DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    Uji Kandungan Logam Berat (Pb) dan Tembaga (Cu) pada Kue Lumpur Menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom

    Get PDF

    Modul Kader Matahariku (Informasi Tambahan KontrasepsiKu)

    Get PDF

    PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG TANDA BAHAYA NIFAS DI PUSKESMAS KRATON YOGYAKARTA

    Get PDF
    Beberapa faktor penyebab kematian ibu adalah perdarahan 28%, eklamsia 24% dan infeksi 11%. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu terjadi setelah persalinan dan 50% kematian ibu terjadi dalam 24 jam pertama masa nifas. Salah satu faktor penyebab kematian ibu dalam masa nifas yaitu kurangnya pengetahuan seorang ibu tentang tanda bahaya masa nifas sehingga ibu tidak dapat melalukan deteksi dini serta tidak memeriksakan kepada petugas kesehatan.Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah tanda bahaya nifas yaitu meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester IIIdengan melakukan penyuluhan. Tujuannya untukmengetahuipengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III tentang tanda bahaya nifas di Puskesmas Kraton Yogyakarta. Metode Penelitian yang digunakan yaitu Pre eksperimendengan designpenelitian menggunakanrancangan one grup pre test post test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 16responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan dengan wilcoxon match pairs test.Hasil penelitian ini adalah pengetahuan responden sebelum penyuluhan tentang tanda bahaya nifas mayoritasberpengetahuan cukup sebanyak 9 responden (56,25%) dan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan tentang tanda bahaya nifasmayoritasberpengetahuan baik sebanyak 10 responden (62,5%). Simpulan; ada pengaruh penyuluhan terhadaptingkat pengetahuan ibu hamil trimester III tentang tanda bahaya nifas, hal ini ditunjukan dari hasil uji statistik dengan wilcoxon signed ranks test diperoleh p value sebesar 0,000 dimana nilai p value < 0,05. Saran; diharapkan ibu hamil trimester IIIdapat menambah wawasandan pengetahuan tentang tanda bahaya nifas sehingga ibu bisa melakukan deteksi dini agar ibu tidak mengalami tanda bahaya nifas

    EVALUASI PELAKSANAAN FIVE MOMENT FOR HANDHYGIENE TERHADAP PETUGAS KESEHATAN DI BANGSAL KEBIDANAN RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

    Get PDF
    Cuci tangan merupakan salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari dengan menggunakan air ataupun cairan lainnya, yang bertujuan untuk membersihkan pathogen penyebab hais pada lima moment penting yaitu sebelum kontak dengan pasien, sebelum tindakan aseptic,setelah kontak dengan cairan tubuh pasien, setelah kontak dengan pasien dan setelah kontak dengan lingkungan pasien. Beberapa pathogen penyebab hais memiliki frekuensi yang cukup tinggi ditangan, seperti:Staphylococcus aureus yang merupakan penyebab utama dari infeksi luka paska operasi dan pneumonia memiliki frekuensi sekitar 10 – 78 % ditangan, pseudomonas spp merupakan patogen penyebab infeksi nafas bawah memiliki frekuensi sekitar 1 – 25 % ditangan, jamur candida sp sekitar 23 – 81 % dan dapat bertahan selama satu jam di tangan. Studi pendahuluan yang dilakukan di RSUD Panembahan menyatakan pada tahun 2017 terdapat31 angka kejadian infeksi nosokomial. Mengetahui Gambaran pelaksanaan five moment for hand hygiene pada petugas kesehatan yaitu bidan di RSUD Panembahan Senopati Bantul.Menggunakan metode survey observasionaldengan pendekatancrossectional . Analisis data penelitian menggunakananalisis univariat. Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan five moment for hand hygiene di RSUD Panembahan Senopati Bantul dengan kategori baik yaitu angka kepatuhannya mencapai 95,5%. Hal ini sesuai studi pendahuluan yang dilakukan peneliti yaitu angka kejadian infeksi nosokomial di RSUD Panembahan Senopati bantul yang rendah

