DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG DISMINORE DENGAN SIKAP MENGHADAPI DISMINORE PADA SISWI KELAS VIII SMP NEGERI 3 MLATI SLEMAN
Dismenorea (nyeri haid) yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruas, tahun 2016 angka kejadian dismenore didunia sangat besar menurut data lebih dari 50% perempuan disetiap dunia mengalaminya. Angka kejadian dismenore di Indonesia sebesar 64,52%. Angka kejadian disminore di Provinsi Yogyakarta yang dialami wanita usia produktif sebanyak 52%, Daerah Sleman angka kejadian dysminorhea diperoleh data bahwa yang mengalami dysminorhea sebanyak 88,64% dan yang 11,36% mengatakan tidak mengalami nyeri pada saat menstruasi (Prasetia, 2015). Hubungan pengetahuan tentang disminorea denan sikap menghadapi disminorea pad siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Mlati Sleman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dengan instrument kuisioner. Populasi dalam penelitian ini berjmlah 61 siswi kelas VIII SMP negeri 3 Mlati Sleman, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Analisa data menggunakan uji Spearman`s Rho.Hasil analisa uji statistik diperoleh nilai P-Value yaitu 0,046 yang memiliki nilai <0,05 dengan Correlation Coefficien sebesar 0,257. Saran untuk responden diharapkan dapat siswi-siswi SMP Negeri 3 Mlati Sleman untuk lebih bisa menyikapi dalam menghadapi disminor
PENGARUH MUSCLE ENERGY TECHNIQUE DAN HOLD RELAX UNTUK MENINGKATKAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING : NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Mahasiswa dengan segala tuntutan belajarnya semakin lama
semakin rendah akan kesadarannya untuk bergerak dan berolahraga. Dari aktivitas
tersebut berdampak pada mobilitas yang kurang dalam waktu yang lama sehingga
akan menyebabkan pemendekan pada otot yang berdampak pada fleksibilitas.
Pemendekan otot yang paling sering terjadi yaitu pada otot hamstring. Tujuan: Untuk
mengetahui apakah ada pengaruh muscle energy technique dan hold relax untuk
meningkatkan fleksibilitas otot hamstring. Metode Penelitian: Menggunakan metode
narrative review, yaitu mengumpulkan sepuluh artikel yang sesuai dengan kriteria
inklusi dan eksklusi dan diidentifikasi menggunakan rumus PICO. Menentukan kata
kunci untuk pencarian di database. Menggunakan dua database Google Scholar dan
Science Direct. Setelah melakukan pencarian di dua database, selanjutnya membuat
PRISMA Flow Chart. Tahap terakhir adalah melakukan ekstraksi data sepuluh jurnal
yang sudah didapatkan. Hasil Penelitian: Pemberian muscle energy technique akan
meregangkan reseptor pada hamstring yaitu GTO yang terletak di tendon dari otot
hamstring sebagai agonis. Sama halnya dengan hold relax dimana kontraksi isometrik
akan mengaktifasi GTO untuk memberi respon inhibisi pada MS di otot hamstring.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh muscle energy technique dan hold relax untuk
meningkatkan fleksibilitas otot hamstring
Literature Review Hubungan Tingkat Stres dengan Perubahan Siklus Menstruasi
Siklus menstruasi tidak selalu normal, banyak wanita yang mengeluh mengalami
gangguan siklus menstruasi. Gangguan mentruasi merupakan indikator penting
menunjukan adanya gangguan sistem reproduksi yang dikaitkan dengan peningkatan
resiko berbagai penyakit seperti kanker rahim dan infertilitas. Salah satu penyebab
gangguan siklus menstruasi pada wanita adalah faktor stres. Stres melibatkan sistem
neuro endokrinologi sebagai sistem yang besar peranannya dalam reproduksi wanita.
Sebuah penelitian menemukan bahwa 75% remaja mengalami gangguan siklus
menstruasi. Data dari Riset Kesehatan Dasar (2013) menunjukan bahwa sebagian besar
68% perempuan di Indonesia yang berusia 10-59 tahun melaporkan menstruasi teratur
dan 13,7% mengalami masalah siklus menstruasi yang tidak teratur. Tujuan penelitian
untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan perubahan siklus menstruasi.
