DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
KETELITIAN DAN EVALUASI GRAFIK KONTROL LEVEY-JENNINGS PEMERIKSAAN KADAR ASAM URAT MENGGUNAKAN POOLED SERA
Latar Belakang: Pelaksanaan pemantapan mutu internal laboratorium seperti
ketelitian, evaluasi grafik kontrol levey-jennings dan aturan westgard multirule
untuk mengendalikan dan mengetahui penyimpangan hasil laboratorium sehingga
dapat segera diperbaiki. Bahan kontrol Pooled Sera dapat digunakan sebagai
alternatif apabila terdapat permasalahan dalam pelaksaanan kontrol kualitas.
Pemeriksaan Asam urat menggunakan sampel serum dengan metode Enzimatik
TBHBA pemeriksaan ini sering digunakan oleh para klinisi.Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui ketelitian pada pemeriksaan asam urat menggunakan
bahan kontrol Pooled Sera dan evaluasi hasil grafik kontrol levey-jennings
menggunakan aturan westgard pada pemeriksaan asam urat menggunakan bahan
kontrol Pooled Sera. Metode: Jenis penelitian ini adalah eskperimen sungguhan
(True Experiment), dengan rancangan Post-test only group design. Sampel dalam
penelitian ini adalah serum normal pemeriksaan asam urat di laboratorium PKU
Muhammadiyah Yogyakarta sebanyak 11 sampel dengan teknik simple random
sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan chemistry analyzer merek TMS
1024 i. Metode pengumpulan data primer dengan pelaksanaan kontrol kualitas
dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap periode pendahuluan dan periode kontrol.
Hasil: Hasil dari penelitian ini didapatkan Koefisien variasi (KV%) bahan kontrol
pooled sera pemeriksaan asam urat yaitu 1,77% sedangkan nilai KV% bahan serum
kontrol komersial Biorad 26461 yaitu 3,88%. Hasil analisis aturan grafik Levey-
Jennings dan westgard multirule dalam bahan kontrol komersial didapatkan hasil
yang baik dimana tidak ada yang terdeteksi mendapatkan peringatan pemeriksaan
atau kesalahan baik acak maupun sistematik sedangkan Hasil analisis aturan grafik
Levey-Jennings dan westgard multirule bahan kontrol Pooled Sera terdapat 2
kontrol Pooled Sera pada hari ke 8 dan hari ke 17 yang mengikuti aturan westgard
yaitu 12s. Kesimpulan: Sehingga didapatkan kesimpulan bahwa pengukuran bahan
kontrol pooled sera pemeriksaan asam urat memiliki tingkat ketelitian atau nilai
koefisian variasi yang baik ≤6% dan terdapat 2 ko
NARRATIVE REVIEW PENGARUH WOBBLE BOARD EXERCISE DAN JOINT MOBILIZATION TERHADAP KESEIMBANGAN PADA ANKLE INSTABILITY
Latar Belakang : Wobble Board Exercise dan Joint Mobilization dianggap cocok
pada kasus seperti Ankle Instability. Namun, bukti-bukti hasil penelitian dari artikel-
artikel penelitian yang ada masih sangat sedikit ditemukan, selain itu juga artikel
narrative review terkait dengan pengaruh kedua intervensi tersebut pada Ankle
Instability saat ini masih belum ada. Karena hal tersebut maka artikel narrative review
diperlukan untuk menilai keandalan atau keefektifan intervensi Wobble Board
Exercise dan Joint Mobilization terutama pada kondisi Ankle Instability. Dalam
penelitian ini peneliti akan melakukan metode penelitian dengan Narative Review,
dengan alasan peneliti memilih Narative Review ini untuk menggambarkan
keterhubungan antara satu penelitian dengan penelitian lainnya terkait dengan point of
interest. Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada Pengaruh Wobble Board Exercise
dan Joint Mobilization terhadap Keseimbangan pada Ankle Instability. Metode
Penelitian : Penyusunan skripsi ini menggunakan metode Narrative Review, yaitu
dengan mengumpulkan sepuluh artikel penelitian, dengan melakukan identifikasi kata
kunci menggunakan format PICO (Population, Intervention, Comparation, Outcome)
serta menentukan kriteria inklusi dan eksklusi untuk menentukan artikel yang akan
dipilih. Pencarian artikel dilakukan pada tiga database (Google Scholar, PubMed dan
PEDro). Hasil Penelitian : Sebanyak lima artikel penelitian mengenai Wobble Board
Exercise dan empat artikel penelitian mengenai Joint Mobilization melaporkan hasil
yang signifikan dalam peningkatan keseimbangan pada Ankle Instability. Ada satu
artikel mengenai Joint Mobilization melaporkan hasil yang tidak signifikan terhadap
peningkatan keseimbangan pada Ankle Instability. Kesimpulan : Beberapa artikel
penelitian membuktikan bahwa intervensi Wobble Board Exercise dan Joint
Mobilization berpengaruh terhadap peningkatan keseimbangan pada Ankle Instability.