    HUBUNGAN PARITAS DAN UMUR DENGAN KEJADIAN KANKER SERVIKS DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL YOGYAKARTA

    Get PDF
    Kanker serviks disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV), merupakan virus yang umum dan mudah ditularkan melalui kontak kulit kelamin. Setiap perempuan beresiko terjangkit kanker serviks tanpa memandang usia dan gaya hidup. Studi pendahuluan yang dilakukan di RSU PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta berdasarkan data rekam medik didapatkan hasil 30 responden yang mengalami kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas dan umur dengan kejadian kanker serviks di RSU PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desainnya menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi 30 responden yang mengalami kanker serviks. Sampel dalam penelitian ini adalah responden yang mengalami kanker serviks sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian menggunakan format tabel dengan study dokumentasi. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Uji statistik dengan menggunakan Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian terdapat paritas dengan kategori primipara 6 responden (20.0%), multipara 19 responden (63.0%), dan grandemultipara 5 responden (16.0%), sedangkan responden dengan umur beresiko 16 responden (53.3%) dan 14 responden (46.7%) tidak beresiko. Responden yang mengalami kanker serviks stadium I terdapat 7 responden (23.3%), stadium II terdapat 12 responden (40.0%), stadium III terdapat 9 responden (30.0%), stadium IV terdapat 2 responden (6.7%). Hasil uji statistik Chi-Square dengan nilai p-value antara paritas dengan kanker serviks adalah 0,011 (p-value <0,05), sedangkan nilai p-value antara umur dengan kanker serviks adalah 0,030 (p-value <0,05). Terdapat hubungan paritas dan umur dengan kejadian kanker serviks di RSU PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta. Disarankan masyarakat khususnya ibu yang sudah pernah melahirkan untuk mencari informasi tentang bahaya kanker serviks dan deteksi dini melalui pemeriksaan pap smear, di samping itu dukungan keluarga untuk memberikan motivasi hidup pada wanita yang menderita kanker serviks

    HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA KELAS XI DI SMK NEGERI 1 PANDAK BANTUL TAHUN 2018

    Get PDF
    Orang tua perlu membangun komunikasi dengan anak terutama masalah seksualitas dengan menyadari berbagai perubahan atau gejolak yang dialami remaja. Komunikasi orang tua dan anak dikatakan efektif bila kedua belah pihak saling dekat, saling menyukai dan adanya keterbukaan sehingga tumbuh sikap percaya. Komunikasi yang efektif dilandasi dengan kepercayaan, keterbukaan dan dukungan yang positif agar anak menerima dengan baik tentang apa yang disampaikan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersonal orang tua dengan perilaku seksual remaja kelas XI di SMK Negeri 1 Pandak Bantul Tahun 2018. Jenis penlitian korelasi, rancangan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 223 siswa, jumlah sampel 69 siswa, teknik sampling berupa simple random sampling, dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi interpersonal orang tua baik dan perilaku seksual remaja baik sebanyak 52 (75,4 %), komunikasi interpersonal orang tua cukup dan perilaku seksual remaja baik sebanyak 14 ( 20,3%), komunikasi interpersonal orang tua cukup dan perilaku seksual remaja cukup sebanyak 2 (2,9%), komunikasi interpersonal orang tua kurang dan perilaku seksual remaja kurang sebanyak 1 (1,4%), tidak ada siswa dengan perilaku seksual remaja kurang, hasil uji korelasi Spearman Rank yaitu p value = 0,000 < 0,05 dengan nilai koefisien korelasi 0,425 artinya ada hubungan antara komunikasi interpersonal orang tua dengan perilaku seksual remaja kelas XI di SMK Negeri 1 Pandak Bantul Tahun 2018, dengan keeratan hubungan cukup. Diharapkan kepada remaja kelas XI SMK Negeri 1 Pandak Bantul dapat berfikir secara positif dan menambah wawasan mengenai dampak buruk dari perilaku seksual remaja berisiko, serta diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun program kesehatan remaja untuk mencegah perilaku seksual pada remaja melalui program sekolah

