DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan Persepsi Kepatuhan Hand Hygiene Perawat dengan Kejadian HAIs di Ruang Rawat Inap RSUD Wonosari
Hubungan Persepsi Kepatuhan Hand Hygiene Perawat dengan Kejadian HAIs di Ruang Rawat Inap RSUD Wonosar
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA LANSIA DI DUSUN DEPOK AMBARKETAWANG GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA
Latar Belakang: Semakin meningktnya jumlah lanjut usia di Indonesia setiap tahun,
semakin meningkat pula resiko penyakit yang terjadi pada lanjut usia. Banyak faktor
yang dapat menyebabkan insomnia antara lain aktivitas fisik, penyakit kronis, gaya
hidup dan stres.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan tingkat stres dengan
kejadian insomnia pada lansia di Dusun Depok Ambarketawang Gamping Sleman
Yogyakarta.
Metode: Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan
waktu cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Sampel
pada penelitian ini berjumlah 50 responden. Pengambilan data menggunakan
kuesioner dan teknik analisis data menggunakan chi-square.
Hasil: Hasil penelitian yaitu x
2
=25,155 dengan p value=0,00 (p < 0,05), maka Ho
ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan antara tingkat stres dengan
kejadian insomnia. Berdasarkan hasil perhitungan dari koefisiensi kontingensi
dengan hasil 0,579 yang artinya keeratan antara dua variabel tingkat stres dengan
kejadian insomnia mempunyai tingkat hubungan yang sedang.
Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kejadian insomnia pada
lansia di Dusun Depok Ambarketawang Gamping Sleman Yogyakarta.
Saran: Meningkatkan pemahaman tentang tingkat stres dengan kejadian insomnia
pada lansi
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Pemberian Asi Eksklusif Di Puskesmas Ngampilan Yogyakarta
Background: Exclusive breastfeeding is breastfeeding without any other food
addition until the baby is 6 months. Breastfeeding rate in Indonesia especially in the
municipality of Yogyakarta is very low. There are several influencing factors such as
mother's knowledge, occupation, mother's condition, infant condition, family
support, support of health workers, and socio-culture.
Objective: The objective of the study was to determine the factors that influence the
success of exclusive breastfeeding at Ngampilan Yogyakarta Primary Health Center.
Research method: This research type applied quantitative method with descriptive
correlative design and used cross sectional time approach. The samples were 39
mothers who had infants aged 6-12 months with random sampling technique. The
instrument of this study was a questionnaire about the success of exclusive
breastfeeding and several factors related to the success of exclusive breastfeeding.
The analytical method used chi square.
Results: There was no correlation between maternal knowledge (p = 0.782), support
of health workers (p = 1.000), and socio-cultural (p = 0.225) with exclusive
breastfeeding success. There was a relation between occupation (p = 0.004), mother
condition (p = 0.002), infant condition (p = 0.019), and family support (p = 0.008)
with exclusive breastfeeding success. The most dominant factors affecting the
success of exclusive breastfeeding was infant condition (t = 3.987).
Conclusion: There was a relationship between occupation, mother condition, infant
condition and family support with exclusive breastfeeding success at Ngampilan
Yogyakarta Primary Health Center.
Suggestion: Respondents who have a 0-6 month old baby are expected to give
exclusive breastfeeding and can raise awareness of the importance of exclusive
breastfeeding, and have high patience during exclusive breastfeeding
Peer Review : Deteksi Escherichia Coli dan Salmonella pada Jamu Kunir Asem di Daerah Gamping, Sleman, Yogyakarta
“BEM” An Android Application Model to Enhance Midwifery Students English Speaking Competence
The lack of exposure and practice in learning English due to the short meeting hours is the main
factor contributing to the low level of midwifery students’ English-speaking competence in
Indonesia. Mobile-Assisted Language Learning can be one of the ways to cope with this problem.
A plethora of learning speaking applications is available in the App Store and Play Store.
However, midwifery students need more specific English to meet their needs. This study aims at
developing a model of android application to enhance the speaking competence of midwifery
students and anchors in the instructional design model. The design was in the five stages, namely:
Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. Twenty-one midwifery students and two
experts of material development and information technology were participants for product
implementation and evaluation. The researchers obtained the necessary data through
observations, questionnaires, and interviews. The finding of this study was that an android
application model named BEM (Basic English for Midwives) developed in this study could
enhance the midwifery students speaking competence.