Selain memberikan efek yang signifikan terhadap peningkatan keseimbangan,
beberapa artikel dengan penerapan kedua intervensi tersebut juga memberikan efek
yang signifikan pada peningkatan Range Of Motion, peningkatan fungsional, dan
peningkatan muscle onset latency tibialis anterior dan peroneus longus. Namun, satu
artikel melaporkan hasil yang tidak signifikan terhadap peningkatan keseimbangan
pada Ankle Instability. Saran : Peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai tema ini
dengan metode penelitian lain, seperti eksperimental
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUH I TERJADINYA CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PEKERJA : METODE NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Carpal tunnel syndrome atau CTS merupakan suatu penyakit
akibat kerja yang terjadi karena adanya kompresi pada saraf medianus saat melewati
terowongan karpal di pergelangan tangan. Carpal tunnel syndrome berdampak pada
produktivitas pekerja karena carpal tunnel syndrome dapat menyebabkan nyeri, mati
rasa, kesemutan, dan jika tidak tertangani dengan baik akan berakibat pada atrofi otot
dan kecacatan. Carpal tunnel syndrome dikaitkan dengan banyak faktor, yaitu faktor
individu, pekerjaan dan kesehatan. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya carpal tunnel
syndrome pada pekerja. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan narrative
review dengan framework PEOs (Population, Exposure, Outcome, Study Design).
Pencarian artikel menggunakan database yang relevan seperti PubMed, Scient Direct
dan Google Scholar diterbitkan dalam kurun waktu 2010 – 2020 yang memenuhi
kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan oleh penulis. Hasil Penelitian :
Hasil riview didapatkan 38 artikel yang teridentifikasi, terdapat 10 artikel yang
memenuhi kriteria inklusi. 10 hasil penelitian dari artikel tersebut menyatakan bahwa
kejadian carpal tunnel syndrome pada pekerja berkaitan dengan beberapa faktor
diantaranya adalah usia,jenis kelamin perempuan, riwayat penyakit, postur kerja,
repetitive movement, dan vibrasi. Kesimpulan : Faktor dominan yang mempengaruhi
terjadinya keluhan carpal tunnel syndrome pada pekerja adalah usia yang lebih tua
berkisar ≥ 40 tahun, jenis kelamin perempuan, riwayat hypotiroidisme dan trauma
berulang pada ekstermitas atas, postur kerja yang tidak ergonomis termasuk
penggunaan kekuatan pada tangan dan pergelangan tangan dengan posisi menekuk
dalam durasi waktu yang lama, repetitive movement (gerakan berulang) ≥ 30 kali per
detik, dan paparan alat vibrasi
LITERATURE REVIEW : PENGARUH ELASTIC BAND EXERCISE DAN PROGRESIVE RESISTENCE EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL OSTEOARTHRITIS KNEE PADA LANSIA
Latar Belakang : penyakit osteoarthritis merupakan salah satu yang disebabkan oleh
faktor degenerasi yang paling sering dijumpai pada penyakit musculoskeletal dan
osteoarhtiritis merupakan penyebab terbanyak keterbatasan gerak dan fungsi,lokasi yang
sering terkena adalah sendi lutut. Pada masa lanjut usia secara bertahap seseorang akan
mengalami berbagai kemunduran seperti kemunduran fisik,mental, dan sosioal.