    PENGARUH TEKNIK RELAKSASI TERHADAP INTENSITAS PENURUNAN RASA NYERI PADA PERSALINAN KALA I DI PUSKESMAS JETIS KOTA

    Get PDF
    Nyeri persalinan merupakan nyeri uterus yang bersifat siklik yang terjadi saat proses persalinan. Jika nyeri persalinan tidak ditangani akan mempengaruhi proses persalinan dan kesejahteraan janin. Teknik relaksasi menjadi alternative untuk mengurangi nyeri persalinan tanpa efek samping. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tenik relaksasi terhadap intensitas penurunan rasa nyeri pada persalinan kala I. Penelitian ini menggunakan metode Pre-eksperiment dengan desain penelitian one grup pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin kala I dengan nyeri persalinan dan jumlah sampel 25 responden. Nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tingkat nyeri tertinggi pada persalinan kala I sebelum diberikan teknik relaksasi yaitu nyeri berat terkontrol sebanyak 15 responden (60%) dan tidak ada responden yang mengalami nyeri ringan dan nyeri berat tidak terkontrol sedangkan tingkat nyeri tertinggi pada persalinan kala I sesudah diberikan teknik relaksasi yaitu nyeri sedang sebanyak 19 responden (76%) dan tidak ada responden yang mengalami nyeri berat terkontrol dan nyeri berat tidak terkontrol dengan nilai rata-rata sebelum diberikan teknik relaksasi yaitu 2,60+0,50 dan sesudah diberikan teknik relaksasi pada persalinan kala I menurun menjadi 1,76+0,43 sehingga nilai p value=0,00 <ɑ (0,05) yang berarti ada pengaruh teknik relaksasi yang signifikan dan efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I. Saran bagi ibu diharapkan dapat lebih aktif dalam meningkatkan pengetahuan untuk mengatasi nyeri selama persalinan kala I sehingga meningkatkan kesehatan ibu dan janin

    Mengenal dan Upaya Mengatasi Diabates Melitus dalam Kehamilan

    Get PDF

    Hubungan Peran Ibu Dengan Perilaku Perawatan Organ Genital Saat Menstruasi Pada Siswi Kelas Vii Smp Muhammadiyah 1 Gamping

    Get PDF
    Salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja adalah masalah kebersihan organ genital saat menstruasi. Pentingnya melakukan perawatan organ genital belum disadari sepenuhnya oleh remaja karena kurangnya informasi tentang kebersihan organ reproduksi. Ibu mempunyai peran penting sebagai sumber informasi masalah kebersihan organ genital, peran ibu yang tepat dalam mendidik dan mencontohkan perilaku yang baik akan membantu dalam meningkatkan pengetahuan tentang perawatan organ genital saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ibu dengan perilaku perawatan organ genital saat menstruasi pada siswi kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Gamping. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 58 siswi, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner tertutup dan pengolahan data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukan 37 siswi (63,8%) memiliki peran ibu baik dengan perilaku perawatan organ genital remaja putri yang positif sebanyak 31 (53,4%) dan 21 (36,2%) peran ibu yang kurang baik dengan perilaku perawatan organ genital yang negatif sebanyak 8 (13,8%) siswi. Hasil uji Chi Square didapatkan p value 0,000 (p=<0,05. Ada hubungan yang signifikan antara peran ibu dengan perilaku perawatan organ genital saat menstruasi pada siswi kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Gamping. Siswi diharapkan agar dapat menjaga kebersihan organ genital saat menstruasi dan mencari sumber informasi yang akurat tentang perawatan organ genital saat menstruasi sehingga dapat merubah perilaku yang lebih bai

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