Penelitian ini menggunakan metode literature review yaitu menggunakan jurnal pada
10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukan hampir seluruh responden mengalami
stres dan mengalami gangguan perubahan siklus menstruasi. Dari hasil telaah 10 jurnal
yang sudah dianalisis peneliti menunjukan adanya hubungan antara tingkat stres
dengan perubahan siklus menstruasi. Bidan diharapkan dapat memberikan penyuluhan
dan informasi sedini mungkin kepada remaja tentang kesehatan reproduksi dan hal-hal
yang dapat mempengaruhinya sehingga remaja bisa mengatasi dan menanggulangi
masalah yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi salah satunya stres
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWA SEMESTER 1 DI PESANTREN MAHASISWA STIKES SURYA GLOBAL YOGYAKARTA TAHUN 2020
Menstruasi merupakan perdarahan yang teratur dari uterus sebagai tanda bahwa
organ kandungan telah berfungsi matang, siklus menstruasi yang tidak teratur dapat
menyebabkan beberapa masalah pada organ reproduksi seperti sulit menentukan
masa subur dan sulit hamil. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya
adalah perubahan kadar hormon akibat stres atau dalam keadaan emosi yang kurang
stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Tingkat Stres Dengan
Siklus Menstruasi Pada Mahasiswa Semester 1 di Pesantren Mahasiswa Stikes Surya
Global Yogyakarta Tahun 2020. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan
desain penelitian menggunakan rancangan cross sectional. Jumlah populasi
sebanyak 320 dengan sampel sebanyak 92 mahasiswa. Teknik pengambilan
sampel menggunakan Accidental Sampling. Berdasarkan hasil penelitian dari 92
responden menunjukkan bahwa mahasiswa semester I yang mengalami tingkat
stres sangat berat sebanyak 26 mahasiswa (28%) dengan gangguan siklus
menstruasi yang tidak teraratur sebanyak 59 mahasiswa (64%). Hasil analisis
dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan angka α = 0,000 < α = 0,1,
artinya terdapat korelasi. Dapat diambil kesimpulan bahwa ada Hubungan Tingkat
Stres dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswa Semester 1 Pesanten Mahasiswa
Stikes Surya Global Yogyakarta Tahun 2020
LITERATUR REVIEW HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DALAM MENGHADAPI PERSALINAN
Kecemasan merupakan suasana perasaan (mood) yang ditandai gejala-gejala
jasmaniah seperti ketegangan fisik dan kekhawatiran tentang masa depan. Perasaan
cemas sering terjadi pada kehamilan yang timbul akibat kekhawatiran dalam
mengahadapi proses kelahiran dan keadaan bayinya. Kecemasan dapat mempengaruhi
perubahan fisik dan psikologis ibu hamil. Ibu hamil akan merasa tenang dan nyaman
dengan adanya dukungan dan perhatian dari suami yang mana merupakan orang yang
tersekat dengan ibu hamil tersebut. Dukungan selama kehamilan terbukti
meningkatkan kesiapan ibu dalam menghadapi kehamilan dan proses persalinan.
Literature review ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan
tingkat kecemasan ibu hamil primigravida trimester tiga dalam menghadapi
persalinan. Jenis penelitian ini ialah study analitik dengan systematic literature review
dengan menganalisis jurnal secara mendalam. Sumber pustaka menggunakan artikel
maupun jurnal dengan proses pencarian melalui data base Google Shooler tahun
penerbitan 2015 hingga tahun 2020. Tema dalam artikel maupun jurnal nasional
maupun internasional yang dikumpuklan terkait hubungan dukungan suami dengan
tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester tiga. Penulisan artikel ilmiah
ini menggunakan penulisan daftar pustaka dengan system Harvard. Hasil penelitian
dari 12 jurnal maupun artikel bahwa kesiapan persalinan menjadi salah satu tolak ukur
dalam keberhasilan proses persalinan. Dukungan suami memberikan kontribusi positif
terhadap suasana fisik dan psikologis ibu hamil untuk mengurangi tingkat kecemasan
yang muncul pada kehamilan pertama. Terlebih kehamilan pertama merupakan
pengalaman istimewa dan kondisi tersebut menjadikan ibu belum mempunyai
pengalaman langsung dalam menghadapi proses kehamilan hingga persalinan.