Perubahan fisik yang terjadi pada lansia sangat bervariasi, perubahan ini terjadi dalam
berbagai system, salah satu diantaranya system musculoskeletal. Seperti anggota gerak
bawah memiliki peran yang sangat penting dalam menopang berat badan untuk
melakukan aktivitas sehari-hari. Menggunakan elastic band exercise dapat memberikan
efek perbaikan dalam kemampuan fungsional dan untuk menguatkan otot-otot dan
lingkup gerak sendi yang ada pada tungkai. Dan untuk progressive resistence memiliki
perbaikan signifikan untuk menguatkan otot-otot pada penderita osteoarthritis knee pada
lansia. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review,
pada penelitian ini penelusuran artikel menggunakan beberapa database yaitu Google
Schoolar, PubMed, dan Pedro. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu artikel full text,
artikel dalam Bahasa inggris, artikel dalam Bahasa Indonesia, artikel terkait dengan
manusia, diterbitkan 10 tahun terakhir (2010-2020).Hasil : Hasil pencarian jurnal
didapatkan sebanyak 10 jurnal dari goggle schoolar yang sesuai kriteria inklusi dan
dilakukan review dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa ada pengaruh elastic band
exercise dan progressive resistance exercise terhadap peningkatan kemampuan
fungsional osteoarthritis knee pada lansia.Kesimpulan : elastic band exercise dan
progressive resistance exercise sama-sama mempunyai pengaruh terhadap peningkatan
kemampuan fungsional osteoarthritis knee pada lansia.
Saran : elastic band exercise dan progressive resistance exercise dapat diberikan
sebagai alternative intervensi untuk seseorang yang mengalami penurunan aktifitas
fungsional pada osteoarhtirtis knee
PENGARUH BRAIN GYM TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES PADA LANSIA DENGAN METODE NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Stres merupakan salah satu dari rangkaian permasalah mental yang
dapat mempengaruhi perubahan dalam kehidupan sehari-hari pada sistem kerja tubuh
bagi setiap orang terutama lansia. Salah satu intervensi untuk menurunkan tingkat
stres adalah Brain Gym. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian Brain Gym
terhadap penurunan tingkat stres pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan
metode narrative review. Pencarian jurnal melalui portal jurnal online seperti Google
Scholar, PubMed, dan PEDro sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Review dari 10
jurnal tentang Brain Gym didapatkan 2 artikel penelitian yang membandingkan
latihan Brain Gym dengan latihan lain, didapatkan tidak ada perubahan yang
signifikan pada ke dua intervensi tersebut dalam menurunkan tingkat stres,
selanjutnya 3 artikel penelitian yang mengkombinasikan Brain Gym dengan latihan
lain, dan 5 artikel penelitian tentang latihan Brain Gym mendapatkan hasil signifikan
dalam menurunkan tingkat stres. Kesimpulan: Berdasarkan analisis dari 10 jurnal
diatas dapat disimpulkan bahwa Brain Gym atau senam otak berpengaruh terhadap
penurunan tingkat stres pada lansia. Saran: Peneliti selanjutnya bisa menambah
referensi yang lebih baik untuk mendapatkan kesempurnaan dalam menggunakan
metode Narrative Review
PENGARUH PEMBERIAN FRONT CONE HOPS DAN SHADOW 8 EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PADA PEMAIN BADMINTON METODE NARRATIVE REVIEW
Latar belakang : Kelincahan merupakan kemampuan seseorang untuk dapat
mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak tanpa kehilangan
keseimbangan. Kelincahan sangat di butuhkan dalam semua cabang olahraga yang
khususnya permainan terutama pada cabang olahraga badminton. Ketika kelincahan
menurun maka akan menyebabkan terjadinya penurunan prestasi terhadap pemain,
menurunnya performa saat melakukan permain, dan juga rentan terjadinya cedera pada
pemain. Adapun Latihan yang dapat meningkatkan kelincahan yaitu Front Cone Hops
dan Shadow 8 Exercise. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh dari latihan Front Cone
Hops dan Shadow 8 Exercise terhadap peningkatan kelincahan pada pemain
badminton. Metode : Penelitian yang menggunakan system Narrative Review, yang
merupakan uraian tentang teori, temuan-temuan baru dan penemuan lainnya yang
diperolah dari 3 database yaitu Pubmeed, Google Scholar dan Sciend direct.