Keywords: Android Application; Speaking Competence; Mobile Assisted Language Learnin
Peer Review : The Characteristic of Productive Women's Interest in Early Detection of Cervical Cancer by Using IVA (Acetate Visual Inspection) Method in Puskesmas Temon I Kulon Progo in 2010
Empowerment Model of Breastfeeding Mothers in Exclusive Breast Milk Program in Yogyakarta Indonesia
IP: 125.163.228.175 On: Wed, 04 Apr 2018 00:33:35
Copyright: American Scientific Publishers
Delivered by Ingenta
The research was based on Health Law Number 36 Year of 2009 about children’s right and protection in which
they bear the right of life sustainability, growth and development as well as receiving protection which is followed
by Government’s Policy Number 33 year of 2012 about exclusive breast milk feeding. If exclusive breastfeeding
is not administered to baby, they will experience malnutrition which leads to the increase of baby’s mortality
in Indonesia. The coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia is 38% and 32,43% of them is in Sleman
region of DIY. The objective of the study is to discover the empowerment model of breastfeeding mothers in
exclusive breast milk program. The study was implemented at Sleman region of Yogyakarta Special Province
using cross sectional approach through survey. The population of the study was breastfeeding mothers who
had more than 6–12 months old. Cluster proportional random sampling was used to draw 185 samples which
were taken using questionnaire. Data analysis used SEM with LISREL program. The result of the study shows
that the empowerment model of breastfeeding mothers according to the valid determining indicators for government
policy are socialization, monitoring and the facility of breastfeeding room. The valid determining factors
in advocating are written support and village budgeting. The valid determining factors in human resources are
utilization, motivation and action. The valid determining factors in mothers’ participation are facilities, activities
form and contribution of ideas/thoughts. The valid determining factors in mothers’ attitude are assessment
in breastfeeding process, mothers’ health monitoring, support to mothers during breastfeeding, breastfeeding
optimalization, exclusive breastfeeding for 6 months and complementary food feeding to babies. The study
concludes the formation of empowerment model of breastfeeding mothers in exclusive breast milk program
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KECEMASAN MENGHADAPI PERSALINAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS JETIS YOGYAKARTA
ABSTRAK
Kecemasan selama kehamilan dalam proses persalinan yang tidak dapat
diatasi ibu dapat menimbulkan ketegangan, menghalangi relaksasi tubuh,
menyebabkan keletihan atau bahkan mempengaruhi kondisi janin dalam kandungan.
Kehadiran keluarga saat persalinan dapat membuat ibu lebih tenang. Ibu hamil yang
sering khawatir bahkan stres memiliki kecenderungan untuk melahirkan bayi
prematur bahkan dapat mengalami keguguran. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga terhadap kecemasan menghadapi
persalinan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Jetis Yogyakarta. Metode
penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan waktu Cross
Sectional. Pengumpulan data menggunakan angket. Populasi adalah ibu hamil
trimester III. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan derajat
kesalahan 10% dan didapat 57 sampel. Uji analisis data dengan menghitung
distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan (71,9%) mengalami kecemasan
ringan, (26,3%) responden mengalami kecemasan sedang dan (15,8%) responden
mengalami kecemasan berat. Ibu hamil mendapatkan dukungan emosional baik
(57,9%), cukup (35,1%), kurang (7%). Dukungan penilaian baik (87,7%) dan cukup
(12,3%). Dukungan instrumental baik (75,4%), cukup (22,8%) dan kurang (1,8%).
Dukungan informasi baik (56,1%), cukup (28,1%) dan kurang (15,8%). Mencari
informasi sebanyak-banyaknya tentang kehamilan, menanyakan sesuai dengan
kebutuhannya kepada bidan saat melakukan ANC dapat menguangi kecemasan
karena memikirkan hal-hal negatif tentang kehamilan
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI PUSKESMAS KRATON YOGYAKARTA
Masalah kurang gizi kronis yang dapat menghambat perkembangan fisik dan mental
anak, selain itu anak lebih rentan terhadap penyakit infeksi. Pantauan Status Gizi
(PSG) tahun 2016 menunjukkan penurunan jumlah balita pendek (stunting). Begitu
pula balita yang kurus, jumlahnya mengalami penurunan walaupun tidak terlalu
besar.Data PSG tahun 2015 menunjukkan jumlah balita stunting 29,1 persen (sangat
pendek 10,1 persen dan pendek 18,9 persen). Sementara, di tahun 2016 jumlah balita
stuntingturun menjadi 27,5 persen (sangat pendek 8,5 persen dan pendek 19 persen).