Simpulan pada penelitian ini ialah munculnya berbagai macam gejala kecemasan
dalam menghadapi persalina memiliki beberapa faktor yaitu dukungan sosial, usia,
paritas dan pendapatan. Dukungan dalam masa kehamilan terbukti dapat mengurangi
kecemasan dan meningkatkan kesiapan ibu hamil primigravida dalam menghadapi
persalinan serta membawa pengaruh terhadap fisik, psikis baik ibu maupun janin. Bagi
suami diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan untuk mengurangi
tingkat kecemasan ibu hamil primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan.
Kata kunci : Dukungan Suami, Ibu Hamil, Kecemasan
GAMBARAN PEMAHAMAN IBU HAMIL MENGENAI BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DI PUSKESMAS BANTUL II
Pemahaman dan pemanfaatan buku KIA oleh ibu hamil belum sesuai harapan, hal ini menyebabkan masih banyaknya ibu yang tidak mengetahui tanda bahaya pada kehamilan. Dampak pada ketidaktahuan ketika terjadi penyulit kehamilan maka, dapat terjadi keterlambatan penanganan. Keterlambatan tersebut menjadi salah satu penyebab masih tingginya mordibitas dan mortalitas ibu dan bayi. Hasil penelitian menunjukan gambaran pemahaman ibu hamil mengenai buku KIA di Puskesmas Bantul II sebagian besar dalam kategori cukup sebanyak 24 responden (63,2%), dikategorikan kurang sebanyak 2 responden (5,3%) dan dikategorikan baik sebanyak 12 responden (31,6%). Bagi ibu hamil dapat meningkatkan pemahaman mengenai buku KIA agar dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang kesehatan sehingga dapat mengaplikasikan ilmu yang di dapat dari buku KIA dalam kehidupan sehari-hari
Literature Review Gambaran Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Abortus Inkomplit
Abortus merupakan salah satu penyebab perdarahan yang terjadi pada
kehamilan trimester pertama dan kedua. Terjadi 20 juta kasus abortus tiap tahun di
dunia dan 70.000 wanita meninggal tiap tahunnya. Berdasarkan studi WHO satu dari
setiap empat kehamilan berakhir dengan abortus (BBC, 2016). Estimasi kejadian
abortus tercatat oleh WHO sebanyak 40-50 juta, sama halnya dengan 125.000
abortus per hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor
yang mempengaruhi kejadian abortus inkomplit. Penelitian ini menggunakan jenis
penelitian dengan metode literature review atau tinjauan pustaka. Studi literature
review adalah penelitian yang berkaitan dengan metode pengumpulan data pustaka,
atau pengumpulan sumber kepustakaan, sumber yang dipakai dalam penelitian ini
adalah jurnal ilmiah. Variable penelitian ini adalah variable tunggal. Hasil
pembahasan jurnal yang direview menunjukkan Abortus inkomplit dipengaruhi oleh
beberapa faktor diantaranya Pendidikan, jarak kehamilan, umur ibu, paritas, riwayat
abortus, riwayat penyakit ibu, dan kadar Hb. Permulaan abortus terjadi karena
adanya perdarahan dalam desidua basalis yang diikuti nekrosis jaringan disekitarnya.