Identifikasi jurnal menggunakan PICO. Hasil : Review dari 10 jurnal menunjukkan
hasil bahwa latihan dari Front Cone Hops dan Shadow 8 exercise dapat meningkatkan
kelincahan, dengan rata-rata waktu latihan 4-8 minggu. Kesimpulan : Latihan Front
Cone Hops dan Shadow 8 Exercise efektive dalam meningkatkan kelincahan
PENGARUH ABDOMINAL EXERCISE DAN ABDOMINAL EXERCISE WITH SWISS BALL TERHADAP PENURUNAN LINGKAR PERUT PADA REMAJA
Latar Belakang : Peningkatan lingkar perut pada remaja di karenakan makanan-
makanan siap saji, mengandung lemak dan kurangnya waktu untuk berolahraga,
peningkatan lingkar perut di proses oleh metabolisme tidak beraturan pada tubuh
individu yang akhirnya mengakibatkan lingkar perut semakin lama semakin
membesar. Untuk mengatasinya dengan menggunakan intervensi berupa Abdominal
Exercise dan Abdominal Exercise With Swiss Ball yang digunakan untuk mengurangi
lingkar perut pada remaja. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui perbedaan
pengaruh abdominal exercise dan abdominal exercise withswiss ball terhadap
penurunan lingkar perut pada remaja. Metode Penelitian : penelitian menggunakan
metode narrative review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti
PubMed, Google scholar dan ProQuest. Hasil : penelusuran jurnal didapatkan
sebanyak 10 jurnal yang termasuk didalmnya latihan yang dapat menurunkan lingkar
perut diantaranya Abdominal Exercise dan Abdominal Exercise With Swiss Ball
kemudian dilakukan review dalam penelitian ini. Kesimpulan : Berdasarkan analisis
data intervensi 10 jurnal penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai
perbedaan pengaruh abdominal exercise dan abdominal exercise with swiss ball
terhadap penurunan lingkar perut pada remaja, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat
perbedaan pengaruh abdominal exercise dan abdominal exercise with swiss ball
terhadap penurunan lingkar perut pada remaja, yakni abdominal exercise dan
abdominal exercise with swiss ball sama-sama efektif dalam menurunkan lingkar
perut
PERBEDAAN PENGARUH ANTARA DYNAMIC STRETCHING DENGAN CONTRACT RELAX STRETCHING TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA PEMAIN BADMINTON DENGAN METODE NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Fleksibilitas merupakan esensial dari sebuah gerakan. Otot yang
tidak fleksibel membuat atlet maupun non atlet seringkali mendapat cedera. Pada
pemain badminton fleksibilitas merupakan komponen penting dalam melakukan
teknik maupun gerakan. Dalam hal ini fisioterapi memiliki peran penting dalam
meningkatkan fleksibilitas. Ada berbagai macam modalitas fisioterapi dalam
meningkatkan fleksibilitas hamstring, beberapa contohnya berupa dynamic
stretching dan contract relax stretching. Tujuan : mengetahui perbedaan pengaruh
Dynamic Stretching dengan Contract Relax Stretching terhadap Fleksibilitas
Hamstring. Metode Penelitian : metode penelitian ini adalah penelitian narrative
review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti google scholar,
pubmed, dan pedro. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu jurnal penelitian full
text berupa Dynamic Stretching dan Contract Relax Stretching yang digunakan pada
fleksibilitas hamstring, jurnal dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia,
memiliki responden baik laki-laki maupun perempuan, diterbitkan tahun 2011-2020,
jurnal yang digunakan menggunakan alat ukur Active knee extension. Hasil
penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 5 jurnal Dynamic Stretching dan 5 jurnal
Contract Relax Stretching dilakukan review dalam penelitian ini. Hasil Penelitian :
