruh pelatihan palliative care terhadap tingkat
pengetahuan perawat di IRNA III Paviliun Cendrawasih RSUP dr. Sardjito
Yogyakarta. Diharapkan perawat memberikan pelayanan sesuai standart pelayanan
paliatif, pihak Rumah sakit menyelenggarakan pelatihan palliative care untuk
meningkatkan pengetahuan perawat
PENGARUH PELATIHAN HIGH ALERT MEDICATION TERHADAP KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENERAPAN PRINSIP BENAR PEMBERIAN OBAT DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING YOGYAKARTA
Latar Belakang: Insiden keselamatan pasien sangat merugikan pasien serta dapat
menimbulkan hilangnya nyawa. Di Indonesia kesalahan pemberian obat merupakan
insiden terbanyak. Insiden dapat terjadi dikarenakan salah satunyahuman error dari
petugas kesehatan. Kepatuhan pearawat dalam penerapan prinsip benar
pemberianobat ini dapat meminimalkan terjadi efek samping atau kesalahan.
Pelatihan salah satu cara untuk meningkatkan kepatuhan perawat dalam prinsip benar
pemberian obat.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pelatihan high alert medication
terhadap kepatuhan perawat dalam penerapan prinsip benar pemberian obat di RS
PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain quasi
experimental, rancangan pre dan post test non equivalent control group
design.Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.Sampel pada
tiap-tiap kelompok berjumlah17 perawat yang menenuhi kreteria inklusi. Instrumen
menggunakan lembar observasi yang dilakukan sebelum dan sesudah kelompok
perlakuan mendapatkan pelatihan. Kemudian dianalis menggunakan uji beda
Wilcoxon dan Mann Whitney U Test.
Hasil Penelitian: Hasilpenelitian ada pengaruh pelatihan high alert
medicationterhadap kepatuhan perawat dalam penerapan prinsip benar pemberian
obat di RS PKU Muhammadiyah Gamping, hasil uji Wilcoxonp-value 0.005<0.05
pada kelompok perlakuan, p-value 0,779>0.05 pada kelompok kontrol dan hasil uji
Mann Whitney p value 0.006<0.05..
Simpulan: Ada pengaruh pelatihan high alert medicationterhadap kepatuhan
perawat dalam penerapan prinsip benar pemberian obat di RS PKU MUhammadiyah
Gamping Yogyakarta.
Saran: Bagi peneliti selanjutnya diharapkan meneliti faktor lain seperti sikap,
motivasi dan lingkungan