Hasil konsepsi terlepas sebagian atau seluruhnya hal ini menyebabkan uterus
berontraksi untuk mengeluarkan hasil konsepsi dari 10 jurnal 4 jurnal menyatakan
ada hubungan antara abortus inkomplit dengan umur ibu, 5 jurnal menyatakan ada
hubungan antara paritas dengan abortus inkomplit, 3 jurnal menyatakan ada
hubungan anatara riwayat abortus dengan abortus inkomplit, 2 jurnal menyatakan
tidak ada hubungan antara Pendidikan dengan abortus inkomplit, 1 jurnal
menyatakan ada hubungan antara riwayat penyakit ibu dengan abortus inkomplit, 3
jurnal menyatakan tidak ada hubungan kadar hb dengan abortus inkomplit, 2 jurnal
menyatakan ada hubungan antara jarak kehamilan dengan abortus inkomplit.
Kesimpulan faktor penyebab abortus inkomplit adalah umur ibu, paritas, riwayat
abortus, riwayat penyakit, dan jarak kehamilan. sedangkan Pendidikan dan kadar hb
tidak ada hubungannya dengan kejadian abortus inkomplit
GAMBARAN KEPUASAN IBU HAMIL DALAM PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC)
Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai
akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien
membandingkannya dengan apa yang diharapkan. Kepuasan ibu hamil dalam
pemeriksaan ANC dapat di nilai dari beberapa aspek yaitu dari aspek Kehandalan
(Reliability), Ketanggapan (Resposiveness), Bukti fisik (Tangible), Keramahan
(Emphaty) dan Jaminan (Assurance). Antenatal care atau pemeriksaan kehamilan
adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara berkala dari awal kehamilan
hingga proses persalinan untuk memonitor kesehatan ibu dan janin agar tercapai
kehamilan yang optimal. Permasalahan yang dihadapi dalam layanan Antenatal Care
ialah masih adanya kendala dalam pelaksanaannya yang mengakibatkan kualitas
pelayanan menjadi kurang optimal. Sehingga tingkat kepuasan yang dirasakan oleh
ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan Antenatal Care menjadi kurang baik (tidak
puas). Pemeriksaan kehamilan sangat disarankan bagi para ibu hamil agar kesehatan
ibu dan janin terus terpantau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran yang
mempengaruhi kepuasan Ibu hamil dalam pemeriksaan Antenatal Care (ANC).
Metode penelitian ini adalah penelitian literature review. Pencarian jurnal dilakukan
di portal jurnal online seperti google scholar, ejournal unisa dan Jurnal Ilmiah Bidan
(JIB). Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu jurnal yang diterbitkan pada tahun
2010- 2020 menggunakan bahasa Indonesia dan full text. Hasil penelusuran jurnal
didapatkan sebanyak 10 jurnal dilakukan review dalam penelitian ini. Hasil
literature review sepuluh jurnal didapatkan bahwa terdapat gambaran yang
mempengaruhi kepuasan Ibu hamil dalam pemeriksaan Antenatal Care (ANC) yaitu
dari Kehandalan (Reliability), Ketanggapan (Resposiveness), Bukti fisik (Tangible),
Keramahan (Emphaty) dan Jaminan (Assurance). Sehingga dapat disimpulkan bahwa
terdapat hubungan antara kepuasaan ibu hamil dengan pelayanan pemeriksaan
Antenatal Care (ANC). Berdasarkan hasil literature review penelitian ini diharapkan
kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan
mensosialisasikan promosi kesehatan tentang ANC kepada ibu hamil, sehingga
diharapkan agar ibu hamil secara rutin melakukan pemeriksaan Antenata Care
(ANC) dan dapat diketahuinya perkembangan kehamilan secara optimal
Literature Review Gambaran Karakteristik Kejadian Anemia pada Bayi Usia 6 – 12 Bulan
Masa bayi disebut sebagai masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan
seseorang. Permasalahan kesehatan sering timbul pada periode kehidupan ini,
diantaranya defisiensi zat besi yang merupakan salah satu permasalahan yang
dialami oleh bayi. Defisiensi zat besi bisa menyebabkan anemia. Anemia adalah
suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah
dari normal. Tujuan penelitian ini untuk diketahuinya gambaran karakteristik
kejadian anemia pada bayi usia 6-12 bulan. Metode penelitian ini adalah
literature review dengan melakukan scoping review pada jurnal 10 tahun
terakhir yang berkaitan dengan kejadian anemia pada bayi, yang terdiri dari 4
tahapan, yaitu: Organize yakni mengorganisasi literature yang akan
ditinjau/direview, Synthesize yakni menyatukan hasil organisasi literature
menjadi suatu ringkasan agar menjadi satu kesatuan yang padu dengan mencari
keterkaitan antar literature, Identtify di gunakana untuk mengidentifikasi isu-isu
dalam literatur, Formulate yaitu dengan merumuskan pertanyaan yang
membutuhkan penelitian lebih lanjut. Hasil pencarian dalam 10 jurnal literatur
maka didapatkan karakteristik kejadian anemia dilihat dari faktor bayi meliputi
usia, jenis kelamin, status gizi, riwayat ASI eksklusif dan riwayat BBLR dan
karakteristik kejadian anemia dilihat dari faktor ibu meliputi usia, pendidikan,
paritas dan pekerjaan ibu. Simpulan dalam penelitian ini karakteristik kejadian
anemia dilihat dari faktor bayi yaitu terbanyak pada usia 6 – 23 bulan, rentang
usia bayi 6-12 bulan juga termasuk usia rentan kejadian anemia, jenis kelamin
perempuan lebih banyak mengalami anemia, status gizi kurang atau stunting,
riwayat pemberian ASI eksklusif dan riwayat BBLR juga merupakan faktor yang
berpengaruh terhadap kejadian anemia pada bayi. Karakteristik dari faktor ibu
dapat dilihat dari usia, semakin muda atau tua ibu yang memiliki bayi maka akan
meningkatkan resiko kejadian anemia, begitupun dengan tingkat pendidikan ibu,
akan mempengaruhi penerimaan dan kesadaran dalam pencegahan kejadian
anemia, berdasarkan pekerjaan ibu untuk ibu bekerja akan lebih beresiko
terhadap kejadian anemia berhubungan dengan pola asuh gizi dalam pemberian
MP-ASI, tetapi disisi lain ibu yang bekerja dapat meningkatkan pendapatan
keluarga dalam pemenuhan gizi pada anak
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS NGADIREJO
Anemia pada ibu hamil berdampak pada ibu hamil, melahirkan, nifas dan bayi. Prevalensi anemia pada
ibu hamil di Indonesia menurut Riskesdas tahun 2018 adalah 48,9%, Beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi terjadinya anemia adalah umur ibu, umur kehamilan, jarak persalinan, paritas, status gizi,
frekuensi ANC, pekerjaan, dan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor- faktor
yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil Trimester III di Puskesmas
Ngadirejo Tahun 2019. Rancangan penelitian adalah analitik korelatif dengan pendekaan cross
sectional. Populasi penelitian sejumlah 531 orang ibu hamil. Pengambilan sampel dalam
penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan teknik purvosive sampling sebanyak 80
orang ibu hamil trimester III yang memenuhi kritria inklusi, analisa data yang digunakan adalah
dengan uji statistic Chi-Square. Hasil analisis uji chi square menunjukkan tidak adanya
hubungan antara umur ibu dengan kejadian anemia dengan p-value 0.772, tidak adanya
hubungan antara paritas dengan kejadian anemia dengan p-value 1.000, ada hubungan antara
status gizi dengan kejadian anemia dengan p-value 0.041 dan tidak adanya hubungan antara
frekuensi ANC dengan kejadian anemia dengan p-value 1.000 Hasil ini menunjukkan ada
hubungan antara status gizi kurang dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III tetapi
tidak ada hubungan antara umur, ibu, paritas dan frekuensi ANC dengan kejadian anemia pada
ibu Hamil trimester III di Puskesmas Ngadirejo tahun 2019. Status gizi kurang berpengaruh
pada pada kejadian anemia pada ibu hamil trimester III karena itu diharapkan ibu hamil agar
memperhatikan asupan nutrisinya dan mengkonsumsi makanan tinggi zat besi untuk mencegah
teradinya anemia