hasil review didapatkan bahwa ada perubahan fleksibilitas hamstring pada responden
setelah dilakukan treatment menggunakan modalitas Dynamic Stretching dan
Contract Relax Stretching. Kesimpulan : contract relax stretching lebih
berpengaruh dibandingkan dengan dynamic stretching, namun tidak ada perbedaan
hasil yang singnifikan pada kedua treatment
LITERATUREREVIEWHUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TERHADAP PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI
Penyakit kanker payudara salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia Angka kejadian
kanker masih menduduki peringkat tertinggi setelah kardiovaskuler dan penyebab utama
kematian. Insiden kanker payudara didunia sebesar 2,09 miliar kasus dan 627.000 kasus
kematian.Di Indonesia kanker payudara tertinggi prevelensinya pada perempuan(70%) 42,1 per
100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Kanker payudara sendiri
meningkat sesuai dengan bertambahnya usia. Namun usia muda bukan menjamin aman dari
kanker payudara. Upaya yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara dapat
dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dapat dilakukan dengan meningkatkan perilaku
SADARI serta pengetahuan SADARI. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian
Literature mengenai hubungan pengetahuan remaja putri terhadap perilaku pemeriksaa payudara
sendiri (SADARI).Metode dalam penelitian ini adalah literature review,penelusuran dilakukan di
database elektronik Google Schoolar dengan menggunakan kata kunci “pengetahuan”,
“perilaku”, “SADARI”, “Remaja putri”. Tahun terbit artikel antara tahun 2015 sampai 2020, dan
terdapat 2 artikel yang terindeks ISBN/ISSN sedangkan 8 artikel tidak terindeksDipilih 10 jurnal
dan artikel sebagai bahan referensi. Hasil dari literaturereviewdari 10 (sepuluh) jurnal yang telah
di analisis, 4 dari 10 junal memiliki pengetahuan kurang terhadap pemeriksaan payudara sendiri
(SADARI), dan dari hasil literature review dari 10 jurnal yang telah di analisis perilaku SADARI
5 dari 10 jurnal memiliki kategori perilaku SADARI kurang, sedangkan 3 dari 10 jurnal
memiliki kategori perilaku SADARI cukup. dan 2 dari 10 jurnal memiliki kategori perilaku
SADARI baik. Diharapakan penelitian ini dapat berguna untuk menambah wawasan tentang
pengetahuan remaja putri terhadap perulaku SADARI
LITERATURE REVIEW :HUBUNGAN TINGGIBADAN IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang
kurang. WHO menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan angka
prevalensi stunting tertinggi di Asia pada 2017 dengan angka 36,4% dan pada tahun
2018 prevalensi stunting di Indonesia angkanya terus menurun hingga mencapai
23,6%. Beberapa faktor diduga meningkatkan resiko stunting antara lain tinggi badan
ibu, tinggi badan ayah, status ekonomi dan imunisasi. Tujuan penelitian ini untuk
menganalisis hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada balita.
Metode penelitian literatur review. Sumber data diperoleh dari Google Sholar,
Science Direct dan Pub Med. Kriteria inklusi tinggi badan ibu dan stunting, jurnal
tahun 2016-2020. Jurnal full text Internasional dan nasional diterbitkan pada tahun
2016-2020. Berdasarkan dari hasil analisis 10 jurnal didapatkan bahwa ada hubungan
tinggi badan ibu dengan kejadian stunting. faktor resiko stunting lainya meliputi
tinggi badan ayah, status ekonomi keluarga dan imunisasi menjadi faktor dari
stunting. ibu dapat memberikan asupan sumber makanan yang sehat, gizi yang
seimbang pada anak dan dapat memaksimalkan faktor lingkungan yang sehat