Kemudian di tahun 2015 balita yang sangat kurus berjumlah 3,7 persen dan kurus 8,2
persen (total 11,9 persen), sedangkan di tahun 2016 balita yang sangat kurus 3,1
persen dan kurus 8,0 persen (total 11,1 persen). Dari 136,7 juta bayi lahir diseluruh
dunia dan hanya 32,6% dari mereka yang disusui secara eksklusif dalam 6
bulan pertama. Di negara berkembang hanya 39% ibu yang memberikan ASI
Eksklusif. Sementara di negara industri, bayi yang tidak diberi ASI Eksklusif
lebih besar meninggal dari pada bayi yang diberi asi eksklusif. Faktor resiko
stunting pada anak salah satunya adalah pemberian ASI berpengaruh terhadap
kejadian stunting. Untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan
Kejadian Stunting pada balita usia 24-59 bulan di puskesmas Kraton. Penelitian ini
adalah penelitian Korelasional dengan menggunakan metode Cross Sectional.
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu balita dan balita 24-59 bulan, sample
di kelurahan kadipaten dan panembahan sejumlah 191 ibu balita, sample diambil
dengan Cluster sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat
menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan Chi-square. Balita di
keluruhan kadipaten dan panembahan kecamatan kraton sebagian besar memberikan
ASI Eksklusif yaitu 62%. Balita 24-59 bulan di kelurahan Kadipaten dan
panembahan kecamatan kraton sebagian besar responden dalam kategori normal
yaitu 36%. Ada Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian Stunting pada
balita usia 24-59 bulan. Hasil penelitian ini menjadikan masukkan bagi ibu untuk
memberikan ASI Eksklusif bagi bayi agar dapat terhindar dari stunting
EVALUASI PELAKSANAAN PEER EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMP N 3 TURI SLEMAN
Pengaruh tekhnologi dan kemajuan ilmu pengetahuan telah menggeser pengetahuan
remaja dalam pergaulan saat ini. Peer education memiliki peranan dalam
meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan lebih efektif dalam
menghasilkan perubahan positif yang lebih besar dalam perilaku kesehatan remaja.
Berdasarkan survey pelaksanaan peer education di SMP N 3 Turi Sleman pada tahun
2018 kurang berjalan secara maksimal sehingga masih muncul permasalahan
pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Diketahuinya pengaruh pelaksanaan peer
education terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMP N 3 Turi
Sleman. Jenis penelitian ini menggunakan Quasi-Eksperimental Design dengan
metode Posttest Only Control Group Design. Teknik pengambilan sampel dengan
cara Proporsional simple random sampling sebanyak 60 siswa. Instrumen penelitian
adalah kusioner dengan analisis data menggunakan uji statistik Independent T-Test.
Terdapat perbedaan pengaruh pengetahuan kesehatan reproduksi remaja kelas VIII
dan IX SMP N 3 turi Sleman pada kelompok yang belum dan yang sudah
dilaksanakan pendidikan kesehatan reproduksi melalui peer education dengan hasil
p-value 0,000 ( 0,000 < 0,05 ) yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak dengan nilai
rata-rata kelompok eksperimen 89,33 dan kelompok kontrol 67,60. Selisih rata-rata
kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol yaitu 21,733. Terdapat perbedaan
pengaruh pengetahuan kesehatan reproduksi remaja pada kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol di SMP N 3 Turi Sleman. Diharapkan pihak SMP N 3 Turi Sleman
dapat meningkatkan kualitas program peer education karena dapat diketahui bahwa
program peer education sangat efektif diberikan pada remaja guna memperkaya
pengetahuan para remaja terkait kesehatan reproduksi remaja